Pengaruh Laba Akuntansi, Nilai Buku Ekuitas, dan

advertisement
Pengaruh Laba Akuntansi, Nilai Buku Ekuitas, dan Total Arus Kas terhadap Harga Saham
Pengaruh Laba Akuntansi, Nilai Buku Ekuitas, dan Total
Arus Kas terhadap Harga Saham (Studi Pada Perusahaan
Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
JAM
14, 1
Diterima, April 2014
Direvisi, September 2014
Desember 2015
Disetujui, Januari 2016
Raisa Fitri
Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Siti Aisjah
Atim Djazuli
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang
Abstract: The capital market has been provided with abundant information available to the
investor. Information represents a fundamental demand to the investor in the decision making. The published information will convince the investors. In this study, the parameteres
used to measure the perfomance of company based on financial statments is earning, book
value of equity, and total cash flow. This study aims to examine and analyze the effect of
variable Earning, Book Value of Equity and Total Cash Flow on Stock Price, using a quantitative approach with the method of Regression Analysis Regression. The population of this
study is manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange that has a profit
during the study period 2006–2012. The number of population are 52 companies that are
observed within 7 years, in order to obtain a total of 364 observations. The results shows that
the earning variables provide information and useful in the assessment of the securities, the
larger an enterprise earning, then there is the trend of the higher stock prices, while the
book value equity variable has a negative effect on stock prices. If the book value of equity
increases, then the stock price will decrease. Investors do not use the equity book value as
information that needs to be considered in decisions to invest when the company’s activity
gain a profit. Variable total cash flow has a positive effect on stock prices. If the higher total
cash flow will increase the stock price, then it means that the total increase in cash flow will
be followed by a rise in stock prices.
Keywords: earning, book value of equity, total cash flow, stock price
Jurnal Aplikasi
Manajemen (JAM)
Vol 14 No 1, 2016
Terindeks dalam
Google Scholar
Alamat Korespondensi:
Raisa Fitri, Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi
d a n B isn i s U n i v ersi t a s
Brawijaya
Abstrak: Dalam pasar modal terdapat banyak sekali informasi yang tersedia bagi para investor.
Informasi merupakan kebutuhan yang mendasar bagi para investor dalam mengambil keputusan.
Adanya informasi yang dipublikasikan akan mengubah keyakinan para investor. Dalam
penelitian ini, parameter yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan dari laporan
keuangan ini adalah laba akuntansi, nilai buku ekuitas, dan total arus kas.Penelitian ini bertujuan
untuk menguji dan menganalisis pengaruh variabel Laba Akuntansi, Nilai Buku Ekuitas, dan
Total Arus Kas terhadap Harga Saham. Meng-gunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
Analisis Regresi Berganda. Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia yang memperoleh laba selama periode penelitian tahun 2006–2012
dengan jumlah sampel jenuh sebesar 52 perusahaan yang diobservasi dalam kurun waktu
tujuh tahun, sehingga diperoleh total observasi sebesar 364.Hasil penelitian menunjukkan
bahwa variabel laba akuntansi memberikan informasi dan bermanfaat dalam penilaian sekuritas,
semakin besar laba akuntansi suatu perusahaan maka kecenderungan yang ada adalah semakin
tinggi harga saham, sedangkan variabel nilai buku ekuitas berpengaruh negatif terhadap
harga saham. Nilai buku ekuitas meningkat maka harga saham akan menurun. Investor tidak
TERAKREDITASI SK DIRJEN DIKTI NO. 66b/DIKTI/KEP/2011
169
ISSN: 1693-5241
169
Raisa Fitri, Siti Aisjah, Atim Djazuli
menggunakan nilai buku ekuitas sebagai informasi yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan berinvestasi
ketika aktivitas perusahaan mengalami keuntungan. Variabel total arus kas berpengaruh positif terhadap harga saham.
