studi perencanaan pembangkit listrik tenaga

advertisement
STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINIHIDRO
BERBANTUAN PROGRAM TURBNPRO DI DESA SINAR PEKAYAU KECAMATAN
SEPAUK KABUPATEN SINTANG
Firman Jamali
Program Studi Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro
Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
[email protected]
Abstrak- Provinsi Kalimantan Barat sangat luas dan
banyak desa-desa yang belum teraliri listrik. Sumber
energi yang digunakan untuk membangkitkan listrik
hingga saat ini masih didominasi oleh bahan bakar fosil.
Minihidro merupakan sumber energi terbarukan dan
ramah lingkungan yang memiliki potensi untuk
menggantikan bahan bakar fosil dan potensinya banyak
terdapat di daerah Kalimantan Barat. Skripsi ini
membahas tentang perencanaan Pembangkit Listrik
Tenaga Minihidro(PLTM) yang berlokasi di Desa Sinar
Pekayau Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang. Metode
pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini
dengan mengumpulkan data langsung dari lapangan
yang
berupa
pengukuran
langsung
kemudian
menggunakan bantuan program Google Earth untuk
menentukan lokasi pembangkit listrik tenaga mikrohidro.
Selanjutnya mengolah data dan melakukan simulasi
dengan menggunakan piranti lunak TURBNPRO Version
3.2 serta melakukan analisis dan memberikan desain
turbin hasil simulasi.Dari hasil data di lapangan
dilakukan pengukuran sebanyak 2 kali pengukuran
dengan mengacu berdasarkan pada rata-rata curah
hujan pertahun sebagai data sekunder atau data penguat
untuk menghasilkan debit. Pada perencanaan desain
PLTM data diambil dari nilai debit terendah yaitu pada
pengukuran 1 dengan debit sebesar 0,8983 m3/det dan
head efektif sebesar 37,5m. Dengan piranti lunak
2.1
TURBNPRO menunjukkan bahwa debit air Sinar
Pekayau mampu menghasilkan daya mekanik sebesar 303
kW dan desain turbin yang dipilih pada pembangkit
listrik tenaga mikrohidro Sinar Pekayau adalah turbin
Propeller. Sedangkan daya listrik yang dapat dihasilkan
generator sebesar 353,75 kVA sehingga generator yang
dipilih adalah rating daya sebesar 385 kVA(3 fasa)
dengan cara pemasangan kopel langsung.
Kata Kunci: PLTM, TURBNPRO, Generator, Turbin.
1. Pendahuluan
Pemerintah Pusat sangat memperhatikan dan
mendukung usaha pemanfaatan energi terbarukan atau
energi hijau dimana di dalamnya termasuk energi air.
Keseriusan ini dibuktikan dengan adanya Kepmen ESDM
1122/30/MEM/2002 tentang Pedoman Pengusahaan
Pembangkit Tenaga Listrik Skala Kecil Tersebar dan
Kebijakan Pengembangan Energi Terbarukan dan
Konservasi Energi.
Berdasarkan Data dan Statistik PT. PLN (Persero)
Kalimantan Barat, pada tahun 2012 jumlah desa sebanyak
1.804 desa di Kalimantan Barat, yang telah berlistrik
adalah 1005 desa atau sebesar 55,71%. Hal ini
menunjukkan bahwa masih terdapat 799 desa atau
44,29% desa yang belum berlistrik.
Pemanfaatan sumber energi listrik yang selama ini
masih didominasi dari sumber energi konvensional (bahan
bakar minyak) membuat ketergantungan yang sulit
dihilangkan terhadap jenis energi tersebut yang
ketersediaannya sudah sangat terbatas. Sesuai dengan
Kebijakan Energi Nasional dan untuk mengurangi
ketergantungan terhadap penggunaan bahan bakar
minyak, harus dicari sumber energi lain atau sumber
energi alternatif yang berasal dari sumber energi
setempat.
Salah satunya terdapat di Desa Sinar Pekayau,
Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang yaitu air terjun
Sinar. Oleh karena itu, pembangunan Pembangkit Listrik
Tenaga Minihidro (PLTM) sangat tepat dan sesuai dengan
potensi daerah tersebut dengan head (tinggi jatuh air)
yang didapat, sehingga dapat mengetahui seberapa besar
kapasitas energi yang dihasilkan. Setelah itu, penelitian
dilanjutkan dengan memberikan alternatif skema dan
rancangan turbin serta beberapa hal teknis PLTM untuk
head di lokasi aliran air tersebut.
