Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional BAB II

advertisement
Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional
BAB II
PEMBELAJARAN
Uraian Materi
I. Wacana
TIPS MEMELIHARA MOTOR DAN PENGARUH AIR HUJAN
Cara yang dapat dilakukan untuk menjaga bagian motor dari pengaruh air
hujan atau banjir.
1. Rem Jangan Sampai Karatan
Perhatikanlah kebersihan bagian as rem sebab jika as rem kotor, rem bisa macet, jika
ditarik tak dapat kembali lagi. Khusus rem cakram sangat mudah terkena korosi, apalagi
kalau terkena kotoran bercampur air hujan dan tidak segera dibersihkan. “Kalau karat,
permukaan jadi tidak rata. Biasanya ini akan berpengaruh ke kampas yang gigitannya jadi
kurang rata.
....................................................................................................................................
..................................................
2. Kebersihan Rantai dan As
Kebersihan rantai tak bisa ditawar. Termasuk juga as roda dan lengan ayun jangan
sampai kering, karat, dan kotor. Oleh sebab itu, sistem pelumasan harus berfungsi
secara maksimal.
Untuk mengatasi hal tersebut, cukup dengan dibersihkan saat terkena air hujan atau
kotoran akibat hujan lalu diberikan pelumas khusus rantai. “Cara membersihkannya bisa
menggunakan campuran bensin dan oli. Perbandingannya 3:1. Setelah bersih, baru
kasih pelumas khusus rantai. Sementara itu, untuk jenis rantai yang ada sil karetnya,
seperti motor sport, cara membersihkannya harus hati-hati.”Kalau jenis itu tak boleh kena
bensin karena sil bisa mekar. Cukup pakai air lalu diberi pelumas khusus rantai.
Modul BIND.III.3.2
Page 1
Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional
3. Jangan Lupakan Massa
Inti merawat komponen pengapian ialah kita harus menjaganya dari air. Mulai dari
rajin mengeringkan tiap tetes air, sampai memberi lapisan isolator pada soket
penyambung antar-kabel dengan menggunakan isolasi, lem, atau tetesan lilin.
Menurut Ardi Bridjal Hanafie, massa alias ground yang tersambung pada bodi motor juga
perlu diperhatikan. “Tiap komponen pengapian, selain punya kutub positif yang
mengalirkan arus, juga punya kutub negatif yang membuat arus listrik mengalir. Sepul,
CDI, koil, dan busi punya titik massa atau ground yang menempel di kerangka motor.
Kutub negatif semua peranti itu harus bersentuhan langsung dengan bodi. Jadi, soket
mereka harus menempel ke besi ground tanpa terhalang cat. “Titik ground inilah yang
rawan dari air.
Karena jadi titik sentral kelistrikan, karat di ground bisa berbahaya. “Memang efeknya
terasa setelah lama. Tapi, jika ada karat di titik massa, semua kerja kelistrikan dan
pengapian terganggu.
....................................................................................................................................
............................
4. Pelek Bebas Karat
Pelek jadi bagian yang gampang karatan di musim hujan. Terutama pelek jari-jari dan
pelek yang belum mendapat sentuhan finishing seperti cat. Bagian yang sering berkarat
di lingkar roda ini ialah pada daerah dalam dan bagian ujung jari-jarinya.
Untuk daerah dalam pelek, dapat menggunakan lapisan isolasi kabel yang mampu
menahan air dan angin. Untuk bagian permukaan pelek, bagian ujung jari-jari atau yang
rawan karat harus sering diberi gemuk atau grease, tapi cukup tipis saja,” kata mekanik
kurus ini. Dengan lapisan seperti itu, karat tidak akan menempel. Perilaku rajin mencuci
motor khususnya pelek setelah melewati genangan air atau hujan menjadi langkah cerdas
untuk mencegah karat melekat.
(Sumber: Tabloid Motor Plus, 12 Januari 2008)
Bacalah dengan saksama wacana di atas !
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan benar !
Modul BIND.III.3.2
Page 2
Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional
A. Cobalah ungkapkan kembali, bagaimana cara memelihara motor dari pengaruh air
hujan.
a. Pemeliharaan Rem
: ………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………………………
b. Kebersihan Rantai dan as
: ………………………………………………………………………...
……………………………………………………………………………………………………………………………
c. Merawat Komponen Pengapian
: ………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………………………
d. Membersihkan Pelek
: ………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………………………
B. Bagaimana komentar Anda terhadap “Tips Memelihara Motor dari Pengaruh air Hujan“.
Cobalah beri tanggapan positifnya !
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
..................................................................
C. Dalam wacana di atas terdapat kata yang tertulis miring. Carilah artinya dengan cara
membuka kamus!
II. Diksi, Makna Idiomatik, Ungkapan, Majas, dan Peribahasa
Diksi ialah pilihan kata. Artinya, seseorang memilih dan menggunakan kata yang
tepat untuk menyatakan sesuatu. Pilihan kata merupakan unsur yang penting bagi
pengarang dalam membuat karangan dan pernyair dalam membuat puisi. Dengan
kata yang tepat, pengarang atau penyair dapat mengungkapkan secara tepat apa yang
ingin disampaikan kepada pembacanya.
Pilihan atau penggunaan kata dalam mengungkapkan sesuatu dapat menjadikan
sebuah kata memiliki kemungkinan makna yang banyak. Kemungkinan sebuah kata
diartikan secara leksikal maupun kontekstual dalam mengungkapkan maksud atau
dengan kata lain sebuah kata dapat bermakna denotatif maupun konotatif. Selain
kedua makna tersebut, di dalam bahasa Indonesia terdapat pula makna idiomatik,
seperti ungkapan, majas, serta peribahasa.
