Standar Pengelolaan

advertisement
Standar Pengelolaan Pendidikan
pada
SPM Pendidikan Provinsi Lampung
Materi Sosialisasi SPM
Kepada
Kepala TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB
Di Provinsi Lampung
1
STANDAR PENGELOLAAN
No
Selokah
Halaman
1
TK
29 - 33
2
SD
37 - 44
3
SMP
34 - 37
4
SMA
38 - 43
5
SMK
120 - 147
2
DASAR HUKUM
• Pemendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang
Standar Pengelolaan Pendidikan
• Pemendiknas No. 50 Tahun 2007 tentang
Standar Pengelolaan Pendidikan oleh
Pemerintah Daerah
• Perda Provinsi dan Perda Kota tentang Standar
Pengelolaan Pendidikan
3
Modal Pengelolaan Sekolah/Madrasah
1. Permendiknas No. 16/2007: Standar Kualifikasi
dan Kompetensi Guru
2. Permendiknas No. 13/2007: Standar Ka Sekolah
3. Permendiknas tentang Standar Nasional Pend.
4. Memahami dan mempedomani VISI dan MISI
4
Website SMAN 9 Bandar Lampung
5
PENGERTIAN VISI DAN MISI
VISI, adalah:
1.
2.
Visi adalah suatu gambaran menantang tentang
keadaan masa depan yang berisikan cita dan
citra yang ingin diwujudkan instansi pemerintah.
Visi berkaitan dengan pandangan ke depan
menyangkut kemana Lembaga Pendidikan harus
dibawa dan diarahkan agar dapat bekerja secara
konsisten dan tetap eksis, antisipatif, inovatif,
serta produktif.
Dalam buku “Esensi Kepemimpinan” Edwin
A.Locke & Associates karakteristik visi yg baik,
rumusannya:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Ringkas
Jelas
Tantangan
Orientasi masa depan
Stabilitas
Atraktif
Disukai
Pengertian Misi
1. Misi adalah tugas yang dirasakan orang
sebagai suatu kewajiban untuk melakukan
sendi agama, ideologi, patrialisme, dsb
(Kamus Besar Bahasa Indonesia)
2. Misi adalah tindakan strategis untuk meraih
visi
3. Misi adalah sesuatu yang harus diemban
atau dilaksanakan oleh instansi pemerintah,
sebagai penjabaran visi
Visi, Misi, dan Tujuan
VISI:
SMA Negeri 9 Bandar Lampung Terdepan dalam Imtaq dan Iptek
Berwawasan Global
INDIKATOR :
1. Terwujudnya suasana sekolah yang kondusif, taqwa, harmonis
dan indah
2. Terwujudnya sekolah yang berbudaya mutu dan berakhlak mulia
3. Terwujudnya kemandirian, kompeten & berdaya saing iptek
4. Mampu bersaing dan berkompetisi dalam pendidikan bertaraf
Internasional dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar
5. Mampu memanfaatkan fasilitas ICT dalam pembelajaran melaui
E-Learning
9
MISI :
1. Menjadikan masy sekolah beriman dan bertaqwa, serta
berbudaya mutu.
2. Melaksanakan proses belajar mengajar dengan pegantar Bahasa
Inggris
3. Meningkatkan profesionalisme ketenagaan.
4. Meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan mutu lulusan.
5. Memanfaatkan dan mengembangkan sarana prasarana sumber
belajar.
6. Meningkatkan peran serta orang tua, masyarakat, dunia usaha
dan industri dalam pendidikan.
7. Menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan tuntutan
kualitas sumberdaya manusia yang dapat diterima oleh dunia
internasional
8. Menumbuhkan manajemen partisipatif dengan melibatkan
10
seluruh warga sekolah dan syake holder sekolah
UU No. 20 tahun 2003 Pasal 35 ayat 1
Standar Nasional Pendidikan terdiri atas:
1. Standar isi,
2. Standar proses,
3. Standar kompetensi lulusan,
4. Standar sarana dan prasarana,
5. Standar tenaga kependidikan,
6. Standar pengelolaan,
7. Standar pembiayaan, dan
8. Standar penilaian pendidikan
Harus ditingkatkan secara berencana dan berkala,
Kompetensi Kepala Sekolah
1. Kompetensi Kepribadian
2. Manajerial
3. Kewirausahaan
4. Supervisi
5. Sosial
12
Kompetensi Kepribadian KS
1. Berakhlak mulia, mengembangkan budaya
dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan
akhlak mulia bagi komunitas di
sekolah/madrasah
2. Memiliki integritas kepribadian sebagai
pemimpin
3. Memiliki keinginan yang kuat dalam
pengembangan diri sebagai kepala
sekolah/madrasah
13
Kompetensi Kepribadian KS
4. Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok
dan fungsi
5. Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah
dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah/madrasah
6. Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah/madrasah
7. Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan
14
Kompetensi Manajerial
1. Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk
berbagai tingkatan perencanaan
2. Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah
sesuai dengan kebutuhan
3. Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka
pendayagunaan sumber daya sekolah/madrasah
secara optimal
4. Mengelola perubahan dan pengembangan
sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajar
yang efektif
5. Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah
yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran
peserta didik
15
Kompetensi Manajerial
6. Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan
sumber daya manusia secara optimal
7. Mengelola sarana dan prasarana sekolah/madrasah
dalam rangka pendayagunaan secara optimal
8. Mengelola hubungan sekolah/madrasah dan
masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide,
sumber belajar, dan pembiayaan sekolah/madrasah
9. Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan
peserta didik baru, penempatan dan pengembangan
kapasitas peserta didik
10. Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan
pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan
pendidikan nasional
16
Kompetensi Manajerial
11. Mengelola keuangan sekolah sesuai dengan prinsip
pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien
12. Mengelola ketatausahaan sekolah dalam mendukung
pencapaian tujuan sekolah
13. Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah
dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan
peserta didik di sekolah
14. Mengelola sistem informasi sekolah dalam mendukung
penyusunan program dan pengambilan keputusan
15. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi
peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah
16. Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan
pelaksanaan program kegiatan sekolah dg prosedur
yang tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya.
17
Mari kita cermati dan pedomani:
3. Kompetensi Kewirausahaah
4. Kompetensi Supervisi
5. Kompetensi Sosial
18
STANDAR PENGELOLAAN TK
A. ASPEK-ASPEK PENGELOLAAN TK
Prinsip Pengelolaan:
1. Program dikelola secara partisipatoris.
2. TK agar menerapkan manajemen
berbasis sekolah yang ditunjukkan dg
kemandirian, kemitraan, partisipasi,
keterbukaan, dan akuntabilitas.
19
2. Bentuk Layanan:
a. Daya Tampung
Jumlah peserta didik per rombel mak 25 orang.
b. Persyaratan Peserta Didik
Kelompok A usia 4 - 5 tahun; dan
Kelompok B usia 5 - 6 tahun
c. Pakaian Siswa
Dapat diadakan pakaian seragam dalam
pelaksanaannya ditentukan oleh TK bersama
Komite TK.
20
3. Perencanaan Pengelolaan:
a. Ada visi, misi, dan tujuan lembaga, & dikembangkannya menjadi program kegiatan nyata dalam
pengelolaan dan peningkatan kualitas TK
b. Visi, misi, dan tujuan lembaga dijadikan cita-cita
& upaya bersama untuk memberikan inspirasi,
motivasi dan kekuatan pada semua, dirumuskan
bersama dengan komite TK.
c. Program harus memiliki izin sesuai dengan jenis
penyelenggara program
21
4. Pelaksanaan Pengelolaan
a.
b.
c.
d.
Melaksanakan program yang telah ditetapkan;
Memonitor dan mengevaluasi program;
Melaporkan kemajuan kepada pihak terkait;
Pengambilan keputusan akademik dilakukan oleh
rapat dewan pendidik, dipimpin oleh kepala TK;
e. Pengambilan keputusan non akademik dilakukan
oleh komite TK yang dihadiri oleh kepala TK;
f. Rapat dewan pendidik dan komite TK dilaksanakan
atas dasar prinsip musyawarah mufakat yang
berorientasi pada peningkatan mutu TK.
22
4. Pelaksanaan Pengelolaan
g. Pengelolaan administrasi kegiatan meliputi:
• Data anak dan perkembangannya;
• Data lembaga; dan
• Administrasi keuangan dan program.
h. Pengelolaan sumber belajar dan media meliputi pengadaan, pemanfaatan dan perawatan:
• Alat bermain;
• Media pembelajaran; dan Sumber belajar
lainnya.
23
5. Pengawasan dan Evaluasi
– Lembaga memiliki mekanisme untuk melakukan pengawasan dan evaluasi program
minimal satu kali dalam satu semester.
24
B. PERAN SERTA MASYARAKAT
1. Peranserta masy diperlukan untuk
peningkatan mutu pelayanan pendidikan agar
dapat meme-nuhi SPM dan peningkatan mutu
dapat dicapai.