2. Dasar Teori
2.1. Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro
Air adalah sebuah sumber energi terbarukan dan
merupakan teknologi yang sudah lama dikenal terbukti
handal. Air merupakan sumber energi yang murah dan
relatif mudah didapat, karena pada air tersimpan energi
potensial (pada air jatuh) dan energi kinetik (pada air
mengalir). Tenaga air (hydropower) adalah energi yang
diperoleh dari air yang mengalir. Energi yang dimiliki air
dapat dimanfaatkan dan digunakan dalam wujud energi
mekanis maupun energi listrik. Pemanfaatan energi air
banyak dilakukan dengan menggunakan kincir air atau
turbin air yang memanfaatkan adanya suatu air terjun atau
aliran air di sungai.
Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) adalah
pembangkit listrik yang memanfaatkan energi mekanik air
untuk selanjutnya diubah menjadi energi listrik dengan
mempergunakan seluruh turbin air yang terpasang pada
generator listrik.
2.2. Klasifikasi Pembangkit Tenaga Listrik Hidro
Berikut ini disampaikan klasifikasi pembangkit listrik
hidro secara umum berdasarkan daya yang dihasilkannya.
Tabel 1. Klasifikasi Pembangkit Daya Listrik Hidro
Klasifikasi Pembangkit
Large hydro
Medium hydro
Small hydro
Mini hydro
Micro hydro
Pico hydro
Daya
> 100 MW
15-100 MW
1-15 MW
100 kW< x < 1 MW
5-100 kW
< 5 kW
2.3. Potensi Energi Air
Pembangkit listrik tenaga minihidro mengkonversi
tenaga air menjadi tenaga listrik, mula-mula potensi
tenaga air dikonversikan menjadi tenaga mekanik dalam
turbin air yang kemudian turbin air tersebut memutar
generator sehingga mampu dihasilkan tenaga elektrik.
Dapat dilihat pada skema gambar 1.
2.4. Turbin
Dalam suatu sistem pembangkit listrik dengan
tenaga air, turbin air merupakan salah satu peralatan
utama selain generator. Turbin air mengubah energi
potensial air menjadi energi mekanis, mengkonversikan
energi dari sejumlah air yang jatuh menjadi energi
mekanik pada putaran poros turbin yang nantinya poros
tersebut akan memutar generator. Energi mekanis diubah
dengan generator listrik menjadi tenaga listrik. Pemilihan
turbin pada suatu pembangkit didasarkan pada beberapa
pertimbangan antara lain head dari lokasi yang
bersangkutan, daya yang ingin dibangkitkan, variasi debit
air yang mengalir, serta kecepatan putaran turbin yang
diinginkan untuk memutar generator.
Tabel 2 Pengelompokan Turbin
Head
Tinggi
Jenis
Turbin
Impuls
dimana
Pe
η
g
H
= daya listrik (kW)
= gabungan efisiensi total
= gravitasi (m/det2)
= ketinggian pada air (m)
Metode yang sering digunakan adalah dengan
menggunakan alat ukur arus (current meter), karena
beberapa keuntungan yang dimiliki oleh alat tersebut.
Pertama, mudah dalam penggunaannya, kemudian faktor
kesalahan pengamatan kecil, dan dengan menggunakan
alat ukur arus, faktor koreksi diabaikan. Sebagaimana
yang dikemukakan sebelumnya bahwa, jika menggunakan
alat ukur arus, maka faktor koreksi (k) diabaikan sehingga
persamaan untuk mencari debit air adalah :
Q = V..A
(2)
dimana:
Q = debit air (m3/det)
V = kecepatan aliran (m/det)
A = luas penampang aliran (m2)
Untuk menghitung luas penampang persamaan dapat
ditulis:
A = L(m) . d(m)
(3)
dimana: A = luas penampang aliran (m2)
L = lebar saluran (meter)
D = kedalaman air rata-rata (meter)
Turgo
Turbin
Reaksi
Gambar 1 Skema Konversi Energi Pada Pembangkit Listrik
Tenaga Air
Tenaga potensial teoritis suatu aliran yang
mempunyai tinggi sebesar H(m) dan kapasitas debit
sebesar Q (m2/det) maka daya listrik (pe) secara teoritis
dihitung dengan persamaan :
= η.g.Q.H (kW)
(1)
Pelton
Head
Sedang
Head
Rendah
Cross-Flow
Cross-Flow
Multi-Jet
Pelton
Propeller
Francis
Kaplan
Tabel 3 Klasifikasi Head
Klasifikasi
Head
Head Rendah
2-40 meter
Head Sedang
40–100 meter
Head Tinggi
Lebih dari 100 meter
Berdasarkan prinsip kerja turbin air dalam
mengubah energi potensial air menjadi energi mekanis,
turbin air dibedakan menjadi dua jenis yaitu turbin impuls
dan turbin reaksi. Tubin impuls adalah energi potensial air
diubah menjadi energi kinetik pada pipa semprot (nozzle).