Semakin tinggi total arus kas maka akan meningkatakan harga saham ini berarti bahwa kenaikan total arus kas akan
diikuti oleh kenaikan harga saham.
Kata Kunci: laba akuntansi, nilai buku ekuitas, total arus kas, harga saham.
Kondisi sebuah industri akan mempengaruhi tingkat keuntungan sebuah perusahaan di dalamnya, sehingga
perlu diperhatikan dalam melakukan formulasi strategi
perusahaan. Lingkungan usaha semakin dinamis
membuat semakin ketatnya persaingan dalam sebuah
industri, oleh karenanya perusahaan dituntut cepat
tanggap terhadap terjadinya perubahan yang ada jika
ingin tetap eksis pada suatu industri tertentu.
Pada tahun 2013 industri manufaktur nasional
mencapai pertumbuhan sebesar 7,14%. Angka itu,
lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi
(PDB) tahun 2012 yang sebesar 6,23%. Cabangcabang industri yang mengalami pertumbuhan tinggi
dinikmati oleh sektor pupuk, kimia, dan bahan dari karet
dengan 10,25%, sektor semen dan barang galian bukan
logam dengan 7,85%, sektor makanan, minuman, dan
tembakau yang 7,74%, serta sektor alat angkut, mesin,
dan peralatan sebesar 6,94% (http://kemenperin.
go.id)
Pasar modal memiliki peran besar bagi perekonomian suatu negara menurut Chkili dan Nguyenc
(2012). Pasar modal dipandang sebagai salah satu
sarana yang efektif di masa yang akan datang, karena
pasar modal merupakan wahana yang dapat menggalang pergerakan dana jangka panjang dari masyarakat untuk disalurkan ke sektor-sektor yang produktif. Salah satu bentuk dari investasi pada pasar modal
adalah investasi saham.
Untuk melakukan investasi saham, investor perlu
menganalisis untuk mengukur nilai saham, yaitu dengan
analisis teknikal dan analisis fundamental. Analisis
teknikal merupakan upaya untuk memperkirakan
harga saham dengan mengamati harga saham perubahan harga saham tersebut di waktu lampau (Halim,
2005). Sedangkan analisis fundamental me-rupakan
teknik analisis saham yang mempelajari tentang keuangan mendasar dan fakta ekonomi dari perusahaan
sebagai langkah penilaian nilai saham perusahaan
(Halim, 2005).
Penelitian tentang hubungan antara informasi
akuntansi dan harga saham pertama kali dilakukan
170
oleh Ball dan Brown (1968) yang membuktikan bahwa
laba akuntansi berhubungan dengan harga saham.
Hasil penelitian tersebut mendukung hipotesis bahwa
laba akuntansi memberikan informasi dan bermanfaat
dalam penilaian sekuritas. Hal ini berarti bahwa
informasi yang terkandung dalam angka akuntansi
bermanfaat dan pasar bereaksi setelah pengumuman
laba.
Terdapat beberapa penelitian tentang hubungan
antara informasi laba akuntansi, nilai buku ekuitas,
dan arus kas operasi terhadap harga saham. Penelitian
Iustian dan Arifah (2013), Amalia (2010) menyimpulkan bahwa bahwa secara parsial laba mempunyai
pengaruh positif signifikan terhadap harga saham, nilai
buku ekuitas memiliki pengaruh positif signifkan terhadap harga saham, sedangkan arus kas operasi tidak
mempunyai pengaruh yang signifkan terhadap harga
saham.
Penelitian Kwon (2009) mempunyai hasil yang
berbeda. Penelitiannya menyimpulkan bahwa variabel
nilai buku dan arus kas berpengaruh terhadap harga
saham. Sedangkan variabel laba tidak berpengaruh
terhadap harga saham.
