KeMuh ( SosiaLisme) - Blog UMY Community

advertisement
DISUSUN OLEH
ANINDHITA TIMIKA ARYANI
20090710004
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
BAB I
PEMBAHASAN
A. Pengertian Sosialisme
Secara etimologis, sosialisme berasal dari bahasa Latin “SOCIUS” yang berarti sahabat
atau teman. Istilah ini merupakan suatu prinsip pengendalian harta dan produksi serta
kekayaan oleh kelompok.¹ Sosialisme juga mendasarkan diri pada cita-cita sosial bahwa
kekayaan di dunia ini milik bersama, dan pemilikan secara bersama lebih baik daripada
pemilikan secara perseorangan, dan keadaan masyarakat dimana hak milik pribadi atas alatalat produksi telah dihapuskan.²
Gerald Braunthal mendifinisikan sosialisme sebagai suatu teori ekonomi dan politik
yang menekankan pentingnya peranan Komusial dan Pemerintah dalam menguasai alat-alat
produksi dan distribusi barang. 3
Sosialisme sebagai suatu gerakan melupakan naluri fitrah bahwa hak-hak milik
pribadi merupakan keniscayaan, sehingga membuat sosialisme melupakan hak dasar
manusia. Karena itu, sosilisme semakin rapuh, sejak rasionalisme (modernisme) yang
menghargai kepenuhan pribadi dan bebas untuk bersaing telah maju pesat di Eropa.
Akhirnya sosialisme hanya tinggal kenangan.
B. Latar Belakang Sosialisme
Sosialisme ini muncul karena Marx tidak setuju dengan apa yang dilakukan kaum borjuis
terhadap kaum buruh yang mereka perlakukan seperti “sapi perah” yang hanya
dimanfaatkan untuk kepentingan mereka sendiri.
Kaum miskin (proletariat) sebagai kelompok tertindas merupakan kelas yang
mengembangkan gerakan pembebasan dari ketertindasan ekonomi maupun pilitik.
Sosialisme modern yang memusatkan perhatian untuk membebaskan kelas pekerja industri
dari belenggu kapitalisme industri sejak revolusi perancis dan industri. Pandangan ini
merupakan reaksi yang mencerminkan perubahan-perubahan dalam organisasi sosial yang
disebabkan oleh industrialisasi yang bertepatan dengan lahirnya gerakan Buruh terorganisasi
di Inggris.
Berdasarkan perkembangan dan cita-cita sosialisme, maka perjuangan sosialisme
mencapai puncak prosesnya pada Marx. Karena Marx memberi landasan filosofis-idiologis
terhadap gerakan pembebasan kaum tertindas dari cengkraman kaum pemilik modal. Marx
maupun pengikutnya (marxisme) mempunyai suatu kesepakatan gerakan yaitu
pembebasan.
¹ Lorens Bagus, Kamus Filsafat, (Jakarta :Gramedia, 1996), hal. 1030-1032
²Pendidikan Kewarganegaraan, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah halaman 230
3
Gerald Braunthal, Socialisme and Social Democracy, (Encyclopedia Americana vol 25, 1996), hal. 146
C. Muncul dan Berkembangnya Sosialisme
1) Tokoh Pencetus Sosialisme
Karl Marx adalah orang yang mengenalkan adanya ideologi sosialisme ini,
beliau lahir di Trier- Prusia, 5 Mei 1818. Ayahnya bernama Heinrich Marx, seorang
penganut agama Majusi, tetapi sebelum Karl Mark lahir ayahnya berganti menjadi
penganut Luther semata–mata demi karirnya sebagai pengacara. Karl Marx
dibesarkan oleh ibunya yang bernama Henrietta Pressburg yang berasal dari
Belanda.
Karena latar belakang keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan,
Heinrich mengasuh pendidikan anaknya sendiri di rumah hingga usia 12 tahun. Karl
Mark selanjutnya di sekolahkan di sekolah senam di Trier, selanjutnya barulah Mark
meneruskan studi di Universitas Bonn Tahun 1835, saat itu usia Karl Mark mencapai
17 tahun. Karl Mark lebih menyukai studi mengenai filsafat, meski ayahnya
menginginkan studi di bidang hukum yang bisa langsung dipraktekan di masyarakat.
Pada perioda ini Karl Mark banyak menulis puisi dan essai yang berhubungan
dengan makna hidup, dengan menyelipkan keyakinan dia tentang ateis, karena
pengaruh filsafat Young Hegelians ( pengikut ajaran Hegel ), yang selama jenjang
waktu itu menguat di masyarakat Berlin. Karl Mark memperoleh title Doctor pada
Tahun 1841 setelah merampungkan thesis The Difference Between the Democritean
and Epicurean Philosophy of Nature.
