Penyakit Leukimia - luppy

advertisement
Penyakit Leukimia
TUGAS 1
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Browsing Informasi Ilmiah
Editor :
LUPIYANAH
G1C015041
D4 ANALIS KESEHATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN DAN KEPERAWATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
SEMARANG
2016
1
Penyebab Penyakit Leukemia (Kanker Darah)
Definisi
Leukemia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang
sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow).
Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi
tiga tipe sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya
tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa
oksigen ke dalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang
membantu proses pembekuan darah).
Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak di masa kecilnya,
sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah
memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal. Normalnya,
sel darah putih mereproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada
tempat bagi sel darah itu sendiri. Tubuh manusia akan memberikan
tanda/signal secara teratur kapankah sel darah diharapkan bereproduksi
kembali.
Pada kasus Leukemia (kanker darah), sel darah putih tidak merespon
kepada tanda/signal yang diberikan. Akhirnya, produksi yang berlebihan
tidak terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat
ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Jumlah sel darah putih
2
yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel
lainnya, Seseorang dengan kondisi seperti ini akan menunjukkan beberapa
gejala seperti; mudah terkena penyakit infeksi, anemia dan perdarahan.
Penyakit Leukemia Akut dan Kronis
Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat
cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila hal ini tidak segera diobati,
maka dapat menyebabkan kematian dalam hitungan minggu hingga hari.
Sedangkan leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu
cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1
tahun.
Leukemia diklasifikasikan berdasarkan jenis sel
Ketika pada pemeriksaan diketahui bahwa leukemia mempengaruhi limfosit
atau sel limfoid, maka disebut leukemia limfositik. Sedangkan leukemia
yang mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil,
disebut leukemia mielositik.
Dari klasifikasi ini, maka Leukemia dibagi menjadi empat tipe sebutan;
1. Leukemia Limfositik Akut (LLA). Merupakan tipe leukemia paling
sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada
dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih.
2. Leukemia Mielositik Akut (LMA). Ini lebih sering terjadi pada dewasa
daripada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut Leukemia
Nonlimfositik Akut.
3. Leukemia Limfositik Kronis (LLK). Hal ini sering diderita oleh orang
dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga
diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak.
Leukemia Mielositik Kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa.
Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.
3
Penyebab
Sampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui
secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga
mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia.
1 Radiasi. Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari
beberapa riset yang menangani kasus leukemia bahwa para
pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, penerita
dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, leukemia
ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan
Nagasaki, Jepang.
2 Leukemogenik. Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi
dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun
lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri seperti
insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.
3 Herediter. Penderita Down Syndrom memiliki insidensi leukemia
akut 20 kali lebih besar dari orang normal.
Virus. Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia,
seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.
Gejala
Gejala Leukemia yang ditimbulkan umumnya berbeda diantara
penderita, namun demikian secara umum dapat digambarkan sebagai
berikut:
1. Anemia. Penderita akan cepat lelah, pucat, dan bernapas cepat (sel
darah merah di bawah normal menyebabkan oksigen dalam tubuh
kurang, akibatnya penderita bernapas cepat sebagai kompensasi
pemenuhan kekurangan oksigen dalam tubuh).
2. Perdarahan. Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi
dengan baik karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita
akan mengalami perdarahan di jaringan kulit.
4
3. Terserang Infeksi. Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya
tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita
Leukemia, sel darah putih yang terbentuk tidak normal (abnormal)
sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita
rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan
menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari
hidung (ingus) dan batuk.
4. Nyeri Tulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari
sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.
5. Nyeri Perut. Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala
leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal,
hati, dan empedu, yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ
tubuh ini dan timbullah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak
hilangnya nafsu makan penderita leukemia.
6. Pembengkakan Kelenjar Limpa. Penderita kemungkinan besar
mengalami pembengkakan pada kelenjar limpa, baik itu yang di
bawah lengan, leher, dada, dan lainnya. Kelenjar limpa bertugas
menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul di sini dan
menyebabkan pembengkakan.
7. Kesulitan Bernapas (Dyspnea). Penderita mungkin menampakkan
gejala kesulitan bernapas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini
maka harus segera mendapatkan pertolongan medis.
Diagnosa
Penyakit Leukemia dapat dipastikan dengan beberapa pemeriksaan,
diantaranya adalah; biopsi, pemeriksaan darah {Complete Blood
Count (CBC)}, CT atau CAT scan, Magnetic Resonance Imaging (MRI),
X-ray, Ultrasound, Spinal Tap/Lumbar Puncture.
5
Pengobatan
Penanganan kasus penyakit leukemia biasanya dimulai dari gejala
yang muncul, seperti anemia, perdarahan, dan infeksi. Secara garis
besar penanganan dan pengobatan leukemia bisa dilakukan dengan
satu cara ataupun gabungan dari beberapa metode dibawah ini:
1. Kemoterapi/intrathecal medications
2. Terapi Radiasi. Metode ini sangat jarang sekali digunakan
3. Transplantasi bone marrow (sumsum tulang)
4. Pemberian obat-obatan tablet dan suntik
5. Transfusi sel darah merah atau platelet.
Sistem terapi yang sering digunakan dalam menangani penderita
leukemia adalah kombinasi antara kemoterapi dan pemberian obatobatan yang berfokus pada pemberhentian produksi sel darah putih
yang abnormal dalam bone marrow. Selanjutnya adalah penanganan
terhadap beberapa gejala dan tanda yang telah ditampakkan oleh
tubuh penderita dengan monitor yang komprehensif.
6
BIODATA
Nama
: LUPIYANAH
Tempat, Tanggal Lahir
: Brebes, 01 Desember 1998
Alamat
: Losari Brebes
Pendidikan
:
1. SD
: SDN Losari Lor 02
2. SMP
: SMPN Islam Losari Brebes
3. SMA
: MAN Buntet Pesantren Cirebon
4. PT
: D4 Analis Kesehatan UNIMUS
Hobi
: Jalan-Jalan
Nama Ayah
: Tardo
Pekerjaan
: Wiraswasta
Nama Ibu
: Eliyah
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Semarang, 1 Maret 2016
Hormat Kami,
Lupiyanah
7
Sumber
http://www.spesialis.info/?penyebab-penyakit-leukemia-%28kankerdarah%29,311
Download