Untitled - Setyo NUGROHO

advertisement
URBAN!
01
Jan. 2013
isi
01
Halaman Depan
02
Islamic Planning:
Setyo Nugroho, Fardilla Rizkiyah
Urbanism and Building Principles
04
Alun-alun Kota Malang Sebagai Titik Pusat
Winton Danardi
Perkembangan Kota dan Konfigurasinya
06
Urban Landscape:
Fitrania Halla, R Dimas W Putra
Community Garden
08
Book Review: A New Theory of Urban Design
Setyo Nugroho
09
Pemahaman Morfologi Ruang Kota
Hilda Multi Artarina
11
Kajian Sejarah Perancangan Kota
Edith Abram Rochdi
Terhadap Morfologi Ruang Kota Tenggarong
13
Kajian Logika Ruang Sosial:
Puspitaningtyas Sulistyawati
Studi Kasus Kampung Panjunan Sidoarjo
14
Identifikasi Pola Irregular, Unexpected, dan
Fitrania Halla
Accidential Kampung Tambak Dalam Surabaya
15
Analisa Kota Dengan Menerapkan
Edith Abram Rochdi
Beberapa Teknik Analisa Urban di Kawasan
Koridor Sepanjang Sungai Mahakam, Samarinda
17
Osaka Invitational Program for Short-term
Hilda Multi Artarina
Overseas in Architecture and Arts
(Tadao Ando Program 2012)
20
Belajar dan Jalan-jalan: Kota Cebu, Filipina
Setyo Nugroho
Perancangan Kota
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
URBAN
Vol.1_01_2013
Salam URBAN!
URBAN! Adalah kumpulan tulisan dari berbagai
konsentrasi dalam bidang yang lebih luas perancangan
kota.
Kumpulan tulisan ini kami dedikasikan untuk
seluruh komunitas yang senang bacaan khususnya di
bidang
perancangan
kota.
Kumpulan
ini
bukan
majalah, bukan bulletin, apalagi jurnal. Ini hanya
sebuah kumpulan tulisan yang berasal dari tugas-tugas
kami dan juga pengalaman pribadi kami dalam
menyusuri dan mengalami sebuah kota.
Awalnya kami hanya berbagi cerita dan hasil bacaan
di dalam kelas, namun terbesit dalam pikiran kami
untuk menggabungkannya dalam bentuk yang lebih
informal dan membaginya dengan pembaca lain via
Kontributor
URBAN! Vol.1
internet. Diharapkan nantinya banyak orang yang
sedikit demi sedikit mengerti kemudian paham akan
pentingnya sebuah studi perancangan kota. Dalam
studi perancangan
kota
sendiri terdapat banyak
konsentrasi khusus seperti urban landscape, rural
landscape,
townscape,
urban
morphology,
public
space design, urban conservation, dan masih banyak
lainnya. Di dalam kumpulan tulisan ini, ada beberapa
kontributor dengan konsentrasi studi yang berbeda-
Setyo Nugroho
R Winton Danardi
Hilda Multi Artarina
Fitrania Halla
Puspitaningtyas S
Fardilla Rizkiyah
Edith Abram Rochdi
R Dimas W Putra
beda.
Pada kumpulan tulisan pertama (volume 1) ini berisi
bermacam tulisan mulai dari rangkuman tugas kuliah,
ide desain kawasan, review buku, interview, hingga
liputan kegiatan mahasiswa perancangan kota ITS di
luar kampus. Jika ada waktu kemudian hari, maka
kami akan melanjutkan kumpulan tulisan edisi kedua
dengan
tulisan
dan
pengalaman
yang
berbeda.
Semoga bermanfaat!
Salam,
URBAN!
Image asli foto sampul: Winton Danardi
(lokasi: monumen bambu runcing-Surabaya)
Desain sampul dan layout: Setyo Nugroho
Judul dan tag: Puspitaningtyas Sulistyawati
@2013_Januari
Halaman Depan 01
Perancangan Kota
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
URBAN
Vol.1_01_2013
Islamic Planning: Urbanism and Building Principles
Setyo Nugroho
Fardilla Rizkiyah
Townscape Design
[email protected]
[email protected]
Perancangan kota dalam Islam selalu berdasarkan
teras atas (tempat tidur tamu pria saat musim
pada Al-Qur’an dan Sunnah. Untuk menentukan
panas). Sedangkan ruang-ruang untuk keluarga
prinsip perancangan kota Islam, maka ada beberapa
harus benar-benar terjaga privasinya dari tetangga
poin yang disarikan sebagai berikut:
sekitar dan ruang publik.
Hirarki Jalan
Karakteristik Sebuah Kota Islam
Dalam perancangan kota Islam, ada perbedaan
Elemen-elemen yang terdapat pada sebuah kota
mendasar pada sebuah jalan: jalan publik (shari)
Islam antara lain seperti: Masjid, Public bath,
yang terbuka untuk setiap orang. Sementara jalan
rumah dengan courtyard, pasar atau suqs, kedai
buntu (culdesac) adalah jalan masuk untuk keluarga
kopi, areal pemakaman di luar pusat kota, tembok
dan
yang
kota sebagai upaya pertahanan, caravanserai
termasuk sebagai anggota kelompok). Dengan
sebagai tempat beristirahat dari perjalanan jauh,
adanya hirarki jalan, memberikan batas privasi ruang
pola jalan yang iregular.
publik (jalan). Ketentuan yang membedakan lebar
Tatanan Massa dan Ketinggian memiliki aturan-
jalan yang tembus (menerus) dan jalan yang buntu.
aturan
Hirarki jalan dapat terbentuk melalui urban labyrinth
sehingga tidak seorangpun dapat melihat atau
(kota jejaring), jalan-jalan sempit yang tertutup, lurus,
mengamati atap tetangga sebelah dan sekitarnya.
berukuran pendek, membelok/ berputar, menembus/
Pintu dan jendela tidak diperbolehkan saling
berakhir pada courtyard.
berhadapan dalam sebuah gang atau jalan, ini
orang-orang
tertentu
(orang-orang
untuk
dalam
Islam.
menghindari
Tinggi
seseorang
rumah
dapat
melihat
Konsep Privasi
sekilas ruang dalam saat pintu atau jendela dalam
Agama Islam sangat menghargai privasi. Privasi ini
posisi terbuka. Dari pintu masuk rumah terdapat
didasarkan pada kitab Al-Qur’an dan Sunnah Nabi.
koridor yang menerus ke courtyard. Adanya
Konsep privasi dalam Islam antara lain seperti:
jendela yang berjeruji atau berkerawang untuk
Hubungan antara satu rumah dengan rumah lain,
memungkinkan orang dalam dapat melihat ke luar,
hubungan ruang dalam rumah dengan jalan umum.
namun tidak sebaliknya.
Privasi visual untuk melindungi anggota keluarga
Dalam kota-kota tradisional Islam, tinggi sebuah
dari pandangan luar rumah, dan privasi akustik agar
bangunan cenderung seragam, ini disebabkan:
pembicaraan dalam sebuah rumah tidak terdengar
- Teras pada atap dapat dapat digunakan orang
ke
berupa:
untuk melihat ruang-ruang dalam tetangga yang
courtyard, jendela dengan kisi kayu menghindari
berdekatan, sehingga ada sebuah aturan untuk
pandangan langsung, bukaan kecil pada dinding di
tidak membangun bangunan yang lebih tinggi di
atas level mata,
bangunan yang berdekatan.
luar
rumah.
melainkan
Penerapannya
dapat
menghindari ruang
dibelokkan
dengan
sebuah
menerus
dinding,
ketinggian rumah yang cenderung sama.
Islam
memberikan
perlindungan
Gambar 1. Al-Fina dan Sabbat1
dibatasi
- Keterbatasan metode konstruksi dan material
bangunan untuk membangun bangunan lebih dari
terhadap
dua atau tiga lantai.
perempuan dari orang asing sehingga ada ketentuan
yang mengikat mengenai cara memandang yang
Al-fina dan Sabbat
berlebihan dalam segala hal. Dalam tata ruang
Fina atau Al-Fina adalah ruang yang tidak tampak
Islam, dibedakan ruang bagi perempuan (harem)
yang ada sekitar 1-1.5 m dari dinding rumah terluar
dan ruang pria. Batasan ini dapat diwujudkan
(ruang vertikal). Biasanya hadir dalam setiap jalan
dengan perbedaan ketinggian lantai, dan/ atau
atau
membatasi dengan tiang.
berhadapan. Di area fina ini diletakkan juga pipa
Dalam sebuah rumah paling tidak terdapat dua
talang air hujan (Gargoyle).
perbedaan zona ruang secara umum, yakni: zona
Sabat merupakan struktur yang dibangun diantara
untuk tamu pria dan zona untuk keluarga/ wanita di
jalan sempit (al-fina). Formasi sabat ini dapat
dalam rumah. Ruang tamu tempat pria bertemu
terbentuk dari dinding-dinding dari jalan sempit
memiliki akses yang berbeda, dengan kamar mandi
yang berhadapan, dinding dan kolom, atau kolom-
terpisah, dan kadang dengan tangga menuju ke
kolom.
gang,
dimana
rumah-rumah
saling
Islamic Planning: Urbanism and Building Principles 02
Perancangan Kota
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
URBAN
Vol.1_01_2013
Di dalam area al-fina yang memiliki lebar satu meter
Daerah pusat pemerintahan berada di tengah kota
Vitruvius (kota
hingga
memungkinkan
(pusat lingkaran kota) meliputi istana, masjid,
melingkar dengan benteng dan tembok pertahanan).
penghuni untuk mengolah tampak bangunan seperti
tempat tinggal untuk para pangeran maupun imam,
Sehingga
menambah
elemen dekoratif
kantor pemerintahan, serta dapur. Istana dibangun
perancangan kota klasik dengan kota klasik Islami.
bangunan, kantilever jendela yang menonjol dari
dengan model konstruksi istana ummayah di Wasit
Namun jika pada kota klasik di pusat pertemuan
dinding bangunan, talang air hujan, tanaman. Tipikal
beratapkan kubah keramik berwarna hijau yang
sumbu utama adalah bangunan publik (Forum,
jalan-jalan gang semi privat atau semi publik di kota-
dipagari oleh sebuah gerbang bernama “golden
Pasar, Basilika) maka dalam konsep kota Islami
kota Islam tidak lepas dari al-Fina dan Sabbat.
gate”.
adalah Masjid (terlihat pada konsep Al-Mansour).
Kota dikelilingi oleh tiga dinding konsentris dengan
Sedangkan kota Baghdad (timur sungai Tigris)
empat pintu gerbang yaitu gerbang Khorasan di
banyak menerapkan prinsip kota Islam, seperti
konsep
sebelah timur laut, gerbang Basra di sebelah
hirarki
perancangan kota melingkar “round city” di barat
tenggara, gerbang Kufah di sebelah barat daya,
bangunan, dan privasi ruang. ⓤ
sungai Tigris, lalu berkembang ke timur sungai Tigris
dan gerbang Damaskus d sebelah barat laut.
dimana kota Baghdad modern kini berada. Dalam
Dinding pertahanan kota juga dikelilingi oleh parit
studi kasus, akan dibahas kota Baghdad dengan
yang dalam serta memiliki empat jalan raya (jalan
konsentrasi: awal kota Baghdad (barat sungai
utama) yang memancar dari keempat gerbang
Tigris), dan kota Baghdad di timur sungai Tigris
tersebut. Dengan alasan pertahanan, struktur
(Baghdad baru). Baghdad merupakan kota yang
dinding diproduksi khusus dari material batu bata-
didirikan di tepi barat Tigris oleh khalifah kedua dari
tanah liat yang berukuran sepanjang 1 hasta.
Kekaisaran Abbasiyah yaitu al-Mansur pada 762
Terdapat jalan-jalan khusus yang merupakan jalur
Masehi sebagai ibukota administratif dari kerajaan
sirkulasi tersendiri di dalam kota bagi para prajurit
baru. Pembangunan Round city yang berdiameter +
(satuan polisi pertahanan), jalan bagi para wanita
2 km ini selesai pada 766 Masehi. Situs kota dipilih
(street of the women), jalan bagi pembawa air
karena
(street of the water carriers), jalan bagi para
satu
setengah
meter
kantilever balkon,
Studi Kasus: Baghdad
Kota
Baghdad
berawal
lokasinya
yang
mula
dengan
strategis
di
tengah
muadzin (Street of the muezzins).