2. Di setiap TK dapat dibentuk organisasi seperti
Badan Peranserta Masyarakat, Komite TK atau
organisasi lain
25
PEDOMAN PENGELOLAAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Kurikulum dan silabus;
Kalender pendidikan lengkap;
Aktivitas secara rinci selama satu tahun;
Struktur organisasi;
Pembagian tugas di antara pendidik;
Pembagian tugas di antara tenaga kependidikan;
Peraturan yang harus dipatuhi oleh semua
warga TK;
8. Tata tertib, minimal untuk: pendidik/tendik, peserta didik, dan penggunaan serta pemeliharaan
sarpras.
26
PENGAWASAN
1. Pengawasan dan pengendalian mutu dg
pengawas internal dan eksternal secara
transparan dg prinsip akuntabilitas publik.
2. Pengawasan proses pendidikan melalui
pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan,
& pengambilan langkah tindak lanjut.
3. Pengawasan dilakukan secara berkala dan
berkesinambungan oleh Dinas Pendidikan
dan unsur lain yang terkait.
27
STANDAR PENGELOLAAN SD
A. PERENCANAAN PROGRAM
Setiap SD agar merumuskan dan menetapkan
visi, misi, dan tujuan sekolah
28
B. RENCANA KERJA SEKOLAH
1. Sekolah membuat RKS dg ketentuan-ketentuan sbb:
a. RKS jangka menengah menggambarkan tujuan yang
akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun
b. RKS tahunan yang dinyatakan dalam Rencana
Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dilaksanakan
berdasarkan rencana jangka menengah.
2. Rencana kerja jangka menengah dan tahunan sekolah
a. Disetujui rapat dewan pendidik
b. Dituangkan dalam dokumen yang mudah dibaca
c. Rencana kerja empat tahun disetujui komite sekolah
29
C. PELAKSANAN RENCANA KERJA
1. Pedoman Sekolah
a. Sekolah membuat dan memiliki pedoman
b. Perumusan pedoman sekolah
c. Pedoman pengelolaan sekolah meliputi: KTSP,
kalender pend; struktur organisasi sekolah,
pembagian tugas guru, dan tendik, peraturan
akademik, tata tertib sekolah, kode etik sekolah, biaya
operasional sek;
d. Pedoman sekolah berfungsi sbg petunjuk pelaksanaan
operasional
e. Pedoman pengelolaan KTSP, kalender pendidikan dan
f. Pembagian tugas pendidik dan tenaga kependidikan
dievaluasi setiap akhir tahun,
30
2. Struktur Organisasi Sekolah
a. Struktur organisasi sekolah berisi tentang
sistem penyelenggaraan dan administrasi
yang diuraikan secara jelas dan transparan.
b. Semua pimpinan, pendidik, dan tenaga
kependidikan mempunyai uraian tugas,
wewenang, dan tanggung jawab yang jelas
c. Pedoman yang mengatur tentang struktur
organisasi sekolah
31
3. Pelaksanaan Kegiatan Sekolah
a. Kegiatan sekolah, agar: dilaksanakan berdasarkan
rencana kerja tahunan
b. Pelaksanaan kegiatan sekolah yang tidak sesuai dg
rencana yg sudah ditetapkan, perlu mendapat
persetujuan rapat dewan pendidik dan komite sekolah.
c. Kepala sekolah mempertanggung-jawabkan pelaksanaan pengelolaan bidang akademik pd rapat dewan
penddk & bidang non-akademik pd rapat komite sek.
32
4. Bidang Kesiswaan
a. Sekolah menyusun dan menetapkan
petunjuk pelaksanaan operasional mengenai
proses penerimaan peserta didik
b. Penerimaan peserta didik sekolah agar
dilakukan: secara objektif, transparan dan
akuntabel
c. Sekolah agar: memberikan layanan konseling
kepada peserta didik, melaksanakan kegiatan
ekstra dan kokurikuler
33
5. Bidang Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran
a. Pelaksanaan KTSP
b. Kepala Sekolah bertanggungjawab atas
tersusunnya KTSP;
c. Setiap guru bertanggungjawab menyusun
silabus setiap mata pelajaran yang diampunya
d. Dalam penyusunan silabus, guru dapat
bekerjasama dengan KKG atau MGMP
e. Penyusunan KTSP dikoordinasi, disupervisi, dan
difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kab/Kota
34
6. Program Pembelajaran
a. Sekolah menjamin mutu kegiatan
pembelajaran
b. Kegiatan pembelajaran didasarkan pada SKL,
SI, dan peraturan pelaksanaannya, serta
Standar Proses dan Standar Penilaian.
c. Mutu pembelajaran di sekolah dikembangkan
d. Setiap guru bertanggungjawab terhadap
mutu perencanaan kegiatan pembelajaran
35
D. PERAN SERTA MASYARAKAT
• Peranserta masyarakat diperlukan dalam
rangka peningkatan mutu pelayanan
pendidikan agar kondisi sekolah dapat
memenuhi standar minimal dan peningkatan
mutu pendidikan dapat dicapai.
