PENGARUH BUDAYA, SOSIAL, PRIBADI DAN PSIKOLOGIS

advertisement
e – Jurnal Riset ManajemenPRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
PENGARUH BUDAYA, SOSIAL, PRIBADI DAN PSIKOLOGIS
TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MIE INSTAN MEREK
“MIE SEDAAP
Fathawati *)
Moh. Hufron **)
Afi Rahmat Slamet ***)
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya, sosial,
pribadi dan psikologis secara parsial terhadap pembelian produk mie instan merek
Mie Sedap pada mahasiswa Universitas Islam Malang. ntuk mengetahui pengaruh
budaya, sosial, pribadi dan psikologis secara simultan terhadap pembelian produk
mie instan merek Mie Sedap pada mahasiswa Universitas Islam Malang.
Jenis penelitian ini adalah explanatory research. Penelitian ini dilakukan
pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang tahun ajaran 20132016 yang mengkonsumsi mie Sedaap berjumlah 1777 mahasiswa sedangkan
sampel penelitian berjumlah 95 mahasiswa dengan teknik sampling purposive
sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel budaya, sosial, pribadi,
psikologis berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian mie instan
merek Mie Sedaap. Variabel budaya, sosial, pribadi, psikologis secara parsial
berpengaruh terhadap keputusan pembelian pembelian mie instan merek Mie
Sedaap.
Kata Kunci : Budaya, Sosial, Pribadi, Psikologis dan Keputusan Pembelian
89
e – Jurnal Riset ManajemenPRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
ABSTRACT
Target of this research is to know influence cultural, social, psychological
and personal by parsial to purchasing of noodles product of instan Noodles Mie
Sedaap brand at student of university of Islamic Malang. To know influence
cultural, social, psychological and personal by simultan to purchasing of noodles
product of instan Noodles Mie Sedaap brand at student of university of Islamic
Malang.
Type this research is explanatory research. This research done at student
Faculty Of Economics University of Islamic Malang school year 2013-2016 which
consuming noodles of Sedaap amount to 1777 student while research sampel
amount to 95 student with sampling technique of purposive sampling.
Result of research indicate that variable cultural, social, personal,
psychological have an effect by simultan to decision of purchasing of noodles
instan Mie Sedaap brand. Variable cultural, social, personal, psychological by
parsial have an effect to decision of purchasing of noodles instan Mie Sedaap
brand.
Keyword : Cultural, Social, Personal, Psychological and Decision of Purchasing
90
e – Jurnal Riset ManajemenPRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Mie sedaap sebagai salah satu produk mie instan yang memiliki berbagai
aneka rasa seperti rasa soto, kare, ayam bawang, balado, ayam penyet, dll.
Sehingga hal ini memberikan banyak pilihan bagi konsumen untuk menentukan
mana yang mereka sukai. Semakin ketat persaingan produk mie instan maka
produsen mie sedaap memilih mempelajari perilaku konsumen agar produknya
dapat diterima konsumen, penerimaan produk oleh konsumen dapat dipengaruhi
oleh beberapa faktor meliputi faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis.
Budaya adalah simbol dan fakta yang kompleks yang diciptakan oleh
manusia" diturunkan dari generasi ke generasi sebagai penentu dan pengatur
tingkah laku manusia dalam masyarakat yang ada. Faktor budaya mempunyai
pengaruh yang paling luas dalam mendalam terhadap perilaku seseorang. Budaya
menyangkut segala aspek kehidupan manusia. Pada faktor budaya pemasar harus
dapat melihat peranan yang dimainkan oleh budaya, sub budaya dan kelas sosial.
Faktor sosial (social factor) yaitu berupa grup-grup yang turut
mempengaruhi, dimana seseorang masuk sebagai anggota misalnya kelompok
family, teman, tetangga, teman sekerja, klub olahraga, klub seni, dan sebagainya.
Kepribadian didefinisikan sebagai pola sikap individu yang dapat menentukan
tanggapan untuk bertingkah laku. Pengaruh sifat kepribadian konsumen terhadap
pandangan dan perilaku pembeliannya adalah sangat umum dan usaha-usaha
untuk menghubungkan norma kepribadian dengan berbagai macam tindakan
pembelian konsumen umumnya tidak berhasil. Namun para ahli tetap percaya
bahwa kepribadian itu juga mempengaruhi perilaku pembeli seseorang.