Referensi
Baghdad memperluas kotanya ke timur sungai
1
pendirian
kota Baghdad
ideal adalah
perpaduan
courtyard
kota
antara
dalam
yang
konsep
rumah-rumah/
__________________________________________
untuk rute perjalanan kafilah menuju Khorasan.
dasarnya
ada
jalan,
Mesopotamia yang merupakan tempat pertemuan
Pada
yang
(http://www.palgrave-
yang
Tigris dimana kota Baghdad modern berada. Di
journals.com/udi/journal/v13/n1/fig_tab/
berbentuk lingkaran ini bertujuan sebagai sebuah
area ini prinsip-prinsip Islam akan hirarki jalan
udi20084f5.html#figure-title),
pertahanan dimana tidak terdapat titik sudut yang
dapat terlihat dengan jelas melalui morfologi
melemahkan pertahan kota terhadap musuh yang
struktur ruang kotanya. Kota baru Baghdad ini juga
Wilkinson, Philip (2002); Islam, Discover the Faith,
bersifat defensive. Tatanan kota yang melingkar ini
menerapkan penggunaan jalan sempit (gang/ al-
Culture, and History that Have Shaped the
di rancang mengikuti sebuah cerminan perputaran
fina) yang berjarak 1-2meter.
Modern
orbit planet dimana sentral kota adalah istana dan
Kota Baghdad awal (Al-Mansour) yang dikenal
Kindersley Limited.
masjid sebagai analogi matahari yang merupakan
dengan round city (konsep kota melingkar) sangat
pusat alam semesta.
sesuai dengan prinsip kota yang ideal menurut
diakses 10 Nopember 2011.
Islamic
World;
New York:
Dorling
http://dc390.4shared.com/doc/yvsID9Qt/
preview.html(diakses 13 Nopember 2011)
Gambar 1 Citra Satelit kota Baghdad (baru)
Islamic Planning: Urbanism and Building Principles 03
Perancangan Kota
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
URBAN
Vol.1_01_2013
Alun-alun Kota Malang Sebagai Titik Pusat Perkembangan Kota dan Konfigurasinya
Winton Danardi
Sustainable Urban Design, Planning and Urban Conservation
[email protected]
Kota Malang termasuk dalam jenis kota pedalaman.
Jawa adalah letak Kantor Kabupaten ini. Pada
Seperti kota pedalaman lainnya di Pulau Jawa, Kota
umumnya di alun-alun kota yang lain, Kantor
Malang mulai berkembang pesat secara fisik sekitar
Kabupaten terletak di sebelah utara alun-alun dan
tahun 1900an, yang disebabkan oleh terbitnya
berhadap
Undang-Undang Gula (Suikerwet) dan Undang-
Asisten
Undang Agraria (Agrarischewet) pada tahun 1870.
Kabupaten ini berada di sebelah timur alun-alun
Dimana infrastruktur seperti jalan mulai diperbaiki
dan tidak berorientasi ke alun-alun, melainkan ke
sebagai
arah selatan.
akibat
terbukanya
akses
kepemilikan
hadapan
dengan
Residen.
Kantor/kediaman
Sedangkan
letak
Kantor
perkebunan yang terletak di sekitar Kota Malang.
Selain itu, peningkatan status kota dari Ibukota
2. Kantor/ Kediaman Asisten Residen
Kabupaten menjadi Kotamadya (Gemeente) pada
Lokasi tempat kediaman
tahun
positif
residen. Terletak di sebelah selatan alun-alun,
perkembangan fisik Kota Malang. Pada gambar 1
yang juga berbeda dengan tipologi umum alun-
dapat dilihat perkembangan Kota Malang sebelum
alun Ibukota Kabupaten di Pulau Jawa.
1914
turut
menjadi
pemicu
dan
kantor asisten
dimulai Bouwplan I sampai setelah penyelesaian
Bouwplan XIII.
3. Palace Hotel
Sebagai Kota yang pada awalnya dikembangkan
Merupakan hotel terbesar pada saat itu di Kota
demi kepentingan Pemerintah Belanda dan dalam
Malang,memiliki 125 kamar. Banyak dikunjungi
mencoba
oleh
Belanda
menancapkan
membangun
citranya,
Alun-Alun
Pemerintah
Kota
Malang
sebagai pusat kota dan pusat kegiatan. Lebih lanjut
orang-orang
dari Eropa,
Gambar 1 Perkembangan kota Malang
termasuk dari
Belanda sendiri. Didirikan pada tahun 1916. Saat
ini bernama Hotel Pelangi. (Gambar 4).
berdasarkan pola perkembangan fisik kota secara
periodikal, terlihat bahwa Alun-Alun Kota Malang
4. Masjid
pada masa itu memang dijadikan sebagai titik pusat
Lokasinya sesuai dengan tipologi umum alun-alun
perkembangan Kota.
di Pulau Jawa, yaitu terletak di sebelah barat alun-
Dalam
rancanagan
Alun-Alun
Kota
Malang,
alun. Di belakang dan di sekitar masjid terkenal
penempatan berbagai elemen vital kota mengikuti
dengan nama Kauman, tempat para kyai dan satri-
ciri-ciri tipologi alun-alun ibukota Kabupaten di Pulau
santrinya tinggal. Awalnya didominasi oleh orang-
Jawa pada umumnya. Walaupun pada eksistingnya
orang yang berasal dari Arab. (Gambar 5).
terdapat beberapa perbedaan dalam tata letaknya.
Alun-alun Kota Malang memiliki ciri-ciri yang mirip
5. Gereja Protestan
dengan tipologi tersebut, tetapi memiliki beberapa
Berada tidak terlalu jauh dengan lokasi masjid,
perbedaan. Tipologi alun-alun kota Malang dapat
yang terletak di sebelah barat alun-alun. Hal ini
dilihat pada gambar 2. Perbedaan yang paling
memperlihatkan
mendasar adalah letak kantor Kabupaten/Kadipaten
kerukunan antar umat beragama di Kota Malang.
tidak berhadapan-hadapan dengan kediaman/kantor
Gereja ini dibangun tahun 1912. (Gambar 6)
bahwa
mulai
Gambar 2 Tipologi alun-alun kota Malang
diciptakannya
asisten residen. Kantor Kabupaten tidak terletak di
sebelah utara alun-alun. Kantor Kabupaten terletak
6. Kantor Pos dan Telegram
di sebelah timur alun-alun dan orientasinya tidak
Merupakan salah satu bangunan yang dibangun
menghadap
Sedangkan
oleh Departemen B.O.W (Burgerlijk Openbare
kediaman/kantor asisten residen terletak di sebelah
Werken), atau pada jaman sekarang disebut
selatan alun-alun,
dengan
ke
alun-alun.
yang secara umum biasanya
terletak di sebelah utara alun-alun.
Departemen
Pekerjaan
Umum
yang
berpusat langsung di Batavia (sekarang Jakarta).
(Gambar 7).
1. Kantor Kabupaten
Salah satu perbedaan utama tipologi Alun-alun Kota
Malang dengan tipologi umum alun-alun di Pulau
Alun-alun Kota Malang Sebagai Titik Pusat Perkembangan Kota dan Konfigurasinya 04
Perancangan Kota
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
URBAN
Vol.1_01_2013
7. Gedung Societeit Concordia
Merupakan club khusus untuk orang-orang Eropa
dan Belanda pada saat itu. Lokasinya sesuai
dengan tipologi umum alun-alun di Pulau Jawa,
yaitu
disebelah
barat
laut
mendekati
utara.
(Gambar 8)
8. Gereja Katholik Hati Kudus Yesus
Terletak sebelah utara alun-alun. Sempat terhenti
pembangunannya
karena
biaya
pembangunan
yang kurang. Didirikan pada tahun 1905 dengan
arsiteknya adalah Marius J Hulswit. Pada gambar
10 dapat dilihat Gereja Katholik yang diambil tahun
1910 ketika pembangunannya terhenti, dan tahun
1935 terlihat pembangunan tower sudah rampung.
Gambar 3 Kantor Asisten Residen Malang
(Gambar 9). ⓤ
_________________________________________
Gambar 4 Palace Hotel Malang
Gambar 6. Gereja Protestan
Gambar 8 Gedung Societeit Concordia
Referensi
Handinoto (1996), Perkembangan Kota Malang
Pada
Jaman
Kolonial
(1914-1940),
Jurnal
DIMENSI 22/ September 1996.
Handinoto
dan
Soehargo,
Paulus.H
(1996),
Perkembangan
Kota dan
Arsitektur
Kolonial
Belanda di Malang, Andi, Yogyakarta.
Junianto
(2009),
Kawasan
Eksplorasi
Alun-Alun
Kota
Karakter
Malang,
Spasial
Seminar
Nasional Kearifan Lokal (Local Widom) Dalam
Perencanaan
Binaan,
dan
PPI
Perancangan
Rektorat
Gambar 5 Masjid Agung Jami
Lingkungan
UniversitasMerdeka
Malang, 7 Agustus 2009.
Gambar
4,
6,
8,
9
diunduh
dari
website
www.common.wikimedia.org (diakses pada 10
Januari 2012).
Gambar 1, 2, 3, 5, 7 diambil dari Foto Studi Malang
dalam
Perkembangan
Kota
dan
Arsitektur
Gambar 9 Gereja Katholik Hati Kudus Yesus
Kolonial Belanda di Malang (Handinoto dan
Soehargo, 1996).
Gambar 7 Kantor Pos dan Telegram
Alun-alun Kota Malang Sebagai Titik Pusat Perkembangan Kota dan Konfigurasinya 05
Perancangan Kota
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
URBAN
Vol.1_01_2013
Urban Landscape: Community Garden
Fitrania Halla
R Dimas W Putra
Waterfront Planning and Design
[email protected]
Community garden dapat berarti sebidang lahan
penduduk, dan lokasi berdekatan dengan sungai
yang digunakan secara bersama oleh komunitas
sebagai saluran drainase. Untuk merancang
ataupun kelompok masyarakat untuk menanam
kawasan ini maka dibutuhkan kriteria rancangan
tanaman produktif untuk sehari-hari, serta sebagai
dengan
sarana
dibutuhkan, antara lain:
interaksi
sosial
dan
rekreasi.
Lokasi
lima
elemen
perancangan
yang
perancangan berada di daerah Surabaya selatan
- Pencahayaan dan angin, lokasi pada kompleks
dengan batas administrative:
permukiman
Marinir
kelurahan
Gunungsari
disinari cahaya matahari lebih dari enam jam
Utara: kompleks Perumahan Bukit Mas,
dan dalam kondisi angin sedang. Lahan tidak
Timur: jalan Golf 1,
terhalang bangunan ataupun pohon besar untuk
Selatan: jalan Golf 2,
menerima sinar matahari.
Barat: kompleks Perumahan Darma Sentosa.
- Drainase, lahan kompleks permukiman Marinir
kelurahan Gunungsari dekat dengan sungai
Lokasi merupakan lahan tidur di kawasan Surabaya
sehingga
selatan, kota Surabaya. Secara umum, lahan tidur ini
drainase. Memiliki sumber air dari sungai dan
berada di sekitar permukiman masyarakat sebagai
kran pengelola community garden dengan jarak
community garden. Berdasarkan arahan lokasi urban
sejauh 200 meter.
farming dari Dinas Pertanian Kota Surabaya serta
- Vegetasi, lahan dapat ditanami beberapa
penetuan lokasi lahan tidur dari Dinas Pertamanan
pohon tropis yang sesuai dengan iklim di
Kota Surabaya, bentuk tapak area pengembangan
Indonesia.
berupa
-
lahan
tidur
yang
berpotensi
untuk
Fasilitas
bisa
digunakan
Penunjang,
sebagai
pada
saluran
lokasi belum
dikembangkan menjadi area community garden yang
memiliki fasilitas penunjang sebagai community
memanfaatkan lahan tidur terbangun milik T NI
garden.
