Makalah Tentang Hubungan Filsafat Dengan Ilmu

advertisement
Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam makalah ini kami akan membahas tentang Hubungan
Filsafat Dengan Ilmu. Kami mengangkat tema tersebut karena kami
menyadari bahwa masih banyak dari kita yang tidak menyadari secara
sepenuhnya jika dalam dunia pendidikan pun kita sebenarnya telah
berfilsafat. Berfilsafat itu tidak hanya dilakukan oleh ilmuan-ilmuan
terdahulu ataupun oleh orang-orang yang ingin menguasai agama
hingga ke akar-akarnya. Bahkan oleh anak-anak yang belum waktunya
mengenyam pendidikan pun sesungguhnya telah berfilsafat dengan
bagaimana mereka mempertanyakan sesuatu dan menelaah untuk
dapat memahaminya. Karena itulah kami mengangkat tema ini sebagai
pembahasan dalam makalah kami. Untuk memecahkan beberapa
masalah tersebut, kami mecoba untuk membahas dan memaparkan
tentang Pengertian dan Hubungan di antara Filsafat dan Ilmu.
1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana Pengertian Filsafat dan Ilmu Secara Menyeluruh?

Apakah Terdapat Hubungan dan Perbedaan Antara Filsafat dan
Ilmu?

Bagaimana Filsafat Dapat Mempengaruhi Perkembangan Ilmu?
1
1.3 Tujuan
Kami menyusun makalah yang bertemakan Hubungan Filsafat
dengan Ilmu ini adalah agar kami dapat lebih mengetahui bagaimana
sebenarnya pengertian dari keduanya secara menyeluruh, juga agar
kami dapat mengetahui bagaimana hubungan dan perbedaan di antara
keduanya, dan bagaimana filsafat tersebut dapat mempengaruhi
perkembangan ilmu, serta agar kami dapat membagi ilmu pengetahuan
yang telah kami dapatkan kepada rekan-rekan mahasiswa seangkatan
setelah melakukan tahap perangkuman dari beberapa buku dan situs
internet sebagai acuan kami. Kami berharap dengan makalah ini,
rekan-rekan mahasiswa dapat mengerti dan memahami Pengertian
serta Hubungan Filsafat Dengan Ilmu.
1.4 Manfaat
Hasil dari penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan
manfaat
kepada
semua
pihak,
khususnya
kepada
Mahasiswa/Mahasiswi untuk menambah pengetahuan dan wawasan
mereka tentang Hubungan Filsafat dengan Ilmu. Manfaat lain dari
penulisan makalah ini adalah dengan adanya penulisan makalah ini
diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan di dalam pembelajaran Mata
Kuliah Filsafat.
2
Bab II
Acuan Teoretik
1.
Definisi-Definisi
1.1. Definisi Filsafat Secara Umum
Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok
orang yang merupakan konsep dasar mcngenai kehidupan yang dicitacitakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang
sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam
dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala
hubungan.
Adapula yang mengatakan filsafat adalah studi tentang seluruh
fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan
dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan
melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi
dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu,
memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu.
1.2. Definisi Ilmu Secara Umum
Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan
meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam
alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan
yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup
pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Definisi ilmu bergantung pada cara kerja indra masing-masing
individu dalam menyerap pengetahuan dan juga cara berpikir setiap
individu dalam memproses pengetahuan yang diperolehnya. Selain itu,
definisi ilmu bisa berlandaskan aktifitas yang dilakukan ilmu itu sendiri.
3
2.
2.1.
Pendapat Para Tokoh
Pengertian Filsafat Menurut Para Tokoh
a. Pudjo Sumedi AS., Drs.,M.Ed. dan Mustakim, S.Pd.,MM,
Istilah dari filsafat berasal bahasa Yunani : ”philosophia”. Seiring
perkembangan jaman akhirnya dikenal juga dalam berbagai bahasa,
seperti : ”philosophic” dalam kebudayaan bangsa Jerman, Belanda,
dan Perancis; “philosophy” dalam bahasa Inggris; “philosophia”
dalam bahasa Latin; dan “falsafah” dalam bahasa Arab.
b. Plato ( 428 -348 SM )
Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan
kebenaran yang asli. Filsafat tidak lain dari pengetahuan tentang
