4045

advertisement
LAPORAN KASUS PENGELOLAAN NYERI PADA TN. S DENGAN
POST HERNIORAPHY DI RSUD AMBARAWA
123
Mukahar1, Joyo Minardo2, Tri Susilo3
Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo Ungaran
[email protected]
ABSTRAK
Hernia adalah prostrusi atau penonjolan suatu organ defek atau lemah dari
dinding rongga bersangkutan atau melalui tulang pada struktur disekitarnya. Nyeri
merupakan salah satu manifestasi klinis pada pasca bedah mungkin disebabkan
oleh luka operasi. Nyeri adalah keadaan ketika individu mengalami dan
melaporkan adanya rasa ketidaknyamanan yang hebat atau sensasi yang tidak
menyenangkan selama enam bulan atau kurang. Teknik relaksasi nafas dalam
merupakan manajemen non farmakologis yang digunakan untuk mengontrol
nyeri. Teknik relaksasi nafas dalam digunakan karena dapat melepaskan
ketegangan emosional dan otot yang dapat meningkatkan perasaan kontrol
sehingga dapat meningkatkan kemampuan koping individu terhadap nyeri.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengelolaan nyeri pada klien dengan post
hernioraphy di RSUD Ambarawa.
Metode yang digunakan adalah memberikan berupa pengelolaan
keperawatan dalam memenuhi kebutuhan untuk mengatasi nyeri. Pengelolaan
nyeri dilakukan selama 3 hari pada Tn. S. Teknik pengumpulan data dilakukan
dengan menggunakan teknik wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, dan
pemeriksaan penunjang.
Hasil pengelolaan didapatkan nyeri pada luka post operasi yang dirasakan
berkurang dan tidak menyebabkan masalah komplikasi lain akibat dari adanya
nyeri pada luka post operasi pada klien.
Saran bagi perawat di rumah sakit agar menerapkan teknik manajemen
nyeri relaksasi nafas dalam untuk penunjang pengelolaan nyeri pada klien.
Kata kunci: Pengelolaan nyeri
Kepustakaan: 21 (2000-2013)
mendesak dan dapat mempengaruhi
PENDAHULUAN
Era globalisasi merupakan
era
dimana
perkembangan
pola
ilmu
hidup
serta
kesehatannya
sehingga menyebabkan kerja tubuh
pengetahuan dan teknologi semakin
yang
berkembang dengan pesat, sejalan
kelelahan
dengan
berbagai organ tubuh. Kesehatan
permasalah
komplek,
hal
tersebut,
manusiapun
salah
satunya
maka
semakin
berat
manusia
yaitu
dan
serta
juga
menimbulkan
kelemahan
dipengaruhi
dari
oleh
berbagai faktor yaitu seperti penyakit
kebutuhan ekonomi yang semakin
menular maupun
1
tidak menular,
Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo
2
diantaranya:
hipertensi,
stroke,
Penyebab
penyakit
hernia
diabetes mellitus, diare, DHF, dan
yaitu dengan bekerja berat untuk
hernia maupun penyakit neoplasma
memenuhi
lainnya yang dapat menyebabkan
mengangkat benda berat, kebiasaan
kematian di dunia maupun kalangan
mengkonsumsi
masyarakat (Sugeng & Weni, 2010).
serat,
Di
Indonesia
hernia
kebutuhan
yang
konstipasi
seperti
makanan
dapat
kurang
menyebabkan
sehingga
mendorong
menempati urutan ke delapan dengan
mengejan saat defekasi. Selain itu,
jumlah 291.145 kasus. Untuk data di
batuk,
Jawa Tengah, mayoritas penderita
berpengaruh dalam meningkatkan
selama bulan Januari-Desember 2007
tekanan intra abdominal sehingga
diperkirakan
penderita.
terjadi kelemahan otot-otot abdomen
Peningkatan angka kejadian Penyakit
yang dapat menimbulkan terjadinya
Hernia
di
hernia inguinalis, yang dapat menjadi
Indoneisa khusunya Provinsi Jawa
hernia scrotalis bila kantong hernia
Tengah bisa disebabkan karena ilmu
inguinalis mencapai scrotum. Bisa
pengetahuan dan teknologi semakin
juga karena orang yang mempunyai
berkembang dengan pesat, sejalan
penyakit dengan tonjolan dilipat
dengan
maka
paha kemudian dibawa ke dukun
permasalahan manusiapun semakin
sebelum dibawa ke rumah sakit atau
komplek,
dokter.