Angkatan Laut komplek Marinir.
- Aksesibilitas, lokasi mudah dijangkau. Untuk
Potensi kawasan termasuk dalam kampung Green
menuju permukiman memiliki jarak kurang dari
and Clean, lokasi berdekatan dengan permukiman
100 meter.
Gambar 2 Lokasi Community Garden
Gambar 3 Konsep Rancangan
Gambar 1 Lokas studi dalam citra satelit
Urban Landscape: Community Garden 06
Perancangan Kota
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
URBAN
Vol.1_01_2013
Ada tiga konsep perancangan, yakni: urban farming,
education, dan recreation dengan membagi kawasan
menjadi tiga zonasi: semi publik (area bermain anakanak,
area
olahraga,
café
sebagai
tempat
memanfaatkan hasil urban farming), zona area
transisi (area tempat bersama), zona publik (area
urban farming, area edukasi dan tempat penjualan
hasil
urban
farming,
area
pengelola,
area
M
composting, dan parkir kendaraaan).
Vegetasi yang ditanam pada lahan urban farming
antara lain: cabe, labu, kacang, jagung, papaya,
tomat, terong, mangga, pisang dan jeruk. Hasil
urban farming ini dapat langsung dipasarkan pada
tempat penjualan dan café yang terletak di dalam
kawasan. ⓤ
F
G
I
J
K
Keterangan gambar: B. Rumah kompos, C. Entrance, D. Eksisting yang dipertahankan (papaya), E. Urban
farming view, F. Pagar pembatas bangunan pergola, G. Shop dan Greenhouse, H. Tempat Istirahat, I. Gathering
area, J. Gathering area, K. Area refleksi bagi lansia, L. Lapangan tenis, M. Café lapangan bermain anak dan
musholla.
Urban Landscape: Community Garden 07
Perancangan Kota
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
URBAN
Vol.1_01_2013
Book Review: A New Theory of Urban Design
Setyo Nugroho
Townscape Design
[email protected]
Kota-kota lama di dunia tumbuh dan berkembang
3. Visions.
dalam bentuk organik dan mampu menciptakan rasa
Menjelaskan karakter dan konten dari bagian
keutuhan
terintegrasi
sebuah kota. Setiap bagian wilayah kota harus
7. Formation of Centers.
(konsep Wholeness). Wholeness dapat diartikan
memiliki visi yang dapat diamati dalam menangani
Menguraikan
sebuah kondisi yang tercipta oleh sebuah proses
permasalahan yang ada. Vision merupakan hal
keseluruhan konsepsi wholeness di mana setiap
secara bertahap hingga tercipta sebuah ruang
yang juga penting dalam menciptakan konsep
bentuk memiliki pusat, titik tengah (center). Pusat
(Alexander, 1987:23). Proses yang berkembang
wholeness, sehingga produk yang dihasilkan (dari
selalu memiliki sumbu (axis) walaupun kadang tidak
secara bertahap ini memiliki sebuah titik pusat
sebuah
selalu simetri.
(center) yang sulit didefinisikan secara eksplisit,
(Alexander, 1987: 51).
pusat
dan
ini
menyeluruh
terbentuk
oleh
secara
dengan wujud bangunan) (Alexander, 1987: 84-89).
proses
itu
proses)
dapat
diamati dengan
jelas
tentang
bentuk
geometri
dari
Teori ini timbul karena ada keinginan untuk kembali
sendiri
pada
konsep
kota-kota
lama
di Eropa
yang
(Alexander, 1987:28). Pemikiran untuk menciptakan
4. Positive Urban Space.
terintegrasi. Namun perlu diketahui bahwa berhasil
wholeness sudah sangat jarang ditemukan di era
Ruang positif dihasilkan dari perletakan massa
tidaknya
kontemporer karena setiap arsitek hanya memikirkan
bangunan yang melingkupinya. Dengan kata lain
bagaimana perencana dan perancang memahami
permasalahan
pada
zonasi lokasi, urban adminstration, nilai ekonomi,
dapat
dan sosial masyarakat. Dan ada kalanya teori-teori
sehingga
Untuk
diidentifikasi menjadi: pedestrian space, halaman
ini tidak dapat diterapkan karena tidak sesuai
menciptakan kembali konsep wholeness dalam
luar dari bangunan, jalan, lahan parkir. Solid
dengan nilai kekinian. ⓤ
sebuah kota, maka yang dibutuhkan adalah sebuah
(bangunan) menghasilkan sebuah sistem “nodes”
proses (Alexander, 1987:3). Untuk menemukan
(bisa
kembali konsep wholeness, Alexander mengusulkan
(Alexander, 1987: 66-69).
tujuh dasar teori dalam ruang lingkup perancangan
Jika
kota. Tujuh teori ini berperan dalam memberikan
bangunan (dinding bangunan yang tidak memiliki
panduan atau instruksi pada seluruh masyarakat
jendela)
yang membentuk sebuah kota, namun harus tetap
bangunan
mempertimbangkan nilai lokalitas atau kontekstual
membentuk kelompok kecil kota (Alexander, 1987:
dimana obyek akan dibuat.
71).
1. Piecemeal Growth.
5. Layout of Large Buildings.
Sebuah proses dalam membangun secara bertahap
Untuk memperoleh
(merupakan hal yang paling mendasar dalam
layout
menciptakan
bagaimana
konsep
untuk
wholeness).
dicapai.
Bagian
dan
tergantung
sebaliknya.
sulit
bangunan,
sangat
ruang luar terbentuk karena bangunan, bukan
ini
sebuah
ini,
perencana kota sibuk dengan peraturan wilayah,
hal
dalam
teori
yang
Ruang-ruang
berupa
alun-alun
memungkinkan
positif
kecil)
maka
bersinggungan
lain,
bangunan
ini
dan
“street”
struktur
setiap
langsung
sehingga
seluruh
konsep
dengan
bangunan
wholeness, maka
juga harus dipertimbangkan
hubungan
bangunan
dengan
yang
patut
tumbuh besar dari suatu wilayah tercipta dari bagian
lingkungannya.
Hal-hal
kecil wilayah yang sedang tumbuh berkembang
dipertimbangkan adalah: aksesibilitas dan sirkulasi,
(Alexander, 1987: 247).
pembagian ruang, open space, pencahayaan, dan
pergerakan aktifitas (Alexander, 1987: 77).
2. The Growth of Larger Wholes.
Sama seperti pada nomor satu, namun di sini proses
6. Construcion.
berkembang menjadi lebih besar. Perkembangan ini
Merujuk pada detail bangunan. Detail bangunan
telah ditentukan dengan cara memberikan sebuah
juga
petunjuk atau arahan atau panduan dan batasan
wholeness. Konsep ini menjadi sebuah konfigurasi
dalam membentuk ruang. Struktur-struktur sengaja
ruang yang sangat tergantung pada penampilan
diciptakan untuk membentuk sebuah kesatuan ruang
dan detail setiap bangunan. Teori keenam ini
yang kompleks (Alexander, 1987: 40). Dengan kata
menjelaskan tentang Global structure (kolom,
Referensi
lain, setiap bangunan di dalam sebuah kota memiliki
balok, dinding, plafon) dan Details (ukuran jendela,
Alexander, Christopher. 1987. A New Theory of
peran penting dalam membentuk sebuah struktur
ornamen, dan seluruhnya yang berhubungan
menjadi tujuan utama
dalam mencapai
__________________________________________
Urban Design. Oxford: Oxford University Press.
kota yang lebih besar. (Alexander, 1987: 245).
Book Review: A New Theory of Urban Design 08
Perancangan Kota
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
URBAN
Vol.1_01_2013
Pemahaman Morfologi Ruang Kota
Hilda Multi Artarina
Waterfront Planning and Design, Disaster Mitigation
[email protected]
Kebutuhan Mempelajari Morfologi Ruang Kota
the structure of towns helps us to understand the
perilaku
Pentingnya mempelajari morfologi ruang kota
ways in which towns have grown and developed”
merupakan
berlandaskan
dimana
Sementara Zahnd (1999, p.2) menyatakan bahwa
keseluruhan dimensi, aspek, serta perspektif tersebut,
pada
perkembangan
kondisi saat
arsitektur
maupun
kota
proses
dari
terdapat dua pendekatan dasar terhadap arsitektur
dimana akan mempengaruhi artefak serta manusia
kota, yakni (1) pendekatan pada kota sebagai
yang hidup di dalamnya (Zahnd, 1999, p.58).
yang berkaitan dengan bentukan fisik dalam ruang
sebuah produk, dimana kota merupakan kumpulan
Morfologi juga dipandang sebagai pendekatan dalam
kota. Weishaguna & Saodih (2007) menyebutkan
berbagai bangunan dan artefak serta tempat untuk
memahami bentuk logis sebuah kota sebagai produk
secara
masalah-masalah
berhubungan sosial, dan (2) mempelajari kota
perubahan sosio-spatial (Weishaguna & Saodih, 2007).
bentukan fisik ini terfokus pada physical conflict
sebagai sebuah proses, yang berfokus pada
karena setiap karakteristik sosial-spatial di setiap
spatial entity (masalah kesatuan ruang fisik) dan
aktivitas
dalam
tempat berbeda-beda maka istilah morfologi sangat
lebih banyak disebabkan oleh adanya perubahan
perancangan kota memerlukan pendekatan yang
erat kaitannya dengan istilah tipologi, dimana tipologi
sosio
terpadu terhadap aspek-aspek fundamentalnya,
perkotaan diartikan sebagai klasifikasi watak tentang
yakni arti ruang kota serta morfologinya.
pembagian kota dalam golongan-golongan menurut
besar
semakin
Sehingga
produk
kompleks
dan
yang
suatu
memunculkan berbagai permasalahan terutama
garis
kota
ini,
sehari-hari.
bahwa
spatial yang
Diantaranya adalah:
saling
menstimulasi.
masalah ketidak-jelasan
didalamnya.
Sehingga
kaitan fungsional kawasan akibat perkembangan
corak
watak
masing-masing.
Dalam
lingkungan
pola penggunaan lahan secara tidak terkendali;
Pengertian Morfologi Ruang Kota
perkotaan, kawasan kota sebagai objek yang besar
masalah pengendalian tata bangunan meliputi
Kata “Morfologi” terbentuk dari suku kata morf
perlu diperhatikan sistemnya, baik dari luar maupun
pemadatan, pelanggaran
yang berarti bentuk, dan logos yang berarti ilmu.
dari dalamnya secara arsitektural. Sehingga suatu
Sehingga
tempat tidak hanya diperhatikan dari segi tempatnya
bangunan,
pelanggaran
perkembangan
ketentuan ketinggian
garis sempadan;
bangunan-bangunan
isu
(tipologinya) saja, melainkan juga dari morfologinya,
dimana menekankan pada tata ruang perkotaan dan
hilangnya ruang terbuka hijau digantikan dengan
Manoranjan
massanya, serta aspek-aspek hubungannya (Zahnd,
massa bangunan padat, isu kota kontemporer;
mengenai Urban
masalah
merujuk arti morfologi kota sebagai penataan
bangunan
kota
Panigrahy
Use
Model (MEDC)
deskripsi dari pola-pola tata guna lahan, termasuk
Bentuk morfologi suatu kawasan tercermin pada pola
Selain itu juga didasarkan pada tujuan dari
pola jalan, bangunan, blok bangunan, kepadatan,
tata
kegiatan perancangan kota itu sendiri, dimana
dan fungsi-fungsi yang lain dalam kota.
sirkulasi, open space, prasarana kota, serta elemen-
menurut Hamid Shirvani (1985, p. 2-3), adalah
Menurut Ali Madanipour, ruang perkotaan adalah
elemen fisik kota lainnya pada keseluruhan konteks
berfokus pada terciptanya kualitas lingkungan fisik
ruang yang bersifat fisik dengan dimensinya yang
perkembangan kota. Pada tahap selanjutnya, terjadilah
yang meminimalkan dampak terhadap lingkungan,
sosial dan mental (psikis), dan bentuk kota adalah
aktivitas
baik lingkungan alam, lingkungan binaan, maupun
geometri dari ruang tersebut. Sebuah bentuk
masyarakatnya
terhadap faktor sosial dan ekonomi. Hal ini
perkotaan (urban form) dapat dianggap sebagai
perubahan
diperkuat pula oleh pendapat dari Spreiregen
‘suatu geometri dari sebuah proses perubahan
kawasan pusat kota.