segala yang ada.
c. Aristoteles (384 – 322 SM)
Filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) yang meliputi kebenaran yang
terkandung di dalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika,
etika, ekonomi, politik, dan estetika. Dan kewajiban filsafat adalah
menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat
bersifat ilmu umum sekali. Tugas penyelidikan tentang sebab telah
dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu.
d. Rene Descartes
Pelopor filsafat modern dan pelopor pembaruan dalam abad ke-17
yang terkenal dengan ucapannya: “Cogito ergo Sum” (karena
berpikir, maka saya ada) sebagai landasan filsafatnya. Berfilsafat
berarti berpangkal kepada suatu kebenaran yang fundamental atau
pengalaman yang asasi.
e. Al Farabi
Filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) tentang alam maujud
bagaimana hakikat yang sebenarnya.
4
f. Cicero (106 – 43 SM )
Filsafat adalah sebagai “ibu dari semua seni “( the mother of all the
arts“ ia juga mendefinisikan filsafat sebagai ars vitae (seni
kehidupan )
g. Johann Gotlich Fickte (1762-1814 )
Filsafat sebagai Wissenschaftslehre (ilmu dari ilmu-ilmu , yakni
ilmu umum, yang jadi dasar segala ilmu. Ilmu membicarakan
sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Filsafat memperkatakan
seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari
seluruh kenyataan.
h. Paul Nartorp (1854 – 1924)
Filsafat sebagai Grunwissenschat (ilmu dasar hendak menentukan
kesatuan pengetahuan manusia dengan menunjukan dasar akhir
yang sama, yang memikul sekaliannya .
i. Imanuel Kant ( 1724 – 1804 )
Filsafat adalah ilmu pengetahuan yange menjadi pokok dan
pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya tercakup empat
persoalan.
1. Apakah yang dapat kita kerjakan? (jawabannya metafisika)
2. Apakah yang seharusnya kita kerjakan? (jawabannya Etika)
3. Sampai dimanakah harapan kita? (jawabannya Agama)
4. Apakah yang dinamakan manusia? (jawabannya Antropologi)
j. Notonegoro
Filsafat menelaah hal-hal yang dijadikan objeknya dari sudut
intinya yang mutlak, yang tetap tidak berubah , yang disebut
hakekat.
k. Prof. Dr. N. Driyarkara S. J.
Filsafat
adalah
pikiran
manusia
yang
radikal,
dengan
mengenyampingkan pendapat-pendapat dan pendirian-pendirian
yang diterima saja dengan mencoba memperlihatkan pandangan
5
yang merupakan akar dari lain-lain pandangan dan sikap praktis.
Pandangan diarahkan kepada sebab-sebab yang terakhir atau sebab
pertama (filsafat causes), dan tidak diarahkan kepada sebab yang
terdekat (secundary causes), sepanjang kemungkinan yang ada
pada budi nurani manusia sesuai kemampuannya.
l. Harold H. Titus (1979 )
Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepecayaan terhadap
kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis.
Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap
kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi.
m. Prof. Mr.Mumahamd Yamin
Filsafat ialah pemusatan pikiran , sehingga manusia menemui
kepribadiannya seraya didalam kepribadiannya itu dialamiya
kesungguhan.
n. Prof.Dr.Ismaun, M.Pd.
Filsafat ialah usaha pemikiran dan renungan manusia dengan akal
dan qalbunya secara sungguh-sungguh , yakni secara kritis
sistematis, fundamentalis, universal, integral dan radikal untuk
mencapai dan menemukan kebenaran yang hakiki (pengetahuan,
dan kearifan atau kebenaran yang sejati.
o. Bertrand Russel
Filsafat adalah sesuatu yang berada di tengah-tengah antara teologi
dan sains. Sebagaimana teologi , filsafat berisikan pemikiranpemikiran mengenai masalah-masalah yang pengetahuan definitif
tentangnya, sampai sebegitu jauh, tidak bisa dipastikan;namun,
seperti sains, filsafat lebih menarik perhatian akal manusia daripada
otoritas tradisi maupun otoritas wahyu.
6
2.2. Pengertian Ilmu Menurut Para Tokoh
a. Prof. DR. Mohammad Hatta
Tiap-tiap ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan
hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya,
maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut
bangunannya dari dalam.
b. Prof. DR. A. Baiquni (Guru Besar Universitas Gadjah Mada)
Science merupakan general consensus dari masyarakat yang terdiri