Air keluar nozzle yang mempunyai kecepatan tinggi
membentur sudu turbin. Setelah membentur sudu, arah
kecepatan aliran berubah sehingga terjadi perubahan
momentum (impuls). Sedangkan pada turbin reaksi,
konversi energi tidak hanya dengan energi kinetik dari
kecepatan air saat menumbuk sudu turbin namun terjadi
pula tambahan energi kinetik akibat adanya perbedaan
tekanaan pada sudu bergerak turbin. Sudu pada turbin
reaksi mempunyai profil khusus yang menyebabkan
terjadinya penurunan tekanan air selama melalui sudu.
Perbedaan tekanan ini memberikan gaya pada sudu
sehingga runner dapat berputar.
Salah satu contoh turbin air kategori impuls dan reaksi :
1.
Crossflow
Salah satu jenis turbin impuls ini juga dikenal dengan
nama Turbin Michell-Banki yang merupakan penemunya.
Selain itu juga disebut Turbin Osberger yang merupakan
perusahaan yang memproduksi turbin croosflow. Turbin
Croosflow dapat dioperasikan pada debit 0,1–10 m3/s dan
head 2–200 m. Turbin Croosflow menggunakan nozzle
persegi panjang yang lebarnya sesuai dengan lebar runner
(bagian turbin yang berputar). Pancaran air masuk turbin
dan mengenai sudu sehingga terjadi konversi energi
kinetik menjadi energi mekanis.
2. Turbin Propeler atau Kaplan
Propeller merupakan turbin reaksi aliran aksial.
Turbin ini tersusun dari propeller seperti pada perahu.
Propeller tersebut biasanya mempunyai tiga hingga enam
sudu. Turbin ini cocok untuk head rendah dan sedang
sekitar 3-40 m dengan debit bervariasi dari 1,5–40 m3/s.
Pada turbin ini terdapat dua jenis pengaturan sudu atau
sudu dapat diatur (adjustable blade) dan pengaturan guide
vane atau guide vane dapat diatur (adjustable guide vane).
2.5. Prediksi Debit Aliran Air
Terdapat berbagai cara yang sangat rumit di dalam
menentukan dan memprediksi debit aliran air sungai dan
saluran. Dalam proses penelitian dapat menggunakan
metode yang sederhana untuk memprediksi debit yaitu
dengan metode area-rainfall atau curah hujan dan metode
pengukuran langsung. Dalam metode pengukuran
langsung kegiatan akan lebih banyak dilakukan di
lapangan atau area survey karena survey benar-benar
dilakukan di lapangan. Pada pengukuran langsung ini
dapat menggunakan antara lain metode salt gulp method,
dan float method yang nantinya hanya dipilih salah satu
untuk dilakukan pada lokasi survey
.
2.5.1. Salt Gulp Method
Metode ini cukup sederhana dan memiliki nilai
akurasi yang cukup baik khususnya untuk area sungai
yang lebar dan memiliki bentuk tidak beraturan. Secara
umum metode ini dilakukan dengan cara melarutkan
sejumlah garam ke dalam satu timba air yang kemudian
larutan garam ini dibuang ke sungai dan pada jarak
tertentu di sungai bagian bawah diukur nilai konduktivitas
air sungai dengan konduktivitas meter, pada prinsipnya
saat larutan garam dibuang ke sungai ia akan melarut dan
menyebar ke air sungai. Saat aliran air deras maka
konduktivitas meter akan menunjukkan nilai.
