survei tingkat kep urvei tingkat kepuasan pendengar radio hot fm n

advertisement
SURVEI TINGKAT KEPUASAN PENDENGAR
RADIO HOT FM
(Studi Deskriptif Terhadap Pendengar Radio Hot Fm Tahun 2015)
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh
Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi Pada Konsentrasi Humas
Program Studi Ilmu Komunikasi
Oleh
HARI WICAKSONO
NIM 6662110850
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
SERANG – BANTEN
2015
i
PERNYATAAN ORISINALITAS
Yang bertandatangan dibawah ini
:
Nama
: Hari Wicaksono
NIM
: 6662110850
Tempat Tanggal Lahir
: Jakarta, 18 November 1992
Program Studi
: Ilmu Komunikasi
Menyatakan bahwa skripsi ini yang berjudul SURVEI TINGKAT KEPUASAN
PENDENGAR RADIO HOT FM, adalah hasil karya saya sendiri, dan seluruh sumber yang
dikutip maupun yang dirujuk telah saya nyatakan benar. Apabila kemudian hari skripsi ini
terbukti mengandung unsur plagiat, maka gelar kesarjanaan saya bisa dicabut.
Serang, Agustus 2015
Hari Wicaksono
i
i
i
i
MOTTO
“Hari esok harus lebih baik dari hari ini
ini””
D engan izin A LLAH , Skripsi ini ku persem bahkan untuk keluargaku, sahabatku,
dan orang yang ku sayang. Yang telah m em berikan motivasi dan ispirasi dalam
m enyelsaikan skripsi ini.
ABSTRAK
Hari Wicaksono. Nim. 6662110850. Skripsi. Survei Tingkat Kepuasan
Pendengar Radio Hot Fm. Pembimbing I: Neka Fitriyah, S.Sos., M.Si dan
Pembimbing II: Burhanudin M, SE., M.Si
Radio merupakan media komunikasi massa periodik yang memiliki kemampuan
menjangkau khalayak yang luas dalam waktu bersamaan, seperti halnya stasiun radio
Hot FM. Di samping itu, radio harganya relatif murah sehingga khalayak banyak
yang memilikinya. Pendengar radio semakin selektif memilih program siaran radio.
Karena keselektifan para pendengar radio, jumlah pendengar radio yang semakin
berkurang, serta kurangnya minat pendengar dalam mendengarkan radio menjadi
permasalahan para stasiun radio. Tujuan penelitian untuk mengetahui seberapa besar
tingkat kepuasan pendengar radio Hot FM. Penelitian ini bertitik tolak dari Uses and
Gratification model. Model ini memusatkan perhatian pada penggunaan media (uses)
utuk mendapatkan kepuasan (gratification) atau kebutuhan seseorang. Model ini tidak
tertarik kepada apa yang dilakukan media pada diri seseorang, tetapi ia tertarik pada
apa yang dilakukan orang terhadap media. Pendekatan pada penelitian ini adalah
kuantitatif. Metode yang digunakan adalah survei, dengan menggunakan teknik
simple random sampling di mana peneliti mengumpulkan informasi dari 56
responden dengan menyebarkan kuesioner pada pendengar radio Hot FM. Penelitian
menunjukkan hasil responden sudah mengetahui program siaran radio Hot FM yang
terdiri dari program informasi dan hiburan, pendapat responden mengenai Radio Hot
FM di Serang adalah positif, kepuasan pendengar radio Hot Fm atas kebutuhan
informasi terhadap program radio Hot FM sebesar 82,51% tergolong sangat kuat atau
dinyatakan sangat puas, dan respon Pendengar Radio terhadap Program Radio Hot
FM di Serang adalah positif. Tidak luput dari semuanya, penelitian ini diharapkan
dapat menambah dan memberikan sumbangan pemikiran, serta dapat bermanfaat
untuk pengembangan studi ilmu komunikasi.
Kata Kunci : Radio Hot Fm, Kepuasan, Uses and Gratification
i
ABSTRACT
Hari Wicaksono. Nim. 6662110850. Thesis. A survey of satisfaction degree of
Radio Hot FM Listeners. Supervisor I: NekaFitriyah, S.Sos.,M.Si and
Supervisor II: Burhanuddin M, SE., M.Si
Radio is the medium of periodic mass communication that have ability to reach a
wide audience at the same time, as well as radio station Hot Fm. In addition, the price
of the radio is relatively affordable so many audiences have it. The radio listeners are
increasingly selective to choose the radio broadcast program. Due to the selectivity of
the radio audience, the number of radio listeners on the wane, as well as the lack of
interest in listening to radio is the problems of the radio station.The purpose of the
study is to find out how big the level of satisfaction of listeners radio Hot FM. The
starting point of this study is from Uses and Gratification Model. This model focuses
on the use of media (uses) to get satisfaction (gratification) or the needs of a
person.This model is not interested in what media to the person, but interested in
what people do to the media.This research uses qualitative approach.This study uses
survey as data collection method, by using a Simple Random Sampling technique in
which the researcher collects information from 56 respondents by disseminating a
questionnaire to the Hot FM radio listeners.The result of the research shows the
respondent already know Hot FM radio broadcast program consisting of information
and entertainment programs, opinion of the respondents regarding Radio Hot FM in
Serang is positive, the audience of Hot FM radio satisfaction over informational
needs to the Hot FM radio program is 82,51% this can be classified as very strong or
stated as very satisfied and the response from the radio listener to Hot FM Radio in
Serang is positive.This research expected to contribute thoughts and beneficial for the
development of communication studies.
Keywords: Hot FM radio, satisfaction, Uses and Gratification
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur peneliti panjatkan ke khadirat Allah SWT yang maha Agung
pemilik alam semesta yang menggenggam jiwa raga semua mahluk-Nya, karena atas
ridho dan hidayah-Nya peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini guna memenuhi salah
satu syarat untuk meraih gelar kesarjanaan strata (S1) pada program studi Ilmu
Komunikasi Konsentrasi Hubungan Masyarakat di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini
masih jauh dari sempurna, untuk itu saran dan kritik yang dapat membantu perbaikan
skripsi yang berjudul “Survei Tingkat Kepuasan Pendengar Radio Hot FM ” sangat
peneliti harapkan. Pada kesempatan ini peneliti juga ingin menyampaikan ucapan
terima kasih atas segala dukungan, bantuan dan bimbingannya dalam proses
penelitian serta penyusunan skrisi ini kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Soleh Hidayat, M.PD selaku Rektor Universitas Sultan
Ageng Tirtayasa.
2. Bapak Dr. Agus Sjafari, S.Sos., M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu sosial dan
Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
3. Ibu Neka Fitriyah, S.Sos, M.Si selaku Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas
Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
i
i
4. Ibu Puspita Asri Praceka, S.Sos, M.I.Kom selaku wakil Prodi ilmu
Komunikasi Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng
Tirtayasa.
5. Ibu Nurprapti Widiastuti, S.Sos, M.Si selaku dosen pembimbing akademik.
6. Ibu Neka Fitriyah, S.Sos, M.Si selaku dosen pembimbing I skripsi yang
membantu memberikan arahan serta masukan untuk menyelesaikan skripsi
ini.
7. Bapak Burhanudin M, SE, M.Si. selaku dosen pembimbing II skripsi yang
membantu memberikan arahan serta masukan untuk menyelesaikan skripsi
ini.
8. Kedua orang tua ku Bapak Hariyanto, dan Ibu Ani, terimakasih atas do’a dan
dukungan yang tak pernah putus, juga untuk kesabaran memberi dukungan
moril dan materil.
9. Seluruh adik-adiku yang senantiasa selalu melimpahkan kasih sayang kalian
untukku, Bagoes sulaksono, dan Jihan Hamelia terima kasih atas dukungan
dan doa-doanya.
10. Untuk Mia Damayanti yang spesial, selalu memeberikan semangat serta
dukungan yang tak pernah berhenti.
11. Teman-teman seperjuangan, yang selalu menjadi penghibur setia, motivator
dan selalu membantu saat peneliti kesulitan dalam pengerjaan skripsi, Rifky,
Agung, Adril, Kenung, Didi, Topik, Okeu, Lifah, Tanya, Neni, Laras, Nur,
ii
ii
Puti, Gima, Iren, Noni, Dina, Ema, Nia, Arin, Tiara, Ratna, Mutia, Zahra,
Mpi, Dll yang tidak dapat disebutkan satupersatu.
12. Keluarga besar mahasiswa ilmu komunikasi UNTIRTA angkatan 2011 juga
mahasiswa UNTIRTA lainnya yang mau menerima peneliti sebagai teman,
terima kasih atas perkenalan, persahabatan dan pengalaman yang berkesan
selama perkuliahan, khususnya kepada teman-teman 1 C dan Humas 2011
serta Jurnalistik 2011.
13. Teman-teman KKM 62 Tahun 2014
14. Stasiun Radio Hot FM yang telah membantu peneliti dalam pengumpulan
data.
15. Semua pihak yang tidak bisa peneliti sebutkan satu persatu yang telah banyak
membantu peneliti dalam proses penyelesaian skripsi ini.
Kiranya tidak ada balasan yang lebih baik kecuali yang datang dari Allah
SWT, terimakasih untuk segalanya. Kesempurnaan hanya milik-Nya dan kebenaran
datang dari-Nya. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua, khususnya bagi peneliti
dan pihak yang berkepentingan.
Serang, 30 Juli 2015
Hari Wicaksono
iii
iii
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL
LEMBAR ORISINALITAS
LEMBAR PERSETUJUAN
LEMBAR PENGESAHAN
MOTTO
ABSTRAK
ABSTRACT
KATA PENGANTAR……………………………………………………………..... i
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………..…iv
DAFTAR TABEL…………………………………………………………………..vii
DAFTAR GAMBAR...................................................................................................x
DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………….......xi
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ………………………………………………………...1
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………….………….8
1.3 Identifikasi Masalah……………………………………………………..……….8
1.4 Tujuan Penelitian ………………………………………………………………..8
1.5 Manfaat Penelitian ................................................................................................9
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Teoritis…………….………….……………………………..………. 11
2.1.1 Komunikasi Massa……….……….……………………………………….11
2.1.2 Radio Sebagai Komunikasi Massa……….…………………………….….12
2.1.3 Radio……………………………………….………………………….… .14
2.1.3.1 Karateristik Radio………………….………………………………....17
iv
iv
2.1.3.2 Manajemen Siaran Radio………………….……………………….....20
2.1.3.3 Program Radio………………………….………………………….....22
2.1.3.4 Format Siaran Radio……….………………………………………....25
2.1.3.5 Pendengar Radio…………….………………………………………..26
2.1.4 Motif Penggunaan Media………….……………………………………….29
2.1.5 Kepuasan……………………………..………………………………….....32
2.2 Tinjauan Teori……………………………..…………………………………..34
2.2.2 Teori Uses and Gratification…………...…………………………………..34
2.3 Kerangka Teori………………..………………………………………………37
2.4 Operasional Variabel…………..……………………………………………...41
2.5 Penelitian Sebelumnya…………...……………………………………………42
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian…………..…………………………………………………51
3.2 Teknik Penelitian…………..………………………………………………….52
3.3 Teknik Pengumpulan Data………...…………………………………………..56
3.3.1 Kuesioner……………………………………..……………………………53
3.4 Populasi dan Sampel…………………………………..…………………..…. 55
3.5 Teknik Sampling……………………………………………………………….57
3.6 Uji Validitas dan Reabilitas Data………………………………………………58
3.6.1 Uji Validitas…………………………………...…………………………...58
3.6.2 Uji Reabilitas………………………………………………………………58
3.6.3 Hasil Uji Validitas dan Reabilitas Data…………………….……………...59
3.7 Analisis Data…………………………………..……………………………….61
3.7.1 Analisis Deskriptif…………………………..……………………………..61
3.8 Lokasi dan Jadwal Penelitian …………………………………………………..63
BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Objek Penelitian…………..…………………..……………………64
4.4.1 Profil Hot Fm…………………..………………………………………….64
4.2 Deskripsi Data………………………………………………………………...67
4.2.1 Analisis Data Responden………………………………………………..…67
4.2.2 Deskripsi Hasil Data Penelitian….…….…………………..…..……………72
4.3 Analisis Deskriptif Presentase Penelitian……………………………………..93
v
v
4.3.1 Kepuasan Informasi ………………..…………………...…………….….....94
4.3.2 Kepuasan Identitas Pribadi…………………………………………………95
4.3.3 Kepuasan Interaksi Sosial…………….…………………………………….96
4.3.4 Kepuasan Hiburan…………………….…………………….………………97
4.4 Pembahasan….………………………………..………………………………99
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan………………………………..………………………..……..…. 104
5.2 Saran…………………………………..…………………………………...….107
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................109
LAMPIRAN-LAMPIRAN………………………………………………...……...111
vi
vi
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 Tipologi Pendengar menurut Skala partisipasi Terhadap Acara Siaran …28
Tabel 2.2 Identitas Pribadi …………………………………………………………..33
Tabel 2.4 Operasional Variabel …………………………………………………….41
Tabel 2.5 Penelitian Sebelumnya …………………………………………………..50
Tabel 3.1 Skor Penilaian Berdasarkan Skala Likert ………………………………..54
Tabel 3.2 Tingkat Reabilitas Berdasarkan Tingkat Alfa …………………………...59
Tabel 3.3 Hasil Perhitungan Uji Validitas ………………………………………….59
Tabel 3.4 Hasil Perhitungan Uji Reabilitas ………………………………………...60
Tabel 3.5 Kriteria Analisis Deskriptif Persentase ………………………………….63
Tabel 3.6 Tabel Pelaksanaan Penelitian……………….………………….………....63
Tabel 4.1 Jenis Kelamin Responden ……………………………………………….67
Tabel 4.2 Usia Responden …………………………………………………………68
Tabel 4.3 Alamat Responden ……………………………………………………....69
Tabel 4.4 Frekuensi mendengarkan Radio dalam seminggu terakhir ……………...69
Tabel 4.5 Jumlah Waktu yang dipergunakan untuk mendengarkan Radio ………...70
Tabel 4.6 Program yang memuaskan ketika mendengarkan Radio Hot Fm ……….71
Tabel 4.7 Mendengarkan program radio hot fm dapat menambah wawasan ……....72
Tabel 4.8 Mendengarkan siaran radio hot fm karena ingin
memperoleh berita, baik disekitar wilayah atau menyeluruh …………....73
vii
vii
Tabel 4.9 Berita yang disampaikan mudah dipahami…………………………….....74
Tabel 4.10 Informasi yang disampaikan berskala nasional maupun regional ……...75
Tabel 4.11 Radio hot fm sudah memenuhi kebutuhan pendengar
dalam mencari informasi dan kondisi yang update …………………….76
Tabel 4.12 Radio hot fm sudah memenuhi kebutuhan pendengar
dalam menambah pengetahuan informasi ………………………………77
Tabel 4.13 Radio hot fm mempunyai penyiar yang melakukan
interaksi melalui line telepon untuk berbagi pengalaman ……………...78
Tabel 4.14 Radio hot fm memiliki penyiar yang berkarakter…………………….....79
Tabel 4.15 Mendengarkan radio hot fm karena frekuensinya mudah diakses……...79
Tabel 4.16 Menengarkan radio hot fm karena kejernihan suaranya ……………….80
Tabel 4.17 Mendengarkan radio dapat memuaskan rasa
penasaran saya akan sesuatu …………………………………………….82
Tabel 4.18 Mendengarkan siaran radio hot fm membuat merasa senang ………….82
Tabel 4.19 Mendengarkan siaran radio hot fm karena ingin menjalin
interaksi dengan pendengar lain ……………………………………….83
Tabel 4.20 Mendengarkan radio hot fm untuk menemani
aktivitas didalam perjalanan atau rutinitas lainnya …………………….84
Tabel 4.21 Mendengarkan radio hot fm dapat berbagi
pengalaman dengan pendengar hot fm lainnya ………………………….85
Tabel 4.22 Program radio hot fm memberikan dampak yang membuat
pendengarnya semangat lagi dalam beraktivitas ……………………….86
Tabel 4.23 Program radio hot fm sesuai dengan kebutuhan pendengar ……………87
Tabel 4.24 Mendengarkan radio hot fm untuk mengisi waktu luang ………………88
Tabel 4.25 Mendengar siaran radio hot fm untuk sejenak melupakan aktivitas …...88
viii
Tabel 4.26 Program radio hot fm memberikan inspirasi bagi pendengarnya ……....89
Tabel 4.27 Mendengarkan radio hot fm dapat menghilangkan kejenuhan ………....90
Tabel 4.28 Mendengarkan radio hot fm hanya sekedar untuk kesenangan ………...90
Tabel 4.29 Mendengarkan radio hot fm dapat meningkatkan daya imajinasi ……...91
Tabel 4.30 Mendengarkan radio hot fm dapat membuat merasa santai …………....92
Tabel 4.31 Mendengarkan radio hot fm dapat terhindar dari rasa kesepian ……….92
Tabel 4.32 Kriteria Analisis Deskriptif Persentase…………………………………93
ix
ix
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Uses and gratification model …………………….……………………37
Gambar 2.2 Kerangka Teori…………………...………………..…………………..40
x
x
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1 Kuesioner …………………………………………………………….111
Lampiran 2 Data dan Jawaban Responden ………………………………………..114
Lampiran 3 Buku Bimbingan Skripsi ……………………………………………..116
Lampiran 4 Biodata peneliti ………………………………………………………117
xi
xi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Semakin berkembangnya zaman, semakin pesat pula kemajuan teknologi
dalam bidang informasi. Melesatnya teknologi informasi setidaknya membawa
kepada kehidupan baru yang serba instant. Semua informasi didapatkan dengan
mudah dan cepat dengan radio sebagai produk dari berkembangnya teknologi
informasi.
Dewasa ini kebutuhan akan informasi menjadi kebutuhan yang sangat
penting baik di negara-negara maju maupun negara berkembang seperti
Indonesia. Kebutuhan akan informasi dapat diperoleh melalui berbagai media,
antara lain melalui TV, radio maupun surat kabar. Masing-masing media
mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, tetapi mempunyai satu kesamaan
yaitu memberikan informasi sekaligus sebagai sarana untuk mengiklankan satu
produk maupun jasa.
Di era modernisasi dengan globalisasi saat ini, eksistensi radio seolah
terpinggirkan. Radio sebagai mana yang punya rekam jejak menakjubkan pada
masa awal kemerdekaan, era demokrasi terpimpin, hingga Orde Baru, kini
1
1
2
perannya seolah digantikan
oleh kehadiran Media Televisi, Internet, hingga
Telepon Selular.1
Sampai
akhir
dekade
1980-an
masih
dapat
disaksikan
betapa
kegandrungan masyarakat Indonesia terhadap siaran Radio masih sangat tinggi.
Dari sandiwara radio di radio-radio swasta, pertandingan bulutangkis tingkat
internasional di RRI pusat, hingga siaran pertandingan sepakbola Liga Galatama
dan Perserikatan yang juga selalu disiarkan secara live oleh stasiun RRI daerah
menjadi pusat perhatian masyarakat pendengar Radio.
Sebagai salah satu media elektronika, radio mempunyai sifat-sifat khas yang
dapat dijadikan sebagai keunggulan dalam menyampaikan pesan atau informasi
kepada masyarakat. lambang komunikasi radio bersifat auditif, terbatas kepada
rangkaian suara/bunyi yang hanya menerpa indera telinga. Karenanya radio tidak
menuntut khalayaknya untuk memiliki kemampuan membaca, tidak menuntut
kemampuan melihat, melainkan sekedar kemampuan mendengar. Begitu
sederhananya persyaratan yang dituntut radio.2
Radio merupakan media komunikasi massa periodik yang memiliki
kemampuan untuk menjangkau khalayak yang luas dalam waktu bersamaan.
1
Romel Tea. Jumlah Pendengar Radio Menurun Drastis. 2014. www.romelteamedia.com diakses
tanggal 15 Januari 2015 pukul 19.20 WIB.
2
Romel Tea. Karateristik Radio. 2013. www.romelteamedia.com diakses pada tanggal 15 Januari
2015 pukul 20.20 WIB.
3
Disamping itu, harganya relatif murah sehingga khalayak banyak yang
memilikinya.3 Dengan jumlah yang cukup besar itu radio akan memiliki potensi
yang besar dalam menyebar luaskan informasi. Persoalannya adalah bagaimana
memanfaatkan semaksimal mungkin kemampuan yang dimiliki radio, agar setiap
program yang disajikan memberikan manfaat. Ketika mendengarkan siaran
radio, pendengar bisa sambil mengerjakan aktifitas lainnya. Hal ini sulit dipenuhi
oleh media lain. Sambil memasak atau mengerjakan pekerjaan lain di rumah,
ibu-ibu dapat mendengarkan siaran radio. Saat bertugas di kantor seorang
karyawan bisa menyimak informasi atau menikmai hibuan melalui pesawat
radio. Saat berjalan atau mengendarai kendaraan, radio banyak digunakan
sebagai media hiburan, atau sebagai media penambah pengetahuan.
Informasi yang disampaikan selintas melalui radio menjadi pengetahuan
tentang suatu kejadian atau peristiwa, atau tentang pendapat seseorang,
setidaknya pokok-pokoknya. Jika ingin mengetahui secara lebih luas dan
lengkap, biasanya dapat diketahui melalui media cetak. Selain itu, beberapa
beberapa stasiun radio sering melakukan wawancara yang mendalam dengan
parah tokoh atau pakar dibidang tetentu. Informasi atau pesan yang telah
disebarluaskan tidak dapat diulang dan oleh karena itu informasi atau pesan yang
disebarluaskan melalui radio lebih faktual dan akurat.
Pendengar radio yang mendengarkan siaran radio seakan terlibat secara
personal. Informasi yang disampaikan seakan ditujukan kepada diri pendengar
3
Moeryanto Munthe. Media Komunikasi Radio. 1996. Jakarta :PustakaSinarHarapan. Hal 32
4
sendiri. Alunan lagu-lagu yang didendangkan seolah
disajikan untuk diri
pendengar sendiri. Dari suara yang didengar, seseorang mempunyai daya
imajinasi baik mengenai informasinya maupun mengenai orang yang
menyampaikannya, seperti penyiar.
Permasalahan yang menjadi kendala radio sebagai media informasi adalah
perilaku mendengar. Menurut skala partisipasi terhadap acara siaran, ada empat
topologi pendengar. Pendengar spontan yaitu pendengar yang bersifat kebetulan,
tidak berencana mendengar radio atau acara tertentu, dan perhatian mudah teralih
pada aktivitas lain. Pendengar pasif yaitu pendengar yang mendengarkan siaran
radio untuk mengisi waktu luang dan menghibur diri. Pendengar selektif yaitu
mendengar siaran radio pada jam atau acara tertentu saja, fanatic pada sebuah
acara atau penyiar tertentu, menyediakan waktu khusus untuk mendengarkannya.
