Nationalism - Hartanto, MA

advertisement
NATIONALISM
Hartanto, S.I.P, M.A.
• Following the defeat of Napoleon, the
Congress of Vienna met to create a
peace settlement in Europe.
Battle of Waterloo
• The Congress’s purpose was to
establish a balance of power in Europe
and return monarchs to power.
Prince Klemens von
Metternich
Congress of Vienna (1814 – 1815)
• However, the French Revolution had
inspired the rise of nationalistic
movements in many European
countries.
• Nationalism is the loyalty of a people to
their values, traditions, and geography.
• Nationalism develops in an area that
has common customs, language, and
history.
Nationalistic Movements:
• The unification of Germany was led by
Otto von Bismarck.
• The unification of Italy was led by
Giuseppe Garibaldi and Camillo di
Cavour.
Camillo di Cavour
Giuseppe Garibaldi
• The unification of Italy and of Germany
resulted in upsetting the balance of
power in Europe
Asal Kata Nasionalisme
• Natio (Latin) yang berarti “saya lahir”
(Guido Zernatto, 1944)
• Asemblee Nationale dipakai oleh
Parlemen Perancis pasca Revolusi
Perancis abad 18.
• Sejak saat itu nation digunakan untuk
menyebut penduduk yang tinggal disuatu
negara
Ethno-nationalism
• Asumsi : nasionalisme muncul sejak manusia mengenal
kekerabatan biologis (Anthony Sminth, 1986)
• Ethnie  kelompok sosial yang diikat oleh atribut
kultural seperti memori kolektif, nilai, mitos, dan
simbolisme
• Ethnie memberikan batas budaya antara satu bangsa
dengan bangsa yang lain
• Gerakan politik nasionalisme adalah sarana
mendapatkan kembali harga diri etnik sebagai modal
dasar dalam membangun sebuah negara berdasarkan
kesamaan budaya (John Hutchinson, 1987)
• Masalah : kesamaan budaya tidak bisa
menjelaskan batas-batas bangsa dalam
masyarakat kontemporer
• Ethnonationalism digunakan untuk mengamati
masyarakat monokultur seperti Jerman, Jepang
dan Italia
• Bagaimana dengan masyarakat multikultur
seperti di Amerika Serikat, Indonesia,India,
Singapura dll?
• Dalam bangsa multikultural terdapat dominasi
etnis tertentu untuk memberikan inspirasi
nasionalisme, namun tidak berarti nasionalisme
menjadi homogen karena juga ditopang oleh
ikatan-ikatan non etni.
Nasionalisme produk Eropa
• Konsep negara-bangsa (nation-state) di Eropa
abad 18 yang merupakan bagian dari revolusi
kerakyatan dalam meruntuhkan hegemoni kelas
aristokrat.
• Nasionalisme merupakan hasil modernisasi,
produk masa Pencerahan. Intinya adalah
egalitarian
• Nasionalisme adalah penemuan bangsa Eropa
untuk mengatasi keterasingan dalam
masyarakat modern (Elie Kedourei, 1960)
• Sebagai sebuah ideologi, nasionalisme memiliki
kapasitas memobilisasi massa melalui janji-janji
kemajuan yang merupakan teologi modernitas.
Kondisi-kondisi yang terbentuk ini tak lepas dari
Revolusi Industri ketika urbanisasi dalam skala
besar memaksa masyarakat pada saat itu untuk
membentuk sebuah identitas bersama (Ernest
Gellner, 1983)
• nasionalisme dibentuk oleh kematerian
industrialisme yang membawa perubahan sosial
dan budaya dalam masyarakat
• Gellner sampai pada satu argumen bahwa
nasionalismelah yang melahirkan bangsa,
bukan sebaliknya.
• Masalah : nasionalisme tidak hanya dapat dilihat
sebagai sebuah proses dari atas ke bawah di mana
kelas dominan memiliki peranan lebih penting dalam
pembentukan nasionalisme
• pemahaman komprehensif tentang nasionalisme
sebagai produk modernitas hanya dapat dilakukan
dengan juga melihat apa yang terjadi pada masyarakat
di lapisan paling bawah ketika asumsi, harapan,
kebutuhan, dan kepentingan masyarakat pada umumnya
terhadap ideologi nasionalisme memungkinkan ideologi
tersebut meresap dan berakar secara kuat (Eric
Hobsbawm, 1990)
• elemen-elemen sosial seperti bahasa, kesamaan
sejarah, identitas masa lalu, dan solidaritas sosial
menjadi pengikat erat kekuatan nasionalisme.