2.5.2. Float Method
Metode ini dapat digunakan apabila aliran air
cenderung lurus, tidak beriak atau bergelombang dan
tidak banyak halangan pada saluran air, dengan
menggunakan sebuah benda yang dapat melayang di
dalam aliran air dan mengalir bersama aliran air.
Kecepatan rata-rata aliran air tersebut kemudian
dikoreksi dengan mengalikannya dengan faktor koreksi
tertentu sesuai dengan kondisi yang ada pada aliran
sungai dapat dilihat pada tabel 4.
Tabel 4 Faktor Koreksi Float Method
Faktor
Kondisi Sungai / Saluran
Koreksi
Sungai besar, lurus, lambat dan tidak
banyak halangan
0,75
Saluran bersemen, lurus, dan
bentuknya teratur
0,85
Saluran bersemen, dangkal, lurus dan
berbentuk teratur
0,8
Sungai kecil, lurus dan tidak banyak
halangan
0,65
Sungai dangkal dan bergelombang
0,45
Sangat dangkal dan bergelombang
0,25
Luas area yang dilalui oleh aliran air diukur
dengan cara mengukur sisi-sisi aliran air dan kedalaman
rata-rata saluran dan kemudian dihitung luasnya. Setelah
didapatkan luas area yang dilalui oleh sungai maka debit
aliran air dapat dengan mudah dihitung dengan
mengalikan kecepatan ratarata yang telah dikoreksi oleh
factor koreksi dengan luas area yang dilalui oleh aliran air
secara cross-section.
̅ (m3/det)
̅
(4)
Dimana : Q = debit aliran air dalam m3/det
V = kecepatan aliran sungai rata-rata dalam
m/det
F = faktor koreksi sesuai kondisi saluran/sungai
A = luas rata-rata yang dilalui aliran air secara
cross-section dalam m2
Gambaran umum head dapat diperoleh dengan
mengamati peta topografi area yang bersangkutan. Hal ini
akan merepresentasikan gambaran secara ringkas
mengenai ketinggian dan elevasi area, namun untuk
penentuan head secara lebih lanjut perlu dilakukan secara
langsung.
2.6. Generator
Generator merupakan alat untuk mengubah daya
poros turbin menjadi energi listrik. Pada minihidro
umumnya digunakan generator sinkron dan generator
induksi sebegai generator.
Generator sinkron beroperasi pada kecepatan
sinkron yang berhubungan dengan frekuensi sistem. Saat
turbin dihubungkan ke generator sinkron, yang terhubung
ke jaringan PLN, maka kecepatannya akan konstan, tidak
mungkin berubah, sesuai dengan frekuensi jaringan.
Sedangkan generator induksi adalah mesin induksi yang
bekerja sebagai generator,oleh karena itu mesin induksi
mempunyai persamaan dan konstruksi yang sama untuk
generator maupun untuk motor.
2.7. Program TURBNPRO Version 3.2
TURBNPRO merupakan program untuk mengolah
data teknis dan melakukan pengukuran atau
penggambaran turbin air. Beberapa data yang
berhubungan dengan keadaan lokasi turbin tersebut
bekerja dimasukkan, juga parameter-parameter operasi
dan susunan peralatan yang diinginkan. Setelah itu,
terdapat beberapa pilihan ukuran, kecepatan, batasan
operasi, dimensi, dan karakteristik dayaguna dari solusi
turbin yang sesuai dengan data yang dimasukkan. Selain
itu, TURBNPRO dapat digunakan untuk menentukan
perkiraan produksi energi selama satu tahun dari satu atau
beberapa solusi turbin yang untuk dibuat,
saat musim penghujan. Salah satu data yang dibutuhkan
untuk simulasi program TURBNPRO adalah head efektif
minimum. Nilai ini tidak diperoleh saat pengukuran. Oleh
karena itu besarnya head efektif minimum ini diperoleh
dengan mengansumsikan besarnya adalah 85% dari head
efektif. Dengan demikian head efektif minimum adalah
85% x 37,5 meter = 31,875. Sedangkan Data elevasi
lokasi PLTM diperoleh dari Google Earth dan data
temperatur air diperoleh dari pengukuran langsung ke
lokasi dengan menggunakan termometer.