dari para scientist.
c. Prof. DR. M. J. Langerveld (Guru Besar pada Rijk Universiteit
di Utrecht-Belanda)
Pengetahuan ialah kesatuan objek yang mengetahui dan objek yang
diketahui. Suatu kesatuan dalam mana objek itu dipandang oleh
subjek sebagai diketahuinya.
d. Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag
Ilmu adalah yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan keempatnya serentak.
e. Karl Pearson
Ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan
konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana.
f. Ashley Montagu
Ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang
berasal dari pengamatan, studi dan percobaan untuk menentukan
hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji.
g. Harsojo
Ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan dan
suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia
empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia
yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia.
Lebih lanjut ilmu didefinisikan sebagai suatu cara menganalisis
7
yang mengijinkan kepada ahli-ahlinya untuk menyatakan suatu
proposisi dalam bentuk : “ jika …. maka“.
h. Afanasyef
Ilmu adalah segala yang diketahui manusia tentang alam,
masyarakat dan pikiran. Ia mencerminkan alam dan konsepkonsep, katagori dan hukum-hukum, yang ketetapannya dan
kebenarannya diuji dengan pengalaman praktis.
i. Communality, The Liang Gie 1991
Ilmu adalah sekumpulan proposisi sistematis yang terkandung
dalam pernyataan-pernyataan yang benar dengan ciri pokok yang
bersifat general, rational, objektif, mampu diuji kebenarannya
(verifikasi objektif), dan mampu menjadi milik umum.
j. J. Haberer 1972
Ilmu adalah suatu hasil aktivitas manusia yang merupakan
kumpulan teori, metode dan praktek dan menjadi pranata dalam
masyarakat.
k. J.D. Bernal 1977
Ilmu adalah suatu pranata atau metode yang
membentuk
keyakinan mengenai alam semesta dan manusia.
l. E. Cantote 1977
Ilmu adalah suatu hasil aktivitas manusia yang mempunyai makna
dan metode.1977 -1992
8
Bab III
Pembahasan
1. Pengertian Filsafat dan Ilmu
1.1 Pengertian Filsafat
Filsafat dapat dijabarkan dari perkataan “philosopia”. Kata “philos”
berarti cinta dan kata “sopos” berarti kebijaksanaan/pengetahuan yang
mendalam. Perkataan ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti: “Cinta
Akan Kebijaksanaan” (Love Of Wisdom).
Sesuai tradisi, Pythagoras dan Socrates-lah yang mula-mula menyebut
diri “philosophus”, yaitu sebagai protes terhadap kaum “sophis”, kaum
terpelajar pada waktu yang menamakan mereka itu hanyalah semu belaka.
Sebagai protes terhadap kesombongan mereka itu, maka Socrates lebih
suka menyebut dirinya “Pecinta Kebijaksanaan”, artinya orang yang ingin
mengetahui pengetahuan yang luhur (sophia) itu. Mengingat keluhuran
pengetahuan yang dikejarnya itu maka ia tak mau berkata bahwa ia
mempunyai, memiliki atau menguasai.
Oleh karena luas dan dalamnya filsafat itu, maka perang tidak akan dapat
menguasai dengan sempurna
dan orang tidak akan pernah mengatakan
selesai belajar.
Sudut praktis yang sesungguhnya mengenai arti dan nilai hidup itu, arti
dan nilai manusia itu. Dengan demikian, dapat diberikan definisi filsafat
sebagai berikut:
9
`Filsafat adalah pengetahuan yang mempelajari sebab-sebab yang
pertama atau prinsip-prinsip yang tertinggi dari segala sesuatu yang
dicapai oleh akal budi manusia`
Dari definisi tersebut, jelas yang menjadi objek materialnya (lapangannya)
ialah segala sesuatu yang dipermasalahkan filsafat. Sedangkan objek
formalnya (sudut pandangnya) ialah mencapai sebab-sebab yang terdalam
dari segala sesuatu, sampai kepada penyebab yang tidak disebabkan , ada
yang disebabkan, ada yang mutalk ada, yaitu penyebab pertama (causa prima)
ialah Allah itu sendiri.
Mengenai “ada” yang tidak mutlak adalah segala ciptaan Tuhan, sewaktuwaktu bisa punah di muka bumi ini apabila sudah ada saatnya sesuai dengan
hukum alamatau hukum Allah (sunnatullah).
1.2 Cabang-cabang Filsafat
1. Epistemologi, yaitu menyoroti dari sudut sebab pertama, gejala
pengetahuan dan kesadaran manusia.
2. Kritik ilmu, adalah cabang filsafat yang menyibukkan diri dengan
