4.1.1 Contoh perhitungan bid ask spread pada perusahaan

advertisement
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1
Data
Datayang ada di lampiran adalah data tahun 2005.
4.1.1 Contoh perhitungan bid ask spread pada perusahaan Akra tahun 2005
a. Pertama, menghitung spread dari masing - masing tanggal. Contoh:
Pada tanggal 3januari, spread = (ask t - Bid t) / ((ask t + Bid t) lA). 100%
= (1140 - 1090)/((1140 + 1090) Vi) .100%
= (50/2230). 0.5 . 100%
= 4.484 %
b. Terakhir, spread dari masing - masing tanggal dijumlah dan di rata-rata.
Jumlah spread total = 450.151 dan jumlah hari = 242 maka spread untuk
pemsahaan Akra tahun 2005 adalah 450.151 / 242 = 1.86
TabeU.l
AskPrice
BidPrice
Spread(%)
3-Jan
1140
1090
4.484
4-Jan
1150
1140
0.873
5- Jan
1140
1130
0.881
6-Jan
1140
1120
1.770
Date
7-Jan
1140
1110
2.667
10-Jan
1130
1110
1.786
11-Jan
1130
1110
1.786
12-Jan
1120
1110
0.897
13-Jan
1130
1120
0.889
1120
0.889^
M Jar,
1130
Data selengkapnya ada di lampiran I halaman 60
4.1.2 Contoh perhitungan harga saham pada perusahaan Akra tahun 2005
Harga saham pada penelitian ini mempakan harga pada saat penutupan.
Karena dalam setahun maka harga penutupannya terjadi pada akhir tahun
2005 yaitu 29 Desember dengan harga saham 1540, maka harga saham
pada pemsahaan Akra tahun 2005 yang digunakan adalah Rp 1540. (Data
selengkapnya ada di lampiran I halaman 60).
4.1.3 Contoh perhitungan return saham pada perusahaan Akra tahun 2005
Return pada tanggal 4 januari dihitung dengan rumus (Pt- Pt-1) / Pt-1 = (1150 —
1140)/1140 = 0.008772
Tabel 4.2
Return
Date
Price
3-Jan
1140
4-Jan
1150
0.008772
5-Jan
1150
0
6-Jan
1140
-0.0087
7-Jan
1140
0
10-Jan
1130
-0.00877
11-Jan
1130
0
12-Jan
1130
0
13-Jan
1130
0
14-Jan
1130
0
17-Jan
1130
0
Data selengkapnya ada di ampiran'.
halaman 60
Kemudian, menghitung rata rata return. Total return adalah 0.4476 dan jumlah
hari ada 241 maka rata-rata return adalah 0.1176/241 = 0.00186
42
4.1.4
Contoh Perhitungan varian return pada perusahaan Akra tahun 2005
a. Pertama, menghitung return seperti pada 4.1.3
b. Kedua, menghitung varian dari tiap - tiap tanggal. Misal, pada tanggal 4
januari, varian return = (return pada tanggal 4 januari - return rata rata)2 =
(0.008772 - 0.00186)2 maka akan memperoleh angka 0.000048
c. Terakhir, menjumlah seluruh varian return dari tiap - tiap tanggal yaitu se
besar 0.2934748 dan membaginya dengan jumlah hari - 1 yaitu 240 sehin
gga hasilnya adalah 0.2934748/240= 0.001223
Tabel 4.3
Date
Var Rtn
Return
4-Jan
0.008772
5-Jan
0
0.000048
6 Jan
-0.0087
0.000003
7-Jan
0
0.000111
10-Jan
-0.00877
0.000003
11-Jan
0
0.000113
12-Jan
0
0.000003
13-Jan
0
0.000003
14-Jan
0
0.000003
17-Jan
0
0.000003
18-Jan
0
0.000003
19-Jan
0
0.000003
20-Jan
0
0.000003
Data selengkapnya ada di lampiran I halaman 60
43
4.1.5
Contoh perhitungan volume perdagangan perusahaan Akra tahun
2005
TVA dihitung dengan membagi volume perdagangan dengan jumlah
lembar saham beredar. Misal pada tanggal 3 Januari 2005, volume sebesar
1046500 dan lembar saham beredar sebesar 624000000 maka diperoleh TVA
sebesar 1046500 / 624000000 = 0.001677083. Setelah itu, untuk memperoleh
TVA tahun 2005 maka TVA dari tiap-tiap tanggal dalam setahun dibagi dengan
jumlah hari dalam setahun tersebut. Jumlah TVA pemsahaan Akra tahun 2005
adalah