Boucher (2006) menggunakan variabel laba
akuntansi dan inflasi untuk mengetahui pengaruhnya
terhadap harga saham. Hasil penelitian penelitian
Boucher (2006) terdapat hubungan yang signifikan
antara laba akuntansi dengan harga saham. Sedangkan pada variabel inflasi tidak berpengaruh terhadap
harga saham, hasil kuesioner survei disajikan dalam
Shiller (1997) menunjukkan bahwa hampir 90% dari
orang percaya inflasi berbahaya bagi pertumbuhan
ekonomi sehingga membuat investor lebih berisiko
dalam menanamkan modalnya.
Ebrahimi (2011) menggunakan variabel laba
akuntansi dan dividen untuk mengetahui pengaruhnya
terhadap harga saham dan return saham. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laba akuntansi berpengaruh
signifikan terhadap harga saham dan return saham.
Sedangkan variabel dividen tidak berpengaruh terha-
JURNAL APLIKASI
Nama Orang
MANAJEMEN | VOLUME 14 | NOMOR 1 | MARET 2016
Pengaruh Laba Akuntansi, Nilai Buku Ekuitas, dan Total Arus Kas terhadap Harga Saham
dap harga saham.
Alasan penelitian ini dilakukan adalah karena
harga saham merupakan dasar pertimbangan investor
dalam menentukan keputusan berinvestasi. Keputusan investor apakah akan membeli atau menjual
saham yang dimiliki didasarkan pada bagaimana kondisi harga saham saat itu. Selain itu, penelitian ini
dilakukan karena adanya perbedaan hasil penelitian
dari beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Dari beberapa penelitian sebelumnya terdapat
perbedaan hasil antara penelitian yang satu dengan
penelitian yang lain. Contohnya pada penggunaan laba
akuntansi di mana pada penelitian yang dilakukan oleh
Amalia (2010) membuktikan bahwa laba akuntansi
secara positif berpengaruh terhadap harga saham.
Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian Iustian
dan Arifah (2013), serta Ebrahim (2011) menyatakan
bahwa laba akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham sedangkan penelitian yang
dilakukan oleh Kwon (2009) yang menyatakan bahwa
laba akuntansi tidak berpengaruh terhadap harga
saham.
Adanya hasil penelitian yang beragam mengenai
hubungan antara harga saham dengan informasi laba
akuntansi, nilai buku ekuitas, dan arus kas operasi,
maka penelitian ini bermaksud meneliti kembali penelitian terdahulu. Namun demikian terdapat perbedaan
yaitu, rentang penelitian selama 7 tahun (2006–2012),
sehingga penelitian ini memberikan kontribusi untuk
menguji apakah terjadi penguatan konsistensi terhadap teori selama ini atau sebaliknya.
Berdasarkan latar belakang serta penelitian terdahulu yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai:
Apakah laba akuntansi, nilai buku ekuitas, dan total
arus kas berpengaruh terhadap harga saham pada
perusahaan manufaktur. Sedangkan tujuan dari penelitian ini yaitu: menguji dan menganalisis pengaruh laba
akuntansi, nilai buku ekuitas, dan total arus kas terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur.
TINJAUAN PUSTAKA
Semakin berkembangnya suatu perusahaan
maka dana yang dibutuhkan semakin besar. Oleh
karena itu, perusahaan harus giat mencari sumbersumber yang dapat menyediakan dana dalam jumlah
besar. Salah satu cara yang digunakan yaitu mencari
dana melalui pasar modal. Menurut UU Pasar Modal
No. 8 Tahun 1995 dalam Sunariyah (2004:238), pasar
modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan
Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan
dengan efek.
Laba akuntansi dalam laporan keuangan merupakan salah satu parameter kinerja perusahaan yang
mendapat perhatian utama dari investor. Pentingnya
informasi laba disebutkan dalam Statement of
Financial Accounting Concept (SFAC) No. 1 bahwa
laba memiliki manfaat untuk menilai kinerja manajemen, membantu mengestimasi kemampuan laba yang
representatif dalam jangka panjang, memprediksi laba
dan menaksir risiko dalam investasi atau kredit
(Parawiyati, dkk., 2000).
