Created by. Lisa Marianah (Widyaiswara Pertama, BPP Jambi)

advertisement
Created by. Lisa Marianah (Widyaiswara Pertama, BPP Jambi)
2014
PEMBUATAN PUPUK BOKASHI MENGGUNAKAN JAMUR Trichoderma sp.
SEBAGAI DEKOMPOSER
A. Latar Belakang
Pupuk merupakan bahan tambahan yang diberikan ke tanah untuk
tujuan memperkaya atau meningkatkan kondisi kesuburan tanah baik khemis, fisis
maupun biologisnya. Kesuburan kimia tanah dinilai dari kandungan ion mineral
dan kapasitas pertukaran kationnya untuk menyediakan makanan siap saji bagi
tanaman. Kesuburan fisis adalah keadaan tanah yang tidak kompak atau gembur
sehingga menyediakan aerasi dan drainase yang baik dan tidak menyiksa akar
tanaman. Sedangkan kesuburan biologis tanah juga sangat penting, kandungan
mikroorganisme tanah yang mendukung proses penguraian bahan organik menjadi
mineral anorganik adalah definisi kesuburan biologis tanah.
Perbaikan kondisi kesuburan tanah yang paling praktis adalah dengan
penambahan pupuk ke tanah. Namun perlu diperhatikan keseimbangan kesuburan
tanah sehingga pupuk yang diberikan dapat efektif dan efisien. Penambahan pupuk
anorganik yang menyediakan ion mineral siap saji saja akan merusak kesuburan
fisis tanah, dimana tanah akan menjadi keras dan kompak. Dengan demikian,
pengaplikasian pupuk organik akan sangat membantu dalam memperbaiki kondisi
tanah. Akan tetapi pupuk organik lebih lambat terurai menjadi ion mineral,
sehingga diperlukan penambahan mikroorganisme ke dalam tanah yang dapat
mempercepat proses dekomposisi dan menjaga kesuburan tanah.
Salah satu mikroorganisme fungsional yang dikenal luas sebagai pupuk
biologis tanah adalah jamur Trichoderma sp. Jamur ini merupakan salah satu jenis
mikroorganisme penghuni tanah yang dapat diisolasi dari perakaran tanaman
lapang. Beberapa spesies Trichoderma yang sudah dilaporkan sebagai agensia
hayati yaitu seperti: T. Harzianum, T. Viridae, dan T. Koningi yang berspektrum
luas pada berbagai tanaman pertanian. Biakan jamur Trichoderma dalam media
aplikatif seperti dedak dapat diberikan ke areal pertanaman dan berlaku sebagai
biodekomposer, mendekomposisi limbah organik menjadi kompos yang bermutu.
Serta dapat berlaku sebagai biofungisida, yang mana jamur ini dapat menghambat
pertumbuhan beberapa jamur penyebab penyakit pada tanaman antara lain:
Rigidoporus lignosus, Fusarium oxysforum, Rizoctonia solani, Sclerotium rolfsii,
dll.
B. Tinjauan Pustaka
1. Pupuk Bokashi
Kata bokashi berasal dari bahasa Jepang yang artinya kira-kira
bahan-bahan organik yang sudah diuraikan (difermentasi). Pupuk bokashi
merupakan salah satu bentuk pupuk organik yang terbuat dari campuran antara
bahan-bahan organik dan pupuk kandang yang difermentasi atau
didekomposisi oleh mikroorganisme. Adapun bahan organik yang bisa
digunakan dalam pembuatan bokashi adalah sebagai berikut: jerami, sekam,
daun-daunan, rumput-rumputan, limbah organik pengolah pabrik jagung dan
masih banyak lagi yang lainnya. Perlakuan yang umum dilakukan berupa
penciptaan lingkungan makro yang dikondisikan untuk pertumbuhan
mikroorganisme. Perlakuan fermentasi dapat dipercepat dengan cara
penambahan mikroorganisme dekomposer atau aktifator.
Created by. Lisa Marianah (Widyaiswara Pertama, BPP Jambi)
2014
Ada dua cara untuk mempercepat terjadinya pelapukan bahan
organik yaitu pengaturan kondisi iklim mikro seperti suhu dan kelembapan
sehingga sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme pengurai seperti
penambahan atau pemberian mikroorganisme pengurai sebagai starter atau
aktivator. Salah satunya adalah dengan penambahan jamur Trichoderma sp.
