Paparan PKR,KKR,CHR

advertisement
PROGRAM KERJA REVIU (PKR)
KERTAS KERJA REVIU (KKR)
CATATAN HASIL REVIU (CHR)
IKHTISAR HASIL REVIU (IHR)
ATAS REVIU LAPORAN KEUANGAN
OLEH:
GANA HADISURYA, SE, M.AK, QIA
Auditor Madya Itjen Kemenristekdikti
REVIU LAPORAN KEUANGAN
adalah serangkaian aktivitas berupa
penelaahan atas penyelenggaraan
akuntansi dan penyajian Laporan
Keuangan (LK), termasuk penelaahan atas
catatan akuntansi dan dokumen sumber
yang diperlukan.
Ruang lingkup reviu tidak mencakup
pengujian atas sistem pengendalian intern,
catatan akuntansi dan dokumen sumber,
serta pengujian atas respon permintaan
keterangan, yang biasanya dilaksanakan
dalam suatu audit.
Komponen LK yang direviu dengan basis
SAP Akrual terdiri dari:
1. Laporan Realisasi Anggaran;
2. Neraca;
3. Laporan Operasional (LO);
4. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE); dan
5. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)
• Reviu dititikberatkan pada akun LK
yang berpotensi tinggi terhadap
permasalahan dalam penyelenggaraan
akuntansi dan/atau penyajian Laporan
Keuangan
• Dalam rangka pengendalian reviu, APIP
dapat melakukan koordinasi dengan
pihak-pihak yang terkait, baik itu
dengan unit penyusun laporan keuangan
maupun instansi permeriksa laporan
keuangan yaitu BPK RI.
• Reviu dilaksanakan secara paralel
dengan pelaksanaan anggaran dan
penyusunan LK, yaitu dilakukan secara
bersamaan atau sepanjang
pelaksanaan anggaran dan penyusunan
LK, tidak menunggu setelah LK
tersebut selesai disusun. Hal ini perlu
dilakukan mengingat keterbatasan
waktu antara batas akhir penyusunan
LK dan pelaksanaan audit oleh BPK RI.
Program
Kerja Reviu (PKR)
Program Kerja Reviu merupakan
kumpulan dari prosedur reviu yg akan
dijalankan dan dibuat secara tertulis
Setiap program kerja reviu biasanya
mengandung empat hal pokok yaitu :
1. Informasi Pendahuluan
2. Pernyataan tujuan reviu
3. Instruksi-instruksi khusus
4. Langkah-langkah kerja
Ketentuan dalam penyusunan program kerja
reviu:
a.
Tujuan reviu harus dinyatakan secara jelas
dan memungkinkan untuk dapat dicapai
b.
Setiap langkah reviu harus merinci prosedur
reviu yang harus dilakukan
c.
Setiap langkah reviu harus berbentuk
instruksi-instruksi mengenai pekerjaan yang
harus dilakukan
d.
Program reviu harus menggambarkan
urutan prioritas langkah-langkah reviu yang
dilaksanakan
e.
Program reviu harus fleksibel namun setiap
perubahan harus dengan persetujuan
supervisor
f.
Program reviu harus berisi informasi yang
perlu untuk dapat dilaksanakan dan
dievaluasi secara tepat
g.
Program reviu harus menyertakan taksiran
waktu yang diperlukan sesuai waktu
penugasan
CONTOH PROGRAM KERJA AUDIT (PKR)
Manfaat dari penyusunan program kerja reviu
antara lain :
a. Merupakan suatu rencana yang sistematis
tentang setiap tahap kegiatan yang biasa
dikomunikasikan kepada setiap tim reviu.
b. Merupakan landasan yang sistematis
dalam memberikan tugas kepada para
pereviu dan supervisinya.
c. Sebagai dasar untuk membandingkan
pelaksanaan kegiatan dengan rencana
yang telah disetujui dan dengan standar
serta persyaratan yang telah ditetapkan
d. Dapat membantu para pereviu yang belum
berpengalaman dan membiasakan mereka
dengan ruang lingkup, tujuan serta
langkah langkah kegiatan audit.
e. Dapat membantu pereviu untuk mengenali
sifat pekerjaan yang telah dikerjakan
sebelumnya.
f.
Dapat mengurangi kegiatan pengawasan
langsung oleh supervisor.
KERTAS KERJA
REVIU (KKR)
Kertas Kerja Reviu merupakan catatan
catatan yang dibuat dan data-data yang
dikumpulkan pereviu secara sistematis
pada saat melaksanakan tugas reviu.
