Atun Farihatun, Lili Solihah, Mukaromah Program Studi Diploma III

advertisement
Atun Farihatun: PERBEDAAN KADAR GLUKOSA PADA SERUM YANG TELAH
DIPISAHKAN DAN BELUM DIPISAHKAN DARI SEL DARAH DENGAN PENUNDAAN 1 JAM
PERBEDAAN KADAR GLUKOSA PADA SERUM YANG TELAH
DIPISAHKAN DAN BELUM DIPISAHKAN DARI SEL DARAH
DENGAN PENUNDAAN 1 JAM
Atun Farihatun, Lili Solihah, Mukaromah
Program Studi Diploma III Analis Kesehatan STIKes Muhammadiyah Ciamis
ABSTRACT
Blood glucose examination performed to determine the concentration of glucose in the
blood. A delay of examination may cause a decrease in glucose levels. This study aims to
determine the description of blood glucose levels in serum that has been separated and has
not been separated from blood cells with a delay of 1 hour. The research design used is
descriptive. The sample of this research as many as 30 students STIKes Muhammadiyah
Ciamis. The sampling technique using quota sampling. Serum glucose levels were examined
directly after sampling as a reference for the research. The results of this study obtained an
average yield of serum blood glucose that had been separated from blood cells delayed by
1 hour about 1 mg / dL (1,1%) and serum that had not been separated from blood cells
delayed 1 hour decreased by about 3 mg / dL (3,4%). The conclusion of this study was a
decrease in serum glucose levels that had been separated and not separated from blood
cells delayed 1 hour but the result value due to the decline was within normal range of
values.
Keywords : Blood Glucose Level, Serum
INTISARI
Pemeriksaan glukosa darah dilakukan untuk mengetahui konsentrasi glukosa dalam darah.
Penundaan waktu pemeriksaan dapat menyebabkan adanya penurunan kadar glukosa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar glukosa darah pada serum yang
telah dipisahkan dan belum dipisahkan dari sel darah dengan penundaan 1 jam. Rancangan
penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Sampel penelitian ini sebanyak 30 orang
mahasiswa/ mahasiswi STIKes Muhammadiyah Ciamis. Teknik pengambilan sampel
menggunakan quota sampling. Kadar glukosa serum yang langsung diperiksa pasca
sampling sebagai acuan penelitian. Hasil dari penelitian ini diperoleh hasil rata-rata
penurunan glukosa darah serum yang telah dipisahkan dari sel darah ditunda 1 jam sekitar
1 mg/dL (1,1%) dan serum yang belum terpisah dari sel darah ditunda 1 jam menurun
sekitar 3 mg/dL (3,4%). Simpulan dari penelitian ini adalah terjadi penurunan kadar
glukosa pada serum yang telah dipisahkan dan belum dipisahkan dari sel darah yang
ditunda 1 jam tetapi nilai yang dihasilkan akibat penurunan masih dalam range nilai
normal.
Kata kunci : Kadar Glukosa Darah, Serum
Atun Farihatun: PERBEDAAN KADAR GLUKOSA PADA SERUM YANG TELAH
DIPISAHKAN DAN BELUM DIPISAHKAN DARI SEL DARAH DENGAN PENUNDAAN 1 JAM
mg/dL/2 jam, dan gula darah sewaktu ≤110
Pendahuluan
Menurut Kitchen (2008) dalam jurnal
mg/dL (Joyce, 2013).
Furqon (2015), pelayanan laboratorium
Pemeriksaan
kesehatan atau klinik adalah pelayanan
parameternya harus dilakukan segera. Akan
yang dapat menunjang diagnosis penyakit
tetapi
atau monitoring kesembuhan dari pasien.
penyimpanan spesimen, pengiriman dan
Salah satu parameter kualitas pelayanan di
penundaan
laboratorium
pemadaman listrik, kerusakan alat, reagen
beberapa
adalah
faktor
penanggulangan
bila
tiap
diperlakukan
pemeriksaan
untuk
seperti
Di
yang habis dan jumlah sampel yang banyak,
laboratorium, kesalahan dalam pelayanan
maka sampel harus disimpan. Dalam
dapat di kategorikan menjadi tiga, yaitu
pedoman pemeriksaan kimia klinik ada
kesalahan
preanalitik
beberapa faktor yang dapat mempengaruhi
(kesalahan identifikasi sampel, kesalahan
stabilitas spesimen seperti kontaminan oleh
permintaan permintaan, kesalahan dalam
kuman dan bahan kimia, terkena paparan
teknik flebotomi, pemilihan alat dan
sinar
bahan). Dari sejumlah 40.490 analisis
metabolisme dari sel-sel hidup seperti sel
sampel
kesalahan.