teori pembagian ilmu, metode yang digunakan dalam ilmu, tentang
dasar kepastian dan jenis keterangan yang diberikan yang tidak
termasuk bidang ilmu pengetahuan melainkan merupakan tugas
filsafat.
3. Ontologi, sering disebut metafisika umum atau filsafat pertama
adalah filsafat tentang seluruh kenyataan atau segala sesuatu sejauh
itu ”ada”.
4. Teologi Metafisik, membicarakan filsafat ke-Tuhan-an atau Logos
(ilmu) tentang theos (Tuhan) menurut ajaran dan kepercayaan.
5. Kosmologi, membicarakan tentang kosmos atau alam semesta hal
ihwal dan evolusinya. Filsuf yang berperan antara lain Pitagoras,
plato dan ptolemeus.
10
6. Antropologi, berkaitan dengan filsafat manusia mempelajari manusia
sebagai manusia,
menguraikan apa atau siapa manusia menurut
adanya yang terdalam, sejauh bisa diketahui mulai dengan akal
budinya yang murni.
7. Etika, atau filsafat moral adalah bidang filsafat yang mempelajari
tindakan manusia. Etika dibedakan dari semua cabang filsafat lain
karena tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan bagaimana
manusia seharusnya bertindak dalam kaitannya dengan tujuan
hidupnya.
8. Estetika, sering juga disebut filsafat keindahan (seni), adalah cabang
filsafat
yang berbicara tentang pengalaman, bentuknya hakikat
keindahan yang bersifat jasmani dan rohani.
9. Sejarah filsafat, sejarah filsafat adalah cabang filsafat yang
mengajarkan jawaban para pemikir besar, tema yang dianggap paling
penting dalam periode tertentu, dan aliran besar yang menguasai
pemikiran selama satu zaman atau suatu bagian dunia tertentu.
Adanya bidang kajian khusus atau cabang-cabang khusus filsafat yang
terdiri dari cabang-cabang/bagian-bagian pokok filsafat, misalnya filsafat
tentang:
a. Bahasa
b. Sejarah
c. Kebudayaan
d. Hukum
e. Ekonomi
f. Administrasi
g. Politik
h. Ilmu-ilmu pengetahuan: Ilmu Matematika, Ilmu Alam, Ilmu Teknik
i. Agama, dll
11
Dengan demikian dapatlah kita simpulkan sebagai berikut:
1. Objek filsafat ialah segala sesuatu yang ada
2. Sudut pandangaannya ialah sebab-sebab yang terdalam
3. Sifat filsafat ialah sifat-sifat ilmu pengetahuan
4. Metode filsafat ialah metode perenungan (contemplation) yang
spekulatif
5. Jalan filsafat dalam usaha mencari dan menemukan jawaban atas
segala pertanyaan hidup
dan kehidupan manusia adalahdengan
berdasarkan kekuatan pikiran manusia atau budi nurani (ratio) dan
tidak berdasarkan kepada wahyu Allah atau pertolongan istimewa dari
agama/Tuhan.
1.3 Pengertian Ilmu
Ilmu
berasal
dari
bahasa
Arab
tahu/mengetahui. Pengertian ilmu
‘alima/ya’lamu
yang
berarti
yang terdapat dalam kamus Bahasa
Indonesia adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara
bersistem
menurut
metode
tertentu,
yang
dapat
digunakan
untuk
menerangkan gejala-gejala tertentu (Admojo, 1998). Mulyadhi Kartanegara
mengatakan ilmu adalah any organized knowledge. Ilmu dan sains
menurutnya tidak berbeda, terutama sebelum abad ke-19, tetapi setelah itu
sains lebih terbatas pada bidang-bidang fisik atau inderawi, sedangkan ilmu
melampauinya pada bidang-bidang non fisik, seperti metafisika.
Dalam Ensiklopedia Indonesia, kita temukan pengertian sebagai berikut:
“Ilmu adalah suatu sistem dari berbagai pengetahuan yang masingmasing sesuatu lapangan pengalaman tertentu, yang disusun sedemikian
rupa menurut asas-asas tertentu, hingga menjadi kesatuan. Suatu sistem
dari berbagai pengetahuan yang masing-masing didapatkan sebagai hasil
pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan secara teliti dengan memakai
metode-metode tertentu.”
12
Menurut Prof. DR. Mohammad Hatta:
“Tiap-tiap ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan
hukum kausal dalam satu golongan masalah yang sama tabiatnya maupun
menurut kedudukannya tampak dari luar maupun menurut bangunnya
dari dalam.”
Sejalan dengan perkembangan zaman, meningkatnya kebutuhan hidup
manusia, dan semakin berkembangnya kehidupan modern maka semakin
terasalah kebutuhan untuk menjawab segala tantangan yang dihadapi
manusia. Dalam keadaan yang demikian, lahirlah apa yang disebut ilmu-ilmu
pengetahuan khusus. Momentum pemisahan antara filsafat dengan ilmu
pengetahuan khusus itu bermula disekitar Abad Pertengahan, pada saat