Sebagai bagian dari pertanggungjawaban
dan dokumentasi pelaksanaan reviu atas
LK, pereviu harus menyusun Kertas Kerja
Reviu (KKR), untuk menjelaskan
mengenai:
1. Pihak yang melakukan reviu;
2. Tingkat unit akuntansi dan pelaporan
keuangan yang direviu;
3. Aktivitas penyelenggaraan akuntansi
dan komponen LK;
4. Asersi yang dinilai dan langkahlangkah reviu yang dilaksanakan untuk
menilai asersi; dan;
5. Hasil pelaksanaan langkah-langkah
reviu dan simpulan serta komentar
pereviu
CONTOH KERTAS KERJA REVIU (KKR)
MANFAAT KERTAS KERJA REVIU:
1. Merupakan dasar penyusunan catatan
hasil reviu.
2. Merupakan alat bagi atasan untuk
mereviu dan mengawasi pekerjaan para
pelaksana reviu.
3. Menyajikan data untuk keperluan
referensi.
4. Merupakan salah satu pedoman untuk
tugas reviu berikutnya.
Untuk setiap unit akuntansi dan
pelaporan keuangan yang direviu,
simpulan dalam KKR selanjutnya
dituangkan dalam bentuk Catatan Hasil
Reviu (CHR). Bila memungkinkan,
pereviu juga dapat menyusun Ikhtisar
Hasil Reviu (IHR)
Catatan
Hasil Reviu (CHR)
adalah dokumentasi hasil pelaksanaan
reviu yang setidaknya memuat simpulan
penyelenggaraan akuntansi dan atau
penyajian laporan keuangan yang harus
diperbaiki/ dikoreksi, permasalahan yang
dihadapi oleh unit akuntansi dalam
menyusun dan menyajikan laporan
keuangan sesuai dengan SAP dan sistem
akuntansi yang berlaku, serta tindakan
perbaikan/koreksi oleh pereviu kepada
unit akuntansi, baik yang telah dilakukan
atau yang belum/tidak dilakukan
Pelaporan reviu dibuat pada setiap
tingkatan unit akuntansi yang disajikan
dalam bentuk CHR dan IHR (bila
memungkinkan). Pada tingkatan unit
tertentu disusun Laporan Hasil Reviu
(LHR) yang merupakan kompilasi dari
CHR dan IHR unit-unit akuntansi
dibawahnya.
CONTOH CATATAN HASIL REVIU (CHR)
Ikhtisar
Hasil Reviu (IHR)
adalah dokumentasi hasil pelaksanaan
reviu yang bertujuan untuk
memudahkan pengguna dalam
memahami hasil reviu yang berisi
tabulasi tiap akun dalam laporan
keuangan yang menggambarkan nilai
akun sebelum koreksi, usulan koreksi,
dan nilai sesudah koreksi.
CONTOH IKHTISAR HASIL REVIU (IHR)
Mekanisme Pelaksanaan
Reviu
1. Yang dilaksanakan oleh Satuan Pengawas
Internal (SPI)
•
Bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan
Kopertis, reviu laporan keuangan
dilaksanakan oleh Satuan Pengawas
Internal (SPI). SPI melaksanakan reviu
atas laporan keuangan di satuan kerja
(Satker) dimana SPI berada untuk
masing-masing DIPA yang diperoleh dari
Eselon I diatasnya, sehingga
diharapkan hasil reviu laporan
keuangan yang dihasilkan akan menjadi
kompilasi di masing-masing Eselon I
diatasnya.
•
Bagi Perguruan Tinggi Baru (PTN-B)/
Kopertis yang belum memiliki Satuan
Pengawas Internal (SPI) maka reviu
laporan keuangan dilaksanakan oleh
Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti,
yaitu menjadi tanggungjawab
Inspektorat dimana PTN-B/Kopertis
tersebut berada dalam wilayah
tanggungjawabnya.
2. Yang Dilaksanakan oleh Inspektorat
Jenderal
• Inspektorat Jenderal
Kemenristekdikti yang dalam hal ini
Inspektorat I, Inspektorat II, dan
Inspektorat III melaksanakan reviu
laporan keuangan atas kompilasi
tingkat Eselon I di masing-masing
wilayah tugasnya, serta melakukan
reviu atas laporan keuangan tingkat
satuan kerja (Satker) bagi Satker
yang tidak mempunyai SPI.
• Untuk reviu laporan keuangan tingkat
kementerian, pelaksanaan reviu
menjadi tanggungjawab Inspektorat I,
dimana dalam pelaksanaannya reviu
yang dilaksanakan merupakan hasil
kompilasi dari seluruh tingkat Eselon
I dilingkungan Kemenristekdikti serta
berkoordinasi dengan Inspektorat II
dan Inspektorat III.
TERIMA KASIH
Download
Study collections