Modul BIND.III.3.2
Page 3
Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional
A. Makna Denotatif dan Konotatif
Makna denotatif adalah makna sebenarnya atau makna yang memang sesuai
dengan pengertian yang dikandung oleh kata tersebut. Kata makan artinya
memasukkan sesuatu ke dalam mulut , dikunyah, dan ditelan. Arti kata makan tersebut
adalah makna denotatif.
Makna konotatif ialah bukan makna sebenarnya. Dengan kata lain, makna kias
atau makna tambahan. Makna konotatif adalah arti kiasan, pinjaman rekaan atau arti
yang tidak sebenarnya.
Contoh : Kata : lari, terbang, bapak, kecut, suntik
Kata-kata tersebut makna denotasinya adalah :
Kecut artinya rasanya asam
Suntik artinya memasukkan obat ke dalam tubuh menggunakan sejenis jarum
Contoh dalam kalimat :
1. Mangga itu sekalipun masak, tetapi sangat kecut rasanya.
2. Saya pada waktu sakit mendapat suntikkan sebanyak tiga kali.
(Kata yang ditulis miring, bermakna denotasi.)
Kata tersebut menjadi makna konotasi, apabila dalam kalimat berikut ini :
1. Para pelajar mendapat suntikkan dari guru agar lebih giat belajar.
2. Saya paling kecut jika melihat orang yang berlaga pandai.
Latihan
Buatlah kalimat bermakna denotasi dan makna konotasi dari kata-kata di bawah ini!
Kalimat yang bermakna denotasi :
1.
2.
3.
4.
5.
Ibu
:
Mata
:
Menangkap :
Makan
:
Bulan
:
Modul BIND.III.3.2
……………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………..
Page 4
Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional
Kalimat yang bermakna konotasi :
1.
2.
3.
4.
5.
Ibu
Mata
:
Menangkap:
Makan
:
Bulan
:
: …………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………..
B. Ungkapan dan Peribahasa
1. Ungkapan
Ungkapan artinya kelompok kata atau gabungan kata yang menyatakan
makna khusus (makna unsur-unsurnya sering kali menjadi kabur).
Ungkapan adalah satuan bahasa yang maknanya yang tidak sama dengan
gabungan makna unsur pembentuknya. Ungkapan biasanya dipakai dalam
hubungan kalimat. Di luar hubungan kalimat makna ungkapan sukar dipahami.
Ungkapan merupakan bentuk struktur yang menyimpang dari kaidah umum
bahasa yang berbentuk kelompok kata. Oleh karena itu, maknanya tidak
sepenuhnya dapat diterangkan atas dasar makna kata atau kata-kata yang
terdapat di dalam ungkapan itu.
Misalnya :
- Perjanjian itu haruslah dibuat hitam di atas putih, sebagai pegangan kedua pihak.
- Barang elektro dijual di pasar gelap, sehingga harganya murah.
Ungkapan hitam di atas putih dan pasar gelap tidak dapat dijelaskan
berdasarkan makna kata
resmi.
Misalnya pasar gelap tidak berarti bahwa pasar itu tidak terang. Pasar gelap
adalah tempat orang menjual barang-barang selundupan atau barang ilegal.
Orang yang bijak akan memilih kata dan ungkapan yang tepat dalam
menggambarkan suatu keadaan atau kejadian. Pemilihan kata dan ungkapan dalam
bertutur sangat menentukan berhasil atau tidaknya seseorang melukiskan suatu
keadaan.
Ungkapan timbul karena gaya orang berbahasa. Untuk menggambarkan
suatu keadaan atau kejadian, orang cukup menyampaikannya dengan satu dua
Modul BIND.III.3.2
Page 5
Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional
kata yang mempunyai makna yang luas dan lebih jelas. Ungkapan yang tepat akan
terasa lebih efektif. Misalnya ungkapan kutu buku, kamus berjalan dan kuli tinta
lebih efektif daripada uraian yang panjang, yang sama maksudnya. Ungkapan
dirasakan dapat menghaluskan bahasa seseorang dalam menggambarkan suatu
keadaan. Dengan demikian jelaslah bahwa ungkapan berhubungan erat dengan
cita rasa orang berbahasa dan gaya bahasa seseorang.
Berikut contoh ungkapan :
- rahasia umum artinya rahasia yang telah diketahui banyak orang.
- perang pena artinya polemik di surat kabar; majalah
- hidup dua muara artinya dua sumber mata pencaharian (pekerjaan).
2. Peribahasa
Jika Anda mencari arti peribahasa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI) akan mendapatkan keterangan bahwa peribahasa artinya
(1) kelompok
kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu (
dalam peribahasa, ungkapan termasuk di dalamnya), (2) ungkapan atau kalimat
ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau
aturan tingkah laku.
Dalam arti kesatu, menunjukkan bahwa ungkapan ada hubungan yang erat
dengan peribahasa. Bila kita kaji lagi lebih dalam memang benar bahwa peribahasa
dengan ungkapan ada persamaan dan perbedaannya. Persamaannya adalah
bahwa baik ungkapan maupun peribahasa mempunyai arti kiasan dan digunakan
untuk mengungkapkan suatu keadaan atau kejadian dengan lebih padat dan
singkat sehingga terdapat efek lebih besar pada pendengar atau lawan bicara.
