BAYI NATAL - Pdt. Dr. Stephen Tong

advertisement
Bayi Natal – Pdt Dr. Stephen Tong
BAYI NATAL
Oleh Pdt. Dr. Stephen Tong
Yesaya 9:5-6
Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang
berlumuran darah akan menjadi umpan api. Sebab seorang anak telah
lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang
pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang:
Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
Natal adalah tanda dari Allah agar manusia berhenti mencari Allah
dengan usaha sendiri. Segala usaha manusia melalui agama adalah sia-sia.
Maka dalam pandangan Allah tidak ada seorangpun yang mencari Allah
(Roma 3:11), oleh karena itu Allah sendiri yang datang mencari manusia.
Allah datang ke dalam dunia yang berdosa. Ini suatu paradoks yang
tidak bisa dimengerti oleh manusia secara rasional. Kedatangan Allah
dalam dunia adalah berdasarkan bijaksana Allah sendiri. Soren Aabye
Kiekegaard (1813-1855) mengatakan bahwa Kristus merupakan paradoks
yang ajaib dalam sejarah. Kristus menimbulkan suatu konsep kontroversial
bagi manusia. Untuk mengerti-Nya hanya bisa melalui iman kepada Allah.
Siapakah yang bisa percaya bahwa Juruselamat manusia adalah seorang
bayi kecil, yang lemah lembut, hina, bahkan seakan tidak mempunyai hak
azasi manusia? Kita dilahirkan di tempat tidur yang baik dan telah
disiapkan oleh orang tua di rumah atau di rumah sakit. Namun ketika Anak
Allah datang ke dalam dunia, dilahirkan di dalam palungan kandang
binatang. Secara rasional manusia tidak dapat mengerti hal ini. Namun
Page 1 Bayi Natal – Pdt Dr. Stephen Tong
dalam 1 Korintus 1:25 mengatakan, "Sebab yang bodoh dari Allah lebih
besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat
dari pada manusia." Bagaimana mencari Allah yang berkuasa? Bagaimana
mendapatkan Allah yang bijaksana? Alkitab menyatakan justru Allah
memilih jalan yang tampaknya bodoh, tidak bijaksana dan tidak
mempunyai kuasa untuk menyatakan kemuliaan dan rencana-Nya yang
kekal. Orang Majus dan para gembala menjadi orang-orang pertama yang
beriman paradoks. Mereka datang kepada Sang Kristus kecil; mereka
bersembah sujud kepada seorang Bayi. Bagaimana mungkin ini terjadi?
Sekarang banyak orang yang mau melihat dulu Tuhan mencurahkan
berkat, melakukan mujizat, menyatakan kuasa penyembuhan, baru mau
berbakti kepada-Nya. Seorang Bayi di palungan tidak menyatakan kuasa,
mujizat dan berkat, demikian juga Yesus yang mati di kayu salib.
Perhatikan beda rahim anak dara (virgin's womb) dan kubur yang
kosong (empty tomb). Seharusnya rahim seorang anak dara tidak terisi
(mengandung), dan seharusnya kubur terisi. Namun Injil menyatakan
kemuliaan Allah dengan hal yang sebaliknya. Kubur menjadi kosong dan
rahim anak dara terisi. Keduanya terjadi karena kuasa Allah. Inilah tanda
kekristenan yang tidak ada dalam agama lainnya. Injil hanya berada di
dalam Kristus dan Kristus adalah yang diisikan oleh Allah di dalam rahim
anak dara Maria. Inilah keajaiban dan kuasa Allah yang terbesar, tidak ada
keajaiban lain yang dapat melampauinya. Tidak ada kuasa lebih besar
daripada kuasa yang dikerjakan Allah dalam diri Yesus Kristus. Kelahiran
Kristus merupakan interverensi Allah di dalam sejarah umat manusia.
Sejarah manusia yang kacau, ruwet dan tidak beres, tetapi Allah berkenan
datang ke dalamnya. Allah tidak hanya menciptakan dunia ini tetapi juga
berkenan datang mengunjungi dunia ciptaan-Nya.
