Manajemen Investasi
1
Organisasi dan Fungsi Manajemen Investasi
• Manajemen Investasi → manajemen profesional
berfungsi membantu para investor untuk mencapai
tujuan target investasi mereka dengan memberikan jasa
pelayanan mengelola beragam sekuritas atau surat
berharga seperti saham, obligasi dan aset lainnya
seperti properti.
• Lingkup jasa manajemen investasi :
• Melakukan analisa keuangan
• Pemilihan aset dan pemilihan saham
• Implementasi perencanaan
• Melakukan pemantauan terhadap investasi
2
Organisasi dan Fungsi Manajemen Investasi
• Dengan mempekerjakan Manajer Investasi,
kegiatan usaha dari Manajemen investasi terdiri
dari :
• Melakukan penelitian
• Menjalankan fungsi pesanan dan perdagangan
(dealing)
• Penyelesaian transaksi
• Pemasaran
• Melakukan audit internal
• Mempersiapkan laporan bagi nasabah
3
Organisasi dan Fungsi Manajemen Investasi
• Pengelolaan industri manajemen investasi melibatkan
banyak pihak yaitu :
• Karyawan pemasaran; membawa nasabah datang pada
industri ini.
• Staff kepatuhan; untuk memastikan dipenuhinya semua
peraturan yang berlaku oleh perusahaan
• Auditor Internal; untuk melakukan audit internal serta
melaksanakan fungsi pengawasan internal
• Bagian keuangan; bertugas membukukan transaksi
keuangan
• Ahli komputer dan karyawan pendukung lainnya;
untuk mencatat setiap transaksi serta evaluasi keuangan
dari ribuan nasabah.
4
Hubungan Manajer Investasi dengan Klien
• Perusahaan manajemen investasi seringkali
bertindak sebagai agen atau perantara dari
para pemilik saham dan perusahaan.
• Telah menjadi suatu kepercayaan umum bahwa
manajemen investasi selaku agen harus
memiliki kemampuan untuk secara aktif
memantau kinerja perusahaan yang sahamnya
dimiliki oleh nasabahnya.
• Fokus bisnis pada industri manajemen investasi
adalah manajer yang bertugas untuk
menginvestasikan dan mendivestasikan
investasi nasabahnya.
5
• Penasehat investasi dari suatu
perusahaan manajemen investasi yang
tersertifikasi harus mengelola investasi
nasabahnya sesuai dengan kebutuhan
serta profil risiko masing-masing nasabah,
dimana penasehat keuangan akan
merekomendasikan bentuk investasi yang
tepat bagi nasabahnya tersebut.
6
Menentukan Kebijakan Investasi
• Penetapan kebijakan dimulai dengan
keputusan alokasi aktiva/aset. Yaitu
investor harus memutuskan bagaimana
dana institutsi sebaiknya didistribusikan
terhadap kelompok-kelompok aktiva
utama yang ada. Kelompok aktiva utama
umumnya meliputi saham, obligasi, real
estate, dan sekuritas-sekuritas luar negeri.
7
• Kendala dalam menentukan kebijakan investasi :
1. Kendala dari klien; pembatasan dana yang
diinvestasikan pada kelompok aktiva tertentu atau
ingin mempertahankan tingkat diversifikasi dan
keamanan tertentu.
2. Peraturan; peraturan pembatasan terhadap
kelompok aktiva yang dapat diinvestasikan oleh
institusi keuangan.
3. Implikasi dari laporan pajak & keuangan
4. Persyaratan pembuatan laporan keuangan turut
mempegaruhi cara yang dipilih investor institusi
dalam menetapkan kebijakan investasi.
8
Point penting dalam menentukan kebijakan
invetasi
1. Alokasi aset
Berbagai golongan aset adalah obligasi, properti,
derivatif dan komoditi, dimana manajer investasi dibayar
jasanya untuk melaksanakan penempatan investasi
pada berbagai asset ini. Berbagai golongan aset ini
memiliki dinamika pasar yang berbeda-beda dan saling
mempengaruhi satu sama lainnya, sehingga
penempatan dana investasi pada berbagai aset tersebut
dapat membawa pengaruh signifikan pada performa
investasi.
9
2. Investasi jangka panjang
Misalnya pada suatu jangka waktu yang panjang (
misalnya diatas 10 tahun ) pada beberapa negara ,
saham menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi
dibandingkan obligasi, dan obligasi menghasilkan imbal
hasil yang lebih besar dibandingkan memegang tunai.
Menurut teori keuangan hal ini disebabkan oleh risiko
yang lebih besar pada saham ( lebih bergejolak )
daripada obligasi yang lebih berisiko dibanding tunai.
10
3. Diversifikasi
Manajer pengelola dana dengan memperhatikan latar
belakang alokasi aset, akan mempertimbangkan untuk
melakukan diversifikasi aset sesuai profil risiko
nasabahnya dan membuat daftar perencanaan
penempatan investasi yang sesuai. Daftar tersebut akan
menunjukkan persentase penempatan dana pada
masing-masing saham atau obligasi. Teori diversifikasi
portofolio ini diperkenalkan oleh Harry Max Markowitz
dan efektivitas dari diversifikasi ini membutuhkan
manajemen korelasi antara imbal hasil dan tingkat
pengembalian modal, isu internal terhadap portofolio
bersangkutan, korelasi silang antara tingkat
pengembalian.
11
Download

Managerial Economics in a Global Economy, 5th Edition by