Nilai buku (book value) dapat diartikan sebagai
nilai saham menurut pembukuan perusahaan emiten.
Anggono dan Baridwan (2003), dalam penelitiannya,
mengekspresikan nilai perusahaan sebagai fungsi laba
dan nilai buku. Nilai buku saham merupakan menunjukkan aktiva bersih perusahaan yang dimiliki oleh
pemegang saham dengan memiliki satu lembar saham.
Aktiva bersih perusahaan adalah sama dengan total
ekuitas pemegang saham, dan tentunya informasi
mengenai nilai buku akan bermanfaat bagi investor
sebagai pertimbangan untuk melakukan transaksi
saham.
Laporan arus kas adalah salah satu dari laporan
keuangan yang disajikan oleh perusahaan. Laporan
arus kas dapat memberikan informasi yang memungkinkan para pemakai untuk mengevaluasi perubahan
dalam aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan
(termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan
untuk mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas
dalam rangka adaptasi dengan perubahan keadaan
dan peluang. PSAK No. 2 (IAI, 2004) menyatakan
bahwa tujuan laporan arus kas adalah:
Memberikan informasi historis mengenai
perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan
melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus
kas berdasarkan aktivitas operasi, aktivitas investasi
maupun aktivitas pendanaan selama periode
akuntansi.
Berdasarkan uraian tersebut dapat diambil
hipotesis bahwa:
TERAKREDITASI SK DIRJEN DIKTI NO. 66b/DIKTI/KEP/2011
ISSN: 1693-5241
171
Raisa Fitri, Siti Aisjah, Atim Djazuli
H1
: Semakin tinggi laba akuntansi akan meningkatkan harga saham
: Semakin tinggi nilai buku ekuitas akan meningkatkan harga saham
: Semakin tinggi total arus kas akan meningkatkan harga saham
H2
H3
METODE
Laba akuntansi (X 1)
Nilai Buku Ekuitas (X 2)
Harga Saham
(Y)
Total Arus Kas (X 3)
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang
diperoleh dari perusahaan manufaktur yang go-public
di Indonesia, Bursa Efek Indonesia, Indonesian
capital market directory. Data sekunder yang
digunakan adalah laporan keuangan tahunan yang
dikeluarkan oleh perusahaan yang bersangkutan dari
periode tahun 2006–2012. Populasi dalam penelitian
ini adalah perusahaan manufaktur sebanyak 52
perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia. Penelitian ini termasuk penelitian sensus
di mana semua anggota populasi diambil sebagai
sampel.
Variabel dependen dalam pe-nelitian ini adalah
harga saham. Sedangkan variabel independen pada
penelitian ini adalah:
X1 = Laba Akuntansi (penjualan bersih – (HPP+beban
usaha) + pendapatan non operasi – beban pajak)
X2 = Nilai Buku Ekuitas (perbandingan total ekuitas
dengan jumlah saham yang beredar)
X3 = Total Arus Kas (arus kas operasi + arus kas
investasi + arus kas pendanaan )
Teknik Analisis Data
Data penelitian dianalisis dengan menggunakan
metode regresi berganda melalui program Statistical
Package for Social Sciences (SPSS) versi 18.
Model yang digunakan adalah sebagai berikut:
172
Y = a + 1 X2+ 2X2 + 3 X3 + e
di mana:
a = Konstanta
Y = Harga Saham
 1 = Koefisien regresi X1
 2 = Koefisien regresi X2
 3 = Koefisien regresi X3
X1 = Laba akuntansi
X2 = Nilai buku ekuitas
X3 = Total arus kas
e = Faktor Pengganggu
Hasil Uji Asumsi Klasik
Uji Normalitas
Hasil pengujian menunjukkan bahwa titik-titik
menyebar di sekitar garis diagonal dan penyebarannya
mengikuti arah garis diagonal. Dengan demikian
sebaran tersebut dikatakan mempunyai distribusi normal sehingga model tersebut layak digunakan.
