permintaan, penawaran dan ekuilibrium

advertisement
Demand scedule, Demand Curve and Demand
function



Skedul Permintaan (Demand Skedul) merupakan
tabulasi angka-angka yang menunjukkkan jumlah
barang/jasa yang diminta pada berbagai tingkat
harga.
Kurva permintaan (Demand Curve) adalah kurve
yang menggambarkan hubungan antara harga
dengan jumlah barang yang diminta.
Fungsi Permintaan (Demand Function)
menunjukkan hubungan secara matematis antara
harga dan jumlah yang diminta.
Gerakan – Gerakan Kurve Permintaan


Pergerakan Sepanjang Kurve Permintaan (Shift
Along The Demand Curve) menunjukkan bahwa
bertambah atau berkurangnya permintaan terhadap
suatu barang disebabkan oleh perubahan harga barang
itu sendiri.
Pergeseran Kurve permintaan (Shift The Demand
Curve) menunjukkan adanya perubahan permintaan
terhadap suatu barang yang disebabkan oleh perubahan
factor-faktor di luar hargabarang itu sendiri
Pengecualian Terhadap Hukum Permintaan
• Kasus giffen, untuk barang
inferior
• Kasus Spekulasi
• Kasus Palsu
Mekanisme Pasar (Teori
Permintaan)
 Permintaan Pasar dan Kurva Permintaan
Gambar 1.2
Kurva permintaan daging
(ceteris paribus)
(market demand curve), menunjukkan
hubungan antara jumlah barang yang
P
diminta dari berbagai tingkat harganya.
 Hukum Permintaan (law of demand),
menyatakan bahwa jika harga naik maka 12
jumlah permintaan turun, ceteris paribus.
Atau sebaliknya.
 Ceteris paribus, adalah asumsi bahwa
10
faktor-faktor lain/selain harga dianggap
konstan.
D
 Permintaan pasar adalah akumulasi dari
seluruh permintaan-permintaan individual 0
1.500
2.200
Q
 Faktor-faktor yang mempengaruhi
permintaan suatu barang (x); Harga
barang (x), Harga barang lain (y), Selera
Keterangan:
(T), Pendapatan (I), Ekpektasi (E) dan
P = Harga daging
faktor non ekonomi
Q = Jumlah permintaan daging
Mekanisme Pasar (lanjutan)
Gambar 1.3a
Kurva perubahan jumlah barang yang
diminta (ceteris paribus)
Gambar 1.3b
Kurva Perubahan Permintaan
P
P
P2
P0
A
P0
B
P1
P*
P1
D1
D
0
Q
Faktor perubahan harga barang
Q0
Q1
D2
0
D0
Q
Faktor perubahan selain harga
Q1Q* Q0
Q2
Mekanisme Pasar (contoh kasus)
Kasus 1.1 Permintaan suatu barang
ditunjukkan oleh persamaan
Q
= 60 – 10P, dimana Q adalah jumlah
barang yang diminta dan P adalah harga.
Buatlah (a) skedul permintaan, (b)
gambarkan kurva permintaan barang
tersebut.
(b) Berdasar skedul permintaan
maka gambar kurva, sbb:
P
D ; Q = 60 – 10P
4
Jawab:
(a) Skedul permintaan dapat
ditunjukkan dengan beberapa alternatif
tingkat harga
Harga (P)
2
3
4
Jumlah (Q)
40
30
20
3
2
0
20 30
40
Q
P
Q
PENAWARAN

Dalam menawarkan barang dan jasa di pasar, penjual biasanya akan
memperhatikan beberapa factor, diantaranya :








