penguasaan struktur kalimat bahasa inggris dan kemampuan

advertisement
15
PENGUASAAN STRUKTUR KALIMAT BAHASA INGGRIS DAN
KEMAMPUAN MEMBUAT NARASI BERBAHASA INGGRIS
MAHASISWA JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA POLITEKNIK
NEGERI JAKARTA
Anwar Mustofa
Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta
[email protected]
Abstrak
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk menggali
kemampuan mahasiswa jurusan Administrasi Niaga di dalam membuat narasi dengan
menggunakan kaidah kalimat bahasa Inggris yang benar. Dilaksanakan selama 6 bulan dari
bulan April—Oktober 2010 dan dengan menggunakan 30 sampel mahasiswa yang
membuat 180 narasi dengan tenses yang berbeda-beda (past tense, present perfect tense,
present future tense, present continuous tense, assumption, dan conditional sentences)
kumpulan tugas mahasiswa untuk membuat narasi dalam sekitar, peneliti mendapatkan
bahwa hanya 48 persen mahasiswa jurusan Administrasi Niaga yang mampu membuagt
kalimat bahasa Inggris dengan benar serta penggunaan kosa kata yang tepat. Dengan
menggunakan pendekatan 4 jenis kata utama yang berperan besar dalam pembentukan
kalimat bahasa Inggris karena mengisi gatra-gatra utama (Noun, Verb, Adjective, and
Adverb of Manner),
Keywords: kalimat bahasa Inggris, narasi, tense, pilihan kata/diksi
Abstract
The research is a descriptive study aimed at discovering the students’ mastery in sentence
construction in English to express themselves in the form of narrations. The research is done
for 6 month time starting from April—October 2010. Using 30 samples of students work
collected at the end of semester 2 (or about 15.6 % of total students at the second semester)
where the use of English tenses is emphasized, the researchers found out that only 48
percent of students in Business Administration Department made no mistake in constructing
correct English sentences both in tenses and word choice. Using 4 main parts of speech
(Noun, Verb, Adjective, and Adverb of Manner) approach to analyze the texts,
Keywords: sentence construction, narration, tense, choice of word
Pendahuluan
Bahasa
Inggris
di
Jurusan
Administrasi Niaga diajarkan dari
semester 1 sampai semester 6.Dalam
setiap minggu, bahasa Inggris diajarkan
selama 4 jam. Target hasil pengajaran
bahasa Inggris pada semester 2 adalah
bahwa mahasiswa diharapkan dapat
menceritakan pengalaman, mengulang
suatu pernyataan, atau nasihat, membuat
perbandingan terhadap 2 objek atau lebih,
membuat promosi perjalanan wisata,
meramalkan
cuaca
dan
nasib,
mendeskripsikan
gambar,
membuat
hayalan dan asumsi berdasarkan gambar,
dan menceritakan rambu-rambu dan tanda
larangan, menceritakan prosedur atau
proses, dan memberikan arah dengan
menggunakan tenses yang tepat.
Di dalam bahasa Inggris, tenses
sangat
berpengaruh
terhadap
tipe
pernyataan
yang
akan
diungkap.
Misalnya, untuk menggambarkan suatu
Anwar Mustofa, Pengusaan Struktur
Kalimat Bahasa Inggris
16
kejadian atau peristiwa yang sudah
berlalu, tenses yang tepat digunakan
adalah
Past
Tense;
untuk
mendeskripsikan sebuah gambar, tenses
yang tepat adalah Present Continuous
Tense, dan seterusnya. Tenses juga dapat
dipahami sebagai kalimat sebab kalimat di
dalam bahasa Inggris ditandai dengan
adanya subjek dan predikat di mana
bentuk kata kerja yang mengisi gatra
predikat akan menentukan jenis tenses.
Perumusan Masalah
Berdasarkan pada tujuan akhir
pengajaran bahasa Inggris di semester 2,
yaitu mahasiswa dapat membuat cerita
berdasarkan ide dan kreatifitasnya,
peneliti tertarik untuk mengetahui
kemampuan bahasa Inggris mahasiswa
Jurusan Administrasi Niaga semester 2.
