BAB V - JDIH Barito Kuala

advertisement
IZIN LINGKUNGAN
Pembangunan Perumahan Piulan Permai
PT. Dua Sugih Properti
Lampiran I
Keputusan Bupati Barito Kuala
Nomor 188.45/149/KUM/2015
Tanggal 10 April 2015
TENTANG IZIN LINGKUNGAN KEGIATAN
PEMBANGUNAN
PERUMAHAN
PIULAN
PERMAI PT. DUA SUGIH PROPERTI
DI DESA SEMANGAT KARYA, KECAMATAN
ALALAK, KABUPATEN BARITO KUALA,
Matrik Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL)
No.
Sumber
dampak
Jenis Dampak
TAHAP PRAKONSTRUKSI
1.
Pembebasan
 Persepsi
Lahan
masyarakat
 Komponen
sosial ekonomi
2.
Sosialisasi dan
Perijinan
 Persepsi
masyarakat
Besaran Dampak
Tidak munculnya
gejolak sosial
masyarakat
Tidak munculnya
gejolak sosial
masyarakat
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
Bentuk Upaya Pengelolaan
Lokasi
Periode
Lingk Hidup
pengelolaan
pengelolaan
 Pembebasan lahan
melibatkan aparat dan
instansi terkait
 Melakukakan pengukuran
lahan bersama aparat
dan masy setempat
 Sosialisasi kepada
masyarakat sekitar lokasi
kegiatan
Sosialisasi kepada
masyarakat sekitar lokasi
kegiatan
UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
Bentuk Upaya
Lokasi
Periode
Pemantauan Lingk Hidup
Pemantauan
Pemantauan
Tapak proyek
dan
masyarakat
sekitar lokasi
Selama kegiatan
penentuan lokasi,
pembebasan
lahan dan perijinan
Pelaksanaan pemantauan
dilakukan melalui wawancara
dengan masyarakat yang
terkena dampak pembebasan
lahan
Tapak proyek
dan masyarakat
sekitar lokasi
Dilakukan sekali
selama masa
prakontruksi
Tapak proyek
dan
masyarakat
sekitar lokasi
Selama kegiatan
penentuan lokasi,
pembebasan
lahan dan perijinan
Pelaksanaan pemantauan
dilakukan melalui wawancara
dengan masyarakat yang
terkena dampak
Ketaatan thd perijinan
Tapak proyek
dan masyarakat
sekitar lokasi
Dilakukan sekali
selama masa
prakontruksi
Institusi Pengelola dan
Pemantauan Lingkungan
Hidup
 Instansi Pelaksana yaitu
PT.Dua Sugih Properti
 Instansi Pengawas yaitu
Badan Lingkungan Hidup
Kab. Barito Kuala, BPN
Kab. Barito Kuala
 Instansi Penerima
Laporan yaitu Badan
Lingkungan Hidup Kab.
Barito Kuala
 Instansi Pelaksana yaitu
PT.Dua Sugih Properti
 Instansi Pengawas yaitu
Badan Lingkungan Hidup
Kab. Barito Kuala
 Instansi Penerima
Laporan yaitu Badan
IZIN LINGKUNGAN
Pembangunan Perumahan Piulan Permai
PT. Dua Sugih Properti
No.
3.
Sumber
dampak
Pembersihan
lahan dan
Pemanfaatan
lahan
Jenis Dampak
Besaran Dampak
 Perubahan
Kualitas udara
dan kebisingan
 Perubahan Biota
darat
 Komponen
Hidrologis dan
kualitas air
 Kesehatan
masyarakat
 Sikap dan
persepsi
masyarakat
 Kualitas udara
PPRI No 41/1999
dan Pergub Kalsel
No. 053 tahun
2007 tentang
Baku Mutu Udara
Ambien
(parameter TSP,
SO2 NO2, CO)
 Kepmen LH
No.48/1996 untuk
parameter
kebisingan
 Kondisi Hidrologis
(parameter
genangan air),
 kesehatan
masyarakat serta
sikap dan persepsi
masyarakat
dibandingkan
dengan rona awal
 PP No. 82 tahun
2001dan Per Gub.