Perbedaannya adalah bahwa peribahasa merupakan kalimat, bersajak, dan
berirama, sedangkan ungkapan merupakan kelompok kata yang diselipkan dalam
hubungan kalimat biasa.
Dalam arti kedua, menunjukkan bahwa peribahasa itu adalah kalimat
ringkas padat yang di dalamnya bisa berupa : perbandingan, perumpamaan,
nasihat, prinsip hidup, aturan tingkah laku.
Berikut contoh peribahasa :
Modul BIND.III.3.2
Page 6
Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional
- Lubuk akal tepian ilmu artinya orang pandai tempat bertanya tenatang
sesuatu hal.
- Kunyah dulu baru ditelan artinya pikirlah dulu dengan matang sebelum
berbuat, bertindak.
-Tajam pisau karena diasah artinya orang pandai karena rajin belajar tanpa
mengenal bosan.
Ungkapan dan peribahasa juga banyak digunakan dalam cerpen, novel, ataupun
puisi. Penggunaan ungkapan dan peribahasa termasuk salah satu unsur gaya
bahasa dalam kesusasteraan. Berikut adalah contoh penggunaan ungkapan dan
peribahasa pada prosa fiksi, nonfiksi, dan puisi.
a. Ungkapan dan Peribahasa dalam Prosa Fiksi dan Nonfiksi
Selanjutnya
ia
harus
lebih
berhati-hati dalam bicaranya. Apa yang
dikatakannya pada suatu saat secara santai bisa saja menjadi senjata makan
tuan di kemudian hari! Kalau begitu orang betul-betul harus menjaga mulutnya,
pikir Nyonya Hidayat dalam hati.
(Dari: Misteri Gugurnya Sekuntum Dahlia, oleh S. Mara. GD)
Ia seorang ayah dari empat orang anak. Katanya ia tak sanggup di kampung lagi.
Maksudnya ia hendak merantau, mengadu untung di kota.
“Bapak petani sebatang kara. Aku punya istri. Punya empat orang anak.
Bebanku enam kali lebih berat dari Bapak.”
Sutan Duano tahu, bahwa orang-orang yang merantau itu pada masa
permulaannya yang kadang-kadang panjang itu tenggelam seperti batu jatuh
lubuk di rantau orang. Jarang sekali mereka mengirimkan naĤah buat
anak istrinya yang berkuras mencarikan isi perut mereka di kampung.
Baru saja Sutan Duano selesai berkata, tiba-tiba laki-laki itu mengangkat
kepalanya. Lantunan cahaya lampu di wajahnya bertambah marak, tapi air
mukanya gelap. ........................
(Dari roman: Kemarau, karya; A.A. Navis)
b. Ungkapan dan Peribahasa dalam Puisi:
Hatiku terang menerima kasihmu, bagai bintang
Modul BIND.III.3.2
Page 7
Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional
Memasang lilinnya
Kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai sedap
Malam menyirak kelopak
Kemerdekaan itu
Adalah kambing hitam gembala
Yang diberi racun
Akhirnya mati sia-sia
(Karya: Tarmizi Basri)
Walaupun kau telah tiada Namamu tetap harum dan
Membekas di hati masyarakat Seperti kata pepatah
Harimau mati meninggalkan belang
Gajah mati meninggalkan gading.
(Karya: Edim Hartati Suara Karya, 6 Juni 1981)
Saat esa terhilang di pertempuran
Ribuan terbilang menggantikannya
Semangat membara menyatu keberagaman bangsa Mengantar Soekarno-HaĴa ke
corong proklamasi Kumandangkan Jaya Indonesia Merdeka.
(Karya: Jozef B. Kalengkongan)
Latihan
Pilihlah jawaban yang paling tepat !
1. Di bawah ini kalimat yang menggunakan kata bermakna konotasi, yaitu .....
a. Kakak baru saja menyiram bunga di pekarangan.
b. Mereka pergi ke sekolah dengan naik kereta.
c. Jembatan gantung itu rubuh karena sudah rapuh.
d. Narkoba adalah jembatan menuju neraka.
e. Habis manis sepah dibuang.
Modul BIND.III.3.2
Page 8
Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional
2. Berikut ini kalimat yang menggunakan konotasi, kecuali ;
a. Pakaian yang sedang dijemur terbang terbawa angin.
b. Bapak guru senang melucu.
c. Semua mata menuju ke arah pertunjukan.
d. Saya paling tidak senang pada orang masam.
e. Lari pagi olah raga yang banyak disukai orang.
3. Kata tertulis miring dalam kalimat di bawah ini bermakna denotasi, kecuali ;
a. Surat itu dimasukan ke dalam amplop.
b. Adik menangkap ayam dengan kedua tangannya.
c. bapak sedang membetulkan pompa.
d. Kakak sedang menyadap air lahang (nira).
e. Ibu memikul beban hidup cukup berat.
4. Kata yang tertulis miring dalam kalimat ini merupakan makna denotasi.
a. Inti merawat komponen pengapian ialah kita harus menjaganya dari air.
b. Saya menjaganya dengan baik, agar adik selamat.
c. Ibu menjaganya barang berharga kepunyaan kakek.
d. Anda harus benar-benar menjaganya barang ini.
e. Jika menjaganya dengan baik barang itu tidak mungkin hilang.
5. Pelaku rajin mencuci motor khususnya pelek setelah melewati genangan air
langkah cerdas untuk mencegah karat.