Faktor psikologis merupakan bagian dari pengaruh lingkungan dimana ia
tinggal dan hidup pada waktu sekarang tanpa mengabaikan pengaruh dimasa
lampau atau antisipasinya pada masa waktu yang akan datang. Terkadang
sebagian faktor-faktor tersebut diatas tidak diperhatikan oleh pemasar, tetapi
sebenarnya hal itu yang harus dipertimbangkan untuk mengetahui seberapa jauh
faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi pembelian konsumen. Menurut Setiadi
(2008 : 415) pengambilan keputusan konsumen adalah proses pengintegrasian
yang mengkombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku
alternatif, dan memilih salah satu di antaranya.
Mie Sedaap juga menerapkan strategi promosi agresif dan kampanye iklan
provokatif yang menyasar ke segmen kalangan muda dengan menampilkan artis
Gita Gutawa yang dipersepsikan sebagai kalangan muda yang aktif dan dinamis.
Menurut data Nielsen Media Research menghabiskan anggaran iklan sekitar Rp
56,17 miliar, permintaan Mie Sedaap terus mengalir deras. Karena banyaknya
permintaan, Wings food sebagai perusahaan penghasil mie sedaap sempat
kewalahan hingga hanya bisa memenuhi 10% dari order pengecer dan toko.
Namun, kondisi itu terus diperbaiki. Selain dengan menambah mesin, Wings food
juga menambah kapasitas produksi di dua pabriknya, yaitu di Gresik (Surabaya)
dan Seroja (Bekasi) (www.swa.co.id).
91
e – Jurnal Riset ManajemenPRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti berkeinginan untuk
mengadakan penelitian dengan judul Pengaruh Budaya, Sosial, Pribadi Dan
Psikologis Terhadap Keputusan Pembelian Mie Instan Merek “Mie Sedaap.
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat
dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1. Apakah budaya, sosial, pribadi dan psikologis berpengaruh secara parsial
terhadap pembelian produk mie instan merek mie Sedaap pada mahasiswa
Universitas Islam Malang?
2. Apakah budaya, sosial, pribadi dan psikologis berpengaruh secara simultan
terhadap pembelian produk mie instan merek mie Sedaap pada mahasiswa
Universitas Islam Malang?
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui apakah budaya, sosial, pribadi dan psikologis berpengaruh
secara parsial terhadap pembelian produk mie instan merek Mie Sedap pada
mahasiswa Universitas Islam Malang.
2. Untuk mengetahui apakah budaya, sosial, pribadi dan psikologis berpengaruh
secara simultan terhadap pembelian produk mie instan merek Mie Sedap pada
mahasiswa Universitas Islam Malang.
Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah:
1. Diharapkkan dapat digunakan informasi dan masukan bagi pihak perusahaan/
produsen, untuk megetahui faktor- faktor yang menjadi pertimbangan
konsumen dalam mengkonsumsi produk yang ditawarkan sehingga pihak
perusahaan dapat menyusun starategi dalam rangka memenuhi harapan
konsumen.
2. Sebagai pengembangan ilmu bagi penulis, khususnya ilmu pengetahuan
manajemen pemasaran dan melatih menulis untuk dapat menerapkan teoriteori yang diperoleh dari perkuliahan.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Perilaku Konsumen
Pengertian perilaku konsumen menurut Swastha (2002:6) mengatakan:
“Studi tentang unit pembelian (buying unit) dan proses pertukaran yang
melibatkan perolehan, konsumsi dan pembuangan, barang, jasa, pengalaman serta
ide-ide”.
Menurut Handoko (2000:10) mengatakan: Perilaku konsumen (consumer
behavior) dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara
langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan
jasa-jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan
menentukan kegiatan-kegiatan tertentu.
92
e – Jurnal Riset ManajemenPRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
Menurut Kotler (2002: 41) mendefinisikan perilaku konsumen sebagai
studi tentang unit pembelian (buying units) dan proses pertukaran yang
melibatkan perolehan, konsumsi, dan pembuangan barang dan jasa, pengalaman,
serta ide-ide. Bidang ilmu perilaku konsumen mempelajari cara individu,
kelompok, dan organisasi memilih, membeli, memakai, serta memanfaatkan
barang, jasa, gagasan, atau pengalaman dalam rangka memuaskan kebutuhan dan
hasrat mereka.