(1965,
keadaan
Sebuah kota selalu mengalami perkembangan dari
mengemukakan
bahwa
yang
bersifat
pemetaan
sosio-spasial’
dan
1999, p. 229)
struktur
yang
meliputi
presentasinya
masih banyak lagi (Weishaguna & Saodih, 2007).
69)
yang
dalam
ilmu
bersejarah; ketidakjelasan karakter kota, serta
p.
kota
Land
adalah
diartikan
mempelajari produk bentuk-bentuk fisik kota.
hilangnya
morfologi
dapat
dan super blok komersial di pusat kota; masalah
kota,
bahwa
sederhana
yang
estetika
multifungsi
secara
(the
Ruang Lingkup Morfologi Ruang Kota
ruang,
bentuk arsitektur
sosial,
pada
bangunan,
ekonomi,
sehingga
karakter
sistem
budaya
membawa
dan
dalam
implikasi
bentuk morfologi
penataan aspek fisik suatu kota, dimana terdiri dari
geometry of a socio-spatial continuum).
waktu ke waktu. Perkembangan ini menyangkut aspek-
area tempat beraktivitas, ruang (spaces), massa
“ ..urban space is the material space with its social
aspek politik, sosial, budaya, teknologi, ekonomi, dan
(masses), dan sistem sirkulasi, yang bermakna
and psychological dimensions, and urban form is
fisik. Khusus aspek yang berhubungan langsung
dan dapat dirasakan (perceived), serta dalam
the geometry of this space..” (Madanipour, Ali,
dengan
skala
dalam Zahnd, p. 6).
penggunaan lahan pedesaan adalah perkembangan
manusia,
merupakan
tujuan
dari
perkotaan
maupun
Sementara
morfologi
fisik, khususnya perubahan arealnya. Oleh karena itu,
Park Larkham dalam jurnal Urban Design (winter
perkotaan sebagai penataan/ formasi keadaan
eksistensi kota dapat ditinjau dari berbagai aspek.
2005, issue. 93) menyatakan bahwa pemahaman
kota yang sebagai objek dan sistem dapat
(Yunus, 1982). Secara garis besar Yunus (dalam
terhadap kompleksitas elemen fisik dalam skala
diselidiki secara struktural, fungsional, dan visual
Weishaguna & Saodih, 2007, p. 62) menitik beratkan
yang bervariasi, mulai dari bangunan individual,
(1999, p. 274). Kota adalah kumpulan artefak
kajian
kapling tanah, dan pola jalan yang membentuk
beserta manusia penghuninya, dimana ruang kota
bentuk-bentuk wujud ciri-ciri atau karakteristik kota
struktur
terwujud dalam dimensi fisik, sosial, serta mental
yaitu analisis bentuk kota dan faktor-faktor yang
(psikis/
kota
mempengaruhinya meliputi (1) bentuk-bentuk kompak;
berkembang.
memperhatikan
secara
bentuk bujur sangkar (the square cities), bentuk empat
fungsional, visual, dan struktural. Kedua hal
persegi panjang (the rectangular cities), bentuk kipas
various scales, from individual buildings, plots,
tersebut
(fan shaped cities), bentuk bulat (rounded cities),
street-blocks, and the street patterns that make up
perspektif politik, ekonomi, dan budaya, serta
the
physical
perancang
untuk
morfologi pada eksistensi keruangan dari
memahami bagaimana suatu kota tumbuh dan
“Understanding
membantu
mendefinisikan
lahan
perancangan kota (objective of urban design).
kota,
Zahnd
penggunaan
complexities
of
psikologis).
Sementara
bentuk
aspek morfologi kota
membutuhkan
pandangan
melalui
bentuk pita (ribbon shaped cities), bentuk gurita
Pemahaman Morfologi Ruang Kota 09
Perancangan Kota
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
URBAN
Vol.1_01_2013
atau bintang (octopus / star shaped cities), bentuk
pada level yang berbeda seperti pada jalan, blok,
Dalam kegiatan merancang kota, pemahaman akan
tidak berpola (unpatterned cities), (2) bentuk tidak
kapling tanah, bangunan, dll, merupakan pola
aspek morfologi kota
kompak, (3) Proses perembetan (urban sprawl),
yang tetap. Dan pemahaman yang mendalam
permasalahan kota yang semakin kompleks saat ini
dan (4) faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk
terhadap perbedaan serta hubungan keterkaitan
mayoritas berkaitan dengan permasalahan bentukan
kota.
antar
fisik dalam ruang kota. Serta untuk mewujudkan tujuan
Menurut Roger Trancik (1986), dalam teorinya
keberhasilan
mengenai morfologi kota (Figure-Ground, Linkage,
perkotaan. Hal lain yang harus diperhatikan
menunjang terciptanya kualitas lingkungan fisik dari
& Place theory), pendekatan pemahaman urban
adalah
perkotaan
ruang (spaces), massa (masses), dan sistem sirkulasi,
form dicapai melalui (1) analisis hubungan antara
merupakan produk dari proses cultural dan sosial.
yang bermakna dan dapat dirasakan (perceived) oleh
massa bangunan dengan ruang terbuka (open
Dan struktur pada level yang berbeda akan
masyarakatnya, serta mampu meminimalkan dampak
space). Yakni dengan mengidentifikasi tekstur dan
merujuk pada kebiasaan/ budaya masyarakat
terhadap lingkungan, baik lingkungan alam, lingkungan
pola dari urban fabric dan spatial order. (2)
yang berbeda pula.
binaan, maupun terhadap faktor sosial dan ekonomi.
level
inilah
yang
rancangan
bahwa
struktur
akan
menunjang
dalam
bentuk
morfologi
pendekatan selanjutnya adalah melalui kajian
dari perancangan
kota
sangat dibutuhkan
itu
sendiri,
karena
yakni untuk
Selain itu melalui studi terhadap morfologi ruang kota
terhadap sirkulasi yang menekankan pada koneksi
Kesimpulan
dan pergerakan. Dan (3) pendekatan terhadap
Dari
aspek cultural, sosial, serta sejarah dari suatu
rumusan
ruang terbuka urban (urban open space).
dasarnya
akan membantu perancang untuk lebih memahami
suatu
bagaimana suatu kota tumbuh dan berkembang.
pada
Camillo Sitte menyatakan bahwa sebuah kota yang
struktural,
dapat mendefinisikan pola massa dan tata ruangnya
Sementara menurut Karl Kropf (Urban Design
fungsional, dan visual, mengenai elemen fisik
dengan baik, maka akan memungkinkan kehidupan
Journal, 2005, p. 17), fokus utama dari morfologi
dalam ruang kota. Dimana perwujudan ruang kota
yang lebih bermakna bagi masyarakatnya. ⓤ
kota (urban morphology) adalah struktur bentuk
dipengaruhi oleh aspek sosial, spasial, serta
perkotaan (urban form). Dimana jenis struktur yang
mental (psikis), dan bentuk kota merupakan
berbeda
geometri dari ruang tersebut yang dipengaruhi
dari
suatu
bentuk
perkotaan
(atau
penjabaran
bahwa
adalah
diatas
dapat
ditarik
morfologi ruang kota
studi
secara
Referensi
konfigurasi spasialnya) pada skala yang berbeda
perubahan keadaan yang bersifat sosio-spasial.
akan mempunyai karakteristik yang berbeda pula.
Morfologi ruang kota dapat dipelajari melalui pola
Architecture of Towns and Cities, McGraw-Hill,
Misalnya struktur pada suatu bangunan tidak akan
tata ruang, bentuk arsitektur bangunan, sistem
US. (Chapter 4: Some Basic Principles and
mempunyai skala dan karakteristik yang sama
sirkulasi, open space, dan prasarana kota serta
dengan sebuah jalan, atau sebuah kota pada
pola tata ruang, townscape (bentuk tata ruang),
konteks yang lebih luas. Struktur dasar dari bentuk
dan elemen-elemen fisik kota lainnya. Fokus
Van Nostrand Reinhold, US.
perkotaan adalah adanya level hierarki yang
utama dari morfologi kota (urban morphology)
Introduction)
menghubungkan satu bagian dengan keseluruhan.
adalah struktur bentuk perkotaan (urban form).
Salah satu karakteristik dari urban form adalah
Dimana jenis struktur yang berbeda dari suatu
terbagi menjadi beberapa level yang berbeda
bentuk perkotaan pada skala yang berbeda akan
namun saling bergantung/ berkaitan. Pola-pola
mempunyai karakteristik yang berbeda pula.
Gambar 1 Bentuk Ekspresi Keruangan Kota
Gambar 2 Lingkup Kajian Morfologi Ruang Kota
(Weishaguna & Saodih, 2007)
(Roger Trancik, 1986)
Spreiregen, Paul D, (1965), Urban Design: The
Techniques)
Shirvani, Hamid, (1985), The Urban Design Process,
(Chapter 1:
Zahnd, Markus, (1999), Perancangan Kota Secara
Terpadu, Kanisius, Semarang.
Urban Design Journal, (2005), Winter Edition: Issue
93.
Pemahaman Morfologi Ruang Kota 10
Perancangan Kota
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
URBAN
Vol.1_01_2013
Kajian Sejarah Perancangan Kota Terhadap Morfologi Ruang Kota Tenggarong
Edith Abram Rochdi
Riverbank Planning and Design
[email protected]
Kota Tenggarong merupakan ibu kota kabupaten
Awal terbentuknya kota Tenggarong
Kutai Kartanegara. Kabupaten ini memiliki belasan
Sejarah bermula pada awal abad ke-13, berdiri
sungai
semua
sebuah kerajaan baru di Tepian Batu atau Kutai
kecamatan dan menjadi sarana angkutan utama di
yang
tersebar
pada
hampir
Lama yang bernama Kerajaan Kutai Kartanegara
samping angkutan darat. Sungai yang terpanjang
dengan rajanya yang pertama, Aji Batara Agung
adalah Sungai Mahakam dengan panjang sekitar
Dewa
920 kilometer. Untuk mencapai kota Tenggarong
Martadipura yang letaknya tidak jauh dari sungai
dapat melalui
Sakti
(1300-1325).
Kerajaan
Kutai
dua jalur akses darat. Pertama,
Mahakam, menimbulkan friksi di antara kedua
melalui jalur jalan di sepanjang sungai Mahakam
Kerajaan. Pada abad ke-16 terjadi peperangan
sebelum masuk ke kota Samarinda. Kedua,
antara kedua kerajaan Kutai ini. Kerajaan Kutai
melalui jalur jalan di dalam kota Samarinda.
Kartanegara
Penduduk yang bermukim di wilayah ini terdiri dari
Kerajaan Kutai Martadipura. Sang Raja kemudian
penduduk asli (Kutai, Benuaq, Tunjung, Bahau,
menamakan kerajaannya menjadi Kerajaan Kutai
Modang,
dan
Kartanegara Ing Martadipura. Pada abad ke-17
penduduk pendatang seperti Jawa, Bugis, Banjar,
agama Islam diterima dengan baik oleh Kerajaan
Madura,
Pola
Kutai Kartanegara, dan banyak nama-nama Islami
penyebaran penduduk sebagian besar mengikuti
yang akhirnya digunakan pada nama-nama Raja
pola transportasi yang ada. Sungai Mahakam
dan keluarga kerajaan. Sebutan Raja pun diganti
menjadi
jalur
Keadaan
ini
Kenyah,
Buton,
permukiman
Punan
Timor
arteri
dan
dan
bagi
menyebabkan
penduduk
Kayan)
lain-lain.
transportasi
lokal.
dengan
sebagian
besar
berpindah
terkonsentrasi
di
tepi
ahirnya
sebutan
dari
berhasil
Sultan.
