(NUR MUFIDAH – 201471059) Friedrich Nietzsche

advertisement



Friedrich Wilhelm Nietzsche lahir di Rocken,
wilayah Sachsen pada tanggal 15 Oktober
1844.
Pada bulan Januari 1889, Nietzsche menjadi
gila. Dia banyak mengaku sebagai orangorang terkenal dari Ferdinand De Lesseps,
arsitek terusan Suez, sampai bahkan
mengaku sebagai “yang tersalib”.
Dia meninggal dunia di dalam kesepiannya di
Weimar pada tanggal 25 Agustus 1900
karena Pneumonia.
Riwayat HIdup
Nietzsche adalah seorang filsuf penting,
karena dialah yang pertama kali
menyadari apa sesungguhnya
arti ‘modern’ bagi masyarakat Eropa
Barat.
 Filsafat Nietzsche menunjukan corak
pemikiran filsuf pra-Socrates dan juga
kritik terhadap kristianitas.

Latar Belakang Pemikiran
“Nietzsche”
‘‘Tuhan Sudah Mati’’
Nietzsche ingin mengatakan bahwa
keberadaan Tuhan tergantung pada sintetis.
Tuhan menjadi argumen yang dapat
dipertanggungjawabkan hanya terkait dengan
waktu, menjadi, sejarah, dan manusia.
Oleh sebab itulah, Nietzsche memberikan
konsep kematian di dalam argumennya
tentang Tuhan.
Pemikiran Nietzsche
“Tuhan Sudah Mati”
1. Dengan kematian Tuhan, Nietzsche
kemudian mengajukan konsep kelahiran
Tuhan baru.
2. Kesadaran Yahudi menginginkan Tuhan
yang lebih universal.
3. Teologi Paulus yang banyak dijadikan
dasar ajaran kristiani adalah pemalsuan
besar-besaran.
Pemikiran Nietzsche
“Ubermensch dan Moralitas Tuan-Budak”



Konsep “Ubermensch” di kemukakan
Nietzsche melalui Zarathustra.
Konsep Ubermensch Nietsche yaitu ‘the last
man’ atau manusia terakhir. Manusia
unggul adalah upaya untuk mencapai terusmenerus keunggulan manusia.
Bagi Nietszche Ubermensch dimaksudkan
untuk membebaskan dan
meningkatkan mutu hidup, bukan menginjak
orang demi tujuan yang picik.
Pemikiran Nietzsche
“Kehendak Untuk Berkuasa”
 Nietzsche menyebut hasrat kekuasaan yang
salah sebagai “setan kekuasaan” atau “ hasrat
fanatis akan kekuasaan.”
 Pengertian yang ditekankan Nietzsche dari
kehendak berkuasa adalah lebih merupakan
suatu kualitas kehendak.
 Hal itu adalah suatu kedalaman eksistensial demi
mentransendenkan diri sendiri. Manusia harus
berusaha habis-habisan mencapai tujuannya.Dan
itu tidak menggunakan insting tetapi dengan
penguasaan diri yang penuh.
Pemikiran Nietzsche


Tuhan yang “dibunuh” Nietzsche lebih mirip
Tuhan psikologi. Dia sama sekali tidak
menyentuh eksistensi Tuhan. Dia hanya melihat
Tuhan dari konsep manusia tanpa mampu
menerobos batas transendensi Tuhan. Hal ini
dapat dimengerti karena Nietzsche telah
melanggar batas disiplin ilmunya. Dia tidak
membedakan antara Tuhan psikologis dengan
Tuhan yang filosofis.
Ubermensch yang diungkapkan oleh Nietzsche
tampak sebagai sesuatu yang utopis belaka
karena dia sendiri mengakui belum ada manusia
yang bisa dianggap sebagai Ubermensch.
KRITIK terhadap NIETZSCHE
TERIMA KASIH 
Download