Sedangkan menurut Tjiptono (2007: 40) perilaku konsumen adalah
aktivitas mental dan fisik yang dilakukan oleh pelanggan rumah tangga
(konsumen akhir) dan pelanggan bisnis yang menghasilkan keputusan untuk
membayar, membeli, dan menggunakan produk dan jasa tertentu.
Berdasarkan pengertian di atas maka perilaku konsumen merupakan
tindakan-tindakan dan hubungan sosial yang dilakukan oleh
konsumen
perorangan, kelompok maupun organisasi untuk menilai, memperoleh dan
menggunakan barang-barang serta jasa melalui proses pertukaran atau pembelian
yang diawali dengan proses pengambilan keputusan yang menentukan tindakantindakan tersebut.
Faktor budaya
Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku yang paling mendasar
untuk mendapatkan nilai, persepsi, preferensi dan perilaku dari lembaga-lembaga
penting lainnya. Faktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada
tingkah laku konsumen. Pemasar harus mengetahui peran yang dimainkan oleh:
a. Budaya
Budaya adalah kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan
tingkah laku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga
dan lembaga penting lainnya. Termasuk dalam budaya ini adalah pergeseran
budaya serta nilai nilai dalam keluarga.
b. Sub budaya
Sub budaya adalah sekelompok orang dengan sistem nilai terpisah
berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang umum. Sub budaya
termasuk nasionalitas, agama, kelompok ras, dan wilayah geografis.
c. Kelas sosial
Kelas sosial adalah divisi masyarakat yang relatif permanen dan teratur
dengan para anggotanya menganut nilai-nilai, minat dan tingkah laku yang
serupa.
Faktor sosial
Kelas sosial merupakan Pembagian masyarakat yang relatif homogen dan
permanen yang tersusun secara hierarkis dan yang anggotanya menganut nilainilai, minat, dan perilaku yang serupa.
Kelas sosial ditentukan oleh satu faktor tunggal, seperti pendapatan, tetapi
diukur sebagai kombinasi dari pekerjaan, pendapatan, pendidikan, kekayaan dan
variabel lain. Dalam beberapa sistem sosial, anggota dari kelas yang berbeda
memelihara peran tertentu dan tidak dapat mengubah posisi sosial mereka.
93
e – Jurnal Riset ManajemenPRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
Tingkah laku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, yaitu:
a. Kelompok
Kelompok adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi untuk
mencapai sasaran individu atau bersama. Beberapa merupakan kelompok
primer yang mempunyai interaksi reguler tapi informal-seperti keluarga,
teman, tetangga dan rekan sekerja. Beberapa merupakan kelompok sekunder,
yang mempunyai interaksi lebih formal dan kurang reguler. Ini mencakup
organisasi seperti kelompok keagamaan, asosiasi profesional dan serikat
pekerja.
b. Keluarga
Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting
dalam masyarakat dan telah diteliti secara mendalam, pemasar tertarik dalam
peran dan pengaruh suami, istri dan anak-anak pada pembelian berbagai
produk dan jasa.
c. Peran dan status
Peran terdiri dari aktivitas yang diharapkan dilakukan seseorang
menurut orang-orang yang ada disekitarnya. Setiap peran membawa status
yang mencerminkan penghargaan yang diberikan oleh masyarakat. Orang
seringkali memilih produk yang menunjukkan statusnya dalam masyarakat.
Faktor pribadi
Faktor pribadi didefinisikan sebagai karakteristik psikologis seseorang
yang berbeda dengan orang lain yang menyebabkan tanggapan yang relatif
konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan.
Keputusan membeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi, yaitu:
a. Umur dan tahap daur hidup
Orang mengubah barang dan jasa yang mereka beli selama masa
hidupnya. Selera akan makanan, pakaian, perabot dan rekreasi sering kali
berhubungan dengan umur. Membeli juga dibentuk oleh tahap daur hidup
keluarga, tahap-tahap yang mungkin dilalui oleh keluarga sesuai dengan
kedewasaannya. Pemasar seringkali menentukan sasaran pasar dalam bentuk
tahap daur hidup dan mengembangkan produk yang sesuai serta rencana
pemasaran untuk setiap tahap.
b. Pekerjaan
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya.
Pemasar berusaha mengenali kelompok pekerjaan yang mempunyai minat di
atas rata-rata akan produk dan jasa mereka. Sebuah perusahaan bahkan dapat
melakukan spesialisasi dalam memasarkan produk menurut kelompok
pekerjaan tertentu.
c. Situasi ekonomi
Situasi ekonomi sekarang akan mempengaruhi pilihan produk. Pemasar
produk yang peka terhadap pendapatan mengamati kecenderungan dalam
pendapatan pribadi, tabungan dan tingkat minat. Bila indikator ekonomi
menunjukkan resesi, pemasar dapat mengambil langkah-langkah untuk
merancang ulang, memposisikan kembali dan mengubah harga produknya.