harga barang itu sendiri
harga barang-barang lain
biaya untuk memperoleh factor-faktor produksi
tehnologi yang digunakan
intervensi pemerintah, termasuk pajak
tujuan-tujuan dari perusahaan tersebut
keadaan alam
Hukum Penawaran mengatakan bahwa “apabila harga suatu
barang meningkat maka jumlah barang yang ditawarkan akan
bertambah sebaliknya apabila harga suatu barang turun maka
jumlah barang yang ditawarkan akan turun.
Supply scedule, Supply Curve and Supply function
 Skedul Penawaran (Supply Skedul) merupakan tabulasi
angka-angka yang menunjukkkan jumlah barang/jasa yang
ditawarkan pada berbagai tingkat harga.
 Kurva Penawaran (Supply Curve) adalah kurve yang
menggambarkan hubungan antara harga dengan jumlah
barang yang ditawarkan.
 Fungsi Penawaran (Supply Function) menunjukkan
hubungan secara matematis antara harga dan jumlah yang
ditawarkan.
Gerakan – Gerakan Kurve Penawaran
 Pergerakan Sepanjang Kurve Pernawaran (Shift Along
The Supply Curve) menunjukkan bahwa bertambah atau
berkurangnya penawaran terhadap suatu barang
disebabkan oleh perubahan harga barang itu sendiri.
 Pergeseran Kurve Pernawaran (Shift The Supply
Curve) menunjukkan adanya perubahan
penawaranterhadap suatu barang yang disebabkan oleh
perubahan factor-faktor di luar hargabarang itu sendiri
Mekanisme Pasar (Teori
Penawaran)
 Penawaran Pasar dan Kurva
Penawaran Pasar, adalah keinginan
dan kemampuan penjual
menawarkan/ memproduksi
sejumlah barang pada berbagai
tingkat harga.
 Hukum Penawaran, hubungan
antara jumlah barang yang
ditawarkan terhadap perubahan
harga adalah searah, ceteris paribus.
 Faktor-faktor yang mempengaruhi
penawaran; Biaya produksi, tingkat
persaingan, teknologi, ekspektasi
pasar dan faktor non ekonomi yang
lain.
Gambar 1.4
Kurva
Penawaran Daging (ceteris
P
paribus)
S
20
10
0
4.500
6.000
Keterangan:
P = Harga daging
Q = Jumlah Penawaran
Q
Mekanisme Pasar (contoh kasus)
Kasus 1.2 Penawaran suatu barang
ditunjukkan dengan persamaan
Q
= 5P + 15, dimana Q adalah jumlah
barang yang ditawarkan dan P adalah
harga. Buatlah (a) skedul penawaran
dan (b) gambarkan dalam kurva.
(b) Berdasarkan skedul penawaran,
kurva penawaran, sbb:
P
4
Jawab:
(a) Skedul penawaran dapat ditunjukkan,
sbb:
Harga (P)
2
3
4
Jumlah (Q)
25
30
35
3
2
0
25
30
35
Q
Mekanisme Pasar (lanjutan)
Gambar 1.5a
Perubahan jumlah barang yang
ditawarkan (ceteris paribus)
Gambar 1.5b
Perubahan Penawaran
P
P
S1
S0
S
P0
P*
P1
P1
0
S2
P2
P0
Q1
Q2
Faktor perubahan harga
Q
0
Q1
Q0 Q* Q2
Q
Faktor perubahan selain harga
Ekuilibrium Pasar
Perubahan Dalam Ekuilibrium
Keadaan keseimbangan dapat berubah jika factorfaktor diluar harga barang itu sendiri (cateris
paribus) berubah. Ada beberapa factor diluar
harga barang itu sendiri yang dapat
mempengaruhi permintaan dan penawaran
sehingga dapat menggeser ekuilibrium. Faktor
tersebut yaitu :
 Jika permintaan bertambah (kurva permintaan
bergeser ke kanan)
 Jika permintaan berkurang (kurva permintaan
bergeser ke kiri)
 Jika penawaran bertambah (kurva penawaran
bergeser ke kanan)
 Jika penawaran berkurang (kurva permintaan
bergeser ke kiri)
Mekanisme Pasar (lanjutan)
 Penentuan Harga Pasar, interaksi antara permintaan pasar dan
penawaran pasar akan menghasilkan harga (P) dan jumlah (Q)
keseimbangan (ekuilibrium) pasar barang tersebut.
 Secara grafik, keseimbangan pasar ditunjukkan pada titik perpotongan
kurva penawaran dengan kurva permintaan.
Gambar 1.6 Kurva keseimbangan pasar
P
P*
S
Gambar 1.7 Terjadi Kelebihan
Penawaran dan kelebihan Permintaan
P
S
K
L
P1
E
P*
P2
M
N
D
0
Q*
D
Q
0
Q*
Q
Mekanisme Pasar (contoh kasus)
Kasus 1.3 Permintaan suatu barang ditunjukkan dengan persamaan Q = 60 –
10P; dan penawaran barang ditunjukkan dengan persamaan Q = 5P + 15.
dimana Q adalah jumlah barang dan P adalah harga. Buatlah (a) skedul
keseimbangan (ekuilibrium) dan (b) gambarkan kurva keseimbangan
permintaan dan penawaran barang tersebut
Jawab:
(a) Skedul;
P
Harga (P)
2
3
4
Jml Diminta
40
30
20
Jml Ditawarkan
25
30
35
(b) Keseimbangan secara matematis;
Qs = Qd
5P + 15 = 60 – 10P
15P = 45
Maka P = 3 dan Q = 30
3
0
30
Q
Harga Dasar (floor price)
Harga Tertinggi (ceiling price)
 Suatu kebijakan pemerintah dalam
perekonomian untuk mempengaruhi
bekerjanya mekanisme pasar, yang
bertujuan mengendalikan
keseimbangan (ekuilibrium) pasar.
 Harga dasar adalah harga eceran
terendah yang ditetapkan oleh
pemerintah terhadap suatu barang,
disebabkan oleh melimpahnya
penawaran barang tersebut di pasar.
 Harga tertinggi adalah harga
maksimum yang ditetapkan berkenaan
dengan menurunnya penawaran
barang di pasar, pemerintah
melakukan operasi pasar.
Gambar 1.8 Kebijakan harga dasar
dan harga tertinggi terhadap
barang X.
P
Sx
P1
P2
Dx
0
P1 = harga tertinggi (ceiling price)
P2 = harga terendah (floor price)
Q
Kebijakan harga tertinggi (ceiling
price), efektif dalam melindungi
konsumen dari gejolak kenaikan harga
tak terhingga.
Kebijakan harga terendah (floor price),
efektif melindungi produsen dari
penurunan harga barang sampai tak
terhingga.
Kebijakan harga melalui “Operasi
Pasar” pada waktu tertentu,
pemerintah menambah jumlah barang
yang ditawarkan ke pasar.
Mekanisme kebijakan ini dengan peran
pemerintah untuk membeli surplus
produksi.
Gambar 1.9 Kebijakan harga tertinggi
Sx1
P
Sx2
Sx
Gambar 1.10 Kebijakan harga terendah
P
Sx
Sx1
P1
P2
Dx1
Dx
0
Q
Dx
Q
Konsep dan penerapan
Elastisitas dalam analisis bisnis; elastisitas
permintaan, elastisitas penawaran.
Elastisitas Permintaan
 Mengidentifikasi sifat dari suatu produk terhadap faktor-faktor
yang mempengaruhinya, antara lain;
 Harga Produk, (-)
 Harga Produk lain yang berhubungan,


Substitusi produk, (-)
Komplementer produk, (+)
 Penghasilan masyarakat,


Barang normal, (+)
Barang inferior, (-)
 Selera dan Preferensi konsumen, (+)
 Ekspektansi
 Jumlah konsumen potensial dari suatu produk
 Fungsi Permintaan,
Qdx = f(Px, Py(s), Py(k), I, T, E, N)
Koefisien Elastisitas
 Elastisitas Titik (point
elasticity) titik A

B; B
A
P
P1
P2
0
Elastisitas Busur (Arc
elasticity) busur CD
P
Q /( q1  q 2) / 2
Q ( P1  P 2) / 2
C
eP
d 1
atau 

P /( p1  p 2) / 2
P (Q1  Q 2) / 2
A
B
Q1 Q2
 Secara matematis
P2
Q
Q / Q
Q P
ed 
atau 

P / P
P Q
ed = Elastisitas permintaan
∆Q =Perubahan quantitas
∆P = Perubahan harga
0

D
Q1 Q2
Secara matematis
ed = Elastisitas permintaan
∆Q =Perubahan quantitas
∆P = Perubahan harga
Q
Elastisitas Harga Permintaan
 Kecenderungan perubahan permintaan barang X yang
disebabkan perubahan harga barang X itu sendiri.
Persamaan;
Qdx / Qx
Qdx Px
edx 
atau 

Px / Px
Px Qx
40  20 4
edxA  B 

2  4 20
Fungsi permintaan;
Qdx = 60 -10Px
Titik
Harga
Quantitas
A
4
20
B
2
40
 2
20  40 2
edxB  A 

4  2 40
1
 2 
20
 0,1
1
 10 
5
Hubungan Elastisitas Harga dengan Total
Revenue (TR)
P
E>1 (elastis)
 TR = P x Q
.
 Misalnya digunakan
persamaan permintaan
linear; P = a – bQ maka,
 TR = (a-bQ) x Q = aQ –bQ2
Harga
P
P
E>1
TR
TR
E=1
TR tetap
TR tetap
E=1 (uniter)
E<1
(inelastis)
0
E<1
TR
TR
Q
Elastisitas Pendapatan
 Kecenderungan perubahan permintaan yang disebabkan oleh
perubahan pendapatan masyarakat.
Qdx / Qx
Qdx I
 Persamaan;
eI 
atau 