Kutai
menaklukkan
Ibukota
Lama
kemudian
(1300-1732)
ke
Pemarangan (1732-1782) kemudian pindah lagi ke
Sungai Mahakam dan cabang-cabangnya. Daerah-
Tenggarong (1782-kini).
daerah yang agak jauh dari tepi sungai dimana
Islam
belum terdapat prasarana jalan darat relatif kurang
pemerintahan Kerajaan Kutai Kartanegara ing
terisi dengan pemukiman penduduk.
Martadipura. Indikator dari pengaruh Islam terlihat
Bila melihat pola morfologi ruang kota Tenggarong
pada pemakaian Undang-Undang Dasar kerajaan
saat ini, terlihat jalur jalan utama mengikuti induk
yang dikenal dengan nama “Panji Salaten” sebuah
sungai besar maupun anak sungai yang membelah
kitab peraturan yang bernama “Undang-Undang
kota Tenggarong. Kemudian jalur jalan terbagi lagi
Beraja Nanti”. Kedua undang-undang tersebut
dalam bentuk grid dengan mengikuti arah Utara
berisi tentang peraturan yang disandarkan pada
Selatan
Hukum Islam. Pada tanggal 11 Oktober 1844,
tapi sebagian
jalan
juga
ada
yang
sangat
sistem
Sultan
bentuk jalan yang terbentuk di kota Tenggarong
perjanjian dengan Belanda yang menyatakan
terlihat acak karena tidak mengikuti satu pola
bahwa Sultan mengakui pemerintahan Hindia
tertentu tapi bisa lebih dari satu pola bahkan
Belanda
mungkin bisa banyak pola.
Belanda di Kalimantan yang diwakili oleh seorang
rata
bangunan
mematuhi
menandatangani
pemerintah
Hindia
pemerintahan
Residen yang berkedudukan di Banjarmasin. Pada
sungai termasuk
tahun 1999, Bupati Kutai Kartanegara Drs. H.
kawasan heritage berupa Museum Mulawarman
Syaukani HR, MM berniat untuk menghidupkan
dan perangkat bangunan cagar budaya lainnya
kembali
seperti
Kutai
Martadipura. Dikembalikannya Kesultanan Kutai
Kartanegara dan Masjid Jami’ Hasanuddin. Kini
ini bukan dengan maksud untuk menghidupkan
kawasan heritage telah ditambahkan fasilitas baru
feodalisme di daerah, namun sebagai upaya
seperti pasar seni, kedaton untuk rumah raja,
pelestarian warisan sejarah dan budaya Kerajaan
museum baru, Masjid Agung yang sekarang
Kutai sebagai kerajaan tertua di Indonesia. Selain
menggantikan posisi Masjid Jami’ di masa dulu
itu,
sebagai
bahasan
Kartanegara adalah untuk mendukung sektor
selanjutnya, kawasan heritage ini akan menjadi
pariwisata Kalimantan Timur dalam upaya menarik
konsentrasi kajian dalam hubungannya dengan
minat
perkembangan morfologi ruang kota.
mancanegara.
berorientasi menghadap
makam
Masjid
fasilitas
dan
Kartanegara
pada
mengikuti arah kiblat Masjid. Dengan demikian
Rata
Kutai
berpengaruh
ke
keluarga
utama.
kerajaan
Dalam
Kesultanan
dihidupkannya
wisatawan
Kutai
tradisi
Kartanegara
Kesultanan
nusantara
Gambar 1 Posisi kota Tenggarong
ing
Kutai
Gambar 2 Keraton sekarang
maupun
Kajian Sejarah Perancangan Kota Terhadap Morfologi Ruang Kota Tenggarong 11
Perancangan Kota
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
URBAN
Vol.1_01_2013
Kajian Sejarah Perancangan Kota Terhadap
sebagai museum orientasinya berkebalikan arah
Kesimpulan
Perkembangan
yaitu menghadap kea rah barat hampir sejajar
1. Kota Tenggarong termasuk dalam kategori Kota
dengan Masjid Jami’. Belakangan ini, banyak
Nusantara yang terletak di pedalaman. Secara
pertumbuhan
protes bermunculan dari kalangann Raja karena
karakteristik agak berbeda dengan kota Nusantara
morfologi ruang kota Tenggarong berawal dari
orientasi bangunan Kedation yang tidak sesuai
pedalaman dipulau jawa, dikarenakan :
Kawasan kota lama di sekitar Keraton Kutai
dengan konsep filosofi Keraton Kutai Kertanegara
a. Memiliki potensi sungai Mahakam yang cukup
Kartanegara. Dari Pusat Kawasan ini terlihat
(terkait dengan arah hadap bangunan).
Morfologi
Ruang
Kota
Tenggarong
Pusat
perkembangan
dan
jelas orientasi pola jalan terpecah dan terbagi
lebar dan anak sungai yang membelah bagian
 Pada wilayah bagian dalam sungai Mahakam
kota, sehingga sungai besar ini menjadi sarana
menjadi 2 (dua) orientasi:
mengarah ke bagian dalam Kota Tenggarong. Di
transportasi di jaman kolonial Belanda sebagai
 Pada sisi bagian pinggir sungai Mahakam,
sini pola jalan berorientasi pada mesjid Jami’
pola jalan berorientasi pada Keraton Kutai
Hasanudin sebagai mesjid tertua. Bentuk pola
b. Fungsi Keraton dan Kesultanan dimasa kolonial
Kartanegara. Bangunan keraton pertama dan
jalan yang ada sebagian besar mengikuti kiblat
Belanda memegang peran penting. Meskipun
keraton
mesjid 10 derajat sebelah kanan arah Barat. Pola
berada di dalam kekuasaan kolonial Belanda,
selalu
jalan diikuti dengan beberapa langgar dengan
pihak
menghadap ke arah sungai. Bagian sungai ini
radius tertentu mengikuti posisi Masjid tertua ini.
memerintah
mengarah ke sisi timur. Secara filosofi,
Mayoritas langgar lokasinya berdekatan dengan
perekonomian
bangunan keraton di Kalimantan timur selalu
Masjid Jami’. Sedangkan untuk wilayah yang jauh
kekayaan alam berbeda dengan di pulau jawa.
menghadap ke sisi sungai dan tidak selalu
dengan anak sungai, jarang terdapat langgar. Hal
Dengan demikian alun-alun dan pusat keramaian
menghadap
posisi
ini disebabkan karena lokasi Masjid Agung yang
semuanya terletak di depan Keraton. Di kota
sungai tidak selalu ke arah tersebut. Hal ini
berdekatan dengan Masjid Jami’ memiliki peranan
Tenggarong juga tidak dijumpai tembok yang
dapat dilihat pada keraton Gunung Tabung
yang cukup besar menggantikan Masjid tertua ini
yang
kolonial
dibangun oleh
Belanda
ke
timur
pemerintah
hakekatnya
dikarenakan
dan Sambaliung di kota Tanjung Redeb,
mengingat kapasitas daya tampung yang cukup
Kabupaten
banyak
Berau.
Namun,
pada
pembangunan kraton baru yang digunakan
sehingga
kebutuhan
terakomodasi sebagian besar.
langgar
bisa
sarana pelabuhan dan perdagangan.
Sultan
masih
dan
karena
memiliki
mengatur
pola
hak
politik
pembagian
dalam
dan
hasil
mengelilingi kota.
2. Meskipun Kota Tenggarong mayoritas penduduk
beragama Islam, namun dalam tatanan Mesjid tidak
terdapat sistem Kawasan Kaum, hanya terdapat
Masjid saja. ⓤ
Gambar 3 Posisi dan orientasi bangunan di kawasan heritage kota Tenggarong
Kajian Sejarah Perancangan Kota Terhadap Morfologi Ruang Kota Tenggarong 12
Perancangan Kota
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
URBAN
Vol.1_01_2013
Kajian Logika Ruang Sosial: Studi Kasus Kampung Panjunan Sidoarjo
Puspitaningtyas Sulistyawati
Urban Morphology, Public Space Design
[email protected]
Kota merupakan kompleksitas ruang yang terbentuk
Aturan Sosial
dari sel-sel yang tertata berdasarkan aturan yang
Ruang pada bagian kota tumbuh dan berkembang
ada. Aturan tersebut terdiri dari aturan geometri dan
diawali dengan cell yang memiliki topological rules
aturan sosial. Jika dilihat dari penataannya, kota
khusus: yakni aturan tambahan yang berbasis
terbagi menjadi dua: kota yang menganut aturan
budaya, adat, dan tradisi neenk moyang, seperti
tetap (regular cities) dan kota yang tidak menganut
orientasi utara-selatan, sehingga penataan cell-cell
aturan tetap (irregular cities). Irregular cities dapat
tersebut
dikatakan adalah kota yang tidak dirancang namun
tradisional. Hal ini terlihat jelas pada tatanan yang
tumbuh berbasis logika sosial ruang. Situasi tersebut
irregular.
dapat terlihat di dalam Kampung.
budaya suku Madura, dengan letak hadap rumah
Kampung yang dipilih sebagai studi kasus adalah
yang didominasi menghadap kearah utara-selatan.
kampung panjunan yang berada di kecamatan Waru,
Pada kampung ini, mushola juga dijadikan poros
kabupaten sidoarjo. Dilihat dari segi fisik, kampung
garis peletakkan ruang-ruang yang ada.
berdasarkan
Kampung
gagasan
Panjunan
masyarakat
ini
didominasi
Gambar 1 Penerjemahan struktur kota ke dalam
bentuk sel
ini pada bagian utara berbatasan dengan sungai
ngeni dan bagian selatan berbatasan dengan jalan
Accidental
panjunan (jalan sekunder). Sedangkan pada bagian
Selain aturan sosial yang ada, penataan ruang
barat berbatasan dengan gudang usaha pengiriman
sosial juga memperhatikan kondisi lingkungan dan
barang dan bagian timur berbatasan dengan tower.
alam yang ada. Seperti yang dinyatakan Mumford
Penghuni kampung
(1938), bahwa tatanan yang tidak mengikuti aturan
ini didominasi oleh
kaum
pendatang yang berasal dari Madura.
(irregular) berbasis kebutuhan praktis dan adaptasi
Kota dapat diterjemahkan sebagai suatu organisme
pada kondisi site serta pernyataan dari Hillier dan
yang selalu berkembang dengan bagian terkecilnya
Hanson
berupa sel. Sel sebuah kota merupakan bagian
susunan jalan dan gugusan bangunansebagai
terkecil dari kota yang berupa rumah dengan
kondisi alami site (topology site).
keterkaitannya
dan ruang
Accidental adalah adanya perbedaan struktur
publiknya. Sel-sel tersebut saling terkait membentuk
ruang dengan yang lain dikarenakan batas lahan
struktur kota.
sehingga memutus struktur ruang yang ada. Pada
Struktur tersebut terdiri dari individual open space,
kampung Panjunan, accidental dijumpai pada
sharing open space, continous space, accidental dan
bagian yang berbatasan dengan dinding bangunan
unexpected. Untuk mengkaji keterkaitan ruang antar
publik dan sungai (Gambar 3).
antara ruang
privat
mengenai
transformasi
keteraturan
Gambar 2 Open space
sel yang ada dalam kampung panjunan ini, maka
bangunan-bangunan
yang
ada
diterjemahkan
Unexpected
menjadi seperti sel-sel di atas. Bangunan publik,
Kondisi dimana terdapat struktur ruang yang
yakni mushola, juga diikutsertakan sebagai acuan
berbeda
arah hadap sesuai adat (Gambar 1).
berdasarkan pada kebutuhan. Pada kampung
dengan
aturan
yang
ada,
dengan
Panjunan, unexpected dijumpai pada bagian yang
Open space
memiliki
Terdapat 2 jenis open space yakni individual open
bangunan
dua
sisi
ruang
space dan sharing open space. Individual open
Unexpected juga dijumpai pada bagian ruang yang
space adalah satu sel memiliki ruang publik sendiri
orientasinya
atau tidak terkait dengan ruang publik yang lain.
mengikuti aturan orientasi yang ada, yakni utara-
Ruang seperti ini sering ditemui pada tikungan jalan,
selatan (Gambar 4). ⓤ
tersebut
terbuka,
memiliki
menghadap
dua
timur-barat
sehingga
orientasi.
tanpa
Gambar 3 Komposisi Accidental
berupa rumah menghadap kearah tikungan jalan.