94
e – Jurnal Riset ManajemenPRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
d. Gaya hidup
Pola kehidupan seseorang yang diwujudkan dalam aktivitas (pekerjaan,
hobi, berbelanja, olahraga, kegiatan sosial), minat (makanan, mode, keluarga,
rekreasi) dan opini yang lebih dari sekedar kelas sosial dan kepribadian
seseorang, gaya hidup menampilkan pola bereaksi dan berinteraksi seseorang
secara keseluruhan di dunia.
e. Kepribadian dan Konsep Diri
Kepribadian setiap orang jelas mempengaruhi tingkah laku
membelinya. Kepribadian mengacu pada karakteristik psikologi unik yang
menyebabkan respons yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap
lingkungan dirinya sendiri. Kepribadian biasanya diuraikan dalam arti sifatsifat seperti rasa percaya diri, dominasi, kemudahan bergaul, otonomi,
mempertahankan diri, kemampuan menyesuaikan diri, dan keagresifan.
Kepribadian dapat bermanfaat untuk menganalisis tingkah laku konsumen
untuk pemilihan produk atau merek tertentu.
Faktor psikologis
Faktor psikologis sebagai bagian dari pengaruh lingkungan dimana ia
tinggal dan hidup pada waktu sekarang tanpa mengabaikan pengaruh dimasa
lampau atau antisipasinya pada waktu yang akan datang
Pilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh faktor
psikologi yang penting:
a. Motivasi
Kebutuhan yang cukup untuk mengarahkan seseorang mencari cara
untuk memuaskan kebutuhan. Urutan kepentingan, jenjang kebutuhannya
adalah kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan
penghargaan, dan kebutuhan pengaktualisasian diri. Mula-mula seseorang
mencoba untuk memuaskan kebutuhan yang paling penting. Kalau sudah
terpuaskan, kebutuhan itu tidak lagi menjadi motivator dan kemudian orang
tersebut akan mencoba memuaskan kebutuhan paling penting berikutnya.
Misalnya orang yang kelaparan (kebutuhan fisiologis) tidak akan tertarik
dengan apa yang terjadi dalam dunia seni (kebutuhan mengaktualisasikan diri),
tidak juga pada bagaimana orang lain memandang dirinya atau penghargaan
orang lain (kebutuhan sosial atau penghargaan), bahkan tidak tertarik juga pada
apakah mereka menghirup udara bersih (kebutuhan rasa aman).
b. Persepsi
Persepsi adalah proses yang dilalui orang dalam memilih,
mengorganisasikan dan mengintepretasikan informasi guna membentuk
gambaran yang berarti mengenai dunia. Seseorang yang termotivasi siap untuk
bertindak. Bagaimana orang tersebut bertindak dipengaruhi oleh persepsinya
mengenai situasi.
c. Pengetahuan
Pembelajaran menggambarkan perubahan dalam tingkah laku
individual yang muncul dari pengalaman. Pentingnya praktik dari teori
pengetahuan bagi pemasar adalah mereka dapat membentuk permintaan akan
95
e – Jurnal Riset ManajemenPRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
suatu produk dengan menghubungkannya dengan dorongan yang kuat,
menggunakan petunjuk yang membangkitkan motivasi, dan memberikan
peranan positif.
Menurut Kotler (2000:157) menyatakan: Pembelajaran menggambarkan
perubahan dalam tingkah laku individual yang muncul dari pengalaman. Ahli
teori pembelajaran mengatakan bahwa kebanyakan tingkah laku manusia
dipelajari. Pembelajaran berlangsung melalui saling pengaruh dorongan,
rangsangan, petunjuk respon dan pembenaran.
d. Keyakinan dan sikap
Melalui tindakan dan pembelajaran, orang mendapatkan keyakinan dan
sikap. Keduanya ini, pada waktunya mempengaruhi tingkah laku membeli.
Keyakinan adalah pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang mengenai
sesuatu. Keyakinan didasarkan pada pengetahuan yang sebenarnya, pendapat
atau kepercayaan dan mungkin menaikkan emosi atau mungkin tidak.