Kata langkah dalam kalimat di atas ;
a. makna konotasi
d. makna leksikal
b. makna denotasi
e. makna kamus
c. makna ungkapan
6. Ujung jari-jari harus sering diberi gemuk, tapi cukup tipis saja.
Kata yang ditulis miring termasuk arti kata ;
a. konotasi
Modul BIND.III.3.2
d. idiomatik
Page 9
Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional
b. denotasi
e. peribahasa
c. ungkapan
7. 1. Mangga ini sekalipun masak, tetapi rasanya kecut.
2. Motor itu lari dengan kecepatan tinggi.
3. Saya pada waktu sakit mendapat suntikkan sebanyak tiga kali.
4. Burung terbang mengepakkan kedua sayapnya.
5. Saya paling kecut melihat orang yang berlaga pandai.
Kalimat yang menggunakan kata denotasi, terdapat dalam kalimat nomor ;
a. (1), (2), (3), (4), (5)
d. (1), (3), (4)
b. (1), (3), (5)
e. (3), (4), (5)
c. (2), (3), (4)
8. ............ adalah arti kiasan, pinjaman, rekaan atau arti bukan sebenarnya.
a. denotasi
d. leksikal
b. kontekstual
e. gramatikal
c. konotasi
9. Makna sebenarnya / makna yang sesuai dengan pengertian yang dikandung oleh
kata tersebut.
a. denotasi
d.leksikal
b. kontekstual
e. gramatikal
c. konotasi
10. kata makan dalam kalimat berikut termasuk makna konotasi ;
a. Orang tua itu sudah banyak makan garam dalam dunia persilatan.
b. Adik makan durian cukup banyak.
c. Makan bersama sangat menyenangkan.
d. Makan saat lapar sangat nikmat.
e. Pada saat berbuka puasa yang pertama dimakan kolak.
I. Pilihlah jawaban yang paling benar !
Modul BIND.III.3.2
Page 10
Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional
1. Kalimat yang menggunakan ungkapan adalah .....
a. anak itu mengenakan baju hijau.
b. Di tempat wisata itu mereka naik kuda hitam.
c. Mereka sedang menyaksikan adu domba.
d. Pencuri itu dibawa ke meja hijau.
e. Kuda-kuda itu baru berumur 2 bulan.
2. Berikut, kalimat dengan kata yang tertulis miring bermakna konotasi, kecuali ;
a. Diam-diam dia berniat untuk membawa barang dari sarang penyamun.
b. Dia memutuskan untuk lari bersama Sayu.
c. Sebelum matinya terlaksana dia menangkap gelagat tidak baik.
d. Samad selalu membocorkan rahasia.
e. Selama berada di sarang penyamun dia jatuh hati pada Sayu.
3. Kesengsaraan itu dibuat oleh diri sendiri, seharusnya ia tahu diri. Lebih jauhnya
harus menyadari bahwa gaji yang didapat kecil, namun ia selalu membeli
barang-barang mahal. Pantas jika ia memiliki utang ke sana sini.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi di atas adalah ...
a. Sepandai-pandainya tupai melompat suatu waktu akan jatuh.
b. Setumpul-tumpulnya belakang parang kalau diasah tajam juga.
c. Sehari sehelai benang lama-lama jadi kain.
d. Besar pasak daripada tiang.
e. Hemat pangkal kaya rajin pangkal pandai.
4. Perjanjian itu haruslah dibuat hitam di atas putih untuk pegangan kedua
belah pihak.
Arti ungkapan tersebut adalah ...
a. tertulis
d. ditulis dengan warna hitam
b. tulis
e. tulisannya harus hitam
c. buku
Modul BIND.III.3.2
Page 11
Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional
5. Kita harus melawan malas
Kita harus melawan kebodohan
Kita harus melawan kemunkaran
Kita harus melawan kedoliman
Teks tersebut menggunakan majas / gaya bahasa ;
a. metafora
c. litotes
b. personifikasi
d. eufemisme
e.
repetisi
6. Kata yang tertulis miring dalam kalimat berikut bermakna denotasi, kecuali ;
a. Dia memutuskan untuk tinggal bersama ibu.
b. Adik menangkap bola dengan sempurna.
c. Kakak terluka karena serpihan kaca.
d. Adik menyerang perampok yang tertangkap.
e. Pohon tumbang itu menimpa rumah warga.
7. Apa yang dikatakannya pada suatu saat secara bisa saja menjadi senjata makan
tuan di kemudian hari !
Dalam kalimat terdapat sebuah peribahasa, yaitu ;
a. Ia seorang ayah
c. senjata makan tuan
b. suatu saat secara santai
d. di kemudian hari
e. menjadi senjata
8. Katanya ia tak sanggup di kampung lagi.
Maksudnya ia hendak merantau, mengadu untung di kota.
Arti ungkapan “mengadu untung” dapat diartikan berikut ini, kecuali ;
a. mencari pekerjaan untuk merubah hidup lebih baik.
b. mencari perubahan nasib agar menemukan kesejahteraan.
c. bermain judi untuk mengubah hidup lebih baik.
d. mengubah nasib dengan cara bekerja lebih baik.
e. mencoba mencari pekerjaan yang lebih baik untuk mengubah nasib.
Modul BIND.III.3.2
Page 12
Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional
9. Aku juga petani,
“ kata Sultan Dvano cepat. Bapak petani sebatang kara. Aku
punya istri. Punya empat orang anak. Bebanku enam kali lebih berat dari Bapak.