36
E. PERSONALIA SEKOLAH
Susunan Personalia SD terdiri atas:
• kepala sekolah;
• pegawai atau petugas tata usaha dan penjaga
sekolah;
• kelompok jabatan fungsional guru;
• unit perpustakaan; dan
• badan peranserta masyarakat atau komite SD.
37
STANDAR PENGELOLAAN SMP
A. PESERTA DIDIK
1. Daya Tampung Siswa
Jumlah siswa dalam rombel di SMP 24 -36 orang, daya tampung
1 SMP mak 27 kelas (1.080 orang), atau sesuai tipe sekolah sbb:
Tipe A, Jumlah Rombel 27 kelas (maksimal 972 siswa);
Tipe A1, Jumlah Rombel 24 kelas (maksimal 864 siswa);
Tipe A2, Jumlah Rombel 21 kelas (maksimal 756 siswa);
Tipe B, Jumlah Rombel 18 kelas (maksimal 648 siswa);
Tipe B1, Jumlah Rombel 15 kelas (maksimal 540 siswa);
Tipe B2, Jumlah Rombel 12 kelas (maksimal 432 siswa);
Tipe C, Jumlah Rombel 9 kelas (maksimal 324 siswa);
Tipe C1, Jumlah Rombel 6 kelas (maksimal 216 siswa); dan
Tipe C2, Jumlah Rombel 3 kelas (maksimal 108 siswa).
38
2. Persyaratan sebagai Siswa
Untuk dapat diterima sebagai siswa SMP,
seorang calon siswa SMP harus:
a. Memiliki ijazah SD/MI atau Surat Keterangan
lain yang sederajat;
b. Berusia minimal 12 tahun, dan maksimal 18
tahun; dan
c. Lulus seleksi jika daya tampung sekolah
terbatas.
39
3. Pakaian Siswa
• Dalam mengikuti kegiatan belajar, siswa
memakai seragam, siswa SMP secara nasional
(putih–biru), batik, dan seragam Pramuka,
dipakai 2 hari berturut-turut, Senin-Sabtu.
• Penetapan pakaian seragam melalui musyawarah, melibatkan KS, Waka kesiswaan, guru,
OSIS, dan Komite Sekolah, memperhatikan
kondisi & situasi ekonomi orang tua, etika dan
estetika, serta pemenuhan ajaran agama dan
budaya.
40
4. Unit Kegiatan Siswa
Sekolah menyediakan fasilitas utk mendorong berdirinya
organisasi unit kegiatan siswa utk menumbuhkan bakat &
minat dalam membangun iklim demokrasi, misalnya:
a. Kegiatan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah);
b. Kegiatan PMR (Palang Merah Remaja);
c. Kegiatan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah);
d. Kegiatan Pramuka;
e. Kegiatan Paskibra;
f. Kegiatan latihan kepemimpinan;
g. Kegiatan pesantren kilat/kegiatan keagamaan;
h. Klub berbagai cabang olahraga; dan
i. Klub berbagai cabang seni.
41
B. PERANSERTA MASYARAKAT
• Peranserta masy diperlukan agar kondisi sekolah
dapat memenuhi minimal mencapai SPM dan
atau SNP, agar mampu melakukan peningkatan
mutu pendidikan.
• Pada setiap sekolah wajib membentuk organisasi
seperti Badan Peranserta Masyarakat atau
Komite Sekolah atau organisasi lainnya
42
Fungsi Komite Sekolah
1. Membantu kelancaran penyelenggaraan
pendidikan di sekolah;
2. Memelihara, meningkatkan dan mengembangkan
sekolah;
3. Memantau, mengawasi, dan mengevaluasi
penyelenggaraan pendidikan di sekolah, dan
4. Memediasi sekolah dengan masyarakat,
pemerintah, dan instansi lain yang diperlukan.
