pembabakan plot

advertisement
[email protected]
Plot dan Estetika Sinematografi
Dalam beberapa pemahaman teoritik, plot sering dirumuskan sebagai jalinan
antar peristiwa. Asrul Sani merumuskan jalinan antar peristiwa ini berdasarkan
aspek waktu dan aspek sebab-akibat. Peristiwa yang berjalin berdasarkan
urutan waktu disebut sebagai plot narasi; Peristiwa yang berjalinan
berdasarkan pertalian sebab-akibat disebut plot dramatik.

“Permaisuri
meninggal dan
kemudian raja
meninggal” adalah
plot narasi;

“Permaisuri
meninggal dan
kemudian Raja
meninggal karena
sedih
berkepanjangan”
adalah plot dramatik.
Dalam PayBack, Mel Gibson meminta upah
untuk pekerjaan yang sudah dia lakukan,
sementara lawannya berusaha
membunuhnya agar tidak perlu membayar
upah itu. Sepanjang cerita, usaha
membunuh dan menagih itu terus
berlangsung dan sama-sama terus selalu
gagal.
Kegagalan dan usaha yang terus menerus ini
dipergunakan untuk memikat penonton.
Pencerita mengulur sepanjang mungkin
ketidak-tentuan penyelesaian masalah,
sehingga penonton makin penasaran. Upaya
untuk memikat ini disebut sebagai konsep
estetik atau konsep keindahan sebuah karya.
Keindahan film juga
dibayangkan berdasarkan
penonton yang disasar film
itu. Penonton remaja,
biasanya menempatkan
keindahan film pada tokohtokoh cerita yang seusia
dengan mereka.
Meskipun berbagai
keragaman keindahan itu
bisa dipisah-pisahkan, hal
yang harus diingat adalah,
penonton menghendaki
bahwa peristiwa-peristiwa
yang dialami tokoh, yang dia
saksikan haruslah logis, bisa
diterima akal.
Pengertian ini mengharuskan
bahwa jalannya cerita harus
disusun dengan dasar yang masuk
akal.
Motif-motif para tokoh dalam bertindak haruslah bisa diterima alasannya.
Kenyataan ini menempatkan plot menjadi titik penting dalam menyusun cerita.
Dalam tradisi penulisan skenario, plot
yang seringkali dipergunakan adalah
Struktur Tiga Babak. Struktur Tiga
Babak ini berisi pembagian cerita
berdasarkan:
Pemaparan,
Konflik,
Penyelesaian. Seno Gumira Ajidarma,
Himawan Pratista menyebut model
penyusunan ini sebagai tradisi dari film
Hollywood.
Pemaparan: menjelaskan
latar belakang persoalan;
Konflik menjelaskan
perseteruan yang terjadi
dari persoalan tersebut;
Klimaks, puncak
perseteruan; Penyelesaian
menjelaskan akhir dari
perseteruan tersebut.
Pembabakan plot ini menjadi
alat bantu penulis untuk
memulai rangkaian cerita.
Pembabakan ini merupakan
pengembangan dari kerja
penulisan sinopsis.
Yang harus disadari oleh
penulis cerita pada bagian ini
adalah bahwa persoalan harus
dikembangkan semaksimal
mungkin sehingga tidak hanya
memiliki satu persoalan saja.
Pengembangan ini bisa
dibantu dengan banyaknya
tokoh yang memusuhi pelaku
utama.
Dengan demikian sebuah
sinopsis harus disusun
menjadi sebuah pembabakan
plot.
SINOPSIS:
Latar Belakang Tokoh:
Siti adalah remaja kelas 2 SMA,
dua adiknya masih sekolah SD
dan SMP, ibunya adalah seorang
pedagang sayur di rumah,
bapaknya seorang rentenir
keliling di beberapa pasar di kota
kabupaten Bantul.
Konflik:
Suatu sore, di bawah hujan lebat di
dusunnya, bapak Siti yang pulang kerja
tertimpa sejumlah buah kelapa kering dan
dahan yang jatuh dari pohon: sepedanya
oleng, menubruk jembatan kecil, dan
tersungkur ke dalam parit. Kecelakaan ini
menyebabkan retak tulang leher, dan