Sekitar 700 tahun sebelum Kristus lahir, nabi Yesaya yang
digerakkan Roh Kudus menubuatkan kelahiran-Nya, "Seorang Bayi telah
lahir untuk kita..." Bayi ini mempunyai nama yang mengherankan sekali:
Ajaib (Wonderful), Penasehat Yang Agung (Counsellor), Allah Yang
Berkuasa (The Mighty God), Bapa Kekal (The Everlasting Father), dan
Putra Raja Damai (The Prince of Peace). Inilah yang dibutuhkan dunia,
yang dicari-cari oleh agama, filsafat dan kebudayaan manusia. Beribu-ribu
tahun manusia menunggu siapakah yang dapat memberikan perdamaian,
Page 2 Bayi Natal – Pdt Dr. Stephen Tong
nasihat yang terbaik, cara paling ajaib untuk melepaskan kita dari
kebodohan, kuasa besar dan bijaksana yang kekal kepada umat manusia?
Hanya Tuhan yang mampu memenuhi kebutuhan manusia akan hal-hal
tersebut, melalui cara yang paradoks dengan konsep kemungkinan
manusia yaitu melalui seorang bayi. Bayi yang tidak mempunyai senjata,
lemah, menimbulkan ketidaktegaan untuk berbuat yang jahat atasnya.
Bayi yang diberikan Allah kepada manusia bukan bayi biasa.
Pertama, dikatakan Bayi ini Ajaib. Istilah "ajaib" dipakai pertama kali
dalam Hakim-hakim 13:18. Ketika Manoah, ayah Simson menanyakan
nama Malaikat Allah, yaitu Oknum Kedua dari Allah Tritunggal yang
menyatakan diri kepadanya. Maka Malaikat Allah menjawab, "Mengapa
engkau juga menanyakan nama-Ku? Bukankah nama itu ajaib?" Dia
adalah keajaiban yang lebih besar daripada segala keajaiban dunia. Dan
segala yang diperbuat oleh Kristus ajaib adanya.
Kedua, Dia adalah Penasehat yang agung, yang memberikan segala
nasihat dan bijaksana tak tertandingi, karena Dia adalah Allah, Sumber
Bijaksana. Para filsuf berusaha mencari bijaksana, namun bijaksana yang
sesungguhnya hanya ada dalam diri Allah sendiri. Hanya di dalam Kristus
kita bisa memperoleh bijaksana. Sekarang Bijaksana itu datang ke dalam
dunia sebagai seorang bayi.
Ketiga, Allah yang berkuasa. Mungkinkah seorang bayi disebut Allah
dan berkuasa seperti Allah? Meskipun manusia tidak dapat mengerti, tetapi
inilah kebenaran. Allah menyatakan diri melalui cara yang sama sekali
berbeda dari pemikiran manusia. Manusia menginginkan Juruselamat yang
memiliki kuasa militer, kuasa politik yang besar. Tetapi Juruselamat itu
datang melalui bayi yang lemah lembut. Pepatah Tionghoa mengatakan,
"Orang yang sungguh-sungguh pandai, selalu nampak bodoh." Orang yang
mempunyai pengetahuan mendalam, tidak akan sembarangan
mengutarakan pengetahuannya. Orang yang selalu menunjukkan dirinya
pandai, sebenarnya orang bodoh. Ketika Allah menyatakan diri dan sifatNya dengan cara yang berbeda dari semua agama lain, Ia telah menyatakan
bahwa kuasa terbesar dibatasi dalam diri seorang manusia; Firman telah
menjadi manusia. Yang Mahakuasa telah menyatakan diri di dalam diri
seorang Bayi yang seolah-olah tidak mempunyai kuasa apapun. Al Qur'an
telah mencatat bahwa ketika orang Yahudi datang mengecam Maria dan
Page 3 Bayi Natal – Pdt Dr. Stephen Tong
menyatakan bahwa bayi yang dikandungnya haram, Maria menjawab,
"Tanyakan sendiri kepada bayi ini jika Dia sudah lahir." Sementara
Alkitab tidak mencatat hal itu dan tidak menuliskan bahwa bayi itu
menjawab, "Saya hasil naungan Roh Kudus atas ibu Saya, Maria." Alkitab
menyatakan Yesus tenang selama 12 tahun. Waktu Alkitab mencatat
kalimat pertama yang keluar dari mulut Yesus, kalimat itu adalah kalimat
terindah dan teragung dari seorang anak, "Tidakkah kamu tahu, bahwa
Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" Setelah itu Dia tenang
kembali selama 18 tahun. Pada usia 30 tahun Dia keluar menyatakan kuasa
Allah melalui penyembuhan, pembangkitan orang mati, penyataan mujizat
yang tidak pernah dilakukan pendiri-pendiri agama lain, karena Dia adalah
Allah Yang Mahakuasa.
