intisari - Institutional Repository Akfar ISFI Banjarmasin

advertisement
INTISARI
ANALISIS FAKTOR RISIKO HIPERTENSI DI PUSKESMAS KELAYAN
TIMUR KOTA BANJARMASIN
Ana Ulfah¹; Aditya Maulana²; Rony³
Menurut WHO (World Health Organization) 2011, sekitar 1 milyar penduduk di
seluruh dunia menderita hipertensi dimana dua pertiganya terdapat di Negara-negara
berkembang.Hipertensi menyebabkan 8 juta penduduk di seluruh dunia meninggal setiap
tahunnya, dimana hampir 1,5 juta penduduk diantaranya terdapat di kawasan Asia
tenggara.Hipertensi terjadi saat seseorangmengalami peningkatan tekanan darah diatas
normal dimana tekanan sistolik diatas140 mmHg dan diastoliknya diatas
90mmHg.Hipertensi merupakan penyakit yang timbul akibat adanya interaksi dari
berbagai faktor risiko yang dimiliki seseorang.Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian
hipertensi diklasifikasikan menjadi faktor yang tidak dapat dimodifikasi dan dapat
dimodifikasi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko terjadinya
hipertensi di Puskesmas Kelayan Timurkota Banjarmasin.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pengambilan data menggunakan
kuesioner untuk mengetahui faktor risiko hipertensi di Puskesmas Kelayan Timur Kota
Banjarmasin selama periode 2 Mei 2016 – 2 Juni 2016. Dengan kriteria inklusi, yaitu:
Laki-laki dan wanita usia 26 – 65 tahun, Pasien tanpa komplikasi dan Bersedia untuk
menjadi responden penelitian.Metode sampling yang digunakan yaitu Consecutive
Sampling.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwafaktor risiko hipertensi yang ada di
Puskesmas Kelayan Timur Kota Banjarmasin adalah jenis kelamin (berisiko 0.928 kali),
kebiasaan merokok (berisiko 1,368 kali), kebiasaan makan-makanan asin (berisiko 2,898
kali), obesitas (berisiko 1,147 kali), konsumsi makanan lemak jenuh (berisiko 1,505 kali).
Kata Kunci : Hipertensi, Faktor Risiko Hipertensi
1,2
3
Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin
Puskesmas Kelayan Timur kota Banjarmasin
x
ABSTRACT
ANALYSIS OF RISK FACTORS FOR HYPERTENSION HEALTH IN EAST
KELAYAN BANJARMASIN CITY
Ana Ulfah¹; Aditya Maulana²; Rony³
According to WHO (World Health Organization) in 2011 , about 1 billion people
worldwide suffer from hypertension which two thirds are in developing countries
.Hypertension causes 8 million people worldwide die each year , of which nearly 1.5
million of them are in South East Asia .Hypertension occurs when a person experiences an
increase in blood pressure above normal where the systolic pressure above 140 mmHg and
diastolic above 90 mmHg . Hypertension is a disease that arises due to the interaction of
various risk factors a person has. The risk factors that affect the incidence of hypertension
is classified into factors that can not be modified and can be modified .The purpose of this
study was to determine the risk factors for hypertension in the Health Center East kelayan
city of Banjarmasin
This type of research is descriptive with data collection using a questionnaire to
determine the risk factors of hypertension in the Health Center East kelayan Banjarmasin
during the period 2 May 2016 - 2 June 2016. With the inclusion criteria , namely : Men
and women aged 26-65 years , patients without complications and willing to become
respondent. The sampling method used is Consecutive Sampling.
The results of this study showed that risk factors of hypertension in Puskesmas
kelayan Eastern Banjarmasin city is sex (risky 0928 times ) , smoking ( risk 1,368 times ) ,
the habit of eating food salty (risky 2.898 times ),obesity( risk 1,147 times ) , consumption
of saturated fat foods ( risk 1,505 times ).
Keywords : Hypertension, Hypertension Risk Factors
1,2
3
Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin
Puskesmas Kelayan Timur kota Banjarmasin
xi
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hipertensi Menurut American Society of Hypertension (ASH) adalah suatu sindrom
atau kumpulan gejala kardiovaskuler yang progresif, sebagai akibat dari kondisi lain yang
kompleks dan saling berhubungan (Sigalingging, 2011). Hipertensi terjadi saat seseorang
mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal dimana tekanan sistolik diatas 140
mmHg dan diastoliknya diatas 90 mmHg.Hal itu disebabkan karena peningkatan volume
darah yang mengakibatkan penyempitan pembuluh darah sehingga suplai oksigen dan zat-zat
makanan ke tubuh, jantung harus bekerja memompa lebih keras dan beban jantung dan
pembuluh darah menjadi lebih berat dengan disertai makin tingginya tekanan darah (Martuti,
2009).
Menurut WHO (World Health Organization) 2011, sekitar 1 milyar penduduk di
seluruh dunia menderita hipertensi dimana dua pertiganya terdapat di Negara-negara
berkembang. Hipertensi menyebabkan 8 juta penduduk di seluruh dunia meninggal setiap
tahunnya, dimana hampir 1,5 juta penduduk diantaranya terdapat di kawasan Asia tenggara.
