ARTIKEL ILMIAH
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BELAJAR SISWA PADA MATA
PELAJARAN SAINS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DI
KELAS V SD N 99/I BENTENG RENDAH
KABUPATEN BATANGHARI
Oleh:
ERNAWATI
NIM : A1D109166
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2014
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BELAJAR SISWA PADA MATA
PELAJARAN SAINS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DI
KELAS V SD N 99/I BENTENG RENDAH
Page | 1
KABUPATEN BATANGHARI
Oleh :
Ernawati
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Ilmu Pendidikan F.KIP
Universitas Jambi
ABSTRAK
Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri
seseorang. Dalam meningkatkan kualitas belajar siswa dimulai sejak dini yaitu dibangku
Sekolah Dasar. Seorang guru harus terampil menentukan strategi, metode, dan media
pembelajaran yang tepat sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Sehingga pembelajaran
dalam kelas dapat lebih bermakna dan dengan kebermaknaan pembelajaran diharapkan dapat
meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Dalam hal ini guru berupaya membelajarkan siswasiswanya dan sebaliknya siswa menjadi pembelajaran yang aktif, kritis dan kreatif.
Kurangnya media dan alat peraga untuk mendukung proses pembelajaran, siswa sulit
untuk memperoleh nilai yang sesuai dengan KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
peningkatan keterampilan belajar siswa pada mata pelajaran SAINS dengan menggunakan
media gambar di kelas V SD N 99/I Benteng Rendah
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek dan tempat dalam
penelitian adalah siswa kelas V SD N 99/I Benteng Rendah dengan jumlah 26 siswa. Sesuai
dengan ketercapaian tujuan penelitian ini dilakukan dalam 3 siklus. Data-data dalam penelitian
diperoleh dari hasil observasi, dokumentasi, dan tes. Analisis data dilakukan secara diskriptif.
Hasil penelitian ini menunjukkan yaitu 46,15% pada siklus I, 76,92% pada siklus II dan
96,15% pada siklus III. Hal ini membuktikan bahwa penggunanaan media gambar dapat
meningkatkan ketrampilan belajar, pemahaman siswa dalam menulis karangan dan menciptakan
suasana pembelajaran yang menyenangkan.
Berdasarkan hasil penelitian yang di dapat maka dapat disimpulkan Penggunaan media
gambar dapat meningkatkan keterampilan belajar siswa pada pembahasan peristiwa yang terjadi
di Indonesia di kelas V SD N 99/1 Benteng Rendah.
Kata kunci: Keterampilan belajar siswa, media gambar
Page | 2
1.PENDAHULUAN
Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada
diri seseorang. “Perubahan sebagai hasil dari proses belajar dapat ditujukan sebagai
bentuk seperti berubah pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku,
keterampilan, kecakapan, kebiasaan, serta perubahan aspek-aspek lain yang ada
pada individu yang belajar” (Sudjana, 1996:5).
Setiap orang yang belajar akan tampak dari hasil belajarnya itu setelah
dilaksanakan proses belajar. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang
dimiliki peserta didik setelah menerima pengalaman belajar. Howard Kingsley
membagi tiga macam hasil belajar, yakni: a) keterampilan dan kebiasaan, b)
pengetahuan dan pengertian, c) dan cita-cita. Sedangkan Gagne membagi lima
kategori hasil belajar, yakni informasi verbal, keterampilan intelek, strategi kognitif,
sikap, dan keterampilan motorik. (Sumanto, 2003:107)
Dalam meningkatkan kualitas belajar siswa dimulai sejak dini yaitu
dibangku Sekolah Dasar. Seorang guru harus terampil menentukan strategi, metode,
dan media pembelajaran yang tepat sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan.
Sehingga pembelajaran dalam kelas dapat lebih bermakna dan dengan
kebermaknaan pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil belajar
siswa. Dalam hal ini guru berupaya membelajarkan siswa-siswanya dan sebaliknya
siswa menjadi pembelajaran yang aktif, kritis dan kreatif. Dengan cara ini interaksi
belajar mengajar dapat terjadi dan pengajaran tidak lagi berpusat pada guru semata,
tetapi lebih ditekankan pada siswa untuk lebih kreatif dalam kegiatan pembelajaran.