Pengertian Keputusan Pembelian
Menurut Engel (2000:31) keputusan pembelian adalah proses merumuskan
berbagai alternatif tindakan guna menjatuhkan pilihan pada salah satu alternatif
tertentu untuk melakukan pembelian.
Pemasar perlu mengetahui siapa yang terlibat dalam keputusan membeli
dan peran apa yang dimainkan oleh setiap orang untuk banyak produk, cukup
mudah untuk mengenali siapa yang mengambil keputusan.
Kerangka konseptual
Berdasarkan landasan teori dan penelitian terdahulu, maka dapat
digambarkan sebuah kerangka pemikiran seperti pada gambar berikut :
Gambar Kerangka Konseptual
Budaya
(X1)
Sosial
(X2)
Keputusan
Pembelian
(Y)
Pribadi
(X3)
Psikologis
(X4)
96
e – Jurnal Riset ManajemenPRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
Hipotesis
Berdasarkan latar belakang dari permasalahan pokok yang telah
dijelaskan, maka dapat dikemukakan hipotesis penelitian sebagai berikut:
1. Budaya, sosial, pribadi dan psikologis berpengaruh secara simultan terhadap
keputusan pembelian produk mie instan merek “Mie Sedaap”.
2. Budaya, sosial, pribadi dan psikologis berpengaruh secara parsial terhadap
keputusan pembelian produk mie instan merek “Mie Sedaap”.
METOLOGI PENELITIAN
Jenis, Lokasi, dan Waktu Penelitian
Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah explanatory. Lokasi penelitian
ini dilakukan di Universitas Islam Malang Jl. Mayjen Haryono 193 Malang Jawa
Timur. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Januari 2016 sampai April 2017,
sedangkan turun lapangan pada bulan Februari 2016.
Populasi Dan Sampel
Dalam penelitian ini populasinya adalah Mahasiswa fakultas ekonomi
Unisma tahun ajaran 2013-2016 berjumlah 2.435 mahasiswa. Berdasarkan hasil
survey secara random dan menggunakan proporsi maka populasi mahasiswa yang
mengkonsumsi mie Sedaap jumlah 1777 mahasiswa. Berdasarkan hasil
perhitungan maka jumlah sampel yang digunakan sekitar 95 responden atau di
bulatkan menjadi 95 responden.
Definisi Operasional Variabel
Keputusan pembelian merupakan keputusan yang diambil oleh pihak
konsumen dalam melakukan pembelian mie instan merek mi Sedaap setelah
melalui berbagai pertimbangan.
Budaya merupakan suatu ciri khas dari sekumpulan orang yang diterapkan
secara turun-temurun sebagai penuntun dari kehidupan mereka sehari-sehari.
Sosial merupakan tingkat status sosial masyarakat atau keadaan ekonomi
seseorang yang terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan, tabungan dan
milik kebanyakan, pekerjaan serta variabel-variabel yang lainnya.
Pribadi merupakan suatu keadaan dimana seseorang mempunyai sifat
untuk bisa menentukan keputusannya sesuai dengan keinginannya tanpa ada
paksaan dari pihak lain.
Psikologis merupakan suatu keadaan dimana seseorang mempunyai
keinginan-keinginan yang berasal dari diri pribadinya untuk menentukan
keputusannya sesuai dengan keinginannya.
Metode Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan adalah kuantitatif sedang teknik
analisis menggunakan regresi linier berganda.
97
e – Jurnal Riset ManajemenPRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Uji Validitas
Hasil uji validitas yang telah dilakukan dapat diuraikan sebagai berikut:
Tabel 1. Uji Validitas
Variabel
Item
r Hitung
r Tabel
Keterangan
X1.1
0.482
0.3
Valid
Budaya
X1.2
0.537
0.3
Valid
X1.3
0.334
0.3
Valid
X2.1
0.380
0.3
Valid
Sosial
X2.2
0.375
0.3
Valid
X2.3
0.423
0.3
Valid
X3.1
0.396
0.3
Valid
Pribadi
X3.2
0.527
0.3
Valid
X3.3
0.478
0.3
Valid
X4.1
0.668
0.3
Valid
X4.2
0.617
0.3
Valid
Psikologis
X4.3
0.739
0.3
Valid
X4.4
0.470
0.3
Valid
Y1.1
0.764
0.3
Valid
Keputusan
Y1.2
0.665
0.3
Valid
pembelian
Y1.3
0.695
0.3
Valid
Sumber: Data primer diolah (2017)
Berdasarkan Tabel di atas diketahui bahwa semua indikator item
pertanyaan pada setiap variabel penelitian menghasilkan nilai r Pearson yang
lebih besar dari nilai r tabel (0.3), dengan demikian dapat dikatakan bahwa itemitem pertanyaan (indikator) yang mengukur setiap variabel dalam penelitian ini
dapat dinyatakan valid.