Kemampuan bahasa Inggris digambarkan
pada jumlah kosa kata yang digunakan
dalam membuat karangan (cerita),
kesalahan dalam pembuatan kalimat, ideide yang sering digunakan dalam
karangan mereka, dan sebaran kata yang
digunakan dalam karangan mereka.
Pertanyaannya adalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah
penguasaan
struktur kalimat Bahasa Inggris
mahasiswa jurusan Administrasi
Niaga?
2. Bagaimanakah tingkat kesalahan
mereka dalam pembuatan kalimat?
3. Berapa kata rata-rata mahasiswa
dapat membuat narasi/karangan
dalam bahasa Inggris?
4. Apa
tema
yang
terutama
digunakan dalam narasi/karangan
mereka?
5. Bagaimanakah sebaran kosa kata
yang digunakan dalam karangan
mereka?
Peneltitian ini bertujuan untuk
memperbaiki sistem atau cara pengajaran
bahasa Inggris khususnya di semester 2
Di dalam bahasa Inggris terdapat 5
pola dasar pembuatan kalimat:
1. S-V (Subject-Verb), contohnya:
John sleeps.
Jill is eating.
Jack will arrive next week.
2. S-V-O (Subject-Verb-Object),
contohnya:
I like rice.
She loves her job.
He’s eating an orange.
3. S-V-Adj (Subject-VerbAdjective):
He is funny.
The workers are lazy.
Karen seems angry.
4. S-V-Adv (Subject-Verb-Adverb):
Jim is here.
Flowers are everywhere.
No one was there.
5. S-V-N (Subject-Verb-Noun),
contohnya:
She is my mom.
The men are doctors.
Mr. Jones is the teacher.
Meskipun
istilahnya
adalah
kalimat sederhana, tetapi kalimat dalam
kalimat sederhana boleh jadi kalimatnya
sangat pendek hanya terdiri dari dua kata
meskipun boleh juga panjang. Perhatikan
kalimat di bawah ini:
1. Time flies.
2. The great prominence of the need
for love and belongingness is
illustrated by the pervasiveness of
love-oriented themes in our
literature and music.
Kedua kalimat merupakan kalimat
sederhana tetapi kalimat pertama jauh
lebih pendek dibanding kalimat kedua.
Kalimat yang baik adalah kalimat yang
dapat mengekspresikan gagasan dengan
menggunakan model struktur kalimat
yang tepat.
Kata kerja (verb) adalah jenis kata
yang akan mengisi gatra predikat.
Menurut Frank (1972), di dalam bahasa
Inggris, terdapat 3 macam kata kerja:
auxiliary verbs, lingking verbs, dan action
verbs. Auxiliary verbs adalah kata yang
Anwar Mustofa, Pengusaan Struktur
Kalimat Bahasa Inggris
17
digunakan
untuk
mengungkapkan
‘suasana’ (moods) atau tense. Auxiliary
verbs di antaranya adalah: will, would,
may, might, shall, should, can, could,
must.Linking verbs terkait dengan sifat
atau keterangan subjek (adverbs or
adjectives attributes of a subject).
Beberapa linking verbs di anataranya: be,
look, dan become. Action verbs adalah
semua kata kerja kecuali auxiliary verbs
dan lingking verbs.Lingking verbs dan
action verbs memiliki bentuk present (V1), past (V-2) dan past participle (V-3),
tetapi auxiliary verbs hanya memiliki
bentuk present dan past saja.
Kalimat compound merupakan
dua (atau lebih) kalimat sederhana
independen yang dihubungkan dengan
conjunction (kata penghubung) seperti
because, although, when, while, as,
although (dalam adverbial construction),
if, whether, that, what, who, where, when,
how, why, if (dalam reported speech
construction), dan if dan unless (dalam
conditional sentences) atau dengan koma
saja. Kalimat complex adalah dua atau
lebih kalimat yang salah satu atau duanya
menjadi dependen (atau berfungsi untuk
menerangkan (modify) salah satu fungsi
dalam kalimat yang independen).Kalimat
compound-complex adalah kalimat yang
terdiri dari satu atau dua kalimat
dependen
yang
berfungsi
untuk
menerangkan (modify) salah satu atau
lebih kalimat independen.Jadi, reported
speech, comparison of adjective and
adverb of manner, conditional sentences
merupakan contoh kalimat compound.