I / I
I Qx
 Misalnya, jika penghasilan konsumen meningkat 10% permintaan
barang X meningkat sebesar 15%. Koefisien elastisitas pendapatan
terhadap permintaan barang X adalah
eI 
%Qd 15%

 1,5
%I
10%
•Barang Normal, EI positif
•Barang Superior, EI positif
•Barang Inferior, EI negatif
Elastisitas Silang
 Kecenderungan perubahan permintaan suatu barang
disebabkan terjadi perubahan harga barang lain.
Qdx / Qx
Qdx Py
 Persamaan;
es 
atau 

Py / Py
Py Qx
 Elastisitas silang dapat menunjukkan hubungan 2 macam
barang (komoditi) yang sifatnya;
 Substitusi, dengan koefisien (+)
 Komplementer, dengan koefisien (-)
 Barang yang tidak saling berhubungan (netral)
P
P
Q
Q
Elastis Sempurna Ed =~
Inelastis Sempurna Ed =0
P
Unitary elastis Ed =1
P
Q
P
elastis Ed > 1
Q
Inelastis Ed < 1
Q
Jenis-Jenis Elastisitas Permintaan
Nilai koefisien elastisitas berkisar antara nol dan tak terhingga.
Berdasarkan nilai koefisien tersebut, elastisitas permintaan
dikelompokkan menjadi lima macam, yaitu :
1. Inelastis sempurna :
Suatu barang dikatakan inelastis
sempurna apabila jumlah barang yang diminta
tidak
dipengaruhi oleh perubahan
harga.
Berarti nilai
koefisien elastisitasnya adalah nol. Kurve permintaan
barang inelastis sempurna adalah sebagai berikut
2. Elastis sempurna : Suatu barang dikatakan elastis
sempurna apabila seluruh barang tersebut yang ada di
pasar bisa habis terbeli pada tingkat harga tertentu. Berarti
nilai koefisien elastisitasnya adalah tak terhingga. Kurve
permintaan barang elastis sempurna, digambarkan dalam
3.
4.
5.
Elastisitas Tunggal (Unitary Elasticity) :
Suatu
barangmempunyai elastisitas tunggal, jika perubahan harga 1%
menyebabkan perubahan jumlah barang yang diminta juga
sebesar 1%. Berarti, koefisien elastisitasnya = 1
Elastis : Suatu barang bersifat elastis apabila persentase
perubahan jumlah barang yang diminta melebihi persentase
perubahan harganya.
Dengan
demikiankoefisien
elastisitasnya lebih besar dari satu ( >1)
Tidak elastis ( Inelastis) : Suatu barang bersifat inelastis apabila
persentase perubahan jumlah barang yang diminta lebih kecil
dari persentase perubahan harganya. Koefisien
permintaan barang tersebut berkisar antara nol dan satu (< 1)
Elastisitas Penawaran