Uji Reliabilitas
Hasil uji reliabilitas yang telah dilakukan dapat diuraikan sebagai berikut:
Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas
No.
Variabel
Koefisien Alpha Keterangan
1. Budaya
0.617
Reliabel
2. Sosial
0.678
Reliabel
3. Pribadi
0.655
Reliabel
4. Psikologis
0.805
Reliabel
5. Keputusan pembelian
0.822
Reliabel
Sumber: Data primer diolah (2017)
Dari hasil uji reliable pada Tabel 2 di atas menunjukkan bahwa seluruh
item variabel yang digunakan adalah reliable, yaitu masing-masing item variabel
mempunyai nilai r Alpha lebih dari 0,6. Artinya bahwa alat ukur ini mampu
menghasilkan data yang dapat dipercaya.
98
e – Jurnal Riset ManajemenPRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi ini digunakan untuk menghitung pengaruh budaya, sosial,
pribadi, psikologis terhadap keputusan pembelian. Hasil analisis linier yang telah
dilakukan dapat diuraikan sebagai berikut:
Tabel 3. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Beta
B (Unstandardized
Variabel
(Standardized
Coefficients)
Coefficients)
Konstanta
2.855
2.186
Budaya
0.173
0.131
2.178
Sosial
0.208
0.174
2.564
Pribadi
0.592
0.469
5.314
Psikologis
0.212
0.266
3.490
= 1,98
R
= 0.800
R Squar
= 0.641
Adjusted R Square
= 0.625
= 40.112
Sig F
= 0,000
= 2,510
Sumber: Data primer diolah (2017)
Sig t
0.031
0.048
0.012
0.000
0.001
Keterangan
Signifikan
Signifikan
Signifikan
Signifikan
Berdasarkan hasil analisis tersebut maka secara lengkap didapatkan
persamaan regresi sebagai berikut :
Y = 2.855 + 0.173X1 + 0.208X2 + 0.592X3 + 0.212X4 + e
a = Konstanta sebesar 2.855 menunjukkan bahwa jika budaya, sosial, pribadi,
psikologis nilainya adalah 0, maka keputusan pembelian nilainya adalah
2.855.
b1 = 0.173 merupakan koefisien positif variabel budaya yang mempengaruhi
keputusan pembelian, artinya variabel budaya memberikan pengaruh positif
terhadap keputusan pembelian, meningkatnya budaya akan meningkatkan
keputusan pembelian.
b2 = 0.208 merupakan koefisien positif variabel sosial yang mempengaruhi
keputusan pembelian, artinya variabel sosial memberikan pengaruh positif
terhadap keputusan pembelian, meningkatnya sosial akan meningkatkan
keputusan pembelian.
b3 = 0.592 merupakan koefisien positif variabel pribadi yang mempengaruhi
keputusan pembelian, artinya variabel pribadi memberikan pengaruh positif
terhadap keputusan pembelian, meningkatnya pribadi akan meningkatkan
keputusan pembelian.
b4 = 0.212 merupakan koefisien positif variabel psikologis yang mempengaruhi
keputusan pembelian, artinya variabel psikologis memberikan pengaruh
positif terhadap keputusan pembelian, meningkatnya psikologis akan
meningkatkan keputusan pembelian.
99
e – Jurnal Riset ManajemenPRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
Nilai Koefisien Korelasi Berganda
Hasil koefisien korelasi berganda (R) (multiple corelation) sebesar 0,800. Hal
ini berarti hubungan antara budaya, sosial, pribadi, psikologis dengan keputusan
pembelian adalah erat karena nilai R tersebut mendekati 1. Sedangkan nilai adjust R
square sebesar 0,625 artinya variabel budaya, sosial, pribadi, psikologis mampu
menjelaskan variabel keputusan pembelian sebesar 62,5% dan 37,5% dijelaskan oleh
variabel lain di luar penelitian.