Kal-Sel No.05
tahun 2007
(parameter BOD,
COD, DO, TSS,
pH, Fe)
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
Bentuk Upaya Pengelolaan
Lokasi
Periode
Lingk Hidup
pengelolaan
pengelolaan
 Melakukan pembersihan
dan pematangan lahan
sesuai dengan keperluan
proyek,
 penggunaan penutup
telinga berupa earplug
bagi pekerja,
 mengisolasi air larian
dengan membuat saluran
keliling menuju kolam
retensi,
 segera melakukan
penanaman penutup atau
pelindung untuk lahan
terbuka
 untuk pemanfaatan lahan
harus memenuhi
ketentuan perijinan yang
berlaku
 dalam kegiatan
pemanfaatan lahan harus
memperhatikan ceceran
dan buangan bekas galian
 tetap memperhatikan
status sungai alami
dengan memperhatikan
penampang sungai
 untuk pembersihan lahan
harus memperhatikan
kontur untuk arah aliran air
Tapak proyek
perumahan
dan sekitarnya
Selama tahap
konstruksi dan
dilanjutkan pada
tahap operasi
UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
Bentuk Upaya
Lokasi
Periode
Pemantauan Lingk Hidup
Pemantauan
Pemantauan
 Pemantauan kualitas
udara (NO2, SO2 CO dan
debu) dilakukan dengan
pengambilan langsung
dilapangan dengan high
volume air pump,
selanjutnya sampel
ditimbang dengan
timbangan analitik dengan
metode gravimetric dan
dianalisis di laboratorium).
 Pengukuran tingkat
kebisingan dilakukan
dengan alat Continous
Sound Level Meter, range
3-120 dBA.
 Pemantauan hidrologi
dilakukan dengan
pengamatan dan
pengukuran langsung di
lapangan dan wawancara
dengan masyarakat.
 Kualitas air dilakukan
dengan pengukuran insitu
terutama untuk parameter
yang mudah berubah
(suhu dan oksigen
terlarut) dan analisis
laboratorium untuk
parameter yang tidak
memungkinkan diukur
secara insitu.
 Kesehatan masyarakat
serta sikap dan persepsi
masyarakat dengan cara
wawancara
Tapak proyek,
pemukiman
penduduk dan
sekitarnya
Selama tahap
konstruksi
dengan frekuensi
setiap 6 bulan
sekali
Institusi Pengelola dan
Pemantauan Lingkungan
Hidup
Lingkungan Hidup Kab.
Barito Kuala
 Instansi Pelaksana yaitu
PT.Dua Sugih Properti
 Instansi Pengawas yaitu
Badan Lingkungan Hidup
Kab. Barito Kuala, Dinas
PU dan Perumahan Kab.
Barito Kuala, Dinas
Kebersihan Kab Barito
Kuala
 Instansi Penerima
Laporan yaitu Badan
Lingkungan Hidup Kab.
Barito Kuala,
Dishubkominfo Kab.
Barito Kuala
IZIN LINGKUNGAN
Pembangunan Perumahan Piulan Permai
PT. Dua Sugih Properti
No.
1.
2.
Sumber
dampak
Jenis Dampak
TAHAP KONSTRUKSI
Rekruitmen
 Terbukanya
Tenaga Kerja
peluang
Konstruksi
kerja/usaha
 Keresahan
masyarakat
akibat proses
rekruitmen
tenaga kerja
 Timbulnya
konflik antara
pekerja dan
pemrakarsa
Mobilisasi
peralatan dan
material
 Perubahan
Kualitas udara
 Kebisingan
 Peningkatan
kepadatan lalu
lintas dan
kerusakan jalan
 Sikap dan
persepsi
masyarakat
Besaran Dampak
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
Bentuk Upaya Pengelolaan
Lokasi
Periode
Lingk Hidup
pengelolaan
pengelolaan
UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
Bentuk Upaya
Lokasi
Periode
Pemantauan Lingk Hidup
Pemantauan
Pemantauan
 Jenis peluang
 Memberi prioritas pada
kerja yang
masyarakat setempat
tersedia saat
sebagai tenaga kerja jika
kontruksi
memenuhi syarat
 Prosentase jumlah  Pemberian upah minimal
tenaga kerja lokal
sesuai dengan UMR yang
dan luar daerah
berlaku
yang diterima saat  Sistem penerimaan kerja
kontruksi
lewat satu pintu dengan
melibatkan aparat
kelurahan setempat
Tapak proyek
Sekali saat
penerimaan
karyawan
 Pendataan jumlah tenaga
kerja lokal yang diterima
saat operasi
 Pendataan intensitas
gejolak sosial
Tapak proyek
sampai batas
sosial yaitu
wilayah Desa
Semangat Karya
Sekali saat
penerimaan
karyawan
 Per. Gub. Kalsel.