Pada kampung panjunan, ruang terbuka yang ada
didominasi
dengan
individual
open
space.
________________________________________
Sedangkan sharing open space adalah ruang hasil
pertemuan dua cell atau lebih, dimana merupakan
Referensi:
ruang publik yang digunakan lebih dari satu cell.
Hiller, Bill and Hanson, Julienne (1984), The Social
Pada kampung ini, ruang tersebut terdapat dua jenis:
Logic of Space; Cambridge University Press.
bersifat umum dengan bentukan linier dan bersifat
Peta satelit – Google earth (2012)
privasi dengan bentukan cul de sac berupa courtyard
Data Survey – Data pribadi (2012)
Gambar 4 Komposisi Unexpexted
(Gambar 2).
Kajian Logika Ruang Sosial: Studi Kasus Kampung Panjunan Sidoarjo 13
Perancangan Kota
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
URBAN
Vol.1_01_2013
Identifikasi Pola Irregular, Unexpected, dan Accidential Kampung Tambak Dalam Surabaya
Fitrania Halla
Waterfront Planning and Design
[email protected]
Kampung
Tambak
area
disebabkan oleh minimnya aturan formal yang
2. Sharing Open Space
Kecamatan
merupakan kelengkapan geometri yang secara
Komposisi yang terbentuk dari fenotipe sel-sel tertutup
Krembangan, Kota Surabaya (Gambar 1). Area
normal berhubungan dengan aturan ruang serta
berhubungan secara full face joint dengan pintu
permukiman ini mayoritas dihuni oleh masyarakat
kelompok bangunan (blok) memiliki ukuran yang
menghadap ke sebuah open space (open cell) yang
yang berasal dari Madura. Pola tatanan rumah
tidak konsisten.
merupakan open space bagi sel-sel tertutup lainnya
pemukiman
Dalam
yang
berada
merupakan
di
pada kampung ini hampir mirip dengan beberapa
yang ada di seberangnya/ depannya. Jika ruang yang
kampung yang ada di sekitarnya, yaitu berbentuk
Komposisi Unexpected
irregular.
Terdapat beberapa kelompok rumah yang memiliki
Pada gambar 2 dapat dijelaskan mengenai Pola
konsep individu tanpa perencanaan dengan pola
Sehingga memanjang maka akan membentuk sebuah
Tatanan Ruang Kampung Jl. Tambak Dalam,
tatanan rumah dengan orientasi yang berbeda
ruang linier (channel). Posisi rumah yang berhadapan
Surabaya,
sesuai ketersediaan lahan yang ada.
dan berjajar saling berorientasi kea rah ruang luar yang
beberapa kelompok rumah yang tidak teratur
Konsep individu ini bertentangan dengan aturan.
sama.
(irregular) dan memiliki ukuran rumah
yang
Hal ini dikarenakan tidak adanya batas kavling yang
beragam, terdapat ruang luar yang menjadi
jelas pada lahan sehingga pertumbuhan rumah
3. Komposisi Group
pengikat antar rumah, pada umumnya sebagian
menyesuaikan pula dengan ketersediaan lahan
Komposisi dari fenotipe pada kedua sisi sejajar dari
besar
yang ada.
sebuah open cell terdapat sel tertutup yang
yaitu:
pola
Struktur
ruang
tatanan rumah
terdiri
dari
di kampung
ini
terbentuk ini berulang
menganut aturan umum mengenai orientasi arah
berhubungan secara full face joint, kemudian disalah
hadap rumah tinggal yang mengikuti jaringan
Analisis Susunan Sel
jalan, meliputi arah Utara – Selatan atau Barat –
Kompleksitas ruang yang dibentuk oleh Genotype
Timur.
dengan
Namun,
terdapat
beberapa
kelompok
ketentuan
satu sisi yang lain berhubungan secara vertex sehingga
konsep
yang
membentuk komposisi cell/ group berbentuk U.
dipakai
rumah masih memiliki konsep individu yang
(Phenotype) dapat dilihat pada gambar 3, yaitu
Kesimpulan
berbeda dengan pola aturan tatanan rumah lain
Genotype yang merupakan sharing open space
Pola penataan massa bangunan pada kampung Jl.
yang berada di sekitarnya (unexpected).
yang terbentuk oleh fenotipe. Sel-sel tertutup
Tambak
memiliki orientasi arah pintu yang menghadap ke
irregular, meskipun beberapa rumah masih mengikuti
Komposisi Irregular
sebuah open space. Terdapat beberapa bagian
aturan umum mengenai pola orientasi arah hadap
Orientasi bangunan serta jalan-jalan yang menjadi
yang menjadi satu kesatuan dalam kelangsungan
rumah (utara-selatan, barat-timur) namun ada pula
pengikat
hidup (biological concept of genotype) yaitu :
sekelompok rumah yang berkonsep individu karena
tersebut membentuk pola global yang irregular
1. Individual Open Space
menyesuaikan
karena blok-blok kelompok bangunan yang terjadi
Komposisi ruang luar yang terpecah, dibentuk oleh
berpengaruh pada pola orientasi rumah. Pola irregular
memiliki ukuran yang berbeda-beda serta hadir
fenotipe berupa satu sel tertutup menghadap/
ini disebabkan oleh minimnya aturan formal.
secara tidak terencana. Pertumbuhan rumah
berhubungan dengan sebuah ruang luar (open cell)
Terdapat
sebagian
praktis
yang hanya dimiliki oleh cell itu sendiri, sehingga
individual space, sharing open space dan komposisi
dengan menyesuaikan ketersediaan lahan yang
pintu rumah menghadap ke sisi bangunan rumah di
group dalam pola penataan kampung. ⓤ
ada. Hal ini membenarkan pendapat Hillier dan
depannya.
(boundaries)
besar
sekelompok
berbasis
bangunan
kebutuhan
Dalam,
Surabaya
lahan
keragaman
yang
konsep
cenderung
ditempati
genotype
berbentuk
sehingga
dari segi
Hanson yang mengatakan bahwa Pola irregular
Gambar 1 Lokasi Studi
Gambar 2 Pola tatanan kampung
Gambar 3 Kompleksitas ruang dalam wujud sel
Identifikasi Pola Irregular, Unexpected, dan Accidential Kampung Tambak Dalam Surabaya 14
Perancangan Kota
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
URBAN
Vol.1_01_2013
Analisa Kota Dengan Menerapkan Beberapa Teknik Analisa Urban
Di Kawasan Koridor Sepanjang Sungai Mahakam, Samarinda
Edith Abram Rochdi
Riverbank Planning and Design
[email protected]
Apabila dilihat secara keseluruhan, maka pada
satu
sebuah kota yang ada merupakan suatu leburan
Mapping dan Tipo morfologi adalah pilihan yang tepat
dimana terdapat perubahan bentuk transformasi
atau penyatuan dari bangunan dan penduduk. Hal
untuk membantu pembuatan analisa kota Samarinda,
bangunan dari tahun ke tahun. Tren pada bangunan
ini juga didukung menurut pandangan Kostof
karena
lama adalah dengan menyelubungi dengan lapisan
bahwa kota adalah tempat kumpulan bangunan
kawasan koridor sepanjang sungai Mahakam yang
aluminium composit panel.
dan manusia. Pada awalnya bentuk kota adalah
terkait dengan elemen perancangan kota berupa citra
Pada Walkthrough analisis ini ada 3 bagian jalan
netral kemudian berubah sesuai dengan kondisi
kota, jati diri, identitas kota, image lingkungan dan
koridor jalan di sepanjang sungai mahakam yang
geografin
makna koridor yang dipakai sebagai sasaran utama
memperlihatkan secara path pada masing-masing
kotanya. Tentu budaya tertentu juga punya peran
dalam mewujudkan penataan kawasan tersebut.
kondisi street furniture berupa public space area,
serta dalam pembentukan sebuah kota. Bentuk
Sedangkan
cara
aktifitas sektor informal, RTH, jalur pedestrian, parit
kota dapat dipelajari dan dikaji secara tinjauan
synchronic dan diachronic dipakai untuk membantu
kota, facade bangunan, Sky Line, papan reklame,
lapangan dengan mengamati kondisi eksisting
ketiga analisa dalam mendapatkan data yang kualitatif
bahu
dengan dibantu beberapa teknik analisa urban
dan dapat dipertanggung jawabkan. Dilain pihak
sepanjang jalan. Disini ada perbedaan kondisi fisik
yang banyak berpedoman pada Urban Design
teknik mapping dipakai untuk mendukung data analisa
pada setiap ruas jalan.
Toolkit, yang diterbitkan oleh Ministry for the
walkthrough dan tipo-morfologi agar tercapai hasil
Environment, Wellington, New Zealand.
data yang bisa disampaikan secara grafis. Khusus
2. Teknik analisa mapping
Teknik analisa kota yang dilakukan saat ini
untuk walkthrough banyak menghasilkan data visual
Analisa ini menggunakan sarana peta sebagai data
terfokus
yang nantinya bisa disampaikan ke masyarakat untuk
aktual yang nantinya bisa menjelaskan kondisi batas
memahami perkembangan sebuah kota secara
mendapatkan
dalam
jalan, penempatan distribusi ruang terbuka beserta
fisik, maka perlu pendekatan teknik analisa urban
membantu teknik analisa lainnya dengan dibantu
sarana prasarananya (type jalan, ruang publik dan
yang bisa dikembangkan satu sama lain dengan
pembuatan index card. Dengan demikian ketiga teknik
privat, juga arah distribusi elemen lansekap).
melihat
analisa ini bisa berjalan secara simultan mendukung
Pada
satu sama lain dalam pelaksanaan analisa kota.
menambah foto untuk menjelaskan kondisi kawasan
yang
di
mempengaruhi
Kota
kepentingan
Samarinda.
Kota
karakteristik
Untuk
Samarinda
dapat
pada
Kawasan Koridor sepanjang sungai Mahakam
dan
lainnya. Teknik Analisa Walkthrough,
dapat
mewakili
teknik
kepentingan
pembacaan
tanggapan
dan
penataan
dengan
aspirasi
yang mengarah kepada kepentingan Penataan
Koridor dalam lingkup secara Kawasan.
Hasil
pemilihan
bentuk masa
Diachronic
bangunan di
analisa ini dapat dikembangkan
dengan
Pada
teknik analisa
Walkthrough,
jembatan penghubung antara Samarinda kota dan
Samarinda seberang yang dipersiapkan menjadi kota
photographic yang diambil hanya pada titik simpul
mandiri untuk kecamatan Samarinda seberang dan
modifikasi dan pengaruh teknik analisa lainnya
pertemuan beberapa jalan yang terhubung dengan
kota Industri untuk kecamatan Palaran.
dikarenakan kepentingan dari Penataan Kawasan
koridor jalan sepanjang sungai mahakam. Disini
itu sendiri. Bahkan setiap teknik analisa yang
terlihat jelas tampilan beberapa pojok simpul jalan
dipilih tidak berdiri sendiri melainkan saling antara
yang mengidentitaskan secara nodes tentang tipologi
namun
murni
dan
penyajian
yang cepat tumbuh, juga termasuk jangkauan sarana
1. Teknik analisa walkthrough
tidak
jalan ,
teknik
mengalami
sepenuhnya,
analisa
dengan
views
diterapkan
teknik
bangunan
street
Gambar 1 Teknik analisa Walkthrough diterapkan pada koridor jalan sepanjang sungai Mahakam
Gambar 2 Mapping Analysis
Analisa Kota Dengan Menerapkan Beberapa Teknik Analisa Urban di Kawasan Koridor Sepanjang Sungai Mahakam, Samarinda 15
Perancangan Kota
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Penentuan
letak
URBAN
Vol.1_01_2013
pusat
pertumbuhan
kota
didasarkan pada data peta lama yang menjadi
acuan di masa sekarang. Dari hasil teknik analisa
mapping
yang
ada,
diperoleh
hasil
bahwa
Samarinda merupakan kota yang berkembang
dengan cepat. Saat ini pusat pelayanan berfungsi
juga sebagai CBD (Central Bisnis District), dan
berada di pusat kota lama. Kawasan kota lama
sendiri kini menjadi komplek perkantoran dan
perdagangan. CBD juga mengalami perubahan
dari pusat pelayanan retail (eceran) menjadi
kompleks
perkantoran
komersial
yang
daya
jangkauan pelayanannya dapat mencakup luar
wilayah kota. Sub pusat kota saat ini sudah
berkembang,
terutama
di
daerah
Samarinda
seberang dan Palaran yang mana dulunya masih
Gambar 3 Perkembangan kota Samarinda
dilayani oleh CBD. Kini, bagian sub pusat kota
sudah
mampu
melayani kawasannya
sendiri.