Uji Multikolinearitas
Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai VIF
pada data tersebut adalah lebih kecil dari 10. Sehingga
dapat dikatakan bahwa tidak terjadi multikolinearitas.
Apabila nilai VIF lebih besar dari 10 maka terjadi
multikolinearitas, sebaliknya apabila nilai VIF lebih
kecil dari 10 maka tidak terjadi multikulinearitas atau
non multikulinearitas.
Uji Autokorelasi
Asumsi autokorelasi dapat didefinisikan bahwa
munculnya suatu data dipengaruhi oleh data sebelumnya. Untuk mengetahui adanya autokorelasi digunakan uji Durbin-Watson yang bisa dilihat dari hasil
regresi berganda. Hasil dari penelitian menunjukkan
bahwa DW yang diperoleh adalah 1,986 di antara 1
dan 3. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian
ini tidak terjadi autokorelasi.
Uji Heteroskedastisitas
Pengertian dari asumsi ini adalah bahwa ragam
(variance) dari variabel pengganggu adalah sama.
Hasilnya titik-titik yang terdapat dalam scatter plot
JURNAL APLIKASI
Nama Orang
MANAJEMEN | VOLUME 14 | NOMOR 1 | MARET 2016
Pengaruh Laba Akuntansi, Nilai Buku Ekuitas, dan Total Arus Kas terhadap Harga Saham
menyebar secara acak dan tidak membentuk pola
tertentu. (Tidak terdapat heterokedastisitas)
HASIL
Persamaan regresi dapat menjelaskan bagaimana bentuk pengaruh dari setiap variabel bebas pada
variabel respon. Persamaan regresi yang diperoleh
dari tabel 1 adalah sebagai berikut:
Y = 1,133 + 0,683 Laba Akuntansi (X1) - 0,689 Nilai
Buku Ekuitas (X2) + 0,146 Total Arus Kas (X3)
Pengujian Hipotesis
Hipotesis H1 menyatakan bahwa semakin tinggi
laba akuntansi akan meningkatkan harga saham.
Hasilnya ditunjukkan pada tabel 1, variabel laba akuntansi dengan nilai b sebesar 0,723 dengan tingkat signifikansi t < 5% (0.000<0.05) maka variabel laba akuntansi berpengaruh positif signifikan terhadap harga
saham. Hal ini mengindikasikan bahwa H1 pada
penelitian ini dapat diterima.
5% (0.000<0.05) maka variabel total arus kas berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Hal
ini mengindikasikan bahwa H3 pada penelitian ini dapat
diterima.
PEMBAHASAN
Pengaruh Laba Akuntansi terhadap Harga
Saham
Hasil penelitian menunjukkan bahwa laba akuntansi berpengaruh positif signifikan terhadap harga
saham. Hasil penelitian ini mendukung penelitian
sebelumnya Iustian dan Arifah (2013), Almilia dan
Sulistyowati (2007), Boucher (2006), Ebrahim (2011)
yang menyimpulkan bahwa laba akuntansi mempunyai
pengaruh positif terhadap harga saham.
Hubungan positif antara laba dengan harga saham
dapat diartikan bahwa semakin tinggi nilai laba akan
menimbulkan reaksi positif dari pasar. Hubungan yang
positif ini dapat diartikan bahwa investor merespon
Tabel 1. Hasil Uji t
Unstandardized Sta ndardized
Model
Coefficients
B
(Constant)
Laba akuntansi
Nilai buku ekuitas
To tal arus kas
Std. Error
1.133
.142
.683
.033
-.689
.146
Coefficients
Beta
t
Sig.
