Prosiding Seminar Nasional dan Kongres PATPI 2008

advertisement
PROSIDING Seminar Nasional dan Kongres PATPI 2008
Penerapan llmu dan Teknologi untuk Meningkatkan Kualitas datl Ketahanan Pangan dalam Memperluas AksesPasar Palembang, 14-16 Qktober 2008
Kelompok KaJian: Kimia Pangan (KP) Mikrobiologi Pangan (MP) Biokimia Gizi dan Kesehatan (BGK) Teknologi Proses Pangan (TPP) Mutu dan Keamanan Pangan (MKP) Aspek Ekonomi (AE) Diselenggarakan oleh:
PERHIMPUNAN AHltTEKNOlOGLPANGANINDONESIA
(The Indonesian Association of Food Technologists) .
CABANG SUMATERA SELATAN (PATPI SUMSEl) Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya JI. Raya Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya, Kab. Ogan llir 30662 Telp. (+627115806641 +62711580934 Fax (+62711 580934) Beke~asama
dengan: Jurusan Teknologi Pertanian dan PS Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Pertanian, serta PS Agribisnis Pascasa~ana Universitas Sriwijaya PemerintahDaerah Sumatera Selatan PROSIDING Seminar Naslonal dan Kongres PATPI2008 ISBN 978·979·95249·7·3 ~ditor.
AriHayati Anny Yanuriati Tri watdani Widowati Hilda Agustina Hersyamsi FilliPratama Arjuna Neni Triana Puspitahati PERHIMPUNAN AHLI TEKNOLOGI PANGAN INDONESIA (The Indonesian Association of Food Technologists) CABANG SUMATERA SELATAN (PATPI SUMSEL) Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya JI. Raya Palemban~Prabumulih Km. 32 Inderalaya, Kab. Ogan llir 30662 Telp. (+627115806641 +62711580934 Fax (+62711580934) ISBN 978-979-95249·7-3
Prosldlng Seminar PATPI , Pa/embang, 14-16 Oldober 200B Sambutan Ketua Panitia
Assalamu'alaikum wr. Wb.
Puji syukur kami panjatkan ke hadhirat Allah swr atas terselenggaranya Seminar dan Kongres PATPf 2008 di Palembang. Seminar ini diselenggarakan olah Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) beke~asama dengan Jurusan Teknologi Pertanian dan PS Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Pertanian: serta PS Agribisnis Pascasa~ana Universitas Sriwijaya dan didukung oleh Pemerintah Daerah Sumatera Selatan. Tema seminar in! adalah "Penerapan //mu dan Tekn%gi untuk Ifeningkatkan Kua/itas dan Ketallanan Pangan cia/am Memperluas Aks8$ Pass"'. Tema ini sengaja diangkat karena disesuaikan dengan kondisi Sekarany tentang pangan di Indonesia, khususnya yang bersangkutan dengan kualitas, ketahanan pangan, dan akses pasar. seminar ini bertujuan sebagai ajang pertukaran informasi tentang hasil penelitian oleh ahli serta praktisi di bidang teknologi pertanian dalam menjawab isu·isu. pangan terkini di Indonesia. Selain itu, melalui seminar ini diharapkan menghasilkan sumbangsih hasil-hasil pemikiran tentang pangan, khususnya perbaikan kualitas, peningkatan ketahanan pangan dan perluasan akses pas~r kepads' para pembuat kebijakan masalah pangan. Seminar inr diikuti oleh para peneliti, praktisi, pemerhati, dan para pembuat kebijakan tentang pangan, dan mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia serta negeri Jiran, khususnya Malaysia dan Singapura. Pembicara utama juga berasal dari Jerman, dan Malaysia. Panitia mengucapkan terimakasih kepada para pembicara utama,
pemakalah, semua pihak yang mendukung atas terselenggaranya Seminar
Nasional dan Kongres PATPI 2008 di Palembang. Terimakasih yang sebesar·
besarnya, kar.1: u~pkan k~pada Ibu Re~or Universitas Sriwijaya, Gubemur _
Sumatera Selatan, Walikota P&lembarig. Dei<an Fakultas Pertanian, Direktur
Pascasa~ana Unsri, PT Meizy Intemasional, Bogosari flour & Mills, Indofood
Sukses Makmur area Sumsel, Nestle Indonesia wilayah Sumsel atas berbagai
sumbang sih demi keiancaran acara ini. Akhimya, kami berharap seminar dan
kongres ini berjalan lancar, dan bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa
Indonesia khususnya dan umat manusia pada umumnya.
··Wassafam,
Palembang, 14 Oktober 2008 Ketua Dr. Ir. Elmeizy Arafah, MS.
11
ISBN 978-979-95249-7-3
ProaIdlng
Seminar PA TPI , Pa/embang, 14-16 Olctober 2008
Sambutan Rektor Universitas Sriwijaya
Assa/amu'a/aikum wr. wb Yang saya hormati, Bapak Menteri Perlanian Republik Indonesia, Yang saya hormati, bapak Gubemur Sumatsra Selatan, Yang saya hormati, Ketua PA TPI Pusat, Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M. Sc. Yang saya hormati, para Undangan, Yang saya hormati, para pembicara utama, Dan para peserta Seminar Nasional dan Kongres Patpi 2008 yang berbahagia, Marilah, pada kesempatan yang baik ini kita panjatkan puji syukur
kehadhirat Allah swr yang telah melimpahkan banyak karunia kepada kita. Kita
juga wajib bersyukur kepada-Nya atas semua nikmat, terutama berupa ilmu
pengetahuan teknologi khususnya yang berkaitan dengan pang an yang Alloh
limpahkan kepada kita semua.
Kepada seluruh pes~rta seminar, baik yang berasal dari dalam negeri atau
yang. berasa! dari luar negeri, saya mengucapkan selamat datang di kota
bersejarah, Palembang. Kiranya sangat tepat apabila event sebesar ini
dilaksanakan d! Kota Palembang, karena dua alasan. Pertama, bahwa kota ini
menyimpan berbagal k6:-ag~~~o .j6;-;:3 makanan tradisional yang telah
mengglobal, seperti pempek dan turunannya serta jenis makanan lain, yang bisa
dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia, bahkan manca negara. Namun karena
masih adanya keterbatasan pengemasan dan teknologi, pempek yang ada di luar
kota Palembang rasanya belum bisa menyamai pempek yang ada di kota ini.
Kepada semua peserta, mumpung bapak-dan ibu sedang berada di kota kelahiran
pempek: silahkan menikmati pempek asli, di bumi Sriwijaya. Yang kedua,
Sumatera Selatan telah dicanangkan oleh pemerintah daerah sebagai lumbung
energi dan lumbung pangan.
Saya percaya, hasil-hasil penelitian yang bapak dan ibu lakukan selama
kurun waktu tertentu, sangat besar peranannya untuk mengembangkan pangan di
Indonesia, khususnya yang berhubungan dengan kualitas, ketahanan pangan,
dan peluang pasar global. Penelitian itu akan lebih nyata manfaatnya, apabila
para praktisi, terutama industri pangan, dapat mengakses dan mengaplikasikan
hasil-hasil penelitian tersebut. Oleh sebab itu, wadan dalc:m bentuk PATPI
menu rut saya adalah wadah yang ideal untuk menampung para ahli dan praktisi
dalam pengembangan masalah pangan khususnya di Indonesia. Saya yakin,
melalui ---event-ini -peserta· -bisa ~saling-bertukar infonnasi yang benn~nfaat dan
menghasilkan komitmen bersama dalam peningkatan masalah pangan ·kita.
Akhimya, kepada semua peserta, saya mengucapkan selamat berseminar
dan berkongres, semoga segaianya baljalan lancar. Dan apabila telah kembali ke
kota masing-masing saya berharap bahwa kunjungan bapak dan ibu sekalian ke
Kota Palembang akan menjadi kenangan yang indah dalam kehidupan bapak dan
ibu di masa mendatang. Sekali lagi, selamat berseminar, semoga Allah meridoi
kita semua, amino
Wassalamu alaikum wr. wb.
Rektor Universitas Sriwijaya
Prof. Dr. Badia Parizade, M.BA.
III
ISBN 918-819-95249-1-3
,ldlng
"nar PATPI , Pa/embang, 14-16 0Ict0ber 2008
Sambutan Ketua PATPI Pusat
00 PANGAN SEDUNIA, VISIT MUSI 2008, KRISIS EKONOMI GLOBAL DAN
SEMINAR NASIONAL PATPI2008:
Sebuah renungan dan aJakan
Punviyatno Hariyadil Ketua Umum Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (pATPI), Periode 2006-2008. Seminar Nasional Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) leaH ini
:lenggarakan pada tanggall4-16 Oktober 2008. Untuk tahun ini Seminar Nasioncl ini
, berbarengan dengan Kongress PATPI yang akan menunjukkan ketua Umum PA TPI
de periode berikutnya (2008-2010).
Seminar Nasional PA TPI 2008 ini diselenggarakan bertepatan dengall berbagai
nen penting lainnya; antara lain adalah (1) peringatan Hari Pangan Sedunia (16
obei), (2) kegiatan promosi wisata lokal Visit Musi 200~, dan (3) kondisi krisis
nomi global yang dampaknya mulai dirasakan juga di Indonesia. Ketiga momen yang
ingkupi penyelenggaraan pertemuan tahunan P A TPI ini tidak terisolasi· satu sarna-lain;
pi justru saling terkait Bahkan; dikaitikan dengan pertemuan tahunan FATPI 2008: Uri,
tilihan . tema sentralnya -yaitu Peranan Ilmu dan Teknologi unluk' Meningkatkan
rlita... dan Ketahanan Pangan dalam Memperlua... Abes Pa...ar- sungguh tepat dan
berkaitan dengan berbagai momen yang melingkupinya.
l\:fomen pertama; Han Pangan Sedunia.
Hari Pangan Sedunia, yang diperingati setiap tahunnya di setiap tgl 16 Oktober,
upakan ml)men penting untuk mcngil!gatimn kita semua akan arti penting pangan.
gan adalali s31ahsatu kebu~ pokok tna!lusia yan~ paling penting.Sangat petingnya
pangan ini, Commision on World Hunger (1980) menyatakan bahwa 'Whether one
rks ofhuman rigr.ts or basic human needs, the rigrJ to food is the most basic ofall. Unless
right is first fulfilled, the protection ofother human rights becomes a mockery for those
must spend all their energy merely to maintain lifo it self...,. '~
Momen ini hendak:nya memberikan spirit pads siapapun yang berkecimpung di
ng pangan -terutama anggota PATPI- untuk selalu memberikan yang terbaik bagi
~ianya kebutuhan pokok manusia paling penting ini. Khusus untuk Indonesia; dengan
tI1asi yangselalu -tumhuh.--Tndonesia;sehagai -neganr1l'OJlfs-yang kaya akan sumher
1 bayati, tentunya sangat berpotensi untuk mengembangkan aneka pangan yang unik~'
lilias. Kondisi keanekaragaman ini tentunya sangat berpotensi berkontribusi pads
hanan pangan nasional. Inilah yang tantangan utama para ahli pangan Indonesia.
Momen kedua; Visit Musi 2008.
Visit Musi 2008 pads dasamya adalah upaya menggalakkan pariwisata nasional
tk mengunjungi Sumataera Selatan dengan segala potensi wisatanya. Dalam kaitannya
~an Visit Musi 2008, PATPI lebih melihat sebagai upaya dan komitmen pemerintah
rah) untuk meningkatkan dan memanfaatkan potensi lokal. Komitmen ini penting
lya bagi ketahanan pangan.
[email protected]
IV
ISBN 978-979-85249-7-3
IIdlng
tlnar PATPI , Palembang, 1+1' Olctober 200B
Ketahanan pangan didifmisikan sebagai suatu kondisi terpenuhinya pangan di
~t rwnah' tangga yang tercennin dari tersedianya pangan yang cukup baik dalam
tIah mutunya, aman, merata dan terjangkau. Ketahanan pangan adalah suatu kondisi
l8IlR semua orang, setiap waktu, mempunyai akses fisik, sosial dan ekonomi pada bahan
gan yang aman dan bergizi sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh; sesuai
gan kepercayaannya l\ehingga hi!;a hidup !reCara aktif dan l\ehat. Dengan demikian,
tapat 4 aspek katahanan pangan yang utama; yaitu (i) aspek ketersediaan pangan lfood
ilibity), (ii) aspek stabilitas ketersediaanlpasokan (stability od supplies), (iii) aspek
~rjangkauan (access to supplies), dan ospek konsumsi lfood utilization).
lelas bahwa kondisi cbn pemenuhan aspek-aspek ketahanan pangan tersebut sangat
:ngaruhi oleh komitmen pemerintah; yang dinyatakan sebagai suatu komitmen sosial,
:laya, politik, dan ekonomi nasionalnya. K.arena itu, analisis mendasar tentang sistem
Ibanan panga.'fl nasional suatu negara sangat terkait dengan sistim sosial, budaya, politik
. ekonomi nasionalnya pula. Dengan kata lain, sistim sosial politik dan ekonomi suatu
am; akan sangat mewarnai kondisi ketahanan pangan nasionalnya pula. Karena
tingnya faktor struktur sosial, budaya, politik dan. ekonomi ini dalam menentukan
ilianan pangan, maka dalam kerangka kerja konseptual ketabanan pangan, faktor-faktor
ebut disebut sebagai filior determinan dasar (basic determninant) bagi ketahanan
gao.