• nasionalisme sebagai sebuah ide atas
komunitas yang dibayangkan, imagined
communities (Bennedict Anderson, 1991)
• Nasionalisme hidup dari bayangan tentang
komunitas yang senantiasa hadir di pikiran
setiap anggota bangsa yang menjadi referensi
identitas sosial
• nasionalisme sebagai sebuah hasil imajinasi
kolektif dalam membangun batas antara kita dan
mereka, sebuah batas yang dikonstruksi secara
budaya melalui kapitalisme percetakan (cetakan
nasionalisme), bukan semata-mata fabrikasi
ideologis dari kelompok dominan.
Post-Colonial Nationalism
• Anderson berargumen bahwa nasionalisme masyarakat
pascakolonial di Asia dan Afrika merupakan hasil
emulasi dari apa yang telah disediakan oleh sejarah
nasionalisme di Eropa.
• Para elite nasionalis di masyarakat pascakolonial hanya
mengimpor bentuk modular nasionalisme bangsa Eropa
• Kritik : Anderson menafikan proses-proses apropriasi
dan imajinasi itu sendiri yang dilakukan oleh masyarakat
pascakolonial dalam menciptakan bangunan
nasionalisme yang berbeda dengan Eropa (Partha
Chatterjee, 1993).
• nasionalisme masyarakat pascakolonial dibentuk berdasarkan suatu
differance sebagai bentuk resistensi terhadap dominasi kolonialisme
(John Plamenatz, 1976)
NASIONALISME BARAT
• nasionalisme Barat bangkit dari reaksi masyarakat yang merasakan
ketidaknyamanan budaya terhadap perubahan-perubahan yang
terjadi akibat kapitalisme dan industrialisme.
• budaya mereka memungkinkan mereka menciptakan sebuah
kondisi yang dapat mengakomodasi standar-standar modernitas.
NASIONALISME TIMUR
• nasionalisme Timur lahir dalam masyarakat yang terobsesi akan
apa yang telah dicapai oleh Barat tetapi secara budaya mereka
tidak dilengkapi oleh prakondisi-prakondisi modernitas yang
memadai
• Pada satu sisi, dia merupakan emulasi dari apa yang telah terjadi di
Barat. Di sisi lain dia juga menolak dominasi Barat.
• Pharta Chatterjee : pemisahan dunia materi dan dunia
spirit yang membentuk institusi dan praktik sosial
masyarakat pascakolonial
• Dunia materi adalah "dunia luar" meliputi ekonomi, tata
negara, serta sains dan teknologi. Dalam domain ini
superioritas Barat harus diakui dan mau tidak mau harus
dipelajari dan direplikasi oleh Timur
• Dunia spirit, pada sisi lain, adalah sebuah "dunia dalam"
yang membawa tanda esensial dari identitas budaya.
Semakin besar kemampuan Timur mengimitasi
kemampuan Barat dalam dunia materi, semakin besar
pula keharusan melestarikan perbedaan budaya
spiritnya. Di domain spiritual inilah nasionalisme
masyarakat pascakolonial mengklaim kedaulatan
sepenuhnya terhadap pengaruh-pengaruh dari Barat.
• penekanan dunia spirit dalam masyarakat pascakolonial
adalah bentuk respons mereka terhadap penganaktirian
dunia spirit oleh peradaban Barat
• masyarakat pascakolonial mencoba mengambil peluang
tersebut untuk membangun sebuah jati diri yang autentik
dan berakar pada apa yang telah mereka miliki jauh
sebelumnya
• Implikasi strategi ini dalam bangunan nasionalisme
pascakolonial dapat dilihat dari upaya-upaya kaum elite
nasionalis membangun sebuah ideologi nasionalisme
yang memiliki kandungan spiritual yang tinggi sebagai
representasi kekayaan budaya yang tidak dimiliki oleh
peradaban Barat.
• Contoh : PANCASILA
TERIMA KASIH
Download