Reported speech mempelajari cara
mengubah suatu pernyataan lansung
(direct statement) menjadi pernyataan tak
langsung (indirect statement atau
reported speech). Pemahaman tentang
aturan dalam membuat perbandingan
suatu object (noun) atau aktivitasnya
(verb) dipelajari dalam comparison of
adjective and adverb of manner.
Conditional sentence ada dua macam: the
real conditional and unreal conditional.
Real conditional mengisyaratkan bahwa
suatu tindakan atau kejadian dapat terjadi
di masa mendatang, contohnya adalah
suatu statement “I’ll go out if it doesn’t
rain tonight”.Unreal conditional adalah
bahwa suatu kejadian atau tindakan sudah
terjadi di waktu lampau dan saat ini
sedang merasakan kegalauan karena
kejadian yang dibayangkannya sudah
terjadi.
Narasi dapat terdiri dari beberapa
paragraph. Sebuah paragraph yang baik
harus memiliki ide yang saling berkaitan
dan diorganisir dengan baik. Ide yang
utama atau ide pokok tertuang dalam
kalimat utama (topic sentence). Kalimat
utama ini ditunjang atau didukung oleh
beberapa kalimat pendukung (supporting
sentences) yang mengembangkan ide
utama paragraph tersebut.
Metode Penelitian
Untuk mengetahui kemampuan
bahasa Inggris mahasiswa semester 2
Jurusan Administrasi Niaga, peneliti akan
menggunakan
metode
penelitian
deskriptif kualitatif. Semester 2 jurusan
Administrasi Niaga terdiri dari program
studi Administrasi Niaga dan MICE
(Meeting, Incentive, Conggress, and
Events). Terdapat 6 kelas untuk program
studi Administrasi Niaga yang terdiri dari
3 kelas program reguler pagi, 3 kelas
program reguler sore, dan 2 kelas program
studi MICE. Tiap kelas diberi materi yang
sama, yaitu setiap mahasiswa harus
membuat presentasi (dapat berupa
promosi atau penyampaian informasi
baru, atau berbagi pengalaman) setelah
mereka mengetahui cara penggunaan
tenses. Tiap kelas terdiri dari 24--30 orang
mahasiwa.
Dari
192--240
orang
mahasiswa, peneliti menggunakan 30
kumpulan tugas sebagai sampel atau
sekitar 15% dari seluruh populasi: 12
sampel
dari
Mahasiswa
jurusan
Administrasi Niaga program reguler pagi,
12 sampel dari mahasiswa jurusan
Administrasi Niaga program sore, dan 6
Anwar Mustofa, Pengusaan Struktur
Kalimat Bahasa Inggris
18
sampel
dari
mahasiswa
jurusan
Administrasi Niaga program MICE. Dari
30 kumpulan tugas, selanjutnya peneliti
membatasi pada tugas komposisi yang
didasarkan pada past tense, present
perfect tense, present future tense, present
continuous tense, assumption, dan
conditional sentence. Dengan demikian,
total ada sekitar 180 karangan yang akan
dianalisa untuk dijadikan sampel.
Selanjutnya, langkah-langkah dalam
melakukan analisa adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui jumlah kata
yang digunakan dalam karangan
mahasiswa,
peneliti
akan
menfokuskan pada 4 jenis kata
saja yang terutama berperan dalam
struktur fungsi kalimat (Frank:
1972), seperti Noun untuk mengisi
Subjek, Verb untuk mengisi
Predikat,
Adjective
untuk
menerangkan Noun, dan Adverb of
manner untuk menerangkan Verb.
Kata penghubung (conjunction),
kata depan (preposition), kata
ganti, article seperti a/the, dan
lainnya tidak dihitung.
2. Untuk
mengetahui
tingkat
kesalahan
mereka
dalam
pembuatan
kalimat,
peneliti
pertama-tama akan menghitung
jumlah kalimat yang ada dalam
satu karangan dan selanjutnya
membandingkan struktur kalimat
yang dibuat salah oleh mahasiswa
dibanding struktur kalimat yang
dibuat benar.
3. Untuk mengetahui tema yang
digunakan dalam karangan mereka
peneliti
akan
menganalisa
berdasarkan kata yang sering
digunakan di dalam karangan
mereka (main word) dalam tiap
narasi.
