bab 14 ak asuransi syariah-ok

advertisement
BAB 14
AKUNTANSI TRANSAKSI ASURANSI SYARIAH
Berdasarkan PSAK NO. 108
Tujuan Pembelajaran:
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan mahasiswa memahami dan melaksanakan tentang:
1. karakteristik asuransi syariah
2. istilah teknis terkait dengan asuransi syariah
3. pengakuan dan pengukuran transaksi asuransi syariah
4. penyajian transaksi asuransi syariah dalam laporan keuangan asuransi syariah
Karakteristik
07. Asuransi syariah adalah sistem menyeluruh yang pesertanya mendonasikan sebagian atau
seluruh kontribusinya yang digunakan untuk membayar klaim atas kerugian akibat
musibah pada jiwa, badan, atau benda yang dialami oleh sebagian peserta yang lain. Donasi
tersebut merupakan donasi bersyarat yang harus dipertanggungjawabkan oleh entitas
asuransi syariah. Peranan entitas asuransi syariah dibatasi hanya mengelola operasi asuransi
dan menginvestasikan dana peserta.
08. Prinsip dasar dalam asuransi syariah adalah saling tolong menolong (ta’awuni) dan
saling menanggung (takafuli) antara sesama peserta asuransi.
09. Akad yang digunakan dalam asuransi syariah adalah akad tabarru’ dan akad tijari. Akad
tabarru’ digunakan di antara para peserta, sedangkan akad tijari digunakan antara
peserta dengan entitas asuransi syariah.
10. Pembayaran dari peserta dapat meliputi kontribusi; atau kontribusi dan investasi.
11. Dana tabarru’ dibentuk dari akumulasi dari surplus underwriting dana tabarru’ yang
merupakan milik peserta secara kolektif yang dikelola oleh entitas asuransi syariah.
12. Pembayaran manfaat asuransi/klaim berasal dari dana peserta kolektif (dana tabarru’)
dimana risiko ditanggung secara bersama antara peserta asuransi.
Definisi
13. Berikut ini pengertian istilah yang digunakan dalam pernyataan ini:
Cadangan dana tabarru’ adalah cadangan yang dibentuk dari surplus underwriting
yang tidak dibagikan kepada peserta dan kepada entitas asuransi syariah.
Dana peserta adalah semua dana baik berupa dana tabarru’ maupun dana investasi.
Klaim yang masih dalam proses (outstanding claims) adalah jumlah beban penyisihan
untuk klaim yang diperkirakan akan dibayar pada periode mendatang untuk klaim yang
terjadi dan dilaporkan sampai akhir periode berjalan. Penyisihan tersebut termasuk beban
penanganan dikurangi beban klaim yang menjadi kewajiban reasuransi.
Klaim yang terjadi tetapi belum dilaporkan (claim incurred but not reported) adalah
jumlah penyisihan untuk klaim yang terjadi, tetapi belum dilaporkan sampai akhir periode
berjalan. Penyisihan tersebut termasuk beban penanganan dikurangi beban klaim yang
menjadi kewajiban reasuransi.
Kontribusi (contribution) adalah jumlah bruto yang menjadi kewajiban peserta untuk
porsi risiko dan ujrah.
Kontribusi yang belum menjadi hak (unearned contributions) adalah bagian kontribusi
kontrak asuransi yang diterima oleh entitas asuransi syariah pada periode berjalan, tetapi
‘12
1
Akuntansi Syariah
Drs. Slamet Wiyono, Ak. MBA.
Pusat Bahan Ajar dan Elearning
Universitas Mercu Buana http://www.mercubuana.ac.id
24. Jika terjadi defisit underwriting dana tabarru’, maka entitas asuransi syariah wajib
menanggulangi kekurangan tersebut dalam bentuk pinjaman (qardh). Pengembalian
qardh tersebut kepada entitas asuransi syariah berasal dari surplus dana tabarru’ yang akan
datang.
25. Pinjaman qardh dalam neraca dan pendapatan dalam laporan surplus defisit
underwriting dana tabarru’ diakui saat entitas pengelola menyalurkan dana talangan
sebesar junlah yang disalurkan.
Penyisihan Teknis (Technical Provision)
26. Penyisihan teknis untuk asuransi syariah terdiri dari:
(a) Penyisihan kontribusi yaitu jumlah untuk memenuhi klaim yang terkait dengan kontribusi
yang timbul pada periode berjalan atau periode mendatang (penyisihan kontribusi yang
belum menjadi hak).
(b) Klaim yang masih dalam proses yaitu jumlah penyisihan atas ekspektasi klaim yang akan
dibayar pada periode mendatang yang terjadi dan dilaporkan sampai dengan
akhir periode berjalan. Penyisihan tersebut termasuk beban penanganan dikurangi beban
klaim yang menjadi kewajiban reasuransi.