darah. Sehingga terdapat berbagai cara
Persentase kesalahan preanalitik sebesar
penyimpanan untuk sampel darah yaitu
60-70%, analitik 10-15%, pasca analitik 15-
disimpan dalam bentuk serum di dalam
18%.
lemari es dengan suhu 2-8⁰C. Dengan
pada
didapatkan
kesalahan.
laboratorium
proses
4,5%
Pemeriksaan Laboratorium klinik adalah
salah satu faktor penunjang yang penting
dalam membantu menegakan diagnosa
suatu penyakit, salah satunya pemeriksaan
glukosa darah. Glukosa darah merupakan
gula yang berada dalam darah yang
terbentuk dari karbohidrat dalam makanan
dan disimpan sebagai glikogen di hati dan
otot rangka. Hormon yang mempengaruhi
kadar glukosa adalah insulin dan glikogen
yang berasal dari prankreas. Nilai rujukan
kadar gula darah dalam serum/ plasma 70110 mg/dL, gula dua jam postprandial ≤140
matahari,
pengaruh
suhu
dan
begitu stabilitas serum akan bertahan
selama 5-7 hari (Hartini dan Suryani,
2016).
Umumnya
pemeriksaan
kimia
darah
khususnya glukosa menggunakan serum
sebagai spesimen. Serum merupakan hasil
dari pemisahan antara komponen cair dari
darah (whole blood), proses pemisahan
komponen darah untuk mendapatkan serum
dapat dilakukan dengan mendiamkan darah
mendiamkan darah minimal selama 1-2 jam
hingga
terjadi
pemisahan
dengan
sendirinya. Penundaan pemeriksaan dapat
Atun Farihatun: PERBEDAAN KADAR GLUKOSA PADA SERUM YANG TELAH
DIPISAHKAN DAN BELUM DIPISAHKAN DARI SEL DARAH DENGAN PENUNDAAN 1 JAM
mengakibatkan penurunan kadar glukosa
dikarenakan lebih menghemat reagen,
darah
akan
adanya waktu atau jadwal pengambilan
digunakan untuk metabolisme sel-sel darah.
sampel tiap sub bidang pemeriksaan,
Pada sampel serum yang disimpan pada
karena alat rusak, listrik padam dan ada
suhu kamar dapat menurunkan kadar
rujukan dari suatu tempat yang memakan
glukosa darah kurang lebih 1-2% sampel
waktu
serum perjam (Sacher, 2012).
laboratorim yang membuat pemeriksaan
Pemeriksaan glukosa dilakukan untuk
terabaikan, sebagai contoh pemeriksaan
mengetahui konsentrasi glukosa dalam
kadar glukosa darah tidak dikerjakan
darah. Penundaan waktu pemeriksaan yang
dengan segera, sehingga ada waktu antara
terlalu lama dapat menyebabkan adanya
pemeriksaan dengan pembacaan hasil.
penurunan kadar glukosa darah sehingga
Padahal
hasil
mewakili
prosedur pemeriksaan dan batas waktu
keadaan tubuh yang sebenarnya hal ini
inkubasi tertentu. Dampak dari penundaan
disebabkan karena adanya proses glikolisis
pemeriksaan akan mengeluarkan hasil yang
oleh sel-sel darah. Serum atau plasma harus
rendah palsu yang tidak mewakili keadaan
segera dipisahkan dari sel-sel darah sebab
tubuh yang sebenarnya sehingga akan
eritrosit dan leukosit dalam darah walaupun
mengeluarkan diagnosa yang salah dan
sudah berada diluar tubuh tetap merombak
akan berakibat tindakan kepada pasien juga
glukosa untuk metabolismenya, sehingga
salah.
jika darah dibiarkan terlalu lama diluar
Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan
tubuh pada suhu ruang akan berpengaruh
waktu yang telah ditentukan. Jangan
pada
membiasakan
sebab
sebagian
glukosa
yang diperoleh tidak
hasil
pemeriksaan
(Fatas
dan
selama
perjalanan
setiap
parameter
diri
ke
mempunyai
melalaikan
Franquelo, 2008).
pekerjaan.