Mestinya mudah ieriihai puia hanWd sistim dan struktur sOsial, hudaya, potitik dan·
nomi yang cocok tentunya sangat ditentn1.:an dengan kondisi sumberdaya yang ada; baik
i sudut lingkungan (termasuk lingkungan alam, lingkungan sosial, dan budaya),
lologi (termasuk kebiasaruI dan praktek-pral.'tek keseharian lainnya), dan sumberdaya
lUsianya. Dengan kata lain, sistim dan struktur sosial, budaya, politik dan ekonomi
lu dikembangkan dan disesuaikan dengan sumbeidaya toka! (indigenus) yang spesifik.
nberdaya lokal (indigenous resources) diberi batasan sebagai "set of knowledge and
r,no[ogy existing and developed in, arround and by specific indigenous communities
(1ple)· in an specific. area (environment). Disinilah momen Visit Musi 2008sangat
iegis . nilainya bagi upaya membangun ket~h~'1an pangan dengan basis sumbeIdaya
aI.
Momen Kedga; Krisis Ekonomi Global
Kondisi ekonomiglobaI sam ini tengah mengalami krisis; yang diperkirakan
npaknya sangat meluas; termasuk Indonesia. Seperti mata uang; slaIu ada dua si~i pada
ap krisis.
Dati suatu forum diskusi (http://www.managementlogs.com) pernah dibahas
tangarti ·positip·suatu-krisis~·Salah -saw -refereIl3inya adalah artikel lama di Majalah
tune (Sept. 5, 2005, No. 15) yang membahas bagaimana Iong-Yong Yun, COO··
nsung waktu itu secara "sengaja" mengembangkan budaya krisis yang berkelanjutan
lture of perpetual crisis) untuk menumbuhkan budaya innovasi yang tinggi di Samsung
ctronics. Hasilnya, Samsung tumbuh dan berkembang menjadi salah satu pemsahaan
19 paling innovatif; mendaftarkan 1600 patent pada tabun 2004 dan membelanjakan 9%
enue untuk kegiatan R&D.
Menurut sang CEO; keberhasilan Samsung itu bukan disebabkan oleh corporate
ltegy; tetapi lebih disebabkan karena corporate cullW'e yang kondusif untuk eksekusi
Ltegi yang ada. Salah satu budaya yang dibangun adalah filosofi bahwa "disaster is just
und the comer", filo~fi bahwa pesaing-pesaing Relalu siap untuk mengalahkan
nsung; memasukkan Samsung dalam kondisi krisis. Filosofi ini secara budaya akan
nciptakan kesadaran dan kemampuan mengelola krisis. Kesadaran dan kemampuan
v
ISBN 978-879-85249-7-3
.,dlng
rt/na,PATPI, Pa/embang, 14-18 Oktober 2008
ngelola krisis ini akan menumbuhkan budaya (i) kerja kerns (ii) innovasi, dan (iii)
liensi, yang dilandasi oleh keinginan untuk memenangkan kompetisi; keinginan untuk
lk terjerembab dalam krisis..
Inilah arti penting kondisi krisis ekonomi saat ini bagi indus1ri dan teknologi
tgan Indonesia. Dengan berbagai potensi yang dipunyainya; Indonesia perlu mendorong
vasi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor. Bahkan; dengan
vasi dan semangat kerja-keras yang gigih, Indonesia berpotensi mengembangkan aneka
tan baku dan ingridien pangan yang berpotensi memasok kebutuhan global. Dengan
agaman basil pertaniannya; penting bagi Indonesia untuk mengembangkan aneka
duk dan ingridien pangan kbas daerah berbasis potensi kbas daerah itu pula. Sudah
tnya semangat yang dikobarkan oleh Visit Musi 2008 menular dan menyemangi spirit
agaman pangan yang akan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Peranan PATPI:
Dad ilustrasi diatas; jelas bahwa ilmu dan teknologi pangan yang dikembangkan
dipr-akteldam oleh para anggora PA TPI mempunyai pera.nan yang sangat penting.
Salah satu pilar ketahanan pangan adalah adalah ketersediaan pangan dan kebiasaan
k:an, juga sangat dipengaruhi oleh kondisi indegenus suatu masyarakat Dalam
nmgannya deng-...Il ketersediaan pangan -misalnya- maka. upaya yang sering dilakukan
lab peningkatan pfoduksi, iiiirJiili.;a.:;i k€hl1ar.aga.."1 pasca panen, peningkatan keamanan
19aD.; peningkatan nilai gizi,. atau pemasukan bahan pangan melalui "import"; baik dari
r daerah atau bahkan dari luar negeri. Keberhasilan upaya-upaya tersebut juga sangat
~antung pada kondisi indigenus yang me1ingk:upinya
llmu dan teknologi jelas sangat dipedukan dalam upaya-upaya peningkatan
ersediaan pangan tersebut. Salah satu teknologi yang memegang peranan penting
lab teknologi pangan. Teknologi pangan; terutama teknologi penangarum bahan hasil
tanian, teknologi penyimpanan, teknologi pengolahan, teknologi pengemasan pangan,
nologi distribusi pangan, dan 1$ sebagainya mempunyai Peran penting dalam menekan
dlangan, meningkatkan keanekaragaman pangan, meningkatkan keamanan pangan, dan
ningkatkan nilai gizi pangan.
Untuk bisa memberikan apresiasi mengenai betapa pentingnya peranan teknologi
19an, seseorang perIu memahami ciri-ciri produk pangan hasil pertanian. Umumnya
duk-produk basil pertanian bersifat musiman, mempunyai mutu beragam, mudah rusak
JU perishability), dan mempunyai ke/chasan lokal (spesifik lokasi). Karena itu
erlukan penanganan yang sesuai dengan jenis produk dan karekteristik khas yang
uai, dan untuk itu diperlukan pengetahuan teknologi pangan yang sesuai pula.
- --- -Penggalian,-pemahaman,~nguasaan-danu-pengembangan pengetahuan dan
nologi pangan yang sesll8.i ini memerlukan pemahaman mengenai pengetahuan"
igenus yang dimiJilci masayarakat setempat. Pendekatan ini mempunyai nilai strategis
!lID. pengembangan produk pangan, karena ada keterka.itan yang em antara knowledge,
Imology, people, dan environment, sehingga pada akhirnya tidak terlalu sulit untuk
ngintroduksikan produk pangan '''baru'' hasil prosespengembangan. Produk pangan
19 dikembangkan dengan basis potensi lokal bisanya mempunyai tingkat keseuaian yang
Ie dengan preferensi konsumen, dan berpotensi untuk menjadi unggulan eiri khas
rah/lokal.
Karena itu; pemilihan tema pertemuan Tahunan PATPI 2008 ini sungguh sangat
ilt; yaitu Peranan llmu dan Teknologi untuk Meningkatkan Kualitas dan
l
tahanan Pangan dalam Memperluas Akses Pasar.
VI
ISBN 878-979-95249-7-3
rr*dlng
em/nlt PATPI, Pa/embang, 14-16 Oktober 2008
Jelas bahwa salah satu peranan penting ilmu dan teknologi pangan adalah dalam
engenalan beraneka ragam produk pangan "barn: yang aman, berkualiatas; sehingga akan
erkontribusi pads peningkatan ketahanan pangan; dan sekaligus memperluas akases pasar
roduk tersebut ke lingkup yang lebiuh luas. Dmu dan teknologi juga diharapkan mampu
erperan dalam memperkenalkan produk pangan khas daerah; -bahkan termasuk
!emperkenalkan budaya makan khas daerah- untuk mendukung sistem pangan nasionaJ.
Dalam kaitannya dengan ketahanan pangan; ilmu dan teknologi pangan berperan
uam pengembaJ:\gan pengindustrian pengenekaragaman pangan, tentunya berbasis
llllber daya lokal. Untuk itu, perlu dilakukan beberapa hal; antara lain (i) upaya
csplorasi &, pemanfaatan potensi ba.ltan lokal unggul, (ii) perbaikan dan aplikasi teknologi
lldida)'<l, pengolahan, pengemasan, dan (iii) pengaplikasian konsep pengindustrian
mgan. Pengindustrian keanekaragaman pangan perlu dilakukan dengan mengkreasikan
llai tambah, sedemikian rupa sehingga produk pangan lokal yang diproduksi tersebut
lempunyai nilai lebih daripada, atau paling tidak sarna, dengan produk pangan yang saat
Li mendominasi menu nasional Indonesia.
Penciptaan nilai tambah ini merupakan salah satu tantangan yang hams dipecal-tkan
leh para ahli teknologi pangan. Untuk itu, upaya penelitian di bidang ilmu dan teknologi
mgan untuk meng~kplorasi keunggulanlfungsional pangan lokai, dan mengidentifikasi
m memetakan kesukaan dan kebiasaan konsumen perlu dilakukan secara intensif.
Terimakasih dan ajakan.
Terkahir, atas nama seluruh anggota PATPI yang tersebar di seluruh Indonesia;
urn menyampaikan termakasih atas jerih-payah dan usaha PATPI Cabang Palembang
mg telah sukses menyelenggaraakan Pertemuan Tahunan PATPI 2008 yang sangat
mting ini. Tidak lupa pula; ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Universitas
iwijaya; Universitas Muhammadiyah, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan; serta
:roua pihak yang telah membantu terselengaranya Pertemuan Tahunan PATPI 2008 ini.
Komitmen dan support pemeQ"ltah d'Ui berbagai pihak terlqUt lainnya pads seara
i merupakan hal stratgeiskaren:l. upaya mcUibQ1lgun ketahanan· pangan:
Pads
,sempatan ini, sebagai Ketua Umum PATPI, kami ingin mengajak kepada semua pihak
ltuk Iebih memantapkan diri dalam bersinergi membangun sistem pangan nasional yang
bih mandiri dan berwarna lokal. Iniadalah suatu pekerjaan besar yang memerlukan
,mitraan dan sinergi antar berbagai pihak pemanglru kepentingan. Dengan komitmen dan
snergi berbagai pihak- meliputi antara lain pemda (atau pemda-pemda), lembaga
~neliti~ industri, perguruan tinggi, LSM, organisasi profesi (PATPl) dan masyarakat-,
aka akan bisa ditumbuhkan industri pangan penghasil nilai tambah berbasiskan pada
IIl1ber daya .indigenus Jokal yang akan mewarnai dan memperkuat ketahanan pangan
tsional.
Semoga.
Selamat berseminar.
Vll
ISBN 978-979-85249-7-3
'rosIding ;em/nar PATPI , Pa/embang, 14-11 Oldober 2008 Daftar lsi
-Ialaman muka
;ambutan Rektor Universitas Sriwijaya ii )ambutan Ketua Panitia iii )ambutan Ketua PATPI Pus at iv )albarls! v
(eynote Speech: 1a/al Food Ingredients - a Case for Gelatin Altematives(A.A. Karim, Malaysia)
3iochemical Engineering for Food Production by modem Fer-mentation Processes
-an Abstract ~Vlnfrled Storhaa, Gennany) 1
12 lIaKalah Kelompok Klmia Pangan (KP)
KP-Ol
KP-02
KP-03
KP-04
KP-06 KP-08 KP-09 KP-11 KP-12 pengaruh Kac!ar Sukrosa dan Kepekaan Teh pada Karakteristik Cider
Teh (Abu Amar, Rullyenzi Rasyid, Fiqih Octaviana Indriani) Mempelajari Analisis Rendemen Tebu Secara Cepat Berdasarkan Brik
Nira (Ad; Ruswanto) Analisii: Antu5ia..uili i'<i...1a rlv&u~ OIa..'1an Berns Merah Dengan Berbagai Metode Pengolahan (Adini Alvina, Sri Rejeld Reina Perliwi, Lia Amalia) Sifat-sifat Kacang Tanah Pres Sangrai Yang D~kontruksi dalam Larutan
Natrium Bikarbonat (Agnes Murdiati, Y..Marsono, Erika Purnamasari) Nilai pH, Mutu Hedonik dna Tingkat Kesukaan Es Krim Priobiotik
dengan Menggunakan Starter Lactobacil!us easei dna Bifidobacterium bifidum (A. M.Legowo, 8..Muiyani, dan C.S.Rinoaji) Pengembangan Metode Analisis Penentuan Kadar Protein Bebas Jaringan
Ikat pada Produk Daging Olahan(As Or; Nawawi, Rahmana, Emran ~asasmita, dan Monica Septiviani Lestari) Kajia:n Karakteristik Flakes dariTepung lGmpul (Xanthosoma
Sagittilolium L Schoot) (Betty D Sofiah, Marsetio, dan Addrei Zulkarnain) Shynthesis and antibacterial activity of chitosan quaternary derivatives
(Erdawati, and Daniel ArielBudiman)
Interaksi Pewama Alami Brazilein Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L)
dengan Komponen Pangan dan StabilitasnySi pada Produk Pangan (Dede 13 20 35 45 51 62 72 77 R Adawiyah , Rahmi Holinesti, dan Tien R.Muhtadi) KP-14
KP-18
KP-20
KP-21 :Kai-ak:tenStik FJiikoklrniid8il Fwlgsional Pati Termodifikasi dari 4
(empat) Varitas Ubi Jalar (Elisa Julianti,Ridwansyah) Effect ofHe.at Treatments Toward Antioxidant Activity and the total
Phenol Contents of Aloe Chinesis Cloudy luices{Yohana S Kusuma Dewi) Sifat Fisiko-KUnia Gelatin Hasil ekstraksi Kulit Segar dan Kering
Beberapa lenis Ikan (Hafni Rahmawati dan YudiPranoto) Pemanfaatan Tepung Ubi lalar Ungu (Ipomea Batatas L.Poir) Sebagai
Sumber Antioksidan Alanti Pada Produk Cookies (Hardoko, Tagor 85 89 98 105 MSiregar, Lulu Novita) KP-24
KP-25
Kajian Pengaruh Proses Pembekuan tetbadap Karakteristik Tape Ketan
Putih (Oryza sativa glutinous) (Ina 8iti Nurminabari Sldi dan Daerohi) Pengaruh lama Perendaman Dan Pemasakan Terhadap Karakteristik
Tempe lagung (M. Iyan Sofyan, Ami Handayani) ...