3.
Keadaan lokasi dan data lapangan
3.1. Letak Lokasi Geografis Desa Sinar Pekayau
Letak geografis Riam Sinar Desa Sinar Pekayau
Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang yang direncanakan
sebagai lokasi PLTM berada pada koordinat S: 00º 22’
00,5” E: 111º 06’ 11,0”.
Data keadaan lokasi untuk PLTM Sinar Pekayau
dimasukkan ke Data Entry Form dengan menggunakan
turbin jenis Axial/Propeller seperti pada Gambar 2
Selanjutnya terdapat pilihan solusi ukuran dan karakter
turbin yang memungkinkan serta perkiraan potensi daya
mekanik yang dihasilkan sesuai dengan data masukan
seperti pada Gambar 2.
3.2. Tinggi Jatuh Air dan Tinggi Jatuh Air Efektif
Penentuan tinggi jatuh air efektif (net head) untuk
perhitungan desain dilakukan dengan memperhitungkan
head losses baik friction losses maupun turbulance losses
dengan mempertimbangkan ukuran diameter dan ukuran
penstock yang paling optimal pada track Riam Sinar,
maka didapatkan tinggi jatuh air terukur/geodetic head
(gross head) = 39 meter dan tinggi jatuh air efektif = 37,5
meter.
4.
Perhitungan Debit Desain
Pengukuran debit air sungai, idealnya dilakukan
minimal satu tahun, dan debit air yang menjadi acuan
adalah debit minimal pada bulan kemarau. Selain data
pengukuran debit air yang digunakan, data curah hujan
dari badan meteorologi dapat dimanfaatkan sebagai data
sekunder atau data penguat. Data debit air terjun Riam
Sinar yang digunakan pada tugas akhir ini merupakan
data debit harian dengan dua kali pengukuran dengan
mengacu pada data rata-rata curah hujan pertahun. Data
ini diambil pada bulan November 2012 saat musim tidak
hujan. Pada pengukuran di dapat rata-rata luas penampang
1 sebesar1,6780 m2 dan luas penampang 2 sebesar
1,3515 m2 dan rata-rata debit 1 sebesar 1129,92 liter/det
dan rata-rata debit 2 sebesar 1142,6 liter/det.
Penentuan
debit
desain
dilakukan
dengan
optimalisasi antara debit yang terukur pada saat dilakukan
survei disesuaikan dengan kebutuhan debit desain ideal
dengan mempertimbangkan perkiraan debit pada musim
puncak kemarau. Disamping itu perhitungan debit desain
dengan metoda float method dipergunakan untuk
mendukung perhitungan yang dilakukan dengan
menggunakan data pada pengukuran 1, dari data di dapat
perhitungan debit desain sebesar 0,8983 m3/det.
4.1 Simulasi dan Analisa
4.1.1. Data Masukan simulasi PLTM Sinar Pekayau
Data masukan untuk simulasi program
TURBNPRO diambil data yang paling terkecil yaitu pada
pengukuran 1 dengan debit air sebesar 0,8983 m3/det.
Dari data di lapangan head efektifnya 37,5 meter dan
head lokasi 39 meter yang pengukuran dilakukan pada
Gambar 2 Data Masukan Untuk PLTM Sinar Pekayau
4.1.2. Pemilihan Ukuran dan Kecepatan Spesifik
Turbin
Dari data masukan pada gambar 2, terdapat
beberapa pilihan solusi ukuran dan karakter turbin seperti
pada Gambar 3.
Gambar 3 Pemilihan Ukuran dan Kecepatan Spesifik Turbin
Untuk PLTM Sinar Pekayau
Berdasarkan data dari gambar 3 terlihat bahwa
hasil eksekusi program TURBNPRO hanya menghasilkan
satu solusi yaitu turbin dengan diameter runner sebesar
450 mm atau 17,7 inchi, kecepatan turbin 1500 rpm,
kecepatan spesifikasi 281 Ns, dan daya output sebesar
303 kW.
4.1.3.
Susunan dan Pengaturan Turbin
Setelah menentukan ukuran turbin, langkah
selanjutnya menentukan bentuk atau susunan turbin dapat
dilihat pada gambar 4 Jenis susunan radial vertical axis
yang dipilih adalah Spiral Case. Susunan seperti ini
sangat menguntungkan, karena dapat digunakan untuk
head rendah maupun head tinggi dan lebih mudah dalam
perawatan generator dan bentuk rumah pembangkit lebih
sederhana.