425
Inguinalis
hal
Lateralis
tersebut,
salah
satunya
yaitu
kehamilan,
Ada
dapat
pula
juga
sebagian
kebutuhan ekonomi yang semakin
masyarakat yang merasa malu bila
mendesak. Hal tersebut menuntut
diketahui
manusia untuk berusaha memenuhi
demikian, sehingga hal-hal inilah
kebutuhannya dengan usaha yang
yang kadang kala memperlambat
ekstra, tentunya itu mempengaruhi
penanganan penyakit dan khususnya
pola hidup dan kesehatannya yang
hernia. Dapat juga karena sebab
dapat menyebabkan kerja tubuh yang
didapat atau anomali kongenital. Di
berat
Indonesia setiap tahun diperkirakan
yang
kelelahan
dapat
dan
menimbulkan
kelemahan
berbagai organ tubuh.
dari
40
ribu
menderita
mempunyai
penduduk
penyakit
penyakit
Indonesia
hernia
dan
sebagian besar diperbaiki dengan
Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo
3
pembedahan.
Hernia
inguinalis
Tn. S dengan post hernioraphy di
adalalah jenis hernia yang paling
RSUD Ambarawa.
banyak ditemui dan hamper 75%
METODE
penyandang hernia mengalami jenis
ini (Wahyuni, 2006).
Hernia merupakan prostrusi
Metode
yang
adalah
memberikan
berupa
perawatan
digunakan
pengelolaan
pasien
dalam
atau penonjolan isi suatu rongga
memenuhi kebutuhan pencegahan
melalui defek atau bagian lemah dari
nyeri. Pengelolaaan ini dilakukan
dinding
bersangkutan
selama 3 hari pada Tn. S. Tehnik
Menurut
pengumpulan data dilakukan dengan
rongga
(NANDA,
2013).
Sjamsuhidajat
dan
Jong
(2005),
menggunakan
tehnik
wawancara,
bahwa hernia dapat disebabkan oleh:
pemeriksaan
fisik,
observasi,
anomali congenital atau karena sebab
pengkajian primer dan sekunder.
yang dapat dijumpai pada setiap usia,
HASIL DAN PEMBAHASAN
lebih banyak pria dari pada wanita,
prosedur vaginalis
nyeri sebagai suatu sensasi
yang terbuka
sensoris subyektif dan pengalaman
dengan anulus inguinalis yang benar,
emosional yang tidak menyenangkan
peningkatan tekanan dalam rongga
berkaitan dengan kerusakan jaringan
perut
yang aktual atau potensial atau yang
secara
kronik,
obesitas
kehamilan, mengangkat beban berat.
Berdasarkan
observasi
dirasakan dalam kejadian-kejadian
dimana terjadi
kerusakan. Respon
didapatkan data pada bulan desember
nyeri adalah respons setempat dari
2014 penderita hernia sebanyak 13
sistem syaraf pusat terhadap nyeri.
pasien, pada bulan januari sebanyak
Respon ini adalah respons adaptif
14
dan
pasien
sebanyak
dan
bulan
9 pasien.
februari
melindungi
Berdasarkan
kerusakan
medical record RSUD Ambarawa,
penulisan
2014.
pengelolaan
Berdasarkan uraian tersebut
maka
penulis
mengangkat
tertarik
Karya
Tulis
untuk
Ilmiah
dengan judul pengelolaan nyeri pada
jaringan
lebih
ini
lanjut.
untuk
nyeri
dari
Tujuan
mengetahui
pada
post
hernioraphy di RSUD Ambarawa.
penulis
memprioritaskan
diagnosa nyeri sebagai diagnosa
pertama
pascaoperasi
karena
Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo
4
menurut
Hierarki
Maslow,
kesejahteraan individu. Nyeri juga
kebutuhan dasar manusia dibagi
menyebabkan isolasi sosial, depresi
menjadi
yaitu:
dan perubahan konsep diri. Ini
kebutuhan
memerlukan tindakan keperawatan
lima
kebutuhan
tingkatan,
fisiologis,
keselamatan
dan
rasa
aman,
yang
lama,
mengembangkan
kebutuhan rasa cinta memiliki dan
hubungan
dimiliki, harga diri, dan aktualisasi
pasien berpusat pada kemampuan,
diri.