Vlll
114 121 ISBN 978-979-85249-7-3
rosIdlng
emlnar PATPI, Pa/embang, 14-16 OId.olJer 200B
KP-26
KP-28
KP-29 Pengaruh Suhu dan Pemanasan terhadap Sari Buah Apel MaJang (J. Tuju,
LE. Lalujan. Rizwan Kalay) Stabilitas Vitamin A Yang Difortifikasi Dalam Garam (Komari dan
Astuti Lamid) 132 Pengaruh Penambahan CMC dan Pektin terhadap Sifat Fisik Jamu
Gendong Kunyit Asam untuk Meningkatkan Penampilan dan Penerimaan OrganoleptUmya(Krishna Purnawan L'andra. Neni Suswatin~ 144 141 lJur.ammad RJduan) KP-30 KP-31 KP-32 Penghambatan Aktiviats Xantin Oxidase Komponen AktifBuah Salak
(Salacca edulis Reinw.) Varietas Bongkok (Leni Herliani Afrianti) Pengaruh pH Pel8fUt dan lradiasi terhadap stabilitas Idorofillamun
(Thalasla hemprlchee) pada kedalaman berbeda di laut Bandengan, Jepara.( Lislard Dimara) Pengaruh Cam Blsnsing Beberapa Bagian Tanaman Katuk (Saw-opus
angrogynus L. Me") terhadap Wama dan Beberapa Karakteristik lain Tepung Katuk (Marleen Herudiyanto, Tjutju S.Achyar, dan Vema Ana 151 160 172 Agustina) KP-33 (P·34 Potensi Daun Sirih Merah (Piper crocatum) sebagai Aktivator Enzim
Glllkosa Oksidase (Mega Saj'ithri, Suryanl, dan Laela Agustanti) Sifat dm.I Mikrobiologi Sari Buah Murbei (Morus alba L) Selama
Penyimpanan ( Chemical and Microbiology Characteristics of Mulberry (morus alba L.) fruit Juice DUring Storage (Merynda Indriyani Syafutri, 182 186 Clara M Kusharto Budi Setiawan)
(P-36 CP-37
Hubungan Sifat Fisikokimia dan amilografi Tepung Jagung Putih Yang
dipengaruhi waktu perendaman Butiran Jagung(Nur 'aini, Purwiyanto Hariyadi, Tien R Much/adi, dan Nuri AndarwuIan) . Analisis Sifat Pewama Spora Oncom (Neuspora Sitophila) dan
Aplikasinya Pada Chiffon Cake Kukus dan Panggang(Puji Astuti, Suci 195 206 . Rahayu,Ridawati} CP-39 CP-40 CP-41 Kajian Pengaye.:m :'irgin Coconut vii dengan Zat Pigmen Kuning,Hijau
dan Merah dan Stabilitas Ploduk pada Penggorengan Bahan Pangan(Sedarnawati Yasni dan Yusmanetti Sari) Pengaruh Pemanggangan Oven Terhadap Sifat Fisik Kimia dan
Organolepptik Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L,.)( Sri Kanoni, Agnes Murdiati dan She/ani MA) Pengaruh Varietas dan Tingkat Kemasakan Tanamao Tebu terhadap
Kandungan Gula pada Nira Tebu Rakyat(Suroso, Setyo Hastuti dan Dian 213 225 233 ArwnJ) . . a>-42 ;P-43 ;PM ;P-45 Application and Stability Anthocyanin Pigment Extract ofManggostene
(Garcinia mangostana L) in Softdrlnks(Tati Sukarti, Hj.Een Sukarminah,
dan Nur Amun)
Changes ofElektrical Characteristics ofPalm Olein Oil During Heating
(Zulman E/endi, Budiyanto, dan Hariskal) Pengaruh Konsentrasi Larutan NaOH dan Lama Perendaman pada Proses
Penyosohan Alkalis (Alkali Debranning) Terhadap Efesiensi Penyosohan dan Beberapa Karakteristik Biji Sorgum Sosoh (Sorghum bicolor L Moench) Galur B 100.( Carmencila TjaJ;adi) Pengaruh pelapisan dengan edible coating berbahan baku karagenan
terhadap karakteristik buah stroberl (fragaria nilgerrensis) seJama penyimpanan suhu 5 °c ± 2 °c (Tjutju S.Achyar, Mira MIl'anti, dan Christsania MB) IX
239·
250 258 268 ISBN 978-979-95249-7-3
~Idlng
Semina, PATPI, Palembang, 14-16 OIctober 200B
KP-46 KP-47 KP·52
KP-53 KP-54 KP-56 KP-57 KP~58 KP-60 Pengaruh Tingkat Fortifikasi Seng Oksida Terbadap Sifat Fisikokimia
dan Organoleptik Pennen Jelly(Thomas Indarto Putut Suseno, Netty Kusumawati, dan Maria Yuvita Santoso) Uji Aktivitas Antioksidan Rumput Laut Asa1 Pantai Cijulang Ciamis
(As 'ari Nawawi, SaefulAmin, Ha.ma Abroriah) Kajian Sifat Kimia dan Organolcp'tik Dodol Terung Ungu (Solanum melongena, I.) (En.ny Purwati Nurlaili, Ninik Rustanti, Ruth Damayant) Karak.teristik Fisikokimia Tepung dari 4 (empat) Varitas Ubi Jalar pada
Berbagai Metode Pengeringan (Elisa Julianti) Pengarub Penggunaan Susu Skim dan Sukrosa Terbadap Kualitas
Minuman Probiotik Labu Kuning (Cucurbita moschata) (Fitria Syahida dan Lutlifiyah Nurlaela) Karakteristik Kecap dari Limbah Cair (whey) dan Limbah Padat
(Ampas) Tabu (Sri R.R. Pertiwi. Len; Marlim(, Adin; Alvina, Komari) Penentuan Hasil dan Aktiviti Antioksidan Ekstrak dan Serai
(cymbopogon wates) Melalui Kaedah Pengekstrakan Terlampau Genting (SFEXFazilahA:Khor D. 8., Maizura, M. lImi Syafiqah. MS) Penentuan Terhadap Hasil dan Aktiviti Antioksidan Ekstrak Pegaga
(Centella asiatica) Melalui Kaedah Pengekstrakan Terlampau Genting (SPE) (F!!Z!!::!.': A. \JCJt.or D. S.," A{aizura. M And Umm; Shafiqah, M S) Aplik.1iSi pastri dan Baking Sortening Berbasis Minyak Kelapa sawit
terhadap roti Croisssant (Donald Sialiaan.Lisfao Ansaryati.Rosnawyta 273 289 302 306 319 326 337 350 Simanjunatak) KP-63 Proximate Composition and Physicochemical Characteristics of
Meatball Produced By Different Retios of Duck and Chicken Meat 358 (Nurul Huda, Ruzita Ahmad, Nor Hal;n; Mohd Arip;n, and AronalAriel
Putra)
KP-64 Modification of Durian Rind Slurries uSing Pectinase "and
Cellulase(Chee-:&,at. Ho; Ting-Jin Lim, Weng-Wai Wong, Min-Tze
Liong, khar Mat Easa)
KP-65 Stabilitas Protein oleh Laktosa Selama Penyimpanan pada Sistem
MPC85(Gemala Anjani,Bhes Bhandari,Made Astawa.DahruI Syah) KP-66 Potensi Pigmen Alami sebagai Pewarna P&.ngan(Gregorius Antonov
Wangke. Yheni Dwiningsih. Ana W. PurnomO, dan SoenartQ Notosoeda:nno) lIakalah Kelompok Mikrobiologi Pangan (MP) MP-03
Aiitiifficrob1a1activmesofavOC8do Seed extracts (persea Americana
Mill.) against some pathogenic and Spoillage Microorganism) (Alsuhendra, Ridawati, Elisa Lisanti, Zulhifrit)
MP-04 Pengaruh Konsentrasi Sukrosa dan Lama Fermentasi Terhadap
Pertumbuhan Mikroorganisme dan Beberapa Karakteristik Minuman Kombu Mahkota Dewa (Debby MSumanti, Ben Sukarm;nah. dan Ruth Paulina) MP-05 Isolasi dan Identiftkasi Jamur Pada Dendeng Daging Sapi Oiling Yang
Dijual diPasar Ciroyom Bandung(Ellin Harlia. Roostita L Balia, dan Denny Suryanto) MP-07 Kajian Aplikasi Riset Potensi Antimikrobioa alanli dan Aplikasinya
dalam Produk Pangan Nabati (Ida Panggabean, Winiarti P. Rahayu, Rosliana Mawaddah, Siti Nurjanah. dan Evanikastri) x
363 368 377 383 390 403 406 ISBN 978-978-95249-7-3
ProsIdlng Seminar PA TPI , Palembang, 14-16 OIctober 2008 MP-08 Aktivitas Antimikrobia Ekstrak Beberapa Bahan Tumbuhan Pengawet
Nira TErhadap Mikrobia Pencemar Bahan Pangan (I Nengah Kencana Putra, 1 Dewa Gede Mayun Permana, dan 1 Made Suparla Ulamo) 415 MP-09 Fennentasi Tempe Jamur Tiram Putih dan Kedelai Menggunakan
Inokulum Rhizopus Oligosporus(Noverila, Maysyaroh. dan Yulneriwarni) Pengaruh Lama Fennentasi dan Konsentrasi Oula dalam pembuatan
kombucha menggunakan teh hijau (Nurhaida Hamzah, Rifma Ellyasmi, dan Devino Eka Putri) 422 MP-I0 MP-ll MP-13 MP-14 MP-I7 MP-18 MP-19 MP-20 MP-21 MP-22 MP-23 MP-24 MP-27 MP-28 MP-30 434 Modiflkasi Media PDA dengan Penambahan Sukrosa sebagai Media
Isolasi Khamir Osmofilik dad Makanan Tradisional Indonesia (Ridawati) Genetic Diversity among poultry isolates of Salmonella Kentucky by
Pulsed Field Gel Electrophcresisi (PFOE) and Enterbacterial Repective Intergenic Consensus Polymerase Chain Reaction (Ericpcr) fingerprinting (Sahillah A.M, N01Talriah A.S, Aminah A. dan Ahmad Azuf.airi A)
Pengaruh amobilisasi Sel Aceb3Cter Pasteurianus INT -7 dalam
fennentasi Asam Asetat Terhadap Aktivitas Enzim Alkohol Dehidrogenase (Sri Luwihana, Endang S Rahayu. Kapti Rahayu Kuswanto, dan Siamet Sudarmadji) K9,I"3lcteristik Kimiawi dan Mikrobiologis Bekasam Oula Aren Ikan
Patin(Tri Ward,!,,;, Nura Malahayatt, Indah Nurmala)
Potensi Isolat Bakteri Asam Laktat dari Kubis dan Nenas Sebagai Starter
Dalam Fennentasi Peaghurt (Yulnerwarn;, DS Ashari, dan Novai/a) Pengaruh Penggunaan Berbagai Starter Terhadap Produksi Kompos Dari
Limbah Pasar Tradisional (Benito A K. Yuli Astuti HIdayati, dan Eulis Tanti Marlina) Pertumbuhan Tubuh Buah (Frutting Body) Jamur Tiram (Plearotus
ostreatus) dalam Media Tanam Logbag yang disuplementasi air kelapa .
.