4.1.5.
Konstruksi Turbin
Pada konstruksi turbin yang didesain mempunyai
sudu sebanyak 6 buah dengan kecepatan air pada luaran
draft tube sekitar 1,43 untuk PLTM Sinar Pekayau dan
saluran luaran dari turbin (tailrace) berbentuk huruf
Spiral case dapat dilihat pada gambar 6.
Gambar 4 Susunan dan Pengaturan Turbin Untuk PLTM Sinar
Pekayau
Selanjutnya pada penentuan susunan turbin
dengan menentukan jenis pengaturan turbin. Pengaturan
turbin yang dipilih adalah jenis guide vane yaitu turbin
propeller guide vane-nya dapat diatur bersudu tetap
(Adjustable guide vane/fixed blade) dapat dilihat pada
gambar 4 Pengaturan turbin ini sangat cocok untuk debit
skala kecil, selain biaya yang murah turbin jenis ini sangat
mudah perawatannya dibandingkan dengan pengaturan
jenis Kaplan atau jenis pengaturan sudu yang dapat diatur
guide vane tetap (adjustable blade/fixed guide vane).
Karakteristik dan Dayaguna Turbin
Setelah menentukan susunan turbin, terdapat
tampilan data solusi turbin disertai karakteristik dan
dayaguna turbin seperti pada Gambar 5. Dapat diamati
pada Gambar 4 dengan pengaturan guide vane, efisiensi
terbaik saat nominal pada head efektif rata-rata dengan
nilai 92,3% dicapai pada debit 0,90 m3/s (100,2% dari
debit rata-rata 0,90 m3/s) dengan daya yang diperoleh
sekitar 306 kW untuk PLTM Sinar Pekayau.
Gambar 6 Data Masukan Desain Turbin, Saluran Luaran Turbin,
Susunan Turbin dan Generator Pada PLTM Sinar Pekayau
Desain turbin, saluran luaran turbin, susunan
turbin dan generator yang sesuai dengan data masukan
pada gambar 6 dapat dilihat pada Gambar 7, 8 dan 9.
4.1.4.
Gambar 7 Desain Turbin Untuk PLTM Sinar Pekayau
Gambar 8 Desain Saluran Luaran Turbin Untuk PLTM
Gambar 5 Data Karakteristik dan Dayaguna Turbin Dengan
Pengaturan Yang Dapat Diatur Bersudu Tetap Pada PLTM
Sinar Pekayau
Saat beban nol pada head efektif maksimum,
kecepatan putaran turbin bernilai 3676 rpm pada PLTM
Sinar Pekayau. Ini merupakan rating over speed turbin
yang harus diperhatikan saat pemilihan generator.
Sedangkan saat guide vane terbuka maksimum pada head
efektif rata-rata, sehingga debit yang mengalir lewat
turbin sebesar 2,4 m3/s pada PLTM Sinar Pekayau.
Gambar 9 Susunan Turbin dan Generator Untuk PLTM Sinar
Pekayau
4.1.8.
Crossplot Curve
Pada Gambar 10 ditampilkan kurva efisiensi
dayaguna turbin pada berbagai debit dengan nilai head
efektif yang tetap (crossplot curve).
karbon (brushless synchronous generator) yang
dilengkapi dengan AVR (Automatic Voltage Regulator)
untuk pengaturan tegangan dengan kecepatan 1500 rpm,
dengan rating daya sebesar 385 kVA 3 fasa dengan
pemasangan kopel langsung.
6.
Gambar 10 Kurva Efisiensi Dayaguna Turbin Pada Berbagai
Debit Dengan Head Tetap untuk PLTM Sinar Pekayau
Dengan melihat gambar 10 dayaguna turbin
dihitung dari debit air tertinggi yaitu 1,08 m3/s sampai
debit terendah yaitu 0,05 m3/s. Pada turbin PLTM Sinar
Pekayau, operasi dibatasi hingga debit 1,00 m3/s.
4.1.9.