No.053 Tahun
2007 tentang
Baku Mutu Udara
Ambien dan Baku
Mutu Tingkat
Kebisingan di
Kalimantan
Selatan
 Intensitas
kecelakaan lalu
lintas
 Kondisi kerusakan
badan jalan
 Kelancaran arus
lalu lintas
 Kenyamanan
pengguna jalan
Jalan
angkutan
menuju lokasi
proyek
Selama tahap
konstruksi
 kualitas udara (NO2, SO2,
CO dan debu) dilakukan
dengan pengambilan
langsung dilapangan
dengan high volume air
pump, selanjutnya sampel
ditimbang dengan
timbangan analitik dengan
metode gravimetric dan
dianalisis di laboratorium.
 Pengukuran tingkat
kebisingan dilakukan
dengan alat continous
Sound Level Meter, range
3-120 dBA.
 Pemantauan lalulintas
darat dilakukan dengan
pengamatan langsung
untuk menghitung data
LHR dan Kemacetan.
 Pemantauan sikap dan
persepsi masyarakat
dengan wawancara
dengan responden
Jalan angkutan
menuju lokasi
proyek,
pemukiman
penduduk dan
sekitarnya
Selama tahap
konstruksi
dengan frekuensi
setiap 6 bulan
sekali
 Mengurangi kecepatan
kendaraan pengangkut
 Pembuatan rambu-rambu
sepanjang jalan masuk
dan pengaturan lalu lintas
 Melakukan pengangkutan
pada jam-jam tidak sibuk
(siang hari)
 Pembatasan muatan
sesuai dengan kapasita
alat angkut dan kelas jalan
 Menggunakan penutup
saat melakukan
pengangkutan
Institusi Pengelola dan
Pemantauan Lingkungan
Hidup
 Instansi Pelaksana yaitu
PT.Dua Sugih Properti
 Instansi Pengawas yaitu
Badan Lingkungan Hidup
Kab. Barito Kuala,
Disnakertrans Kab. Barito
Kuala
 Instansi Penerima
Laporan yaitu Badan
Lingkungan Hidup Kab.
Barito Kuala,
Disnakertrans Kab. Barito
Kuala
 Instansi Pelaksana yaitu
PT.Dua Sugih Properti
 Instansi Pengawas yaitu
Badan Lingkungan Hidup
Kab. Barito Kuala,
Dishubkominfo Kab.
Barito Kuala
 Instansi Penerima
Laporan yaitu Badan
Lingkungan Hidup Kab.
Barito Kuala,
Dishubkominfo Kab.
Barito Kuala
IZIN LINGKUNGAN
Pembangunan Perumahan Piulan Permai
PT. Dua Sugih Properti
No.
3.
Sumber
dampak
Pembangunan
Perumahan
dan Fasilitas
Penunjangnya
Jenis Dampak
Besaran Dampak
 Perubahan
kualitas udara
dan kebisingan
 Kualitas air
 Kondisi
Hidrologis;
 Kesehatan
masyarakat
 Per. Gub. Kalsel.