Kecenderungan perubahan jumlah yang ditawarkan produsen
yang disebabkan oleh perubahan harga barang.
 Secara prinsip; pengukuran ratio perubahan yang terjadi dalam
elastisitas penawaran akan sama dengan metode pengukuran
dalam elastisitas permintaan.
 Metode pengukuran; Elastisitas Titik dan Elastisitas Busur.
 Faktor-faktor yang mempengaruhi Elastisitas Penawaran;
 Tingkat Subtitubilitas dengan produk lain.
 Perubahan harga input.
 Pertumbuhan modal perusahaan.
 Kebijakan pemerintah pada perekonomian.
 Persaingan.
 Pertumbuhan pangsa pasar potensial.
Koefisien Elastisitas Penawaran ( ES )
% perubahan jumlah barang yang ditawarkan
ES = -------------------------------------------------------% perubahan harga barang
Secara spesifik dapat dirubah menjadi persamaan berikut:
QS / ½ (QS.1 + QS.2)
ES = -------------------------P / ½ ( P1 + P2 )
Elastisitas dan Kurva Permintaan pada Dunia
Nyata
 Hubungan antara harga barang dengan jumlah barang
yang diminta dapat berbentuk linear atau cembung ke
arah origin (titik pusat)
P macam bentuk Kurva Permintaan.
P
 Dua
(a) Slope Konstan
(b) Elastisitas Konstan
Q = aPb
Q = a –bP
D
D
0
Q
0
Q
BY : IKA WAHYUNI, SE
FAK. EKONOMI UNARS
PROFIT MAXIMIZATION
 Asumsi ekulibrium perusahaan :
P
 Pengusaha bertindak rasional
 Money cost of production serendah-
rendahnya
 Menghasilkan 1 macam brg, harga faktor
produksi tertentu, semua unit produksi
sama efisiennya, penawarannya elastis
tak terhingga.
Berdasarkan asumsi tsb. Maka
ekuilibrium perusahaan dapat
ditentukan dari 2 hal :
 Revenue
 Cost
KURVA TC DAN TR
 TR,TC
TC
A
TR
W
Z
Y
B
M
Q
REVENUE
 TR = Total Revenue
 MR =Marginal Revenue
 AR = Average Revenue
A
B
C
D
E
F
G
P
10
9
8
7
6
5
4
Qd
1
2
3
4
5
6
7
TR
10
18
24
28
30
30
28
MR
10
8
6
4
2
0
-2
AR
10
9
8
7
6
5
4
TR dalam Kurva Permintaan
TR = P.Q
MR
TR2 – TR1 = Δ TR
Q2-Q1
ΔQ
Q = f(P)
TR = P.Q
MR = dTR = d(PQ)
dQ dQ
Hubungan TR & MR
∑MR =TR
Q
1
2
3
4
5
6
7
TR
10
18
24
28
30
30
28
MR
10
8
6
4
2
0
-2
∑MR
10
18
24
28
30
30
28
Hubungan Kurva TR dan MR
AR
TR/Q
HARGA, TR, ELASTISITAS
PERMINTAAN
HARGA
NAIK
HARGA
TURUN
ELASTIS
TR
TURUN
TR NAIK
UNITARY INELASTIS
TR TETAP TR NAIK
TR TETAP TR TURUN
Contoh :
P
QD
TR
Rp. 70,- 500 kg Rp. 35.000,Rp. 60,- 700 kg Rp. 42.000,-
 Ed = ΔQ/ΔP X P/Q
= 200/-10 X 70/500
= 2,8  elastis
P
Rp. 10,Rp. 8,-
Q
500
550
TR
Rp. 5.000,Rp. 4.400,-
 Ed = ΔQ/ΔP X P/Q
= 50/-2 X 10/500
= -0,5  inelastis
COST OF PRODUCTION
(COST)
Fixed Cost = FC
Variabel Cost = VC
Total Cost = TC
Average Cost = AC
Marginal Cost = MC
Pengertian
 Biaya yang harus dikeluarkan oleh
pengusaha untuk dapat menghasilkan
output
 Nilai semua faktor produksi yang
dipergunakan untuk menghasilkan
(memproduksi) output
 Biaya setiap output tergantung kepada 2 hal
: harga input, efisiensi perusahaan
lanjutan
 Cost merupakan prakondisi untuk mengetahui laba
 Laba diperlukan untuk mengetahui tingkah laku
(behaviour) perusahaan
 Pengetahuan akan biaya-biaya produksi itu perlu :
 Untuk melukiskan tingkah laku aktual perusahaan
 Untuk meramalkan bgm tingkah laku perusahaan
dalam menghadapi perb2 kondisi yang dihadapi.
 Untuk membantu persh ybs. Dlm menentukan
kebijk. Yg terbaik yg dpt dilakukannya dlm
mencapai tujuannya (yakni : mencapai laba
maksimum
 Untuk dpt memberikan penilaian betapakah
caranya persh. Mengelola sumber2 (resources)
Dua jenis biaya produksi
 1. Biaya eksplisit adalah
 Biaya implisit adalah
pengeluaran perusahaan
yang berupa pembayaran
dengan uang untuk
mendapatkan faktor
produksi dan bahan
mentah yang
dibutuhkan perusahaan.
perkiraan pengeluaran
(biaya) atas faktor
produksi yang dimiliki
oleh perusahaan itu
sendiri.
Jangka waktu analisis
 1. Jangka pendek,
 2. Jangka panjang,
yaitu jangka
waktu dimana
sebagian faktor
produksi tidak
dapat ditambah
jumlahnya
yaitu jangka
waktu dimana
semua faktor
produksi bersifat
variabel
Klasifikasi Biaya
Biaya-Biaya Total : TFC, TVC, TC
Biaya-Biaya rerata : AFC, AVC,AC
Biaya marginal (marginal cost) =
MC
TFC
 Rent
 Insurance
 Maintenance cost
 Depriciation
 Interest
 Gaji (karyawan maupun pimpinan
TVC
Merupakan biaya variable resources
Besarnya berubah seiring dengan
berubahnya output yang dihasilkan
TC = TFC +TVC
 Merupakan penjumlahan biaya tetap dan biaya
variabel
 Berubah-ubah seiring dengan jumlah output yang
dihasilkan
Q, TFC, TVC & TC
Q
TFC
TVC
TC
0
60
0
60
1
60
20
80
2
60
32
92
3
60
39
99
4
60
44
104
5
60
48
108
6
60
54
114
7
60
63
123
8
60
80
140
9
60
108
168
10
60
150
210
Kurva TFC, TVC, TC
Biaya Rerata
Q, AFC, AVC, AC & mc
Q
AFC
AVC
AC
MC
0
-
0
-
60
1
60
20
80
20
2
30
16
46
12
3
20
13
33
7
4
15
11
26
5
5
12
9.6
21.6
4
6
10
9
19
6
7
8.56
9
17,56
9
8
7.5
10
17.5
17
9
6.67
12
18,67
28
10
6
15
21
42
Kurva AFC, AVC, AC &MC
Karakteristik Penting Kurva Jangka
Panjang
 Dalam menggambarkan kurva biaya rata – rata
terdapat sifat penting yaitu bahwa kurva AVC dan
AC akan dipotong oleh MC pada titik terendah di
masing – masing kurva
 Dengan kata lain ketika kurva AVC dan AC turun
maka kurva MC ada dibawah kedua kurva
tersebut, dan jika AVC dan AC naik maka MC pasti
terletak di atas kedua jurva tersebut.
Syarat Pemaksimuman Keuntungan
Jangka Pendek
 Dengan memproduksikan barang pada tingkat dimana
perbedaan diantara hasil penjualan total dengan
ongkos total adalah yang paling maksimum.Atau
 Dengan memproduksi barang pada tingkat dimana
hasil penjualan marginal sama dengan biaya marginal.
Biaya Produksi Jangka Panjang
( semua faktor produksi persifat variabel)
 Biaya rata – rata jangka panjang ( long rage average cost /
LRAC)
biaya rata – rata yang paling minimum untuk berbagai tingkat
produksi apabila perusahaan dapat selalu merubah kapasitas
produksinya.
yaitu
 Cara Membentuk Kurva LRAC
Kurva LRAC dibentuk dengan menghubungkan berbagai titik
pada kurva biaya rata – rata jangka pendek terendah pada berbagai
macam tingkat produksi. Titik bersinggungan tersebut merupakan
biaya produksi yang paling optimum / minimum untuk berbagai
tingkat produksi yang akan dicapai pengusaha dalam jangka panjang.
Tabel dan Kurva Biaya Jangka
Panjang
Q
SAC1
AC($)
Q
1
20
2
17
3
15.5
4
15
5
16
6
18
SAC2
AC ($) Q
3
16
4
13
5
12.2
6
12
7
13
8
15
SAC3
AC ($) Q
5
13
6
11.5
7
10.5
8
10
9
10.5
10
11
11
12
SAC4
AC ($)
9
12
10
11.5
11
11.7
12
12
13
13.5
$
20
18
SAC1
SAC2
16
SAC4
SAC3
14
LAC
12
10
0
1
2
3
4 5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
Persamaan Bentuk Kurva Rata –
Rata Jangka Pendek dan Jangka
Panjang
Keduanya membentuk huruf U tetapi alasannya berbeda
1.
SAC
dikarenakan pengaruh hukum hasil lebih
yang semakin berkurang.
2.
LRAC
Pengaruh skala ekonomis dan skala non
ekonomis
Skala Ekonomis
Spesialisasi faktor produksi
Pengurangan harga bahan mentah dan
kebutuhan produksi lain
3. Memungkinkan barang samping ( By- Products)
di produksikan
4. Perusahaan yang besar mendorong
pengembangan kegiatan usaha diluar
perusahaan, misalnya pemerintah terpancing
membangun infrastruktur
1.
2.
Skala Tidak Ekonomis
1.
2.
Skala tidak ekonomis berarti pertambahan
produksi menyebabkan biaya rata – rata menjadi
semakin tinggi karena terjadi penurunan
efisiensi, penyebabnya :
Organisasi perusahaan yang sangat besar
sehingga menimbulkan kerumitan / kompleks
Pengambilan keputusan lamban , kaku dan
lama
Bentuk – Bentuk Kurva Biaya Rata –
Rata Jangka Panjang
O
N
G
K
O
S
AC
R
A
T
A
R
A
T
A
J
U M L A H
B A R A N G
Kenaikan produksi yang sedikit saja telah
menimbulkan skala ekonomi yang sangat
menguntungkan tetapi pada tingkat produksi yag
rendah skala tidak ekonomis cepat terwujud.
Biasanya terjadi pada industri dengan banyak
perusahaan tetapi skala usahanya kecil – kecil.
O
N
G
K
O
S
AC
R
A
T
A
R
A
T
A
J U M L A H B A R A N G
Pada awalnya skala ekonomis sangat
menguntungkan tetapi tidak berlangsung lama
akan tetapi diikuti oleh LRAC yang datar (skala
tidak ekonomis belum berlaku ). Setelah
tingkat produksinya sangat tinggi barulah skala
tidak ekonomis berlaku . Biasanya dalam
industri itu terdiri beberapa perusahaan besar
dan perusahaan kecil
Industri biasanya terdiri
Dari sedikit perusahaan
Yang sangan besar
O
G
K
AC
O
S
R
A
T
A
R
A
T
A
J U M L A H
B A R A N G
Model Utilitas Kardinal dan teori permintaan
Asumsi dalam Model Utilitas
Kardinal
 Kepuasan konsumen pada suatu barang dapat diukur dengan
satuan uang.
 Konsumen berusaha memaksimumkan kepuasan total.
MUx MUy
MUz