lahirnya Zaman Renaissance (misalnya Ilmu Fisika dan Ilmu Matematika).
Bentuk ilmu yang lain (Ilmu Pengetahuan) bertujuan membantu manusia
dalam mempermudah pelaksanaan kehidupannya atau untuk mensejahterakan
manusia. Disegi lain, dapat pula bertujuan menyusahkan atau menghancurkan
manusia, apabila ilmu dan teknologi itu dipergunakan untuk tujuan perang
dengan menciptakan senjata mutakhir.
2. Hubungan dan Perbedaan Filsafat dengan Ilmu
2.1. Hubungan Filsafat dengan Ilmu
Pada awalnya yang pertama muncul adalah filsafat dan ilmu-ilmu
khusus merupakan bagian dari filsafat. Sehingga dikatakan bahwa filsafat
merupakan induk atau ibu dari semua ilmu (mater scientiarum). Karena
objek material filsafat bersifat umum yaitu seluruh kenyataan, pada hal ilmuilmu membutuhkan objek khusus. Hal ini menyebabkan berpisahnya ilmu
dari filsafat.
13
Meskipun pada perkembangannya masing-masing ilmu memisahkan
diri dari filsafat, ini tidak berarti hubungan filsafat dengan ilmu-ilmu khusus
menjadi terputus. Dengan ciri kekhususan yang dimiliki setiap ilmu, hal ini
menimbulkan batas-batas yang tegas di antara masing-masing ilmu. Dengan
kata lain tidak ada bidang pengetahuan yang menjadi penghubung ilmu-ilmu
yang terpisah. Di sinilah filsafat berusaha untuk menyatu padukan masingmasing ilmu. Tugas filsafat adalah mengatasi spesialisasi dan merumuskan
suatu pandangan hidup yang didasarkan atas pengalaman kemanusian yang
luas.
Ada hubungan timbal balik antara ilmu dengan filsafat. Banyak
masalah filsafat yang memerlukan landasan pada pengetahuan ilmiah apabila
pembahasannya tidak ingin dikatakan dangkal dan keliru. Ilmu dewasa ini
dapat menyediakan bagi filsafat sejumlah besar bahan yang berupa faktafakta yang sangat penting bagi perkembangan ide-ide filsafati yang tepat
sehingga sejalan dengan pengetahuan ilmiah (Siswomihardjo, 2003).
Dalam perkembangan berikutnya, filsafat tidak saja dipandang sebagai
induk dan sumber ilmu, tetapi sudah merupakan bagian dari ilmu itu sendiri,
yang juga mengalami spesialisasi. Dalam taraf peralihan ini filsafat tidak
mencakup keseluruhan, tetapi sudah menjadi sektoral. Contohnya filsafat
agama, filsafat hukum, dan filsafat ilmu adalah bagian dari perkembangan
filsafat yang sudah menjadi sektoral dan terkotak dalam satu bidang tertentu.
Dalam konteks inilah kemudian ilmu sebagai kajian filsafat sangat relevan
untuk dikaji dan didalami (Bakhtiar, 2005).
Hubungan filsafat dengan ilmu dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Filsafat mempunyai objek yang lebih luas, sifatnya universal,
sedangkan ilmu objeknya terbatas, khusus lapangannya saja.
2. Filsafat hendak memberikan pengetahuan, insight/pemahaman lebih
dalam dengan menunjukkan sebab-sebab yang terakhir. Sedangkan
14
ilmu juga menunjukkan sebab-sebab, tetapi yang tak begitu mendalam.
Dengan satu kalimat dapat dikatakan:
-
Ilmu mengatakan “bagaimana” barang-barang itu (to know ...,
technical know how, managerial know how ..., secundary
causes, and proximate explanation)
-
Filsafat mengatakan “apa” barang-barang itu (to know `what`
and `why` ..., first causes, highest principles, and ultimate
explanation)
3. Filsafat memberikan sintesis kepada ilmu-ilmu yang khusus,
mempersatukan, dan mengkoordinasikannya.
4. Lapangan filsafat mungkin sama dengan lapangan ilmu, tetapi sudut
pandangnya berlainan. Jadi, merupakan dua pengetahuan yang
tersendiri.
Keduanya (filsafat dan ilmu) penting, serta saling melengkapi, juga saling
menghormati dan mengakui batas-batas dan sifatnya masing-masing. Inilah
yang sering dilupakan sehingga ada ilmuan yang ingin menjadi tuan tanah
atas kavling pengetahuan lain. Misalnya, apabila ada seorang dokter berkata,
“Setiap saya mengoperasi seorang pasien belum pernah saya melihat jiwanya.
Jadi manusia itu tidak memiliki jiwa.” Maka dokter itu menginjak ke
lapangan
lain
dari
lapangan
ilmu
ke
lapangan
filsafat,
sehingga
kesimpulannya tidak benar lagi.
Untuk melihat hubungan antara filsafat dan ilmu, ada baiknya kita lihat
pada perbandingan antara ilmu dengan filsafat dalam bagan di bawah ini,
(disarikan dari Drs. Agraha Suhandi, 1992)
Ilmu