No.053 Tahun
2007 tentang
Baku Mutu Udara
Ambien dan Baku
Mutu Tingkat
Kebisingan di
Kalimantan
Selatan
 Kualitas air
mengacu pada
PerGub Kal Sel
No. 05 tahun 2007
(Parameter TDS,
TSS, BOD, COD,
DO, pH, Fe)
 Parameter
Hidrologis (Debit,
Limpasan/Genang
an Air);
 Kesehatan
masyarakat
dibandingkan
dengan rona awal
(10 besar
penyakit)
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
Bentuk Upaya Pengelolaan
Lokasi
Periode
Lingk Hidup
pengelolaan
pengelolaan
Pintu masuk
Selama kegiatan
 Perawatan peralatan yang
proyek dan
kontruksi
digunakan sehingga
berlangsung
kebisingan, gas buang dan ruas jalan di
dalam
ceceran minyak dapat
lingkungan
diminimalkan,
maupun di
 Penggunaan penutup
depan tapak
telinga berupa earplug
proyek
bagi pekerja,
pemberlakuan peraturanperaturan K3,
 meminimalkan perubahan
tata guna lahan dan
kondisi hidrologis dengan
melakukan pembangunan
Perumahan Citra Praja
Idaman sesuai dengan
keperluan dan tetap
menyediakan lahan
terbuka hijau yang cukup
dan tetap
mempertahankan lahan
tersebut tidak kedap air
(tidak disemen atau
diaspal),
 menanam pohon
penghijauan dan tanaman
hias di sekitar tapak
proyek,
 serta pembuatan saluran
drainase keliling diseluruh
jalan lingkungan dan jalan
utama perumahan
UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
Bentuk Upaya
Lokasi
Periode
Pemantauan Lingk Hidup
Pemantauan
Pemantauan
Tapak proyek,
Selama tahap
 Pemantauan kualitas
pemukiman
konstruksi dan
udara (CO, NO2, SO2
penduduk dan
berlanjut pada
dan debu) dilakukan
sekitarnya
tahap
dengan pengambilan
operasional
langsung dilapangan
dengan frekuensi
dengan high volume air
setiap 6 bulan
pump, selanjutnya sampel
sekali
ditimbang dengan
timbangan analitik dengan
metode gravimetric dan
dianalisis di laboratorium.
 Pengukuran tingkat
kebisingan dilakukan
dengan alat continous
Sound Level Meter, range
3-120 dBA.
 Pemantauan ruang, tanah
dan lahan dilakukan
dengan pengamatan
langsung serta
penggunaan data
sekunder dari instansi
terkait.
 Pemantauan hidrologi
dilakukan dengan
pengamatan dan
pengukuran langsung di
lapangan
 Kualitas air dilakukan
dengan pengukuran insitu
terutama untuk parameter
yang mudah berubah
(suhu dan oksigen
terlarut) dan analisis
laboratorium untuk
parameter yang tidak
memungkinkan diukur
secara insitu
 Kesehatan masyarakat
serta sikap dan persepsi
masyarakat dengan cara
Institusi Pengelola dan
Pemantauan Lingkungan
Hidup
 Instansi Pelaksana yaitu
PT.Dua Sugih Properti
 Instansi Pengawas yaitu
Badan Lingkungan Hidup
Kab. Barito Kuala, Dinas
PU dan Perumahan Kab.
Barito Kuala, Dinas
Kebersihan Kab. Barito
Kuala
 Instansi Penerima
Laporan yaitu Badan
Lingkungan Hidup Kab.
Barito Kuala,
Dishubkominfo Kab.
Barito Kuala
IZIN LINGKUNGAN
Pembangunan Perumahan Piulan Permai
PT. Dua Sugih Properti
No.
Sumber
dampak
TAHAP OPERASI
1.
Pemakaian /
hunian rumah
2.
Aktivitas dapur
Jenis Dampak
Besaran Dampak
 Perubahan
kualitas udara,
kebisingan
 perubahan
transportasi
darat,
 penciptaan
lapangan kerja
dan kesempatan
berusaha
 Pergub Kalsel No.
053 tahun 2007
tentang Baku
Mutu Udara
Ambien dan
Kebiisingan
(Parameter TSP,
NO2, SO2, dan
CO);
 Tingkat
kemacetan
lalulintas (LHR),
 Pendapatan
masyarakat
dibandingkan
dengan rona awal.
 Limbah padat
dari dapur ini
kalau dibuang
secara langsung
akan berdampak
terhadap
estetika dan
kualitas udara
(bau tidak
sedap/busuk)
 Kesehatan masy
 Kualitas air
 Perda Kab. Barito
Kuala No. 15
tahun 2001
tentang
Kebersihan dan
Ketertiban Umum,
 kualitas air
mengacu pada
Pergub Kalsel No.