 .... 
Px
Py
Pz
 Kepuasan konsumen dibatasi garis anggaran.
 Berlaku hukum diminishing return.
 Total Utility (TU),
TU  f (Q)
 Marginal Utility (MU),
TU
MU 
Q
Q = Output
∆TU = Perubahan total ulitity
∆Q = Perubahan output
Fungsi Kepuasan Total
Tabel 3.1Hubungan antara jumlah barang yang dikonsumsi (Q), TU dan MU
Q
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
TU
0
15
28
39
48
55
60
62
..
63
60
MU
Fungsi TU = 16Q – Q2
Fungsi MU = 16 – 2Q
15
13
11
9
7
5
2
..
1
-3
Hubungan TU dan MU ditunjukkan
dengan TU akan meningkat
bilamana MU>0 (positif ) dan TU
maksimum pada saat MU = 0
selanjutnya TU akan menurun jika
MU<0 (negatif )
Gambar 3.1 Kurva TU dan MU
TUx
TU max
TU = 16Q – Q2
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
MUx
16
Qx
MU = 16 – 2Q
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Qx
Kondisi Keseimbangan Konsumen dan Kurva
Permintaan Konsumen
 Secara teoritis, konsumen akan memperoleh kepuasan
total (TU) maksimum pada saat harga (P) sama
dengan tambahan kepuasan (MU).
 TUx max
Px = MUx
MUx = Px ; jika Px =4
16 – 2Qx = 4
2Qx = 16 – 4
Qx = 6
TUx = 16Qx – Qx2
= 16(6) - 62
= 96 – 36
= 60
Gambar 3.2 Kurva MU dan Kurva Permintaan
terhadap barang X
MUx
16
8
MUx = 16 – 2Qx
4
0
4
6
Qx
MUx
A
8
B
4
D
0
4
6
Qx
Gambar 3.3 Kurva Permintaan Individu dan
Kurva Permintaan Pasar
 Permintaan pasar adalah akumulasi (penjumlahan)
dari permintaan-permintaan individual dari suatu
barang X.
Px
Px
(a) Konsumen A
Px
(b) Konsumen B
(c) Pasar
15
10
DB
DA
10
30
DPasar
Qx
10
Qx
10
40
Qx
Surplus Konsumen
Adalah selisih diantara harga tertinggi dari kemampuan
konsumen untuk meminta sejumlah barang dengan
harga pasar yang lebih rendah dengan jumlah barang
yang diminta lebih banyak.
Px
A
Surplus Konsumen
E
Pm
0
Qx
Qx
Realitas Model Utilitas Kardinal




Asumsi tentang utilitas suatu barang sangat sulit
diterapkan.
Rasionalitas konsumen terpengaruh oleh sikap
emosional konsumen, seperti; pengaruh iklan,
lingkungan, gengsi .
Konsumen memutuskan membeli produk jika harga
dan manfaat produk sama atau sebanding.
Atribut suatu barang sebagian dapat diukur dengan
kualitas dan harga produk.
Bab IV Model Kurva Indiferens
Asumsi-asumsi model kurva indiferens
 Model utilitas secara ordinal (kepuasan konsumen
tidak dapat diukur dalam satuan apapun)
 Utilitas Konsumen = f (barang X, Y, Z, …)
 Keseimbangan kepuasan konsumen
Y
MUx
MRS xy 

X
MUy
 Maksimisasi Kepuasan konsumen dibatasi garis
anggaran (budget line)
Bentuk Kurva Indiferens
Qy
A
Y1
B
Y2
0
IC
X1
X2
Qx
Kurva Indiferens biasa juga disebut Kurva kepuasan sama
Karakteristik Kurva Indiferens
1.
2.
3.
4.
Menunjukkan kepuasan sama diantara semua
produk yang dikonsumsi.
Preferensi kepuasan konsumen bertingkat secara
konsisten.
Kepuasan konsumen ditandai dengan semakin
banyaknya barang yang dikonsumsi.
Kepuasan konsumen dicapai dari setiap kombinasi
barang yang menghasilkan kepuasan total.
Ciri-ciri Kurva Indiferens
 Turun dari kiri atas ke kanan bawah untuk kombinasi
antara barang X dan Y.
 Mempunyai slope yang negatif, cembung ke arah
origin.
 Tidak saling berpotongan.
 Kumpulan kurva indiferens menjadi kurva indiferens
map.
Karakteristik dan ciri-ciri Kurva Indiferens
Y
Y
Y1
Y2
Y3
A
K
D
B
IC2
C
N
IC1
0
L
X1 X2 X3 X4
M
X
0
IC1
IC2
X
Marginal Rate of Substitution (MRS)
 Menunjukkan jumlah barang Y yang rela dikurangi
disebabkan konsumen menambah jumlah barang X.
Titik
X
Y
A
1
9
B
2
6
C
D
E
3
4
5
4
3
2
Y
MRS xy  
9
-3
A
6
B
-2
-1
-1
C
4
3
2
0
Y
X
D
E
1
2
3
4
5
X
Garis Anggaran (Budget Line)
 Merupakan batasan (constrain)
kemampuan konsumen, secara Y
umum satuan uang (M)
M/PY
Px(Qx) + Py(Qy) ≤ M
 jika konsumen ingin
menggunakan semua anggaran
yang tersedia
Px(Qx) + Py(Qy) = M
0
M/PX
X
Kurva Anggaran dan Perubahan Anggaran
Y
0
Y
A1
A2
X
Pergeseran garis anggaran (A1
ke A2), naiknya jumlah Y dan
Jumlah X, disebabkan oleh
Naiknya Anggaran Konsumen
0
A1
A2
X
Pergeseran garis anggaran (A1
ke A2), naiknya jumlah X, Y
tetap, disebabkan oleh
Turunnya harga barang X
Menentukan
Jumlah Kepuasan Konsumen
Y
B
Y*
D
C
A
0
X*
IC3
IC2
IC1
X
 IC1 dengan titik A dan B menunjukkan kepuasan Konsumen belum
optimal,
 IC2 dengan titik C konsumen mencapai titik optimum
 IC3 dengan titik D anggaran konsumen tidak mencukupi untuk
memenuhi kebutuhan barang X dan Y.
Keseimbangan konsumen
 Pada titik singgung antara kurva indiferens konsumen
dengan garis anggaran.
 Secara matematis; slope kurva kurva indiferens sama
dengan slope kurva garis anggaran, (-Px/Py)
Px
MRS xy  
Py
MUx
Px