7 .982
.000
.723
20.754
.000
.031
-.655
-22 .057
.000
.032
.161
4 .595
.000
Sumber: Data Diolah, 2013
Hipotesis H2 menyatakan bahwa semakin tinggi
nilai buku ekuitas akan meningkatkan harga saham.
Hasilnya ditunjukkan pada tabel 1, variabel nilai buku
ekuitas dengan nilai b sebesar 0.655 dengan tingkat
signifikansi t < 5% (0.000<0.05 ) maka variabel nilai
buku ekuitas berpengaruh negatif signifikan terhadap
harga saham. Hal ini mengindikasikan bahwa H2 pada
penelitian ini ditolak.
Hipotesis H3 menyatakan bahwa semakin total
arus kas akan meningkatkan harga saham. Hasilnya
ditunjukkan pada tabel 1, variabel total arus kas dengan
nilai b sebesar 0.161 dengan tingkat signifikansi t <
positif terhadap perkembangan nilai laba karena perusahaan yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan laba, cenderung harga sahamnya juga akan meningkat Husnan (2005:317). Maksudnya jika perusahaan memperoleh laba yang semakin besar, maka
perusahaan akan mampu membagikan dividen yang
semakin besar dan menghasilkan return saham yang
tercermin dalam nilai saham perusahaan tersebut.
Namun demikian hasil penelitian ini tidak sesuai
dengan penelitian Mahani dan Poteshman (2008) yang
menyatakan bahwa laba akuntansi berpengaruh
negatif terhadap harga saham. Hal ini terjadi karena
TERAKREDITASI SK DIRJEN DIKTI NO. 66b/DIKTI/KEP/2011
ISSN: 1693-5241
173
Raisa Fitri, Siti Aisjah, Atim Djazuli
laba akuntansi hanya salah satu informasi akuntansi
yang memiliki keterbatasan untuk mengungkapkan
informasi yang dibutuhkan oleh investor. Tujuan utama
penyajian laba akuntansi adalah menyediakan informasi yang berguna bagi mereka yang berkepentingan
dengan laporan keuangan.
Pengaruh Nilai Buku Ekuitas terhadap Harga
Saham
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai buku
ekuitas pengaruh negatif dan signifikan terhadap harga
saham. Hal ini berarti bahwa apabila nilai buku ekuitas
meningkat maka harga saham akan menurun, sebaliknya. Sehingga hal ini dapat dikatakan bahwa hubungan
antara nilai buku ekuitas dengan harga saham adalah
negatif. Pengaruh negatif ini berdasarkan teori, nilai
buku ekuitas naik menandakan ada tambahan saham
yang beredar sehingga direspon positif oleh investor
yang menyebabkan harga pasar saham turun..
Nilai buku ekuitas merupakan proksi yang lebih
baik untuk memprediksi laba di masa mendatang terutama jika perusahaan mengalami kesulitan keuangan.
Hasil penelitian Almilia dan Sulistyowati (2007) menunjukkan bahwa koefisien penilaian dan kekuatan
penjelas inkremental nilai buku ekuitas lebih tinggi
pada saat perusahaan mengalami kesulitan keuangan.
Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang
dilakukan oleh oleh Almilia dan Sulistyowati (2007),
Amalia (2010)), Kwon (2009) yang menyatakan bahwa nilai buku ekuitas berpengaruh positif dan signifikan
terhadap harga saham. Sehingga walaupun samasama berpengaruh signifikan, akan tetapi pengaruhnya
bertolak belakang, di mana menurut penelitian terdahulu tersebut pengeruhnya positif, sedangkan hasil
penelitian ini berpengaruh negatif.
Hasil penelitian ini mendukung pernyataan
Burgstahler dan Dichev (1997) dalam Almilia dan
Sulistyowati (2007) yang menyatakan bahwa nilai
buku ekuitas yang diperoleh dari neraca hanya memberikan informasi tentang nilai bersih sumber daya
perusahaan dalam memberikan suatu ukuran nilai
yang merefleksikan hasil dari penggunaan sumber
daya perusahaan, sehingga nilai buku ekuitas mempunyai pengaruh nilai yang rendah jika aktivitas
perusahaan mengalami keuntungan dan laba akuntansi
mempunyai informasi yang lebih penting sebagai
174
penentu nilai ekuitas.