membina
untuk
aktualisasi
mencapai
diri,
kebutuhan
individu
harus
interpersonal
dan
dengan
mempertahankan
hubungan peduli yang meyakinkan
memenuhi kebutuhan dari tingkat
bahwa
terendah yaitu kebutuhan fisiologis.
meningkatkan harga diri pasien, dan
Kebutuhan fisiologis klien seperti
memperoleh rasa percaya pasien. Hal
makan, minum, BAB, BAK, serta
ini membuat pasien merasa nyaman
tempat
dan aman dan mempertahankan gaya
tinggal
sudah
terpenuhi.
Sedangkan kebutuhan keselamatan
pasien
berharga,
hidup yang lebih baik.
dan rasa aman klien belum terpenuhi
Hasil dari evalusi selama
karena klien menyatakan nyeri pada
pengelolaan 3 hari dengan klien
area operasi. Masalah nyeri tersebut
mengatakan
nyeri setelah operasi
akan
berkurang
dengan
sangat
mengganggu
skala
kenyamanan klien. Jika nyeri tidak
mengajarkan
segera
akan
menggunakan teknik relaksasi nafas
menimbulkan nyeri yang bertambah
dalam. Pasien tampak rilek dan
dan dapat mempengaruhi kebutuhan
senang. Hal tersebut sesuai dengan
fisiologis
yang
penelitian
gangguan
istirahat
diatasi
ketidakmampuan
maka
lain
misalnya
tidur
dan
pasien,
imobilisasi
kepada
2,
Endah
dkk
klien
(2011)
menunjukan bahwa teknik relaksasi
berpengaruh
terhadap
respon
pada individu, sehingga kondisi ini
adaptasi nyeri disebabkan oleh luka
akan merusak kemampuan individu
operasi.
untuk melakukan aktivitas perawatan
relaksasi terhadap respon adaptasi
diri. Oleh karena itu, pendekatan
nyeri.
Ada
pengaruh
teknik
kesehatan holistik menjadi intervensi
yang penting untuk mempertahankan
Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo
5
Implementasi pada Tn. S
KESIMPULAN
Dari
hasil
pengkajian
sesuai dengan intervensi yang telah
diperoleh data subyektif yaitu Pasien
direncanakan, yaitu mengkaji tingkat
mengatakan nyeri bagian luka post
nyeri dan karakteristiknya, mengukur
operasi dengan hasil penkajian nyeri:
skala nyeri dan tanda-tanda vital,
Provocative:
operasi
memberikan posisi tirah baring, dan
timbul saat digerakan dan batuk,
mengajarkan teknik relaksasi nafas
Quality: Seperti di iris-iris, Region:
dalam.
Nyeri
luka
Dibagian daerah post operasi, Scale:
Evaluasi
dari
pengelolaan
Skala 6, Time: Terus menerus timbul
nyeri penulis lakukan selama 3 hari
kira-kira 1 menit. Data obyektif
pada Tn. S dengan masalah nyeri
adalah tekanan darah 160/100 mmhg,
teratasi.
Nadi
SARAN
88x/menit,
pasien
tampak
lemah dan meringis kesakitan
Saran bagi perawat rumah sakit
Diagnosa keperawatan pada
diharapkan
dapat
melakukan
Tn. S adalah nyeri berhubungan
pengelolaan nyeri pada pasien post
dengan diskontinuitas jaringan.
hernioraphy sebelum nyeri yang
Intervensi pada Tn. S antara
dirasakan
sehingga
nyeri
yang
lain yaitu kaji skala nyeri dan
dirasakan tidak mengganggu aktifitas
karakteristiknya,
klien.
mengetahui
rasional
skala
nyeri
untuk
dan
karakteristinya, kaji tanda-tanda vital
klien rasional untuk mengetahui
batas
normal
tanda-tanda
vital,
ajarkan teknik relaksasi nafas dalam
untuk mengurangi nyeri rasional
untuk mengurangi rasa nyeri dengan
cara nafas dalam, kolaborasikan
dengan tim medis tentang pemberian
obat analgetik untuk mengurangi
nyeri.