MUy
Py
Px
MUx Y
MRS xy  


Py
MUy X
Pengaruh Perubahan Pendapatan Konsumen terhadap
Keseimbangan Konsumen
Y
ICC
 Income Consumption Curve
(ICC), kombinasi produk yang
dikonsumsi untuk memberikan
kepuasan (utilitas) maksimum
kepada konsumen pada
berbagai tingkat pendapatan.
 Kurva Engel, menunjukkan
hubungan antara pendapatan
konsumen dengan jumlah
barang yang dikonsumsi
IC3
IC1
0
Y
A1 A2
I3
A3
X
Kurva Engel
I
2I
1
0
IC2
X1 X2 X3
X
Pengaruh Perubahan Harga terhadap
Keseimbangan Konsumen
 Price Consumption Curve (PCC),
kombinasi barang atau jasa yang
dikonsumsi oleh konsumen
yang memberikan kepuasan
(utilitas) maksimum kepada
konsumen pada berbagai
tingkat harga.
 Kurva permintaan konsumen
individual diturunkan dari titiktitik pada kurva PPC,
menggambarkan jumlah barang
yang diminta pada berbagai
tingkat harga.
Y
PCC
IC3
IC2
IC1
0
Px
A1 A2
A3
X
Px1
Px2
Px3
D
0
Qx1Qx2 Qx3
Qx
Efek Pendapatan dan Efek Substitusi
Y
 Efek Substitusi, bilamana
terjadi kenaikan harga
barang X akan
menyebabkan naiknya
permintaan barang Y.
 Efek Pendapatan, Naiknya
harga barang X berakibat
penurunan relatif
pendapatan konsumen.
A
C
B
IC2
IC1
0
X1 X3 X2 A1 A2 A2
Keterangan:
X1X2 total efek
X1X3 efek substitusi
X3X2 efek pendapatan
X
Efek Pendapatan dan Efek Substitusi
 Barang Inferior, Kenaikan pendapatan konsumen akan
menurunkan jumlah barang X yang diminta.
Y
Keterangan:
A
X1X2 total efek
X1X3 efek substitusi
X3X2 efek pendapatan
B
IC2
C
IC1
0
X1
X2 X3
A1 A2 A3
X
Efek Pendapatan dan Efek Substitusi
 Barang Giffen, sifatnya menyerupai barang inferior,
sifat khususnya adalah jika harga barang inferior turun
jumlah permintaan juga akan turun.
Y
Keterangan:
B
X1X2 total efek
X1X3 total substitusi
X2X3 efek pendapatan
IC2
A
C
IC1
0
X2 X1 X3
A1 A2
A3
X
Menurunkan Kurva Permintaan: Model Kurva
Y
Indiferens
 Barang Normal dan
Superior, berlakunya
hukum permintaan
(hubungan negatif) dan
efek pendapatan
berhubungan positif.
 Barang inferior, berlaku
hukum permintaan tetapi
efek pendapatan negatif.
A
B
IC2
IC1
0
Px
Px1
X1 X2 A1
A2
X
A
B
Px2
Dx
0
X1 X2
Qx
Menurunkan Kurva Permintaan: Model Kurva
Y
Indiferens
B
IC2
 Barang Giffen, sifat sama
dengan barang inferior,
tetapi bertentangan
terhadap hukum
permintaan.
A
0
Px
IC1
X2 X1 A1
A2
X
Dx
Px1
Px2
0
A
B
X2 X1
Qx
Bab V Teori Produksi
Skema Proses Produksi
Input
(X1, X2, …)
Aktivitas
Produksi
Output
(Barang atau Jasa)
 Produksi merupakan konsep arus (flow consept),
bahwa kegiatan produksi diukur dari jumlah barangbarang atau jasa yang dihasilkan dalam suatu periode
waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa
yang dihasilkan tidak berubah.
Tujuan Perusahaan
 Maksimisasi Sumberdaya (Tenaga Kerja)
 Maksimisasi Output (Penjualan)
 Maksimisasi Growth (Pertumbuhan)
Kategori Kegiatan Produksi:
 Produksi sesuai pesanan (custom-order production)
 Produksi massal yang kaku (rigid mass production)
 Produksi massal yang fleksibel (flexible mass
production
 Proses atau aliran produksi (process or flow
production)
Fungsi Produksi
 Model matematis yang menunjukkan hubungan
antara jumlah faktor produksi (input) yang digunakan
dengan jumlah barang atau jasa (output) yang
dihasilkan.
 Fungsi Produksi Total (Total Product): TP
TP ↔ Q = f(L, K); L = tenaga kerja, K = Modal
 Produksi rata-rata (Average Product): AP
APL = TP/L atau APK = TP/K
 Produksi Marjinal (Marginal Product): MP
MPL = ∆TP/∆L atau MPK = ∆TP/∆K
Tabel Skedul Fungsi Produksi (Hipotesis)
Input
L
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
K
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
Total Product
(TP)
Output (Q)
0
2
5
9
12
14
15
15
14
12
Average Product
(AP)
APL
APK
0
0
2
2
2,5
5
3
9
3
12
2,8
14
2,5
15
2,14
15
1,75
14
1,33
12
Marginal Product
(MP)
MPL
MPK
2
~
3
~
4
~
3
~
2
~
1
~
0
~
-1
~
-2
~
Hubungan Kurva TP, APL dan MPL
TP
TPL
TP
0
L1
L2
L3
L
APL MPL
MP2
MP1 = AP1
APL
0
L1
L2
L3
L
MPL
The Law of Diminishing Return