Pengaruh Total Arus Kas terhadap Harga Saham
Hasil penelitian menunjukkan bahwa total arus
kas berpengaruh positif signifikan terhadap harga
saham. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian
yang dilakukan oleh Luo (2008) dan Kwon (2009)
yang menyimpulkan bahwa total arus kas mempunyai
pengaruh positif terhadap harga saham. Di mana,
investor menggunakan informasi total arus kas operasi
sebagai dasar pengambilan keputusan berinvestasi.
Total arus kas menunjukkan hubungan yang
signifikan terhadap harga saham. Hasil ini sesuai
dengan teori bahwa arus kas merupakan sinyal untuk
mengalirkan dividen yang diharapkan investor. Sinyal
positif bagi ini diartikan investor perusahaan mampu
untuk berinvestasi yang pada akhirnya dapat meningkatkan nilai perusahaan. Sinyal ini di tunjukkan dengan
naiknya harga sekuritas (Brigham, 2005).
Hal ini mengindikasikan bahwa laporan total arus
kas juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan
(integral) dari laporan keuangan untuk setiap periode
penyajian pelaporan keuangan. Kandungan informasi
laporan total arus kas dapat diukur dengan menggunakan kekuatan hubungan antara arus kas dengan harga
saham atau return saham. Informasi laporan arus
kas akan dikatakan mempunyai makna apabila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan oleh
investor. Apabila dengan dipublikasikan laporan arus
kas menyebabkan investor pasar modal bereaksi
melakukan pembelian atau penjualan saham yang
selanjutnya tercermin dalam harga saham, berarti
laporan arus kas mempunya kandungan informasi.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah
dikemukakan, maka dapat diketahui hasil penelitian
ini makin memperkuat teori dan bukti empiris sejumlah
penelitian, bahwa laba akuntansi memiliki hubungan
positif terhadap harga saham. Perusahaan yang mempublikasikan laba positif yang tinggi, harga saham akan
naik. Begitu sebaliknya, laba yang buruk akan menurunkan harga saham.
Nilai buku ekuitas meningkat maka harga saham
JURNAL APLIKASI
Nama Orang
MANAJEMEN | VOLUME 14 | NOMOR 1 | MARET 2016
Pengaruh Laba Akuntansi, Nilai Buku Ekuitas, dan Total Arus Kas terhadap Harga Saham
akan menurun. Investor tidak menggunakan nilai buku
ekuitas sebagai informasi yang perlu dipertimbangkan
dalam pengambilan keputusan berinvestasi ketika
aktivitas perusahaan mengalami keuntungan.
Informasi total arus kas dimana nilai perusahaan
berhubungan dengan kemampuan menghasilkan arus
kas. Sehingga pada saat total arus kas meningkat
maka nilai perusahaan akan naik, yang selanjutnya
juga akan menaikkan harga saham, sesuai dalam teori
sinyal. Investor menggunakan informasi total arus kas
sebagai dasar pengambilan keputusan berinvestasi
karena perusahaan yang memiliki kemampuan total
arus kas yang tinggi, cenderung harga sahamnya juga
akan meningkat.
Saran
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan serta
kesimpulan penelitian, maka dapat dikemukakan
beberapa saran:
Dalam penelitian ini, perusahaan yang dijadikan
sampel adalah perusahaan sektor manufaktur. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya, akan lebih baik
jika semua perusahaan yang terdaftar di BEI dijadikan
sampel penelitian. Hal ini akan dapat diketahui perbedaan menngenai karakteristik perusahaan pada sektor
manufaktur dengan sektor lainnya kaitannya dengan
variabel-variabel yang mempengaruhi harga saham.