Hasil Analisis Uji F
Hasil uji F yang telah dilakukan dapat diuraikan sebagai berikut:
Tabel 4. Uji F/Serempak
ANOVAb
Model
1
Regression
Residual
Total
Sum of
Squares
198.869
111.552
310.421
df
4
90
94
Mean Square
49.717
1.239
F
40.112
Sig.
.000a
a. Predictors: (Const ant), psikologis, sosial, buday a, pribadi
b. Dependent Variable: keputusan pembelian
Sumber: Data primer diolah (2017)
Berdasarkan Tabel di atas nilai F hitung sebesar 40.112 Sedangkan F tabel
adalah sebesar 2,510, karena F hitung > F tabel (40112>2,510) maka secara
simultan budaya, sosial, pribadi, psikologis berpengaruh signifikan terhadap
keputusan pembelian.
Hasil Analisis Uji t
Hasil uji parsial yang telah dilakukan dapat diuraikan sebagai berikut:
Tabel 5. Uji t /Parsial
Coeffi ci entsa
Model
1
(Constant)
buday a
sosial
pribadi
psikologis
Unstandardized
Coef f icients
B
St d. Error
2.855
1.306
.173
.098
.208
.081
.592
.111
.212
.061
St andardized
Coef f icients
Beta
.131
.174
.469
.266
t
2.186
2.178
2.564
5.314
3.490
Sig.
.031
.048
.012
.000
.001
a. Dependent Variable: keputusan pembelian
Sumber: Data primer diolah (2017)
Berdasarkan Tabel di atas nilai t hitung variabel budaya memiliki nilai sig
0.048 < 0,05, variabel sosial memiliki nilai sig 0.012 < 0,05, variabel pribadi
100
e – Jurnal Riset ManajemenPRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
memiliki nilai sig 0.000 < 0,05, variabel psikologis memiliki nilai sig 0.001 <
0,05. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel budaya, sosial,
pribadi, psikologis secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
keputusan pembelian.
Implikasi Hasil Penelitian
Hasil koefisien korelasi berganda (R) (multiple corelation) sebesar 0,800. Hal
ini berarti hubungan antara budaya, sosial, pribadi, psikologis dengan keputusan
pembelian adalah erat karena nilai R tersebut mendekati 1. Sedangkan nilai adjust R
square sebesar 0,625 artinya variabel budaya, sosial, pribadi, psikologis mampu
menjelaskan variabel keputusan pembelian sebesar 62,5% dan 37,5% dijelaskan oleh
variabel lain di luar penelitian.
Hasil analisis secara parsial menunjukkan bahwa budaya, sosial, pribadi,
psikologis berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian mie instan merek
Mie Sedaap. Hasil ini mendukung penelitian Titin (2013) yang menyatakan bahwa
variabel budaya (X1), sosial (X2), pribadi (X3) serta psikologi (X4) berpengaruh
secara simultan terhadap pengambilan keputusan pembelian Santri Ponpes Sunan
Drajat. Selain itu hasil penelitian ini juga mendukung penelitian yang dilakukan
oleh Indah (2014) yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan merek,
rasa, harga, desain kemasan, kemudahan memperoleh terhadap pembelian mi
instan. Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan Kartikasari (2013) juga
mendukung penelitian ini yang menyatakan bahwa budaya, sosial, pribadi dan
psikologis secara keseluruhan dapat berpengaruh secara signifikan terhadap
keputusan pembelian yang akan diambil oleh konsumen dalam pembelian Mie
Instan Merek Indomie.
Hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat Kotller (2009 : 166) perilaku
konsumen adalah studi tentang bagaimana individu, kelompok, dan organisasi
memilih, membeli, menggunakan, dan bagimana barang, jasa, ide atau
pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka. Faktor – faktor
yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen yaitu faktor budaya, sosial,
pribadi dan psikologis. Ada dua faktor yang memengaruhi pengambilan keputusan
pembelian yang selanjutnya akan menentukan respons konsumen. Pertama,
konsumen itu sendiri. Ada dua unsur dari konsumen yang berpengaruh terhadap
pengambilan keputusan yaitu pikiran konsumen yang meliputi kebutuhan atau
motivasi, persepsi, sikap dan karakteristik konsumen yang meliputi demografi,
gaya hidup, dan kepribadian konsumen. Faktor kedua adalah pengaruh lingkungan
yang terdiri atas nilai budaya, pengaruh sub dan lintas budaya, kelas sosial, face to
face group, dan situasi lain yang menentukan.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka
dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
a. Variabel budaya, sosial, pribadi, psikologis berpengaruh secara simultan
terhadap keputusan pembelian mie instan merek merek Mie Sedaap.