0.4830112 sedangkan jumlah hari aktif adalah 242 hari maka TVA
pemsahaan Akra tahun 2005 adalah 0.4830112 / 242 = 0.001222812
Tabel 4.4
Volume
Listed vol
TVA
3-Jan
1046500
624000000
0.001677083
4-Jan
2119500
624000000
0.003396635
5-Jan
754000
624000000
0.001208333
1005000
624000000
0.001610577
7-Jan
1562500
624000000
0.002504006
10-Jan
1118500
624000000
0.001792468
11-Jan
742000
624000000
0.001189103
12-Jan
605500
624000000
0.000970353
13-Jan
1315000
624000000
0.002107372
14-Jan
1113000
624000000
0.001783654
17-Jan
867500
624000000
0.001390224
1132000
624000000
0.001814103
Date
v/
i/Uii
io jan
Data selengkapnya ada di lampiran I halaman 60
44
4.1.6
Earnings pada perusahaan Akra tahun 2005
Earnings dalam penelitian ini adalah earnings setelah dikurangi pajak. Hal
ini tidak diperlukan penghitungan karena sudah ada dalam ICMD (Indonesian
Capital Market directory). Earning pada pemsahaan Akra tahun 2005 sebesar Rp
119,289,000,000. (Data selengkapnyaada di lampiran II halaman 132).
4.1.7 Contoh perhitungan arus kas operasi pada perusahaan Akra tahun
2005
Ams kas operasi dalam penelitian ini adalah secara tahunan dan dihitung
dengan mmus arus kas operasi dibagi dengan total asset. Contoh pada pemsahaan
Akra tahun 2005, arus kas operasi sebesar 60 049 520 000 dan total asset sebesar
1 979 762 854 000 maka ams kas operasi adalah sebesar 60 049 520 000 / 1 979
762 854 000 = 0.0303317. (Data selengkapnya ada di lampiran III halaman 134).
4.1.8
Contoh perhitungan bid ask spread 5 hari sebelum dan 5 hari sesudah
pengumuman laporan keuangan pada perusahaan Akra tahun 2005.
Tanggal publikasi laporan keuangan pemsahaan AKRA tahun 2005 adalah pada
tanggal 2 Maret 2005:
Tabel 4.5
5 hari
Sebelum
publikasi
5 hari
Sesudah
publikasi
Ask price
Bid price
Spread
Ask price
Bid price
spread
1480
1
">
A '"*
• }4z
!..}<•
Data selengkapnya ada di lampiran IV ha
1
4 ^r\
1HZU
3.460
aman 136
45
4.2
Analisis Regresi
Tabel 4.6
Hasil Pengujian Regresi
Beta
Faktor
Konstan
2.875
XI -Hargasaham
0.026
X2 - Return saham
0.121
X3 - Varian return saham
0.613
X4 - TVA
-0.281
-0.148
X5 - Arus Kas Operasi
-0.262
X6 - Earning
Output selengkapnya ada di lampiran V halaman 144
Pengamh variabel Saham, Return saham, Varian return Saham, Earnings,
Arus Kas Operasi
terhadap spread secara parsial dalam fungsi berganda
dijelaskan melalui persamaan regresi yang diperoleh. Berdasarkan tabel 4.10
dapat disusun persamaan regresi yang diperoleh ;
Y = 2.875 + 0.026X1 + 0.121X2 + 0.613X3 - 0.281X4 - 0.148X5 - 0.262X6 + e
Persamaan ini menjelaskan :
-
Konstanta 2.875 (P) menyatakan jika variabel independen (harga, return,
varian return, earnings, ams kas operasi dan volume perdagangan saham)
berharga nol maka bid ask spread akan bertahan pada posisi 2.875.
-
Koefisien regresi 0.026 pada xi (harga saham) dinyatakan bahwa setiap
kenaikan 1 poin harga harga saham akan meningkatkan besar bid ask spread
sebesar 0.026 dengan ketentuan variabel lain berharga tetap. Pengaruh harga
saham sangat kecil karena harga koefisien sangat kecil sehingga korelasi
antara harga saham dan bid ask spread bersifat negatif (pembahasan di uji
instrumen).
46
Koefisien regresi 0.121 pada xi (return). Setiap kenaikan 1 poin harga return
akan meningkatkan besar bid ask spread sebesar 0.121 (variabel lain tetap).