4. Untuk mengetahui sebaran kosa
kata yang digunakan, peneliti akan
mendasarkan pada jumlah kata
yang digunakan (langkah 1),
mendaftar
dan
selanjutnya
mentabulasikan tiap kata-kata
yang digunakan dalam karangan
mereka.
Selanjutnya hasil olah data ini
akan
dianalisa
untuk
mengetahui
penguasaan kalimat bahasa Inggris dan
kemampuan mahasiswa dalam membuat
narasi berbahasa Inggris.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Penguasaan Struktur Kalimat Bahasa
Inggris Mahasiswa Jurusan
Administrasi Niaga
Penguasaan pembuatan struktur
kalimat yang benar, 47,7% mahasiswa
jurusan Administrasi Niaga dapat
membuat kalimat bahasa Inggris dengan
benar. Mahasiswa program reguler pagi
secara umum lebih baik dibanding
program reguler sore. Dari 12 sampel,
66,7% mahasiswa program reguler pagi
dapat membuat kalimat dengan benar
dibanding mahasiswa program reguler
sore yang hanya 43,1% saja yang dapat
membuat
kalimat
dengan
benar.
Penguasaan mahasiswa program MICE
adalah yang terendah karena hanya 33,4%
saja yang dapat membuat kalimat dengan
benar.
Analisa Kesalahan Pembuatan Kalimat
Berbahasa Inggris Mahasiswa Jurusan
Administrasi Niaga
Dalam
pembuatan
kalimat,
umumnya mahasiswa membuat kesalahan
mengenai tenses (57%), kesalahan
mengenai dua kata kerja (double verbs)
untuk posisi predikat (21,6%), kesalahan
tidak berpredikat (12,6%), kesalahan tidak
dapat membuat kalimat pasif dengan
benar (8,7%), kesalahan tidak berpredikat
(0,05), dan kesalahan tidak bersubjek
(0,05).
Tentang diksi atau penggunaan
kata dalam narasi, 47,7% mahasiswa
Anwar Mustofa, Pengusaan Struktur
Kalimat Bahasa Inggris
19
jurusan Administrasi Niaga menggunakan
pilihan kata yang tidak tepat atau hanya
separuh lebih sedikit saja dari jumlah
mahasiswa (sekitar 52,3%) yang dapat
membuat narasi dengan pilihan diksi yang
tepat. Mahasiswa MICE paling banyak
membuat kekeliruan pilihan kata (58,3%),
disusul mahasiswa pagi sebesar 48,6%,
dan mahasiswa program regular sore
sebesar 36,1%.
Jumlah
Kata
Rata-Rata
Mahasiswa
Dapat
Membuat
Narasi/Karangan
Dalam
Bahasa
Inggris
Jumlah kata rata-rata mahasiswa
dapat membuat narasi/karangan dalam
bahasa Inggris adalah 61 kata. Mahasiswa
program reguler pagi membuat narasi
lebih banyak
(70 kata) dibanding
mahasiswa program reguler sore (60
kata). Mahasiswa program MICE
membuat lebih singkat narasi (46 kata).
Tema Yang Terutama Digunakan Oleh
Mahasiswa
Untuk menentukan tema yang
digunakan peneliti mengfokuskan pada
topic Past Tense (di mana mahasiswa
diminta untuk menceritakan pengalaman
masing-masing secara detail dari sebab
terjadinya suatu kejadian (event) sampai
pada akhir kejadian tersebut secara urut)
dan Present Perfect Tense (di mana
mahasiswa diminta untuk menceritakan 3
pengalaman berbeda yang diawali dengan
Present Perfect Tense.. Tema pada selain
Past Tense sangat terbatas hanya
menceritakan aktivitas beberapa orang
dalam gambar dalam satu titik waktu.