Pendengar aktif yaitu secara regular tidak terbatas mendengarkan radio, apapun,
dimanapun, dan aktif berinteraksi melalui telepon.4 Dimana perilaku mendengar
radio ditentukan oleh program yang disajikan. Ada beberapa pendengar yang
tune-in di salah satu frekuensi, namun ketika satu menit pertama acara
berlangsung
tidak
menarik
atau membosankan, dia akan langsung
memindahkan gelombang.
Ada juga pendengar yang hanya mendengar radio selama perjalanan di
dalam kendaraan. Setelah sampai di rumah atau di kantor, dia menonton televisi.
4
Masduki. Menjadi Broadcaster Profesional. 2004. Yogyakarta :Pustaka Populer Lkis. Hal 20
5
Setiap rumah atau kantor cenderung memilki televisi, tetapi belum tentu
memiliki radio. Disini content sangat berperan. Secanggih apapun teknologi,
yang paling penting adalah isinya. Hal tersebutlah yang menyebakan jumlah
pendengar radio semakin menurun setiap tahunnya. Seperti terlihat dari hasil
survei Badan Pusat Statistik pada tahun 2012 dengan rentang waktu antara tahun
2006, 2009, dan 2012. Dimana jumlah pendengar yang mendengarkan radio
khususnya di Provinsi Banten pada tahun 2006 sebesar 40.26%, pada tahun 2009
sebesar 23.50%, dan pada tahun 2012 sebesar 17.35%.5
Jumlah pendengar radio yang semakin turun tersebut, memaksa para stasiun
radio untuk terus berusaha menarik perhatian dari khalayak agar tetap
mendengarkan radio. Kegiatan menarik perhatian ini, banyak dilakukan para
stasiun radio
dengan
cara menyusun
konsep
acara
yang menarik, agar
khalayaknya tetap tertarik.
Kekhawatiran akan hilangnya pendengar masih menjadi hambatan bagi
stasiun radio. Mengingat pengiklan saat ini hanya tertarik mengilankan produk
dan jasanya kepada radio yang memiliki jumlah pendengar yang banyak. Belum
lagi, program acara yang dihadirkan media televisi semakin beragam dan tersaji
hampir sepanjang hari. Berbeda dengan radio yang hanya mengudara selama
kurang lebih 18 jam saja.
5
http://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1518 diakses tanggal 15 Januari 2015 pukul 22.20
WIB.
6
Rangkaian acara yang menarik haruslah diformulasikan ke dalam program
yang meliputi waktu pagi, siang, sore, malam, dan dini hari. Program tersebut
merupakan suatu rangkaian yang dikemas dalam satu format. Setiap stasiun pada
dasarnya harus mempunyai format yang jelas. Format setiap stasiun radio dapat
menjadi ciri khas dari stasiun yang bersangkutan.
Persaingan bisnis penyiaran khususnya radio di Serang semakin ketat.
Berdasarkan periode tahun 2012 – 2015 terdapat penambahan jumlah stasiun
radio, pada tahun 2012 sebanyak 11 stasiun radio dan pada tahun 2015
menjadi 15 stasiun radio bertambah.6 Hal ini terbukti dengan rentang waktu tiga
tahun terdapat tiga stasiun radio baru di Kota Serang . Setiap stasiun berusaha
untuk mendapatkan jumlah pendengar yang semakin banyak. Dengan semakin
banyaknya jumlah stasiun radio tersebut, maka semakin beragam pula format
yang ditawarkannya, seperti radio yang memutar lagu-lagu luar negeri, lagulagu bahasa indonesia, berita dan informasi,
Keberagaman format tersebut menjadikan sasaran dari pendengar radio
menjadi semakin beragam. Radio yang menyiarkan berita memiliki sasaran yaitu
orang - orang yang umumnya berusia diatas 30 tahun, radio dangdut dengan
sasaran masyarakat dengan kelas ekonomi menengah ke bawah, serta radio
yang menyiarkan siaran berupa motivasi dengan sasaran para eksekutif dengan
status ekonomi sosial menengah keatas. Seperti halnya radio Hot FM yang hadir
6
Daftarstasiunradiodibanten.blogspot.in/2012/08/daftar-stasiun-radio-di-banten.html diakses pada
tanggal 15 Januari 2015 pukul 21.20 WIB.
7
sebagai radio dengan segmentasi semua kalangan dengan menghadirkan
program- program baik itu musik, talkshow, serta kegiatan off-air yang pastinya
ditujukan untuk para pendengar radio yang menjadi sasaran segmentasinya.
Selain itu, pendengar radio semakin selektif memilih program siaran radio.
Hanya program siaran yang menurut penialaiannya baik yang dinikmati,
sementara acara yang menurutnya tidak baik akan dilewatkan begitu saja.
Begitu banyak acara yang ditawarkan dalam waktu yang bersamaan. Setiap
stasiun berusaha semaksimal mungkin untuk dapat meraih sebanyak mungkin
pendengar.
Karena keselektifan para pendengar radio, jumlah pendengar radio yang
semakin berkurang, serta kurangnya minat pendengar dalam mendengarkan radio
menjadi permasalahan para stasiun radio, seperti yang telah dijelaskan diatas.
Hal tersebut dirasakan pula oleh Hot FM yang terus berusaha bagaimana agar
para pendengarnya
tetap
bertahan
mendengarkan
programnya,
bahkan
bagaimana agar pendengar dari radio yang memutarkan format yang sama
dengan Hot FM
dapat beralih untuk mendengarkan Hot FM. Rumitnya
mempertahankan jumlah pendengar Hot FM , sulitnya memenuhi kepuasan para
pendengar, serta kesulitan untuk tetap mengeksiskan media radio, membuat
penulis merasa tertarik untuk melakukan suatu penelitaian tentang survei tingkat
kepuasan pendengar radio Hot FM.
8
1.2 Rumusan Masalah
Merujuk pada apa yang sudah dipaparkan di atas maka rumusan masalah
penelitian ini adalah
“Bagaimana tingkat kepuasan Pendengar Radio Hot FM di Serang ?”
1.3 Identifikasi Masalah
1. Seberapa besar tingkat kepuasan Program Radio Hot FM di Serang ?
2. Seberapa besar Pendapat Pendengar Radio Hot FM di Serang ?
3. Seberapa besar Kebutuhan Informasi Terhadap Program Radio Hot FM ?
4. Seberapa besar Respon Pendengar Radio terhadap Program Radio Hot FM
di Serang ?
1.4 Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah dikemukakan
diatas,tujuan penelitian ini adalah:
1. Mengetahui Program Radio Hot FM di Serang.
2. Mengetahui Pendapat Pendengar Radio Hot FM di Serang.
3. Mengetahui Kebutuhan Informasi Terhadap Program Radio Hot FM.
4. Mengetahui Respon Pendengar Radio terhadap Program Radio Hot FM di
Serang.
9
1.5
Manfaat Penelitian
Penelitian yang dilakukan diharapkan dapat berguna bagi semua pihak
terutama bagi pihak yang memiliki kepentingan langsung terhadap permasalahan
yang dikaji dalam penelitian ini. Adapun hasilnya dapat bermanfaat dan berguna
sebagai berikut:
a. Teoritis
Secara teoritis, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pemikiranpemikiran baru, terutama dalam bidang Ilmu Komunikasi khususnya
yang terkait dengan Teori Uses and Gratification yang meneliti
kepuasan khalayak dalam menggunakan media massa pada umumnya
dan kepuasan atas media elektronik dalam hal ini radio pada khususnya.
Menambah serta memperkuat wawasan peneliti dan pembaca tentang
bagaimana teori komunikasi ini diterapkan di kehidupan sehari-hari.
Dan mengetahui bagaimana kepuasaanya setelah mendengarkan
program radio Hot Fm.
b. Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran program mana
yang lebih diminati oleh pendengar. Untuk mengetahui sejauh mana
kepuasan pendengar terhadap program radio Hot Fm dan mengetahui
10
motif apa saja yang mendorong pendengar sehingga memutuskan untuk
mendengarkan siaran radio. Memberikan masukan bagi pengelola
stasiun radio Hot Fm tentang motif dan kepuasan pendengar dalam
mendengarkan program siarnya serta memberika masukan kepada
stasiun radio lain untuk lebih mengetahui hal-hal apa saja yang dapat
menarik minat pendengar dan hal-hal apa saja yang dapat memuaskan
mereka.
11
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Peneliti akan meneliti mengenai tingkat kepuasan pendengar Radio Hot
Fm, sehingga peneliti menggunakan konsep – konsep sebagai berikut.
2.1 Tinjauan Teoritis
2.1.1 Komunikasi Massa
Komunikasi massa tidak jauh dengan bentuk komunikasi lainnya yakni
memiliki unsur komunikator sebagai penyampai pesan, komunikan penerima
pesan, pesan, alat penyampai pesan atau media , efek dan umpan balik.
Deddy Mulayana dalam bukunya Ilmu Komunikasi mengatakan bahwa
komunikasi
massa
(mass
communication)
adalah
komunikasi
yang
menggunakan media massa, baik cetak (surat kabar, majalah) atau elektronik
(radio,televisi),
yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang
dilembagakan, yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar di
banyak tempat. Pesan – pesannya bersifat umum, disampaikan secara tepat,
serentak dan selintas (khususnya media elektronik).7
Komunikasi massa mempunyai arti komunikasi melalui medium, yang
meliputi surat kabar, siaran radio dan televisi yang ditujukan kepada khalayak.
7
Deddy Mulyana. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. 2005. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. Hal 7
12
Definisi komunikasi massa dikemukakan oleh Jalaludin, yakni komunikasi
massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah
besar orang (mass communication is messages communicated trough a mess
medium to a large member of people). Dari definisi tersebut diketahui bahwa
komunikasi massa harus menggunakan media massa sebagai medium
penyampaian pesannya.8
Menurut pemaparann diatas, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari
komunikasi massa itu adalah untuk menyampaikan pesan melalui media yang
ada. Semakin berkembangnya kebutuhan akan informasi membuat semakin
banyaknya pula media yang menyebarluaskan informasi. Salah satunya adalah
radio, radio merupakan salah satu media elektronik yang berfungsi sebagai
saluran penyebarluasan informasi dan dapat dikatakan radio sebagai komunikasi
massa.
2.1.2 Radio Sebagai Komunikasi Massa
Radio merupakan salah satu media komunikasi massa. Semua media
massa umumnya mempunyai fungsi yang sama. Sebagai alat yang memberikan
informasi, artinya melalui isinya seseorang dapat mengetahui, memahami
sesuatu. Sebagai alat yang mendidik , artinya isinya dapat meningkatkan
pengetahuan, keterampilan serta moral seseorang. Sebagai alat menghibur,
8
Jalaluddin Rakhmat. 2011. Psikologi Komunikasi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Hal 188
13
yakni melalui isinya sesorang dapat terhibur, menyenangkan
hatinya,
memenuhi hobbinya, dan mengisi waktu luangnya.
Ada satu defenisi komunikasi massa yang dikemukakan Michael W.
Gamble dan Teri Kwal Gamble dalam Nurudin yang akan semakin memperjelas
apa itu komunikasi massa. Menurut mereka, sesuatu bisa didefenisikan
sebagai komunikasi massa jika mencakup hal-hal berikut:
1. Komunikator dalam komunikasi massa mengandalkan peralatan modern
untuk menyebarkan atau memencarkan pesan secara cepat kepada khalayak
yang luas dan tersebar. Pesan itu disebarkan melalui media modern pula
antara lain suratkabar, majalah, televisi, film atau gabungan diantara media
tersebut.
2. Komunikator dalam media massa dalam menyebarkan pesan-pesannya
bermaksud mencoba berbagai pengertian dengan jutaan orang yang tidak
saling kenal atau mengetahui satu sama lain. Anonimitas audience dalam
komunikasi massa inilah yang membedakan pula dengan jenis komunikasi
yang lain . bahkan pengirim dan penerima pesan tidak saling mengenal satu
sama lain.
3. Pesan adalah milik publik. Artinya bahwa pesan ini bisa didapatkan dan
diterima oleh banyak orang. Karena itu, diartikan milik publik.
4. Sebagai sumber, komunikator massa biasanya organisasi formal seperti
jaringan, ikatan, atau perkumpulan. Dengan kata lain, komunikatornya tidak
berasal dari seseorang, tetapi lembaga. Lembaga ini pun biasanya
14
berorientasi pada keuntungan , bukan organisasi sukarela atau nirlaba.
Komunikasi massa dikontrol oleh gatekeeper (penapis informasi). Artinya,
pesan-pesan yang disebarkan atau dipancarkan dikontrol oleh sejumlah
ondividu dalam lembaga Tersebut sebelum disiarkan lewat media massa
Ini berbeda dengan komunikasi antarpribadi, kelompok, atau publik dimana
yang mengontrol bukan sejumlah individu. Beberapa individu dalam
komunikasi massa itu ikut berperan dalam membatasi , memperluas pesan
yang disiarkan. Contohnya adalah seorang reporter, editor, dan lembaga
sensor lain dalam media itu bisa berfungsi sebagai gatekeeper.
5. Umpan balik dalam komunikasi massa sifatnya tertunda. Kalau dalam jenis
komunikasi lain, umpan balik bisa bersifat langsung. Misalnya, dalam
komunikasi antar personal. Dalam komunikasi ini umpan balik langsung
dilakukan, tetapi komunikasi yang dilakukan lewat surat kabar tidak bisa
langsung dilakukan alias tertunda (delayed).9
Sebagai saluran media massa, salah satu fungsi radio adalah melancarkan
dan meningkatkan arus penyampaian informasi. Dimana melalui siaran radio
informasi yang disampaikan lebih cepat, murah, serta memiliki efek psikologis.
2.1.3 Radio
Radio merupakan salah satu media komunikasi massa. Semua media
massa umumnya
9
mempunyai
fungsi
yang
sama.
Sebagai
Nurudin. PengantarKomunikasi Massa. 2007. Jakarta : Rajawali Pers. Hal 8
alat
yang
15
memberikan informasi, artinya melalui isinya seseorang dapat mengetahui,
memahami sesuatu. Sebagai alat yang mendidik , artinya isinya dapat
meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta moral seseorang. Sebagai alat
menghibur, yakni melalui isinya sesorang dapat terhibur, menyenangkan
hatinya, memenuhi hobbinya, dan mengisi waktu luangnya.
Hal penting yang pertama kali perlu diketahui ialah kenyataan yang
menunjukkan bahwa radio pada mulanya merupakan teknologi yang mencari
kegunaan, bukannya sesuatu yang lahir sebagai respons terhadap suatu
kebutuhan pelayanan baru. Menurut Raymond Williams dalam McQuail.10
“berbeda dengan jenis teknologi komunikasi terdahulu, radio dan televisi
merupakan
sistem
yang
dirancang
terutama
untuk kepentingan
transmisi dan penerimaan yang merupakan proses abstrak, yang batasan
isinya sangat terbatas atau bahkan sama sekali tidak ada”.
Tidak dapat disangsikan lagi, radio pada mulanya hanya merupakan suatu
teknologi; setelah itu, barulah radio berperan sebagai alat pelayanan.
Apabila surat kabar memperoleh julukan sebagai kekuatan keempat, maka
siaran radio mendapat julukan kekuatan kelima atau the fifth estate. Hal ini
disebabkan siaran radio juga dapat melakukan fungsi kontrol sosial seperti
surat kabar, disamping empat fungsi lainnya yakni memberi informasi,
10
Dennis Mc. Quail. Teori Komunikasi Massa Suatu Pengantar. 1994. edisi kedua terjemahan oleh
Agus Dharma & Aminudin. Jakarta : Erlangga. Hal 15
16
menghibur,
mendidik,
dan
melakukan
persuasi.
Dari adanya karateristik radio faktor-faktor yang yang mempengaruhi kekuatan
radio ada lima antara lain : 11
1. Radio dapat membidik khalayak yang spesifik. Artinya radio memiliki
kemampuan untuk berfokus pada kelompok demografis yang
dikehendaki. Selain itu, untuk mengubah atau mempertajam segmentasi
atau sasaran yang dituju, radio jauh lebih fleksibel dibandingkan media
komunikasi massa lainnya. Contohnya seperti segmentasi radio Hot Fm
yang diperuntukkan untuk semua kalangan dan daya jangkauan radio
Hot Fm yang cukup luas mencangkup Kota Serang, Kabupaten Serang,
Anyer, Kota Cilegon, Merak, Pandeglang dan sekitarnya.12
2. Radio bersifat mobile dan portable. Orang yang bisa menjinjing radio
kemana saja. Sumber energinya kecil dan sama portable-nya. Radio
bisa menyatu dengan alat penunjang hidup lainnya, mulai dari senter,
mobil, hingga handphone. Harga radio lebih murah dibandingkan
media lain. Jadi pendengar dari radio Hot Fm pun dapat mendengar
radio dimana saja dan kapan saja.
3. Radio bersifat intrusif, memiliki daya tembus yang tinggi. Sulit sekali
menghindar dari siaran radio, begitu radio dinyalakan. Radio bisa
11
Santi indra astuti. Jurnalisme Radio : Teori dan Praktik. 2008. Bandung : Simbiosa Rekatama
Media. Hal 34
12
Company Profile Radio Hot Fm
17
menebus ruang – ruang dimana media lain tidak bisa masuk, misalnya,
di
dalam
mobil.
Karena
sifatnya
yang
auditif
atau
hanya
diperdengarkan saja, jadi sambil melakukan apapun, radio merupakan
hiburan yang praktis dan dapat menembus ruang dari pendengarnya.
4. Radio bersifat fleksibel, dalam arti dapat menciptakan program dengan
cepat dan sederhana, dapat mengirim pesan dengan segera, dapat
secepatnya membuat perubahan yang tentunya ditujukan untuk
pendengar radio Hot Fm.
5. Radio itu sederhana, sederhana mengoperasikannya, sesederhana
mengelolanya
( tak serumit media lain ) dan sederhana isinya. Tidak
memerlukan konsentrasi tinggi untuk menyimak radio. Bahkan orang
bisa mendengarkan radio sambil mengerjakan pekerjaan lain. Untuk
mendengarkan radio, hanya dibutuhkan pendengaran. Mendengarkan
radio tidak diperlukan kemampuan baca dan abstraksi tingkat tinggi.
2.1.3.1 Karakteristik Radio
Pemberitaan dan penerapan jurnalisme di radio membutuhkan ketaatan
terhadap kemampuan radio dan pemahaman mengenai karakteristiknya. Hal
inilah yang menyebabkan pengelolaan pemberitaan radio menjadi berbeda
dengan media massa lainnya. Terutama dalam hubungan dengan kekuatan dan
kelemahannya. Dengan memahami dan menguasai keandalan siaran di
18
radio
termasuk kelemahannya, kekuatan pemberitaan di radio tentu bisa
dimaksimalkan selain pula meminimalkan kelemahanya.
Jonathan dalam Politik dan Radio: Buku Pegangan bagi Jurnalis Radio13
membagi karakeristik radio kedalam beberapa ciri, diantaranya:
1. Produksi radio hanya suara.
Produksi radio semata-mata hanya ‘suara’. Karena itu menjadi tantangan
terbesar produsen berita radio memahami hal-hal yang mungkin disiarkan
dan yang tidak melalui radio. Keberhasilan utama pemberitaan radio
apabila khalayak pendengar mampu menerima informasi tersebut dengan
sempurna secara makna maupun persepsi. Dengan demikian, mudah
dipahami, bahwa pemberitaan di radio yang hanya berujud suara tetap
mempunyai keterbatasan misalnya, seberapa mampu suara mewakili
informasi yang justru lebih jelas bila disampaikan melalui foto, gambar
grafis, atau visual bergerak.
2. Informasi muncul selintas
Siaran radio punya ciri tidak terdokumentasi. Berkaitan dengan
penampilannya yang hanya suara berakibat karakteristik suara di radio
menjadi selintas. Artinya, suara itu menghilang setelah mengudara.
Bandingkan dengan media cetak yang menyajikan pemberitaan secara
tercetak memberi keuntungan pada aspek dokumentasinya. Berbeda
13
Jonathan Erol. Politik dan Radio. 2000. Surabaya : Sembrani Angkasa Nusantara. Hal 39
19
dengan siaran radio yang tidak berwujud nyata, produksinya hanya bisa
didokumentasi apabila direkam. Tetapi merekam siaran tentu
bukan
kelaziman pendengar. Akibat kelemahan dokumentasi ini, tantangan
produksi program radio adalah bagaimana sekali informasi tersebut
mengudara dan hanya dengan sekali dengar, khalayak pendengar mampu
mencerna dan mengerti informasi tersebut. Itulah sebabnya radio dikenal
sebagai medium yang wajib melakukan pengulangan- pengulangan agar
pendengar semakin jelas memahami materi yang disiarkan. Sehingga
tugas utama seluruh anggota pemberitaan, memaksimalkan keselintasan
siaran radio menjadi kenyamanan pendengar.
3. Unggul dalam kecepatan
Siaran radio dengan karakter proses produksi siaran yang pendek, alias
tidak serumit dan sepanjang media cetak membuat informasi radio paling
depan dalam kecepatan distribusi informasinya. Radio disebut-sebut
sebagai “bisnis detik” artinya apa yang terjadi detik ini, radio mampu
menyiarkannya pada menit yang sama. Perkembangan teknologi
telekomunikasi seperti perangkat satelit dan seluler semakin memudahkan
radio menampilkan kecepatannya menyiarkan informasi.
4. Imajinatif
Karena produksi informasi di radio berbentuk suara, maka proses dan
dampak komunikasi yang diciptakannya juga berbeda. Dari satu sisi,
hanya suara dipandang sebagai kelemahan. Tetapi di sisi lain justru hanya
20
suara itulah yang paling kuat mengundang imajinasi pendengar. Karena
pendengar berusaha memvisualkan suara itu dalam benak masing-masing.
Akibat kekuatan imajnasi yang bisa sering tidak sama dengan realita,
siaran radio lebih segera menyentuh emosi dibandingkan dengan nalar.
Suara yang datang ketelinga pendengar sangat potensial mempengaruhi
perasaan pendengar.Berbeda dengan tulisan di media cetak yang lebih
banyak berproses di nalarnya baru keperasaan. Karena itu, programmer
radio harus sangat berhati-hati karena sebelum informasi mengudara,
menjadi sebuah keharusan untuk memperhitungkan dampaknya sebelum
menulis dan menyiarkan suatu program acara.
