Kewirausahaan, Etika Profesi dan Hukum Bisnis

advertisement
Modul ke:
05
Kewirausahaan, Etika
Profesi dan Hukum Bisnis
Pembuatan Template Powerpoint untuk digunakan
sebagai template standar modul-modul yang digunakan
dalam perkuliahan
Fakultas
Pasca
Program Studi
Magister
Akuntansi
Cecep Winata
Sumber-sumber Pendanaan
Modal Sendiri, Hutang Pasar,
Modal Marketing, Kriteria
Investasi, BisnisPlan
Template Modul
Pembuatan Template Powerpoint untuk digunakan sebagai template standar modul-modul
yang digunakan dalam perkuliahan
Sumber – sumber pendanaan
modal sendiri
Berbisnis apapun pasti butuh modal, berapa pun jumlahnya itu.
Permodalan sering menjadi kendala utama yang menghambat dalam
membangun bisnis, baik itu kurang modal atau bahkan tidak punya
modal sama sekali. Banyak sekali pengusaha yang tidak dapat
mengembangkan usahanya karena keterbatasan modal.
Memang tidak mudah untuk menentukan sumber pembiayaan yang
sesuai dengan kebutuhan usaha. Karena ada beberapa alternatif
sumber pembiayaan usaha yang ada, namun yang perlu diketahui
adalah bagaimana cara mendapatkan serta mengelolanya dengan
baik.
Sumber - sumber permodalan
Umumnya dana permodalan dapat diperoleh dalam 3 cara, antara lain:
1. Dana Sendiri . Menggunakan dana sendiri paling banyak dilakukan
oleh pengusaha dalam memodali usahanya. Pemakaian dana ini
dimungkinkan bila memiliki simpanan uang tunai di bank ataupun
berupa reksadana. Dengan dana pribadi ini, kita bisa lebih fleksibel
dalam pemakaian jumlah dana sewaktu - waktu, serta bebas
mengalokasikan dana sesuai dengan keputusan sendiri.
2. Dana pinjaman. Jika tidak mempunyai simpanan dana pribadi dan
kekurangan dana, maka alternatif lainnya adalah dana pinjaman.
Berikut ini adalah berbagai macam alternatif dana pinjaman (terutama
kredit perbankan) :
Pengertian Hutang
Hutang adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak - pihak
lain yang belum terpenuhi, dimana hutang ini merupakan sumber dana atau modal
suatu perusahaan. Hutang terdiri atas hutang lancar (hutang jangka pendek) dan
hutang tidak lancar (hutang jangka panjang).
Hutang dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu :
1. Hutang lancar (hutang jangka pendek). Hutang lancar yaitu kewajiban keuangan
perusahaan yang pelunasannya atau pembayarannya akan dilakukan dalam
jangka pendek (satu tahun sejak tanggal neraca) dengan menggunakan aktiva
lancar yang dimiliki oleh perusahaan.
2. Hutang tidak lancar (hutang jangka panjang). Hutang tidak lancar yaitu
kewajiban keuangan yang jangka waktu pembayarannya (jatuh temponya)
masih jangka panjang (lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca).
Pasar Modal, Definisi, Pelaku, Jenis dan
Fungsi Pasar Modal
Pengertian Pasar Modal Manajemen Investasi
Menurut Husnan (2003) adalah pasar untuk berbagai instrumen
keuangan jangka panjang yang bisa diperjual - belikan, baik dalam bentuk
hutang maupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public
authorities, maupun perusahaan swasta.
Menurut Usman (1990:62), umumnya surat - surat berharga yang
diperdagangkan di pasar modal dapat dibedakan menjadi surat berharga
bersifat hutang dan surat berharga yang bersifat pemilikan. Surat berharga
yang bersifat hutang umumnya dikenal nama obligasi dan surat berharga
yang bersifat pemilikan dikenal dengan nama saham. Lebih jauh dapat juga
didefinisikan bahwa obligasi adalah bukti pengakuan hutang dari
perusahaan, sedangkan saham adalah bukti penyertaan dari perusahaan.
Investasi dan Pelaku Pasar Modal
Dewasa ini telah dikembangkan suatu model dalam pengambilan keputusan
tentang usul investasi yang berada dalam suatu portofolio, dimana proyek baru
yang diusulkan itu dikaitkan dengan proyek - proyek lainnya yang ada dalam suatu
perusahaan. Proyek-proyek investasi itu mempunyai risiko yang tidak independent
Awat (1999 : 276).
Harapan keuntungan suatu portofolio adalah rata - rata tertimbang dari harapan
keuntungan surat berharga yang diperbandingkan dalam portofolio tersebut. Para
pemain utama yang terlibat di pasar modal dan lembaga penunjang yang terlibat
langsung dalam proses transaksi antara pemain utama sebagai berikut Kasmir
(2001 : 183 - 189) :
Perencanaan Bisnis (Businees Plan)
Atau Perencanaan Usaha
Membuka usaha baru tidak mungkin tanpa ada rencana sebelumnya.
Rencana harus ada betapa pun sederhananya secara tertulis. Namun,
wirausaha baru di negara kita banyak yang tidak mau ataupun mungkin tidak
mampu atau segan menulis rencana tertulis tersebut karena berbagai alasan.
Perencanaan yang tidak tertulis pasti sudah ada rekayasa dalam pikiran,
yaitu suatu rekayasa secara sederhana tentang jawaban dari berbagai
pertanyaan antara lain, usaha apa yang akan dibuka, mengapa memilih usaha
tersebut, dimana lokasinya, siapa konsumennya, darimana sumber modal,
dan sebagainya.
Tampaknya wirausaha baru seperti ini cenderung melaksanakan kegiatan
trial and error atau coba - coba. Seandainya gagal mereka akan beralih ke
usaha yang lain. Model seperti ini banyak dijumpai dalam masyarakat bisnis
kita. Dinyatakan oleh David H. Bangs, Jr. (1995 : x) bahwa, seorang
pengusaha yang tidak bisa membuat perencanaan sebenarnya
merencanakan kegagalan.
Cakupan materi yang dibahas dalam materi ini terdiri dari : pengertian, sifat,
manfaat dan proses perencanaan usaha, menilai kelayakan usaha, dan terakhir
membuat proposal usaha. Konsisten dengan itu,
materi ini diharapkan dapat memahami tentang
1. Pengertian perencanaan usaha.
2. Sifat perencanaan usaha
3. Manfaat perencanaan usaha.
4. Proses perencanaan usaha.
5. Cara menilai kelayakan usaha.
6. Cara membuat proposal usaha.
7. Pihak - pihak yang membutuhkan proposal usaha.
8. Isi dan sistematika proposal usaha
9. Jadwal untuk menyusun perencanaan bisnis.
maka setelah mempelajari
Terima Kasih
Cecep Winata
Download