(Dari Roman : Kemarau, karya : A. A. Navis )
Petikan dari cerita tersebut, terdapat ungkapan, yaitu pada kalimat ;
a. (1)
c. (3)
b. (2)
d. (4)
e.
(5)
10 Kemerdekaan itu Kata / ungkapan dalam bait puisi di atas adalah .....
Adalah kambing hitam gembala
Yang diberi racun
Akhirnya mati sia-sia
a. kemerdekaan itu
d. mati sia-sia
b. kambing hitam
e. diberi racun
c. gembala
Cobalah cari arti ungkapan dan peribahasa berikut ini !
Ungkapan :
a. mandi keringat artinya ……………………………………………………………………………..
b. banting setir artinya …………………………………………………………………………………
c. perang pena artinya …………………………………………………………………………………
d. keras kepala artinya ………………………………………………………………………………..
e. pasar gelap artinya ………………………………………………………………………………….
Peribahasa :
a. Besar pasak daripada tiang artinya
b. Tiada rotan akar pun jadi artinya
c. Tajam pisau karena diasah artinya
d. Kunyah dulu baru ditelan artinya
Modul BIND.III.3.2
Page 13
Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional
Bacalah dengan saksama peribahasa berikut ini !
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Sepandai-pandainya tupai melompat sewaktu-waktu akan jatuh.
Besar pasak daripada tiang.
Setumpul-tumpulnya parang kalau diasah tajam juga.
Umpan habis ikan tak kena.
Ada rotan ada duri.
Memasang pelita di siang hari.
Kuman di seberang lautan nampak gajah di pelupuk mata tak nampak.
Banyak orang banyak pula ragamnya.
Berani karena benar takut karena salah.
Malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih.
Carilah arti peribahasa di atas dengan mencocokkanya yang tersedia di bawah ini !
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
Sebodoh-bodohnya manusia jika rajin belajar, pasti akan pandai.
Melakukan suatu pekerjaan yang tidak ada gunanya.
Makin banyak orang makin banyak tingkahnya.
Pengeluaran sangat banyak penghasilan sedikit.
Selihai-lihainya manusia suatu saat ada apesnya.
Nasib buruk tidak bisa dielakkan dan keberuntunganya belum juga diperoleh.
Pekerjaan yang tidak mendapatkan hasil.
Kejelekan sendiri yang banyak tidak disadarinya sedangkan kejelekan orang lain
sekalipun kecil diketahuinya.
Ada kenikmatan ada juga kesulitan (sengsara).
Berani menyatakan sesuatu walaupun pahit untuk menegakkan yang hak, dan tidak
berani menyatakan sesuatu karena jika dinyatakan hal itu berbahaya.
Carilah arti ungkapan yang tertera pada lajur kiri dengan cara mencocokkannya
dengan mencari artinya yang ada pada lajur kanan.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
jari manis
lubang angin
gatal mulut
kalang kabut
darah daging
jatuh hati
patah kemudi
menjaring angin
gatal tangan
mata-mata
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
terombang-ambing, tak tentu arah
ada saja yang hendak dikerjakan
anak sendiri ; anak kandung
cinta, terpikat asmara
pentilasi, sirkulasi udara
pekerjaan yang sia-sia
spion ; intel
usil, ada saja yang hendak dikatakan
jari terletak antara jari tengah dan kelingking
kacau balau
VI. Lengkapilah kalimat di bawah ini dengan memilih ungkapan yang tepat.
Modul BIND.III.3.2
Page 14
Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional
a. naik pitam
b. mati kutu
c. urat nadi
d. tanda jasa
e. berpangku tangan
f. rendah hati
g. anak buah
h. patah hati
i. jalur hijau
j.biang keladi
1. Hidup ini tidak mudah kita harus sabar dan tawakal jangan .......................... bekerjalah
dengan sungguh-sungguh.
2. Melihat adiknya dimarahi, kakaknya yang ....................... , hampir saja akan memukul
orang itu.
3. Keributan sekarang pasti ada .......................... , oleh karena itu tangkaplah mereka
sampai dapat.
4. Kenyamanan kota akan lebih indah jika pemerintah menata .......................... secara
apik dan pemeliharaan yang baik.
5. Anggia orang yang berprestasi sepantasnya mendapat .......................... dari
pimpinannya.
6. Annisa anak yang baik lagi pula pandai tetapi walau begitu dia .......................... kepada
teman-temannya selalu santun.
7. Kakak merupakan
.......................... dalam kehidupan keluarga karena hanya
dialah yang sudah mendapat pekerjaan yang layak.
8. Loyalitas terhadap perusahaan bukan hanya ditujukan kepada .......................... tetapi
harus juga diikuti oleh atasan sebagai panutan.
9. Penjahat itu .......................... ketika akan mencuri tertangkap oleh masyarakat
setempat.
10. Bagaimana akan menjadi orang yang maju jika pekerjaannya hanya ..........................
3. Majas / Gaya Bahasa
Majas artinya cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan
sesuatu yang lain; kiasan. Majas merupakan bahan yang dipergunakan oleh
penyair/pengarang berupa kata-kata kiasan untuk mengungkapkan perasaan dan
pikiran.
Dengan penggunaan kata kiasan, sindiran, perbandingan, penegasan dan
pertentangan itu akan menjadikan gaya berbahasa menjadi hidup.