Lirnbah Pems1'\..'tan :KQlapa (Ralimi Lesti-ai.Hetmi)
Pembuatan Niyoghurt Ikngan Berbagai Aneka Rasa selai(Abu Amar,
Syahri/ Malwsim dan Atira Terahadi) Optimasi Produksi Serat Larut Pada Fennentasi Kultur Kocok
Menggunakan Air Kedelai (Edi Wahjono dan Sri Istini) Microbiological Status ofSelected Malay, Chinese and Indian Street
Foods (Gugapreya Chandren ,N01Taldah Abdullah Sani, Abdul Salam Babji and Chao Fay Fong and Cheah Siew Sin) MicrobiQlogical Quality ofSeleeted Ready to Eat Indian Ethnic Food
(Giigiipreyacliimilfen,rlowakiah~bautlah Siini,-liitlI:itbdul Salam Babji)
Proteolytic and Antihypertensive Properties ofProbiotic-Fermented
Tofufa (Huey-Shi Lye, Wai-Yee Fung, Azhar Mat Eoso, Mm-Tze Liong) 445 Pengaruh Konsentrasi dan Lama Pencelupan Asap Cair Temadap angka
Kuman dan Daya Terima Ikan Patin Asap (l!ii JuiaiIa, MSolichin, dan Sartono) Nutritional composition and sensory Acceptence of Spent Hen Soup
with Added Curry Leaves(Ch 'ng, SE.Rahman S, abdullah,A..Babji,A..S) Potensi pemanfaatan limbah Air kelapa cair Untuk Pembuatan Inokulum
Cair lamur Tiram (pleurotus ostreatus)( Rahmi IestariHelmf) Pengaruh Penambahan Berbagai Starter Pada Proses Pengomposan
Limbah Pasar Tradisional Terhadap Penunman Jumlah Bakteri Total dan Koliform (Eulis Tanti Marlina, Yuli Astuti Hidayati, Ellin Harlia) 527 Xl
449 454 46]
476 484 488 495 502 509 514 522 536 541 548 ISBN 978-879-85249-7-3
FIroSldlng
Seminar PATPI • Palembang. 1....16 Olctober 2008
MP·33
Enterobacter (cronobacter) sakazakii and Enterobacteriaceae in
powdered infant formula and children's milk.(N.A.Sani,FT.Ahmad,
552
Norizan Jaafar, UP. Kupusamy)
MP-34
MP-35
MP-36
Risk of Vibrio pamhaemolyticus in black tiger shrimps (Peraeus
morodon)(N.A. Sani, KW.Sujeewa A, A.S.Babji, J.K Hashim)
Karakteristik dan Identiftkasi Isolat Bakteri Asam Laktat dan Khamir Yani
Berpotensi Dalam Fermentasi Keftr (ES Bidayati,Yulneriwami,Noverila)
Potensi Kacang-kacangan Sebagai Bahan Tabu Fermentasi Menggunakan
Isolat Bakteri Asam Laktat dati Nenas (H. Widianingsih. Yulnerwani,IS
559
565
576
Ja/ip)
MP-37
Comparison of Methods For The Recovery ofEscherichia coli In
Inoculated chicken Curry (Raina Dew; Abdul Rahmatl,Norraldah
586
Abdullah Sani)
lftak3~ah
BGK-O 1
BGK.:02
BGK-03
Kelompok Bioklmla Gizl dan Kesehatan (BGK)
Protein Quality of Selected High Protein Food (Meat, Casein, Soy
Protein, Isolate and Tempeh) Using Rat Bio·Assay(A.S. Babj;, A.A. Nur
Azlir.a. L.K Ong, A. Norliyana, T.e. Khoo, Z. Noroul Asyikeen, S.
Norshazila, D. P&milharrani, y.x Lim, UK Zuraida Fazella, F.S. Ten.
A.H. Banis Bazila, S. T Lee)
Kadar Kalium Yodat uaram yang Digunakan oleh Rumah Tangga di
Jav.m d~n Jateng dan Hubungannya dengan Kekura1igm Hormon Tiroid
DNA Tingkat Kecerdasan Bayi (Asluli Lamid)
Nutritional Composition and Sensory Characteristics of Spent Hen Soup
with Added Curry Leaves (Ch 'ng S. E., Rahman, S., Abdullah, A., dan
593
600
605
BabjiA.S.)
BGK-04
Preferensi Konsumsi Mie fustan Pada Anak Usia Sekolah, Remaja dan
Dewasa di Wilayah Perkotaan dan Perdesaan(Dodik Briawan, Sitl
610
Madanijah, Zulaikhah)
BGK-05
Consumption of Fat Free Cacao Improve Blood Erythrocyte Antioxidant
Capacity in Human Subjects (Fransiska R Zakaria, Erlsmar Amri, Relno
616
W K. Nurheni S Palup Misnawi)
BGK-09
BGK-l1
BGK-12
BGK-13
BGK-14
BGK-15
BGK·16
Fortifikasi Kalsium Sitrat Malat (Calcium Citrate MalatelCCM) pada
Susu Kede1ai (Nura Malahayati, Din; Ocvianty, Elmeizy Arafar.)
Pen:garuh suhu dan lama pemanasan terhadap pembentukan akrilamich
pada pembuatan minyak kelapa dengan cara panas (R.E. Kartasasmita,
A. Nawawi, T.P. Napilupulu)
Studipembuatanminuman probiotik ~enganbahan dasar sari jagung
manis (zea mays saccj (Rifma Eliyasmi, Hashullah. W"lWit Amrinola)
Evaluasi Mutu dan Jndeks Glikemik Bems Beram.ilosa Sedang
(S. W"uIowati, B.A.S San/GSo, dan M Astawan)
Optimasi Pengayaan Yugin Coconut Oil dengan Kurkuminoid dari
Temulawak dan Manfaatnya sebagai pencegah Kerusakan Hati pada
Tikus Spague Dawley(Sedarnawati Yasni dan Hermanto)
Hubungan antara Faktor Ekstemal dan Faktor Internal Terbadap
Konsumsi Susu ADak Bawah Dua Tabun (12·24 bulan) (Studi Kasus :
Kelurahan Manggarai Selatan Jakarta Selatan) (Siti Chairiyah Batubara,
Iman Basriman, dan Fatimah Syarief)
Uji Toksisitas Sub Kronik Chitosan Pads Mencit (Sri Murhandini, Eka
Rusmawati, Rina Adriany, Tuty Erlina Mardja, dan Winiati P Rahayu)
Xli
. 629
639
648
659
668
677
690
ISBN 978-979-952C8-7-3
'rOaldlng
:am/nar PATPI , Pa/ambllng, 14-16 Oldober 2008
Nutrlonal Study Of Malaysian Zea mays Hairs (Wan Rosli WI,
Nurhanan AR. dan Mohsin, SSJ)
BGK-19
Susu Tempe Dati Kombinasi Kedelai Bems Sebagai Makanan Altematif
Untuk AnakAutis Usia Para Sekolah (Wlwit Estuti dan Novia Wahyu D)
BGK-21
Penganm Penambahan Dadih Terhadap Peningkatan Kandungan Protein
dan Kalsium Flakes Singkong (Aisman, Nofr; Yani, Gunawan)
BGK-22
Gambaran status gizi dan peckembangan kecerdasan bayi Usia 3-4 bulan
dan makanan instan dan makanan rumahan Yang diberikan di daerah
kekurangan yodium(Astuti £amid)
BGK-23
Pengaruh Substitusi Purcee Wortel dan Jumlah Shortening Terhadap
Sifat Organoleptik dan Tingkat Kesukaan Bakpao Wortel(Asrul Bmar
dan Lailatul Kumia)
BGK-24
Bfek Hepatoprotektip Pakan Yang Mengandung Bstrak Cincau Hijau
(Premoa Oblongofolia) Pada Tikus Yang Diinduksi Dengan Ccl4
(Damsir,Samsu U. Nurdin., Suharyono)
BGK-26
Teknik Penggandaan Skala Produksi Asam Amino ~Lysin (Patuan
L.P.Siagian)
BGK-30
In vitro antihypertensive Properties ofL.acidopbilus Fennented soy
Whey (W. Y.Fung, lIS.Lye, A.MEasa. W.A. Wan Nadiah ar.d Ml'.Liong)
BGK-31
Upaya Menurunkan Kadar Lemik Dan Kolesterol Daging Sapi Meiaiui
Pemberian Jeriuni Padi Fennentasi (Endang Yuni Setyowati, An-An
Yulianti, Widhi Setianingsih)
BGK-32
Evaluation ofTofufa as it Probiotic Food (Huey-Shi Lye, .Wai-Yee Fung,
khar Mat Easa, Mm- Tze Liang)
BGK-34 In vitro Antihypertensive Properties of L. acidophilus-Fermented Soy
Whey (Wai-Yee Fung, Huey-Shi Lye, khar Mat Easa, Wan Nadiah
Wan Abdullah,. Min- Tze Liang·)
BGK-18
lakalah Kebm;Jo:e Teknologi .Pt'Oties Pangan (TPP)
TPP-O1
Sintesis Moru) Dan Dias.ilgiiseroJ Dari Minyak Inti SaW-it Dengan Metode
Gliserolisis (Ariel Rahman Affandi, Purwiyatno Hariyadi, Tri Haryau)
TPP-03
Pengaruh Proporsi Tepung Jagung Komposit (Tepung Jagung-Tepung
Kacang Merah)- Tepung Terigu dengan Butter-Margarin terhadap
TIngkat Kesukaan Rich Biskuit (Asru/ Ba.'zar dan Anita Kusumaningrum)
TPP-04
Metode Pencucian Pada Proses Sintesis Pati-Gafut Butirat (Damat,
Haryadi, 1': Marsono, dan MN. Cahyanta)
TPP-05
-Perbandingan·Spektrum KLT-Densitometridari Ekstrak-Etanol Jahe
(Zingiher ojficinak Rosc.) dengan PeIarut Etanol yang Berbeda
Konsentrasinya (Diana Serlahwaty dan Yunahara Farida)
TPP-06
Pengembangan Produk Minuman Klorofil Daun Suji (Pleamele
angustifolia N.H. Brown) dan Evaluasi Mutunya Selama Penyimpanan
(Endang Prangdimurti. Deddy Muchtadi, dan Rizqia R1ifaida)
TPP-08
Mono Diacyglycerol (MOAG) Fungsionalitas daD Produksinya (Review)
TPP-12
TPP-13
(F. AyustaningWarna)
Analisis Teknik Pengolahan Abon Daging Keong Sawah (Pila scuttata
Mousson) sebagai lsi Sumpia (Hulayatul Muyasaroh, Ari /stiani,Ridawatij
Penganili Suhu dan Lama Pendukan Pada Proses Kristalisasi dalam
Pembuatan Pastly Shorting Dari Fraksi Minyak Kelapa Sawit (Elaeis
guineensis) (Hotman Manunmg)
xiii
696
703
715
725
731
739
746
754
760
766
773
778
786
795
802
809
820
827
832
ISBN 878-178-8Q49.7-3
ro.IdIng
'emina, PATPI , Palembang, 1....1. 0Id!0ber 200B
TPP-14 TPP-15 TPP-16
TPP-17
TPP-20 TPP-21 TPP-22 rPP-23 TPP-25 fPP-26
TPP-28
TPP-30
fPP-35 fPP-36 Studi Pengolahan Beras Umbi Ketela Pollon lnstan (I Ketut Suter, I
Made anom Sutrisna Wijaya, I Gusti Ngurai Agung, Ni Made Yusa, Ida
Bagus Ketut suryawantha)
Pengaruh Subtitusi Parsial Tepung Beras dengan Tapioka atau Pati Garut
terhadap Sifet Fisiko Kimia dan Organoleptik Rice Noodles (Kwetiau
Basah) (Joel Hendrasari Arisasmit,Erni Setijawati, Mariet Gilbertha)
Pengawetan Tabu Dengan Methode Pencelupan (Coating) Dalam
Larutan Asam Organik (Jow Hermanianto dan Dody Setyadi)
Potensi Penggunaan Tepung Sukun Terhadap Kualitas Kimia dan Fisik
Sosis Sapi (LUis Suyanlngslh)
Pengkajian Karakteristik Ledok Tradisional dan Ledok Instan (Ni Made
Yusa, I Ketut Suter, I Made .A..om Sutrisna wijaya, I Gusti Ngurah
Agung, Ida Vagus Ketut Suryawanlha)
Pengembangan Edible Film Antimikroba Dari Campuran Plasticized
Chitosan dan Asam Lemak Dengan Penambahan Minyak Essensial
Kunyit (Nugraha E.Suyatna, Siti Nurjanah, dan Beti C.Astuti)
Kajian Penggunaan Adsorben pada Proses Pemisahan Karotenoid dari
Metil Ester Kasar Minyak Sawit dengan Metode Kromatografi Kolom
Adsorpsi (Nur Wulandari dan Zulkijli)
Th~ C~!!.:&:.gfu.g ~ of low sweetness sugar as A Cryprotectant is.