Sedangkan daerah pinggiran, yang merupakan
perluasan
wilayah
kota,
sepenuhnya
masih
dilayani oleh bagian sub pusat kota.
Disini teknik analisa mapping digunakan untuk
menjelaskan asal usul proses pertumbuhan kota
lama menjadi kota Samarinda modern (kini).
Termasuk menjelaskan struktur jalan dari kondisi
yang dulu menjadi seperti yang sekarang. Di sini
akan terlihat pola ruang luar yang tumbuh dan
berkembang menjadi seperti sekarang ini, yang
tentunya dibantu dengan foto suasana kota di
masa lampau dengan masa sekarang.
3. Teknik analisa Urban morfologi dengan tipomorfologi
Teknik Analisis ini berpedoman pada prinsip
morfologi ruang kota beserta kajiannya yang
mengarah pada terjadinya bentuk ruang luar yang
dikaitkan dengan tersusunnya jalinan struktur
jalan. Sehingga bisa dilihat bentuk morfologi ruang
kota menjadi bentuk yang kompak (bujur sangkar,
empat persegi panjang, bentuk kipas, bentuk bulat,
bentuk gurita/bintang, tidak berpola) atau tidak
kompak (bentuk terpecah, berantai,
bentuk
stellar).
Kemudian
perembetan
juga
bisa
perembetan
konsentris,
terbelah,
dalam
dilihat
proses
mengalami
memanjang
atau
meloncat. Juga akan ditemukan faktor yang
mempengaruhi terbentuknya kota, yaitu faktor
bentang
alam/
geografis,
sosial,
ekonomi,
transportasi dan regulasi. Bila diperbandingkan
dengan beberapa pola yang ada, maka sesuai
yang diutarakan oleh Zahn (2000) dapat dilihat
bahwa beberapa pola struktur jalan di kota Samarinda
transportasi air pada mulanya karena faktor yang
menunjukkan:
didukung transportasi air pada mulanya karena
- Dari pola masa bangunan dan ruang terbuka
faktor geografi alamnya. Sehingga letak kota lama
terbentuk pola grid.(Markus Zahn,2000:99)
Samarinda berada pada posisi strategis pada jalur
- Dari tipologi elemen terbentuk sistem terbuka
linear.(Markus Zahn,2000:97)
- Dari tipologi masa
bangunan
perdagangan di masa lalu yang berkembang dan
tumbuh
terbentuk
blok
medan.(Markus Zahn,2000:97)
- Dari tekstur masa bangunan dan ruang terbentuk
Homogen. (Markus Zahn,2000:81)
- Dari pola struktur ruang kota terbentuk Mega
Form.(Markus Zahn,1999:129)
sampai
sekarang
dengan
kebijakan
pemerintah setempat diarahkan ke Selatan atau di
Samarinda seberang.
Pada dasarnya dengan dipakainya teknik analisa
yang ada akan memberikan kejelasan terhadap
keberadaan
kota dalam hal Typikal Struktural
sebuah Kota, Karakteristik Areal, Tipologi elemen,
Masa
bangunan,
tekstur,
Pola
ruang
kota
Kesimpulan
berdasarkan bentuk dasar yang ada.(sumber Markus
Kota Samarinda secara kompleks terbentuk karena
Zahn, 1999-2000) dan Arah pertumbuhan kota yang
dipengaruhi faktor kehidupan sosial ekonomi dengan
bermula dari asal-usul letak kota lama yang pertama
adanya kegiatan perdagangan dan jasa, didukung
kali terbentuk dan berkembang seperti sekarang ini.
ⓤ
Analisa Kota Dengan Menerapkan Beberapa Teknik Analisa Urban di Kawasan Koridor Sepanjang Sungai Mahakam, Samarinda 16
Perancangan Kota
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
URBAN
Vol.1_01_2013
Osaka-Jepang: Interview Liputan Tadao Ando Program 2012 17
Perancangan Kota
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
URBAN
Vol.1_01_2013
Sahabat kita, Hilda Multi Artarina (Hilda) bulan
U: Bagaimana kesan Hilda tentang Osaka? Dan
kayu di Jepang lengkap dengan segala peralatannya
September 2012 lalu terpilih sebagai perwakilan
apa yang paling berbeda jika dibandingkan
yang
Indonesia untuk mengikuti program Tadao Ando di
dengan Surabaya?
kompleksnya. Japanese carpentry inilah yang menjadi
Osaka, Jepang. Program yang bernama lain
H: Kesan pertama saya tentang Osaka adalah
cikal-bakal dari perkembangan arsitektur Jepang di
“Osaka
Short-Term
semua orang disini berjalan dengan cepat! Orang
masa kemudian dengan para Daiku atau tukang kayu
Overseas Trainees in Architecture and Arts” ini
Osaka pastilah pejalan kaki tercepat di dunia!
yang menjadi tonggak terdepan sebagai arsitek-arsitek
diberikan khusus bagi praktisi dan mahasiswa
Haha :D Selain itu Osaka adalah kota yang bersih,
mumpuni pada jamannya.
pasca-sarjana di bidang desain dan arsitektur.
tertata dengan baik, dan sangat efektif dalam
Mengunjungi Museum ini membuat saya merenungi
Tadao
arsitek
penerapan teknologi terkini. Dibandingkan dengan
bahwa arsitek adalah salah satu pekerjaan terhebat di
berkebangsaan Jepang yang menggagas program
Surabaya, kota dimana saya tinggal selama
dunia! Dimana kerja keras, ketekunan, dan kreativitas
ini. Berikut adalah sedikit hasil interview singkat
7tahun terakhir, perbedaan yang paling signifikan
didayagunakan
mengenai pengalaman di Osaka.
adalah sistem transportasi publik di Osaka yang
menghasilkan
sangat maju sehingga mempermudah mobilitas
mempertimbangkan kepuasan klien semata namun
dari warganya.
juga memikirkan dampak lingkungan maupun sosio
Invitational
Ando
Program
sendiri
for
merupakan
Urban (U): Apa sebenarnya Program Tadao
Ando itu?
sangat
mengagumkan
dengan
sebuah
saking
sepenuh
karya
yang
banyak dan
hati
untuk
tidak
hanya
cultural yang ditimbulkannya. Menjadi seorang arsitek
Hilda (H): Ando Program atau yang secara resmi
U: Apa kegiatan Hilda selama di Osaka?
berarti berada pada garda terdepan dalam inovasi dan
bernama "Osaka Invitational Program for Short-
H: Selama masa training, saya ditempatkan
perubahan. Pekerjaan ini terus berkembang dan
Term Overseas Trainees in Architecture and Arts"
bersama seorang rekan dari India, Hareesh
menawarkan
adalah program tahunan yang diprakarsai oleh
Haridashan,
mendorong
Tadao Ando, salah seorang arsitek kenamaan
Perusahaan ini adalah korporasi konstruksi tertua
mengeksplor hal-hal baru baik itu dalam hal material,
Jepang yang berasal dari Osaka. Pada tahun
di Jepang yang telah mulai beroperasi sejak tahun
teknologi
1992,
1610. Menjalani training di Takenaka adalah salah
lingkungan, atau bisa juga dalam mencoba pendekatan
Architecture Prize yang bisa dibilang sebagai
satu
berbeda
hadiah Nobel-nya Arsitektur. Keseluruhan uang
peroleh dengan banyaknya
pengalaman dan
setiap panel yang terpajang dalam Museum tentang
hadiah dari penghargaan ini Ia sumbangkan pada
pengetahuan baru yang kami dapatkan setiap
para Daiku, saya merasa sangat bangga pada mereka
pemerintah Osaka untuk memberi beasiswa pada
harinya. Kami sangat beruntung karena proses
dan berharap dapat terus termotivasi untuk menjadi
mahasiswa Arsitektur maupun para arsitek muda
training secara keseluruhan sangatlah berimbang
arsitek yang hebat layaknya mereka.
di Asia untuk mengikuti program training selama
antara pekerjaan kantor dan kunjungan lapangan
satu bulan di Osaka. Selain mengikuti training di
atau construction site visit.
U: Apakah Hilda juga sempat bertemu dengan
perusahaan-perusahaan
Osaka,
Salah satu pengalaman yang paling berkesan
Ando sensei? Bagaimana ceritanya?
partisipan program ini juga berkesempatan untuk
adalah ketika saya dan Hareesh diundang untuk
H: Sejak masa-masa awal belajar arsitektur, saya
beragam
mengunjungi
mengunjungi Takenaka Carpentry Tools Museum
sangat mengidolakan Tadao Ando. Sehingga saat
karya-karya arsitektur Tadao Ando, mengikuti
di Kobe. Di Museum ini kami bisa belajar
akhirnya saya bisa bertemu dengan beliau, rasa
short-lecture bersama pengajar dari Kyoto Seika
mengenai sejarah carpentry atau dunia tukang
gugup, senang, bersemangat, penasaran, semua
Tadao
Ando
kegiatan,
dianugerahi
konstruksi
diantaranya
di
Pritzker
University, Asian symposium bersama mahasiswa
di
kesempatan
Takenaka
Corporation.
terbaik yang pernah saya
pengalaman
pelakunya
bangunan,
tanpa
untuk
metode
batas
terus
konstruksi,
yang
bergerak
isu-isu
dalam konsep perancangan. Mengamati
campur aduk jadi satu. Saya masih ingat dulu sering
Kobe Design University, design project dengan
Osaka Prefectural University, Homestay bersama
keluarga
Jepang,
serta
puncaknya
adalah
mengunjungi Tadao Ando Atelier.
Tahun ini (2012) adalah tahun ke-20 dan terdiri
dari 8 peserta terpilih dari 8 negara berbeda di
Asia, yakni: Indonesia, Filipina, India, Srilanka,
Nepal, Vietnam, Thailand, dan China.
U: Bagaimana Hilda tahu tentang program
Tadao Ando ini?
H: Saya pertama kali mengetahui tentang Ando
Program ini sejak semester 3 tahap sarjana ketika
mengikuti presentasi seorang senior kampus yang
adalah peserta program pada saat itu. Dari
presentasi dan sharing pengalaman kakak senior
inilah yang membuat saya tertarik dan termotivasi
untuk menjadi Ando trainee selanjutnya.
Gambar 1 Bertemu dengan Tadao Ando sensei
Osaka-Jepang: Interview Liputan Tadao Ando Program 2012 18
Perancangan Kota
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
URBAN
Vol.1_01_2013
Gambar 2 Asian Youth Symposium di Awaji
menempel cuplikan perkataan atau quote dari
temple, Ramen Museum in Ikeda, Osaka Banpaku
kembali ke Jepang suatu hari nanti. Mungkin melalui
Tadao Ando di dinding kamar. Sungguh momen
Kinen Koen, dan tak lupa ke Church of the Light
beasiswa untuk sekaligus melanjutkan studi di sana.
yang
yang merupakan salah satu karya legendaris
tak
terlupakan
ketika
saya
bisa
mendengarkan secara langsung short-lecture dari
Tadao Ando.
U: Apa pesan dan persiapan yang harus dilakukan
beliau sambil duduk berhadapan dalam kantornya.
bagi yang ingin mendaftar?