DAFTAR PUSTAKA
Ardian, R., & G., M. Adwan. (2013).
Penyakit Hati Lambung Usus dan
Ambeie edisi 1. Yogyakarta: Nuha
Medika.
Bararah & Jauhar. (2013). Asuhan
Keperawatan Panduan Lengkap
Menjadi Perawat Profesional Jilid 2.
(Umi Arthelia Kurniati, Penerjemah).
Jakarta: Pustakarya.
Boerley & Grace. (2006). Al A
Glance Ilmu Bedah Edisi 3. Jakarta:
EGC.
Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo
6
Bradero, M.dkk. (2008). Prinsip dan
Praktik Keperawatan Perioperatif.
Jakarta: EGC.
Carpenito, L.J. (2007). Buku Saku
Diagnosa Keperawatan Edisi 10
(Yasmin Asih, Penerjemah). Jakarta:
EGC.
Diyono & Mulyani, S. (2013).
Keperawatan Medika Bedah Sistem
Pencernaan edisi 1. Jakarta: Prenada
Media Group.
Doenges, M.E., & Moorhouse, M.F.
(2000).
Rencana
Asuhan
Keperawatan Edisi 3 (Monica Ester
dan Yasmin Asih, Penerjemah).
Jakarta: EGC.
Endah, E.N.,
Herniyatun., &
Safrudin, ANS. (2011). Pengaruh
Teknik Distraksi Relaksasi Terhadap
Penurunan Intensitas Nyeri Pada
Pasien Post Operasi Laparatomi di
PKU Muhammadiyah Gombong.
Mei
12,
2014.
http://ejournal.stikesmuhgombong.ac
.id/index.php/JIKK/article/view/23.c
om.
Hidayat, A.A. (2009). Konsep Dasar
Keperawatan. Jakarta: Salemba
Medika.
Ibrahim, (2006). Operasi Hernia
Dengan Metode Kugel. April 5,
2014.
http://www.hernia/fajar
Online.co.id.
Kusala. (2008). Hernia Inguinalis.
April 5, 2014. http: //www.hernia.
Inguinali/dalam.
NANDA.
(2013).
Panduan
Penyuluhan Asuhan Keperawatan
Profesional Jilid 1.(Amin Huda
Nurarif.
Hardhi
Kusuma,
Penerjemah)
Medika.
Yogyakarta:
Prima
Nugroho. (2008). Pascaoperasi
hernia datang lagi. April 5, 2010.
http://www.sindotechno.com.
Potter, P.A., & Perry, A.G. (2005).
Buku
Ajar
Fundamental
Keperawatan: Konsep, Proses, dan
Praktik Edisi 4 Volume 1 & 2
(Renata Komalasari, Monica Ester,
Devi Yulianti, Intan Parulian,
Penerjemah). Jakarta: EGC.
Price.
A.,
Sylvia.
(2005).
Patofisiologi Edisi 6 Jilid 1
(Huriawati Hartanto, Penerjemah).
Jakarta: EGC.
Rendy, N., C. & Margareth. (2012).
Asuhan Keperawatan Medikal Bedah
Penyakit Dalam. Yogyakarta: Nuha
Medika.
Rohmah & Walid. (2010). Proses
keperawatan teori dan aplikasi.
Yogyakarta: arrruz.
Sjamsuhidajat, R., & Jong, W.D.
(2005). Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi
2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC.
Smeltzer, S.C., & Bare, B.G. (2002).
Buku Ajar Keperawatan Medikal
Bedah Brunner & Suddarth Edisi 8
Volume 1 & 2 (Agung Waluyo,
Monica Ester, Yasmin Asih, Andry
Hartono, Penerjemah). Jakarta: EGC.
Sugeng, J., & Weni, K. (2010).
Asuhan Keperawatan Post Operasi.
Yogjakarta: Nuha Medika.
Wahyuni. (2006). Tentang Penyakit
Hernia.
April
5,
2014.
http://www.medikaholistik.com.
Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo
7
Wilkinson, J. M. (2007). Buku Saku
Diagnosis Keperawatan Dengan
Intervensi NIC dan kriteria hasil
NOC Edisi 7. (Widyawati, Syahirul
Alimi, Elsi Dwihapsari, Intan Sari
Nurjanah, Penerjemah.). Jakarta:
EGC.
Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo
Download