Majas dapat dikelompokan atas :
a. Majas / gaya bahasa perbandingan
c. Majas / gaya bahasa penegasan
b. Majas / gaya bahasa sindiran
d. Majas / gaya bahasa prtentangan
 Gaya Bahasa Perbandingan
a. Metafora adalah gaya bahasa yang memperbandingkan suatu benda dengan benda
lain. Kedua benda yang diperbandingkan mempunyai sifat yang sama.
Contoh : - matahari dikatakan raja siang
- orang yang tidak berguna dikatakan sampah masyarakat
Modul BIND.III.3.2
Page 15
Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional
b. Personifikasi adalah membandingkan benda mati yang tidak bergerak
diumpamakan dengan benda bernyawa yang dapat bergerak.
Contoh : angin berbisik, laut mengamuk, bulan tersenyum, peluit menjerit
c. Asosiasi adalah perbandingan terhadap suatu benda yang sudah disebutkan.
Perbandingan itu menimbulkan asosiasi terhadap benda tadi sehingga gambaran
tentang benda atau hal yang disebutkan itu menjadi lebih jelas.
Contoh : - Mukanya pucat bagai mayat
- Semangatnya keras seperti baja
d. Eufemisme adalah gaya mempergunakan sepatah kata untuk menggantikan kata
lain dengan maksud supaya terdengar lebih sopan.
Contoh : - orang yang bodoh dikatakan orang yang kurang pandai
e. Litotes adalah gaya mempergunakan kata berlawanan artinya dengan yang
dimaksud.
Contoh : - rumah gedongan dikatakan gubuk
- pandai dikatakan tidak berilmu
f Alegori
Gaya bahasa ini memperlihatkan suatu perbandingan utuh. Beberapa perbandingan
yang bertaut satu dengan yang lain membentuk satu kesatuan utuh. Misalnya : Hidup
kita diumpamakan dengan lautan yang harus diarungi. Kesukaran yang mungkin kita
temui dalam kehidupan diumpamakan dengan topan dan badai. Suami istri yang harus
menempuh hidup itu diumpamakan dengan nakoda dan jurumudi yang harus
mengemudikan bahtera hidup tadi.
g Parabel
Gaya bahasa parabel terkandung dalam seluruh karangan. Dengan secara halus
tersimpul dalam karangan itu pedoman hidup, falsafah hidup yang harus ditimba dari
dalamnya.
Yang seperti itu kita lihat dalam buku seperti : Bayan Budiman. Hikayat Kalilah
dan Dimnah.
h Simbolik
Gaya bahasa kiasan yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda-benda
lain sebagai simbol atau perlambang dinamakan gaya bahasa simbolik.
Misalnya : - Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian tetap
- Melati, lambang kesucian
i. Tropen
Gaya bahasa kiasan yang mempergunakan kata-kata yang tepat dan sejajar artinya
dengan pengertian yang dimaksud dinamai gaya bahasa tropen.
Misalnya : - Dia duduk melamun, hanyut dibawa perasaannya.
- Sudah sebulan dia mengukur jalan saja di kota itu.
j. Metonimia
Apabila sepatah kata atau sebuah nama yang berasosiasi dengan suatu benda
dipakai untuk menggantikan benda yang dimaksud tadi, maka gaya seperti itu disebut
gaya bahasa metonimia.
Misalnya ; Ayah selalu mengisap commodore. Commodore adalah merk rokok.
Mengisap commodore yang dimaksud ialah mengisap rokok merk commodore.
k. Sinekdokhe
Modul BIND.III.3.2
Page 16
Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional
Gaya bahasa ini terbagi atas :
1) pars pro poto (sebagian untuk seluruh)
2) totem pro parte (seluruh untuk sebagian)
maksudnya jika disebutkan sebagian dari suatu benda, maka yang dimaksudkan
seluruhnya, demikian juga sebaliknya. Pada a arti kata meluas, pada b arti kata
menyempit.
Misalnya :
3) Dia membeli tiga ekor lembu. Jika dikatakan tiga ekor, maka yang dimaksud
tentulah bukan ekornya saja, melainkan lembu yang utuh. (pars pro poto).
4) Pertandingan itu berakhir dengan kemenangan Bandung. Yang dimaksud hanya
beberapa orang yang bertanding itu, bukan seluruh penduduk kota Bandung. (totem
pro parte).
l. Hiperbolisme
Apabila sepatah kata diganti dengan kata lain yang memberikan pengertian lebih
hebat daripada kata tadi, maka gaya bahasa seperti itu disebut gaya bahasa hiperbol
atau hiperbolisme. Misalnya suara yang keras dikatakan menggledek atau membelah
angkasa.
m. Alusio
Gaya bahasa mengias dengan mempergunakan peribahasa atau ungkapan-ungkapan
yang sudah lazim ataupun mempergunakan sampiran pantun yang isinya sudah umum
dimaklumi, disebut gaya bahasa alusio.
Misalnya :
- Keadaanku seperti orang makan buah si malakama, dimakan ibu mati, tak
dimakan ayah mati.
- Jangan seperti kura-kura dalam perahu. (maksudnya, pura-pura tidak tahu)
n. Antonomasia
Apabila seseorang kita namai atau kita panggil bukan dengan nama aslinya,
melainkan dengan nama panggilan yang disebabkan oleh sifat yang dimilikinya atau
ciri tubuhnya, misalnya orang yang gemuk dinamai Si Gemuk, orang yang tinggi
lampai dinamai Si Jangkung.
o. Perifrasis
Gaya bahasa perifrasis ialah gaya bahasa penguraian. Sepatah kata diganti dengan
serangkaian kata yang mengandung arti yang sama dengan kata yang digantikan itu.