05 tahun 2007
(Parameter TDS,
TSS, BOD, COD,
DO, pH, Fe);
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
Bentuk Upaya Pengelolaan
Lokasi
Periode
Lingk Hidup
pengelolaan
pengelolaan
 Melakukan penanaman
pohon terutama yang
berfungsi untuk
menyerap bahan
pencemar udara dan
meredam bunyi sebagai
bentuk RTH,
 pengaturan lalulintas
(pemasangan ramburambu) pada jalan
komple ,
 memberikan kesempatan
berusaha bagi
masyarakat sekitar untuk
berusaha terutama yang
berhubungan dengan
pemakaian/penghunian
rumah,
 pengelolaan sampah
diwajibkan menggunakan
metode 3 R ( Reduce,
Reuse dan Recycle),
 Pengelolaan Ruang
Terbuka Hijau sesuai
dengan ketentuan Ijin
Lokasi
 Meminimalkan limbah
padat dan cair dengan
cara efisiensi
penggunaan air
 Menyediakan tempat
sampah disetiap blok
kavling perumahan
 Pengelolaan sampah dari
rumah tangga hingga ke
TPS atau TPA dilakukan
dengan cara kerjasama
dengan pihak ketiga
 Melakukan sosialisasi
UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
Bentuk Upaya
Lokasi
Periode
Pemantauan Lingk Hidup
Pemantauan
Pemantauan
wawancara
Institusi Pengelola dan
Pemantauan Lingkungan
Hidup
Tapak proyek
Selama tahap
operasi terutama
pada saat
pemakaian atau
penghunian rumah
 Pemantauan kualitas
udara (NO2, SO2, CO
dan debu) dilakukan
dengan pengambilan
langsung dilapangan
dengan high volume air
pump, selanjutnya sampel
ditimbang dengan
timbangan analitik dengan
metode gravimetric dan
dianalisis di laboratorium.
 Pengukuran tingkat
kebisingan dilakukan
dengan alat continous
Sound Level Meter, range
3-120 dBA.
 Parameter pendapatan
masyarakat dengan cara
pengamatan langsung,
wawancara dan data
sekunder dari instansi
terkait.
Tapak proyek,
perumahan
Selama tahap
operasi
 Instansi Pelaksana yaitu
PT.Dua Sugih Properti
 Instansi Pengawas yaitu
Badan Lingkungan Hidup
Kab. Barito Kuala, Dinas
PU dan Perumahan Kab.
Barito Kuala, Dinas
Kebersihan Kab. Barito
Kuala
 Instansi Penerima
Laporan yaitu Badan
Lingkungan Hidup Kab.
Barito Kuala,
Tiap rumah
dalam
komplek
perumahan
Selama tahap
pemakaian
perumahan
 Pemantauan kualitas
udara dilakukan dengan
pengambilan langsung
dilapangan dengan high
volume air pump,
selanjutnya sampel
ditimbang dengan
timbangan analitik dengan
metode gravimetric dan
dianalisis di laboratorium
 Kualitas air dilakukan
dengan pengukuran insitu
terutama untuk parameter
Tiap rumah di
lokasi perumahan
Selama tahap
operasi
 Instansi Pelaksana yaitu
PT.Dua Sugih Properti
 Instansi Pengawas yaitu
Badan Lingkungan Hidup
Kab. Barito Kuala, Dinas
PU dan Perumahan Kab.
Barito Kuala, Dinas
Kebersihan Kab. Barito
Kuala
 Instansi Penerima
Laporan yaitu Badan
Lingkungan Hidup Kab.
Barito Kuala,
IZIN LINGKUNGAN
Pembangunan Perumahan Piulan Permai
PT. Dua Sugih Properti
No.
Sumber
dampak
Jenis Dampak
Besaran Dampak
 Per Gub Kalsel
No. 036 tahun
2008 tentang
Baku Mutu Limbah
Cair;
 kesehatan
masyarakat
mengacu pada
rona awal (data 10
besar penyakit)
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
Bentuk Upaya Pengelolaan
Lokasi
Periode
Lingk Hidup
pengelolaan
pengelolaan
dan pertemuan rutin
dengan masy penghuni
mengenai pentingnya
kebersihan di areal
perumahan
3.
Aktivitas MCK
 Limbah cair
yang banyak
mengandung
bahan-bahan
kimia yang
dapat
berdampak
negatif terhadap
parameter
kualitas air,
 Kesehatan masy
 Persepsi masy
 Per Gub KalSel
No. 04 tahun 2007
dan Per Gub
Kalsel No. 036
tahun 2008
tentang Baku
Mutu Limbah Cair;
 kesehatan
masyarakat
mengacu pada
rona awal (data 10
besar penyakit)
 Membuat septic tank
sesuai standar sanitasi
lingkungan
 Membuat saluran
pembuangan air limbah
secara terintegrasi
 Membuat sumur resapan
di tiap rumah
 Mensosialisasikan
bagamana cara hidup
sehat
 Membuat peraturan yang
menunjang bagi
kesehatan lingkungan
Tapak
perumahan
Selama tahap
operasi
perumahan
4.