2.1.3.2 Manajemen Siaran Radio
Ada tujuh pendekatan pengajian pesan pada sebuah program yang
dikemukakan oleh Smith dalam Ritonga14 sebagai berikut:
1. Komedi
Pada umumnya orang sependapat bahwa orang suka tertawa. Jika
suatu programmemberi kesempatan kepada pendengar untuk tertawa
pada kesalahan dan tindakan yang lucu, mereka dapat melupakan untuk
sementara waktu masalah-masalah yang dihadapi.
14
M Jamiluddin Ritonga. Media Komunikasi Radio. 1996. Jakarta : Sinar Harapan. Hal 103
21
2. Konflik
Makin besar ancaman, makin menantang kesulitan-kesulitan untuk diatasi,
makin besar minat pendengar. Bahkan kebanyakan komedi didasarkan
pada konflik.
3. Partisipasi
Tiap program yang berhasil harus memilki unsur partisipasi pendengar di
dalamnya. Pendengar akan merasa langsung terpengaruh karena terlibat
pada apa yang sedang terjadi. Bila situasi yang disajikan sama dengan
yang terjadi
pada pendengar, juga memungkinkan pendengar merasa
terlibat pada suatu program.
4. Human interest
Umumnya orang tertarik akan manusia sebagai manusia. Mengenai apa
yang mereka pikirkan, bagaimana mereka bereaksi dalam situasi sulit, dan
bagaimana mereka mengatasi masalah-masalahnya, merupakan hal-hal
yang menarik minat manusia. Hal ini akan makin diminati, bila orang
yang dijadikan bahan siaran dikenal oleh pendengar
5. Jenis kelamin
Sebuah pendekatan yang sangat kuat bagi para remaja dan anak muda.
Lebih kuat lagi bagi wanita dibandingkan pria. Pendekatan jenis ini
biasanya diberikan pada situasi anak pria bertemu anak wanita dengan
romantis diantar dengan lagu-lagu bertema cinta. Ini dikenal sebagi unsur
minat atau daya tarik cinta (love interest).
22
6. Stimuli emosional
Pada dasarnya manusia senang menggunakan emosinya. Umumnya,
manusia akan mendapat kesenangan yang sesungguhnya dari membenci
kejahatan atau mendengarkan musik patriotik.
7. Pendekatan minor
Berkaitan dengan hal-hal baru, baik itu mengenai kepentingan maupun
informasi. Informasi itu sendiri mempunyai pendekatan yang kecil
(minor).namun, informasi akan memberikan pendekatan yang kuat jika
berhubungan langsung dengan kepentingan pendengar.
Ketujuh pendekatan tersebut dapat dikombinasikan satu dengan lainnya.
Kombinasi mana yang akan digunakan, bergantung pada tujuan program dan
target pendengar stasiun radio bersangkutan.
2.1.3.3 Program Radio
Salah satu aspek yang dapat menetukan keberhasilan sebuah stasiun radio
adalah berkaitan dengan program-program acara yang disiarkan. Program acara
yang menarik akan mendongkrak nilai jual serta menempatkan posisi stasiun
radio yang bersangkutan pada tempat yang terhormat.
Kata program berasal bersal dari bahasa Inggris programme atau program
yang berarti acara atau rencana. Undang-undang Penyiaran Indonesia tidak
menggunakan kata “program” untuk acara tetapi menggunakan istilah “siaran”
yang diartikan sebagai pesan atau rangkaian pesan dalam bentuk suara, gambar,
23
atau suara dan gambar yang berbentuk grafis, karakter, baik yang bersifat
interaktif maupun tidak, yang dapat diterima melalui perangkat penerima siaran.
Di Indonesia, program
lebih sering digunakan dalam dalam dunia
penyiaran daripada kata siaran untuk mengacu kepada pengertian acara.
Morissan mendefenisikan program sebagi hal yang ditampilkan stasiun
penyiaran untuk memenuhi kebutuhan audiennya.15 Sedangkan John R. Bittner
dalam Masduki, mengartikan program sebagai barang yang dibutuhkan orang
sehingga mereka bersedia mendengarnya.
Selanjutnya, dalam media komunikasi radio Omar Abidin Gilang
menuliskan bahwa program radio adalah rangkaian acara radio sepanjang hari.16
Program ini dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian berdasarkan
pembagian waktu, misalnya program siaran pagi, siang, sore dan malam hari.
Namun, pembagin ini tidaklah baku tetapi disesuaikan dengan
kebutuhan
stasiun radio yang bersangkutan.
Pendistribusian atau penempatan suatu acara siaran radio juga harus
disesuaikan dan sebaiknya didasari oleh hasil riset mengenai kebutuhan
khalayak, kemampuan khalayak dalam menyerap isi pesan, dan kebiasaan
dengar mereka. Misalnya untuk program pagi, acara apa saja yang bisa dimuat.
Umumnya, pagi hari merupakan jam sibuk bagi pendengar. Ibu rumah tangga
menyiapkan sarapan, remaja bersiap-siap kesekolah, sebagian bergegas untuk
15
16
Morissan. Manajemen Media Penyiaran. 2008. Jakarta :Kencana. Hal 200
M Jamiluddin Ritonga. Media Komunikasi Radio. 1996. Jakarta : Sinar Harapan. Hal 62
24
berangkat kekantor. Sebagai pengantar aktifitas mereka, sebaiknya pilih
musik yang bisa membangkitkan semangat. Selain musik, dapat disisipkan
informasi ringan mengenai cuaca, jalan raya, atau berita-berita aktual.
Sebagaimana stasiun radio pada umumnya, radio Hot Fm sendiri
memiliki berbagai macam program siaran berdasarkan waktu dan kebutuhan para
pendengar. Program Harian radio Hot Fm sebagai berikut :17
1. 05.00 – 05.30
Hikmah Fajar
Memiliki konsep acara religi yang berisi tentang pesan-pesan Al-Qur’an
dan Hadits agama islam.
2. 05.30 – 09.30
Memilki
Slagi Hot ( Selamat Pagi Hotners)
konsep
acara
obrolan
ringan,
isu
popular
dibawa
ringan/mengelitik, berkaitan dengan human interest, dan ucapan selamat
ulang tahun bagi pendengar.
3. 09.30 – 13.00
Symphony
Memiliki konsep acara program menemani aktivitas hotnerts di kantor
atau tempat aktivitas dan memberikan kasempatan hotnerts untuk
menyapa
relasi/rekan
kerja/klient
via
sms
sambil
menyimak
ringan/tips/hal-hal/ yang inspiratif.
4. 13.00 – 16.00
Relasi
Konsep acara program music show. Hotnerts bisa request lagu-lagu pop.
5. 16.00 – 19.00
17
Company Profile Radio Hot Fm
Beranda Sore
25
Setelah beraktivitas seharian kami akan “Menambah Semangat” sore
anda dan tetap membawa kondisi yang “penuh energy” untuk keluarga
atau orang tercinta di sekitar anda. membahas segala hal tentang
kehidupan baik yang serius maupun remeh temeh tapi sesungguhnya
penting bagi anda, dibawakan dengan ringan dan santai.
6. 19.00 – 22.00
Ekspresi
Memiliki konsep acara Musik easy listening dan hotners bisa berinteraksi
untuk mengekspresikan diri ketika penyiar menyampaikan sebuah topik /
tema. Interaksi dengan pendengar melalui line telepon dan SMS.
Tema/Topik bersifat umum seperti pengalaman seru, nostalgia akan masa
lalu ataupun kejadian hari ini.
2.1.3.4 Format Siaran Radio
Setiap stasiun radio pada dasarnya harus mempunyai format yang jelas.
Menurut Omar Abidin Gilang dalam Media Komunikasi Radio, format setiap
stasiun dapat menjadi ciri khas dari stasiun yang bersangkutan. Format
manjadipenting bagi suatu stasiun pemancara radio, karena akan berkaitan
dengan segmentasi khalayak.
Tujuan penentuan format siaran adalah untuk memenuhi sasaran khalayak
secara spesifik dan untuk kesiapan berkompetisi dengan media lainnya di suatu
lokasi siaran. Format siaran lahir dan berkembang seiring dengan tunt utan
spesialisasi siaran akibat maraknya pendirian stasiun radio.
26
Morissan mendefenisikan format sebagai penyajian program dan musik
yang memiliki ciri-ciri tertentu oleh stasiun radio. Secara lebih sederhana
dikatakan bahwa format stasiun radio penyiaran merupakan upaya pengelola
stasiun radio untuk memproduksi program siaran yang dapat memnuhi
kebutuhan audiennya.18
Sejalan dengan itu, Prayudha berpendapat bahwa format pada dasarnya
merupakan pengaturan elemen-elemen program, berupa musik, identitas stasiun,
informasi, dan spot komersial, ke dalam suatu susunan yang menarik untuk
mempertahankan segmen pendengar yang dicari stasiun penyiaran radio.19
Selanjutnya, Omar Abidin Gilang mengatakan bahwa format adalah
kemasan yang mengemas program pagi, siang, sore, malam, dan dini hari.
Kemasan ini menjadi ciri dari sebuah stasiun radio yang dapat dilihat dari siaran
kata dan atau musik.
2.1.3.5 Pendengar Radio
Pendengar merupakan orang – orang yang loyal dan sangat bersahabat.
Para pendengar ini memiliki rasa kekeluargaan yang sangat kuat terhadap
stasiun radio yang mereka dengarkan. Tetapi pendengar akan mematikan atau
18
Morissan. Manajemen Media Penyiaran. 2008. Jakarta :Kencana. Hal 220
Harley Prayudha. Radio Suatu Pengantar untuk Wacana dan Praktik Penyiaran. 2005. Malang :
Bayumedia Publishing. Hal 51
19
27
berpindah ke frekuensi radio lain apabila radio tersebut tidak menyiarkan siaran
sesuai keinginan pendengar.20
Pendengar radio terbagi menurut beberapa segmen. Mereka menjadi
pendengar setia atas format suatu siaran, disamping ada khalayak setia yang
sangat loyal terhadap satu stasiun favorit. Pendengar yang dapat dikatakan
benar-benar loyal terhadap sebuah stasiun penyiaran radio akan cenderung
melakukan pemilihan sesuai kebutuhan, keinginan, serta selera mereka masingmasing. Tetapi bisa saja pendengar tersebut hanya loyal terhadap satu program
acara pada stasiun penyiaran radio tersebut. Oleh karena itu, batasan pendengar
radio bibedakan menjadi suka atau tidak suka pada program siaran yang
ditawarkan oleh stasiun penyiaran radio.21
Dalam interaksinya dengan radio, ada enam macam perilaku mendengar.
Pertama, rentang konsentrasi dengarnya pendek karena menyimak radio
sambilmelakukan kegiatan lain. Kedua, perhatiannya dapat mudah teralih oleh
orang atau peristiwa di sekitarnya. Ketiga, tidak bisa menyerap informasi
banyak dalam sekali dengar karena daya ingat yang terbatas akibat dari aktivitas
mendengar yang selintas. Keempat, lebih tertarik pada hal – hal yang
mempengaruhi hidup mereka secara langsung. Kelima, secara mental mudah
mematikan radio. Keenam, umumnya pendengar tidak terdeteksi secara konstan
20
Harley Prayudha. Radio Suatu Pengantar untuk Wacana dan Praktik Penyiaran. 2005. Malang :
Bayumedia Publishing. Hal 65
21
Ibid. Harley. H.119
28
sehingga sulit untuk mengetahui apakah mereka pintar, heterogen dan tidak
fanatik.22
Tidak hanya medianya yang memiliki sifat-sifat khas, khalayak atau
pendengar
radio
pun
memilki
tipologi
tersendiri.
Masduki
mengklasifikasikan tipologi pendengar seperti pada tabel di bawah ini :23
Tabel 2.1
Tipologi Pendengar menurut Skala partisipasi Terhadap Acara Siaran
No.
22
Tipologi
1.
Pendengar Spontan
2.
Pendengar Pasif
3.
Pendengar Selektif
4.
Pendengar Aktif
Penjelasan
Bersifat kebetulan. Tidak berencana
mendengarkan siaran radio atau acara
tertentu
Suka mendengarkann radio untuk
mengisi waktu luang dan menghibur
diri, menjadikan radio sebagai teman
biasa.
Mendengarkan siaran radio pada jam
jam atau acara tertentu saja, fanatik
pada sebuah acara atau penyiar
tertentu, menyediakan waktu khusus
untuk mendengarkan.
Secara
regular
tak
terbatas
mendengarkan siaran radio, apapun,
dimanapun, dan aktif.
http://mengejar teknologi komunikasi.blogspot.com/2011/11/menganalisis dan memahami
tipologi.html diakses pada tanggal 15 maret 2015 pukul 21.30 WIB.
23
Masduki. Menjadi Broadcaster Profesional. 2004. Yogyakarta :Pustaka Populer Lkis. Hal 67
29
Hot Radio tidak dapat menghitung berapa banyak pendengar dengan
jumlah pasti, namun hanya bisa meraba melalui partisipasi pendengar yang
berinteraksi langsung dengan Radio Hot baik dalam acara on air maupun off
air. Jumlah pendengar yang terdata melalui interaksi line telepon dan sms
dalam sehari mencapai 126 pendengar.24 Pendengar ini terdiri dari pendengar
yang aktif mendengarkan siaran radio karena berinteraksi secara langsung.
2.1.4 Motif Penggunaan Media
Dalam penelitian ini kategori motif menggunakan radio yang dijadikan
acuan adalah kategori motif pengkonsumsian media menurut McQuail25.
Kategori dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Informasi, kebutuhan akan informasi yang bisa mempengaruhi atau
membantu seseorang menyelesaikan sesuatu.
a. Ingin mengetahui tentang kondisi yang berkaitan dengan lingkungan
terdekat, masyarakat dan dunia.
b. Ingin mendapat petunjuk atau bimbingan menyangkut berbagai
masalah praktis, pendapat dan hal-hal lain berkaitan dengan
penentuan pilihan.
c. Mencari pengetahuan untuk memperluas wawasan diri.
d. Memuaskan rasa ingin tahu dan minat umum.
24
Rekapitulasi data pendengar 88,2 Hot FM RADIO SERANG Periode bulan April 2015 tanggal 08
Dennis Mc. Quail. Teori Komunikasi Massa Suatu Pengantar. 1994. edisi kedua terjemahan oleh
Agus Dharma & Aminudin. Jakarta : Erlangga. Hal 56
25
30
Dalam hal ini sejalan dengan program Symphony Memiliki konsep
acara program menemani aktivitas hotnerts di kantor atau tempat aktivitas dan
memberikan kasempatan hotnerts untuk menyapa relasi/rekan kerja/klient via
sms sambil menyimak ringan/tips/hal-hal/ yang inspiratif.
2. Identitas pribadi, yakni menggunakan media untuk memperkuat dan
menonjolkan sesuatu yang penting dalam kehidupan atau situasi khalayak
tersendiri eksplorasi realitas.
a. Ingin menambah rasa percaya diri.
b. Menemukan penunjang nilai-nilai pribadi.
c. Menemukan modal perilaku.
d. Mengidentifikasikan diri dengan nilai-nilai (dalam media).
e. Meningkatkan pemahaman tentang diri sendiri.
Dalam hal ini sejalan dengan program acara Ekspresi yang disiarkan oleh
stasiun radio Hot Fm. Dimana konsep acaranya adalah musik easy listening dan
hotners bisa berinteraksi untuk mengekspresikan diri ketika penyiar
menyampaikan sebuah topic / tema. Interaksi dengan pendengar melalui line
telepon dan SMS. Tema/Topik bersifat umum seperti pengalaman seru, nostalgi
tentang masa lalu ataupun kejadian hari ini.
3. Integrasi dan interaksi sosial, menggunakan media untuk berhubungan
dengan orang lain.
a. Mencari pengetahuan tentang keadaan orang lain, empati sosial.
31
b. Mengidentifikasikan diri dengan orang lain dan meningkatkan rasa
memiliki.
c. Menemukan bahan percakapan dengan orang lain dan interaksi sosial.
d. Membantu menjalankan peran sosial.
Dalam hal ini sejalan dengan program acara Slagi Hot ( Selamat Pagi
Hotners) Memilki konsep acara obrolan ringan, isu popular dibawa
ringan/mengelitik, berkaitan dengan human interest, dan ucapan selamat ulang
tahun bagi pendengar.
4. Hiburan, kebutuhan akan pelepasan rutinitas dan masalah, melepaskan
tekanan atau emosi dan kebutuhan akan hiburan.
a. Bersantai.
b. Ingin melepaskan diri atau terpisah sari permasalahan.
c. Mengisi waktu luang.
d. Mengatasi rasa bosan.
e. Memperoleh kenikmatan jiwa estetis
Dalam hal ini sejalan dengan program acara Beranda Sore yang disiarkan
oleh stasiun radio Hot Fm. Dimana konsep acaranya setelah beraktifitas
seharian kami akan “menambah semangat” sore anda dan tetap membawa
kondisi yang “penuh energi” untuk keluarga atau orang tercinta di sekitar anda.
Membahas segala hal tentang kehidupan, baik yang serius maupun yang santai.
Tetapi dibawakan dengan cara yang ringan dan santai.
32
2.1.5 Kepuasan
Meski para peneliti yang berbeda memberikan label dan kategori
pemuasan secara berbeda, namun disini tak ada ukuran yang menandai
kesepakatan dikalangan peneliti tersebut. Empat kategori McQuail adalah
tipikal, dan beberapa peneliti lain tidak akan setuju dengan kategori tersebut
secara fundamental.
1. Diversi yaitu melarikan diri dari tekanan-tekanan rutinitas, melarikan diri
dari beban masalah, dan melepaskan emosi.
Setiap stasiun radio memiliki program-program sesuai kebutuhan
pendengarnya. Seperti Beranda Sore Setelah beraktivitas seharian kami akan
“Menambah Semangat” sore anda dan tetap membawa kondisi yang “penuh
energy” untuk keluarga atau orang tercinta di sekitar anda. membahas segala
hal tentang kehidupan baik yang serius maupun remeh temeh tapi
sesungguhnya penting bagi anda, dibawakan dengan ringan dan santai.
2. Relasi Personal yaitu menjalin hubungan Persahabatan dan Kegunaan
sosial.
“Persahabatan” adalah media sebagai kompensasi dalam bentuk yang
cukup jelas. Para ibu rumah tangga memiliki radio karena mereka menyenangi
adanya bunyi suara dirumah pada siang hari. Orang yang merasa kesepian atau
mendapatkan kesulitan dalam membangun relasi sosial yang nyata berpaling ke
media untuk persahabatan. Situasi sosial atau personal mereka tak
memungkinkan mereka untuk memuaskan kebutuhan mereka atas persahabatan
33
didunia nyata pemanfaatan “kegunaan sosial” biasanya merupakan syarat
sesuatu untuk dibicarakan. Media menyajikan pengalaman bersama, topik
percakapan bersama yang membanguun interaksi sosial menjadi jauh lebih
mudah. Jika semua teman-teman menyaksikan sebuah program Dan anda tidak,
anda merasa untuk sementara disingkirkan dari kelompok mereka.
Pernyataan diatas sejalan dengan program radio Hot Fm yang bernama
Relasi Konsep acara program music show. Hotnerts bisa request lagu-lagu pop
dimana program siaran tersebut berupa talkshow interaktif yang mengangkat
beragam topic yang sedang hangat dibicarakan.
3. Idetitas Pribadi yaitu Rujukan pribadi
Dengan istilah “rujukan pribadi”, McQuail menunjuk pada cara pemirsa
menggunakan sebuah program sebagai titik perbandingan langsung dengan
kehidupan nyata mereka.
Tabel 2.2 Identitas Pribadi
Asal-usul sosial kebutuhan khalayak
Media Menyajikan
Situasi Sosial :
a. Menghasilkan ketegangan dan
konflik.
b. Menciptakan kesadaran atas
masalah yang menuntut
perhatian.
c. Makin kecilnya peluang untuk
memuaskan kebutuhan tertentu.
d. Menyajikan ekspetasi
keakraban dengan materi media
tertentu.
a. Ketentraman.
b. Informasi.
c. Layanan komplementer
subtitusi, atau
suplementer.
d. Afirmasi dan
peneguhan.
e. Pengalaman bersama
untuk menjaga
keanggotaan dari
pengelompokanpengelompokan sosial
34
yang berharga.
4. Pengawasan
Ini merupakan kebutuhan informasi tentang dunia yang kompleks tempat
kita hidup. Studi-studi lain menunjukkan bahwa orang-orang yang bisa disebut
“pemuka pendapat” (opinion leader) dalam kehidupan sosial mereka
memanfaatkan media untuk informasi guna menjaga peran sosial mereka.
Sejalan dengan keterangan di atas stasiun radio Hot Fm memiliki program
yang sesuai dengan poin ke 4 yaitu program acara Ekspresi Memiliki konsep
acara Musik easy listening dan hotners bisa berinteraksi untuk mengekspresikan
diri ketika penyiar menyampaikan sebuah topik / tema. Interaksi dengan
pendengar melalui line telepon dan SMS. Tema/Topik bersifat umum seperti
pengalaman seru, nostalgia akan masa lalu ataupun kejadian hari ini.
2.2 Tinjauan Teori
2.2.1 Teori Uses and Gratification
Penulis menggunakan model Uses and Gratification (kegunaan dan
kepuasan) pertama kali diperkenalkan oleh Herbert Blumer dan Elihu Katz pada
tahun 1974. Teori ini menjelaskan, bahwa pengguna media memainkan peran
aktif untuk memilih dan menggunakan media tersebut. Artinya, teori Uses and
Gratification mengasumsikan bahwa pengguna mempunyai pilihan alternatif
untuk memuaskan kebutuhannya. Studi dalam bidang ini memusatkan perhatian
pada penggunaan (Uses) media untuk mendapatkan kepuasan (gratification)
35
atas kebutuhan seseorang. Oleh karena itu, sebagian perilaku besar khalayak
akan dijelaskan melalui berbagai kebutuhan (needs) dan kepentingan individu.
Elihu Katz ; Jay G. Blumler; dan Michael Gurevitch menguraikan lima
elemen atau asumsi-asumsi dasar dari Uses and Gratification Media sebagai
berikut:26
1. Audiens adalah aktif, dan penggunaan media berorientasi pada tujuan.
2. Inisiatif yang menghubungkan antara kebutuhan kepuasan dan pilihan
media spesifik terletak di tangan audiens
3. Media bersaing dengan sumber-sumber lain dalam upaya memuaskan
kebutuhan audiens
4. Orang-orang mempunyai kesadaran-diri yang memadai berkenaan
penggunaan media, kepentingan dan motivasinya yang menjadi bukti bagi
peneliti tentang gambaran keakuratan penggunaan itu.