Gambar 1. Jamur Trichoderma sp.
Faktor yang mempengaruhi pengomposan diantaranya:
a. Nilai C/N bahan
Semakin rendah nilai C/N bahan, waktu yang diperlukan untuk
pengomposan semakin sedikit
b. Ukuran bahan
Bahan yang keras dicacah hingga ukuran 0,5-1 cm, sedangkan untuk bahan
yang lunak/ tidak terlalu keras dicacah dengan ukuran sekitar 5 cm
c. Komposisi bahan
d. Jumlah mikroorganisme
Dengan penambahan mikroorganisme diharapkan proses pengomposan
akan lebih cepat
e. Kelembapan dan aerasi
Pada umumnya mikroorganisme dapat bekerja dengan kelembapan sekitar
40-60%. Kelembapan lebih rendah atau lebih tinggi dapat menyebabkan
mikroorganisme tidak berkembang atau mati.
f. Temperatur
Temperatur optimal sekitar 30-50o C
g. Keasaman (pH)
Kisaran pH yang baik adalah sekitar 6-7 (netral)
2. Manfaat Pupuk Bokashi
Adapun manfaat pupuk bokashi adalah sebagai berikut:
1. Membantu memperbaiki struktur tanah
2. Meningkatkan permeabilitas tanah
3. Mengurangi ketergantungan lahan pada pupuk anorganik
4. Berperan sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme tanah
5. Meminimalkan penggunaan pupuk anorganik
6. Memperbaiki kualitas tanaman (tanaman menjadi segar dan rasanya lebih
enak)
7. Memperbaiki drainase dan tata udara dalam tanah
8. Mempertinggi daya ikat tanah terhadap zat hara
9. Mengandung hara yang lengkap walaupun dalam jumlah yang sedikit
Created by. Lisa Marianah (Widyaiswara Pertama, BPP Jambi)
2014
10. Membantu proses pelapukan bahan mineral
11. Menurunkan aktifitas mikroorganisme yang merugikan
Tabel 1. Kandungan hara kompos secara umum
Komponen
Kadar air
C Organik
N
P2O 5
K 2O
Ca
Mg
Fe
Al
Mn
Kandungan (%)
41,00-43,00
4,83-8,00
0,10-0,51
0,35-1,12
0,32-0,80
1,00-2,09
0,10-0,19
0,50-0,64
0,50-0,92
0,02-0,04
3. Jamur Trichoderma sp.
Jamur Trichoderma sp merupakan salah satu agen antagonis yang
bersifat saprofit dan bersifat parasit terhadap jamur lain. Jamur ini termasuk
Eukariota, Divisi Deuteromycota, Kelas deuteromycetes, Ordo Moniliales,
Famili Moniliaceae, dan Genus Trichoderma. Umumnya hidup pada tanah
yang lembab, asam dan peka terhadap cahaya secara langsung. Pertumbuhan
Trichoderma sp. Yang optimum membutuhkan media dengan pH 4-5.
Kemampuan jamur ini dalam menekan jamur patogen lebih berhasil pada
tanah masam daripada tanah alkalis. Kelembaban yang dibutuhkan berkisar
antara 80-90% atau 35°C-35°C.
Mekanisme kerja jamur Trichoderma sp. sebagai agen pengendalian
hayati adalah antagonis terhadap jamur lain. Penekanan patogen berlangsung
dengan proses antibiosis parasitisme dan kompetisi O2 dan ruang yang dapat
mematikan patogen tersebut.
Jamur Trichoderma sp. memiliki banyak manfaat diantaranya adalah
sebagai berikut:
1. Sebagai organisme pengurai
Membantu proses dekomposer dalam pembuatan pupuk bokashi dan
kompos. Pengomposan secara alami akan memakan waktu 2-3 bulan akan
tetapi jika menggunakan jamur sebagai dekomposer memakan waktu 14- 21
hari.
2. Sebagai agensia hayati
3. Sebagai aktifator bagi mikroorganisme lain di dalam tanah
4. Stimulator pertumbuhan tanaman
5. Biakan jamur trichoderma dalam media aplikatif dedak bertindak sebagai
biodekomposer yaitu mendekomposisi limbah organik menjadi kompos
yang bermutu
6. Dapat juga berlaku sebagai biofungisida yaitu menghambat pertumbuhan
beberapa jamur penyebab penyakit pada tanaman.