Salah satu nasehat Tadao Ando yang paling saya
U: Setelah ini, apa rencanamu selanjutnya?
H: Pendaftaran Ando Program biasanya dibuka pada
ingat adalah bahwa dunia arsitektur sangatlah luas
H: Segenap pengalaman berharga yang saya
bulan April atau Mei setiap tahunnya. Berdasarkan
sehingga
harus
dapat dari Osaka membuat saya ingin lebih
bocoran informasi yang saya peroleh dari staff
sesegera mungkin menentukan di bidang apa kami
banyak lagi melakukan traveling. Karena dengan
penyeleksi di Osaka, bagian penting yang bernilai poin
ingin berkontribusi dan berfokus untuk berkarya
melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang
tertinggi dari keseluruhan form aplikasi adalah portfolio,
disana. Ia juga mengingatkan bahwa kami adalah
berbeda kita akan bisa memperkaya diri dengan
baru setelahnya adalah motivation letter. Sehingga
bagian
pengalaman dan ilmu-ilmu baru yang seringkali
bagi siapapun yang berminat untuk mengikuti seleksi
bertanggung jawab terhadap perbaikan lingkungan
tak
sehari-hari.
program ini hendaknya mempersiapkan portfolio hasil
melalui arsitektur.
Sehingga tak hanya bisa mempelajari tentang
karya sebaik-baiknya. Selain itu untuk saat ini bisa
arsitektur, namun juga tentang kondisi masyarakat
mulai
U: Apa bagian yang paling berkesan dari
dan budaya lokal yang memberi sumbangsih pada
berbahasa Inggris, bisa TOEFL, IELTS, maupun
program Tadao Ando ini?
perkembangan arsitekturnya. Saya berharap bisa
TOEIC. ⓤ
kami sebagai arsitek muda
dari
warga
dunia
yang
harus
ikut
ditemui
dalam
perkuliahan
mempersiapkan
sertifikat
kemampuan
H: Keseluruhan pengalaman yang saya peroleh
selama di Osaka ini sangatlah berkesan, namun
yang terbaik menurut saya adalah kesempatan
yang
saya
peroleh
untuk
bertemu
dan
berkolaborasi dengan para mahasiswa dan arsitek
muda
dari beberapa
Sembari kami belajar
negara
yang
bersama
dan
berbeda.
bekerja
berdampingan, kami dapat saling bertukar ide dan
pengetahuan untuk saling belajar satu sama lain.
Pengalaman ini sungguh meluaskan pandangan,
memberi perspektif yang berbeda, dan memotivasi
untuk terus meningkatkan pengetahuan dengan
ilmu-ilmu baru.
U: Apa yang Hilda lakukan saat waktu luang
atau akhir minggu?
H: Saat akhir pekan saya bersama teman-teman
sesama
trainee
biasanya
pergi
mengunjungi
tempat-tempat menarik di Osaka. Kami pergi ke
banyak tempat seperti Osaka Castle, Osaka
Maritime Museum, Shopping centre di Dotonbori,
Shinsaibashi, anime center Den den town, Hep
*) semua gambar adalah koleksi pribadi Hilda Multi Artarina
Five, Namba Park, Tsutenkaku Tower, Tennoji
Osaka-Jepang: Interview Liputan Tadao Ando Program 2012 19
Perancangan Kota
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
URBAN
Vol.1_01_2013
Belajar dan Jalan-jalan : Kota Cebu, Filipina
Setyo Nugroho
Townscape Design
[email protected]
Bulan
Nopember
mendapatkan
Sesi yang menurut saya menarik lainnya adalah
Isu Green City juga menjadi perbincangan yang
seminar
di
mengenai multi ethnic and dynamic diversity.
menarik.
Universitas San Carlos, Cebu (baca: Sebu). Acara
Sebuah kota adalah tempat di mana banyak
perubahan iklim, dan kota hijau menjadi topik yang
yang diselenggarakan oleh Kyoto University ini
perbedaan, multi etnis dan cultural berada. Di
banyak diangkat dan dipikirkan baik oleh akademisi
merupakan acara tahunan dan setiap tahunnya
kota-kota besar Asia, banyak orang mampu
maupun praktisi.
terpilih kurang lebih 20 peserta yang berhak untuk
berbicara dalam banyak bahasa (selain bahasa
(misalnya) sudah benar-benar diterapkan? Ataukah
mengikuti semacam kuliah di bidang yang telah
ibu). Lalu pertanyaan muncul, bagaimana sebuah
hanya sebagai hiasan saja? Menurut presentasi dari
ditentukan.
bahasa daerah dapat bertahan di tengah arus
ADB saat seminar lalu, tantangan besar berada di kota-
tema
globalisasi? Dan bagaimana cara melestarikan
kota Asia (khususnya kota di Negara berkembang)
“Cities and Communities”. Seminar atau kuliah ini
bahasa tulis daerah seperti halnya hanacaraka?
dalam aplikasi konsep kota hijau. Kota-kota di Asia
berlangsung selama 4 hari dari pagi hingga sore
Menurut
bahasa
menghadapi permasalahan yang kompleks, seperti
hari. Pada hari terakhir, kami diajak berkeliling
daerah tidak akan hilang asalkan kita tidak malu
ekonomi, energy, perubahan iklim dan lingkungan.
sebentar untuk mencoba memahami kota Cebu.
untuk menggunakannya. Jawaban yang sangat
Semisal kita ambil contoh, isu ketersediaan transportasi
Seminar dibagi menjadi tiga sesi dan setiap sesi
sederhana. Tambahan menurut perspektif saya,
publik. Kurangnya ketersediaan transportasi publik akan
dilakukan penuh dalam satu hari. Setiap sesi
salah satu cara melestarikan huruf tulis Jawa
memberikan efek besar pada energy, lingkungan, dan
terdapat
akhir
(hanacaraka) adalah dengan menerapkan aksara
isu lainnya. Karena mereka akan saling mempengaruhi.
membahas
Jawa pada penanda kota (seperti di Jogjakarta).
Jadi, yang terpenting bukan hanya berapa banyak
permasalahan yang berhubungan dengan topik
Penanda kota dapat berupa papan nama jalan
penghijauan yang disediakan, tetapi juga bagaimana
pada setiap sesi. Topik yang dibahas sangat luas
dalam dua aksara: latin dan Jawa, dan contoh
perilaku
mencakup semua aspek dalam sebuah kota,
aplikasi lainnya
lingkungan.
kesempatan
Kali
pengetahuan
dan
saya
mengikuti
ini
sebuah
seminar.
lalu,
untuk
mereka
akan
pengalaman
diskusi
Diskusi
berbagi
dengan
kelompok
kelompok
di
doctor
Nathan
Badenoch,
Akhir-akhir
ini
isu
pemanasan
global,
Namun apakah konsep kota hijau
masyarakat
dapat
meningkatkan
kualitas
seperti sejarah, kesusastraan, perencanaan kota,
bahasa dan buadaya, ekonomi, hingga politik.
Memang ini bisa dikatakan sebagai seminar multi
disiplin ilmu. Karena pada kenyataannya peserta
yang hadir memiliki variasi latar belakang.
Setelah mengikuti seminar ini, ada pemikiran baru
yang saya tangkap bagaimana sebuah kota dapat
terbentuk. Kelompok hunian memiliki aturan sosial,
adat dan budaya kemudian membentuk sebuah
komunitas yang berangsur-angsur kian meluas.
Setelah
permukiman
semakin
meluas
maka
dibutuhkan aturan hukum, politik, ekonomi untuk
mengatur peran dari sebuah kelompok komunitas.
Dengan kata lain, kota adalah kata yang memiliki
arti sangat luas dalam berbagai bidang yang
berbeda. Permasalahan di kota pun makin hari
makin rumit dan kompleks.
Diskusi kelompok yang menarik bagi saya adalah
diskusi pada hari pertama (sesi satu) dengan
pertanyaan
“kota
mengubah
manusia,
atau
manusia mengubah kota”. Kita tidak dapat memilih
salah satu di antara pernyataan tersebut karena
mereka saling mempengaruhi satu sama lain.
Mulanya, manusia akan mengubah sebuah kota.
Manusia
membawa
yang
tinggal
nilai-nilai
dalam
sosial
hunian
budaya
kecil
mereka
kemudian membentuk sebuah komunitas yang
lebih
luas. Infrastruktur, aturan-aturan hukum
kemudian
akan membentuk,
membatasi,
mempengaruhi manusia dalam bertindak.
dan
Gambar 1 Peserta, pembiacara, dan panitia seminar
Belajar dan Jalan-jalan: kota Cebu, Filipina 20
Perancangan Kota
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
URBAN
Vol.1_01_2013
Hari terakhir kami (peserta dan pembicara) diajak
sementara
untuk mengunjungi spot-spot penting di Cebu.
replikanya.Jauh
Namun karena waktu yang sangat terbatas, kami
Spanyol ke Cebu dan Filipina, di sekitar abad 9
Terjadi
tidak
sampai 15 masehi Cebu merupakan daerah yang
tewasnya Magellan dalam pertempuran Mactan 1521.
bersejarah seperti benteng kota, dan jalan tertua
dihuni orang
Melayu
Tidak puas menerima kekalahan, bangsa Spanyol
Cholon. Tujuan pertama adalah Basilica Minore
perdagangan
hke
Del
ini adalah
Myanmar, hingga Jepang. Penduduknya bertato,
misi
bangunan yang paling berkesan di Cebu. Usianya
dan mengenakan perhiasan. Jika dilihat dari
menghancurkan permukiman penduduk dan mendirikan
ratusan
beberapa
dapat
Santo
mengunjungi
Niño.
tahun
Menurut
saya,
penduduk suku yang lain (Lapu-lapu) di pulau Mactan.
melakukan
Malaysia,
India,
hebat
yang
mengakibatkan
kembali datang ke Cebu tahun 1565 untuk melanjutkan
sebelumnya
yang
sempat
gagal.
Mereka
nama Villa del Santíssimo Nombre de Jesús. Untuk
Mungkin
melindungi permukiman.
sebuah bangunan kecil yang disebut Magellan’s
berdekatan.
Penduduk Spanyol maka dibangun benteng pertahanan
Cross. Di dalam rumah kecil ini terdapat salib kayu
Kedatangan bangsa Spanyol bersamaan dengan
yang lebih besar dan diberi nama benteng San Pedro.
yang
orang-orang
misi keliling dunia Magellans. Mereka tiba di
Kekuasaan Perang kemerdekaan melawan kekuasaan
Spanyol dan Portugis saat tiba pertama kali di
Cebu tahun 1521 dan disambut baik oleh salah
Spanyol timbul tahun 1896, dan Spanyol berhasil
Cebu.
satu pemimpin suku, Rajah Humabon. Kemudian
disingkirkan dari Cebu dua tahun selanjutnya. Sampai
bahwa salib yang ada sekarang bukanlah asli yang
pemimpin
ratusan
hari ini benteng San Pedro masih dapat diamati di kota
dipasang pada tahun 1521. Orang-orang ini
penduduk lain dibaptis ke dalam agaman Kristen.
Cebu, dan banyak peninggalan sejarah lainnya yang
percaya bahwa yang asli telah rusak dan hilang,
Keinginan Magellan untuk menguasai Cebu dan
banyak tersimpan. ⓤ
orang
beranggapan
Gambar 2 Basilica Minore Del Santo Niño
karena
suku
penduduk awalnya
pertempuran
Blenduk di Semarang. Di samping Basilika, ada
beberapa
ilustrasi,
telah
seluruh Filipina akhirnya mendapat perlawanan dari
orang
benteng pertahanan dengan permukiman yang diberi
oleh
atap
dan
China,
bentuk
mirip
dipasang
mengamati
adalah
kedatangan
dengan suku-suku yang ada di Kalimantan.
Tetapi,
saat
tempat
sekarang
sebelum
kupolanya, sepintas mirip dengan kubah Gereja
dipercaya
dan
seluruh
yang
lingkup
geografisnya
bersamaan
dengan
yang
Gambar 3 Magellan’s Cross
*) Semua gambar milik penulis
Belajar dan Jalan-jalan: kota Cebu, Filipina 21
Download