Sains di SD bermanfaat bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam
sekitar. Berdasarkan pengamatan peneliti SDN 99/I Benteng Rendah, kesulitan
dalam pembelajaran Sains disebabkan oleh : 1) Pembelajaran di kelas masih
berjalan monoton, 2) Belum ditemukan strategi pembelajaran yang tepat, 3) Metode
yang digunakan bersifat konvensional, 4) Pemahaman konsep-konsep SAINS masih
sangat rendah.
Banyak faktor penyebab rendahnya keterampilan belajar Sains siswa, ketika
guru memberikan materi pembelajaran Sains. Umumnya siswa selalu bersikap pasif
dalam proses pembelajaran, artinya siswa hanya menerima apa yang diberikan oleh
guru dan siswa sudah merasa puas dengan jawaban yang ada dipapan tulis, biasanya
mereka hanya mencatat tanpa bertanya.
Untuk mencapai kemampuan tersebut perlu dikembangkan proses belajar
SAINS yang menyenangkan, memperhatikan keinginan siswa, dapat membangun
pengetahuan diri yang telah dimiliki siswa, menciptakan suasana kelas yang
mendukung kegiatan belajar, memberikan kegiatan yang sesuai dengan tujuan,
menantang, harapan keberhasilan, serta dapat menghargai setiap yang dicapai siswa.
Meskipun para guru telah semaksimal mungkin menyusun tujuan-tujuan
pembelajaran dan kegiatan yang memungkinkan tercapainya tujuan itu dalam
bentuk proses belajar mengajar di dalam kelas, akan tetapi tidak dapat dielakkan
bahwa masih sangat banyak siswa yang belum atau tidak mampu mencapai tujuantujuan pelajaran tersebut.
Mata pelajaran Sains dengan materi yang berkaitan erat dengan media
gambar, mengarahkan guru untuk menggunakan media gambar sebagai sumber
belajar. Keberadaan media ini dapat mendukung proses belajar siswa. Hal ini dapat
dilihat dari setiap pembelajaran, guru hanya menggunakan metode demonstrasi dan
Page | 3
menggunakan media pembelajaran yang telah disediakan dari sekolah, sementara
media pembelajaran lain tidak diterapkan.
Berdasarkan permasalahan yang ada maka peneliti tertarik melakukan
penelitian dengan judul: Meningkatkan keterampilan belajar siswa pada mata
pelajaran SAINS dengan mengunakan media gambar pada pembahasan peristiwa
alam yang terjadi di indonesia di kelas V SD N 99/I Benteng Rendah.
II. KAJIAN PUSTAKA
1. Keterampilan Belajar
Ada beberapa pendapat para ahli tentang definisi ketrampilan. Menutrut
Akhadiah, (2005:96) berpendapat bahwa ” keterampilan diambil dari Skill maka
memuat arti kemampuan mengerjakan sesuatu dengan baik dan dilakukan dengan
cara memanfaatkan pengalaman dan pelatihan. Keterampilan pada dasarnya potensi
manusia yang dapat dikembangkan melalui pendidikan dan pelatihan yang
berkelanjutan untuk memaksimalkan semua fungsi perkembangan manusia
sehingga menjadikan manusia yang utuh”. Keterampilan berarti kecekatan,
kecakapan atau kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan baik dan cermat.
Keterampilan yang dimiliki setiap orang berbeda-beda tergantung agaimana kita
berlatih untuk lebih baik.
Sedangkan pendapat Moeliono (2007:156 bahwa ”Keterampilan adalah
kecakapan untuk menyelesaikan tugas”. Seseorang dapat dikatakan terampil bila
sudah cekatan dalam melakukan sesuatu dengan baik dan cermat. Setiap orang
mempunyai keterampilan yang berbeda-beda. Hal ini akan mempengaruhi hasil
tugas yang telah dikerjakan.