Berdasarkan survei peneliti di lapangan dan
setelah selesai satu urusan tidaklah berdiam
hasil wawancara pada salah satu Rumah
diri, melainkan untuk segera melakukan
Sakit
di provinsi Jawa Barat, pada
kegiatan lain secara bersungguh-sungguh.
umumnya laboratorium-laboratorium besar
Jika kita tidak melalaikan pekerjaan maka
baik itu rumah sakit maupun laboratorium
akan mendapat nilai tersendiri di sisi Allah
swasta yang jumlah bahan pemeriksaannya
SWT. Tidak sia-sia, yaitu dengan jalan
banyak, sehingga ada waktu tunda atau ada
memanfaatkan waktu semaksimal dan
pengumpulan
dahulu
seoptimal mungkin tanpa menunda-nunda
tertentu
hingga waktu yang lama. Allah SWT
misalnya supaya pemeriksaannya sekaligus
berfirman dalam surat (QS Al Insyirah 94:
dikarenakan
sampel
terlebih
alasan-alasan
Allah
untuk
menuju
memerintahkan
agar
Atun Farihatun: PERBEDAAN KADAR GLUKOSA PADA SERUM YANG TELAH
DIPISAHKAN DAN BELUM DIPISAHKAN DARI SEL DARAH DENGAN PENUNDAAN 1 JAM
7) : Artinya : “Maka apabila kamu selesai (dari
2) Pipet 10 μl serum control kedalam
suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-
tabung reaksi.
sungguh (urusan) yang lain” (Q.S Al Insyirah
94: 7).
Dipertegas dengan hadis Riwayat Muslim
3) Homogenkan antara reagen dan serum
control.
Artinya : “Janganlah engkau mengakhirkan
4) Inkubasi pada suhu ruang selama 10
pekerjaan yang bisa dilakukan hari ini ke
menit.
hari esok” (HR Muslim). Pada penelitian ini
peberdedaan glukosa pada serum yang telah
5) Input data dan lakukan pemeriksaan
glukosa darah pada alat photometer 5010.
dipisahkan dan belum dipisahkan dari sel
darah dengan penundaan 1 jam.
6) Hasil glukosa darah dapat dilihat pada
layar photometer 5010 dalam satuan mg/dl.
Metode penelitian
b. Cara pembuatan serum
1) Diamkan darah sampai keadaan darah
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
yaitu gambaran hasil pemeriksaan glukosa
tersebut menggumpal kira-kira 15-20 menit
didalam tabung.
darah dalam sampel serum yang telah
dipisahkan dan belum dipisahkan dari sel
2) Sentrifuge selama 15 menit dengan
darah merah dengan penundaan waktu 1 jam.
kecepatan 3000 rpm.
Alat dan bahan
Tabung reaksi kecil,Rak tabung , Kapas
3) Pisahkan antara sel darah merah dan
serum dengan menggunakan clinipette.
Alkohol, Tisu , Torniquet , Clinipette,
Photometer 5010, Sentrifuge dan Reagen
c. Pemeriksaan glukosa darah
Kit Glukosa Rajawali.
Prosedur Penelitian
Cara pemeriksaan sampel pada penelitian
ini silakukan 2 tahap pemeriksaan, yaitu :
a. Serum Kontrol
sampel
Serum Kontrol berfungsi sebagai indikator
centrifuge dan sampel diperiksa setelah
kesiapan layak tidaknya alat dan reagen
ditunda selama 1 jam. Berikut prosedur
digunakan dengan melihat hasil presisi dan
pemeriksaan sampel :
akurasinya agar didapatkan hasil yang
a) Pipet 1000 μl reagen kedalam tabung
akurat dengan cara sebagai berikut :
reaksi.
1) Pipet 1000 μl reagen kedalam tabung
reaksi.
diperiksa
segera
setelah
di
Atun Farihatun: PERBEDAAN KADAR GLUKOSA PADA SERUM YANG TELAH
DIPISAHKAN DAN BELUM DIPISAHKAN DARI SEL DARAH DENGAN PENUNDAAN 1 JAM
b) Pipet 10 μl spesimen serum kedalam
Pemeriksaan glukosa darah dilakukan
tabung reaksi.
dengan metode GOD-PAP menggunakan
c) Homogenkan reagen dengan sampel.
alat Fotometer 5010. Pemeriksaan terlebih
dahulu
dilakukan
Pemantapan
Mutu
d) Inkubasi pada suhu ruangan selama 10
Internal yang diantaranya mencakup pre
menit dan tempatkan dalam rak specimen.
analitik, analitik sampai ke post analitik.
e)
lakukan
Pemantapan Mutu Internal dimulai dari
pada
pengecekan alat dan bahan reagen yang
Input
data
pemeriksaan
pasien
glukosa
dan
darah
diperlukan, penerimaan pasien dengan
Photometer 5010.
f) Ukur blanko dengan menekan tombol
zero pada alat Photometer dengan panjang
gelombang
548
nm,
sebagai
blanko
digunakan aquadest.