beberapa rusuknya patah. Oleh para
tetangga bapaknya dibawa ke rumah sakit.
Ibunya pun terpaksa tidak berjualan.
Klimak:
Kecelakaan itu oleh para tetangga
dianggap sebagai karma untuk
seorang lintah darat (sebutan bagi
rentenir). Kecelakaan itu bagi Siti
adalah kebutuhan uang untuk
menebus beaya perawatan. Siti
kemudian
memutuskan
untuk
mengambil
alih
pekerjaan
bapaknya dan tidak bersekolah
untuk sementara. Ketika sedang
menggantikan
pekerjaan
bapaknya, Siti tertangkap polisi
yang sedang menertibkan rentenir.
Penutup:
Atas jaminan Kepala Sekolah, Siti
dibebaskan dengan syarat wajib
lapor, dan menulis surat pernyataan
untuk tidak melanjutkan usahanya.
Adapun beaya perawatan akan
ditutup dari penjualan tanah yang
dibeli oleh rentenir yang memodali
usaha bapaknya.
PEMBABAKAN PLOT:
1
Pemaparan atau latar belakang munculnya persoalan:
Siti adalah remaja kelas 2 SMA, dua adiknya masih sekolah SD dan SMP,
ibunya adalah seorang pedagang sayur di rumah, bapaknya seorang
rentenir keliling di beberapa pasar di kota kabupaten Bantul. Suatu sore,
di bawah hujan lebat di dusunnya, bapak Siti yang pulang kerja tertimpa
sejumlah buah kelapa kering dan dahan yang jatuh dari pohon:
sepedanya oleng, menubruk jembatan kecil, dan tersungkur ke dalam
parit. Kecelakaan ini menyebabkan retak tulang leher, dan beberapa
rusuknya patah. Oleh para tetangga bapaknya dibawa ke rumah sakit.
Ibunya pun terpaksa tidak berjualan.
2
KONFLIK: Perseturuan yang terjadi dari persoalan tersebut.
Kecelakaan itu bagi Siti adalah kebutuhan uang untuk menebus beaya perawatan.
Konflik 1 (Konflik Batin):
Siti berfikir untuk mengambil alih pekerjaan bapaknya dan tidak bersekolah untuk
sementara. Siti kemudian memutuskan untuk mengambil alih pekerjaan itu.
Konflik 2 (Konflik Sosial):
Konflik dengan Keluarga:
Ibu Siti melarang Siti menggantikan bapaknya. Siti membangkang.
Konflik dengan Tetangga:
Kecelakaan itu oleh para tetangga dianggap sebagai karma untuk seorang
lintah darat (sebutan bagi rentenir). Di mushola, tema lintah darat ini dicermahkan.
Konflik dengan Sekolah:
Sekolah mengancam akan mengeluarkan Siti karena tidak masuk tiga hari berturutturut tanpa ijin. Teman-temannya mengolok-olok sebagai lintah darat. Gurunya
memarahi karena itu tindakan tidak bermoral. Siti mendapat simpati dari Jalu yang
tampan. Eva cemburu dari munculnya simpati siswa ini.
Konflik cinta
Konflik dengan warga pasar:
3
KLIMAKS: Persoalan berada pada puncak
perseteruannya
Ketika sedang menggantikan pekerjaan
bapaknya, Siti tertangkap polisi yang sedang
menertibkan rentenir.
4
PENUTUP: menjelaskan akhir dari persoalan tersebut.
Atas jaminan Kepala Sekolah, Siti dibebaskan dengan syarat wajib lapor,
dan menulis surat pernyataan untuk tidak melanjutkan usahanya. Adapun
beaya perawatan akan ditutup dari penjualan tanah yang dibeli oleh
rentenir yang memodali usaha bapaknya.
DISKUSI KELAS:
Apa yang disebut plot? Apa yang menjadi
keindahan cerita? Apa yang menjadi
keindahan film?
Latihan:
Mahasiswa menyusun pembabakan plot dalam 4
bagian: pemaparan dari latar belakang persoalan,
konflik atau munculnya persoalan, klimaks atau
persoalan menemukan puncaknya, penutup
bagaimana persoalan diakhiri.
Tes formatif:
Apakah yang disebut konsep
estetik, plot dramatik,
pembabakan dalam plot?
Download