Berdasarkan definisi-definisi tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa
yang dimaksud dengan keterampilan adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu
yang diperoleh dengan latihan secara berkesinambungan.
2. Media Pembelajaran
Media pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa klasifikasi
tergantung dari sifatnya, kemampuan jangkauannya, dan cara teknik pemakainnya.
Hal ini dijabarkan sebagai berikut:
a.
Dilihat dari sifatnya, media dapat dibagi ke dalam :
1) Media auditif, yaitu media yang hanya dapat didengar saja, atau media yang
memiliki unsur suara, seperti radio dan rekaman suara
2) Media visual, yaitu media yang hanya dapat dilihat saja, tidak mengandung
unsur suara. Yang termasuk ke dalam media ini adalah film slide, foto,
transparansi, lukisan, gambar, dan berbagai bentuk bahan yang dicetak
seperti media grafis dan lain sebagainya.
3) Media audiovisual, yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara
juga mengandung unsur gambar yang bisa dlihat, misalnya rekaman video,
berbagai ukuran film, slide suara, dan lain sebagainya. Kemampuan media
ini dianggap lebih baik dan lebih menarik, sebab mengandung kedua unsur
jenis media yang pertama dan kedua.
b. Dilihat dari kemampuan jangkauannya, media dapat pula dibagi ke dalam :
1) Media yang memiliki daya liput yang luas dan serentak seperti radio dan
televisi. Melalui media ini siswa dapat mempelajari hal-hal atau kejadiankejadian yang actual secara serentak tanpa harus menggunakan ruangan
khusus.
2) Media yang mempunyai daya liput yang terbatas oleh ruang dan waktu
seperti film slide, film, video, dan lain sebagainya.
c. Dilihat dari cara atau teknik pemakaiannya, media dapat dibagi ke dalam :
1) Media yang diproyeksikan seperti film, slide, film strip, transparansi, dan
lain sebagainya. Jenis media yang demikian memerlukan alat proyeksi
khusus seperti film projector untuk memproyeksikan film, slide projector
Page | 4
2)
untuk memproyeksikan film, slide, operhead projector (OHP) untuk
memproyeksikan transparansi. Tanpa dukungan alat proyeksi semacam ini,
maka media semacam ini tidak akan berfungsi apa-apa.
Media yang tidak diproyeksikan seperti gambar, foto, lukisan, radio, dan
lain sebagainya (Sanjaya, 2011:173)
1. Peran Media
Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi antara pebelajar (guru) dan
pembelajar (siswa). Sebagai sebuah proses komunikasi,pembelajaran seringkali
dihadapkan pada berbagai hambatan yang dikenalkan dengan barier dan noise.
Hambatan-hambatan tersebut dapat dikelompokkan menjadi: “(1) hambatan
psikologis seperti, minat, sikap, pendapat, kepercayaan, intelegensi, pengetahuan.
(2) hambatan fisik seperti, sakit, kelelahan, keterbatasan daya indera, dan cacat
tubuh. (3) hambatan kultural, seperti perbedaan adat, norma-norma sosial,
kepercayaan dan nilai-nilai panutan. (4) hambatan-hambatan lingkungan sekitar.
(Hamalik, 1986:30)
Pentingnya peran media dalam pembelajaran mengharuskan para pendidik untuk
lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan berbagai sumber belajar dan media.
Media merupakan alat bantu mengajar termasuk salah satu komponen lingkungan
belajar yang dirancang oleh guru. Media pembelajaran merupakan bagian tak
terpisahkan dari proses pembelajaran. Pemanfaatan media pembelajaran merupakan
upaya kreatif dan sistematis untuk menciptakan pengalaman yang
dapatmembelajarkan peserta didik,sehingga pada akhirnya dihasilkan lulusan yang
berkualitas.
2. Manfaat Media
Dalam suatu proses belajar mengajar,dua unsur yang amat penting adalah
metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berakiatan.
Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media
pembelajaran yang sesuai,meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus
diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pembelajaran, jenis tugas dan
respon yang diharapkan siswa kuasai setelah pembelajaran berlangsung,dan konteks
pembelajaran termasuk karakteristik siswa. Meskipin demikian,dapat dikatakan
bahwa salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu
mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkunmgan belajar yang
ditata dan diciptakan oleh guru.
