DownloadMakin Inovatif, ITPC Jeddah Gelar Online Business

advertisement
BERITA PERDAGANGAN
Biro Hubungan Masyarakat
Gd. I Lt. 2, Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta 10110
Telp: 021-3860371/Fax: 021-3508711
www.kemendag.go.id
Makin Inovatif, ITPC Jeddah Gelar Online Business Matching
Jeddah, 13 April 2017 – Nilai transaksi perdagangan Indonesia-Arab Saudi menunjukkan hasil yang
menggembirakan. Menurut data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke
Arab Saudi pada Januari 2017 naik sebesar 6,87% dibandingkan periode yang sama pada 2016.
Untuk meningkatkan pertumbuhan ekspor, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah
menggelar program inovatif berupa online business matching (OBM) di Pusat Promosi Produk
Indonesia (PPPI), Jeddah, Arab Saudi.
“Program OBM ini merupakan inovasi kami untuk mensinergikan semua potensi guna
mempertahankan dan meningkatkan ekspor nonmigas Indonesia,” kata Kepala ITPC Jeddah
Gunawan.
OBM digelar ITPC Jeddah bersama KJRI Jeddah bersinergi dengan Balai Besar Pendidikan dan
Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI). Pertemuan eksportir dan buyer secara online yang disaksikan
tim ITPC Jeddah tersebut mampu memangkas waktu dan biaya sehingga membuat harga produk
yang ditawarkan akan lebih kompetitif.
Sementara itu, Konsul Jenderal RI Jeddah M. Hery Saripudin menjelaskan, online business
matching ini dilakukan dengan menggandeng mitra pengusaha Arab Saudi untuk melakukan
teleconference di PPPI yang merupakan bagian KJRI Jeddah. PPPI berada di pusat bisnis di dekat
Jeddah Chamber of Commerce and Industry (JCCI).
Pada 4 April 2017, digelar online business matching antara perusahaan di Solo dan Arab Saudi.
Perusahaan di Solo tersebut yaitu Alamanda Collection/Koepoe Handycraft (tas, kain lukis),
Salawase Bags (tas, dompet kulit), Ubo Rampe Handmade (kerajinan dari limbah konveksi),
Sanggar Wayang Gogon (wayang kulit, souvenir dari kulit), Popelin (boneka), Micawork (bantal
leher, boneka, tote bag), Amalia Javacraft (aksesoris), Tumaruntuni (batik), Batik Mahkota
Laweyan (batik), Batik Lengo (batik), Merak Manis Jaya (batik), Batik Puspa Kencana (batik),
Cempaka (batik), Batik Padma Kencana (batik), Tardjo Tea (teh), Bintang Jaya Sejahtera (madu,
jamu, bahan jamu, sirup), Rwin Development (aksesoris kendaraan), Sri Wiji Utami (sambal pecel
kaleng), Cil-Cil Craft (dekorasi rumah, mainan edukatif, furnitur anak), Bina Usaha Mandiri (produk
daur ulang sampah).
Sementara perusahaan Arab Saudi yang berpartisipasi yaitu Khaled Mohommad Al Shahrani Est
General Trading (furnitur, makanan, dan minuman), Majed Al Zahrani Trading (produk hasil bumi,
tekstil dan produk tekstil/TPT), dan Khayrat Al Rayan (kopi, ikan laut, produk pertanian).
Khaled Mohommad Al Shahrani Est General Trading menyatakan ketertarikannya untuk produk
furnitur dan mainan edukatif anak. Sementara itu, sambal Sri Wiji Utami berhasil mencuri
perhatian. Majed Al Zahrani Trading dan Khayrat Al Rayan meminta sampel sambal untuk
dipelajari agar sesuai dengan cita rasa Arab.
Selanjutnya pada 6 April 2017, digelar online business matching antara perusahaan di Mataram
dan Arab Saudi. Perusahaan di Mataram tersebut yaitu Prawira Village (kerajinan koin batok
kelapa), Sasambo Collection (batik, kulit, sepatu etnik dari tenun khas Lombok), Jirin Collection
(gerabah), KUB Bambu Cerah (anyaman bambu), Sasak Craft (kerajinan ketak), Mawar Art Shop
(kerajinan anyaman ketak), Nusa Indah (kerajinan anyaman ketak), Namia Gallery (tenun NTB,
baju, tas), Purnama Shop (lampu hias, kerajinan tangan), Irmaya Bag (kain tenun khas Lombok),
Ratna Art Shop (kerajinan rotan), Coco Craft (kerajinan batok kelapa), Tereng Gading (anyaman
bambu untuk interior dan eksterior, Sentosa Sasak (tenun Lombok), Annan Pottery (gerabah),
Yulia Pottery (gerabah), Odean Songket (tenun klasik, tenun modern), Dende Raden Shop
(furnitur, suvenir), Tenun Putri Rinjani (tenun ikat, songket), Ragenda Mop (kerajinan kerang,
mutiara, dan perak).
Sementara perusahaan Arab Saudi yang berpartisipasi yaitu Issam Mohammed S Hasbini Est
(dekorasi rumah) dan Thobe Al-Badr Est (TPT).
Selama ini, Thobe Al-Badr Est mengimpor TPT dari Indonesia senilai lebih dari USD 1 juta atau
lebih dari Rp 13,3 miliar per tahun. Dalam online business matching tersebut, Thobe Al-Badr Est
menyatakan keinginannya untuk mengimpor tenun songket Mataram dan menambah pasokan
TPT dari Sukabumi, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.
Berdasarkan data statistik perdagangan komoditas TPT, Arab Saudi merupakan negara tujuan
ekspor ke-30 setelah posisi lima teratas diduduki Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Turki, dan
Korea. Nilai ekspor TPT ke Arab Saudi menurun pada periode 2011-2015, namun mulai menggeliat
bangkit pada 2016.
Nilai ekspor TPT Indonesia ke Arab Saudi lebih dari USD 199 juta pada 2011, turun menjadi lebih
dari USD 185 juta pada 2012, lebih dari USD 117 juta pada 2013, lebih dari USD 97 juta pada 2014,
dan lebih dari USD 72 juta pada 2015. Pada 2016, nilai ekspor Indonesia mulai menunjukkan
adanya pertumbuhan sebesar 4,92% dengan nilai transaksi lebih dari USD 75,9 juta.
--selesai-Sumber: Indonesian Trade Promotion Center Jeddah
Disunting oleh Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan
Download