Tropical Fish Surimi (Nurmaleny Moh Amin, Nurul Huda,Fadzilah
Arifin, dan Noryati)
Modiftkasi Preparasi Substrat C Dalam Produksi Asam Amino L-Lysin
(Pa/uan L.P. Siagian)
Emulsifier dan potensinya dalam pengendaian oksidatif emu lsi Minyak dalam air (Posman Sibuea)
Kajian Hasil Riset Potensi Antimikroba Alami Dan Aplikasinya Dalam
Produk Pangan Nabati (Riolina Ida L. Panggabean)
Teknologi Pengo}M18D Tepung Jagung Sangriti dan Kualitasnya
(Sanlosa,B.A.S, RS Andriani, dan S. W!dowati)
­
Kajian Pengaruh Penggunaan Lesitin Kedelai Sebagai Emulsifier Dalam
Pembuatan The Susu (T.Dwi Wibawa Budianla, Ch Yayuk Trisnawati,
dan Mirna Dwi Jayati)
Optimasi Teknik Produksi Gelatin dati Kulit lkan Twa (Thunnus
840
847
855
869
876
883
892
.901
909
916
926
935
948
962
mmwg~Mm~M~e~(T~uDanS~ann)
TPP-37 rPP-39 rPP-42 rpP-43 Pembuatan edibel film dari tepung koro pedang : Studi penambahan
gliserol dan ekstrakthehijau (Triana Lindrlati, Simon B.W, Yunianla)
Pembuatan edible Film dari Gelatin HasH Ekstraksi Kulit Ikan Nila
(Oreochromis niloticus) dan Kerisi Putih (Pristipomoides multidens)
dengan Penambahan K-Karaginan (Yudi Pranoto)
Respon Penambaluui EJ!ectife Microorganism-4 (Em-4) Terhadap Km
Nutrisi Fermentasi Bagasse Tebu (Armina Fariani)
The Effects Of Lemongrass Oil And Glycerol On The Mechanical
Properties Of Modified Sago Starch-Alginate Edible Films (FaziJah, A.,
Maizura, M*., Norziah. M.K Karim, A. A, and Nurul Huda)
969
981
993
1001
[,PP-48 Penanganan, Pengolahan dan Ekstraksi Skualen Minyak Hati Cucut
Botol (Murniyati)
1009
lPP-49 Teknologi Pengolahan Hisit Sirip Ikan Hiu (Nurul dan Tazwu)
1016
XlV
ISBN 81N78-85248-74
PrNIdIng
S",,'n.,PATPI, Pa/embang, 1....1' OId:obw2008
TPP~50
TPP-53
TPP-54 TPP-55
TPP-56
TPP-57
TPP-59
TPP-60
TPP-61 TPP-62 TP?-63 Penelitian Penanganan Rumput Laut Coldat (SargassumjilipenduJa)
Setelah Di Panen dengan Larutan KOH{Nurul Hak)
( l - Amylase Enzyme Modification of Durian Aril Slwries (Ting-Jin
Lim, Chee-Keat Ho, Weng-Wai Wong, Min-fie Liang, Azhar Mat &sa)
Effects Of Setting time on Textural and rheological properties of
restrucred Haruan and Tilapia Fish Products (Wolyna,P., Hong,P.K.
Babj~ A.S)
Pengaruh Pebambahan enzim Transglufluninase terhadap karakteristik
organoleptik bakso sapi{RE.kartasasmita. T.Suclati,A.Nawawi,R.A.prianto: Daya Simpan "Indonesian Dressing" Berbahan Baku K.acang Mete
(Darli Nuronl, Mohammad Hasroel Thayib, Kresnawon Adc Prasetya)
Pemanfaatan Ubur-Ubur Melalui Penanganan dan Pengolahan Menjadi
Produk E~spor{Murnlyati)
Enzyme Modification ofDurian Rind Slwries using (l-amylase(CKHo,
TJ.Lim, ww. Wong, MT.Liong A.MEasa)
Gliserolisis RBDPO (kfinad Bleached Deodorized Palm Oil) secara
Enzimatis ulitukSintesis MDAG (Mono-DiasUg1iserol)
(Anggirasti,Purwiyatno Hariyadi,Nurl Andarwulan, Trl Haryan)
Kendall Proses Deasidifikasi Dalam Pemumian Mioyak Sawit Merah
Skala Pilot Plant(I Wayan Rai Wldarta,Nuri .A.ndarwuJan, Tri Haryatz)
Ititeresteriftkasi Enzimatik Campuran Minyak Sawit Untuk Produksi
Cocoa Butter Equivalent :Analisis Komposisi Triasilgiserol dan Solid Fat
Content(Soenar Soekopitojo,Purwiyatno Hariyadi, Tien R.Muchtadi.Nuri
andarwulan)
Pectinase and Cellulase Enzymes Modification of Dorian Aril
Slunies(Ting-Jin Lim, Chee-Keat Ho, Weng-Wai Wong. Min-Tze Liong.
Azhar Mot Easa)
Makalah KelOrnpok Mutu dar. Keamanan Pangan (MKP)
MKP-Ol Halallimits for alcohol contents in foods (.A. Anis Najiha.. A. Y. Tajul..
Rosma, .A... M T. Liong and w..A.. Wan Nadiak)
W....'{P..()2 Kajian Aktivitas AntibakteriEkstrak Temu Putih (curcuma zedoarla)
Terhadap Kerusakan Sel Bakteri Patogen Pangan (Adolf Parhusip, Julia
Ratna Wrjaya, dan Selvy)
MKP"()3 Isolasi Jamur Potensial Pengbasil Mikotoksin PadaProduk Fermentasi
Biji Kakao Kering asal Indonesia (Anton Ra/unadi dan Graham, RFleet) MKP"()5 Evaluasi IndeksKeseragaman.TheHitamIndonesia (Dadan RoMiana
Virna .Berlianl Putrl)
MKP-06 Sistem Produksi dan Pengawasan Mutu Kenq>uk Udang BerkuaIitas
Ekspor(Diana Nur 4filah)
MKP"()7 Identifikasi Bacillus Cereus dan Salmo.o.el.1a Paula Nasj 60reng Pedagang
Kald Lima di Sekitar Kampus Universitas Jember(Eka Ruriani,
Nurhayati)
MKP"()8 Mutu Teh CorneUia murbei sebagai Minuman Fungsional Oalam Rangka
Diversifikasi Produk Teh(El)' Damayanti,Clara MKushart,Rohayati
Suprihatin. Dadan RoMiana)
MKP-I0 Prevalensi Salmonella dati Potongan K.arkas Ayam di Beberapa Pasar
Tradisional dan Swalayan di Daerah Bogar serta upaya pengendaliannya
(Harsl D. Kusumaningrum dan Sylviana)
xv
1022
1027
1031
1038 1046 1052
1058
1062
1071
1081
1090
1095 .
1102
1115 1128 1131
1137
1145
1154
'roMIIng
~Inar PA TPI.
Pa/embang, 1....18 0Id0beT 2008
Presence of Pathogenic Organism (Enterobacter salcazakii) in Powdered
Infant Formula Milk (M. Ghassem, N. Abdullah Sani, A.S. Babji) Penetapan Kualitas Mikrobiologi Susu Kedelai Kental Manis (Marlia
Singglh Wlbowo, Rahmana Emran Karlaaaamita, Sri Fatmawati Wtdya Nala Utami) MKP-13 Detection ofCronobacter (Enterobacter) Sakazakii and
Enterobacteriaceae in Powdered Infant Formula and Children's Milk
(No"akiahAbdullah Sanl, Fauziah Tufail Ahmad, Uma Priya Kupusamy
and Norizan Jaqfar)
MKP-15 Deteksi Coliform pada Daging Sapi Oiling Spesial yang Dijuai di
Hipennarket Bandung (Roostlta L. Balla, Elfin Harlia, dan Denny
Suryonto) .
MKP-16 Pemanfaatan Bakteri Asaro Laktat untuk Detoksifikasi Atlatoksin B 1
(Rosnawyta Simanjuntak)
MKP-17 Kajian Keamanan Makanan Jajanan Fermentasi di Pasar Tradisional
y ogyakarta Ditinjau dati Komposis! Mikrobianya (Siti NUl' Purwandhami)
MK.P-20 Uji Cemaran Mikrobia (Aerob, Coliform, Staphylococcus sp, dan
Kbamir) pada Makanan Jajanan (Snack) (Syahril Milkosim, lndrus
Kadir. dan Rita Indahwari)
MKP-21 Karak:teristikJaringan SyarafTiruan (JST) untuk Menduga Bebempa
Kcmponen Mutu Beras Oiling Sel~. Penyimpanan (Tamrin)
MKP-23 Persepsi Orang Tua dan Guru rerbadap Keamanan Pangan Jajanan Anak
Sekolah Dasar di Kota Bogor (Win/ali P. Rahayu dan RIna N. Fitri)
Penundaan Kerusakan Oleh Antioksi dan Vitamin dan Retensinya pada
MKP-25 Sayur Torbangun (Coleus amboinicus lour) Awet(ElY Damayanthi.
Riza/ Damanik, Endang Warsih)
Peranan Pengemasan Dalam Meningkatkan Kualitas dan Keamanan
MKP-27
Emping Melinjo (Ina Sitl Nurminabari Sidl) .Perbedaan konsumsi t:,umbu masak MSG pada Rumah Tangga di .
MKP-29
Perkotaan dan Pedesaan (Zulaikah, sitl madanijah, Dodik BrtaWan)
MKP-30 Karakteristik Sensori, Kimia dan struktural Beras Pecah Kulit, beras
sosoh empat varietas padi lokal Cianjur, Jawa Barat(Dede R. AdC:wiyah,
Chandra Wa/uya Sari, Juliarm)
MKP-31 Uji Stabilitas Pigmen antosianin Bunga Too merah (Sestania grandiflora
L Pel'S) (Kajian Pemanasan, cahaya dan Logam)( 21ft Anis Saatl)
\fKP-34 Deteksi Ba.kte;i Clostridium botulinum Pada Madu Kemasan Botol Di
Be~ P~I~stQJ:1a14m MooernJakarta Selatan( DFebyana,
YUlneriwarni, Noventa)
~.:.35 Pengaruh Lama Waktu Pencelupan Terhadap Kadar Klorin Da1am Air
Seduhan Teh Celup( Kemas Muh. Aidil Fitri,Dlah Navianti •Sartono)
vlKP-36 Karakteristik 16s rRna Enterobacter Sakazakii lsolat Asal Susu Formula
dan Makanan Bayi serta Survivalnya Pasca Rekonstitusi (Yuliaarl
Ramadhani Meutia, Ratih Dewanti Harlyadi. Sri Estuningsih)
~-37 Life L'ycle Assessment (LCA) Kemasan Minuman Teh Berbahan
Polyethylena Terephtalate (PET) dan Getas ( Noviana Wulandal'l)
dKP-38 K.arakteristik Kimia dan Organoleptik Leather Mangga Kweni dengan
Penambahan Berl>agai Bahan Pengisi (Parwiyantl, A.nny Yanurlati dan
Rudi Arianto
r1KP-39 Karakteristik Fisik dan Kimia Tepung Timun SOO (Cucumis sativus
L)(Um; Rosidah, dan Eka Lidiaaarl dan Novandi Prasetyo)
XVI
1163
1168 1178
1185
1189
1194
1201
1211
1221
1228
1238
1244
1248
1258
1269
1276
1283
1294
1304
1311
ISBN 8n-879-8S248-7-3
Ptoaldlnll
Seminar PATPI , Palembang, 14-1' 0Ict0ber 20GB
Makalah Kelompok Aspek Ekonoml (AE)
AE-O1
Pengembangan Potensi LokaI Untuk Bahan Baku Pangan dan Industri
Sebagai Usaha Meningkatkan Ketahanan Pangan (Achmad Subagio. fuli
WltMO. Ahmad Nqfi, Wiwtk SW)
AE-02
Bauran Pemasaran (melalui Pendekatan analisis Faktor Terhadap Kue
Onde-onde Tertawa Dengan Aneka Rasa Dalam Rangka Meningkatkan
Kualitas dan Citra Kue Tradisionai(Ari Fad/ati, Mariani, Shlnta, Doriza)
AE-03
Bauran Pemasaran Produk Minuman Ringan Segar Akar A!ang-alang
(Imperata cylindrlca) (Art Istiany, Metty Muhairiaty, Winarni Ruhlmah)
Recent Development of Value Added Product:; in The Meat Industry in
AE-04
Asia (A.S. Bah}i. Feni Hidayati Shodiqoer.)
Peningkatan Daya SaiIig Komoditas Jagung Melalui Pengembangan
AE-05
Inovasi Teknologi Pengolahan (B.A.S Santosa, Wisnu Broto)
Kontribusi Untuk Mengkatalisis Penyelesaian Ekonomi Rill;
AE-06
Pengalaman RUSNAS Diversfikasi Pangan (Dahrul Syah)
Analisis Kualitas Kompos Dad Limbah Organik Pasar Tradisional
AE-12
Tanjungsari Sumedang (fuli Astuti Hidayati,Ellin Harlia, Eulls Tanti
Marlina)
Optimasi Pemanfaatan Limbah Agroindustri Untuk Produksi Jamur
AE·13
Tiram (Pleurows ostreatus) JWhmi Lestari Helmi
XVII
1318
1324
1335
1343
1348
1358
1365
1370
ISBN 978-978-95249.7-3
roaldlng
emlnaT PATPI, Palembang, 14-16 Olctober 2008
l\1KP-25
PENUNDAAN KERUSAKAN OLEH ANTIOKSIDAN VITAMIN DAN RETENSINYA P ADA SAYUR TORBANGUN (COLEUS AMBOINICUS LOUR) AWET (The Prevention of Destruction by Vitamin Antioxidants and Its Retention at
Preserved Torbangun Soup (Coleus amboinicus Lour) )
Evy Damayanthi 1\ RizaI Damanik 1), Endang Warsild 1)
1} Departemen Gizi Masyarakat-FEMA-IPB, Kampus IPB Darmaga Bogor, email:
[email protected],· 2} Departemefl Teknologi Industri Pertanian-FATETA-IPB,
Kampus IPB Darmaga Bogor
ABSTRACT
Torbangun soup is traditionally consumed by Bataknese women after bearing a
iild and ;s believed it can increase theirs breast milk. The objective of this study was to
rvestigate the effects ofvitamin antioxidants addition on preserved Torbangun soup and
so retention. Torbangun soup was made using coconut extract and packed with top sealed
'astic cup. The antioxidants concentration used was 20.000 IU vitamin Alkg soup. 1000
g of vitamin Clkg soup (0.1%), 300 mg of vitamin Elkg soup (0,03%), and 200 mg
HTlkg soup (0,02%). The antioxidants were given in the cooking process and the
~terioration of lipid at soup was identified with chemical test [pH, Titrable Acidity,
~roxide Value (PV), Thiobarbituric Acids (TBA), vitamin (A, C, and E)}, microbiological
s [Total Plate Count (TPC)), and organoleptic test. The result ofpH, titrable acidity, P!~
[lA, TPC, and organoleptic tests showed that the deterioration of Torbangun soup could
'event until 48 hours after adding antioxidant vitamin A, C, E compared with concrol
hich is onzv preve~ted maximum until 6 hours. Retention test of vitamin A, C and E is
easuring vitilmin .>tacility· in soup during cooking and storage. Vitamin A and E have
'eater damage during cooking process than storage as high temperature usage.