Sudjana (1992:2) mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses
belajar siswa, yaitu:
1.
2.
3.
4.
Pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat menumbuhkan motivasi
belajar;
Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh
siswa dan memungkinkan menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran;
Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal
melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak
kehabisan tenaga, apalagi kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran;
Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya
mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan,
mendemontrasikan, memerankan, dan lain-lain.
2.3 Media Gambar
Page | 5
Media gambar adalah “media yang merupakan reproduksi bentuk asli dalam
dua dimensi, yang berupa foto atau lukisan” (Rohani, 1997:21). Gambar dapat
mengatasi batasan masalah ruang dan waktu. Tidak semua benda, objek atau
peristiwa dapat dibawa dikelas, dan tidak selalu bisa dibawa ke objek/peristiwa
tersebut, Ia merupakan media visual yang penting dan mudah didapat. Sebab ia
dapat mengganti kata verbal, mengkonkritkan sesuatu yang abstrak, dan mengatasi
pengamatan manusia. Gambar membuat orang dapat menangkap ide atau informasi
yang terkandung di dalamnya dengan jelas, lebih jelas daripada yang diungkapkan
oleh kata-kata. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau, kemarin, atau
bahkan semenit yang lalu kadang-kadang tidak dapat kita lihat seperti apa adanya.
Gambar atau foto amat bermanfaat dalam proses pembelajaran. jelaslah bahwa
media gambar merupakan media yang dapat dilihat oleh indera penglihatan yang
diperjelas melalui gambar-gambar dalam proses pembelajaran yang bertujuan
untuk memudahkan anak dalam memahami pelajaran secara lebih cepat.
Tujuan utama penampilan berbagai jenis gambar ini adalah “untuk
menvisualisasikan konsep yang ingin disampaikan kepada siswa” Arsyad
(2004:113). Media gambar atau foto adalah “media yang paling umum dipakai. Dia
merupakan bahasa yang umum yang dapat dimengerti dan dinikmati dimanamana”. Oleh karena itu, pepatah Cina yang mengatakan bahwa sebuah gambar
berbicara lebih banyak dari pada seribu kata” Sadiman (2005:29). Gambar sangat
penting digunakan dalam usaha memperjelas pengertian pada peserta didik.
Sehingga dengan menggunakan gambar peserta didik dapat lebih memperhatikan
terhadap benda-benda atau hal-hal yang belum pernah melihatnya yang berkaitan
dengan pembelajaran. Media gambar yang menggunakan bentuk simbol atau benda
yang mengungkapkan message (pesan) tertentu dan dapat mengungkapkan
kehidupan manusia yang mendalam serta gagasan-gagasan atau ide-ide anak didik.
Menurut Udin (2003:513) keunggulan dan kelemahan media gambar
keunggulannya yaitu :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
Media dapat menerjemahkan ide / gagasan yang bersifat abstrak menjadi realitik.
Banyak tersedia dalam buku–buku (termasuk buku teks), majalah, surat kabar,
kalender dan sebagainya.
Mudah menggunakannya dan tidak menggunakan peraturan lain.
Tidak mahal bahkan mungkin tanpa mengeluarkan biaya untuk pengadaannya.
Dapat digunakan pada setiap tahap pembelajaran dan semua pelajaran (disiplin
ilmu).
Gambar bersifat konkret.
Gambar mengatasi batas waktu dan ruang.
Gambar mengatasi kekurangan daya mampu panca indera manusia.
Dapat digunakan untuk menjelaskan sesuatu masalah, karena itu bernilai
terhadap semua pelajaran di sekolah.
Gambar-gambar mudah didapat dan murah.