Bagi penelitian selanjutnya diharapkan menambah variabel baik fundamental maupun teknikal yang
dianalisis bagaimana pengaruhnya terhadap harga
saham. Dengan menambahkan variabel fundamental
maupun teknikal yang dianalisa maka akan makin
banyak informasi yang digunakan dalam mempertimbangkan keputusan berinvestasi.
DAFTAR RUJUKAN
Almilia, L.S., dan Dwi, S. 2007. Analisa Terhadap Relevansi
Nilai Laba, Arus Kas Operasi dan Nilai Buku Ekuitas
Pada Periode Di Sekitar Krisis Keuangan Pada
Perusahaan Manufaktur di BEJ. Proceeding Seminar Nasional.
Amalia, A. 2010. Analisis Relevansi Informasi Laba
Akuntansi, Nilai Buku Ekuitas, dan Arus Kas dengan
Harga Saham. Tesis tidak dipublikasikan. Jakarta: Uni-
versitas Budi Luhur.
Anggono, A., dan Zaki, B. 2003. Pengaruh Kebijakan
Pembagian Deviden, Kualitas Akrual, dan Ukuran
Perusahaan pada Relevansi Nilai Dividen, Nilai Buku,
dan Laba. Simposius Nasional Akuntansi VI, 393–
403.
Ball, R., Philip, B. 1968. An Empirical Evaluation of Accounting Income Number, Journal of Accounting
Research 6 (Autumn): 159–178.
Boucher, C. 2006. Stock Prices Inflation Puzzle and the Predictability of Stock Market Returns. Economics Letters Volume 90: 205–212.
Brigham, E.F., & Wetson, J.F. 2005. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan (Edisi kesembilan). Jakarta: Erlangga.
Ebrahimi, M., and A.A.Chadegani. 2011. The Relationship
between Earning, Dividend, Stock Price and Stock
Return: Evidence from Iranian Companies. International Conference on Humanities, Society and
Cul-ture IPEDR Vol.20.
Halim, A. 2005. Analisis Investasi. Jakarta: Salemba Empat.
Hartono. 2013. Pertumbuhan Industri Manufaktur
Nasional. [Online]. From:http://www. kemenperin.
go.id [10 Juni 2013].
Husnan, S. 2005. Dasar-dasar Teori Portofolio dan
Analisis Sekuritas (Edisi Ketiga). Yogyakarta: UPP
AMP YKPN.
Iustian, R., dan Arifah, D.A. 2013. Analisis Pengaruh
Informasi Laba Akuntansi, Nilai Buku Ekuitas, dan
Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham. Jurnal
Ekonomi, Vol 8 No 1, Juni 2013:17–27.
Kwon, G.J. 2009, The Value Relevance of Book Values, Earnings and Cash Flows: Evidence from Korea. International Journal of Business Management, Volume
4, No. 40:28–42.
Luo, M. 2008. Unusual Operating Cash Flows and Stock
Returns. Journal of Accounting and Public Policy,
Volume 27, Issue 5, Pages 420–429.
Mahani, Reza, S., dan Allen, M.P. 2008. Overreaction to
Stock Market News and Misevaluation of Stock Prices
by Unsophisticated Investors: Evi-dence From The
Option Market. Journal of Empirical Finance Volume 15:635–655.
Parawiyati, A.W.H., dan Edi, S. 2000. Penggunaan Informasi
Keuangan untuk Memprediksi Keuntungan Investasi
Bagi Investor di Pasar Modal. Jurnal Riset Akuntansi
Indonesia. Vol 3, No. 2. Juli: 214–228.
Sunariyah. 2004. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal
(Edisi Keempat). Yogyakarta: UPP AMP YPKN.
TERAKREDITASI SK DIRJEN DIKTI NO. 66b/DIKTI/KEP/2011
ISSN: 1693-5241
175
Download