Berdasarkan focus pada narasi
pengalaman tersebut, terdapat 3 tema
utama yang sangat disukai oleh
mahasiswa jurusan Administrasi Niaga
adalah
1)
narasi
yang
bertema
‘pengalaman yang kurang mengenakkan
atau unhappy experiences’ (seperti,
kecelakaan (baik motor maupun mobil),
jatuh dari tangga, jaruh dari pohon, jatuh
dari mobil, jatuh dari tempat tidur, jatuh
dari ayunan, ditinggal orang yang
dicintai), pengalaman yang memalukan
atau
embarrassing
experiences,
kekecewaan atau kebingunan (seperti
salah mengambil jalan, salah masuk
rumah, kehilangan uang, dikejar anjing,
dikejar orang gila, atau kehilangan
handphone),
2)
narasi
bertema
menyenangkan, seperti ulang tahun tak
terlupakan, memangkan kompetisi atau
pertandingan, dan 3) narasi yang bertema
netral (tidak kurang-menngenakkan tetapi
juga tidak menyenangkan), seperti narasi
tentang memelihara kelinci atau hamster,
pengalaman naik motor atau mobil,
tinggal di perkampungan Baduy. Narasi
bertema pengalaman yang kurang
menngenakkan diceritakan oleh 59,5%
mahasiswa jurusan Administrasi Niaga,
19%
bercerita
pengalaman
yang
mengenakkan, dan 21,5% bercerita
pengalaman yang bersifat netral.
Sebaran Kosa Kata Yang Digunakan
Dalam Narasi Mahasiswa
Untuk menghitung sebaran kata
yang digunakan oleh mahasiswa jurusan
Administrasi Niaga, peneliti menfokuskan
pada 4 jenis kata utama yang berperan
penting dalam pembuatan kalimat bahasa
Inggris karena mengisi gatra subjek,
predikat, atau keterangan. Keempat jenis
kata tersebut adalah kata benda (Noun),
kata kerja (Verb), kata sifat (Adjective),
dan kata keterangan cara (Adverb of
manner). Artinya, satu kata boleh jadi
akan dihitung dua kali atau lebih jika
memang dapat dibuat turunannya
(derivation-nya). Misalnya, kata act
(Verb) yang berubah menjadi actor
(Noun), berubah lagi menjadi active
(Adjective), dan berubah lagi menjadi
actively (adverb of manner) akan dihitung
4 kali karena artinya memang berbedabeda.
Anwar Mustofa, Pengusaan Struktur
Kalimat Bahasa Inggris
20
Berdasarkan
kriteria
ini,
mahasiswa
program
reguler
pagi
menggunakan 436 kata, program reguler
sore menggunakan 667 kata, dan program
MICE menggunakan 364 kata. Hal ini
berarti mahasiswa pagi cenderung
bercerita tentang pengalaman yang sama
dibanding mahasiswa program reguler
sore. Sedangkan pengalaman mahasiswa
program MICE cenderung sama.
Dengan berpedoman minimal 5
kali suatu kata digunakan dalam narasi
(yang boleh jadi berbeda atau sama),
mahasiswa
pogram
reguler
pagi
menggunakan 52 kata. Enam kata
terbanyak yang digunakan adalah see (23
kali), take (22 kali), go (21 kali), walk (20
kali), school (18 kali), dan friend (17
kali). Artinya mahasiswa program reguler
pagi lebih suka bercerita tentang
pengalaman yang berkaitan dengan mata
dan tangan atau pengalaman yang
berkaitan dengan bepergian dengan teman
di sekolah (I saw, I took, I walked atau I
went to school). Hal ini mungkin dapat
dipahami bahwa pengalaman mereka
belum beranjak dari sekolah sebelumnya
yang mungkin berkesan.
Sementara
itu,
mahasiswa
program reguler sore menggunakan 109
kata Enam kata terbanyak yang digunakan
adalah sebagai berikut: go (57 kali), friend
(53 kali), have (30 kali), money (30 kali),
house (27 kali), dan day (24 kali) dan itu
artinya adalah pengalaman mahasiswa
masih berkaitan dengan pergi bersama
kawan ke rumah go with a friend to a
house, punya uang pada suatu hari have
money one day.
Mahsiswa
program
MICE
menggunakan
39
kata.
Artinya,
mahasiswa program MICE cenderung
untuk mengungkapkan pengalamannya
yang serupa dalam bentuk narasi. Keenam
kata yang paling banyak digunakan oleh
mahasiswa program MICE adalah sebagai
berikut: go (30 kali), friend (25 kali), year
(13 kali), have (12 kali), finally (12 kali),
mother, brother, home, dan old, (masing
10 kali). Artinya, pengalaman mahasiswa
program MICE adalah sekitar pergi
dengan teman, ibu, saudara pada suatu
waktu usia dan akhirnya pulang (when I
was …. Years old, I wentto ….. with a
friend, brother, atau mother….and finally
….. went home).