Hukum yang menyatakan berkurangnya tambahan
output dari penambahan satu unit input variabel,
pada saat output telah mencapai maksimum.
Asumsi yang berlaku:

Hanya ada satu unit input variabel, input yang lain
tetap.
2. Teknologi yang digunakan dalam proses produksi
tidak berubah.
3. Sifat koefisien produksi adalah berubah-ubah.
1.
Tahap-tahap Proses Produksi
TP
TPL
TP
Tahap II Tahap III
Tahap I
0
L1
L2
L3
L
APL MPL
MP2
MP1 = AP1
APL
0
L1
L2
L3
L
MPL
Kemajuan Teknologi dan Perubahan Kurva
Produksi
TP
TP
TP1
TP0
TP’
TP
TP
0
L0
(A)
Efisiensi dicapai dengan TP
meningkat dan Input tetap
TP’ TP
L
L1 L0
L
(B)
Efisiensi dicapai dengan TP tetap
dan input berkurang
Kurva Isoquant
 Kurva yang menghubungkan titik kombinasi input
untuk menghasilkan tingkat output yang sama.
K
A
B
C
Isoquant (I)
K0
D
0
L0
L
Berbagai kemungkinan kombinasi input pada
kurva Isoquant
K
K
M
E
C
K0
K1
A
B
A
C
I3
N
I2
F
D
I1
0
L0L1
B
I3
I2
I1
L2
L
0
L
(A)
(B)
Kombinasi input yang dapat dipilih Kombinasi input yang relevan pada
produsen untuk menghasilkan
setiap isoquant yang dapat dipilih
jumlah output tertentu
produsen pada Ridge line
Bentuk-bentuk khusus Kurva Isoquant
K
K2
K1
K0
K
Q = 300
Q = 200
Q = 100
6
4
2
Q = 200
Q= 100
0
L0 L1 L2
L
(A)
Kurva Produksi Liontief,
ditunjukkan marjinal substitusi
input sama dengan nol.
0
10 20 30 40
L
(B)
Kurva Isoquant yang memiliki
tingkat marjinal substitusi antara
input yang satu dengan input yang
lain dalam perbandingan konstan.
Marjinal Rate of Technical Substitution (MRTS)
 Jumlah input L yang dapat disubstitusikan terhadap input K
agar tingkat output yang dihasilkan tidak berubah.
MRTS LK
K
MPL


L
MPK
 Menunjukkan tingkat penggantian marjinal yang semakin kecil
sepanjang pergerakan ke bawah kurva isooquant.
K
K1
K2
K3
I
0
L1 L2
L3
L
Kendala Anggaran Produsen
(Kurva Isosocost)
 Anggaran tertinggi yang mampu disediakan produsen
untuk membeli input yang digunakan dalam proses
produksi dihubungkan dengan harga input.
 PKK + PLL ≤ C atau
K
 PKK + PLL = C
C/PK
Isocost
0
C/PL
L
Kurva Isocost dengan Perubahan Harga Input
dan Perubahan Pendapatan
K
K
C/PK1 D
C2/PK D
C/PK2 A
C1/PK
A
C3/PK E
E
0
C/PL1
C/PL2
L
(A)
Kurva Isocost dengan Perubahan
Harga Input
0
B
C
C3/PL C1/PL C2/PL
L
(B)
Kurva Isocost dengan Perubahan
Pendapatan (Anggaran)
Kombinasi Input Variabel Biaya Terendah
(Least Cost Combination)
 Terjadi pada titik singgung
antara kurva isoquant
dengan kurva isocost.
 Secara matematis:
MRTS LK
PL
MPL


PK
MPK
K
C/PK
MRTS LK
PL
MPL K



PK
MPK L
B
E
K*
 Kondisi penggunaan input
variabel yang dapat
meminimumkan biaya:
D
A
I1
I2
I3
0
L*
C/PL
L
Berbagai kombinasi input dengan biaya
terendah
K
Garis Perluasan Produksi
C2/PK
Titik-Titik kombinasi input dengan
Biaya terendah (least cost combination)
Dihubungkan diperoleh garis perluasan
Produksi ( production expantion path)
C1/PK
I2
C0/PK
I1
I0
0
C0/PL C1/PL C2/PL
L
Fungsi Produksi Cobb-Douglas

Analisis yang menghubungkan input dan output,
Q = AKaLb
1. Nilai konstanta A, a dan b membedakan proses
produksi satu dengan yang lain, menunjukkan
teknologi yang digunakan.
2. Nilai a menunjukkan elastisitas input K.
3. Nilai b menunjukkan elastisitas input L.
4. Skala produksi;



5.
Increasing return to scale, a + b > 1
Constant return to scale, a + b = 1
Decreasing return to scale, a + b < 1
Perbandingan penggunaan input, jika a > b (capital
intensive) atau a < b (Labor intensive)
BENTUK-BENTUK STRUKTUR
PASAR KONSUMEN
 Pasar Persaingan Sempurna
 Pasar persaingan tidak sempurna
 Monopoli
 Oligopoli
 Monopolistik
 Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah
produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi
produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah
konsumen yang banyak.
 Contoh produknya adalah seperti beras, gandum,
batubara, kentang, dan lain-lain.
Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna
 Terdapat banyak perusahaan dan setiap perusahaan
menghasilkan barang yang homogen.
 Perusahaan memiliki kebebasan masuk (free entry)
atau keluar (free exit) dari pasar.
 Setiap produsen dan konsumen memiliki informasi
yang sempurna mengenai pasar.
 Penjual bersifat pengambil harga (price taker)
 Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan
penawaran (demand and supply)
Lanjutan
 Posisi tawar konsumen kuat
 Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
 Sensitif terhadap perubahan harga
 Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar
Kurva Permintaan Pasar dan Kurva Permintaan
Individual
Px
(a) Pasar
Px
(b) Perusahaan
Sx
Pm
Pe
D=MR=AR
Dx
0
Qm
Qx 0
Qx
Kurva Biaya Produksi Perusahaan
 Perilaku biaya produksi pada pasar persaingan sempurna
 Biaya Produksi perusahaan bersifat menaik (increasing) dan
menurun (decreasing)
Biaya
MC
AC
AVC
0
Q
Pendapatan perusahaan dan Laba
 Produk yang terjual merupakan pendapatan bagi perusahaan.
 Laba perusahaan adalah selisih pendapatan terhadap biaya produksi (π