Koefisien regresi 0.613 pada X3 (varian return). Pada kenaikan 1 poin harga
varian return akan meningkatkan besar bid ask spread sebesar 0.613 (variabel
lain tetap).
Koefisien regresi -0.281 pada x4 (TVA). Pada kenaikan 1 poin harga TVA
akan menurunkan besar bid ask spread sebesar -0.281 (variabel lain tetap).
Dengan
demikian
berkurangnya
volume
perdagangan
maka
akan
meningkatkan besar bid ask spread.
-
Koefisien regresi -0.148 pada X5 (ams kas operasi). Pada kenaikan 1 poin
harga ams kas operasi akan menumnkan besar bid ask spread sebesar 0.148
(variabel lain tetap).
-
Koefisien regresi -0.262 pada X6 (earning).
Pada kenaikan 1 poin harga
earnings akan menurunkan besar bid ask spread sebesar 0.148 (variabel lain
tetap).
4.3
Uji Asumsi Klasik
4.3.1
Uji Multikolinearitas
Pengujian ini dilakukan untuk mendeteksi apakah ada hubungan linear
yang sempuma atau pasti diantara variabel-variabel independen dari model
penelitian (Gujarat, 1995:320). Adanya multikolinearitas menyebabkan koefisien
regresi tidak tertentu atau kesalahan standamya tidak terhingga.
47
Tabel 4.7
Collinearity
Model
Statistics
Tolerance
VIF
Harga saham
0.879
1.137
Return
0.879
1.137
Varian Return
0.876
1.141
TVA
0.652
1.534
Arus kas operasi
0.217
4.608
Earning
0.186
5.364
Output selengkapnya ada di lampiran V halaman 146
Multikolinearitas terjadi bila nilai VIF melebihi angka 10 atau nilai
tolerance dibawah 0,10. Tabel di atas menunjukkan nilai VIF kurang dari 10 dan
nilai tolerance di atas nilai 0.10 sehingga hal ini membuktikan bahwa tidak terjadi
adanya multikolineritas.
4.3.2
Uji Heteroskedastisitas
Heteroskedastisitas terjadi jika dalam model regresi terjadi ketidaksamaan
varians dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain atau setiap
variabel independent memiliki varians yangtidak sama (variabel berbeda).
Tabel 4.8
Model
Signifikansi
Harga saham
0.411
Return
0.279
Varian Return
0.413
48
TVA
0.141
Arus kas operasi
0.630
Earning
0.930
Output selengkapnyaada di lampiran V halaman 141
Dari tabel 4.8 dapat dilihat bahwa signifikansinya lebih besar dari 0.10 sehingga
dapat diambil kesimpulan bahwatidak terdapat heteroskedastisitas.
4.3.3
Uji Autokorelasi
Autokorelasi mengakibatkan biasnya varian dengan nilai yang lebih kecil
dari nilai sebenarnya. Uji yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya
autokorelasi menggunakan uji durbin-Watson. Jika angka Durbin-watson diantara
-2 dan +2 berarti tidak ada autokorelasi.
Tabel 4.9
R
R Square
Adjusted R Square
Estimasi Std Error
Durbin-Watson
0.762
0.581
0.487
2.29
1.857
Output selengkapnya ada di lampiran V halaman 143
Dari tabel 4.2.3 diketahui nilai Durbin-Watson adalah 1.857 dan nilai ini beradadi
antara -2 dan +2 maka tidak terdapat autokorelasi.