Misalnya
:
Pagi-pagi berangkatlah kami.
menjadi : Ketika Sang Surya keluar dari peraduannya, berangkatlah kami.
Kereta api itu berlari terus.
menjadi : Kuda besi yang panjang itu berlari terus.
 Gaya Bahasa Sindiran
a. Ironi adalah sesuatu yang dikatakan sebaliknya dari yang sebenarnya dengan
maksud menyindir.
Contoh : Kesiangan dikatakan terlalu pagi.
Sindiran yang ditujukan kepada orang yang terlambat
Modul BIND.III.3.2
Page 17
Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional
b. Sinisme adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata lebih kasar dari sinisme.
Contoh : - Aku muak melihat batang hidung kamu.
- Harum benar badan kamu, belum mandi ya !
c. Sarkasme adalah sindiran yang paling kasar.
Contoh :
- Mampus kau ke liang lahat !
- Mukamu seperti orang utan !
 Gaya Bahasa Penegasan
a. Pleonasme adalah gaya bahasa penggunaan kata yang berlebih, yang seharusnya
tidak perlu.
Contoh : Naik ke atas, turun ke bawah, adalah merupakan.
b. Repetisi adalah gaya pengulangan kata-kata untuk menegaskan, digunakan dalam
bahasa tutur atau prosa.
Contoh :
tadi pagi kita bergurau
tadi pagi kita tertawa
tadi pagi kita berbagi cerita
kenapa sekarang jadi bertengkar
c. Paralelisme adalah gaya pengulangan kata-kata untuk menegaskan, digunakan
dalam puisi.
Pengulangan yang terdapat dalam awal kalimat disebut anafora, sedangkan
pengulangan yang terdapat pada akhir kalimat disebut epifora.
Contoh anafora :
Di sebuah kerajaan dilangsungkan pemilihan
Di sebuah pemilihan dilakukan penghitungan
Di sebuah penghitungan berlangsung keajaiban
Di sebuah keajaiban semua mata tertutup
( Kotak Suara, Taufik Ismail )
Contoh epifora :
Kalau kau mau aku akan datang
Jika kau kehendaki aku akan datang
Bila kau minta aku akan datang
d. Tautologi
Gaya bahasa penegasan dengan mengulang beberapa kali sepatah kata dalam
sebuah kalimat, disebut gaya bahasa tautologi. Dapat juga dengan mempergunakan
beberapa kata bersinonim berturut-turut dalam sebuah kalimat. Yang seperti ini disebut
juga gaya bahasa sinonimi, karena mempergunakan kata-kata yang bersinonim.
Misalnya :
- Disuruhnya aku bersabar, bersabar dan sekali lagi bersabar, tetapi aku tak tahan
lagi.
-Tida, tidak mungkin dia akan melakukan perbuatan yang dapat menjatuhkan nama
baik keluarga.
e. Sinonimi
-Kehendak dan keinginan kami ialah supaya dia menjadi seorang yang berguna juga
kelak.
Modul BIND.III.3.2
Page 18
Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional
-Siapa orang takkan tertarik kepada orang yang ramah, baik hati, serta berbudi
seperti dia.
f. Klimaks
Gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berturut-turut makin lama makin
menghebat (naik) dinamakan gaya bahasa klimaks.
Misalnya :
- Dari kecil sampai dewasa, malah sampai setua ini engkau belajar tak juga pandaipandainya ?
g. Antiklimaks
Gaya bahasa antiklimaks ialah lawan daripada gaya bahasa klimaks. Pada gaya
bahasa antiklimaks kata-kata yang dipergunakan artinya makin lama makin turun
(melemah).
Contoh :
- kakeknya, ayahnya, dia sendiri, dan kini anaknya semuanya tak ada yang luput
dari penyakit turunan itu.
h. Retoris
Gaya
penegasan ini mempergunakan kalimat tanya-tak-bertanya, sering
menyatakan kesangsian atau bersifat mengejek.
Dalam bahasa pidato bukan dimaksudkan untuk bertanya, melainkan untuk
menegaskan.
Menegaskan :
“Mana mungkin orang mati hidup kembali?”
Ejekan
:
“Inikah yang kau namai bekerja?”
(maksudnya, hasil pekerjaanmu ini sangat tidak memuaskan)
 Gaya Bahasa Pertentangan
a. Paradoks. Dalam gaya bahasa paradoks terlihat seolah-olah ada pertentangan.
Memang, dilihat sepintas terasa ada yang bertentangan. Namun jika diteliti ternyata
tidak karena objek yang dikemukakan berlainan.
Contoh : - Dia kaya, tetapi miskin.
- Gajinya besar, tetapi hidupnya menderita.
b. Antitesis adalah menggunakan paduan kata yang berlawanan artinya.
Contoh : Tua muda, besar kecil, pria wanita, hidup mati, senang susah
Di bawah ini adalah beberapa contoh penggunaan majas dalam karya sastra
seperti pada prosa fiksi.
.............................................................................................................................................
.............
Pelan- pelan dia menengadah wajahnya ke arah Dinda. Sayatan-sayatan silangmenyilang di wajahnya. Matanya hitam seperti sumur tanpa dasar. Bibirnya putih
pecah-pecah .......... meringis memperlihatkan giginya yang hitam seperti bongkahanbongkahan batu gunung.