= TR – TC), TR > TC “Laba”, TR < TC “Rugi” dan TR = TC “break-even”.
Konsep Laba yang lain adalah Normal Profit dan Economic Profit.
Normal Profit adalah keuntungan yang diharapkan (expected rate of
return) dari investasi.
Economic Profit adalah besarnya keuntungan yang melebihi Normal
Profit.
Tingkat pengembalian normal (normal rate of return), total biaya
produksi sudah terkandung keuntungan sebesar keuntungan normal.
Kondisi Laba atau Rugi bagi perusahaan, (a) menentukan jumlah
output yang dihasilkan, (b) perbandingan harga (P) dengan biaya ratarata (AC).
Keuntungan Maksimum atau Kerugian Minimum (P = MC).
jika
P > AC “laba maksimum”, sedangkan P = AC “break-even” dan P < AC
“laba minimum”.
Kondisi Perusahaan memperoleh laba
maksimum
P
MC
AC
Keunt Maks
D = P = AR = MR
AVC
P1
Normal Profit
AC1
0
Q1
Kondisi Perusahaan Break-Even
Point
P
MC
P2 = AC2
0
AC
D = P = AR = MR
AVC
Q2
Q
Kondisi Perusahaan Rugi Minimum
P
AC
MC
Rugi Minimum
AC3
AVC
D = P = AR = MR
P3
0
Q3
Q
Kondisi Perusahaan Shut-Down
Point
P
AC4
AVC
P4
0
AC
MC
D = P = AR = MR
Q
4
Q
Kurva
Penawaran Individu
Perusahaan
P
AC
MC
AVC
P*
0
D = P = AR = MR
Q*
Q
 Pasar monopoli akan terjadi jika di
dalam pasar konsumen hanya terdiri
dari satu produsen atau penjual.
 Contohnya seperti microsoft windows,
perusahaan listrik negara (pln),
perusahaan kereta api (perumka), dan
lain sebagainya
Karakteristik Pasar Monopoli
 Hanya terdapat produsen/perusahaan tunggal,
sehingga produk tidak memiliki substitusi.
 Ada hambatan bagi perusahaan baru untuk masuk
pasar tersebut.
 Perusahaan berperan sebagai penentu harga produk di
pasar (price-maker).
 Hanya terdapat satu penjual atau produsen
 Harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan
dikuasai oleh perusahaan monopoli
Lanjutah
 Umumnya monopoli dijalankan oleh pemerintah
untuk kepentingan hajat hidup orang banyak
 Sangat sulit untuk masuk ke pasar karena peraturan
undang-undang maupun butuh sumber daya yang
sulit didapat
 Hanya ada satu jenis produk tanpa adanya alternatif
pilihan
 Tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses
Sebab-Sebab Timbulnya Pasar Monopoli

Barrier to entry (penghalang bagi produsen lain
masuk.
1.
Faktor alamiah (natural monopolies);


2.
Skala ekonomi suatu perusahaan
Menguasai faktor produksi
Faktor legal (legal monopolies)



UUD, UU suatu negara/pemerintah
Hak paten suatu produk
Frenchising, perusahaan asing pada suatu negara
Kurva permintaan pasar dan kurva permintaan
individu perusahaan
P
P
DM
P
DF
MR
0
Q
(a) Pasar
0
D
Q 0
(b) Perusahaan
Q
(c) Kurva Permintaan
Penerimaan Marjinal
Penerimaan Marjinal (MR) dan Harga Output
TR  P  Q
MR 
TR  ( PQ)
Q
P

 P
 PQ
Q
Q
Q
Q
 Q P 
P

MR  P  Q
 P1  
Q
 P Q 
Formulasi elastisitas harga-permintaan (e);
e
P Q

Q P
Hubungan matematis antara harga produk (P) dan penerimaan marjinal (MR)
 1
MR  P1  
 e
Kurva Biaya Produksi Perusahaan
Biaya
MC
AC
AVC
0
Q
Penentuan Harga Perusahaan Monopoli
 Fungsi penerimaan total (total revenue)
 TR = f(Q)
 TC = f(Q)
 Slope TR = MR =
 Slope TC = MC =
PxQ
FC + VC
TR
Q
TC
Q
 Perusahaan Monopoli akan berproduksi pada tingkat output, MC
= MR (Keseimbanga Perusahaan Monopoli)
 Harga Produk ditentukan dengan menarik garis lurus hingga
kurva permintaan (D)
Penentuan Harga Perusahaan Monopoli
 Harga (P) > biaya rata-rata (AC), perusahaan monopoli
akan memperoleh keuntungan (Laba) maksimum.
 Harga (P) = biaya rata-rata (AC), perusahaan monopoli
akan memperoleh keuntungan (laba) normal (normal
profit).
 Harga (P) < daripada biaya rata-rata (AC), perusahaan
monopoli akan memperoleh kerugian minimum.
Kondisi Perusahaan Monopoli memperoleh Laba Maksimum
P
(a) Kondisi Keseimbangan Perusahaan Monopoli (P* dan Q*)
MR = MC
MC
π = (P* - AC) x Q*
AC
P*
AVC
ACmin
MR
0
D
Q*
TR, TC
Q
(b) Keuntungan Maksimum = Jarak terbesar antara TR terhada TC
TC
TR
0
P
Q*
Q
(c) Kurva keuntungan
Keuntungan maksimum
0
Q*
Q
P

 0
Q
Kondisi Perusahaan Rugi Minimum
P
MC
AC
AC
AVC
P
MR
0
Q*
D
Q
Perusahaan Rugi, P < AC, Rugi minimum pada P* dan Q*
Besarnya Rugi Perusahaan, π = (P* - AC) x Q*
Perbedaan Pasar Persaingan Sempurna dengan
Pasar Monopoli
 Harga barang di pasar monopoli umumnya lebih
tinggi.
 Jumlah output pasar monopoli lebih sedikit.
 Efisiensi penggunaan input di pasar monopoli lebih
rendah.
 Kekuatan penentuan harga (price taker) di pasar
monopoli.
Monopoli Bilateral: Satu penjual dan satu
pembeli
 Proses pembentukan harga produk pada monopoli
bilateral,
P
MCD
MCS
PS
PD
D
MRS
0
QS Q D
Q
Pengaturan Monopoli
 Pengaturan melalui
 Pengaturan melalui harga
Pajak atas Laba
MC
P1
P
AC
P*
AC
MC
P*
MR
AC
0
π
P1
MR
0
Q*
Q*
Q
πA (Laba sebelum pajak)
D
Q1
D
πB (Laba setelah pajak)
Q
0
Q*
Q
Kebijakan Diskriminasi Harga Monopoli
Download