Segi-segi yang
Filsafat

dipelajari dibatasi agar
Mencoba merumuskan pertanyaan
atas jawaban. Mencari prinsip-
dihasilkan rumusan-
15
rumusan yang pasti
prinsip umum, tidak membatasi segi
pandangannya bahkan cenderung
memandang segala sesuatu secara
umum dan keseluruhan

Obyek penelitian

Keseluruhan yang ada

Menilai obyek renungan dengan
yang terbatas


Tidak menilai obyek
dari suatu sistem nilai
suatu makna, misalkan , religi,
tertentu.
kesusilaan, keadilan dsb.
Bertugas memberikan

jawaban
Bertugas mengintegrasikan ilmuilmu
Kita telah mengadakan perenungan tentang pengertian yang sedalamdalamnya dari sumber atau wadah kebenaran (obyektivitas) yaitu ilmu dan
filsafat. Berikutnya kita akan melihat bagaimana hubungan keduanya dengan
agama, sebagai berikut :
1. Ketiganya baik ilmu, filsafat maupun agama merupakan sumber atau
wadah kebenaran (obyektivitas) atau bentuk pengetahuan.
2. Dalam pencarian kebenaran (obyektivitas) ketiga bentuk pengetahuan
itu masing-masing mempunyai metode, sistem dan mengolah obyeknya
selengkapnya sampai habis-habisan.
3. Ilmu bertujuan mencari kebenaran mikrokosmos (manusia), makrokosmos
(alam)
dan
eksistensi
Tuhan/Allah.
Agama bertujuan untuk kebahagiaan umat manusia dunia akhirat
dengan menunjukkan kebenaran asasi dan mutlak itu, baik mengenai
16
mikro-kosmos (manusia), makro-kosmos (alam) maupun Tuhan/Allah
itu sendiri.
2.2. Perbedaan Filsafat dengan Ilmu
Selain memiliki hubungan, filsafat dan ilmu juga memiliki perbedaan.
Perbedaan tersebut dapat di lihat dari berbagai objek, yakni:

Obyek material [lapangan]
Filsafat itu bersifat universal [umum], yaitu segala sesuatu yang ada
[realita] sedangkan obyek material ilmu [pengetahuan ilmiah] itu
bersifat khusus dan empiris. Artinya, ilmu hanya terfokus pada
disiplin bidang masing-masing secra kaku dan terkotak-kotak,
sedangkan kajian filsafat tidak terkotak-kotak dalam disiplin
tertentu.

Obyek formal [sudut pandangan]
 Filsafat itu bersifat non fragmentaris, karena mencari pengertian
dari segala sesuatu yang ada itu secara luas, mendalam dan
mendasar. Sedangkan ilmu bersifat fragmentaris, spesifik, dan
intensif. Di samping itu, obyek formal itu bersifatv teknik, yang
berarti bahwa cara ide-ide manusia itu mengadakan penyatuan
diri dengan realita.

Filsafat
dilaksanakan
dalam
suasana
pengetahuan
yang
menonjolkan daya spekulasi, kritis, dan pengawasan, sedangkan
ilmu haruslah diadakan riset lewat pendekatan trial and error.
Oleh karena itu, nilai ilmu terletak pada kegunaan pragmatis,
sedangkan kegunaan filsafat timbul dari nilainnya.
17

Filsafat memuat pertanyaan lebih jauh dan lebih mendalam
berdasarkan pada pengalaman realitas sehari-hari, sedangkan ilmu
bersifat diskursif, yaitu menguraikan secara logis, yang dimulai
dari tidak tahu menjadi tahu.

Filsafat memberikan penjelasan yang terakhri, yang mutlak, dan
mendalam sampai mendasar [primary cause] sedangkan ilmu
menunjukkan sebab-sebab yang tidak begitu mendalam, yang
lebih dekat, yang sekunder [secondary cause]