5. Nilai pertimbangan seputar keperluan audiens tentang media spesifik atau
isi harus dibentuk.
Teori Uses and Gratification lebih menekankan pada pendekatan
manusiawi dalam melihat media massa. Artinya manusia itu mempunyai
wewenang untuk memperlakukan media. Konsumen media mempunyai
kebebasan untuk memutuskan bagaimana atau lewat media mana mereka
26
Onong Uchjana Effendi. Ilmu Komunikasi dan Praktek. 2004. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Hal 289
36
menggunakan media itu akan berdampak pada dirinya. Untuk menggunakan
media tersebut seseorang harus memiliki motif dan pemuasannya.
Model Uses and Gratification menunjukkan bahwa yang menjadi
permasalahan utama bukanlah bagaimana media mengubah sikap dan perilaku
khalayak, tetapi bagaimana media memenuhi kebutuhan pribadi dan sosial
khalayak. Riset Uses and Gratification berangkat dari pandangan komunikasi
(khususnya media massa) tidak mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi
khalayak. Inti teori dari Uses and Gratification adalah khalayak pada dasarnya
menggunakan media massa berdasarkan motif-motif tertentu. Media dianggap
berusaha memenuhi motif-motif khalayak dan jika motif ini terpenuhi maka
kebutuhan khalayak akan terpenuhi dan akan menghasilkan kepuasan.
Teori Uses and Gratification sejalan dengan penelitian yang akan diteliti
oleh peneliti, karena peneleti ingin mengetahui tingkat kepuasan pendengar
radio Hot Fm. Dimana khalayak dalam hal ini sebagai pendengar yang
membutuhkan informasi dan hiburan. Yang dimaksud Uses disini adalah
pengunaan suatu media, dimana media yang dimaksud adalah stasiun radio Hot
Fm. Sedangkan Gratification adalah kepuasan pendengar yang mendengarkan
siaran radio Hot Fm.
37
Gambar 2.1 Uses and gratification model
Nonmedia Sources
of
need Satisfaction
Social
Environment
Individual’s
Needs
1.Demograp
hic
Characteri
stic
2.Group
alfilliation
3.Personalit
y
1. Cognitive
needs
2. Affective
needs
3. Personal
integrative
needs
1. Family, friends
2. Interpersonal
communication
3. Hobbies
Mass Media Use
1. Media type,
newspaper,
radio,TV,
movies
2. Media countents
3. Exposure to
media,
4. Social context of
Media
Gratifications
1. Kepuasan
informasi
2. Kepuasan
identitas
pribadi
3. Kepuasan
interaksi
social
4. Hiburan
Sumber : Effendy, (2003: 293)
2.3 Kerangka Teori
Berdasarkan model uses ang gratification. Kerangka dasar tipoogi yang
disarankan oleh Mc. Quail dan kawan-kawan adalah sebagai berikut :27
27
Dennis Mc. Quail. Teori Komunikasi Massa Suatu Pengantar. 1994. edisi kedua terjemahan oleh
Agus Dharma & Aminudin. Jakarta : Erlangga. Hal 72
38
1. Informasi
-
Mencari berita tentang peristiwa dari kondisi yang berkaitan dengan
lingkungan terdekat, masyarakat dan dunia.
-
Mencari bimbingan menyangkut berbagai masalah praktis, pendapat
dan hal-hal yang berkaitan dengan penentuan pemikiran.
-
Memuaskan rasa ingin tahu dan minat umum
-
Memperoleh rasa damai melalui penambahan pengetahuan
2. Identitas pribadi
-
Menemukan penunjang nilai-nilai pribadi. Seperti mengetahui sisi
positif dan negatif di setiap dalam diri seorang individu.
-
Menemukan model prilaku. Agar setiap individu bisa lebih
meningkatkan rasa percaya diri.
-
Menidentifikasi diri dengan nilai-nilai lain (dalam media). Dengan
media diharapkan dapat membimbing diri ke nilai-nilai yang lebih
baik.
-
Meningkatkan pemahaman tentang diri sendiri. Untuk memperoleh
inspirasi dalam menguatkan kepribadian setiap individu.
3. Integrasi dan interaksi sosial
-
Memperoleh pengetahuan tentang orang lain; empati social. Seperti
memperluas lingkungan sosial.
-
Mengidentifikasi diri dengan orang lain dan meningkatkan rasa
memiliki. Seperti membentuk lingkungan sosial yang baru.
39
-
Menemukan bahan percakapan dan interaksi sosial. Bisa ikut
berpartisipasi dengan orang lain.
-
Memperoleh teman selain dari manusia. Media bisa menjadi teman
yang baik ketika seseorang merasa kesepian.
-
Membantu menjalankan peran sosial. Mengajarkan individu untuk
menjadi makhluk sosial terhadap sesama.
-
Memungkinkan seseorang untuk dapat menghubungi sanak keluarga,
teman dan masyarakat. Bisa lebih bersosialisasi dengan teman,
keluarga
dan
anggota
komunitas
untuk
meningkatkan
rasa
kebersamaan.
4. Hiburan
-
Melepaskan
diri
atau
terpisah
dari
permasalahan.
Seperti
menghilangkan setres.
-
Bersantai. Seperti menghilangkan rasa ketegangan.
-
Memperoleh kenikmatan jiwa dan estetis. Seperti menyalurkan hobi
dan jiwa seni yang dimiliki oleh setiap individu.
-
Mengisi waktu. Seperti menghilangkan rasa kebosanan.
-
Penyaluran emosi. Seperti berbagi pengalamann yang bersifat
menyenangkan dan emosional.
-
Membangkitkan gairah seks. Seperti memenuhi kebutuhan jasmani
seseorang.
40
Gambar 2.2 Kerangka Teori
Program Radio
(informasi dan hiburan)
Audience / Pendengar yang Mendengarkan
program siaran radio Hot Fm
Menurut Uses and Gratification khalayak pada dasarnya menggunakan
media massa berdasarkan motif-motif tertentu. Media dianggap
berusaha memenuhi motif-motif khalayak dan jika motif ini terpenuhi
maka kebutuhan khalayak akan terpenuhi dan akan menghasilkan
kepuasan.
Motif kepuasan yang dicari
1.
2.
3.
4.
Motif informasi
Motif identitas pribadi
Motif interaksi social
Motif hiburan
Kepuasan yang diperoleh
1.
2.
3.
4.
Kepuasan akan informasi
Kepuasan atas identitas
pribadi
Kepuasan atas interaksi
sosial
Kepuasan atas hiburan
Kepuasan pendengar setelah mendengarkan radio Hot Fm
41
2.4 Operasional Variabel
Tabel 2.4 Operasional Variabel
Kuesioner disusun berdasarkan tabel operasionalisasi konsep sebagai berikut :
Variabel
Dimensi
Indikator
Alat ukur
Skala
No. urut
pernyataan
Kepuasan informasi
- menambah wawasan
- berita baik disekitar
wilayah atau menyeluruh
- Berita yang disampaikan
mudah dipahami
- Informasi yang
disampaikan berskala
nasional maupun regional
- informasi dan kondisi yang
updatemenambahpengetah
uan informasi
Likert
1,2,3,4,5,6
mengetahui tingkat
Kepuasan identitas
-
kepuasan dalam diri
pribadi
Kepuasan
Untuk mencari
Pendengar Radio
kepuasan, manusia
Hot Fm
pada dasarnya memiliki
( Variabel X)
tujuan dan maksud
tertentu. Kepuasan
yang dicari merupakan
suatu pengertian yang
bertujuan untuk
manusia, dalam hal ini
-
peneliti ingin
mengetahui tingkat
-
kepuasan pendengar
radio. Penelitian ini
penyiar melakukan
interaksi melalui line
telepon untuk berbagi
pengalaman
penyiar yang berkarakter
frekuensinya mudah
diakses
kejernihan suaranya
memuaskan rasa
penasaran
7,8,9,10,11
menggunakan media
khususnya radio dalam
Kepuasan interaksi
memperoleh tingkat
sosial
-
kepuasan.
-
-
-
-
-
Mendengarkan siaran
membuat merasa senang
Mendegarkan siaran radio
karena ingin menjalin
interaksi dengan
pendengar lain
Mendengarkan radio hot
fm untuk menemani
aktivitas didalam
perjalanan atau rutinitas
lainnya
Mendengarkan radio hot
fm dapat berbagi
pengalaman dengan
pendengar hot fm lainnya
Program radio hot fm
memberikan dampak
yang membuat
pendengarnya semangat
lagi dalam beraktivitas
Program radio hot fm
sesuai dengan kebutuhan
pendengar
Mendengarkan radio hot
fm untuk mengisi waktu
12,13,14,15
,16,17,18
42
luang
Kepuasan hiburan
-
-
-
-
-
-
-
Mendengar siaran radio
hot fm untuk sejenak
melupakan aktivitas
Program radio hot fm
memberikan inspirasi
bagi pendengarnya
Mendengarkan radio hot
fm dapat menghilangkan
kejenuhan
Mendengarkan radio hot
fm hanya sekedar untuk
kesenangan
Mendengarkan radio hot
fm dapat meningkatkan
daya imajinasi
Mendengarkan radio hot
fm dapat membuat saya
merasa santai
Mendengarkan radio hot
fm dapat membuat saya
terhindar dari rasa
kesepian
19,20,21,
22,23,24,25
2.6 Penelitian Sebelumnya
Peneliti mengawali dengan menelaah penelitian terdahulu yang berkaitan
dan relevan dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Dengan
demikian, peneliti mendapatkan rujukan pendukung, pelengkap, pembanding
dan memberi gambara awal mengenai kajian terkait permasalahan dalam
penelitian ini. Dalam penelitian ini, peneliti meninjau dari peneliti sebelumnya
yang hampir mirip dengan peneliti di bawah ini.
Salah satu penelitian mengenai radio yang pernah dilakukan oleh Allan
Galiando28 dalam penelitiannya tentang Kepuasan Pendengar Terhadap Kualitas
28
Allan Galiando. Kepuasan Pendengar Terhadap Kualitas Siaran Radio Kalimaya Bhaskara Fm. 2006
Http://jurnalskripsi.com/analisa-kepuasan-pendengar-terhadap-kualitas-siaran-radio-kalimaybhaskara-
43
Siaran Radio Kalimaya Bhaskara FM. Timbulnya usaha di bidang jasa dewasa
ini mengakibatkan berkembangnya pasar jasa yang ditandai dengan banyaknya
produk-produk jasa yang ditawakan ke pasar. Hal ini berakibat munculnya
persaingan yang semakin ketat. Oleh karena itu, perusahaan jasa dituntut untuk
mampu menghasilkan produk jasa yang berkualitas guna memenangkan
persaingan. Salah satu bentuk bisnis jasa adalah penyiaran radio. Jasa penyiaran
radio disamping sebagai media hiburan, juga berfungsi sebagai media informasi
dan
pendidikan.
Kelangsungan
usaha
ini
sangat
tergantung
pada
kemampuannya untuk memberikan materi-materi siaran yang diinginkan oleh
para pendengar sebagai konsumennya.
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dimensi kualitas
pelayanan yang terdiri dari kehandalan (reliability), tanggapan (responsiveness),
perhatian (empathy), jaminan (assurance) dan bukti fisik (tangibles) yang
kemudian dijabarkan menjadi beberapa atribut variabel. Metode analisa yang
digunakan dalam penelitian ini adalah Analisa Kepentingan-Kinerja (Important
Performance Analysis). Tingkat kinerja Radio Kalimaya Bhaskara berdasarkan
pada penilaian pendengar atas atribut kualitas siaran berkisar antara 379 sampai
dengan 400. Atribut yang pelaksanaannya paling tinggi adalah kekuatan
frekuensi. Sedangkan item yang pelaksanaannya paling rendah adalah cara
fm-studi-pada-mahasiswa-brawijaya-malang.pdf diakses pasa tanggal 26 Januari 2015 pukul 15.20
WIB.
44
penyampaian informasi, sehingga atribut yang dianggap pelaksanaannya paling
baik adalah kekuatan frekuensi. Berdasarkan pada nilai kesesuaian dan kuadran
pada diagram kartesius dapat diketahui bahwa item kesediaan dalam
menanggapi saran dan kritik merupakan prioritas utama dalam melakukan
perbaikan.
Penelitian selanjutnya berjudul Analisis Statistika Mengenai Kepuasan
Pendengar Radio Terhadap Radio Istara di Surabaya oleh Grezti Ristanti29 dari
Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Radio Istara merupakan radio swasta
yang berada di Surabaya dan tereknal sebagai radio dugem karena acara-acara
off air yang diadakan.
Namun, dua tahun terakhir Radio Istara berusaha
mengubah image tersebut menjadi radio anak muda dengan program-program
yang bervariasi dan kreatif.selain merubah program acara, Radio Istara juga
terus meningkatkan layanan lain seperti kualitas penyiar, kejernihan suara,
kemudahan menelepon dll.
Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian
mengenai kepuasan pendengar Radio Istara terhadap layanan yang diberikan
radi istara. Analisis yang dilakukan yaitu dengan statistika deskriptif untuk
mengetahui karakteristik pendengar istara sedangkan analisis harapan serta
kepuasan pendengar Radio Istara dengan menggunakan diagram kartesius dan
analisis faktor. Hasil analisa menunjukkan bahwa pendengar radio di Surabaya
29
Grezti Ristanti. Kepuasan Pendengar Radio Terhadap Radio Istara di Surabaya. 2009.
http://digilib.its.ac.id/ITS-undergraduate.pdf diakses pada tanggal 26 Januari 2015 pukul 16.15 WIB.
45
pada penelitian ini sebagian besar mendengarkan Radio EBS, Istara dan Mradio.
Mayoritas pendengar untuk ketiga radio tersebut menurut intensitas dalam
mendengarkan Radio berturut-turut adalah 18-20 tahun (EBS), 24-26 tahun
(Istara), 18-20 tahun (Mradio). Kelebihan Radio Istara menurut pendengar pada
penelitian ini adalah penyiar
memiliki ciri khas
dan berwawasan luas,
sedangkan atribut yang perlu ditingkatkan adalah jumlah lagu pop diperbanyak
serta up to date. Faktor yang mempengaruhi kepuasan pendengar adalah
kualitas penyiar, program musik yang ditawarkan kreatif dan menarik,
informasi yang disiarkan lengkap dan aktual.
Penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh mahasiswi Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah yaitu oleh Iretta Alfazriani30 dengan judul penelitian
Pengaruh Kepuasan Pendengar Terhadap Loyalitas Pendengar Radio Sheba Fm.
Dewasa ini kebutuhan informasi menjadi kebutuhan yang sangat penting.
Kebutuhan akan informasi dapat diperoleh salah satunya melalui radio. Hal ini
menyebabkan
bermunculuan
berbagai
radio.
Banyaknya
radio
bermunculan menyebabkan terjadinya persaingan yang ketat antara
dalam
menarik
konsumennya
supaya
yang
radio
tertarik mendengarkan radionya.
Adapun station radio yang menjadi media informasi bagi masyarakat, salah
satunya adalah radio sheba fm. Bagi sebuah radio pendengar merupakan bagian
30
Iretta Alfazriani. Pengaruh Kepuasan Pendengar Terhadap Loyalitas Pendengar Radio Sheba Fm.
2011. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/iretafazriani.pdf diakses pada 26 Januari 2015
pukul 21.38 WIB.
46
yang sangat penting. Terdapat dua tipe pendengar yaitu pendengar aktif dan
pendengar pasif. Pendengar adalah kekayaan bagi sebuah radio. Sampel dalam
penelitian ini adalah 150 pendengar Radio Sheba, diambil dari 300 pendengar
yang terkumpul dalam 993 Frends dan Paguyuban Pari. Kemudian sampel
tersebut diberikan angket kepuasan pendengar dan loyalitas pendengar. Jawaban
terhadap skala kepuasan dan loyalitas diukur kemudian digunakan unyuk
membagi tiga kategori, tinggi, sedang dan rendah. Analisis data pada penelitian
ini menggunakan uji korelasi pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian
kepuasan dengan loyalitas pendengar memiliki hubungan yang signifikan.Hasil
analisis selanjutnya dengan menggunakan uji regresi menunjukan bahwa
variabel responsivitas dan empati memberikan sumbangsih yang signifikan.
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui apakah ada perbedaan
virginity value ditinjau dari big five personality. Hasil dari penelitian ini adalah
Pengaruh Kepuasan Pendengar Terhadap Loyalit Pendengar Radio Sheba Fm
Memiliki Hubungan yang Signifikan Kepuasan dengan Loyalit Pendengar
Radio Sheba Fm. Persamaan penelitian ini adalah meneliti tentang kepuasan
pendengar radio.
Penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh mahasiswi Universitas
Bengkulu yaitu oleh Rachman Rangkuti31 dengan judul penelitian Analisis
31
Rachman Rangkuti. Analisis Program Siaran yang Mempengaruhi Kepuasan Pendengar Radio
Swaraunib 99,2 FM pada Mahasiswa Universitas Bengkulu. 2013. http://repository.unib.ac.id/3379/
diakses pada 07 Maret 2015 pukul 20.38 WIB.
47
Program Siaran yang Mempengaruhi Kepuasan Pendengar Radio Swaraunib
99,2 FM pada Mahasiswa Universitas Bengkulu. Radio merupakan salah satu
jenis media usaha hiburan dan informasi, mempunyai dua jenis konsumen, yaitu
pendengar dan pemasang iklan. Dimana secara teoritis hubungan kedua
konsumen tersebut berbanding lurus yang artinya semakin banyak yang
mendengarkan, maka semakin banyak pula yang memasang iklan dan ini
menjadi income bagi perusahaan radio tersebut. Banyaknya pendengar ini
tergantung dari sebuah radio untuk bisa menyajikan program siaran yang
menjadi kebutuhan serta keinginan pendengar untuk mendapatkan kepuasan
dalam mendengarkan siaran suatu radio. Radio sebagai media komunikasi
mutlak dipahami sebagai media komunikasi masa, dimana didalamnya
menyangkut berbagai aspek yang perlu mendapatkan pemahaman yang
mendasar Penelitian ini dilakukan pada radio SwaraUNIB 99,2 FM yang
mempunyai pangsa pendengar dominan anak muda (pelajar dan mahasiswa).
Kemudian pada penelitian ini yang menjadi respondennya adalah mahasiswa
Universitas Bengkulu. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah
program siaran yang ditawarkan dapat mempengaruhi kepuasan konsumen
(pendengar) dalam memilih siaran yang berkualitas pada Radio SwaraUNIB
99,2 FM. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah accidental
sampling dan dilakukan dalam waktu 1 minggu dan mendapatkan 100
responden mahasiswa Universitas Bengkulu. Dengan menggunakan kuesioner
sebagai metode pengumpulan datanya.Metode analisis yang digunakan adalah
48
kualitatif dan kuantitatif. Dari analisa kuantitatif dengan menggunakan metode
regrresi linier berganda, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : Y =
0,406 + 0,127X R2 = 0,331 R = 0,575 Dari persamaan koefisien regresi tersebut
dapat diketahui bahwa variabel X mempunyai pengaruh yang positif terhadap
variabel Y, dengan nilai koefisien determinasi (R2) 0,331 dan koefisien korelasi
berganda (R) sebesar 0,575.
Penelitian terakhir yang dilakukan oleh mahasiswi Universitas Bengkulu
yaitu oleh Moch. Ali Syamsudin32 dengan judul penelitian Analisis Perilaku
Dan Tingkat Kepuasan Pendengar Anak Muda Radio Wijaya FM Surabaya.
Pertumbuhan radio-radio swasta di Surabaya dalam 10 tahun terakhir ini sangat
pesat, terutama pada gelombang FM (Frequensi Modulation). Kini jumlah
stasiun radio bergelombang FM di Surabaya mencapai 12 buah. Hal
menyebabkan persaingan antar stasiun semakin ketat dalam memperebutkan
audience, belum lagi ditambah dengan perkembangan teknologi tape recorder
yang dilengkapi dengan remote control yang menyebabkan semakin mudahnya
audience untuk mengubah gelombang radio apabila program acara yang
didengarkan tidak enak dan juga kue iklan yang semakin mengecil sebagai
imbas dari krisis ekonomi yang terjadi belakangan ini Hal ini bertujuan untuk
mengetahui segmentasi, perilaku mendengarkan, tingkat ekspektasi dan persepsi
32
Moch. Ali Syamsudin. Analisis Perilaku Dan Tingkat Kepuasan Pendengar Anak Muda Radio
Wijaya FM Surabaya. 2013.http://repository.unib.ac.id/id/eprint/3379 diakses pada 07 Maret 2015
pukul 20.48 WIB.
49
sehingga dapat diketahui tingkat kepuasan pendengar anak muda. Dari
pengolahan data, maka dapat diketahui latar belakang pendengar anak muda dan
perilaku mendengarkan anak muda secara umum, dapat mengelompokan
pendengar anak muda menjadi 3 segmen yaitu segmen affluent, achiever dan
loner, selain itu dapat mengetahui variabel-variabel yang menimbulkan
terjadinya kesenjangan. sehingga sebagai langkah terakhir dalam penelitian ini
dilakukan usulan perencanaan strategi pemasaran dan perbaikan kepada P. T
Wijaya FM. Hasil yang didapat adalah bahwa terjadi kesenjangan terhadap
beberapa variabel pada ketiga segmen gaya hidup, sehingga pihak manajemen
sebaiknya berusaha untuk melakukan perbaikan terhadap variabel-variabel yang
memiliki kesenjangan, sehingga pendengar anak muda menjadi puas dalam
mendengarkan radio wijaya. Penelitian ini diharapkan dapat membantu P.T.
Wijaya FM untuk memperbaiki kualitas acara dan penyiamya sehingga
pendengar anak mudanya semakin betah dalam mendengarkan radio Wijaya.
50
51
BAB III
Metodologi Penelitian
3.1 Metode Penelitian
Peneliti pada hakikatnya merupakan suatu upaya untuk menemukan
kebenaran atau untuk lebih membenarkan kebenaran. Dalam penelitian ini
peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan sifat deskriptif.
Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang dapat menggambarkan atau
menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat digeneralisasikan. Dengan
deemikian tidak terlalu mementingkan kedalaman data atau analisis data.
Peneliti lebih mementingkan aspek keluasan data sehingga data atau hasil riset
dianggap representasi dari seluruh populasi.33
Dalam riset kuantitatif, peneliti dituntut bersikap objektif dan memisahkan
diri dari datanya. Artinya, peneliti tidak boleh membuat batasan konsep ataupun
alat ukur data sekehendak hatinya sendiri. Semua harus objektif dengan diuji
dahulu apakah batasan konsep dan alat ukurnya sudah memenuhi prinsip
reabilitas dan validitas.