Karl Marx menikahi Jenny von Westphalen, termasuk wanita terpelajar putri
seorang ningrat dari Prussia pada tanggal 19 Juni 1843. Marx and Jenny dikarunia 7
putra tetapi karena jatuh miskin, putra Karl hanya tinggal 3 hingga dewasa.
Penghasilan utama Mark dan keluarganya adalah berasal dari Friedrich Engels,
karena jasa Karl sebagai penulis artikel di koran milik sahabatnya itu.
Tak lama kemudian setelah menikah ia terpaksa meninggalkan jerman untuk
dapat suasana yang lebih libaral di Paris. Di Paris ia bergualat dengan gagasan Hegel
dan pendukungnya, tetapi ia juga menghadapi dua kumpulan gagasan baru –
sosialisme Prancis dan politik Ekonomi Inggris. Dengan cara yang unik dia
menggabungkan hegelian, sosialisme dan ekonomi politik yang kemudian
menentukan orientasi intelektualnya. 4
Pada tahun 1848, Marx menerbitkan manifesto Komunis, Manifesto
digambarkan oleh marxians sebagai”Pagam Kebebasan Buruh Dunia,”dan itu adalah
platform Liga Komunis. Ini menganjurkan penghapusan properti di tanah, dan
aplikasi semua sewa tanah untuk kepentingan publik yang berat lulus properti atau
pajak penghasilan, penghapusan semua hak warisan, penyitaan semua milik imigran
dan Negara mengendalikan semua komunikasi dan transportasi, serta penghapusan
buruh pabrik dan pendidikan gratis untuk semua anak di sekolah umum.
Lalu pada 28 september 1864, marx dan Engels mendirikan organisasi
“Asosiasi Pekerja Internasional” di St Martin’s hall di London, yang terdiri dari
Inggris, Perancis, jerman, Italia, Swiss, dan polandia Sosialis, yang didedikasikan
untuk menghancurkan. Sistem ekonomi yang berlaku”. Kemudian dikenal sebagai
Sosialis Internasional Pertama, yang delapan tahun kemudian menyebar ke new
York dan bergabung dengan Partai Sosialis. Beberapa partai Sosialis awal adalah :
Partai Sosialis Demokrat Denmark (1870), Swedia Partai Sosialis (1889), Partai Buruh
Norwegia(1887),Partai
Sosial
Demokrat
Australia(1888),
Partai
Buruh
Belgia(1885),Belanda Demokratik Sosialis-Pekerja Partai(1894),Spanyol Partai Buruh
Sosial (1879),Partai Sosialis Italia (1892),dan Federasi Sosial Demokrat Britania Raya
(1880) 5
4
5
http://filsafat.kompasiana.com
http://www.facebook.com/topic.php?uid=85822594864&topic=1215
2) Pemikiran Karl Marx
 Materialisme Historis
Materialisme historis merupakan istilah yang sangat berguna untuk
memberi nama pada asumsi-asumsi dasar menganai teorinya. Dari The
Communist Manifesto dan Das Kapital, dimana penekanan Marx adalah
pada kebutuhan materil dan perjuangan kelas sebagai akibat dari usahausaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan. Menurut pandangan ini, ide-ide
dan kesadaran manusia tidak lain daripada refleksi yang salah tentang
kondisi-kondisi materil. Perhatian ini dipusatkan Marx sebagai uasaha Marx
untuk meningkatkan revolusi sosialis sehingga kaum proletariat(kelas
bawah) dapat menikmati sebagian besar kelimpahan materil yang dihasilkan
oleh industrialisme.
 Infrastruktur Ekonomi dan Superstruktur Sosiobudaya
Sama halnya dengan kebudayaan suatu masyarakat, termasuk
standar-standar moralitasnya, kepercayaan-kepercayaan agama, sistemsistem filsafat, ideologi politik, dan pola-pola seni serta kreativitas sastra
juga mencerminkan pengalaman hidup yang riil dari orang-orang dalam
hubungan-hubungan ekonomi mereka. Hubungan antara infrastruktur
ekonomi dan superstruktur budaya dan struktur sosial yang dibangun atas
dasar itu merupakan akibat langsung yang wajar dari kedudukan
materialisme historis.