Aktivitas sosial
masyarakat
 sosial ekonomi,
 sosial budaya,
kesehatan
masyarakat,
 persepsi
masyarakat
serta
 keamanan dan
ketertiban
Kualitas air
 Limbah padat
 Berkembangnya
sosial ekonomi
masyarakat
 Perubahan sosial
budaya
 Meningkatnya
jenis penyakit dan
angka kesakitan
masyarakat
 Perubahan sikap
dan persepsi
masyarakat akibat
dampak yang
terjadi pada
 Melakukan pertemuan
antar warga secara rutin
misal bulanan guna
pemecahan
permasalahan
perumahan atau
pemeliharaan komplek
perumahan.
 Melakukan atau
membuat dan
mengaktifkan pos
pelayanan seperti
kesehatan serta
keamanan dan ketertiban
Tapak
perumahan
Selama tahap
operasi
perumahan
UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
Bentuk Upaya
Lokasi
Periode
Pemantauan Lingk Hidup
Pemantauan
Pemantauan
yang mudah berubah
(suhu dan oksigen
terlarut) dan analisis
laboratorium untuk
parameter yang tidak
memungkinkan diukur
secara insitu
 Kesehatan masyarakat
dipantau dengan metode
wawancara dan data
sekunder
Tiap rumah
Selama tahap
 Kualitas air dilakukan
dalam lokasi
operasi
dengan pengukuran insitu
perumahan
terutama untuk parameter
yang mudah berubah
(suhu dan oksigen
terlarut) dan analisis
laboratorium untuk
parameter yang tidak
memungkinkan diukur
secara insitu
 Biota air dengan
pengambilan sampel dan
wawancara dengan
masyarakat
 Wawancara dengan masy
 Parameter sosial
ekonomi, sosial budaya
serta sikap dan persepsi
masyarakat dipantau
dengan cara pengamatan
langsung, wawancara dan
data sekunder dari
instansi terkait
 Parameter Keamanan dan
Ketertiban dipantau
dengan cara mengamati
besarnya tingkat
kejahatan dan gangguan
ketertiban dengan cara
Perumahan
Selama tahap
operasi
Institusi Pengelola dan
Pemantauan Lingkungan
Hidup
 Instansi Pelaksana yaitu
PT.Dua Sugih Properti
 Instansi Pengawas yaitu
Badan Lingkungan Hidup
Kab. Barito Kuala, Dinas
PU dan Perumahan Kab.
Barito Kuala, Dinas
Kesehatan Kab. Barito
Kuala
 Instansi Penerima
Laporan yaitu Badan
Lingkungan Hidup Kab.
Barito Kuala,
 Instansi Pelaksana yaitu
PT.Dua Sugih Properti
 Instansi Pengawas yaitu
Badan Lingkungan Hidup
Kab. Barito Kuala, Dinas
PU dan Perumahan Kab.
Barito Kuala, Dinas
Kesehatan Kab. Barito
Kuala
 Instansi Penerima
Laporan yaitu Badan
Lingkungan Hidup Kab.
Barito Kuala,
IZIN LINGKUNGAN
Pembangunan Perumahan Piulan Permai
PT. Dua Sugih Properti
No.
Sumber
dampak
Jenis Dampak
Besaran Dampak
komponen
lingkungan lain
 Gangguan
keamanan dan
ketertiban setelah
adanya
perumahan
dibanding rona
awal
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
Bentuk Upaya Pengelolaan
Lokasi
Periode
Lingk Hidup
pengelolaan
pengelolaan
 Membuat ikatan
hubungan sosial antar
warga
UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
Bentuk Upaya
Lokasi
Periode
Pemantauan Lingk Hidup
Pemantauan
Pemantauan
pengamatan langsung
dan data sekunder
 Kesehatan masyarakat
dipantau dengan metode
wawancara dan data
sekunder
BUPATI BARITO KUALA,
H. HASANUDDIN MURAD
Institusi Pengelola dan
Pemantauan Lingkungan
Hidup
IZIN LINGKUNGAN
Pembangunan Perumahan Piulan Permai
PT. Dua Sugih Properti
Download