Sifat deskriptif dalam penelitian hanya bertujuan untuk memaparkan
situasi atau peristiwa, tidak menjelaskan hubungan, atau membuat prediksi.
33
Racmat kriyantono. Teknik Praktis Riset Komunikasi. 2009. Hal 55
52
Karateristik data diperoleh dengan ukuran kecenderungan pusat atau ukuran
sebaran. Penelitian deskriptif menggambarkan realitas yang sedang terjadi tanpa
menjelaskan hubungan.34
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan
pendengar radio Hot Fm berdasarkan motif – motif yang terdapat pada indikator
dalam tabel operasional variable. Dalam penelitian ini, penulis bermaksud untuk
menggambarkan atau memaparkan motif apa saja yang mendasari pendengar
untuk mendapatkan kepuasan.
3.2 Teknik Penelitian
Penelitian ini menggunakan teknik survei. Survei adalah metode riset
dengan mengggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data.
Tujuannya untuk memperoleh informasi tentang sejumlah responden yang
dianggap mewakili populasi tertentu. Dalam survei proses pengambilan data
dan analisi data sosial bersifat sangat terstruktur dan mendetail melalui
kuisioner sebagai instrument utama untuk mendapatkan informasi dari sejumlah
responden yang diasumsikan mewakili populasi secara spesifik.35
Peneliti akan menggunakan metode survei dan mengaplikasikannya dalam
kuesioner yang akan disebarkan kepada sampel-sampel yang sudah ditentukan.
Penelitian ini akan dilakukan terhadap pendengar yang mendengarkan radio Hot
34
35
Ibid Hal 55
Ulber Silalahi. Metode Penelitian Sosial. 2010. Bandung : Refika Aditama. Hal 60
53
Fm untuk mengetahui hasil yang diperoleh dari variabel tingkat kepuasan
pendengar radio Hot Fm.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat
digunakan peneliti untuk mengumpulkan data.36 Ada beberapa teknik
pengumpulan data yang dapat dilakukan oleh peneliti. Pada penelitian ini
mengunakan metode penelitian kuantitatif, maka pengumpulan data yang
dilakukan adalah:
3.3.1 Kuesioner
Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh responden.37
Kuesioner yang akan dibuat oleh peneliti berisi pertanyaan dan pernyataan
sesuai dengan objek penelitian yang akan disebarkan kepada responden yang
telah ditentukan. Kuesioner ini dibuat berdasarkan kerangka operasional.
Pertanyaan atau pernyataan pada penelitian ini berkaitan dengan variabel
tingkat kepuasan pendengar radio Hot Fm.
Peneliti menggunakan skala Likert sebagai skala pengukurannya.
Dalam skala Likert akan dibuat serangkaian pernyataan dalam kuesioner yang
diisi oleh responden. Setiap responden diminta menjawab atau mengisi
36
37
Rachmat Kriyantono. Teknik Praktis Riset Komunikasi. 2009. Hal 94
Ibid. Hal 141
54
pernyataan dalam kuesioner yang mengacu pada pengukuran skala likert.
Pada skala likert umumnya menggunakan 5 pilihan jawaban yang terdiri dari
“sangat setuju”, “setuju”, “ragu-ragu”, “tidak setuju” dan “sangat setuju”.
Namun dalam penelitian ini hanya menggunakan 4 pilihan jawaban. Hal ini
dilakukan untuk menghindari jawaban keragu-raguan dari responden bila
disediakan jawaban ditengah. Peneliti menganggap bahwa jawaban ragu-ragu
adalah jawaban yang tidak konsisten sehingga tidak perlu dicantumkan.
Disediakan jawaban ditengah-tengah akan menghilangkan banyaknya data
dalam riset, sehingga data yang diperlukan banyak yang hilang. Jawaban
ragu-ragu ini mencangkup juga cukup sering, cukup puas, agak, sedang, dan
lainnya.38 Adapun skala pengukuran adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1
Skor Penilaian Berdasarkan Skala Likert
38
Jawaban
Skor
Sangat Setuju
5
Setuju
4
Tidak Setuju
2
Sangat Tidak Setuju
1
Rachmat Kriyantono. Teknik Praktis Riset Komunikasi. 2009. Jakarta: Kencana. Hal 137
55
3.5 Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek
yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dari kemudian ditarik kesimpulannya.39 Populasi dalam
penelitian ilmiah juga merujuk pada istilah untuk menyebutkan serumpun atau
sekelompok objek yang menjadi sasaran penelitian. Dalam penelitian ini
populasinya adalah jumlah pendengar aktif yang mendengarkan siaran radio
Hot Fm dengan jumlah keseluruhan pendengar sebanyak 126 pendengar.40
Sedangkan sampel adalah suatu bagian dari populasi yang akan diteliti dan
yang dianggap dapat menggambarkan populasinya. Sampel secara sederhana
diartikan sebagai bagian dari populasi yang menjadi sumber data sebenarnya
dalam penelitian, dengan kata lain sampel adalah bagian dari populasi yang
mewakili seluruh populasi. Karena jumlah populasi yang cukup besar tersebut,
maka ditentukan jumlah sampel yang akan diteliti syaratnya adalah pendengar
yang mengetahui radio Hot Fm. Dalam penelitian ini karena sampel sudah
diketahui secara pasti dan menetap, maka sampelnya bersifat simple random
sampling. Probality sampling, merupakan teknik sampling yang memberikan
peluang yang sama bagi seluruh angota populasi untuk dipilih menjadi
39
40
Bungin. Metode Penelitian Kuantitatif. 2009. Jakarta: Kencana. Hal 90
Daftar rekapitulasi pendengar aktif Hot Fm hari rabu tanggal 08 april 2015
56
sampel.41 Dalam hal ini peneliti memerlukan sampel yang representatif karena
penelitian ini menggunakan riset kuantitatif. Sampel yang representatif dapat
diartikan bahwa sampel tersebut mencerminkan semua unsur dalam populasi
secara proporsional atau memberikan kesempatan yang sama pada semua unsur
populasi yang dipilih, sehingga dapat mewakili keadaan yang sebenarnya dalam
keseluruhan populasi.
Populasi yang berjumlah lebih dari 100 orang memungkinkan peneliti
melakukan penarikan sampel dengan rumus Yamane dengan tingkat kesalahan
10%. Berikut ini adalah perhitungan dengan menggunakan rumus Yamane :
݊=
ே
ேௗ మ ାଵ
Keterangan: n = Ukuran Sampel Penelitian
N = Ukuran Populasi Responden
e
=
Kelonggaran
ketidaktelitian
karena
kesalahan
pengambilan sampel yang dapat ditolerir, misalnya 10%,
kemudian d ini dikuadratkan.
Berdasarkan sumber data jumlah penelitian pada pendengar aktif di
stasiun radio Hot Fm, berjumlah 126 orang dan berdasarkan rumus di atas
sampel dalam penelitian ini adalah:
41
Nanang Martono. Metode Penelitian Kuantitatif. 2010. Jakarta: Rajawali Pers. Hal 67
57
N = 126
d = 10% = 0,1
Jawab:
݊=
126
126 (0,1)ଶ + 1
=
݊=
126
2.26
݊ = 55,75
= Dibulatkan menjadi 56 Orang
3.6 Teknik Sampling
Simple random sampling adalah suatu tipe sampling probabilitas, dimana
peneliti dalam memilih sampel dengan memberikan kesempatan yang sama
kepada semua anggota populasi untuk ditetapkan sebagai anggota sampel.
Dengan teknik semacam itu maka terpilihnya individu menjadi anggota sampel
benar-benar atas dasar faktok kesempatan (chance), dalam arti memiliki
kesempatan yang sama, bukan karena adanya pertimbangan subjektif dari
peneliti.42 Penarikan sampel dilakukan berdasarkan luas jangkauan siar radio
Hot Fm. Yaitu meliputi wilayah Kota Serang, Kabupaten Serang, Anyer, Kota
Cilegon, Merak, Pandeglang
42
Sugiyono. Statistik Untuk Penelitian. 2012. Bandung: Alfabeta. Hal 64
58
3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Data
3.7.1 Uji Validitas
Uji validitas dimaksudkan untuk menyatakan sejauh mana instrument
(kuesioner) akan mengukur dengan apa yang ingin diukur. Pengujian instrumen
dilakukan dengan teknik analisis item instrumen. Yaitu dengan cara
mengkorelasikan skor tiap item variabel pertanyaan independen dengan skor
total pertanyaan variabel tersebut dengan menggunakan koefisien korelasi (r).
Apabila angka korelasi yang diperoleh diatas angka r tabel maka penyataan itu
valid. Uji validitas dan Uji reliabilitas dalam penelitian penulis menggunakan
program aplikasi SPSS (Statistic Package Social Science) versi 21. Uji validitas
dalam
penelitian
dilakukan
untuk
memastikan
bahwa
masing-masing
pernyataan yang diajukan kepada responden telah dinyatakan valid atau tidak.
Variabel yang diteliti pada penelitian ini adalah variabel tingkat kepuasan
pendengar radio Hot Fm.
3.7.2 Uji Reliabilitas
Setelah melakukan uji validitas, peneliti melakukan uji reliabilitas yang
bertujuan untuk mengetahui konsistensi hasil pengukuran variabel. Pengukuran
yang reliable akan menunjukan instrument yang sudah dipercaya pula. Peneliti
59
akan menguji kehandalan dengan menghitung dari masing-masing instrument
dalam suatu variabel.43
Kriteria uji reliabilitas :
Tabel 3.2
Tingkat Reabilitas Berdasarkan Tingkat Alfa
Alpha
Tingkat Reliabilitas
0,00 s/d 0,20
Kurang Reliabel
>0,20 s/d 0,40
Agak Reliabel
>0,40 s/d 0,60
Cukup Reliabel
>0,60 s/d 0,80
Reliabel
>0,80 s/d 1,00
Sangat Reliabel
3.7.3 Hasil Uji Validitas dan Realibilitas
Menentukan besarnya nilai r tabel dengan ketentuan df = jumlah kasus – 2
atau 56 – 2 = 54 dengan tingkat signifikasi sebesar 5% atau 0,05 , angkanya =
0,2632. Analisis output dapat dilihat pada bagian Pearson Correletad.
Tabel 3.3
Hasil Perhitungan Uji Validitas
Item Penyataan
Pernyataan 1
Pernyataan 2
43
Pearson
Correlation (r
hitung)
0,538
0,374
r Tabel
(signifikansi
0,05)
0,263
0,263
Keterangan
Valid
Valid
Rachmat Kriyantono. Teknik Praktis Riset Komunikasi.2009. Jakarta: Kencana. Hal 141
60
Pernyataan 3
0,495
0,263
Valid
Pernyataan 4
0,547
0,263
Valid
Pernyataan 5
0,465
0,263
Valid
Pernyataan 6
0,540
0,263
Valid
Pernyataan 7
0,340
0,263
Valid
Pernyataan 8
0,304
0,263
Valid
Pernyataan 9
0,538
0,263
Valid
Pernyataan 10
0,615
0,263
Valid
Pernyataan 11
0,417
0,263
Valid
Pernyataan 12
0,431
0,263
Valid
Pernyataan 13
0,615
0,263
Valid
Pernyataan 14
0,415
0,263
Valid
Pernyataan 15
0,492
0,263
Valid
Pernyataan 16
0,395
0,263
Valid
Pernyataan 17
0,495
0,263
Valid
Pernyataan 18
0,456
0,263
Valid
Pernyataan 19
0,522
0,263
Valid
Pernyataan 20
0,540
0,263
Valid
Pernyataan 21
0,360
0,263
Valid
Pernyataan 22
0,371
0,263
Valid
Pernyataan 23
0,415
0,263
Valid
Pernyataan 24
0,418
0,263
Valid
Pernyataan 25
0,307
0,263
Valid
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Hasil analisis tersebut menunjukkan seluruh item pernyataan pada tabel
tersebut > 0,263 adalah valid
Tabel 3.4
Hasil Perhitungan Uji Reabilitas
Cronbach's
Alpha
.842
N of Items
25
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
61
Hasil output SPSS tersebut menunjukkan tabel reability coefficients yang
terlihat sebagai cronchbach’s alpha 0,842 > 0,60. Dapat disimpulkan bahwa konstruk
pertanyaan tersebut adalah sangat reliable
3.8 Analisis Data
Analisis
data
adalah
pengolahan
data
yang
diperoleh
dengan
menggunakan rumus atau aturan-aturan yang ada sesuai dengan pendekatan
penelitian.44 Analisi data ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji hipotesis
dalam rangka penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini, meliputi :
3.8.1 Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data
dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang terkumpul
sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk
umum atau generalisasi.45 Dalam analisis deskriptif ini perhitungan yang
digunakan untuk mengetahui tingkat persentase skor jawaban masing-masing
variabel dengan rumus sebagai berikut :
44
Sugiyono. Statistik Untuk Penelitian. 2012. Bandung: Alfabeta. Hal 147
45
Ibid. Hal 148
62
%=
݊
× 100%
ܰ
Keterangan :
n = Skor empiric (skor yang diperoleh)
N = Jumlah skor atau nilai (skor ideal)
Perhitungan deskriptif persentase ini mempunyai langkah-langkah sebagai
berikut :
1. Menentukan persentase maksimal
2.
ܵ݇‫݈ܽ݉݅ݏ݇ܽ݉ ݎ݋‬
× 100%
ܵ݇‫݈ܽ݉݅ݏ݇ܽ݉ ݎ݋‬
4
× 100% = 100%
4
Menentukan angka persentase minimal
ܵ݇‫݈ܽ݉݅݊݅݉ ݎ݋‬
× 100%
ܵ݇‫݈ܽ݉݅ݏ݇ܽ݉ ݎ݋‬
1
× 100% = 25%
4
3. Menentukan kelas interval kelas persentase, diperoleh dari pembagian
kriteria terhadap rentang persentase (100% - 25% = 75%), maka didapat
75% : 4 = 18.75%
Untuk mengetahui tingkat kriteria tersebut, selanjutnya skor yang
diperoleh (dalam%) dengan analisis deskriptif persentase diperoleh
sebagai berikut :
63
Tabel 3.5
Kriteria Analisis Deskriptif Persentase
82% – 100%
Sangat Kuat
63% – 81%
Kuat
44% – 62%
Cukup
25% – 43%
Lemah
6% – 24%
Sangat lemah
(Sumber : Olahan Peneliti)
3.9 Lokasi dan Jadwal Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di wilayah yang mengcover jangkauan
siar radio Hot Fm. Adapun rencana waktu Penelitian yang akan dilaksanakan
sebagaimana berikut:
Tabel 3.6
Tabel Pelaksanaan Penelitian
NO
KEGIATAN
PENELITIAN
1
2
3
2
3
4
5
6
7
Pra riset (observasi awal)
Awal Bimbingan Bab I-III
Penyusunan Bab I, II dan Bab III
Sidang Outline
Penelitian
Penyusunan Hasil Penelitian
Bimbingan Bab IV dan V
Penyempurnaaan Laporan
Persiapan Sidang
JAN
FEB
BULAN
MART APRIL
MEI
JUN
JUL
64
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Objek Penelitian
4.1.1 Profil Hot Radio
Radio sebagai salah satu media komunikasi masa memiliki banyak
keunggulan dibanding media
media-media komunikasi lainnya. Yang paling penting
utama adalah efektifitas dalam segi biaya, karena komunikasi yang dilakukan
menjadi terarah (sesuai segmen). Selain itu fak
faktor
tor kedekatan lokal juga
membuat radio lebih unggul dibanding media lainnya. Jadi, jika anda mencari
media yang efektif
fektif menjangkau target audiens yang spesifik dengan lebih
personal, sudah saatnya Anda berf
berfikir
ikir untuk memilih media radio.
(Logo Radio Hot Fm)
88,2 FM HOT Radio: Today’s Best Music Mulai mengudara pada 26 Juli
2004, yang dijadikan sebagai tanggal lah
lahirnya 88,2 FM HOT Radio Serang,
Serang
radio ini mengudara selama 24 jam. 88,2 FM HOT Radio Serang kini hadir
dengan konsep yang lebih tajam, yaitu sebagai media radio yang mengerti
65
kebutuhan pria/wanita, usia 15-40 tahun, status ekonomi sosial (SES) Menegah
dan Menengah-Atas, seorang investor yang suka dengan tantangan-tantangan
baru, berwawasan luas dengan percaya diri tinggi, menjadi pemimpin
perubahan dan terbuka terhadap ide dan teknologi baru, suka mengekspresikan
diri dan menikmati hidup.
88,2 FM HOT Radio Serang menemani pendengar melalu sajian musik
terbaik atau lagu-lagu yang sudah mapan, selain itu juga memutarkan lagu-lagu
tanpa meninggalkan sisi informasi yang dinamis dan responsif terhadap
perkembangan/isu terkini, seiring dengan perubahan yang terus terjadi dan
semakin derasnya arus informasi.
Dengan kata lain, HOT Radio Serang adalah tempat dimana sajian musik
terbaik hadir untuk memanjakan para hotners. Lass Talk More Music. HOT
Radio memiliki keunggulan dibandingkan dengan radio-radio lain di Kota
Serang, yaitu satu-satunya radio yang mengudara 24jam non-stop dan satusatunya radio yang dipercaya sebagai media partner Java Jazz, Rock in Line dan
Show Nation, tahun ini sudah memasuki tahun ke-6. Untuk jangkauan
Frekuensi HOT Radio sendiri yaitu menjangkau wilayah Serang-PandeglangCilegon. Bonusnya jika cuaca sedang bagus, Hot Radio bisa didengar sampai
daerah puncak Bogor dan Lampung.
66
Selain itu, HOT Radio juga tidak hanya terfokus pada kepentingannya
sendiri, namun juga HOT Radio peduli sekali terhadap lingkungannya bentuk
nyatanya yaitu dengan melakukan program CSR, contoh progam CSR yang
telah dilakukan HOT Radio yaitu bersama Yamaha melakukan pembagian
tempat sampah gratis, donor darah, fogging dan masih banyak kegiatan lainnya.
Berikut profil singkat 88,2 Fm HOT Radio :
1. Manajemen
: PT. Radio Hutama Orkestra Trendi Serang
2. Nama Udara
: 88,2 FM HOT Radio Serang
3. Slogan
: Today’s Best Music
4. Frekuensi
: FM 88,2 MHz
5. Panggilan Pendengar : Hotners
6. Alamat
: Jln. Raya Petir No. 88 Cipocok Jaya – Serang 42121
7. Telepon/Fax
: 0254 – 220 455
8. Website
: http://www.hotradioserang.com
9. Email
:
[email protected]/[email protected]
10. Facebook
:
http://www.facebook.com/882fmhotradioserang
11. Twitter
12. Contact Person
13. Coverage Area
: @hotradiofm
: - Cahyonoadi RS
Email
: [email protected]
[email protected]
Phone
: 0811 846 242
- Gasa
Email
: [email protected]
Phone
: 0817 0720 181
: Kota Serang, Kabupaten Serang, Anyer, Kota
Cilegon,Merak, Pandeglang dan sekitarnya.
67
4.2 Deskripsi Data
4.2.1 Analisis Data Responden
Untuk mengetahui tingkat kepuasan pendengar radio Hot Fm, peneliti
telah melakukan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner dengan cara
simple random sampling. Kuesioner disebarkan kepada 56 pendengar yang aktif
mendengarkan radio Hot Fm.
Kuesioner tersebut terdiri dari 25 item pernyataan dan 6 pertanyaan yang
diajukan untuk memperoleh data reponden yaitu mengenai jenis kelamin, usia,
alamat responden, frekuensi mendengarkan radio dalam seminggu terakhir,
jumlah waktu yang dipergunakan dalam mendengar radio, dan program yang
memuaskan ketika mendengarkan radio Hot Fm.
Tabel 4.1
Jenis Kelamin
Frequency
Valid
Laki-laki
27
Perempuan
29
Total
56
Percent
48.2
Valid Percent
Cumulative
Percent
48.2
48.2
51.8
51.8
100.0
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan tabel 4.1 menunjukkan bahwa responden laki-laki berjumlah
27 orang dengan persentase 48,2% dan responden Perempuan sebanyak 29
orang dengan persentase 51,8%. Dari table tersebut dapat disimpulkan bahwa
mayoritas responden pada penelitian ini adalah perempuan.
68
Tabel 4.2
Usia
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
15-19 Tahun
16
28.6
28.6
28.6
20-29 Tahun
36
64.3
64.3
92.9
100.0
30-39 Tahun
Total
4
7.1
7.1
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan tabel 4.2 menunjukkan bahwa usia responden 15-19 tahun
berjumlah 16 orang dengan persentase 28,6%, Usia responden 20-29 tahun
berjumlah 36 orang dengan persentase 64,3% dan usia responden 30-39 tahun
berjumlah 4 orang dengan persentase 7,1%.
Klasifikasi usia ini dibuat berdasarkan usia remaja hingga dewasa yang
memungkinkan responden mulai aktif menggunakan media massa khususnya
radio. Klasifikasi usia ini juga berdasarkan angka rata-rata pendengar radio
yang terdapat pada company profile Hot Fm. Mereka yang bersikap terbuka
terhadap berbagai macam media dan merasa berumur 24 tahun itu disebut
generasi C karena memiliki ciri: conten creator, connected, co-creation,
costumize, community, curious, dan control “C” (suka meniru atau mencontoh
idolanya). Dari table tersebut dapat disimpulkan bahwa mayoritas usia
responden pada penelitian ini adalah usia 20-29 tahun sebanyak 36 orang.
69
Tabel 4.3
Alamat Responden
Frequency
Serang Kota
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
32
57.1
57.1
57.1
Anyer
6
10.7
10.7
67.9
Cilegon
5
8.9
8.9
76.8
Kab. Serang
7
12.5
12.5
89.3
100.0
Pandeglang
Total
6
10.7
10.7
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan tabel 4.3 menunjukkan bahwa asal daerah responden yang
bertempat tinggal di Serang Kota berjumlah 32 orang dengan persentase 57,1%,
di Anyer berjumlah 6 orang dengan persentase 10,7%, di Cilegon berjumlah 5
orang dengan persentase 8,9%, di Kab. Serang berjumlah 7 orang dengan
persentase 12,5%, dan di Pandeglang berjumlah 6 orang dengan persentase
10,7%. Dari table tersebut dapat disimpulkan bahwa mayoritas asal daerah
pendengar radio Hot Fm berasal dari Serang Kota. Hal ini dikarenakan letak
stasiun radio Hot Fm yang berada di tengah-tengah Kota Serang dan sangat
mudah untuk responden yang beerada di Kota Serang untuk mengakses jaringan
frekuensi radio Hot Fm.