 Kegiatan dan Alienasi
Tentang alienasi menurut Marx merupakan akibat dari hilangnya
kontrol individu atas kegiatan kreatifnya sendiri dan produksi yang
dihasilkannya. Pekerjaan dialami sebagai suatu keharusan untuk sekedar
bertahan hidup dan tidak sebagai alat bagi manusia untuk mengembangkan
kemampuan kreatifnya. Bagi Marx alienasi akan berakhir, bila manusia
mampu untuk mengungkapkan secara utuh dalam kegiatannya untuk
mereka sendiri, sehingga ekspolitasi dan penindasan tidak menjangkiti
manusia lagi.
 Kritik Terhadap Masyarakat Kapitalis
Gagasan Marx dalam hal ini selanjutnya dikenal dengan istilah
“surplus Value” atau teori nilai lebih yaitu pertukaran yang tidak
proporsional antara nilai pakai dan nilai tukar. Dalam hal ini keuntungan
yanng lebih besar dimiliki oleh para kapitalis, dan buruh tidak berkuasa atas
nilai lebih yang telah dihasilkannya sebagai tenaga kerja. 6
6 Johnson,
Doyle, Paul, Teori Sosiologi Klasik dan Modern jilid 1, edisi terjemahan, Jakarta: Gramedia, 1994.
3) Perkembangan Sosialisme di Indonesia
Pendiri Sosialisme di indonesia
Salah satu tokoh pendiri sosialisme di Indonesia adalah Sutan
Sjahrir, ia lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, 5 Maret 1909 dan
meninggal di Zürich, Swiss, 9 April 1966. Ia meninggal dalam pengasingan
sebagai tawanan politik dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.
Ia adalah seorang politikus dan perdana menteri pertama Indonesia. Ia
menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia dari 14 November 1945 hingga
20 Juni 1947. 7
Pada masa perjuangan dalam perebutan Kemerdekaan RI dari
penjajahan Jepang, Syahrir membangun jaringan gerakan bawah tanah antifasis. Anggota jaringan gerakan bawah tanah kelompok Syahrir adalah
kader-kader PNI(Pendidikan Nasional Indonesia) Baru yang tetap
meneruskan pergerakan dan kader-kader muda yakni para mahasiswa
progresif.
Lalu pada November 1945 Syahrir didukung pemuda dan ditunjuk
Soekarno menjadi formatur kabinet parlementer. Pada usia 36 tahun, Syahrir
ikut dalam memperjuangkan kedaulatan Republik Indonesia, sebagai
Perdana Menteri termuda di dunia, merangkap Menteri Luar Negeri dan
Menteri Dalam Negeri.
Selepas memimpin kabinet, Sutan Syahrir diangkat menjadi
penasihat Presiden Soekarno sekaligus Duta Besar Keliling. Dan juga Syahrir
mendirikan Partai Sosialis Indonesia (PSI) pada bulan Februari 1948. 8
Sosialisme Sjahrir berpijak kepada penghormatan nilai-nilai
demokrasi dan humanisme. Menghargai dan mengutamakan kemerdekaan
individu-individu masyarakat Indonesia. Oleh karenanya, Sjahrir berpendapat
bahwa Revolusi Indonesia hendaknya melebarkan sayap jauh melampaui
batas-batas kemerdekaan nasional untuk menanamkan kemajuan sosialekonomi yang berakar luas. 9
Sjahrir tegas membedakan paham sosialisme yang hendak
diperjuangkannya di Indonesia dengan sosialisme yang ada di Eropa Barat
maupun sosialisme yang ditawarkan komunis. Pergumulannya atas pahampaham sosialisme di Eropa Barat dan kekhawatirannya akan komunisme
totaliter membawanya pada pemikirannya tentang sosialisme yang sesuai
bagi Indonesia, yaitu sosialisme-kerakyatan. 10
Tahun 1955 PSI (Partai Sosialis indonesia) gagal mengumpulkan
suara dalam pemilihan umum pertama di Indonesia. Hubungan Sutan Syahrir
dan Presiden Soekarno memburuk sampai akhirnya PSI dibubarkan tahun
1960. Tahun 1962 hingga 1965, Syahrir ditangkap dan dipenjarakan tanpa
diadili sampai menderita stroke.
Dalam perkembangannya, ternyata sosialis sampai sekarang masih
berkembang. Dengan adanya Komunitas Sosialis Indonesia (KSI) yang
didirikan oleh profesional muda yang pernah aktif dalam keorganisasian
sosialisme demokrasi di Indonesia. Komunitas ini berasaskan Kemanusiaan,
Kerakyatan, Kebebasan, Keadilan dan Solidaritas. Tujuan organisasi ini yaitu
menciptakan masyarakat sosialis yang demokratis. 11
7 http://ww.wikipedia.org/wiki/Sutan_Syahrir
8 Irfans.
9 Kahin.,
Awwas, Triologi Kepemimpinan Negara Islam Indonesia, Yogyakarta, Uswh, 2008
op. cit., hlm. 300.