Mudah digunakan, baik untuk perseorangan maupun untuk kelompok siswa
Selain keunggulan-keunggulan tersebut,media gambar juga
mempunyai kelemahannya antara lain sebagai berikut:
a. Terkadang ukuran gambar – gambarnya terlalu kecil jika digunakan
pada satu kelas.
b. Gambar diam merupakan media dua dimensi.
c. Tidak bias menimbulkan kesan gerak.
d. Gambar hanya menekankan persepsi indera mata. (Sadiman,
2005:31)
Page | 6
Media gambar merupakan “bagian dari media visual. Media visual adalah
media yang hanya mengandalkan indera penglihatan” (Fathurrohman, 2011:73)
Media visual ini yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film
strip (film rangkai), foto, gambar atau lukisan, cetakan. Ada pula media visual yang
menampilkan gambar atau simbol yang bergerak film bisu, film kartun. Sedangkan
media audio visual merupakan media yang mempunyai unsur suara dan unsur
gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik karena meliputi
kedua jenis media yang pertama dan yang kedua.
Gambar dapat membantu guru dalam mencapai tujuan instruksional, karena
gambar termasuk media yang mudah dan murah serta besar artinya untuk
mempertinggi nilai pengajaran. Karena gambar, pengalaman dan pengertian peserta
didik menjadi lebih luas, lebih jelas dan tidak mudah dilupakan, serta lebih konkret
dalam ingatan dan asosiasi peserta didik. Rohani (1997:71) Adapun manfaat media
gambar dalam proses instruksional adalah “penyampaian dan penjelasan mengenai
informasi pesan, ide dan sebagainya dengan tanpa banyak menggunakan bahasabahasa verbal, tetapi dapat lebih memberi kesan”.
2.4 Pembelajaran SAINS di Sekolah Dasar (SD)
Menurut Aunurahman (2009:123), mengajar pada hakikatnya adalah
“membentuk suatu kebiasaan sehingga melalui pengulangan-penguangan siswa akan
terbiasa melakukan sesuatu dengan baik sesuai periaku yang diharapkan.
Pembiasaan akan menjadi efektif, apabila seseorang tersebut sudah memiliki
pengetahuan yang berkenaan sesuatu yang dilkukan”. Dengan prinsip
konstruksifistis yang mengkonstruksi antara kehidupan nyata dalam hal ini adalah
pengalaman nyata, yang dihubungkan dengan materi pembelajaran, maka proses
mengajar akan lebih berhasil diterima siswa.
Menurut Kasmanto (2007:3) pelajaran SAINS “merupakan suatu kumpulan
pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakana metode-metode yang
didasarkan pada observasi dan tersusun secara sistematik yang dalam
penggunaannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam”. pelajaran SAINS di
Sekolah Dasar adalah program untuk menanamkan dan mengembangkan
pengetahuan keterampilan, sikap dan nilai ilmiah pada siswa serta rasa mencintai
dan menghargai kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan pelajaran SAINS secara
umum membantu agar siswa memahami konsep-konsep dan keterkaitannya dengan
kehidupan sehari-hari, memiliki keterampilan untuk mengembangkan pengetahuan
tentang alam sekitar maupun menerapkan berbagai konsep untuk menjelaskan
gejala-gejala alam yang harus dibuktikan kebenarannya di laboratorium, dengan
demikian pelajaran SAINS idak saja sebagai produk tetapi juga sebagai proses.
III. METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilakukan di SD N 99/I Benteng Rendah
pada semester II Tahun pembelajaran 2014, dengan keadaan sekolah yang cukup
kondusif karena cukup jauh dari keramaian dan wilayahnya cukup rapi, bersih serta
teratur sehingga nyaman untuk melaksanakan proses pembelajaran.
Adapun kelas yang diteliti yaitu siswa kelas V SD N 99/I Benteng Rendah,
yang jumlah siswa nya terdiri dari 26 siswa.
Page | 7
Untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran dan hasil penyajian
materi diambil data yang diolah adalah data deskriptif kuantitatif. Pengambilan data
kuantitatif menggunakan lembar pengamatan aktivitas siswa dalam kegiatan belajar
mengajar yang berlangsung menggunakan lembar observasi.
IV.HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian berikut yang akan dijelaskan adalah hasil penelitian yang
merupakan penjelasan dari pelaksanaan tindakan yang dilakukan oleh peneliti
dengan menerapkan media gambar pada pelajaran sains di SD N 99/I Benteng
Rendah, penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus.