Tabel 4.4
Frekuensi mendengarkan Radio
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
1-3 Kali
18
32.1
32.1
4-7 Kali
31
55.4
55.4
87.5
8-10 Kali
7
12.5
12.5
100.0
56
100.0
100.0
Total
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
32.1
70
Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan bahwa Frekuensi mendengarkan radio
dalam seminggu terakhir sebanyak 1-3 kali berjumlah 18 orang dengan
persentase 32,1%, sebanyak 4-7 kali berjumlah 31orang dengan persentase
55,4%, dan yang berjumlah 8-10 kali berjumlah 7 orang dengan persentase
12,5%.
Radio bersifat mobile dan portable. Orang bisa menjinjing radio kemana
saja. Sumber energinya kecil dan sama portable-nya. Radio bisa menyatu
dengan alat penunjang hidup lainnya, mulai dari senter, mobil, hingga
handphone. Harga radio lebih murah dibandingkan media lain.46 Hal ini
memudahkan pendengar untuk mendengarkan siaran radio.
Tabel 4.5
Waktu mendengarkan Radio
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
10-45 Menit
17
30.4
30.4
30.4
46-90 Menit
30
53.6
53.6
83.9
91-135 Menit
5
8.9
8.9
92.9
135-180 Menit
4
7.1
7.1
100.0
56
100.0
100.0
Total
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan tabel 4.5 menunjukkan bahwa jumlah waktu yang digunakan
untuk mendengarkan radio selama 10-45 menit berjumlah 17 orang dengan
persentase 30,4%, selama 46-90 berjumlah 30 orang dengan persentase 53,6%,
46
Santi indra astuti. Jurnalisme Radio : Teori dan Praktik. 2008. Bandung : Simbiosa Rekatama
Media. Hal 34
71
selama 91-135 menit berjumlah 5 orang dengan persentase 8,9%,dan selama
135-180 berjumlah 4 orang dengan persentase 7,1%.
Radio hot Fm memiliki durasi siaran selama 24 jam yang terdiri dari
program berita, musik, dan hiburan. Berdasarkan data yang diolah oleh peneliti
sebanyak 30 responden menyatakan bahwa mereka mendengarkan siaran radio
selama 46-90 menit. Waktu siaran setiap program radio Hot Fm adalah 120
menit. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata responden meluangkan waktu yang
cukup lama untuk mendengarkan siaran radio.
Tabel 4.6
Program yang memuaskan
Frequency
Slagi Hot
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
19
33.9
33.9
33.9
Symphony
8
14.3
14.3
48.2
Relasi
7
12.5
12.5
60.7
Beranda Sore
6
10.7
10.7
71.4
100.0
Ekspresi
16
28.6
28.6
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan tabel 4.6 menunjukkan program yang memuaskan ketika
mendengarkan radio Hot Fm adalah program Slagi Hot berjumlah 17 orang
dengan persentase 33,9%, Symphony berjumlah 8 orang dengan persentase
14,3%,Relasi berjumlah 7 orang dengan persentase 12,5%, Beranda Sore
berjumlah 6 Orang dengan persentase 10,7% dan program Ekspresi berjumlah
16 orang dengan persentase 28,6%.
72
Program radio adalah rangkaian acara radio sepanjang hari.47 Program ini
dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian berdasarkan pembagian waktu,
misalnya program siaran pagi, siang, sore dan malam hari. Pembagin ini
tidaklah baku tetapi disesuaikan dengan
kebutuhan stasiun radio yang
bersangkutan. Program “Slagi Hot” sendiri memilki konsep acara obrolan
ringan dan isu popular yang dibawa dengan ringan.
4.2.2 Deskripsi Hasil Data Penelitian
Tabel 4.7
Program radio hot fm dapat menambah wawasan
Frequency
Tidak Setuju
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
3
5.4
5.4
5.4
Setuju
32
57.1
57.1
62.5
Sangat setuju
21
37.5
37.5
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan Tabel 4.7 menunjukkan bahwa 32 responden atau 57,1%
menjawab setuju mengenai mendengarkan program radio hot fm dapat
menambah wawasan, sedangkan 21 responden atau 37,5% menjawab sangat
setuju, dan sisanya 3 responden atau 5,4% memilih tidak setuju.
47
M Jamiluddin Ritonga. Media Komunikasi Radio. 1996. Jakarta : Sinar Harapan. Hal 62
73
Sebagai masyarakat sosial kita sangat membutuhkan informasi dari
berbagai belahan dunia baik informasi tentang dalam Negeri maupun
Mancanegara. Secara tidak langsung informasi itu dapat meningkatkan
intelektual pendengar sehingga mampu meningkatkan potensi sumber daya
manusia yang dimiliki pendengar. Sebagian besar responden menyatakan
mereka setuju bahwa mendengarkan program radio Hot Fm dapat menambah
wawasan.
Tabel 4.8
Berita disekitar wilayah
Frequency
Tidak Setuju
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
2
3.6
3.6
3.6
Setuju
37
66.1
66.1
69.6
Sangat setuju
17
30.4
30.4
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan Tabel 4.8 menunjukkan bahwa 37 responden atau 66,1%
menjawab setuju mengenai mendengarkan siaran radio Hot Fm karena ingin
memperoleh berita baik di sekitar wilayah, sedangkan 17 responden atau 30,4%
menjawab sangat setuju, dan sisanya 2 responden atau 3,6% memilih tidak
setuju.
Berita yang disampaikan oleh program radio Hot Fm umumnya adalah
berita informasi dan politik yang dikemas untuk mudah dipahami sehingga
menarik pendengar untuk mendengarkan program siaran radio Hot Fm.
Kebutuhan akan informasi itu tidak terbatas dan manusia itu sendiri adalah
74
makhluk sosial. Sesuai fungsi, informasi merupakan fungsi yang paling penting
didalam komunikasi massa. Komponen paling penting untuk mengetahui fungsi
informasi ini adalah berita-berita yang disajikan.48 Umumnya berita yang
disampaikan adalah berita lokal atau sekitar wilayah siaran radio Hot Fm.
Tabel 4.9
Berita yang disampaikan mudah dipahami
Frequency
Tidak Setuju
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
2
3.6
3.6
3.6
Setuju
40
71.4
71.4
75.0
Sangat setuju
14
25.0
25.0
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan Tabel 4.9 menunjukkan bahwa 40 responden atau 71,4%
menjawab setuju mengenai berita yang disampaikan mudah dipahami,
sedangkan 14 responden atau 25% menjawab sangat setuju, dan sisanya 2
responden atau 3,6% memilih tidak setuju.
Produksi radio semata-mata hanya ‘suara’. Karena itu menjadi tantangan
terbesar produsen berita radio memahami hal-hal yang mungkin disiarkan dan
yang tidak melalui radio. Keberhasilan utama pemberitaan radio apabila
khalayak pendengar mampu menerima informasi tersebut dengan sempurna
48
Nurudin. Pengantar Komunikasi Massa.2013. Jakarta: Rajawali Pers. Hal 66
75
secara makna maupun persepsi.49 Dengan demikian berita yang disampaikan
mudah untuk dipahami.
Tabel 4.10
Informasi berskala nasional maupun regional
Frequency
Tidak Setuju
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
3
5.4
5.4
5.4
Setuju
31
55.4
55.4
60.7
Sangat setuju
22
39.3
39.3
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan Tabel 4.10 menunjukkan bahwa 31 responden atau 55,4%
menjawab setuju mengenai informasi yang disampaikan berskala nasional
maupun regional, sedangkan 22 responden atau 39,3% menjawab sangat setuju,
dan sisanya 3 responden atau 5,4% memilih tidak setuju.
Sebagian besar responden menyatakan mereka setuju bahwa informasi
yang disampaikan berskala nasional maupun regional. Karena informasi yang
disampaikan biasanya berupa berita di dalam negeri atau luar negeri dan juga
berita lokal. Umumnya berita yang disiarkan adalah berita-berita yang baru atau
yang sedang menjadi perbincangan publik, sehingga pendengar dapat
mendengarkan siaran berita yang terbaru dan dikemas dengan ringan sehingga
mudah untuk dipahami. Oleh karena itu sebanyak 31 responden menjawab
setuju.
49
Jonathan Erol. Politik dan Radio. 2000. Surabaya : Sembrani Angkasa Nusantara. Hal 39
76
Tabel 4.11
informasi dan kondisi yang update
Frequency
Tidak Setuju
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
1
1.8
1.8
1.8
Setuju
42
75.0
75.0
76.8
Sangat setuju
13
23.2
23.2
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan Tabel 4.11 menunjukkan bahwa 42 responden atau 75%
menjawab setuju mengenai radio Hot Fm sudah memenuhi kebutuhan
pendengar dalam mencari informasi dan kondisi yang update, sedangkan 13
responden atau 23,2% menjawab sangat setuju, dan sisanya 1 responden atau
1,8% memilih tidak setuju.
Dalam mencari berita yang baru atau update , mayoritas responden
menyatakan kesetujuannya memenuhi kebutuhan pendengar dalam mencari
informasi atau berita dan kondisi yang update. Berita adalah laporan tercepat
mengenai fakta atau ide terbaru yang benar, menarik, dan atau penting bagi
sebagian besar pendengar, melaui media berkala seperti radio. Berita pada
awalnya mucul melalui surat kabar tetapi sekarang berita muncul juga melewati
siaran radio. Tidak ada media tanpa berita, sebagaimana halnya tidak ada berita
tanpa media. Berita telah tampil sebagai kebutuhan dasar (basic need)
masyarakat modern di seluruh dunia.50
50
Sumadiria.2005. hal 65
77
Tabel 4.12
Memenuhi kebutuhan pendengar dalam menambah pengetahuan informasi
Frequency
Tidak Setuju
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
5
8.9
8.9
8.9
Setuju
30
53.6
53.6
62.5
Sangat setuju
21
37.5
37.5
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan Tabel 4.12 menunjukkan bahwa 30 responden atau 53,6%
menjawab setuju mengenai radio Hot Fm sudah memenuhi kebutuhan
pendengar dalam menambah pengetahuan informasi, sedangkan 21 responden
atau 37,5% menjawab sangat setuju, dan sisanya 5 responden atau 8,9%
memilih tidak setuju.
Sebagian besar informasi kita dapatkan melalui media, dari belajar politik,
seni, ekonomi serta banyak lagi subyek lainnya dari media. Salah satu cara
mendidik atau mempersuasi adalah melalui pengajaran nilai-nilai, opini, serta
aturan-aturan yang dianggap benar kepada pemirsa, artinya sebagian dari fungsi
edukasi media diarahkan untuk membuat khalayak tersosialisasi.51
Berdasarkan hasil dari Tabel 4.11 dan Tabel 4.12 tersebut menunjukkan,
mayoritas responden mengatakan sangat setuju dan setuju bahwa Hot Fm sudah
memenuhi kebutuhan pendengar dalam mencari informasi dan kondisi yang
update dan radio Hot Fm sudah memenuhi kebutuhan pendengar dalam
51
Joseph A. De Vito. Komunikasi Antarmanusia Edisi Ke Lima. 2004. Hal 516.
78
menambah pengetahuan informasi. Kemajuan dalam teknologi komunikasi
memudahkan pendengar untuk pemenuhan kepuasan akan informasi dan
pengetahuan tentang informasi.
Tabel 4.13
Interaksi melalui line telepon
Frequency
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Valid
1
Percent
1.8
Valid Percent
1.8
Cumulative
Percent
1.8
3
5.4
5.4
7.1
Setuju
35
62.5
62.5
69.6
Sangat setuju
17
30.4
30.4
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan Tabel 4.13 menunjukkan bahwa 35 responden atau 62,5%
menjawab setuju mengenai radio Hot Fm mempunyai penyiar yang melakukan
interaksi melalui line telepon untuk berbagi pengalaman, 17 responden atau
30,4% menjawab sangat setuju, sedangkan 3 responden atau 5,4% menjawab
tidak setuju dan sisanya 1 responden atau 1,8% memilih sangat tidak setuju.
Hal ini menggambarkan bahwa responden mendengarkan radio karena
dapat berbagi pengalaman dengan sesama pendengar radio lainnya. Information
giver (pemberi informasi) memberikan fakta atau generalisasi yang otoratif,
atau menghubungkan pengalamannya sendiri dengan masalah kelompok.52
Seseorang akan terus mempelajari hubungan diantara berbagai peristiwa melalui
52
Ibid. hal 172
79
pengalaman yang pernah dialaminya. Berdasarkan hal tersebut responden dapat
berbagi pengalaman dengan mendengarkan radio.
Tabel 4.14
Penyiar yang berkarakter
Frequency
Sangat Tidak Setuju
1
Tidak Setuju
Valid
Percent
Valid Percent
1.8
Cumulative
Percent
1.8
1.8
4
7.1
7.1
8.9
Setuju
34
60.7
60.7
69.6
Sangat setuju
17
30.4
30.4
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan Tabel 4.14 menunjukkan bahwa 34 responden atau 60,7%
menjawab setuju mengenai radio Hot Fm mempunyai penyiar yang berkarakter,
17 responden atau 30,4% menjawab sangat setuju, sedangkan 4 responden atau
7,1% menjawab tidak setuju dan sisanya 1 responden atau 1,8% memilih sangat
tidak setuju. Hal ini menggambarkan bahwa radio Hot Fm memiliki penyiar
yang berkarakter, karena dengan adanya penyiar yang berkarakter akan menarik
perhatian para pendengar untuk mendengarkan radio tersebut.
Tabel 4.15
Frekuensinya mudah diakses
Frequency
Tidak Setuju
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
3
5.4
5.4
Setuju
32
57.1
57.1
62.5
Sangat setuju
21
37.5
37.5
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
5.4
80
Berdasarkan Tabel 4.15 menunjukkan bahwa 32 responden atau 57,1%
menjawab setuju mengenai radio Hot Fm frekuensinya mudah diakses,
sedangkan 21 responden atau 37,5% menjawab sangat setuju, dan sisanya 3
responden atau 5,4% memilih tidak setuju.
Tabel 4.16
Kejernihan suaranya
Frequency
Sangat Tidak Setuju
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
1
1.8
1.8
1.8
Tidak Setuju
10
17.9
17.9
19.6
Setuju
32
57.1
57.1
76.8
Sangat setuju
13
23.2
23.2
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan Tabel 4.16 menunjukkan bahwa 32 responden atau 57,1%
menjawab setuju mengenai mendengarkan radio Hot Fm karena kejernihan
suaranya, 13 responden atau 23,2% menjawab sangat setuju, sedangkan 10
responden atau 17,9% menjawab tidak setuju, dan sisanya 1 responden atau
1,8% memilih sangat tidak setuju.
Radio merupakan alat atau jenis media massa elektronik yang
mengandalkan
indera pendengaran. Hal itu menyebabkan penggguna radio
yang pernah atau sering mendengarkan radio akan mudah memperhatikan
kualitas suara dan frekuensi. Beberapa radio dengan gelombang dan system
tertentu memiliki kualitas suara yang berbeda.
81
Bagus atau tidaknya kualitas suara yang sampai pada pendengar
tergantung frekuensi dan dari beberapa hal seperti microphone, pemancar, dan
lain-lain. Jenis gelombang terdiri dari Amplitudo Modulation(AM), Frequency
Modulation (FM) dan Short Wave (SW). sementara gelombang yang membawa
suara dan gambar disebut gelombang elektromagnetik.53
Sesuai dengan nama stasiun radio, Hot Fm memakai gelombang
Frequency Modulation (FM) yang memiliki jangkauan siaran yang luas,
pastinya stasiun radio harus memudahkan para pendengar untuk mengakses
stasiun radio tersebut seperti halnya frekuesi yang mudah diakses dan juga
kejernihan suranya. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pendengar untuk
mencari frekuensi siaran radio dan juga untuk memuaskan kebutuhan
pendengarnya.
Berdasarkan hasil dari Tabel 4.15 dan Tabel 4.16 tersebut menunjukkan,
mayoritas responden mengatakan sangat setuju dan setuju bahwa radio Hot Fm
frekuensinya mudah diakses dan mendengarkan radio Hot Fm karena kejernihan
suaranya.
53
Morissan. Manajemen Media Penyiaran. 2009. Jakarta: Prenanda Media Group. Hal 40-47
82
Tabel 4.17
Memuaskan rasa penasaran
Frequency
Tidak Setuju
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
7
12.5
12.5
12.5
Setuju
38
67.9
67.9
80.4
Sangat setuju
11
19.6
19.6
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan Tabel 4.17 menunjukkan bahwa 38 responden atau 57,9%
menjawab setuju mengenai mendengarkan radio Hot Fm dapat memuaskan rasa
penasaran saya akan sesuatu, sedangkan 11 responden atau 19,6% menjawab
sangat setuju, dan sisanya 7 responden atau 12,5% memilih tidak setuju.
Rasa penasaran adalah suatu emosi yang berkaitan dengan perilaku ingin
tahu seperti eksplorasi, investigasi, dan belajar. Emosi manusia berkembang
dengan maksud tertentu, dan kita tidak dapat menyangkal efektifitas emosi ini
kearah perilaku seseorang.54 Oleh karena itu sebanyak 38 orang responden
setuju bahwa mereka mendengarkan radio Hot Fm untuk memuaskan rasa
penasaran.
Tabel 4.18
Merasa senang
Frequency
Tidak Setuju
Valid
54
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
6
10.7
10.7
Setuju
32
57.1
57.1
67.9
Sangat setuju
18
32.1
32.1
100.0
Total
56
100.0
100.0
Lawrence. Emotional Intelligence. 2003. Jakarta: Gramedia. Hal 75
10.7
83
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan Tabel 4.18 menunjukkan bahwa 32 responden atau 57,1%
menjawab setuju mengenai mendengarkan radio Hot Fm membuat merasa
senang, sedangkan 18 responden atau 32,1% menjawab sangat setuju, dan
sisanya 6 responden atau 10,7% memilih tidak setuju.
Tidak semua komunikasi ditujukan untuk menyampaikan informasi dan
membentuk pengertian. Misalnya ketika mengucapkan “selamat pagi, apa
kabar?’ kita tidak bermaksud menyari keterangan. Komunikasi seperti ini
dimaksudkan untuk menimbulkan kesenangan. Semua orang menginginkan
kesenangan, dan responden menganggap bahwa dari mendengarkan radio pun
mereka memperoleh kesenangan. Akhirnya mendengarkan radio sudah menjadi
kebiasaan untuk mereka. Kebiasaan adalah aspek perilaku manusia yang
menetap, berlangsung secara otomatis tidak direncanakan.55 Oleh karena itu
Sebanyak 32 responden menjawab setuju mendengarkan siaran radio untuk
membuat merasa senang.
Tabel 4.19
Interaksi dengan pendengar lain
Frequency
Sangat Tidak Setuju
Valid
Percent
Valid Percent
1
1.8
1.8
1.8
Tidak Setuju
10
17.9
17.9
19.6
Setuju
32
57.1
57.1
76.8
Sangat setuju
13
23.2
23.2
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
55
Cumulative
Percent
Jalaludin Rakhmat. Psikologi Komunikasi. 2005. Bandung : Roddakary. Hal 43
84
Berdasarkan Tabel 4.19 menunjukkan bahwa 32 responden atau 57,1%
menjawab setuju mengenai siaran radio Hot Fm menjalin interaksi dengan
pendengar lain. 13 responden atau 23,2% menjawab sangat setuju, sedangkan
10 responden atau 17,9% menjawab tidak setuju dan sisanya 1 responden atau
1,8% memilih sangat tidak setuju.
Radio juga mendekatkan hubungan masing-masing pendengar karena
dengan aksesnya yang mudah, orang dapat mengirim-ngirim salam sehinga
orang bisa berinteraksi walaupun mereka berjauhan. Adanya interaksi akan
memberikan pengaruh terhadap kepuasan pendengar. Oleh karena itu sebanyak
32 orang responden setuju bahwa siaran radio Hot Fm menjalin interaksi
dengan pendengar lain.
Tabel 4.20
Menemani aktivitas
Frequency
Tidak Setuju
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
4
7.1
7.1
7.1
Setuju
36
64.3
64.3
71.4
Sangat setuju
16
28.6
28.6
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan Tabel 4.20 menunjukkan bahwa 36 responden atau 64,3%
menjawab setuju mengenai mendengarkan radio Hot Fm untuk menemani
aktivitas didalam perjalanan atau rutinitas lainnya. sedangkan 16 responden atau
28,6% menjawab sangat setuju, dan sisanya 4 responden atau 7,1% memilih
tidak setuju.
85
Radio bersifat intrusif, memiliki daya tembus yang tinggi. Sulit sekali
menghindar dari siaran radio, begitu radio dinyalakan. Radio bisa menebus
ruang – ruang dimana media lain tidak bisa masuk, misalnya, di dalam mobil.
Karena sifatnya yang auditif atau hanya diperdengarkan saja, jadi sambil
melakukan apapun, radio merupakan hiburan yang praktis dan dapat menembus
ruang dari pendengarnya.56
Hal ini menggambarkan bahwa respoden mendengarkan radio Hot Fm
untuk menemani aktivitas, seperti mendengarkan siaran radio didalam
kendaraan untuk menemani perjalanan dan didalam ruangan untuk mengisi
kesunyian sudah terpenuhi terbukti dengan banyaknya responden yang setuju
sebanyak 36 responden.
Tabel 4.21
Berbagi pengalaman dengan pendengar lain
Frequency
Tidak Setuju
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
4
7.1
7.1
7.1
Setuju
40
71.4
71.4
78.6
Sangat setuju
12
21.4
21.4
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan Tabel 4.21 menunjukkan bahwa 40 responden atau 71,4%
menjawab setuju mengenai mendengarkan radio Hot Fm dapat berbagi
pengalaman dengan pendengar hot fm lainnya. sedangkan 12 responden atau
56
Santi indra astuti. Jurnalisme Radio : Teori dan Praktik. 2008. Bandung : Simbiosa Rekatama
Media. Hal 34
86
21,4% menjawab sangat setuju, dan sisanya 4 responden atau 7,1% memilih
tidak setuju.
Dalam media radio, bentuk partisipasi pendengar adalah untuk berbagi
pengalaman sesama pendengar radio lainnya. Pada siaran radio yang sering
membahas masalah tertentu dengan narasumber dan line telepon interaktif. Pada
siaran radio, layanan line telepon juga digunakan dalam acara music untuk
request lagu dan berkirim salam.
Bentuk partisipasi dalam siaran radio dapat menggambarkan bahwa
mendengarkan siaran radio Hot Fm dapat berbagi pengalaman karena berita
atau pembahasan yang menarik.