C. Cara Pembuatan Pupuk Bokashi
1. Membuat Bibit Produksi
Jamur Trichoderma sp. diisolasi dari perakaran tanaman di lapangan
yang dikembangkan atau dibiakan dalam media PDA (Potato Dextrose Agar).
Selanjutnya dibiakkan dalam media aplikatif berupa dedak, selain murah juga
Created by. Lisa Marianah (Widyaiswara Pertama, BPP Jambi)
2014
mudah didapat. Selain dedak dapat juga digunakan media beras, dan juga
jagung giling namun kurang ekonomis.
1. Bahan yang digunakan untuk pembiakan jamur Trichoderma sp.:
 Biakan Trichoderma sp. diambil dari sampel tanah lapang dengan
pengenceran 10-4 (1 petri biakan murni jamur Trichoderma digunakan
untuk 10 kg media dedak)
 Media PDA 1L ( kentang 200 gr, dextrose 20 gr, dan agar 20 gr)
 Dedak 10 kg
 Plastik kaca
 Aquades
 Alkohol70%
2. Alat-alat yang digunakan untuk pembiakan jamur Trichoderma sp. adalah
sebagai berikut:
 Petri dish
 Tabung reaksi
 Pipet ukur/pipet mikro
 Timbangan analitik
 Jarum N
 Autoklave
 Kompor listrik
 Laminar air flow
 Inkubator
 Silotif
2. Membiakan Jamur Trichoderma sp. Pada Media Dedak
1. Basahi dedak dengan air sampai kelembapan yang cukup tetapi air tidak
sampai mengalir
2. Kemudian dedak dimasukkan dalam plastik kaca dengan ukran 1 kg
3. Kemudian disterilan dalam autoclave dengan tekanan 1 atm dan suhu 121o
4. Setelah dingin, diinokulasi dengan biakan jamur Trichoderma sp lalu ditutup.
Untuk 1 petri biakan murni, dapat digunakan untuk 10 kg media dedak
5. Kemudian diinkubasi di tempat yang teduh, rata dan tidak lembab pada suhu
kamar selama 7 hari sampai spora berkembang maksimal
3. Pembuatan Pupuk Bokashi
a. Adapun bahan yang digunakan untuk pembuatan pupuk bokashi
menggunakan jamur Trichoderma sebagai dekomposer adalah sebagai
berikut:
 Hijauan daun/rumput
: 200 kg
 Pupuk kandang
: 750 kg
 Sekam
: 50 kg
 Biakan Trichoderma sp.
: 1 kg
 Gula pasir
: 250 gr
 Air
: secukupnya
 Plastik kaca ukuran 2 kg dan 5 kg
b. Sedangkan alat yang digunakan untuk pembuatan pupuk bokashi adalah:
 Timbangan
 Arco/alat angkut
 Cangkul
 Plastik mulsa/kain terpal
Created by. Lisa Marianah (Widyaiswara Pertama, BPP Jambi)
2014
 Ember
 Mesin pencacah
 Sekop
 Vakum siler untuk peking
c. Cara Pembuatan pupuk bokashi
1. Potong rumput sepanjang 3-5 cm
2. Campurkan potongan ruput, pupuk kandang, sekam/kulit padi, biakan
Trichoderma
3. Aduk semua bahan hingga homogen
4. Larutkan gula 250 gr dalam air, kemudian siramkan ke adonan secara
merata hingga mencapai 30-40%. Tandanya bila campuran dikepal, air
tidak keluar dan bila kepalan dibuka adonan tidak buyar
5. Hamparkan adonan di atas lantai kering dengan ketinggian 50-100 cm,
lalu tutup dengan plastik/terpal lalu diinkubasi selama 14-21 hari
Gambar 2. Adonan bokashi yang dihamparkan di lantai kering
Gambar 3. Adonan bokashi ditutup dengan plastik
6. Adonan disiram dan diaduk setiap 3-4 hari
Created by. Lisa Marianah (Widyaiswara Pertama, BPP Jambi)
2014
Gambar 4. Pembalikan adonan bokashi
7. Setelah 14-21 hari, pupuk bokashi siap di panen
8. Kemudian pupuk dikeringanginkan, digiling, diayak selanjutnya dikemas
dengan plastik ukuran 2 kg dan 5 kg dan siap dipasarkan.
Gambar 5. Kemasan pupuk bokashi
Download