"Jrbangun soup with vitamin C has a great retention during processing ard 48 Iwurs
orage. Oxidation rate during heat processing with heat is higher than storage.
ey Words.' Torbangun soup, antioxidant, vitamin, retention, deterioration
PENDAHULUAN
Kerusakan kimia yang teIjadi pada pangan yang banyak mengandung
maklminyak. seperti. pada.makanan . bersantan.. terutama adalah ketengikan, pertumbuhan
ikroorganisme dan penurunan sifat organoleptik seperti rasa, bau, wama, konsistensi dan
:nampakan. Ketengikan merupakan proses terbentuknya produk degradasi dari hasil
aksi oksidasi asam lemak, seperti komponen aldehid dan keion. Keiengikan dapat
cegah dengan penggunaan zat antioksidan (Nawar 1996). Lebih lanjut dinyatakan bahwa
It antioksidan alami adalah vitamin A, C dan E; sedangkan antioksidan sintetis adalah
HA, BHT, PO dan NDOA
Penggunaan antioksidan vitamin dalam makanan dan minwnan dapat memberikan
!untungan ganda yaitu menunda teIjadinya ketengikan dan menambah kandungan
tamin pada produk. Vitamin A, C dan E di dalam tubuh berfungsi sebagai penangkal
dikal bebas sehingga melindungi komponen-komponen penting dan tubuh terhindar dari
:nyakit. Di samping itu vitamin A dibutuhkan tubuh sebagai peningkat sistem imunitas,
tamin C berperan dalam proses metabolisme yang teIjadi di dalam tubuh dan vitamin E
1228 ISBN 978-979-95249-7-3
Pros/ding
Seminar PATPI, Palembang, 14-16 Oktober 2008
penting untuk menjaga kesehatan (Bender 2003). Oleh karena itu, penggunaan antioksidan
vitamin C, E dan beta karoten dalam makanan dapat bermanfaat dalam pengembangan
lroduk nutraceutical (Elliot 1999). Kekurangan vitamin A di Indonesia pada saat ini
~nderung meningkat setelah Indonesia dinyatakan bebas KV A sebagai akibat krisis
~konomi yang berkepanjangan.
AndarwuJan dan Fardiaz (1994), menyatakan komponen antioksidan di alam
nempunyai struktur kimia yang berbeda-beda. Pada umumnya, senyawa tersebut adalah
IS8In amino, asam askorbat, karotenoid, asam sinamat, flavonoid, melanoid, asam organik
ertentu, zat pereduksi, peptida, fosfatida, polifenol, tanin dan tokoferol. Pemilihan
lIltioksidan yang tahan terhadap pemanasan sangat penting untuk pangan berlemak dan
nenggunakan suhu tinggi dalam proses pembuatannya.
Bagian daun dan tanaman Torbangun atau Bangun-bangun (Coleus amboinicus
..our) adalah tanaman yang biasa diolah menjadi sayur Torbangun yang merupakan
nakanan tradisional masyarakat Batak dan diyakini berkhasiat meningkatkan produksi air
usu ibu (ASI). Secara ilmiah, konsumsi sayur Torbangun tidak saja terbukti mampu
leningkatkan produksi ASI, tetapi juga mempengaruhi kualitas ASI yang dihasilkan. Hal
li sesuai dengan karakteristik daun ini, yang mengandung zat gizi tinggi, terutama karoten
an zat besi. Kualitas ASI dari ibu yang menerima suplemen sayur Torbangun lebih baik,
hususnya kandungan unsur gizi mikro dan asam lemak esensial, dibandingkan yang
lenerima suplemen tablet Moloco+B12 atau kapsul Fenugreek yang umum diberikan
epada ibu menyusui (Damanik 2004).
Penambahan santan dalam pengolahan sayur Torbangun bertujuan untuk
teningkatkan cita rasa. (menjadi lebih gurih) dan mengurangi rasa pahit dari daun
orbangun. Penambahan santan dalam pengolahan sayur Torbangun dapat menimbulkan
:ek negatif, yaitu timbulnya bau tengik pada wak-ru tertentu disamping menambah waktu
mg diperlukan untuk penyiapan lebih lanjut yang ditambah santan. Penambahan bahan
!ngawet (antioksidan) dalam sayur Torbangun akan mempertahankan mutu sayur
orban gun sebagai m("kanan tradisional berkhasiat
Tujua.'1 penelitia.."l ini adalah mengkaji pengaruh penggunaan berbcgai jenis
ltioksidan gizi dan non gizi serta retensinya terhadap mutu sayur T orbangun awet
rhadap perubahan karakteristik fisikokimia, mikrobiologi dan organoleptik sayur
)rbangun yang dikemas selama penyimpanan.
METODE PENELITIAN
~mpat,
Waktu, Bahan dan Alat
Penelitian dilakukan di DePartemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia,
stiiufPel'tariiailB-ogor: Waktupelaksanaan adalah bulan Juni sampai dengan Okto~er
'06. Bahan yang digunakan adalah daun Torbangun yang diperoleh dari kebun di Cijeruk
19or, santan, air, bumbu (bawang merah, bawang putih, kunyit, ketunlbar, kemiri, garam,
)s, sereh, jahe, merica, jeruk nipis) yang diperoleh dari pasar di Bogor, tablet untuk
:amiD C, vitamin A, dan vitanlin E diperoleh dari Apotek Kimia Farma Bogor dan BHT
:>eroleh dari Toko Setiaguna - Bogor. Alat yang digunakan yaitu kompor, wajan, sendok,
enan, pisau, alat menutup kemasan plastik, bahan pengemas diperoleh dari laboratorium
knik Kemasan Departemen Temo!ogi Industri Pertanian, Fateta serta alat-alat untuk
alisis karakteristik fisikokimia, mikrobiologi dan organoleptik.
osedur
Daun Torbangun segar segera diremas-remas dengan menggunakan garam dan
.eras untuk mengurangi bau langu dan cairan hitam dari daun. Setelah itu dicuci bersih
1 ditiriskan. Daun torbangun dibuat menjadi sayur dengan dimasak hingga matang
1229 ISBN 978-979-95249-7-3
Prosldlng
Seminar PATPI, Pa/embang, 1'-'16 Olctober 2008
dengan bwnbu dan santan yang telah mendidih dan dihidangkan bersama air perasan jeruk
Ilipis.
Antioksidan diberikan pada saat pertengahan proses pemasakkan agar antioksidan
iapat larut di dalam santan. Konsentrasi antioksidan yang digunakan adalah 20000IU
vitamin A/kg sop, 0,1% vitamin C/kgsop, 0,03% vitamin FJkg sop, dan 0,02% BHT/kg
wp. Sayur yang telah diberi perlakuan ditempatkan pada gelas plastik jenis
Polyethilenetolucne bening dan ditutup dengan alat khusus (sealer). Contoh disimpan pada
,uhu ruang dan diamati perubahannya dengan menganalisis : kerusakan lemak yaitu pH,
fotal Asaro Tertitrasi (TAT), TBA (thio barbituric acid), bilangan peroksida, serta
)rganoieptik (aroma, warna, tekstur, dan kekentalan), kandur.gan vitamin dengan HPLC,
la.~ mikrobiologi (Total Plate Count). Rancangan yeng digunakan : Rancangan Acak
:.engkap (RJ'.L) dengan perlakuanjenis antioksidan pada 5 tarafuji : vitamin A, vitamin C,
ritamin E; BHT, dan BHT - vitamin C.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Peilgaruh Jenis Antioksidan tcrhadap Mutu Sayur TorbanguG
Nilai pH pada seluruh contoh baik: untuk sayur Torbangun dengan penambaha...'1
JHT dan sayur Torbangun dengan penambahan tablet vitamin C+BHT menunjukkan
:ecenderungan penurunan selama penyimpanan ke-O jam hingga ke-120 jam. Sayur
~orbangun dengan penambahan BHT dan BHT+vitamin C memiiiki niiai pH yang lebih
inggi secara nyata dibandingkan dengan sayur Torbangu..tJ. dengan penambahan
ntioksidan vitamin A, vitamin C, dan vitamin E. Sayur Torbangun tanpa penambahan
ntioksidan apapun, memiJiki niJai pH yang terendah secara nyata seJama penyimpanan 48
llIl.
Penurunan nilai pH pada seluruh contoh menandakan teIjadinya keasaman pada
ayur Torbangun pada setiap perlakuan. Proses keasaman tersebut diduga akibat adanya
eningkatan jumJah asam lemak sebagai hasil dari pemecahan lemak yang berasal dari
ant::n bail:: secara lipolisis, yang mampu menghasilkan asam-asam lemak bebas, maupun
ks;dasi, yang mampu rnembentuk asam-asam organik., serta akibat adanya a.lctivitas
Iikroorganisme yang mampu menguraikan ·lemak menjadi asam-asam lemak dengan
antuan enzim lipase.
Nilai TAT seluruh contoh selama penyimpanan mengalami kenaikan. Berdasarkan
enelitian diketahui bahwa penambahan antioksidan vitamin A, vitamin C, vitamin E,
;HT, dan BHT+Vitamin C manlpu rnenekan laju penambahan bilangan asam sayur,
:rutama yang diakibatkan oleh reaksi oksidasi. Namun, pada sayur Torbangun dengan
enambahan vitamin C, nilai bilangan asam yang terukur bisa lebih tinggi secara nyata
ibandingkandengankontrol dan sayurdengan penambahan antioksidan lainnya karena
andungan asam askorbat yang terukur pada saat analisis bilangan asam.
Berdasarkan penelitian, dapat diketahui bahwa penambahan antioksidan secara
yata terbukti mampu untuk menekan laju pertambahan hidroperoksida. Hal terse but juga
lengindikasikan adanya penghambatan reaksi oksidasi pada sayur dengan penambahan
ltioksidan. Seluruh antioksidan memiliki kemampuan yang sama secara nyata untuk
lenekan laju peningkatan hidroperoksida, antioksidan BHT+Vitamin C menunjukkan
~cenderungan untuk menekan pembentukan hidroperoksida dengan lebih baik. Semakin
rna waktu penyimpanan maka nilai bilangan peroksida akan meningkat secara nyata.
Secara keseluruhan, nilai rnalonaldehid sayur Torbangun dengan penambahan
lIT dan sayur Torbangun dengan penambahan tablet vitamin C dan BHT, yang
cenninkan oleh niJai TBA mengalami peningkatan selama penyimpanan. Semakin lama
1230 ISBN 978-979-95249-7-3
osldlng
mlnar PATPI , Pa/embang, 14-16 Okfober 2008
dctu penyimpanan, maka jwnlah malonaldehid yang terbentuk akan semakin meningkat
cam nyata.
Grafik pengaruh jenis antioksidan dan lama penyimpanan terhadap nilai TBA
yur Torbangun disajikan pada Gambar 1. HasH uji lanjut Duncan terhadap interaksi jenis
,tioksidan dan lama penyimpanan disajikan pada Tabel 1.
1
I ~
t­.c
_E
Lama Pehyimpanan
fIST!iST~.::sT "'ST '''ST t.:.STB
I
..eterangan :
: Sayur Torbangun kontrol
:TK
;TA
: Sayur Torbangun dengan penambahan vitamin A
;TC
: Sayur Torbangun dengan penambahan vitamin C
: Sayur Torbangun dengan penambahan vitamin E
,rn
: Sayur Torbangun dengan penambahan BHT
: Sayur Torbangun dengan penambahan BHT + vitamin C
;TBC
Gambar 1 Pengaruh jenis antioksidan dan lama penyimpanan terhadap nilai TBA sayur
Torbangun selama penyimpanan 48 jam
Tabel 1 Pengaruh interaksi perlakuan terhadap nnd TBA sayur Torban--",,<s:....;m
_ __
Waktu dan Jerus
N
Rataan
Waktu dan Jenis
N
rtataan
Antioksidan
Antioksidan
--2-4-STB--C......----2--0-.2-7-5-9=c,a:r48 STK
2
0.8493 a
b
48-STA
2
OA007
0 STA
2
0.2703 c,d
24-STK
2
0.3984 b
0-STK
2
0.2702c,d
b
4()TE
2
0.34'12 ,c
0~)TE
2
0.2668c,d
48_STC
2
0.3286 b,c
24_STBC
2
0.2652c,d
b
~L~IE
2
0.3271 ,c
O_STBC
2
0.2591 c,d
b
48_STB
2
0.3049 ,c
24_STC
2
0.2574 c,d
24 STA
2
0.2987 b,c
0 STB
2
0.2509c,d
c
48 STBC
2
0.2812
0 STC
2
0.1929d
Uji Mikrobiologi
Jumlah mikroorganisme baik pada sayur Torbangun kontrol, serta sayur Torbangun
;lngan penambahan vitamin A, dan vitamin E sudah melebihi ambang batas (10 5 CFU/g)
ida penyimpanan ke-24 jam. Sehingga dari segi mikrobiologis sayur Torbangun kontrol,
lyur Torbangun dengan penambahan vitamin A, dan vitamin E layak dikonsumsi hingga
~ jam penyimpanan. Namun, sayur Torbangun dengan penambahan vitamin C, BHT, dan
HT+vitamin C baru melebihi ambang batas keamanan pangan pada saat lama
~nyimpanan ke-48 jam. Anjuran untuk melakukan pemanasan pada makanan matang
mg tidak dikemas adalah 6 jam setelah pemasakan pertama.. Pada penelitian ini
1231 ISBN 978-979-95249-7-3
osldlng
tmlnar PATPI , Palembang, 14-16 Oktober 2008
:nggunaan pengemasan tertutup dapat memperpanjang masa keawetan sayur yaitu baru
telah 24 jam sayur yang dikemas mengandung mikroorganisme dengan jumlah melebihi
IS CFU/g.