Tabel 4.22
Memberikan dampak yang membuat pendengarnya semangat lagi dalam
beraktivitas
Frequency
Tidak Setuju
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
6
10.7
10.7
10.7
Setuju
29
51.8
51.8
62.5
Sangat setuju
21
37.5
37.5
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan Tabel 4.22 menunjukkan bahwa 29 responden atau 51,8%
menjawab setuju mengenai program radio Hot Fm memberikan dampak yang
membuat pendengarnya semangat lagi dalam beraktivitas. sedangkan 21
responden atau 37,5% menjawab sangat setuju, dan sisanya 6 responden atau
10,7% memilih tidak setuju.
87
Hal ini menggambarkan bahwa mendengarkan program radio hot fm dapat
membuat pendengarnya semangat dalam beraktivitas mungkin karena
programnya yang menghibur sehingga membuat pendengarnya merasa senang
dan bersemangat.
Tabel 4.23
Program radio sesuai dengan kebutuhan pendengar
Frequency
Tidak Setuju
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
2
3.6
3.6
3.6
Setuju
40
71.4
71.4
75.0
Sangat setuju
14
25.0
25.0
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan Tabel 4.23 menunjukkan bahwa 40 responden atau 71,4%
menjawab setuju mengenai mendengarkan radio Hot Fm dapat berbagi
pengalaman dengan pendengar hot fm lainnya. sedangkan 14 responden atau
25% menjawab sangat setuju, dan sisanya 2 responden atau 3,6% memilih tidak
setuju.
Hal ini menggambarkan bahwa program radio hot fm sesuai atau sudah
memenuhi kebutuhan responden. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kebutuhan
pendengar itu tidak ada habisnya. Hal tersebut terjadi karena semakin
berkembangnya teknologi maka semakin besar juga kebutuhan pendengar akan
informasi. Oleh karena itu responden merasa dengan mendengarkan program
radio Hot Fm sudah sesuai dengan kebutuhan pendengar.
88
Tabel 4.24
Mendengarkan radio hot fm untuk mengisi waktu luang
Frequency
Tidak Setuju
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
2
3.6
3.6
3.6
Setuju
32
57.1
57.1
60.7
Sangat setuju
22
39.3
39.3
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan Tabel 4.24 menunjukkan bahwa 32 responden atau 57,1%
menjawab setuju mengenai mendengarkan radio Hot Fm untuk mengisi waktu
luang. sedangkan 22 responden atau 39,3% menjawab sangat setuju, dan
sisanya 2 responden atau 3,6% memilih tidak setuju.
Hal ini menggambarkan bahwa responden mendengarkan radio untuk
mengisi waktu luang. Sebagian besar responden mendengarkan radio untuk
mengisi waktu luang, karena menurut mereka radio dapat memberikan hal-hal
yang menarik. Jadi daripada menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak
berguna lebih baik mereka mendengarkan radio.
Tabel 4.25
Mendengar radio untuk melupakan aktivitas
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
Sangat Tidak Setuju
1
1.8
1.8
1.8
Tidak Setuju
7
12.5
12.5
14.3
Setuju
28
50.0
50.0
64.3
Sangat setuju
20
35.7
35.7
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan Tabel 4.25 menunjukkan bahwa 28 responden atau 50%
menjawab setuju mengenai mendengarkan radio Hot Fm untuk sejenak
89
melupakan aktivitas. 20 responden atau 35,7% menjawab sangat setuju,
sedangkan 7 responden atau 12,5% menjawab tidak setuju, dan sisanya 1
responden atau 1,8% memilih sangat tidak setuju.
Setiap hari orang melakukan aktivitas, aktivitas dibagi menjadi dua bagian
yaitu aktivitas didalam ruangan dan luar ruangan. Dalam menjalankan aktivitas
tersebut terkadang membuat seseorang merasa bosan dan memerlukan waktu
untuk beristirahat. Pada saat istirahat umumya memerlukan hiburan untuk
melupakan aktivitas. Salah satunya adalah radio, melalui siaran radio pendengar
dapat mendengarkan musik untuk membuatnya merasa nyaman dan sejenak
melupakan aktivitas.
Tabel 4.26
Memberikan inspirasi
Frequency
Tidak Setuju
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
5
8.9
8.9
8.9
Setuju
30
53.6
53.6
62.5
Sangat setuju
21
37.5
37.5
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan Tabel 4.26 menunjukkan bahwa 30 responden atau 53,6%
menjawab setuju mengenai program radio Hot Fm memberikan inspirasi bagi
pendengarnya. sedangkan 21 responden atau 37,5% menjawab sangat setuju,
dan sisanya 5 responden atau 8,9% memilih tidak setuju. Hal ini
menggambarkan bahwa secara keseluruhan responden setuju tentang program
radio Hot Fm dalam memberikan inspirasi bagi pendengarnya.
90
Tabel 4.27
Mendengarkan radio hot fm dapat menghilangkan kejenuhan
Frequency
Tidak Setuju
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
2
3.6
3.6
3.6
Setuju
31
55.4
55.4
58.9
Sangat setuju
23
41.1
41.1
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan Tabel 4.27 menunjukkan bahwa 31 responden atau 55,4%
menjawab setuju mengenai mendengarkan radio Hot Fm dapat menghilangkan
kejenuhan. sedangkan 23 responden atau 41,1% menjawab sangat setuju, dan
sisanya 2 responden atau 3,6% memilih tidak setuju. Hal ini menggambarkan
responden mendengarkan radio dapat menghilangkan kejenuhan.
Responden yang jenuh dengan aktivitas kesehariannya lebih memilih
radio sebagai sarana mereka menghilangkan kejenuhan, karena radio mudah
untuk diakses melalui radiotype dan handphone dengan gratis.
Tabel 4.28
Mendengarkan radio untuk kesenangan
Frequency
Tidak Setuju
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
2
3.6
3.6
3.6
Setuju
41
73.2
73.2
76.8
Sangat setuju
13
23.2
23.2
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan Tabel 4.28 menunjukkan bahwa 41 responden atau 73,2%
menjawab setuju mengenai mendengarkan radio Hot Fm hanya sekedar
91
kesenangan. sedangkan 13 responden atau 23,2% menjawab sangat setuju, dan
sisanya 2 responden atau 3,6% memilih tidak setuju. Semua orang
menginginkan
kesenangan,
mendengarkan
radio
pun
dan
responden
mereka
menganggap
memperoleh
bahwa
kesenangan.
dari
Akhirnya
mendengarkan radio sudah menjadi kebiasaan untuk mereka. Kebiasaan adalah
aspek perilaku manusia yang menetap, berlangsung secara otomatis tidak
direncanakan.57 Oleh karena itu Sebanyak 41 responden menjawab setuju
mendengarkan siaran radio untuk kesenangan.
Tabel 4.29
meningkatkan daya imajinasi
Frequency
Tidak Setuju
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
4
7.1
7.1
7.1
Setuju
36
64.3
64.3
71.4
Sangat setuju
16
28.6
28.6
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan Tabel 4.29 menunjukkan bahwa 36 responden atau 64,3%
menjawab setuju mengenai mendengarkan radio Hot Fmdapat meningkatkan
daya imajinasi. sedangkan 16 responden atau 28,6% menjawab sangat setuju,
dan sisanya 4 responden atau 7,1% memilih tidak setuju. Hal ini
menggambarkan
bahwa
responden
mendengarkan
radio
karena
dapat
meningkatkan daya imajinasi. Dengan imajinasi, manusia mengembangkan
sesuatu dari kesederhanaan menjadi lebih bernilai dalam pikiran. Imajinasi lebih
57
Jalaludin Rakhmat. Psikologi Komunikasi. 2005. Bandung : Roddakary. Hal 43
92
penting dari pengetahuan, sebab pengetahuan itu terbatas sedangkan imajinasi
merangkul seluruh dunia, mendorong perubahan, dan melahirkan kemajuan
manusia.
Tabel 4.30
Mendengarkan radio hot fm dapat membuat merasa santai
Frequency
Tidak Setuju
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
2
3.6
3.6
3.6
Setuju
29
51.8
51.8
55.4
Sangat setuju
25
44.6
44.6
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
Berdasarkan Tabel 4.30 menunjukkan bahwa 29 responden atau 51,8%
menjawab setuju mengenai mendengarkan radio Hot Fm dapat membuat merasa
santai. sedangkan 25 responden atau 44,4% menjawab sangat setuju, dan
sisanya 2 responden atau 3,6% memilih tidak setuju.
Jika rasa santai sudah diperoleh maka pendengar dapat meningkatkan
kemampuan untuk berkonsentrasi atau mengoptimalkan aktivitas. Rasa santai
tersebut diperoleh setelah mendengarkan radio, karena mendengarkan radio
memberinya kenyamanan yang ada pada tiap programnya.
Tabel 4.31
Mendengarkan radio hot fm dapat terhindar dari rasa kesepian
Frequency
Tidak Setuju
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
1
1.8
1.8
Setuju
29
51.8
51.8
53.6
Sangat setuju
26
46.4
46.4
100.0
Total
56
100.0
100.0
(Sumber: Hasil Penelitian Lapangan, Tahun 2015)
1.8
93
Berdasarkan Tabel 4.31 menunjukkan bahwa 29 responden atau 51,8%
menjawab setuju mengenai mendengarkan radio Hot Fm dapat terhindar dari
rasa kesepian. sedangkan 26 responden atau 46,4% menjawab sangat setuju, dan
sisanya 1 responden atau 1,8% memilih tidak setuju.
Hal ini menggambarkan bahwa responden mendengarkan radio karena
dapat terhindar dari rasa sepi. Mendengarkan radio memberikan hiburan
tersendiri bagi responden sehingga dapat menghilangkan rasa bosan. Ketika
responden tidak ada kegiatan, mereka lebih sering mendengarkan radio untuk
menghindari rasa sepi daripada harus keluar rumah mencari hiburan lain. Selain
itu mereka menganggap hiburan lain akan lebih banyak mengeluarkan biaya.
4.3 Analisis Deskriptif Presentase Penelitian
Setelah mengolah data dengan memberikan deskripsi dari masing-masing
pernyataan yang dikembangkan dari indikator dalam teori Uses and
Gratification. Maka penulis mengukur persentase masing-masing indicator,
yaitu sebagai berikut:
Tabel 4.32
Kriteria Analisis Deskriptif Persentase
82% – 100%
Sangat Kuat
63% – 81%
Kuat
44% – 62%
Cukup
25% – 43%
Lemah
6% – 24%
Sangat lemah
(Sumber : Olahan Peneliti)
94
4.3.1 Kepuasan Informasi
Berkaitan dengan peneguhan informasi untuk dapat memenuhi kepuasan
akan informasi.
Jumlah skor akumulasi yang menjawab 4 :
108 x 4 = 432
Jumlah skor akumulasi yang menjawab 3 :
182 x 3 = 546
Jumlah skor akumulasi yang menjawab 2 :
16 x 2 = 32
Jumlah skor akumulasi yang menjawab 1 :
0x0=0
Jumlah
= 1010
Jumlah skor indicator kebutuhan informasi:
Skor tertinggi (untuk jawaban Sangat Setuju): 4 x 306 = 1224
Skor terendah (untuk jawaban Sangat Tidak Setuju): 1 x 306 = 306
Maka: 1010/1224 x 100% = 82,51% tergolong sangat kuat
Berdasarkan data dari indikator motif kepuasan informasi yang diperoleh
dari 56 responden, maka kepuasan informasi dengan peneguhan informasi
untuk dapat memenuhi kepuasan akan informasi, dapat dilihat dibawah ini:
R
306
S
T
918
1224
1010
95
Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 56 responden mengenai
kepuasan informasi termasuk dalam kategori interval “sangat kuat” dengan
persentase 82,51%. Hal ini menggambarkan bahwa responden sangat puas
dalam memenuhi kepuasan akan informasi.
4.3.2 Kepuasan Identitas Pribadi
Berkaitan dengan peneguhan pengalaman-pengalaman yang menenangkan
dan emosional serta untuk mengetahui pendapat pendengar.
Jumlah skor akumulasi yang menjawab 4 :
79 x 4 = 316
Jumlah skor akumulasi yang menjawab 3 :
171 x 3 = 513
Jumlah skor akumulasi yang menjawab 2 :
27 x 2 = 54
Jumlah skor akumulasi yang menjawab 1 :
3x1=3
Jumlah
= 886
Jumlah skor indikator kebutuhan identitas pribadi:
Skor tertinggi (untuk jawaban Sangat Setuju): 4 x 280 = 1120
Skor terendah (untuk jawaban Sangat Tidak Setuju): 1 x 280 = 280
Maka: 886/1120 x 100% = 79,1% tergolong kuat
Berdasarkan data dari indikator motif kepuasan identitas pribadi yang
diperoleh dari 56 responden, maka kepuasan identitas pribadi berkaitan dengan
96
peneguhan pengalaman-pengalaman yang menenangkan dan emosional serta
untuk mengetahui pendapat pendengar dapat dilihat dibawah ini:
R
280
S
T
840
1120
886
Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 56 responden mengenai
kepuasan identitas pribadi dalam kategori interval “kuat” dengan persentase
79,1%. Hal ini menggambarkan bahwa responden puas dalam memenuhi
kepuasan identitas pribadi.
4.3.3
Kepuasan Interaksi Sosial
Berkaitan dengan peneguhan pengalaman-pengalaman yang menenangkan
dan emosional serta untuk mengetahui pendapat pendengar.
Jumlah skor akumulasi yang menjawab 4 :
116 x 4 = 464
Jumlah skor akumulasi yang menjawab 3 :
241 x 3 = 723
Jumlah skor akumulasi yang menjawab 2 :
34 x 2 = 68
Jumlah skor akumulasi yang menjawab 1 :
1x1=1
Jumlah
= 1256
Jumlah skor indikator kebutuhan identitas pribadi:
Skor tertinggi (untuk jawaban Sangat Setuju): 4 x 392 = 1568
97
Skor terendah (untuk jawaban Sangat Tidak Setuju): 1 x 392 = 392
Maka: 1256/1568 x 100% = 80,1% tergolong kuat
Berdasarkan data dari indikator motif kepuasan interaksi sosial yang
diperoleh dari 56 responden, maka kepuasan interaksi sosial berkaitan dengan
Berkaitan dengan peneguhan interaksi sosial , dan respons pendengar, dapat
dilihat dibawah ini:
R
392
S
T
1176
1568
1256
Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 56 responden mengenai
kepuasan interaksi sosial dalam kategori interval “kuat” dengan persentase
80,1%. Hal ini menggambarkan bahwa responden puas dalam memenuhi
kepuasan interaksi sosial.
4.3.4
Kepuasan Hiburan
Berkaitan dengan program siaran yang memiliki tujuan menghindarkan
tekanan, ketegangan, dan dorongan untuk mencari hiburan.
Jumlah skor akumulasi yang menjawab 4 :
144 x 4 = 576
Jumlah skor akumulasi yang menjawab 3 :
224 x 3 = 672
98
Jumlah skor akumulasi yang menjawab 2 :
23 x 2 = 46
Jumlah skor akumulasi yang menjawab 1 :
1x1=1
Jumlah
= 1295
Jumlah skor indikator kebutuhan hiburan
Skor tertinggi (untuk jawaban Sangat Setuju): 4 x 362 = 1448
Skor terendah (untuk jawaban Sangat Tidak Setuju): 1 x 362 = 362
Maka: 1295/1448 x 100% = 89,4% tergolong sangat kuat
Berdasarkan data dari indikator motif kepuasan hiburan yang diperoleh
dari 56 responden, maka kepuasan hiburan berkaitan dengan program siaran
yang memiliki tujuan menghindarkan tekanan, ketegangan, dan dorongan untuk
mencari hiburan, dapat dilihat dibawah ini:
R
362
S
T
1086
1448
1295
Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 56 responden mengenai
kepuasan hiburan dalam kategori interval “ sangat kuat” dengan persentase
89,4%. Hal ini menggambarkan bahwa responden puas dalam memenuhi
kepuasan hiburan.
99
4.4 Pembahasan
Penelitian ini menggunkan Uses and Gratification model (model
kegunaan dan kepuasan). Dalam model ini khalayak dianggap aktif
menggunakan media untuk memenuhi kebutuhannya.58 Benang merah dari
penelitian ini adalah peneliti ingin mengetahui apakah mendengarkan radio
dapat memenuhi akan kepuasan pendengar. Kepuasan tersebut yaitu Kepuasan
informasi, Kepuasan identitas pribadi, Kepuasan interaksi sosial, Kepuasan
Hiburan. Indikator-indikator inilah yang menjadi tolak ukur kepuasan
pendengar dalam mendengarkan radio.
Pada indikator pertama yaitu kepuasan informasi, dari enam pernyataan
didapatkan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama pada penyataan dalam
kuesioner tentang mendengarkan program radio hot fm dapat menambah
wawasan menunjukkan bahwa 32 responden atau 57,1% menjawab setuju.
Kedua pada pernyataan tentang mendengarkan siaran radio Hot Fm karena ingin
memperoleh berita baik disekitar wilayah atau menyeluruh menunjukkan bahwa
37 responden atau 66,1% menjawab setuju. Ketiga pada pernyataan tentang
berita yang disampaikan mudah dipahami menunjukkan bahwa 40 responden
atau 71,4% menjawab setuju. Keempat pada pernyataan tentang informasi yang
disampaikan berskala nasional maupun regional menunjukkan bahwa 31
58
Onong Uchjana Effendi. Ilmu Komunikasi dan Praktek. 2004. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Hal 289
100
responden atau 55,4% menjawab setuju. Kelima pada pernyataan tentang radio
Hot Fm sudah memenuhi kebutuhan pendengar dalam mencari informasi dan
kondisi yang update menunjukkan bahwa 42 responden atau 75% menjawab
setuju. Keenam pada pernyataan tentang radio Hot Fm sudah memenuhi
kebutuhan pendengar dalam menambah pengetahuan informasi menunjukkan
bahwa 30 responden atau 53,6% menjawab setuju. Berdasarkan data dari
indikator motif kepuasan informasi yang diperoleh dari 56 responden, dengan
hasil analisis deskriptif yang menunjukan persentase sebesar 82,51% tergolong
sangat kuat atau dinyatakan sangat puas.
Pada indikator kedua yaitu kepuasan identitas pribadi, dari lima
pernyataan didapatkan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama pada penyataan
dalam kuesioner tentang radio Hot Fm mempunyai penyiar yang melakukan
interaksi melalui line telepon untuk berbagi pengalaman menunjukkan bahwa
35 responden atau 62,5% menjawab setuju. Kedua pada pernyataan tentang
radio Hot Fm mempunyai penyiar yang berkarakter menunjukkan bahwa 34
responden atau 60,7% menjawab setuju. Ketiga pada pernyataan tentang radio
Hot Fm frekuensinya mudah diakses menunjukkan bahwa 32 responden atau
57,1% menjawab setuju. Keempat pada pernyataan tentang mendengarkan radio
Hot Fm karena kejernihan suaranya menunjukkan bahwa 32 responden atau
57,1% menjawab setuju. Kelima pada pernyataan tentang mendengarkan radio
Hot Fm dapat memuaskan rasa penasaran saya akan sesuatu menunjukkan
101
bahwa 38 responden atau 57,9% menjawab setuju. Berdasarkan data dari
indikator motif kepuasan identitas pribadi yang diperoleh dari 56 responden,
dengan hasil analisis deskriptif yang menunjukan persentase sebesar 79,1%
tergolong kuat atau dinyatakan puas.
Pada indikator ketiga yaitu kepuasan interaksi sosial, dari tujuh pernyataan
didapatkan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama pada penyataan dalam
kuesioner tentang mendengarkan radio Hot Fm membuat merasa senang
menunjukkan bahwa 32 responden atau 57,1% menjawab setuju. Kedua pada
pernyataan tentang siaran radio Hot Fm menjalin interaksi dengan pendengar
lain menunjukkan bahwa 32 responden atau 57,1% menjawab setuju. Ketiga
pada penyataan tentang mendengarkan radio Hot Fm untuk menemani aktivitas
didalam perjalanan atau rutinitas lainnya menunjukkan bahwa 36 responden
atau 64,3% menjawab setuju. Keempat pada penyataan tentang mendengarkan
radio Hot Fm dapat berbagi pengalaman dengan pendengar hot fm lainnya
menunjukkan bahwa 40 responden atau 71,4% menjawab setuju. Kelima pada
pernyataan tentang program radio Hot Fm memberikan dampak yang membuat
pendengarnya semangat lagi dalam beraktivitas menunjukkan bahwa 29
responden atau 51,8% menjawab setuju. Keenam pada pernyataan tentang
mendengarkan radio Hot Fm dapat berbagi pengalaman dengan pendengar hot
fm lainnya menunjukkan bahwa 40 responden atau 71,4% menjawab setuju.
Ketujuh pada pernyataan tentang mendengarkan radio Hot Fm untuk mengisi
102
waktu luang menunjukkan bahwa 32 responden atau 57,1% menjawab setuju.
Berdasarkan data dari indikator motif kepuasan interaksi sosial yang diperoleh
dari 56 responden, dengan hasil analisis deskriptif yang menunjukan persentase
sebesar 80,1% tergolong kuat atau dinyatakan puas.
Pada indikator keempat yaitu kepuasan hiburan, dari tujuh pernyataan
didapatkan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama pada penyataan dalam
kuesioner tentang mendengarkan radio Hot Fm untuk sejenak melupakan
aktivitas menunjukkan bahwa 28 responden atau 50% menjawab setuju. Kedua
pada penyataan tentang program radio Hot Fm memberikan inspirasi bagi
pendengarnya menunjukkan bahwa 30 responden atau 53,6% menjawab setuju.
Ketiga pada pernyataan tentang mendengarkan radio Hot Fm dapat
menghilangkan kejenuhan menunjukkan bahwa 31 responden atau 55,4%
menjawab setuju. Keempat pada pernyataan tentang mendengarkan radio Hot
Fm hanya sekedar kesenangan menunjukkan bahwa 41 responden atau 73,2%
menjawab setuju. Kelima pada pernyataan tentang mendengarkan radio Hot Fm
dapat meningkatkan daya imajinasi menunjukkan bahwa 36 responden atau
64,3% menjawab setuju. Keenam pada pernyataan tentang mendengarkan radio
Hot Fm dapat membuat merasa santai menunjukkan bahwa 29 responden atau
51,8% menjawab setuju. Ketujuh pada pernyataan tentang mendengarkan radio
Hot Fm dapat terhindar dari rasa kesepian menunjukkan bahwa 29 responden
atau 51,8% menjawab setuju. Berdasarkan data dari indikator motif kepuasan
103
hiburan yang diperoleh dari 56 responden, dengan hasil analisis deskriptif yang
menunjukan persentase sebesar 89,4% tergolong sangat kuat atau dinyatakan
sangat puas.