(c) Klaim yang terjadi tetapi belum dilaporkan yaitu jumlah penyisihan atas klaim yang telah
terjadi tetapi tidak dilaporkan sampai dengan akhir periode berjalan. Penyisihan tersebut
termasuk beban penanganan dikurangi beban klaim yang menjadi kewajiban reasuransi.
27. Penyisihan teknis diakui pada saat akhir periode pelaporan sebagai beban dalam
laporan surplus defisit underwriting dana tabarru’.
28. Penyisihan teknis diukur sebagai berikut:
(a) Penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak dihitung menggunakan metode yang
berlaku dalam industri perasuransian.
(b) Klaim yang masih dalam proses diukur sebesar jumlah estimasi klaim yang masih
dalam proses oleh entitas asuransi syariah. Jumlah estimasian tersebut harus mencukupi
untuk mampu memenuhi klaim yang terjadi dan dilaporkan sampai dengan akhir periode
pelaporan, setelah mengurangkan bagian reasuransi dan bagian klaim yang telah
dibayarkan.
(c) Klaim yang terjadi tetapi belum dilaporkan diukur sebesar jumlah estimasi klaim yang
diekspektasikan akan dibayarkan pada tanggal neraca berdasarkan pada pengalaman
masa lalu yang terkait dengan klaim paling kini yang dilaporkan dan metode statistik.
Cadangan Dana Tabarru’
29. Cadangan dana tabarru’ digunakan untuk:
(a) menyediakan cadangan defisit yang akan terjadi di periode mendatang; dan
(b) tujuan memitigasi dampak risiko kerugian yang luar biasa yang terjadi pada periode
mendatang untuk jenis asuransi (class of business) yang menunjukkan derajat volatilitas
klaim yang tinggi.
30. Cadangan dana tabarru’ diakui pada saat dibentuk sebesar jumlah yang dianggap
mencerminkan kehatihatian (deemed prudent) agar mencapai tujuan pembentukannya
yang bersumber dari surplus underwriting dana tabarru’.
31. Pada akhir periode pelaporan, jumlah yang diperlukan untuk mencapai saldo
cadangan dana tabarru’ yang dibutuhkan diperlakukan sebagai penyesuaian atas
surplus underwriting dana tabarru’.
PENYAJIAN
‘12
3
Akuntansi Syariah
Drs. Slamet Wiyono, Ak. MBA.
Pusat Bahan Ajar dan Elearning
Universitas Mercu Buana http://www.mercubuana.ac.id
KETENTUAN TRANSISI
41. Pernyataan ini diterapkan secara retrospektif.
TANGGAL EFEKTIF
42. Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode
laporan yang dimulai atau setelah tanggal 1 Januari 2010. Penerapan lebih dini
dianjurkan.
Lampiran 2
LAPORAN KEUANGAN ENTITAS ASURANSI SYARIAH
1. Ketentuan mengenai komponen dan ilustrasi laporan keuangan entitas asuransi syariah ini
merupakan penambahan dari komponen dan ilustrasi Laporan Keuangan Entitas Syariah yang
telah ada. Ketentuan ini berlaku selaras dengan diberlakukannya PSAK 108: Akuntansi
Transaksi Asuransi Syariah yang berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan
keuangan entitas asuransi syariah pada atau setelah 1 Januari 2010.
Komponen Laporan Keuangan
2. Laporan keuangan entitas asuransi syariah yang lengkap terdiri dari:
(a) laporan posisi keuangan (neraca);
(b) laporan surplus defisit underwriting dana tabarru’;
(c) laporan laba rugi;
(d) laporan perubahan ekuitas;
(e) laporan perubahan dana tabarru’;
(f) laporan arus kas;
(g) laporan sumber dan penggunaan dana zakat;
(h) laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan; dan
(i) catatan atas laporan keuangan.
3. Dalam hal pengelolaan asuransi syariah dilakukan oleh bukan entitas asuransi syariah,
maka komponen laporan keuangnnya mengacu ke PSAK yang relevan.
4.Bagi entitas yang memiliki kegiatan signifikan berkaitan dengan pengelolaan investasi
terikat sebagai wakil dan atau pengelolaan investasi dengan pola bagi hasil maka entitas
tersebut menyiapkan laporan dibawah ini yang relevan:
(a) laporan perubahan dana investasi terikat; dan atau
(b) laporan rekonsiliasi bagi hasil.
Kedua komponen laporan keuangan di atas dapat dilihat di Lampiran 1.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
5. Entitas asuransi syariah menyajikan laporan posisi keuangan (neraca), dengan
memperhatikan ketentuan dalam PSAK terkait, mencakup tetapi tidak terbatas pada:
Aset
(a) kas dan setara kas
(b) piutang kontribusi
‘12
5
Akuntansi Syariah
Drs. Slamet Wiyono, Ak. MBA.
Pusat Bahan Ajar dan Elearning
Universitas Mercu Buana http://www.mercubuana.ac.id
Download