Keempat, Bapa Yang Kekal atau Bapa Kekekalan. Siapakah yang
boleh menjadi Bapa Yang Kekal? Kalau kita mengatakan Abraham adalah
bapa kita, ia adalah bapa iman. Adam adalah bapa jasmaniah kita yang
pertama. Pepatah Tionghoa lainnya mengajarkan, "Kalau kita minum,
ingat akan sumbernya; kalau kita mengalami sukses, jangan lupakan jasajasa orang yang memberikan sumbangsih kepada kita." Maka banyak
orang Tionghoa menyembah orang tua atau leluhur yang sudah meninggal.
Sebagai orang Kristen kita tidak boleh berbakti kepada orang yang sudah
meninggal. Namun mengingat jasa-jasa mereka yang sudah meninggal
adalah wajar. Kalau kita mengingat sumber jasmani kita yaitu Adam,
dapatkah Adam kita sebut sebagai bapa kekal? Tidak! Adam hanyalah
bapa pertama dari umat manusia, namun bukan bapa kekal. Kristuslah
yang disebut Bapa Yang Kekal. Berarti Dia mempunyai kekekalan dan
bersifat Ilahi; karena Dia adalah Allah sendiri, Pribadi Kedua dari Allah
Tritunggal. Dia adalah Bapa Yang Kekal, Sumber Kekekalan yang mampu
memberikan hidup kekal kepada manusia.
Kelima, Putra Raja Damai. Rakyat Indonesia bersyukur bahwa sejak
tahun 1949 tidak ada peperangan yang berarti di Indonesia. Tetapi orang
Indonesia yang berusia lebih dari 50 tahun, mengalami betapa sulitnya
peperangan itu. Kalau seumur hidup kita tidak mengalami peperangan,
bersyukurlah kepada Tuhan. Peperangan itu sangat menakutkan, yang
mengakibatkan banyak perempuan menjadi janda, membuat banyak orang
frustasi, bahkan gila. Perang Dunia I mengakibatkan kematian sekitar 7
Page 4 Bayi Natal – Pdt Dr. Stephen Tong
juta manusia, termasuk para pemuda/i. Perang Dunia II mengakibatkan
kematian sekitar 38 juta manusia. Akibat peperangan banyak orang merasa
hidupnya tidak berarti lagi. Banyak yang bertanya, "Di manakah
perdamaian? Mungkinkah manusia mampu mencegah pecahnya Perang
Dunia III?" Gorbachev sudah mengerti sedikit mengenai dosa. Ia pernah
menyatakan, "Kami, orang Rusia, berdosa pada waktu kamu mengirim
tentara ke Afganistan."
Suatu kalimat yang tidak mudah keluar dari mulut seorang pemimpin
besar seperti Gorbachev. Jika manusia lebih menginsafi kesalahan sendiri
dan mengakui dosa, seharusnya dunia lebih mudah mencapai perdamaian.
Tetapi inipun tetap merupakan satu tanda tanya besar. Seorang sekjen PBB
pernah berkata, "Saya tidak melihat adanya pengharapan untuk mencapai
perdamaian dunia, kecuali terjadi suatu kebangunan rohani yang besar di
seluruh dunia." Agama, seks, kekayaan, dan kuasa merupakan penyebab
peperangan di dunia sepanjang sejarah sampai sekarang, tanpa henti.
Mungkinkah ini diselesaikan sehingga terwujud perdamaian dalam dunia?
Jawabnya, "Mungkin, hanya di dalam Kristus!" Bertobatlah dari
kebanggaan beragama tanpa pertobatan. Bertobatlah dari dosa seks dan
emosi yang tak dikendalikan Roh Kudus! Bertobatlah dari perebutan harta
dan kuasa, yang membuatmu mengabaikan rencana Allah yang kekal!
Bertobatlah dari ambisi pribadi yang tidak berkenan kepada Tuhan!
Bertobatlah dan kembalilah kepada Bayi Natal, Yesus Kristus!
Pengutipan dari artikel ini harus mencantumkan:
Dikutip dari
http://www.geocities.com/thisisreformed/artikel/natal01.html
Page 5 
Download