Hasil Uji Organol4>ptik
HasH uji hedonik pada perlakuan sayur kontrol (sayur torbangun tanpa p~nambahan
itioksidan), sayur Torbangun dengan penambahan BHT, sayur Torbangun dengan
,nambahan tablet vitamin C dan sayur Torbangun dengan penambahan tablet vitamin C
n BHT, menunjukkan bahwa respon panelis terhadap aroma saat titik ke-O, 24 maupun
48 jam, wama pada titik ke-24 dan 48 jam, kekentalan saat titik ke-48 jam, serta tekstur
at 24 dan 48 jam memiliki tingkat kesukaan yang be:beda nyata. Respon hedonik
nelis terhadap aroma, wama dan tekstur pada lama penyimpanan ke-O jam hingga ke-48
n menunjukkan adanya kecenderungan penurunan tingkat kesukaan dari agale suka
:mjadi agale tidale suka, sedangka.'1. terhadap kekentalan tingket kesukaan panelis dari
lea menjadi agale tidak suka pada saat yang sama.
HasH uji hedonik pada perlakuan sayur kontrol, sayur Torbangun dengan
nambahan vitamin A, sayur Torbang-..m dengan pena.-nbahan vitamin C dan sayur
Irbangun dengan penambahan vitamin E menunjukkan bahwa respon panelis terhadap
kentalan pada titik ke-12 jam maupun ke-36 jam, serta teksur pada titik ke-12 memiliki
.gkat kesukaan yang berbeda nyata. Respon hedonik panelis terhadap aroma, warna dan
kentalan pada lama penyimpanan ke-12 jam hingga kc::-36 jam IIlc::nwljukkan adanya
cenderungan peningkatan tingkat kesukaan dari netral menjadi agak suka, sedangkan
hadap tekstur tingkat kesukaan panelis tetap netral saat 12jam dan 36 jam.
Analisis Kandungan Antioksidan Vitamin A, C dan E
Menurut Andarwulan dan Koswara (1992) untuk menghindari tetjadinya
tengikan oksidatif, a dan ,,--tokoferol biasanya digunakan sebagai antioksidan dalam
han pangan. Vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan tersebut nantinya akan rusak
ibat proses oksidasi oleh oksigen serta adanya cahaya.
Madhavi et. al (1996) melaporkan bahwa penggunaan vitamin A sebagai
tioksitian masih terbatas. Hal tersebut teIjadi karena vitamin A sangat muda..h. terok..sidasi
:h paparan udara dan cahaya, serta mudah menjadi prooksidan. Namun, vitamin A
unpu berfungsi sebagaiantioksidan di dalam lemak dan minyak pada kondisi gelap dan
lindung dari paparan asam-asam bebas yang ada di dalam minyak·sayur.
Pada saat pengolahan antioksidan tablet vitamin dimasukkan ke dalam sayur saat
lap pertengahan pengolahan. Hal tersebut bertujuan agar vitamin yang telal} dihaluskan
?at lamt secara merata di dalam santan. Setelah antioksidan tersebut larut, baru
nasukkan daun Torbangun. Cara pengolahan tersebut sangat memungkinkan vitamin
:ngalami -kerusakan.:-Mengacu~pada ~Winarno (1997)antioksidan sangat mudah rusak
:h pemanasan dengan suhu tinggi disertai adanya udara (oksigen).
Sayur yang telah matang kemudian dikemas untuk keperluan penyimpanan.
masan yang digunalean adalah gelas plastik jenis PET bening, setelah sayur dimasukkan,
nasan ditutup dengan menggunalean plastik sealer. Perhitungan headspace kemasan
lIah sekitar 20%. Setelah proses pengolahan dengan panas, vitamin masih dapat
:ngalami kerusakan selama penyimpanan pada suhu roang. Kerusakan tersebut dapat
jadi karena vitamin berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi sayur dari
usakan secara kimiawi, adanya oksidasi dengan oksigen yang terkandung pada
uJspace, serta kerusakan akibat paparan cahaya di roang penyimpanan.
Berpangkal dari pemikiran adanya kerusakan vitamin baik selama proses
19o1ahan dengan suhu tinggi maupun selama proses penyimpanan, malea dilakukan
Llisis kandungan vitamin menggunakan metode High Performance Liquid
1232 ISBN 978·979·95249-7-3
)SIding
",/nar PA TPI , Pa/embang, 14-16 Olcfober 2008
'romatography (HPLC) terhadap sayur Torbangun dengan penambahan tablet vitamin A,
rur Torbangun dengan penambahan tablet vitamin C, dan sayur Torbangun dengan
l8Il1bahan tablet vitamin E paoo saat awal penyimpanan (ke-O jam) serta akhir
lyimpanan (ke-48 jam). Hasil analisis HPLC tersebut OOpat dilihat pada Tabel 2.
bel 2 Pengaruh jenis antioksidan dan lama penyimpanan terhadap kandungan
antioksidan sayur Torbangun
Lama Penyimpanan
Jenis Antioksidan
Rata-rata Jumlah Antioksidan
Ojam
3.25 mg/100g
ontrol vit E
48 jam
1.97 mg/100g
Ojam
it E (300 mg/kg sop)
15.52 mg/100g
48 jam
11.56 mg/100g
ojam
938.88 REt] OOg
ontrol vit A
48 jam
786.31 REIl OOg
it A (l26569.08RElkg
ojam
3706.99 REI 1OOg
'p)
48 jam
3371.52 REI 1OOg
ojam
161.945 mg/IOOg
)ntrol Vit C
48 jam
134.16 mg/IOOg
ojam
285.8 mg/IOOg
t C (1 g/kg sop)
48 jam
188.985 mg/IOOg
erangan : Kontrol pada setiap jenis antioksidan menunjukkan kandungan antioksidan yang
terdapat pada sayur torbangun
Pengaruh Pengolahan dan Penyimpanan terhadap Jumlah Vitamin A
Berdasarkan hasil analisis vitamin A dengan HPLC diketahui bahwa vitamin A
g terkandung di dalam tablet vitamin A secara faktual adalah 5753.14 REltablet,
angkan berdasarkan konsentrasi vitamin A yang tercantum pada label adalah 6060.60
'tablet, sehingga diketahui adanya selisih kOP')entrasi vitantin A sebesar 5.07%. Selisih
sentrasi vitamin A tersebut diduga akibat kehilangan olen adanya pe.paran 1ancisung
gan oksigen dan cahaya terhadap tablet vitamin A selama distribusi.
Retensi vitamin A pada sayur Torbangun dengan penambahan tablet vitamin A
)at pengolahan adalah 30.38% (3706.99 RElIOOg), scdangkan retensi vitamin A pada
Jr Torbangun dengan pena."'llbahan tablet vitamin A a.1Qbat penyimpanan adalah 90.95%
71.52 REI 100 g). Hasil tersebc.t menunjukkan bahwa persentase retensi vitamin A
)at pengolahan deng8.ii sOOu tinggi lebih rendah dibandingkan dengan persentase akibat
yimpanan. Hal tersebut dapat teIjadi karena laju oksidasi vitamin A dapat meningkat
g&Iladanyapengolahan dengan suhu tinggi, paparan oksigetcbebas yang ada di udara,
. permukaan yang terpapar oksigen, serta adanya paparan cahaya selama proses/
lasakan. Proses penyimpanan dilakukan pada suhu ruang. Paparan dengan oksigen
:\t dibatasi karena luas permukaan yang lebih sempit dan juga volume headspace yang
atas, sebingga persentase retensi vitamin A pada sayur Torbangun dengan penambahan
et vitamin A saat proses penyimpanan lebih tinggi.
Retensi total adalah retensi vitamin A baik akibat proses pengolahan maupun
:es penyimpanan. HasH perhitungan retensi total vitamin A pada sayur Torbangun
~an penambahan tablet vitamin A adalah 27.63% (22252.03 RE).
Jumlah vitamin A awaJ yang ada di dalam sayur kontrol adalah 938.88 REi 100
n. Padahal seharusnya, jumlah vitamin A yang ada di dalam sayur kontrol awal adalah
5.61 REltOO g. Jumlah vitamin A tersebut hanya berasal dari daun Torbangun karena
1233 ISBN 978-979-95249-7-3
~dlng
nar PATPI , Pa/embang, 14-16 Oldober 2008
Bin A yang berasal dari santan atau bumbu-bumbu dianggap keeil jumlahnya sehingga
t diabaikan. Vitamin A tersebut merupakan angka konversi dari (i karoten.
Jumlah vitamin A yang hHang dari daun Torbangun akibat pengolahan adalah
5% (37581.85 RE). Diduga, kehilangan vitamin A tersebut akibat proses mekanis
la pada saat sebelum dilakukan pemasakan, daun Torbangun dieuci dan diremas­
IS bingga bersih. Selama proses peremasan tersebut ada proses ekstraksi, sehingga
saat proses ekstraksi tersebut banyak karoten yang ikut terbuang. Selain itu,
;olahan dengan menggunakan panas juga mampu menurunkan kandungan vitamin A di
n Sayur Torbangun.
Pengaruh Pengolah!!n dan Pel!yimpanan terhad9p Jumlah Vitamin C
Hasil anal isis vitamin C pada Tabe12 menunjukkan bahwa semua perlakuan selama
impanan mengalami penurunan jumlah vitamin C. Saat lama penyimpanan 0 jam
ga 48 jamjumlah vitamin C pada sayur Torbangun dengan penambahan tablet vitamin
mgalami penurunan sebesar 96.81 mg/ l00 g sop.
Berdasarkan hasil analisis HPLC, retensi vitamin C akibat pemasakan pada sayur
'angun dengan penambahan tablet vitamin C adalah sebesar 52.71%. Kerusakan
am C akibat pros'!s pemasakan pada sayur Torbangun dengatt penambahan tablet
nin C adalah sebesar 47.29%. Setelah lama penyimpanan 48 jam, jumlah vitamin C
sayur Torbangun temyata mengalami penurunan pada semua perlak.uan.
Retensi vitamin C setelah penyimpanan 48 jam (Tabel 2) untuk sayur Torbangun
an penambahan tablet vitamin C adalah sebesar 35.23%. Artinya, bahwa kerusakan
terjadi akibat pemasakan lebih besar dibandingkan dengan kerusakan akibat
impanan. Hal ini disebabkan karena pada proses pemasakan faktor kerusakan yang
lebih tinggi dibandingkan dengan saat penyimpanan. Pada prose~ penyimpanan,
uk tersebut disimpan pada gelas plastik yang disealer sehingga oksigen yang tersedia
a sekitar 20% (head space) dan produk disimpan pada sOOu kamar serta luas
tukaan yang lebih kecil dibandingkan saat pengolahan, sebingga kerusakan yang
ii aldb::l.t penyimpanan tidak terlalu tinggi.
Laju uksidasi dapat menunjukkan kerusakan. Laju oksidasi yang disebabkan oleh
~s pemasakan dan proses penyimpanan, temyat~ menurJll1(kan laju oksidasi yang
~. Laju oksidasi akibat pemasakan pada sayur Torbangun dengan penambahan tablet
nin C adalah sebesar 54.50 mg/660 g/menit, sedangkan laju oksidasi akibat
impanan untuk sayur Torbangun dengan penambahan tablet vitamin C adalah sebesar
mg/660 g/menit.
Laju oksidasi yang lebih tinggi pada proses pemasakan dibandingkan dengan
~s penyimpanan menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya
;r~oKSTclasrle6in~<finggr-pada. proses pemaSakari. FaIaof~faIdor tersebut antara lain
-sediaan oksigen, suhu, waktu serta luas permukaan.
Setelah mengalami proses pemasakan dan penyimpanan, jumlah vitamin C yang
t11dung dalam sayur Torbangun (retensi total vitamin C) semakin berkurang. Hal ini
:Ii karena sebagian vitamin C larut dalam santan dan rusak akibat pemanasan dan
~s oksidasi. Semakin banyak vitamin C yang larut dalam santan dan yang rusak akibat
lasi maka semakin keeil pula retensi total vitamin C pada sayur terse but. Retensi total
ain C pada sayur Torbangun dengan penambahan tablet vitamin C yaitu sebesar
3%. Berarti secara keseluruhan kerusakan pada sayur yaitu sebesar 16.67%.