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan hasil
penelitian, terdapat beberapa kesimpulan
yang dapat diambil:
1. Mahasiswa yang mampu membuat
kalimat denga benar hanya sekitar
48 orang per 100 mahasiswa atau
separuh kurang. Kemampuan
penguasaan struktur mahasiswa
program reguler pagi lebih baik
ketimbang mahasiswa program
reguler sore dan MICE. Namun,
mahasiswa juga masih kesulitan
menggunakan
tenses
dengan
benar. Mungkin hal ini disebabkan
karena bahasa Indonesia tidak
mengenal tenses. Mahasiswa juga
masih
membuat
kekeliruan
penggunaan kata (diction) yang
tepat.
2. Mahasiswa rata-rata hanya mampu
membuat 61 kata yang terdiri dari
4 jenis kata: Noun, Verb,
Adjective, dan Adverb of Manner.
Apabila separuh dari 61 kata
adalah kata kerja yang menduduki
fungsi predikat, artinya mahasiswa
mampu membuat kurang lebih 30
kalimat
sederhana
(simple
sentences) atau 10 kalimat
compound senences dan 10
kalimat simple sentences jika 10
kalimat berisi 2 predikat atau 2
kata kerja dan 10 kalimat
sederhana.
3. Tema yang paling sering dijadikan
bahan cerita oleh mahasiswa
adalah pengalaman yang tidak
Anwar Mustofa, Pengusaan Struktur
Kalimat Bahasa Inggris
21
mengenakkan. Mahasiswa kurang
suka untuk berbagi cerita yang
menyenangkan.
Mahasiswa
program reguler pagi sering
bercerita
berkaitan
dengan
“pengalaman menyaksikan (see),
pengalaman bepergian (go atau
walk to school), di sekolah atau
dalam perjalanan ke sekolah”.
Mahasiswa program reguler sore
suka berbagi pengalaman yang
berkaitan dengan “pergi bersama
kawan ke rumah go with a friend
to a house, dan punya uang pada
suatu hari have money one day”
sedangkan mahasiswa program
MICE berbagi cerita sekitar “pergi
dengan teman, ibu, saudara pada
suatu waktu usia dan akhirnya
pulang (when I was ….Years old,
I wentto ….. with a friend, brother,
atau mother….and finally …..
went home.
Saran
Frank, Marcella. 1972. Modern English:
A Practical Reference Guide. New
Jersey: Prentice Hall, Inc.
Noeng Muhadjir. 2000. Metodologi
Penelitian Kualitatif. Edisi IV.
Yogyakarta: Rake Sarasin.
Schrampfer
Azar,
Betty.
1993.
Understanding and Using English
Grammar.
Jakarta:
Binarupa
Aksara.
http://tensesinenglish.com/Learn
about
What Others Has to Say in English.
http://grammar.ccc.commnet.edu/gramma
r/tenses/tense_frames.htm.
Grammar in English
http://sunarno5.wordpress.com/2007/12/0
6/jenis-karangan/. Jenis Karangan.
http://id.wikipedia.org/wiki/. Karangan
http://www.chaafi.com/images/stories/doc
uments/writing. English Sentence
Structure.
http://free-englishstudy.com/grammar/basic-sentencestructure.html. English Sentence
Structure
Berdasarkan kesimpulan tersebut
di atas, beberapa saran di bawah ini perlu
dipertimbangkan
dalam
proses
pembelajaran untuk mahasiswa:
1. Untuk
memperbaiki
kemampuan identifikasi tenses
dan pembuatan kalimat atau
sentence structure mastery,
maka mahasiswa sebaiknya
diberi banyak latihan yang
berkaitan dengan penggunaan
tenses, seperti PastTense untuk
digunakan dalam berbagi
pengalaman.
Berarti
mahasiswa diminta untuk
bercerita pengalaman.
Daftar Pustaka
Alexander, L.G. 1972. Practice and
Progress: an Integrated Course for
Pre-Intermediate Students. London:
Longman Group Ltd.
Anwar Mustofa, Pengusaan Struktur
Kalimat Bahasa Inggris
Download