Filsafat = berpikir kritis atau selalu mempertanyakan segala hal
tanpa ada eksperimen. Sedangkan ilmu selalu dengan eksperiman
untuk menemukan jawaban dari pertanyaannya.
3.
Pengaruh Filsafat Terhadap Perkembangan Ilmu
Bagaimana filsafat dapat mempengaruhi perkembangan ilmu? Ada
beberapa alasan yang mengacu pada pertanyaan ini, yakni untuk
mendapatkan ilmu, seseorang hendaknya berada atau ikut andil dalam
proses mengenyam ilmu dalam dunia pendidikan. Dalam proses belajar
mengajar dalam dunia pendidikan ini sangat kontras dengan “proses
berfikir”.
Ketika seorang siswa bertanya kepada gurunya tentang bagaimana
proses terjadinya tetesan-tetesan air yang jatuh dari langit yang telah
dikenal oleh semua orang dengan sebutan hujan? Kenapa ikan hanya bisa
berenang di dalam air dengan sirip-sirip kecil mereka, sementara burung
dengan kedua sayapnya mampu terbang tinggi di angkasa? Kedua
pertanyaan ini sangat kontras dengan cara dan proses berfikir mereka. Lalu
seorang guru tersebut akan mulai berfikir untuk menemukan jawaban dari
pertanyaan-pertanyaan siswanya.
Dari sini, guru tersebut akan mencoba menjelaskan teori yang
berhubungan dengan pertanyaan-pertanyaan itu dan menghubungkannya
18
dengan kekuasaan Yang Maha Esa, lalu mengajak para siswanya untuk
berfikir mengenai hal itu secara logika. Nah, secara tidak langsung mereka
telah berfilsafat. Sesuai dengan pengertian dasar filsafat yakni “berfikir
untuk mencari kebenaran”. Jadi, walaupun mereka tidak menyadari bahwa
mereka telah terjun dalam berfikir secara filsafat, tetapi sesungguhnya
mereka telah berfilsafat.
Begitu pula dengan sistem pengajaran dalam dunia pendidikan
yang sekarang berbeda dengan sistem pengajaran di masa yang lalu. Inilah
bukti bahwa ilmu telah mengalami perkembangan yang signifikan. Jika di
masa yang lalu guru dituntut untuk lebih aktif dalam mengajari para
siswanya, sehingga setiap pertanyaan yang diajukan oleh para siswa
terfokus pada jawaban guru tersebut. Dapat dikatakan bahwa setiap
pertanyaan tersebut mutlak akan dijawab oleh guru.
Tetapi sistem pengajaran di zaman sekarang telah sangat berbeda
dan mengalami perkembangan. Pihak-pihak yang berperan penting dalam
dunia pendidikan telah berfikir kefilsafatan sehingga muncullah ide-ide
baru yang lebih efektif dalam proses belajar mengajar di dunia pendidikan
yang sekarang. Jika di masa yang lalu guru mutlak menjawab segala
pertanyaan siswa, di zaman sekarang siswa dituntut untuk lebih aktif. Jika
ada siswa yang mengajukan pertanyaan, maka guru akan mengembalikan
pertanyaan tersebut kepada siswa yang lain lagi untuk menjawabnya. Jika
tidak ada satupun dari seluruh siswa yang dapat menjawab, maka barulah
guru tersebut mengambil alih pertanyaan tersebut kemudian menjawabnya,
tetapi tetap dituntut untuk memancing pendapat para siswanya untuk lebih
mengembangkan kemampuan berfikir mereka. Di sinilah proses berfikir
secara filsafat dapat kita temukan lagi. Jadi, dari pemaparan di atas dapat
disimpulkan bahwa filsafat telah memberikan pengaruh yang cukup besar
terhadap perkembangan ilmu dalam dunia pendidikan.
19
Bab IV
Kesimpulan
Filsafat adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempunyai sifat-sifat ilmu
pengetahuan. Akan tetapi jelaslah bahwa filsafat tidak termasuk ruang lingkup
ilmu pengetahuan yang khusus. Filsafat boleh dikatakan suatu ilmu, tetapi
obyeknya tak terbatas. Filsafat dapat mempengaruhi ilmu, karena dalam
memperoleh ilmu tersebut seseorang dengan sendirinya, tanpa direncanakan
sebelumnya akan mulai untuk berfilsafat. Walaupun mungkin tidak semua orang
menyadari bahwa saat berfikir dan menanyakan sesuatu, ataupun saat berfikir dan
menjawab sesuatu mereka sebenarnya sedang berfilsafat. Mengenai pendapat para
tokoh yang di antaranya adalah Plato, Rene Descartes dan yang lainnya menyadari
bahwa berfikir itu adalah sesuatu yang sangat berharga, serta meyakini bahwa
berfilsafat berarti berpangkal kepada suatu kebenaran yang hakiki. Juga seperti
yang dikatakan oleh Maurice Marieau Ponty “Jasa dari filsafat itu terletak dalam
sumber penyelidikannya, yakni eksistensi dan dengan sumber itu kita bisa berpikir
tentang manusia.” Lalu, mengenai hubungan filsafat dengan ilmu, yakni penting
adanya, serta saling melengkapi, juga saling menghormati dan mengakui batasbatas dan sifatnya masing-masing. Filsafat memberikan sintesis kepada ilmu-ilmu
yang khusus, mempersatukan, dan mengkoordinasikannya.
20
Referensi
Salam, Burhanuddin. Sejarah Filsafat Ilmu dan Teknologi. Jakarta: PT. Rineka
Cipta. 2000.
Adib, Mohammad. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2010.
-.http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/13/hubungan-antara-filsafatdengan-ilmu/
-.http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_11.html
-.http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/08/pengertian-filsafat/
-.http://filsafat-ilmu.blogspot.com/2008/06/persamaan-dan-perbedaan-filsafatdan.html
-.http://www.google.co.id/#hl=id&q=definisi+ilmu+pengetahuan&meta=&aq=
f&oq=definisi+ilmu+pengetahuan&fp=7e99b3a5df14a093
-.http://tanbihun.com/pendidikan/definisi-atau-pengertian-filsafat-dan-ilmupengetahuan-serta-perbedaannya/
-.http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090913053818AA54TO6
21
Download