43
C. MANAJEMEN SEKOLAH
1. Setiap SMP menerapkan manajemen peningkatan
mutu berbasis sekolah (MPMBS).
2. Utk mencapai tujuan tsb, sekolah diharuskan:
a. merumuskan visi, misi dan target mutu
b. merencanakan program kegiatan sekolah
c. melaksanakan program yang ditetapkan
d. memonitor dan mengevaluasi program
e. merumuskan target mutu baru
f. melaporkan kemajuan yang dicapai, kepada
orangtua masy, dan pemerintah (stakeholders
pendidikan).
44
Lanjutan ……
3. Segala keputusan & kebijakan sekolah
ditetapkan melalui musyawarah antar warga
sekolah dg persetujuan komite sekolah.
4. SMP harus memiliki pedoman utk mengatur :
a. kurikulum satuan pendidikan (KSP)
b. kalender pendidikan
c. struktur organisasi sekolah
d. pembagian tugas guru dan TU
e. tata tertib sekolah
f. kode etik hubungan antar warga sekolah
g. biaya operasional sekolah
45
Lanjutan …..
5. Setiap sekolah harus memiliki “Rencana
Pengembangan Sekolah (RPS)”
6. RPS disusun sekurang-kurangnya untuk jangka
waktu 4 tahun
7. Sekolah wajib membuat program kerja
tahunan atau Renop sekolah
8. Untuk mengawasi tercapainya program, maka
dilakukan kontrol
9. Penilaian sekolah
46
D. PERSONALIA
• Susunan Personalia SMP minimal terdiri
atas:
1. Kepala Sekolah
2. Wakil Kepala Sekolah
3. Urusan Tata Usaha Sekolah
4. Unit Laboratorium
5. Unit Perpustakaan
6. Dewan Guru
47
STANDAR PENGELOLAAN SMA
A. POLA MANAJEMEN
Pengelolaan SMA dilakukan dengan menerapkan manajemen
berbasis sekolah (MBS). setiap SMA agar dapat:
1. merumuskan visi dan misi yang jelas serta terarah
2. merumuskan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS)
3. menyusun rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS);
4. mensosialisasikan seluruh program
5. melaksanakan program
6. melaksanakan monitoring dan evaluasi
7. menyusun laporan dan mengevaluasi
8. merumuskan program baru
9. pengambilan keputusan berdasarkan hasil musyawarah
10. memiliki struktur organisasi
48
STANDAR PENGELOLAAN SMA
A. POLA MANAJEMEN
Pengelolaan SMA dilakukan dg menerapkan
MBS. setiap SMA agar dapat:
1. Merumuskan visi dan misi yang jelas serta
terarah
2. Merumuskan RPS
3. Menyusun rencana kegiatan dan anggaran
sekolah (RKAS);
4. Mensosialisasikan seluruh program
5. Melaksanakan program
49
C. PENANGGUNG JAWAB
1. Pengelolaan SMA dipimpin oleh KS
2. Kepala SMA dalam melaksanakan tugasnya dibantu
minimal oleh tiga wakil kepala sekolah
3. Pengambilan keputusan dibidang akademik
dilakukan oleh rapat guru dipimpin oleh Ka SMA
4. Pengambilan keputusan dibidang non akademik
dilakukan oleh komite sekolah melalui musyawarah
yang dihadiri oleh kepala SMA.
5. Rapat dewan guru dan komite sekolah dilaksanakan
atas dasar prinsip musyawarah mufakat yang
berorientasi pada peningkatan mutu SMA.
50
D. PEDOMAN PENGELOLAAN
1. Umum
Setiap satuan unit SMA harus memiliki:
a. Kurikulum dan silabus yang jelas.
b. Kalender pendidikan
c. Struktur organisasi yang lengkap
d. Pedoman yg mengatur ttg pembagian tugas
e. Peraturan akademik yang jelas
f. Tata tertib pendidik, tenaga kependidikan,
dan peserta didik, serta penggunaan dan
pemeliharaan sarana dan prasarana
51
Lanjutan ….
g. Pedoman tentang kode etik hubungan antara sesama
warga & hubungan antar warga sekolah dg masyarakat.
h. Biaya operasional sekolah yang memadai.
i. Seluruh pedoman di atas diputuskan oleh rapat guru &
ditetapkan oleh KS, kecuali pedoman ttg struktur organisasi, pembagian tugas, tata tertib, & biaya operasional.
j. Pedoman struktur organisasi & biaya operasional
diputuskan memalui rapat perwakilan sekolah bersama
Komite Sekolah dg berpedoman pd peraturan &
perundang-undangan yg berlaku & ditetapkan oleh KS.
k. Pedoman yang mengatur tentang pembagian tugas
tenaga kependidikan diputuskan oleh KS.