4.4
Uji Hipotesis
Hipotesis Operasional:
Ho1
Harga saham tidak berpengamh negatif terhadap bid ask spread
Ha1
Harga saham berpengamh negatif terhadap bid ask spread
Ho2
Return saham tidak berpengaruh negatif terhadap bid ask spread
Ha2
Return saham berpengaruh negatif terhadap bid ask spread
Ho3
Varian return saham tidak berpengaruh positif terhadap bid ask spread
49
Ha3
Varian return saham berpengamh positif terhadap bid ask spread
Ho4
Earnings tidak berpengamh negatif terhadap bid ask spread
Ha4
Earnings berpengamh negatif terhadap bid ask spread
Ho5
Ams kas operasi tidak berpengaruh negatif terhadap bid ask spread
Ha5
Ams kas operasi berpengamh negatif terhadap bid ask spread
Ho6
Volume perdagangan saham tidak berpengaruh negatif terhadap bid ask
spread
Ha6
Volume perdagangan saham berpengamh negatif terhadap bid ask spread
Ho7
Bid ask spread sebelum pengumuman laporan keuangan tidak lebih tinggi
daripada sesudah pengumuman laporan keuangan
Ha7 Bid ask spread sebelum pengumuman laporan keuangan lebih tinggi
daripada sesudah pengumuman laporan keuangan
Hipotesis 1 - 6 menggunakan uji regresi
Tabel 4.10
Variabel
probabilitas
Keputusan
Harga saham
0.863
Hoi gagal ditolak
Return saham
0.355
Ho2 gagal ditolak
Varian return saham
0000
Ho3 ditolak
Earnings
0.056
Ho4 gagal ditolak
Arus kas operasi
0.287
Ho5 gagal ditolak
Volume perdagangan
0.049
Ho6 ditolak
Output selengkapnya ada di lampiran V halaman 144
Pengambilan Keputusan :
- Jika probabilitas > 0.05 maka Ho gagal ditolak
- Jika probabilitas < 0.05 maka Ho ditolak
50
1. Harga saham berpengaruh positifterhadap bid ask spread
2. Return saham berpengamh positifterhadap bid ask spread
3. Varian return saham berpengaruh positifterhadap bid ask spread
4. Earnings berpengamh positif terhadap bid ask spread
5. Ams kas operasi berpengaruh positifterhadap bid ask spread
6. Volume perdagangan saham berpengaruh negatif terhadap bid ask spread
Hipotesis 7 menggunakan uji beda (uji t):
Hipotesis operasional:
Ho7 = Bid ask spread sebelum pengumuman laporan keuangan tidak lebih
tinggi daripada sesudah pengumuman laporan keuangan
Ha7 =Bid ask spread sebelum pengumuman laporan keuangan lebih tinggi
daripada sesudah pengumuman laporan keuangan
Pengambilan Keputusan :
- Jika probabilitas > 0.05 maka Ho7 gagal ditolak
- Jika probabilitas < 0.05 maka Ho7 ditolak
Bila melihat probabilitasnya didapat signifikansi sebesar 0.670 (ada di lampiran V
halaman 150) yang artinya lebih besar dari 0.05 maka Ho7 gagal ditolak dengan
demikian memang benar bid ask spread sebelum dan sesudah pengumuman
laporan keuangan relatif sama.
7. Bid ask spread sebelum pengumuman laporan keuangan tidak lebih tinggi
daripada sesudah pengumuman laporan keuangan
51
4.5
Pembahasan
4.5.1
Analisis harga saham terhadap bid ask spread
Undestandarized residual (lampiran VI halaman 141) dalam hal ini
adalah bid ask spread. Harga korelasi harga saham dengan bid ask spread adalah
- 0.146. Angka tersebut menunjukkan kurangnya korelasi antara harga saham
dengan bid ask spread. Sedangkan tanda (-) menunjukkan hubungan terbalik.
Semakin kecil
harga saham maka bid ask spread akan menaikkan. Untuk
signifikansi didapat 0.411 maka Ho gagal ditolak dengan demikian sebenarnya
tidak ada pengaruh yang signifikan antara harga saham dan bid ask spread. Hal ini
karena harga saham dipengamhi oleh oleh tiga nilai saham yaitu nilai buku, nilai
pasar dan nilai intrinsik. Bid ask spread juga dipengamhi oleh dealer spread dan
market spread. Artinya harga saham akan berpengaruh secara negatif terhadap bid
ask spread.
4.5.2
Analisis return terhadap bid ask spread
Korelasi antara return dengan bid ask spread menunjukkan 0.191
(lampiranVI halaman 141). Dengan demikian terdapat korelasi yang sangat lemah
antara kedua variabel tersebut. Signifikansi didapat 0.279 maka Ho gagal ditolak
yang artinya sebenarnya tidak ada pengamh yang signifikan antara return dan bid
ask spread. Return dipengamhi oleh harga penutupan saham sebelum dan sesudah
hari penutupan, sehingga bid spread dan ask spread sedikitnya berpengamh
terhadap return walau korelasinya tidak kuat. Semakin besar return maka bid ask
spread akan semakin besar demikian juga sebaliknya. Dengan demikian return
akan berpengaruh secara positif terhadap bidaskspread.
52
4.5.3 Analisis varian return terhadap bid ask spread
Signifikansi menunjukkan 0.000 artinya variabel ini signifikan karena
lebih kecil dan 0.05 yang artinya pengaruh terhadap bid ask spread sangat besar.