WHO mencatat pada tahun 2012 terdapat 839 juta kasus penderita hipertensi dan
diperkirakan meningkat menjadi 1,15 milyar pada tahun 2025 atau sekitar 29% dari total
penduduk dunia (Triyanto, 2014).
Prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan hasil pengukuran menurut usia ≥ 18
tahun sebesar 25,8%. Prevalensi hipertensi di Indonesia yang diperoleh melalui kuesioner
terdiagnosis tenaga kesehatan sebesar 9,4% yang di diagnosis tenaga kesehatan sebesar atau
sedang minum obat sebesar 9,5%. Jadi terdapat 0,1 % yang minum obat sendiri. Responden
yang mempunyai tekanan darah normal tetapi sedang minum obat hipertensi sebesar 0,7%.
Jadi prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 26,5 % (Kemenkes RI, 2013).
12
Prevalensi hipertensi di Kalimantan Selatan pada penduduk 18 tahun keatas
berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah adalah 39,6% (rentang: 34,9-48,2%). Kasus
hipertensi lebih banyak terdeteksi dengan pengukuran dan minum obat dibandingkan yang
terdeteksi oleh tenaga kesehatan (Kemenkes RI, 2012).
Hipertensi merupakan penyakit yang timbul akibat adanya interaksi dari berbagai faktor
risiko yang dimiliki seseorang.Berbagai penelitian telah menghubungkan antara berbagai
faktor risiko terhadap timbulnya hipertensi. Berdasarkan laporan Sugiri di Jawa Tengah
didapatkan angka prevalensi 6,0% untuk pria dan 11,6% untuk wanita. Prevalensi di
Sumatera Barat 18,6% pria dan 17,4% wanita, sedangkan daerah perkotaan di Jakarta
(Petukangan) didapatkan 14,6% pria dan 13,7% wanita (Yundini, 2006).
Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian hipertensi diklasifikasikan menjadi faktor
yang tidak dapat dimodifikasi dan dapat dimodifikasi.Faktor yang tidak dapat dimodifikasi
adalah riwayat keluarga dengan hipertensi, umur, jenis kelamin, dan etnis. Di sisi lain, faktor
yang dapat dimodifikasi adalah nutrisi, stress, obesitas, dan zat berbahaya misalnya rokok
dan konsumsi alkohol berlebih, serta aktivitas fisik (Black & Hawks,2005).
Banyak penderita hipertensi yang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki hipertensi
sebelum memeriksakan diri ke dokter atau pelayanan kesehatan setempat akan keluhankeluhan yang dirasakan. Kurangnya pengetahuan masyarakat akan gejala-gejala hipertensi
serta kesadaran mereka untuk teratur memeriksa tekanan darah mengakibatkan terlambatnya
penanganan hipertensi dan penyakit menjadi lebih parah. Individu dengan tekanan darah di
atas 160/95 mmHg memiliki risiko 2 − 3 kali lebih besar untuk timbul penyakit jantung dan 3
kali lebih besar untuk terkena stroke daripada individu dengan tekanan darah normal.
Bila seseorang menderita tekanan darah tinggi, lapisan dari dinding pembuluhpembuluh darah menebal sebagai usaha untuk melakukan kompensasi terhadap tekanan darah
yang tinggi.Hal ini menyebabkan penyempitan lumen untuk aliran darah yang mengalir di
13
dalam arteri dengan tekanan yang meningkat.Akibatnya adalah kerusakan lebih lanjut pada
arteri dan tekanan darah yang semakin meningkat.Cara yang paling baik untuk menghadapi
timbulnya tekanan darah tinggi adalah pencegahan.Cara kedua adalah pengobatan untuk
mengendalikan hipertensi yang sudah ada.
Pada sebagian besar kasus tekanan darah tinggi tidak dapat disembuhkan.Keadaan
tersebut berasal dari suatu kecenderungan genetik yang bercampur dengan faktor-faktor
risiko seperti stress, kegemukan, terlalu banyak makan garam, dan kurang gerak badan.Kalau
kita mempunyai sejarah hipertensi dalam keluarga, dan berkembang menjadi hipertensi
ringan, kita dapat mengurangi kemungkinan hipertensi berkembang lebih hebat dengan
memberi perhatian khusus terhadap faktor-faktor risiko tersebut.
Berdasarkan data yang ada dan meningkatnya penyakit hipertensi tersebut, maka akan
dilakukan penelitian tentang analisis faktor risiko hipertensi di Puskesmas Kelayan Timur
Kota Banjarmasin mengingat pentingnya faktor-faktor risiko hipertensi untuk diketahui
dalam rangka pencegahan penyakit hipertensi. Beberapa alasan sehingga peneliti merasa
tertarik melakukan penelitian di Puskesmas Kelayan Timur adalah banyak pasien penderita
hipertensi yang datang berobat berdasarkan hasil kompilasi laporan bulanan data kesakitan
ditemukan kunjungan kasus hipertensi pada tahun 2015 di bulan januari hingga desember
menempati urutan ke 1 dalam sepuluh kunjungan terbanyak dengan jumlah rawat jalan
sebanyak 5.225 kunjungan.
14
Download