(Dari: Hantu Bangku Kosong, oleh Ruwi Meita)
Ada senyum dibibirnya. Tapi .......... wajahnya sangat pucat. Pucat seputih kapas.
Al-quran besar yang kertas jilidnya telah koyak, dia dekap erat.
Ani duduk di ranjang reyot di kamar kenangan saat Aki minggat menari- nari
kembali. Ani mengusap-usap sebuah kotak yang terbungkus kertas kado rapi.
Modul BIND.III.3.2
Page 19
Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional
(Dari: Kado Cantik buat Aki, oleh Tina Rakhmatin)
Hanya tangannya yang di luar selimut. Dan .......... ya Allah! Zahra ternganga.
Seperti wajahnya, tangan itu tinggal tulang berbungkus kulit. Penderitaan yang
amat sangat tampak jelas di wajahnya.
(Dari: Kemilau Intan Nayla, oleh Tina Rakhmatin)
Malam bagai remaja putri mengurai rambutnya yang legam. Lelaki itu
melewati bayang-bayang pepohonan ketapang yang merimbun di sepanjang halaman.
Jarak ke selatan cahya bulan merenta menyapu pepohonan tua.
(Dari: Malam Putih, oleh Korrie Layun Rampan
Jiwaku bagaikan kuda yang berlari menembus malam, makin kencang
derapnya, makin cepat menjelang fajar
(Dari: Kata-kata Mutiara Sang Guru, oleh Khahlil Gibran)
Beberapa contoh penggunaan majas pada karya sastra berbentuk puisi.
Anak Molek V
Malas dan malu nyala pelita
Seperti meratap
Seisi kamar berduka cita
Seperti takut gentar berkata
(Oleh : Rustam Efendi)
Dalam Gelombang
Alun bergulung naik meninggi,
turun melembah jauh ke bawah
Lidah ombak menyerak buih
Surut kembali di air gemuruh
(Oleh: St. Takdir Alisjahbana)
Latihan
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat !
1. Pelan-pelan dia menengadah wajahnya ke arah Dinda. Sayatan-sayatan di wajahnya.
Matanya hitam seperti sumur tanpa dasar. Bibirnya putih pecahpecah ..... meringis
memperlihatkan giginya yang hitam seperti bongkahan-bongkahan batu gunung.
Gaya bahasa yang digunakan dalam cuplikan karya sastra tersebut adalah .....
a.pertentangan
c. perumpamaan
e. penegasan
b.sindiran
d. perbandingan
2. Dalam paragraf (soal nomor 1) gaya bahasa metafora terdapat pada kalimat ......
a.kesatu, kedua
c. kesatu, ketiga
e. kedua, keempat
b.kedua, ketiga
d. ketiga, keempat
3. Gaya bahasa yang bunyinya “Matanya hitam seperti sumur tanpa dasar, dan giginya
hitam seperti bongkahan-bongkahan gunung”, termasuk gaya bahasa ......
a.perbandingan
c. sindiran
e. pertautan
b.penegasan
d. pertentangan
4. Ada senyum dibibirnya. Tapi ..... wajahnya sangat pucat. Pucat seputih kapas.
Gaya bahasa tersebut merupakan gaya bahasa .....
a. litotes
c. eufemisme
e. paradoks
Modul BIND.III.3.2
Page 20
Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional
b. asosiasi
5. Kita harus melawan malas
Kita harus melawan kebodohan
Kita harus melawan kedoliman
d. metafora
Bait tersebut menggunakan gaya bahasa .....
a. asosiasi d. litotes e. eufemisme
b. metafora c. repetisi
6. Busa dan buih putih
Penggalan puisi tersebut termasuk majas ;
Menuntun gulungan ombak
a. asosiasi c. personifikasi e. repetisi
Mengedap pasir putih pantai
b. metafora d. hiferbola
Busa dan buih putih
Menuntun lelaki pelaut
7. Malam bagai remaja putri mengurai rambutnya yang legam. Lelaki itu melewati
bayang-bayang pepohonan ketapang yang menimbun di sepanjang halaman.
Kalimat yang ditulis miring merupakan majas ;
a.personifikasi
c. metafora
e. litotes
b.hiferbola
d. asosiasi
8. Di luar sana, di balik hutan, dusun-dusun memeras keringat membanting tulang.
Tetapi agar tidak terganggu oleh siapapun, semua jalan yang menuju telaga ditutup.
Di sana-sini tampak bekas perkemahan api unggun yang dicoba dinyalakan orang
lain, tetapi mereka mematikannya.
Kalimat yang mengandung majas, terdapat pada kalimat ;
a.kesatu
c. ketiga
b.kedua
d. keempat
9. Anak Molek V
Malas dan malu nyala pelita
Seperti meratap mencucuri mata
Seisi kamar berduka cita
Seperti takut gentar berkata
Gaya bahasa dalam bait puisi tersebut adalah .....
a. sindiran
c.personifikasi
b. hiferbola
d. metafora
e. kelima
e. perbandingan
10. Dalam Gelombang
Alun bergulung naik meninggi,
Turun melembah jauh ke bawah
Lidah ombak menyerak buih
Surut kembali di air gemuruh
Bait puisi tersebut, menggunakan gaya bahasa .....
a. litotes
c. parabolisme
e. pleonasme
b. personifikasi
d. antitesis
Modul BIND.III.3.2
Page 21
Modul Bahasa Indonesia Kelas 3 SMK Karya Nasional
Modul BIND.III.3.2
Page 22
Download