Pengaruh Pengolahan dan Penyimpanan terhadap Jumlah Vitamin E
HasH analisis vitamin E pada Tabe12 menunjukkan bahwa semua pedakuan selama
impanan mengalami penurunan jumlah vitamin E. Saat lama penyimpanan 0 jam
]234 ISBN 878-879-952""'7-3
.,d'ng
n/nar PATPI, Pa/embang, 14-16 Oktober 2008
gga 48 jam jwn1ah vitamin E pada SE mengalami penurunan sebesar 3.95 mg/loo g
ur.
Berdasarkan hasil analisis HPLC, retensi vitamin E akibat pemasakan pada sayur
tgan penambahan vitamin E adalah se.besar 63.43%. Kerusakan vitamin E yang terjadi
la saat pemasakan bisa jadi disebabkan karena pada saat proses pemasakan berlangsung
dgen yang tersedia cukup banyak, suhu pemanasan yang tinggi dan pennukaan yang
s. Menurut Andarwulan dan Koswara (1992) tokoferol cukup tahan terhadap panas.
hilangan selama proses pengolahan bahan pangan sebagian besar disebabkan karena
'ses oksidasi. Menurut Muhilal dan Sulaeman (2004) sebagai antioksi~ tokoferol
III teroksidasi menjadi tokoferol radikal dan bentuk racl!kal ini dapat direduksi kembali
njadi tokoferol oleh kerja sinergi dari antioksidan lain, misalnya vitamin C.
Kerusakan vitamin E akibat proses pemasakan pada tablet vitamin E adalah sebesar
57%.' Setelah lama penyimpanan 48 jam, jwn1ah vitamin E pada sayur Torbangun
lyata mengalami penurunan pada semua perla-lruan.
Retensi vitamin E setelah penyimpanan 48 jam (Tabel 2) untuk sayur dengan
lambahan vitamin E adalah sebesar 80.37%. Artinye, bah.wa kerusakan yang terjadi
bat pemasakan lebih besar jika dibanding..1can dengan keru.sa.k.M akibat penyimpanan.
l ini disebabkan karena pada proses pemasakan faktor kerusakan yang ada Iebih tinggi
andingkan dengan saat penyimpana."1.. Pada proses penyimpanan produk tersebut
lmpan pada gelas plastik yang disealer sehlngga okslgeii y4l1g tersedia bfulya sekitar
10 (head space) dan produk disimpan pada suhu kamar serta luas permukaan yang lebih
il dibandingkan saat pengolahan, sebingga kerusakan yang terjadi akibat penyimpanan
tk terlalu tinggi.
Kerusakan juga dapat dilihat dari laju oksidasi. Laju oksidasi yang disebabkan oleh
ses pemasakan dan proses penyirnpanan, ternyata rnenunjukkan laju oksidasi yang
~gi. Laju oksidasi akibat pernasakan pada sayur dengan penarnbahan vitamin E adalah
esar 5.398 mg/660 g/rnenit, sedangkan laju oksidasi akibat penyimpanan Wltuk sayur
'gah penarnbahan vitamin. E adalah sehesar 5.5 x 10.3 mg/660 g/menit.
Laj u oksidasi yang lebih tinggi pada proses pemasakan dibandingkan dengan .
ses penyimpanan menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya
~i oksidasi lebih tinggi pada proses pernasakan. Faktor-faktor tersebut antara lain
~rsediaan oksigen, suhu, waktu serta 1005 pennukaan.
Setelah rnengalarni proses pemasakan dan penyirnpanan, jumlah vitamin E yang
~andWlg dalarn sayur Torbangun (retensi total vitamin E) sernakin berkurang. Hal ini
adi karena sebagian vitamin E lamt dalarn santan dan rusak akibat pemanasan dan
ses oksidasL Semakin banyak vitamin E yang lamt dalarn santan dan yang rusak akibat
idasimakasemakin kecil pula retensi total vitamin E padasayur tersebut. Retensi total
min E pada sayur dengan penarnbahan vitamin E yaitu sebesar 70.6%. Berarti secara"
eluruhan kerusakan pada sayur yaitu sebesar 29.4%.
'anan Sayur Torbangun dengan Penambahan Vitamin A dalam Memenuhi Angka
eukupan Gizi (AKG) Vitamin A
Chakravarty (2000) di dalarn WKNPG (2004) menyatakan bahwa kekurangan
min A merupakan masalah kesehatan masyarakat di' lebih dari 70 negara termasuk
onesia. Vitamin A merupakan vitamin lamt lemak yang pert8rna kali diketallUi. Fungsi
.g paling dikenal dari vitamin A adalah peranannya dalarn penglihatan.
Vitamin A di dalarn konsumsi manusia sebagian tersusun oleh vitamin A yang
ah terbentuk atau sudah jadi yang berasal dari sumber hewani dan sebagian lagi dari
:>ten provitamin A yang berasal dari bahan nabati. Kelebihan konsumsi vitamin A dapat
lyebabkan toksisitas dan memiliki efek teratogenik bagi ibu hamil. Oleh sebab itu,
1235 ISBN 978-979-95249-7-3
Pros/ding
Sem/narPATP/, Pa/embang, 1.,..16 Oktober 2008
k:onsumsi vitamin A harus sesuai dan memenuhi kebutuhan serta menghindari kelebihan
k:onsumsi. Karoten tidak menimbulkan keracun~ karena proses metabolisme karoten
tnenjadi vitamin A akan menurun saat konsumsinya meningkat.
Tingkat Asupan Atas yang dapat ditolerir atau Tolerable Upper Intake Level (UL)
:ligunakan untuk menghindari resiko keracunan akibat konsumsi zat gizi yang berlebih.
rika &Supan harlan dari zat gizi kurang darl UL, resiko buruk akibat dari &Supan ber1ebih
lkan kecil. La Chance (1998) di dalam WKNPG (2004) mengilustrasikan bahwa UL untuk
)rang dewasa kemungkinan sekitar 5000 RE atau 15.000 SI per hari. Dosis toksik yang
iilaporkan untuk wanita hamil adalah sekitar 500.000 SI untuk dosis tunggal dan 25.000 SI
mtuk dosis harlan.
Angka kecukupan vitamin A adalah jumlah vitamin A yang hams dikonsumsi per
1arl untuk mempertahankan status vitamin A pada level memuaskan atau cukup.
3erdasarkan WKNPG (2004) angka kecukupan vitamin A untuk wanita berusia diatas 19
ahun adalah 500 RE, sedangkan pada saat menyusui 0-12 bulan, kecukupannya ditambah
~50 RE menjadi 850 RE.
Berdasarkan uraian di atas, apabila Ibu menyusui mengkonswnsi 100 g sayur
rorbangun dengan penambahan vitamin A, maka kecukupan vitamin A telah terpenuhi
:ebanyak lima kali (4157.83 RE). Jumlah tersebut masih di bawah UL, yakni 5000 RE.
~eranan
Sayur Torbangun dengan Penambahan Vitamin E dalam Memenuhi Angka
(ecukupan Gizi (AKG) Vitamin E
Berdasarkan WKNPG (2004) angka kecukupan vitamin E adalah 4-15 mglhari,
:edangkan angka kecukupan vitamin E bagi ibu menyusui adalah ditambah 4 mg sehingga
nenjadi 19 mg. Karena vitamin E banyak terdapat dalam makanan, maka defisiensi
ritamin E jarang terjadi kecuali pada situasi dimana ada gangguan penyerapan. Vitamin E
nerupakan vitamin yang paling rendah toksisitasnya dan konsumsi vitamin E dari
nakanan sehari-hari tidak akan melebihi nilai UL karena beda antara angka kecukupan dan
tHai UL cuk'Up jauh.
Berdasarkan hasil perhitungan tingkat kecukupan, dengan mengkonsumsi sayur
~orbangun dengan penambahan vitamin E sebanyak 300 g maka kecukupan vitamin E
elah tercukupi sebanyak 182.60% (34.695 mgl300g). Jumlah tersebut masihjauh di bawah
tilai UL yaitu sebesar 800 mg, sehingga diperkirakan tidak akan menimbulkan toksisitas
.ada ibu menyusui.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Hasil uj i retensi vitamin A, C dan E menunjukkan adanya kecenderungan
enurunanJumlahvitaminA,C ~danE.Padasayur Torbangun dengan penambahan tablet
itamin A dan sayur Torbangun dengan penambahan tablet vitamin E, retensi akibat
engolahan memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan nilai pada saat
enyimpanan. Hal tersebut berarti kandungan vitamin A dan E di dalam tablet vitamin
anyak yang mengalami kerusakan selama pemasakan, baik akibat rusak karena
engolahan dengan suhu tinggi, maupun karena oksidasi. Pada sayur Torbangun dengan
enambahan tablet vitamin C, retensi vitamin C lebih besar pada saat pengolahan
ibandingkan saat penyimpanan selama 48 jam, namun, laju oksidasi selama pengolahan
engan menggunakan panas lebih tinggi dibandingkan dengan laju oksidasi selama
enyimpanan.
Sayur Torbangun bersantan tanpa penambahan bahan pengawet setelah dikemas
alam berbagai jenis kemasan, disimpan pada suhu 3-5°C serta 10-12°C mengalami
erusakan pada hari ke-8, sedangkan sayur Torbangun yang disimpan pada suhu 27-30°C
1236 ISBN 97.8-979-95249-7-3
Prosldlng SemlnarPATPI, Pa/embang, 14-16 Oktober 2008 sudah mengalami kerusakan pada hari ke-3. Secara proksimat, sayur ini memiliki kadar air,
abu, lemale, protein, dan karbohidrat, daun Torbangun juga mengandung kadar mineral
yang cukup tinggi, salah satunya zat besi, sehingga sayur ini sangat baik dikonsumsi untuk
meningkatkan produksi air susu iQu (ASI).
Ibu menyusui yang mengkonsumsi 100 g sayur Torbangun dengan penambahan
vitamin A, maka kecukupan vitamin A telah terpenuhi sebanyak lima kaJi (4157.83 RE).
Dengan mengkonsumsi sayur Torbangun dengan penambahan vitamin E sebanyak 300 g
maka kecukupan vitamin E telah terculmpi sebanyak 182.60% (34.695 mg/300g).
Saran
Perlu dilakukan peneiitian lebih lanjut mengenai pengaruh penambahan zat
antioksidan dan anti mikroba untuk meningkatkan daya awet sayur Torbangun. Kajian
mengenai keamana.1J. pangan dan nilai gizi akibat pengaruh pemberian antioksidan vitamin
A, vitamin C, vitamin E, BHT, dan interaksi BHT+vitamin C secara in vivo juga perlu
dilakukan.
ueAPAN TERIMA KASIH
Tim peneliti dalam kescmpatan ini menyampaikan ucapan banyak terima kasih
kepada Direktorat Perguruan Tinggi yang telah menyediakan dana Hibah Bersaing Tahun
Anggaran 2006 sehingga penelitian ini dapat terlaksana.
DAFfARPUSTAKA
Andarwulan, N. dan Fardiaz, D. 1994. Isolasi dan karakterisasi antioksidan alami dari
jinten (Cuminum cyminum inn) [laporan penelitian]. Fakultas Teknologi Pertanian.
Institut Pertanian Bogar.
_ _ _ _ _, Koswara. 1992. Kimia Vitamin. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi.
Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Bender, D. A. 2003. Nutritional Biochemistry of the Vitamin. 2nd ed. Cambridge
University Press. Cambridge
Darnanik, R., Wahlqvist M.L., and VlattanapenpaiUooIlN. 2004. The U~e of a Putative
Lactagogue Plant on Breast Milk Production in Simalungun, North Sumatera,
Indonesia. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition; 10(4): S56
Darnayanthi, E. Studi Keamanan Mikrobio1cgis pada Kantin Asrama Putra dan Putri,
Tillgkat Persiapan Bersama - IPS. 2004. Laporan Akhir Hibah Pebelitian. Projek
Due-like IPS. Boger
Elliot, J.G. 1999. Application of antioxidant vitamins in foods and beverages. Food
Technology; 53 (2) : 46-49.
Madhavi,D.L 1996. Technological aspect of food antioxidants. Di dalam Food
antioxidants. D.L. Madhavi, S.S Deshpande, D.K. Salunkhe [Editor]. Marcel
Dekker. New York.
Muhilal, Alunad S. 2004. Angka kecukupan vitamin lamt lemak. Di dalam: Ketahanan
Pangan dan Gizi di Era Otonomi Daerah dan Globalisasi. Prosiding Widyakarya
Nasional Pangan dan Gizi; Jakarta 17-19 Mei 2004. Jakarta: LIP!. hIm 331-342.
Nawar, W.W. 1996. Lipids. In Fennema OR. Food Chemistry. 3rd ed. p. 225-314.
Marcel Dekker. New York.
Winamo, F.G. 1997. Kimia Pangan dan GizL Gramedia Pustaka Utama Jakarta.
Widyakarya Pangan dan Gizi VIII. 2004. Ketahanan Pangan dan Gizi di Era Otonomi
Daerah dan Globalisasi.
1237 
Download