Varian return saham mewakili risiko saham yang dihadapi oleh dealer. Risiko
saham yang semakin tinggi menyebabkan dealer berusaha menutupnya dengan
spread yang lebih besar.
4.5.4 Analisis TVA terhadap bid ask spread
Signifikansi menunjukkan 0.049 artinya variabel ini signifikan karena
lebih kecil dan 0.05 (5%) yang artinya pengaruh terhadap bid ask spread sangat
besar. Dengan demikian berkurangnya volume perdagangan maka akan
meningkatkan besar bid ask spread. Perdagangan saham yang aktif yaitu dengan
volume perdagangan yang besar, yang menunjukkan bahwa saham tersebut
digemari investor, berarti bahwa saham tersebut cepat diperdagangkan. Kondisi
tersebut menyebabkan trader tidak perlu terlalu lama memegang saham yang
mengakibatkan penumnan biaya kepemilikan saham. Maka makm cepat
perdagangan suatu saham makin besar volume saham diperdagangkan , yang
mengakibatkan penurunan biaya kepemilikan saham (Stoll 1989). Menumnnya
biaya kepemilikan saham berarti akan mempersempit bid ask spread saham
tersebut.
4.5.5 Analisis arus kas operasi terhadap bid ask spread
Hubungan antara ams kas operasi dengan bid ask spread didapat 0.086
(ada di lampiran VI halaman 141), artinya korelasinya sangat lemah sekali dan
bila dilihat signifikansinya sebesar 0.630 berarti Ho gagal ditolak, dengan
demikian sebenarnya tidak ada hubungannya antara ams kas operasi dengan bid
53
ask spread. Namun hubungan tersebut positif, artinya semakin besar arus kas
operasi maka bid ask spread akan semakin meningkat. Hal mi karena ams kas
operasi mempakan kas yang dihasilkan oleh suatu pemsahaan dalam satu periode,
sehingga akan menentukan dealer spread dan market spread yang tentunya akan
berdampak pada nilai bid spread dan ask spread. Ams kas operasi merupakan
suatu informasi untuk menentukan nilai bid ask spread.
4.5.6 Analisis earning terhadap bid ask spread
Koefisien regresi -0.016 pada x* (earning). Variabel mi merupakan tidak
signifikan karena kurang dan 0.05. Kemudian didapatkan koefisien regresi
sebesar mendekati 0. Hal mi dikarenakan earnings hanya bempa kelebihan
penghasilan setelah dipotong pajak, sehingga variabel ini tidak berdampak kepada
bid ask spread.
4.5.7 Analisis bid ask spread sebelum dan sesudah publikasi laporan
keuangan
Uji Paired TTest digunakan untuk membandingkan adakah perbedaan
rata-rata populasi sesudah dan sebelum dalam suatu perlakuan analisis. Dalam hal
ini apakah ada perbedaan antara sebelum pengumuman laporan keuangan dan
sesudah pengumuman laporan kuangan terhadap bid ask spread.
Nilai rata-rata populasi spread sebelum pengumuman sebesar 2.7305 dan
sesudah pengumuman sebesar 2.5859 (lampiran VI halaman 149). Korelasi antara
spread sebelum pengumuman dan setelah pengumuman menunjukkan 0.847 yang
berada diatas 0.05 (lampiran VI halaman 149). Dengan demikian korelasi sebelum
dan sesudah pengumuman laporan keuangan memang sangat berhubungan. Hal
ini terbukti dengan signifikansi sebesar 0.000 (dibawah 0.05) sehingga dapat
54
disimpulkan bahwa korelasi antara sebelum dan sesudah pengumuman laporan
keuangan adalah sangat erat dan benar-benar berhubungan nyata.
Dari probabilitasnya didapat signifikansi sebesar 0.670 artinya lebih besar
dari 0.05 berarti Ho gagal ditolak dengan demikian memang benar bid ask spread
sebelum dan sesudah pengumuman laporan keuangan relatif sama. Bila dilihat
dan paired dijferences untuk mean didapat 0.1446 ini berada pada daerah lower
(-0.5402) dan upper (0.8294). Oleh karena itu kenaikan bid ask spread tidak
ditentukan oleh pengumuman laporan keuangan (laba), akan tetapi dipengamhi
oleh variabel lain misalnya yang sangat berpengaruh adalah volume perdagangan
dan varian return sesuai dengan regresi ganda yang dihasilkan, walaupun variabel
lain mempunyai pengamh akan tetapi sangat kecil (uji regresi di lampiran VI
halaman 149).
55
Download