Hill Curve
Pada karakteristik tampilan dayaguna turbin
yang dirancang untuk berbagai head efektif dan debit
digambarkan pada kurva “bukit” (hill curve) dengan garis
efisiensi. Pada PLTM Sinar Pekayau efisiensi tertinggi
untuk turbin sebesar 92,5%. Garis efisiensi tetap bermula
dari efisiensi 0% (garis horizontal yang paling dekat
dengan bagian bawah grafik) dan meningkat setiap 10%
sampai efisiensi 80%. Dari efisiensi 85% ke atas garis
efisiensi meningkat setiap 1%. Dapat diamati pada
Gambar 11.
Gambar 11 Kurva Efisiensi Dayaguna Turbin Pada Berbagai
Head dan Debit Pada PLTM Sinar Pekayau
Dilihat pada gambar 11 terdapat garis horizontal
yang menggambarkan debit rata-rata pada 0,9 m3/s dan
debit pada efisiensi maksimum yaitu 0,9 m3/s. Selain itu,
dapat dilihat garis vertikal head efektif rata-rata pada 37,5
m3/s pada PLTM Sinar Pekayau, juga batas maksimum
dan minimum head efektif dari solusi turbin. Batas head
ini tidak sama dengan head data masukan, yaitu batas
head minimum pada 18,5 m dan maksimum pada 41,6 m
pada PLTM Sinar Pekayau. Garis merah merupakan garis
batas terjadinya kavitasi.
5.
Generator
Dengan daya mekanik turbin sebesar 303 kW, maka
jenis generator yang direkomendasikan pada PLTM Sinar
Pekayau adalah generator sinkron dengan tanpa sikat
Kesimpulan
Berdasarkan simulasi dan analisis hasil simulasi,
maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Air terjun Riam Sinar mempunyai potensi yang baik
untuk dijadikan sumber energi alternatif untuk
PLTM dengan debit(Q) sebesar 0,8983 m3/det dan
head(H) sebesar 37,5 meter.
2. Dengan debit rencana sebesar 0,8983 m3/det dan
tinggi jatuh efektif sebesar 37,5 meter dihasilkan
daya mekanik sebesar 303 kW.
3. Salah satu alternatif desain turbin yang tepat untuk
lokasi air terjun Riam Sinar ini adalah desain turbin
Propeller atau Kaplan dengan pengaturan jenis guide
vane yang dapat diatur bersudu tetap (Adjustable
guide vane/fixed) blade dengan diameter 450 mm
atau 17,7 inchi untuk PLTM Sinar Pekayau.
4. Generator yang dipilih adalah generator sinkron
dengan rating daya sebesar 385 kVA 3 fasa dengan
cara pemasangan dikopel langsung.
Referensi
[1] A.Harvey, A. Brown, P. Hettiararchi dan A. Inversin.
Micro Hydro Design Manual: Guide to Small Scale
Water Power Schemes. Intermediate Tech.
Publications. London: 1993.
[2] Celso Penche, Dr. Ingeniero de Minas. Layman’s
Giudebook On How To Develop A Small Hydro Site.
European Small Hydro. Power Association. Belgia:
Juni 1998.
[3] Djiteng Marsudi. Pembangkitan Energi Listrik
Erlangga. Jakarta: 2005
[4] Prayoga, Gama. 2008.Studi Potensi Pembangkit
Listrik Tenaga Mikro Hidro Head Rendah Di Sungai
Cisangkuy Kabupaten Bandung (Kajian Teknis).
Bandung: Institut Teknologi Bandung.
[5] Prof. Ir. Abdul Kadir, 1982, Pembangkit Tenaga
Listrik. UI Press, Jakarta.
[6] Prajitno, teknologi Mekanikal dan Elektrikal Dalam
PLTMH. Jakarta, 16 Desember 2013.
[7] Marelli, Generators. Three Phase Synchronous
Generators.
[8] TurbnPro Version 3 User’s Guide. 2000.
[9] Shegi, 2011.Studi Potensi Air dan Ketersediaan
Energi Listrik Di Talang
Lintang Pada Rancang
Bangun PLTMH 5 kW. Universitas Muhamdiyah
Palembang.
Biografi
Firman Jamali, lahir di Sintang pada tanggal 8 januari 1991,
mendapatkan gelar S.T. (sarjana) tahun 2014 dari Fakultas
Teknik Universitas Tanjungpura.
Download