Penelitian yang melibatkan 56 orang responden ini menghasilkan
kepuasan hiburan sebagai pemegang kepuasan tertinggi dengan persentase
sebesar 89,4%. Dari penelitian ini juga dapat diketahui intensitas mendengarkan
radio yang dilakukan oleh pendengar radio Hot Fm. Sebanyak 17 orang (30,4%)
mendengarkan radio selama 10-45 menit, 30 orang (53,6%) mendengarkan
selama 46-90 menit, 5 orang (8,9%) mendengarkan selama 91-135 menit, 4
orang (7,1%) mendengarkan selama 135-180. Model Uses and Gratification
menunjukkan bahwa yang menjadi permasalahan utama bukanlah bagaimana
media mengubah sikap dan perilaku khalayak, tetapi bagaimana media
memenuhi kebutuhan pribadi dan sosial khalayak. Jadi, bobotnya ialah pada
khalayak yang aktif, yang sengaja menggunakan media untuk mencapai tujuan
khusus.59
Teori Uses and Gratification dalam penelitian ini telah diaplikasikan
dalam kegiatan pencarian informasi dari pendengar pada media massa
khususnya radio seperti radio Hot Fm. Konten penyedia informasi yang
berkembang melalui siaran radio harus bisa memenuhi kebutuhan pendengar.
59
Onong Uchjana Effendi. Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi. 2003. Bandung : PT. Citra Aditya
Bakti. Hal 289.
104
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang tingkat kepuasan
pendengar radio Hot Fm diketahui bahwa analisis deskriptif presentase
penelitian menunjukkan tingkat kepuasan pendengar radio Hot Fm sudah puas
dan sangat puas yang diperoleh dari Kepuasan Hiburan sebesar 89,4% dapat
dinyatakan sangat puas, Kepuasan Informasi sebesar 82,51% dapat dinyatakan
sangat puas, sedangkan Kepuasan Interaksi Sosial sebesar 80,1% dapat
dinyatakan puas, dan Kepuasan Identitas Pribadi sebesar 79,1% dapat
dinyatakan puas.
Sesuai dengan tujuan penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa :
1.
Sebagaimana stasiun radio pada umumnya, radio Hot Fm sendiri
memiliki berbagai macam program siaran berdasarkan waktu dan
kebutuhan para pendengar. Seperti program informasi dan hiburan.
Berikut adalah Program Harian radio Hot Fm, yang pertama adalah
“Hikmah Fajar” memiliki konsep acara religi yang berisi tentang
pesan-pesan Al-Qur’an dan Hadits agama islam. Kedua adalah “Slagi
Hot” ( Selamat Pagi Hotners) Memilki konsep acara obrolan ringan,
isu popular dibawa ringan/mengelitik, berkaitan dengan human
interest, dan ucapan selamat ulang tahun bagi pendengar.
105
Ketiga adalah “Symphony” memiliki konsep acara program menemani
aktivitas hotnerts di kantor atau tempat aktivitas dan memberikan
kasempatan hotnerts untuk menyapa relasi/rekan kerja/klient via sms
sambil menyimak ringan/tips/hal-hal/ yang inspiratif. Keempat adalah
“Relasi” meliliki konsep acara program music show. Hotnerts bisa
request lagu-lagu pop. Kelima “Beranda Sore” setelah beraktivitas
seharian kami akan menambah semangat sore anda dan tetap
membawa kondisi yang penuh energy untuk keluarga atau orang
tercinta di sekitar anda. membahas segala hal tentang kehidupan baik
yang serius maupun remeh temeh tapi sesungguhnya penting bagi
anda, dibawakan dengan ringan dan santai. Kelima adalah “Ekspresi”
Memiliki konsep acara Musik easy listening dan hotners bisa
berinteraksi untuk mengekspresikan diri ketika penyiar menyampaikan
sebuah topik / tema. Interaksi dengan pendengar melalui line telepon
dan SMS. Tema/Topik bersifat umum seperti pengalaman seru,
nostalgia akan masa lalu ataupun kejadian hari ini. Responden pada
umumnya sudah mengetahui Program
Radio Hot FM di Serang
terbukti dengan hasil penelitian yang menunjukkan responden sangat
merasa puas. Berikut adalah urutan program berdasarkan tingkat
kepuasan tertinggi yang diperoleh peneliti. Yang pertama adalah
program Slagi Hot dengan persentase 33,9%, kedua adalah program
Ekspresi dengan persentase 28,6%, yang ketiga adalah program
106
Symphony dengan persentase 14,3%, yang keempat adalah program
Relasi dengan presentase 12,5%, dan yang terakhir adalah program
Beranda Sore dengan persentase 10,7% .disimpulkan bahwa program
yang paling memuaskan adalah program “Slagi Hot”.
2.
Pendapat responden mengenai Radio Hot FM di Serang adalah positif
terbukti dengan jawaban responden yang setuju mengenai pernyataanpernyataan yang diajukan peneliti. 60,7% menjawab setuju bahwa
radio Hot Fm memiliki penyiar yang berkarakter. 57,1% menjawab
setuju frekuensinya radio Hot Fm mudah diakses. 62,5% menjawab
setuju mengenai radio Hot Fm mempunyai penyiar yang melakukan
interaksi melalui line telepon untuk berbagi pengalaman dan 71,4%
menjawab setuju mengenai Program radio Hot Fm sesuai dengan
kebutuhan pendengar. Dapat disipulkan bahwa pendapat pendengar
radio Hot Fm rata-rata setuju dengan frekuensi mudah diakses,
kernihan suaranya, melakukan interaksi melalui line telepon, Program
radio Hot Fm sesuai dengan kebutuhan pendengar dan penyiar yang
berkarakter.
3.
Kebutuhan Informasi Terhadap Program Radio Hot FM sangat besar
terbukti berdasarkan pernyataan-pernyataan yang diajukan oleh
peneliti. Mendengarkan program radio hot fm dapat menambah
wawasan, mendengarkan siaran radio Hot Fm karena ingin
memperoleh berita baik disekitar wilayah atau menyeluruh, berita
107
yang disampaikan mudah dipahami, informasi yang disampaikan
berskala nasional maupun regional. Rata-rata responden menjawab
setuju dan sangat setuju. Dari hasil analisis deskriptif yang diolah oleh
peneliti menunjukkan angka sebesar 82,51%. Hal ini menggambarkan
bahwa responden merasa sangat puas mengenai kepuasan akan
informasi. Dapat dilihat jelas jika kepuasan yang diperoleh pendengar
sangat puas maka kebutuhan akan informasi yang diinginkan sangat
besar.
4.
Respon Pendengar Radio terhadap Program Radio Hot FM di Serang
adalah positif terbukti dari hasil pernyataan-pernyataan yang diajukan
oleh peneliti rata-tata responden menjawab setuju. 51,8% menjawab
setuju bahwa Program radio hot fm memberikan dampak yang
membuat pendengarnya semangat lagi dalam beraktivitas dengan
persentase dan 71,4% menjawab setuju bahwa Program radio hot fm
sesuai dengan kebutuhan pendengar. Dapat digambarkan bahwa
respon dari responden adalah positif karena jawaban dari penyataan
yang setuju mengenai kedua pernyataan tersebut.
5.2 Saran
Dalam sebuah penelitian, seorang peneliti setidaknya dapat sesuatu yang
bermanfaat dan berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan, instansi, atau
lembaga serta berbagai pihak yang terkait dalam penelitian ini. Adapun saran-
108
saran yang penulis berikan setelah meneliti masalah dalam penelitian ini antara
lain:
1.
Radio Hot Fm sebagai salah satu radio dengan segmentasi semua
kalangan diharapkan agar mampu menjaga bahkan meningkatkan
kualitas siaran dari waktu ke waktu. Hal tersebut agar kepuasan yang
diperoleh pendengar selama ini tetep bertahan.
2.
Telah diketahui bahwa kepuasan tertinggi pendengar ada pada
kepuasan hiburan. Maka peneliti menyarankan kepada pihak stasiun
radio Hot Fm untuk mebuat program-program yang lebih variatif lagi
sesuai kepuasan pendengar akan informasi, interaksi sosial, identitas
pribadi, dan hiburan dapat terpenuhi juga dengan baik dan seimbang.
109
DAFTAR PUSTAKA
Ardianto, Elvinaro. 2007. Komunikasi Massa : Suatu Pengantar Edisi Revisi.
Bandung : Simbiosa Rekatama Media.
Astuti, Santi. 2008. Jurnalisme Radio : Teori dan Praktik. Bandung : Simbiosa
Rekatama Media.
Bungin. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta : Kencana.
Cangara, Hafied, 2008. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta : PT. Raja Grafindo.
Effendy, Onong Uchyana. 2011. Ilmu Komunikasi Teoridan Praktik. Bandung : PT.
Remaja Rosdakarya
Jonathan, Erol. 2000. Politikdan Radio. Surabaya : Sembrani Angkasa Nusantara.
Kriyantono, Rachmat. 2009. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta : Kencana.
Martono, Nanang. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Rajawali Pers.
Masduki, 2004. Menjadi Broadcaster Profesional. Yogyakarta : Pustaka Populer
Lkis.
Mc. Quail, Dennis. 1994. Teori Komunikasi Massa Suatu Pengantar. edisi kedua
terjemahan oleh Agus Dharma & Aminudin Ram. Jakarta: Erlangga.
Morissan. 2008. Manajemen Media Penyiaran. Jakarta : Kencana.
Mulyana, Deddy. 2005. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya.
Munthe, Moeryanto. 1996. Media Komunikasi Radio. Jakarta : Pustaka Sinar
Harapan.
Nurudin. 2013. PengantarKomunikasi Massa, Jakarta : PT. Raja Grafindo.
Prayudha, Harley. 2005. Radio Suatu Pengantar untuk Wacana dan Praktik
Penyiaran. Malang : Bayumedia Publishing.
110
Rakhmat, Jalaludin. 2009. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
. 2011. Psikologi Komunikasi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Ritonga, M Jamiluddin. 1996. Media Komunikasi Radio. Jakarta : Sinar Harapan.
Romli, Asep Syamsul M. 2009. Dasar-Dasar Siaran Radio. Bandung :Nuansa.
Silalahi, Ulber. 2010. Metode Penelitian Sosial. Bandung : Refika Aditama
Sugiono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung : Alfabeta.
Wiryanto. 2000. Teori Komunikasi Massa. Jakarta : PT Grasindo.
Sumber Lain :
http://bps.go.id
http://digilib.its.ac.id/ITS-undergraduate.pdf diakses pada tanggal 26 Januari 2015
pukul 16.15 WIB.
Http://jurnalskripsi.com/analisa-kepuasan-pendengar-terhadap-kualitas-siaran-radiokalimaybhaskara-fm-studi-pada-mahasiswa-brawijaya-malang.pdf diakses pada
tanggal 26 Januari 2015 pukul 15.20 WIB.
http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/iretafazriani.pdf diakses pada 26
Januari 2015 pukul 21.38 WIB.
http://repository.unib.ac.id/3379/ diakses pada 07 Maret 2015 pukul 20.38 WIB.
http://repository.unib.ac.id/id/eprint/3379 diakses pada 07 Maret 2015 pukul 20.48
WIB.
http://romeltmedia.com diakses pada tanggal 15 Januari 2015 pukul 20.20 WIB.
111
Lampiran 1 Kuesioner
Judul penelitian : TINGKAT KEPUASAN PENDENGAR RADIO HOT FM
Pengisian kuesioner ini diajukan untuk kepentingan penelitian bukan untuk
kepentinganlainnya. Oleh sebab itu, penelitian ini menjamin kerahasiaan tresponden.
Terima kasihatas kesediaan Bapak/ Ibu/ Saudara (i) untuk mengisi kuesioner ini.
Petunjuk pengisian : Bacalah secara seksama setiap pertanyaan yang
disediakan,kemudian isi dan pilihlah setiap pertanyaan yang tersedia dalam kuesioner
ini.
Nomor kuesioner
:(Diisi oleh periset)
Identitas Responden
Nama
Nomor handphone/Telepon
Alamat
Jenis Kelamin
Umur
:
:
:
: 1. Laki-laki 2. Perempuan
: 1. 15 – 19 tahun
3. 30 - 39 tahun
2. 20 – 29 tahun
4. > 40 tahun
1. Seberapa sering (dalam hitungan kali) anda mendengarkan siaran HOT FM
dalam seminggu terakhir?
1. 1 – 3 kali
2. 4 – 7 kali
3. 8 – 10 kali
4. 11-15 kali
2. Brapa jumlah waktu (dalam hitungan menit) yang anda pergunakan untuk
mendengarkan radio HOT FM dalam sekali mendengarkan?
1. 10 – 45 menit
2. 46 – 90 menit
4. 135 – 180 menit
3. 91 – 135 menit
3. Program apa yang paling memuaskan anda ketika mendengarkan radio HOT
FM?
1. Hikmah Pajar 4. relasi
2. SlagiHot
5. Beranda Sore
3. Symphony
6. Ekspresi
112
Tingkat Kepuasan
Pertanyaan berikut merupakan pertanyaan yang mewakili kepuasan anda ketika
mendengarkan program- program pada Radio Hot FM.
Isilah setiap baris melalui pilihan kolom yang tersedia dengan memberikan tanda
centang
(V) dengan pilihan sebagai berikut:
SS : Sangat Setuju
S : Setuju
TS : Tidak Setuju
STS : Sangat Tidak Setuju
PERTANYAAN
No
1 Mendengarkan program radio hot fm dapat
menambah wawasan
2
Mendengarkan siaran radio hot fm karena ingin
memperoleh berita, baik disekitar wilayah atau
menyeluruh
3
4
Berita yang disampaikan mudah dipahami
Informasi yang disampaikan berskala nasional
maupun regional
5
Radio hot fm sudah memenuhi kebutuhan
pendengar dalam mencari informasi dan kondisi
yang update
Radio hot fm sudah memenuhi kebutuhan
pendengar dalam menambah pengetahuan
informasi
Radio hot fm mempunyai penyiar yang melakukan
interaksi melalui line telepon untuk berbagi
pengalaman
Radio hot fm memiliki penyiar yang berkarakter
6
7
8
9
Mendengarkan radio hot fm karena frekuensinya
mudah diakses
10
Menengarkan radio hot fm karena kejernihan
suaranya
STS TS
S
SS
113
11
Mendengarkan radio dapat memuaskan rasa
penasaran saya akan sesuatu
12
Mendengarkan siaran radio hot fm membuat saya
merasa senang
13
Mendegarkan siaran radio hot fm karena ingin
menjalin interaksi dengan pendengar lain
14
Mendengarkan radio hot fm untuk menemani
aktivitas didalam perjalanan atau rutinitas lainnya
15
Mendengarkan radio hot fm dapat berbagi
pengalaman dengan pendengar hot fm lainnya
16
Program radio hot fm memberikan dampak yang
membuat pendengarnya semangat lagi dalam
beraktivitas
Program radio hot fm sesuai dengan kebutuhan
pendengar
17
18
Mendengarkan radio hot fm untuk mengisi waktu
luang
19
Mendengar siaran radio hot fm untuk sejenak
melupakan aktivitas
20
Program radio hot fm memberikan inspirasi bagi
pendengarnya
21
Mendengarkan radio hot fm dapat menghilangkan
kejenuhan
22
Mendengarkan radio hot fm hanya sekedar untuk
kesenangan
23
Mendengarkan radio hot fm dapat meningkatkan
daya imajinasi
24
Mendengarkan radio hot fm dapat membuat saya
merasa santai
25
Mendengarkan radio hot fm dapat membuat saya
terhindar dari rasa kesepian
114
Lampiran 2 Data dan Jawaban Responden
No
Q
1
Q
2
Q
3
Q
4
Q
5
Q
6
Q
7
Q
8
Q
9
Q
10
Q
11
Q
12
Q
13
Q
14
Q
15
Q
16
Q
17
Q
18
Q
19
Q
20
Q
21
Q
22
Q
23
Q
24
Q
25
X
1
3
3
4
3
3
3
3
4
3
3
3
3
3
3
3
2
4
4
3
3
3
3
3
4
4
80
2
3
2
3
3
3
2
3
2
3
3
4
3
3
4
3
3
3
3
3
2
3
3
4
3
3
74
3
2
4
4
2
3
4
3
3
2
3
3
4
3
4
3
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
86
4
3
4
4
3
3
4
4
3
3
3
3
3
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
91
5
3
3
3
3
3
4
4
3
3
3
3
4
3
4
3
3
3
4
4
4
4
4
4
3
4
86
6
4
3
3
4
3
4
3
3
4
4
4
4
4
4
3
4
3
4
4
4
4
3
4
4
3
91
7
3
3
3
3
3
3
3
4
3
3
3
2
3
3
3
4
3
3
2
3
3
3
3
2
3
74
8
3
3
3
3
4
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
4
3
3
3
3
77
9
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
2
2
2
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
69
10
3
3
3
3
3
3
4
4
3
3
3
4
3
4
3
4
3
4
4
3
4
4
4
4
4
87
11
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
98
12
4
3
4
4
3
4
3
4
4
3
3
4
3
4
3
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
92
13
2
3
3
2
3
4
1
3
2
3
3
2
3
3
3
2
3
3
3
4
4
3
3
4
4
73
14
3
3
3
3
3
3
4
4
3
2
2
2
2
3
2
2
3
3
3
3
3
2
3
3
3
70
15
3
3
3
3
3
4
3
4
3
3
3
3
3
3
4
3
3
4
3
4
3
3
3
3
3
80
16
4
4
3
4
3
3
3
3
4
3
2
2
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
4
4
78
17
4
4
4
4
3
3
3
4
4
4
3
3
4
3
3
3
4
3
2
3
3
3
3
4
3
84
18
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
2
3
2
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
71
19
3
2
3
3
3
2
3
1
3
2
4
4
2
4
3
3
3
3
2
2
3
2
4
4
3
71
20
4
3
3
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
3
3
3
3
4
4
4
3
4
4
4
92
21
4
4
4
4
4
4
3
3
4
3
4
3
3
3
4
4
4
4
4
4
3
3
3
3
4
90
22
3
3
3
3
3
3
4
3
3
1
2
3
1
3
3
3
3
4
4
3
4
4
3
3
4
76
23
3
3
3
3
2
3
3
3
3
2
3
3
2
3
3
3
3
3
4
3
3
3
3
3
3
73
24
3
3
2
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
2
2
3
4
3
3
3
71
25
2
3
3
2
3
3
3
4
2
2
3
4
2
3
3
3
3
3
2
3
4
3
3
3
3
72
26
3
4
3
3
3
4
2
3
3
3
3
2
3
3
3
4
3
3
3
4
4
3
3
3
3
78
27
4
3
2
4
3
3
4
3
4
2
3
3
2
3
3
4
2
3
2
3
3
4
3
3
3
76
28
3
3
3
3
3
4
2
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
4
3
3
2
4
2
74
29
3
3
3
3
3
4
3
2
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
4
4
3
3
3
4
77
30
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
4
4
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
76
31
3
3
3
3
3
2
4
4
3
4
3
3
4
4
3
3
3
4
4
2
2
3
4
3
4
81
32
4
4
3
4
4
3
3
3
4
4
3
3
4
2
4
4
3
3
3
3
3
4
2
4
3
84
33
4
4
4
4
3
3
2
3
4
4
3
4
4
3
3
3
4
2
1
3
3
3
3
4
3
81
34
4
4
4
4
3
3
3
3
4
3
2
3
3
3
3
4
4
3
4
3
3
3
3
4
4
84
35
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
4
3
3
3
4
3
3
4
2
3
3
3
4
4
78
115
36
4
3
3
4
3
3
4
2
4
4
3
3
4
3
3
4
3
4
3
3
3
3
3
3
4
83
37
4
3
3
4
3
3
3
3
4
2
3
3
2
2
3
3
3
4
3
3
4
4
2
4
4
79
38
3
3
3
3
3
4
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
4
4
3
2
4
4
78
39
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
4
3
3
3
4
3
4
2
3
3
3
3
4
4
78
40
3
3
3
3
4
4
4
4
3
4
3
3
4
4
4
3
3
2
3
4
3
3
4
3
3
84
41
4
4
4
4
4
4
4
3
4
3
4
3
3
3
4
3
4
3
3
4
4
4
3
3
3
89
42
3
3
4
3
3
3
3
4
3
3
3
3
3
4
4
4
4
3
3
3
4
3
4
3
3
83
43
3
3
3
3
4
4
3
3
3
3
3
3
3
3
3
4
3
4
4
4
3
3
3
4
3
82
44
4
3
3
4
3
3
4
3
4
2
2
3
2
4
3
4
3
3
3
3
3
3
4
3
4
80
45
3
4
3
3
4
3
3
3
3
2
3
4
2
3
4
4
3
4
3
3
3
3
3
3
4
80
46
4
4
3
4
4
4
3
3
4
4
4
4
4
3
3
3
3
4
4
4
4
4
3
4
3
91
47
3
4
4
3
3
3
3
4
3
4
4
3
4
3
3
4
4
4
4
3
4
3
3
3
3
86
48
4
3
3
4
3
3
4
4
4
3
3
4
3
3
2
3
3
4
3
3
4
3
3
3
3
82
49
3
3
3
3
4
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
4
3
3
3
3
3
3
3
3
3
77
50
4
3
3
4
4
4
4
4
4
3
4
4
3
3
3
3
3
4
4
4
3
4
3
3
4
89
51
4
4
3
4
3
3
3
3
4
4
3
3
4
4
4
3
3
3
3
3
4
3
4
4
4
87
52
3
4
4
4
3
4
4
3
3
3
3
3
3
3
3
3
4
3
4
4
3
3
3
4
3
84
53
3
3
4
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
4
3
4
3
4
4
3
3
4
81
54
4
3
3
4
4
4
4
3
4
4
4
3
4
4
4
3
3
4
3
4
3
3
4
4
3
90
55
4
4
3
4
3
3
4
4
4
3
3
4
3
3
4
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
83
56
3
4
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
4
Total X
76
4357
116
Lampiran 3 Buku Bimbingan Skripsi
117
Lampiran 4 Biodata Penulis
BIODATA PENULIS
Nama
: Hari Wicaksono
Tempat Tanggal Lahir
: Jakarta, 18 November 1992
Agama
: Islam
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Email
: [email protected]
No. Hp
: 082298847359
Alamat
: Komp. Ciceri Pemai. Jln. Pajajaran II Blok D.10
No.6, Serang-Banten..
Riwayat Pendidikan:
2011 - 2015 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
2008 - 2011 SMAN 2 Kota Serang
2005 - 2008 SMPN 1 Kota Serang
1999 - 2005 SDN 2 Kota Serang
Pengalaman Kerja :
2014 Magang di PT. Latinusa bagian Humas
Download