10
Harian Kompas, Selasa 3 Maret 2009
11
groups.yahoo.com/group/sosialista/
D. Kritik dan Saran
a)
Kritik terhadap Sosialisme
Sosialisme sebagai ideologi sosial yang menjunjung kebebasan kaum buruh atas
kau borjuis merupakan hal yang sangat baik, karena membela kaum buruh yang
tertindas. Namun, ketika dalam perjuangannya itu mereka lebih dekat untuk menjadi
komunis karena pengusung gerakan tersebut adalah orang-orang komunis yang lebih
radikal, yang lebih menuntut penghapusan total tentang hak milik pribadi. Mereka juga
menganggap Candu sebuah Agama, karena Agama hanya dianggap sebagai sebuah
dongeng yang hanya dipergunakan oleh beberapa orang dan golongan untuk
mempertahankan kedudukannya, dan menyembunyikan kejahatannya.
Ketika penghapusan total tentang hak milik pribadi menurut saya sangatlah tidak
begitu baik, karena segala sesuatu yang memang sudah kita dapatkan dengan kerja
keras dan itu menjadi hak kita kemudian kita harus membaginya dengan orang-orang
yang mereka hanya berdiam diri dan bermalas-malasan padahal mereka juga mampu
untuk bekerja keras. Ketika saya membaca sebuah artikel disitu menyebutkan bahwa
“semua harta yang kita (para penganut sosialis) punya adalah milik bersama terkecuali
(maaf) pakaian dalam dan sikat gigi yang hanya menjadi milik pribadi.” Apakah itu
menjadi suatu hal yang baik ??? Kalau menurut saya itu merupakan hal yang tidak
seharusnya terjadi karena dapat merugikan kita.
Kita boleh memiliki jiwa Sosialis, tetapi jiwa sosialis yang memang benar-benar
untuk saling membantu diantara kaum-kaum tertindas, tanpa harus adanya
penghapusan hak milik pribadi. Kecuali memang hak milik pribadi tersebut ada yang
memang sebagian juga harus dimiliki oleh kaum-kaum yang tertindas.
b)
Saran terhadap Ideologi Sosialisme
Sosialisme harusnya lebih bisa berdasarkan Agama, karena dalam sebuah Agama
terutama Islam sudah mengajarkan untuk saling berbagi antar sesama Muslim. Karena
memang disetiap harta yang kita miliki ini memang terdapat hak untuk orang yang lebih
membutuhkan juga.
Sosialisme merupakan suatu ideologi yang sangat mengusung untuk pembebasa dari
kalangan kapitalis, itu merupakan suatu gerakan yang sangat bermanfaat untuk kaum
buruh, tapi tidak seharusnya juga untuk mengusung penghapusan hak milik pribadi dan
menganggap candu sebuah Agama. Karena ketika ideologi sosialis ini disandingkan
dengan pemahaman agama maka akan sangat besar manfaatnya dan memperoleh
banyak pahala.
Sebenarnya ideologi sosialis memang sudah melekat dalam diri kita, karena ketika
Islam mengajarkan kita untuk bersedekah dan juga berzakat itu sudah sebagian dari
membantu kaum-kaum buruh dalam kehidupan mereka dan dapat meringankan beban
hidup mereka.
Maka, sebenarnya Sosialisme ini memang sudah diajarkan Islam yaitu lewat Sedekah
dan Zakat. Karena memang perintah ALLAH untuk tidak takut membelanjakan harta
kekayaan guna mencapai tujuan-tujuan yang di ridhai ALLAH, tujuan-tujuan yang
bermanfaat bagi sesama manusia.
REFERENSI
Lorens Bagus, Kamus Filsafat, (Jakarta :Gramedia, 1996), hal. 1030-1032
Pendidikan Kewarganegaraan, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah halaman 230
Gerald Braunthal, Socialisme and Social Democracy, (Encyclopedia Americana vol 25, 1996),
hal. 146
http://filsafat.kompasiana.com
http://www.facebook.com/topic.php?uid=85822594864&topic=1215
Johnson, Doyle, Paul, Teori Sosiologi Klasik dan Modern jilid 1, edisi terjemahan, Jakarta:
Gramedia, 1994.
http://ww.wikipedia.org/wiki/Sutan_Syahrir
Irfans. Awwas, Triologi Kepemimpinan Negara Islam Indonesia, Yogyakarta, Uswh, 2008
Kahin., op. cit., hlm. 300.
Harian Kompas, Selasa 3 Maret 2009
groups.yahoo.com/group/sosialista/
Download