52
lanjutan
l. SMA dikelola berpedoman kepada RKT yang
merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja
jangka menengah meliputi masa 4 tahun.
m. Rencana kerja tsb di atas meliputi:
1) Jenis dan bentuk-bentuk kegiatan;
2) Sumber pendanaan kegiatan;
3) kalender pend. meliputi jadwal pembelajaran,
ulangan, kegiatan ekskul, dan hari libur;
4) jadwal penyusunan kur utk tahun ajaran yad;
5) Mapel yang ditawarkan pada tahun berikutnya;
6) penugasan pendidik pada mapel & kegiatan
lainnya;
53
Lanjutan ….
7) buku teks mapel yg dipakai pada masingmasing mata pelajaran;
8) jadwal penggunaan dan pemeliharaan
sarana dan prasarana pembelajaran;
9) pengadaan, penggunaan, dan
persediaan minimal bahan habis dipakai;
10)jadwal rapat dewan guru, rapat konsultasi dengan orangtua murid, dan dg komite
11)rencana anggaran pendapatan dan
belanja sekolah (RAPBS);
54
Lanjutan ….
12) jadwal penyusunan laporan akuntabilitas dan
kinerja untuk satu tahun terakhir;
13) pengelolaan SMA dilaksanakan secara efisien,
efektif, dan akuntabel;
14) pelaksanaan pengelolaan yg tidak sesuai dg
RKT harus mendapat persetujuan komite
15) pelaksanaan pengelolaan di p.jawabkan oleh
kepala sekolah kepada rapat komite sekolah.
16) RKS harus disetujui dewan guru setelah
memperhatikan pertimbangan dari komite.
55
2. Penjaminan Mutu & Pengelolaan Peserta Didik
a. Mutu Sekolah
Mutu suatu SMA terlihat dari hasil akreditasi
sekolah yang dilakukan oleh BAN.
b. Daya Tampung
Agar pembelajaran efektif & efisien, satu SMA
tidak boleh mengelola siswa >27 rombel, karena
harus disesuaikan dg tipe sekolah. Daya tampung
satu SMA harus berpedoman pada tipe sekolah,
yaitu sebagai berikut.
56
Tipe sekolah dan daya tampung
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)
A daya tampung maksimal 27 kelas.
A1 daya tampung maksimal 24 kelas.
A2 daya tampung maksimal 21 kelas.
B daya tampung maksimal 18 kelas.
B1 daya tampung maksimal 15 kelas.
B2 daya tampung maksimal 12 kelas.
C daya tampung maksimal 9 kelas.
C1 daya tampung maksimal 6 kelas.
C2 daya tampung maksimal 3 kelas.
c. Jumlah siswa dalam 1 rombel maksimal 36 org.57
Kegiatan Siswa
1) Kegiatan OSIS (organisasi siswa intra
sekolah).
2) Kegiatan PMR (palang merah remaja).
3) Kegiatan UKS (usaha kesehatan sekolah).
4) Kegiatan Pramuka (praja muda karana).
5) Kegiatan Paskibra (pasukan pengibar
berdera).
6) Kegiatan latihan kepemimpinan.
7) Kegiatan pesantren kilat atau kegiatan
keagamaan lainnya.
8) Klub berbagai cabang olahraga.
9) Klub berbagai cabang seni.
58
3. Pengelolaan Pemberdayaan Masyarakat
a. Setiap SMA harus memiliki organisasi kemasy
seperti Komite Sekolah, yang berfungsi sebagai
adviser, supporting, controlling, dan mediator.
b. Pengambilan keputusan dibidang akademik
dilakukan oleh rapat dewan guru dipimpin KS.
c. Pengambilan keputusan di bidang non akademik
dilakukan oleh komite sekolah dihadiri oleh KS.
d. Rapat dewan guru & komite sekolah dilaksanakan
atas dasar prinsip musyawarah mufakat yg
berorientasi pd peningkatan mutu pendidikan.
59
4. Pengawasan
a. Pengawasan meliputi pemantauan, supervisi,
evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut hasil
pengawasan.
b. Pemantauan dilakukan oleh KS dan komite
sekolah atau lembaga independen secara
teratur dan berkesinambungan untuk menilai
efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas.
60
SELESAI,
MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH
61
Download