101
e – Jurnal Riset ManajemenPRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
b. Variabel budaya, sosial, pribadi, psikologis secara parsial berpengaruh
terhadap keputusan pembelian pembelian mie instan merek merek Mie
Sedaap.
Keterbatasan Penelitian
Dalam penelitian ini ada beberapa keterbatasan yang seharusnya menjadi
perhatian para peneliti mendatang. Beberapa keterbatasan tersebut:
1. Penelitian ini hanya menekankan pada variabel budaya, sosial, probadi dan
psikologis. Padahal banyak faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian,
oleh karena itu hasil penelitian dapat dilanjutkan oleh penelitian yang lain
dengan memasukkan variabel yang lain.
2. Penelitian ini hanya memfokuskan pada satu produk saja. Keterbatasan yang
dimiliki peneliti menjadi penyebab terbatasnya lingkup objek penelitian yang
diambil dalam penelitian ini. Dengan demikian ada kemungkinan jika
penelitian dilakukan pada mie instan merek lainnya.
Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka dapat diajukan beberapa saran
sebagai berikut:
a. Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya melakukan penelitian dengan menambah
variabel independent seperti citra merek dan harga sehingga dapat di ketahui
sejauh mana peranan masing-masing variabel tersebut yang merupakan
alternatif yang lebih baik dalam menentukan keputusan pembelian.
b. Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya menambah jumlah responden dengan cara
menambah jumlah populasi, yang sebelumnya hanya dilakukan di fakultas
ekonomi saja dijadikan seluruh mahasiswa Universitas Islam Malang,
sehingga hasil penelitian ini dapat mewakili semua pendapat mahasiswa
Universitas Islam Malang.
102
e – Jurnal Riset ManajemenPRODI MANAJEMEN
Fakultas Ekonomi Unisma
website : www.fe.unisma.ac.id (email : [email protected])
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.
Jakarta.
Engel, J.F., B. Roger., dan P. Miniard. 2000. Perilaku Konsumen. Alih bahasa
Budiyanto. Binarupa Aksara. Jakarta.
Ghozali, Imam, 2005, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS,
Universitas Diponegora, Semarang
Gujarati, 2007. Dasar-dasar pedoman praktis SPSS dalam ekonometrik. USU
Press. Medan.
Indah Wahyu Utami (2014) Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelian Mi
Instan Pada Mahasiswa. Seminar Nasional Dan Call For Papers Uniba
2014
Kotler, Philip. 2009: Marketing Management with Brand Managemen (8thed).
Jakarta: Prenhallindo.
Kuncoro, Mudrajat. 2009. Metode Kuantitatif, Teori dan Aplikasi untuk Bisnis dan
Ekonomi, UPP STIM YKPN.Yogyakarta
Sanusi, Anwar. 2003. Metodologi Penelitian Praktis Untuk Ilmu Sosial dan
Ekonomi. Edisi Pertama. Cetakan Pertama. Penerbit Buntara Media.
Malang
Setiadi, Nugroho. 2008. Perilaku Konsumen Konsep dan Implikasi untuk Strategi
dan Penelitian Pemasaran. Jakarta : Kencana Prenada Group.
Singarimbun & Effendi. 2002. Metodologi Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantatif kuantatif dan R & D. Bandung:
Alfabetta.
Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Cetakan
Keempat. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Sugiyono. 2008 Metode Penelitian Bisnis, Cetakan Ketujuh , Penerbit Alfabeta
CV, Bandung
Suryani, Tatik. 2013. Perilaku Kon-sumen di Era Internet: Implikasi pada
Strategi Pemasaran. Yog-yakarta: Graha Ilmu.
Swasta, Basu dan Handoko, T. Hani. 2000. Manajemen Barang dalam Pemasaran.
Cetakan Kedua BPFE, Yogjakarta.
Titin. 2013. Analisa Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Mie
Instan Merk Sedaap Di Ponpes Sunan Drajat (Study Pada Santri Pondok
Pesantren Sunan Drajat)
Tjiptono, Fandy. 2007. Strategi Pemasaran. Cetakan Pertama. Edisi Kedua.
Penerbit Andi Offset. Yogyakarta
Fathawati *) Adalah Alumni Fakultas Ekonomi Unisma
Moh. Hufron **) Adalah Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Unisma
Afi Rahmat Slamet ***) Adalah Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Unisma
103
Download