Dari pelaksanaan siklus I, II dan III dapat dijabarkan hasil penelitian
secara lengkap sebagai berikut :
Tabel 4.8 Hasil Tes Siklus I, II dan III Hasil Peningkatan Keterampilan Belajar
Siswa melalui penggunaan media gambar.
Nilai Terendah
Nilai Tertinggi
Rata-rata Nilai
% Ketuntasan
Siklus I
20
47
37,63
46,15
Siklus II
35
51
46
76,92
Siklus III
39
55
49,81
96,15
1. Nilai terendah yang diperoleh siswa pada siklus I yaitu 20 pada siklus II naik
menjadi 35 dan pada siklus III naik menjadi 39
2. Nilai tertinggi yang diperoleh siswa pada siklus I yaitu 47, pada siklus II
naik menjadi 51 dan pada siklus III naik menjadi 55.
3. Nilai rata-rata kelas juga mengalami penigkatan yaitu pada siklus I sebesar
37,63, pada siklus II sebesar 46 dan pada siklus III sebesar 49,81
4. Untuk ketuntasan siswa (nilai ketuntasan 70) pada siklus I sebesar 46,15 %
setelah direfleksi terdapat 14 siswa yang tidak tuntas (nilai di bawah 80),
pada siklus II sebesar 76,92 % setelah direfleksi terdapat 6 siswa yang tidak
tuntas dan pada siklus III menjadi 96,15 % setelah dilakukan refleksi hampir
semua siswa mencapai ketuntasan.
Dari analisis data dan diskusi terhadap pelaksanaan pembelajaran pada
siklus III , secara umum telah menunjukkan perubahan yang signifikan. Peneliti
dalam melaksanakan pembelajaran dengan metode yang semakin baik dan siswa
merasa nyaman.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa:
1. Penggunaan media gambar dapat meningkatkan keterampilan belajar siswa
pada pembahasan peristiwa yang terjadi di Indonesia di kelas V SD N 99/1
Benteng Rendah
2. Terdapat peningkatan persentase dari siklus I, II dan III yaitu 46,15% pada
siklus I, 76,92% pada siklus II dan 96,15% pada siklus III.
Page | 8
5.2 Saran
Dengan memperhatikan hasil yang diperoleh di atas yang membuktikan bahwa
media gambar dapat meningkatkan keterampilan belajar siswa untuk itu disarankan bagi
guru hendaknya dapat menerapkan media gambar untuk meningkatkan keterampilan
belajar baik pelajaran sains ataupun pelajaran yang lainnya.
Page | 9
DAFTAR PUSTAKA
Aunurrahman. 2009. Belajar dan Pembelajaran.Penerbit Alpabeta
Akhadiah. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Remaja Rosdakarya.
Fathurohman Pupuh dan Sobri Sutikno. 2011. Strategi belajar mengajar, Strategi
Mewujudkan Pembelajaran Bermakna Melalui Penanaman Konsep UmumDan
Islami. Bandung: Refika Aditama.
Hamalik . 1986. Model Penilaian Kelas: KTSP SD/MI. Jakarta: Badan Penelitian Dan
Pengembangan Pusat Kurikulum. Departemen Pendidikan Nasional.
Kasmanto, Makruf. 2007. SAINS 4A. Jakarta: Bumi Aksara
Moeliono. 2007. Belajar dan Membelajarkan, Jakarta: Rajawali Press
Rohani, Ahmad. 1997. Media intuksional Edukatif. Jakarta Rineka Cipta.
Sudjana, Nana. 1992. Penelitian hasil belajar mengajar. Jakarta: Remaja Rosdakarya.
Sumanto, wasty. 2003. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Sanjaya, Wina. 2011. Strategi Pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan.
Jakarta: Kencana Prenanda Media.
Sardiman. 2005. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo.
Udin, M. 2003. Media Pembelajaran dalam Proses Belajar mengajar Masa
Kini.Jakarta;Depdikbud.
Page | 10