persiapan yang memenuhi kriteria inklusi,
pengecekan identitas pasien, penggunaan
serum control dan standar reagen untuk
mengetahui
parameter
Glukosa
pada
fotometer yang digunakan layak dipakai
g) Ukur standar dengan menekan tombol
atau tidak. Serum kontrol dengan range
aspirator pada alat photometer.
control glukosa darah 75-115 mg/dL. Hasil
h) Ukur sampel dengan menekan tombol
kadar glukosa darah pada serum control
aspirator pada alat photometer.
sebesar
90
mg/dL,
sedangkan
pada
pemeriksaan
i) Hasil glukosa darah dapat dilihat pada
monitor photometer dalam satuan mg/dL.
standard dihasilkan nilai rata-rata 99
mg/dL, pemeriksaan untuk sampel glukosa
Hasil Penelitian
darah bisa dilanjutkan dikarekan nilai
Penelitian telah dilakukan terhadap 30
Orang Mahasiswa/ mahasiswi STIKes
Muhammadiyah Ciamis, terdiri dari pasien
perempuan dan laki-laki yang memenuhi
kriteria inklusi. Data hasil pemeriksaan
Kadar Glukosa pada Serum yang telah
dipisahkan dan belum dipisahkan dari Sel
Darah
dengan
penundaan
1
jam.
Keterangan data hasil pemeriksaan bahan
kontrol dan bahan standar reagen Glukosa
standard yang diperiksa memenuhi nilai
kriteria konsentrasi standar yang ditentukan
kit insert yaitu hasil boleh minus 2 atau plus
2 dari nilai yang telah ditentukan.
Keterangan data hasil pemeriksaan Kadar
Glukosa pada Serum yang telah dipisahkan
dan belum dipisahkan dari Sel Darah
dengan penundaan 1 jam dapat dilihat pada
Lampiran 1.
Pembahasan
Atun Farihatun: PERBEDAAN KADAR GLUKOSA PADA SERUM YANG TELAH
DIPISAHKAN DAN BELUM DIPISAHKAN DARI SEL DARAH DENGAN PENUNDAAN 1 JAM
Pemeriksaan
kimia
khususnya
rata-rata pemeriksaan glukosa darah pada
pemeriksaan kadar glukosa merupakan
serum yang belum dan telah dipisahkan dari
salah
sel darah dengan penundaan selama 1 jam
satu
darah,
parameter
penting
dalam
mendiagnosa
suatu
penyakit
serta
dapat dilihat pada tabel 4.2
mengevaluasi
tindakan
atau
Tabel 1 Data Hasil Rata-rata
pemeriksaan glukosa darah pada serum
yang belum dan telah dipisahkan dari
sel darah dengan penundaan selama 1
jam
medik
memantau perkembangan suatu penyakit
termasuk diabetes mellitus (DM). Salah
satu metode yang sering digunakan adalah
metode GOD-PAP.
Langsung
Metode
GOD-PAP
merupakan
suatu
metode pemeriksaan glukosa darah secara
86 mg/dL
enzimatik, dimana kadar glukosa sebagai
Serum yang
belum
dipisahkan dari
sel darah
ditunda 1 jam
83 mg/dL
( ↓3,4%)
Serum yang telah
dipisahkan dari sel
darah merah ditunda 1
jam
85 mg/dL ( ↓1,1%)
substrat akan dihidrolisis dengan bantuan
glukosa
oksidase
menghasilkan
asam
Berdasarkan
Tabel
1
menunjukkan
glukonik dan H2O2. Kemudian H2O2 yang
terjadinya penurunan kadar glukosa darah
dilepaskan
4-
setelah dilakukan penundaan pemeriksaan
dengan
selama 1 jam. Nilai rata-rata penurunan
akan
aminophenazone
bereaksi
dan
dengan
phenol
zat
glukosa serum yang belum dipisahkan dari
warna quiononeimine yang berbanding
sel darah ditunda 1 jam sekitar 3,4% atau
lurus dengan substrat yang terdapat pada
sekitar 3 mg/dL dan glukosa serum yang
sampel.
telah dipisahkan dari sel darah merah
Dalam mencapai hasil yang presisi dan
ditunda 1 jam menurun sekitar 1,1% atau
akurasi untuk pemeriksaan glukosa darah
sekitar 1 mg/dL.
sangat dipengaruhi oleh banyak faktor
Rata-rata kadar glukosa darah serum yang
diantaranya mulai dari faktor sumber daya
langsung diperiksa adalah 86 mg/dL dan
manusia, instrument, reagen dan metode
kadar glukosa dengan serum yang belum
yang digunakan, kemudian tiga tahap yang
dipisahkan
dijalankan yaitu pra analitik, analitik dan
penundaan 1 jam adalah 83 mg/dL
pasca analitik.
sedangkan kadar glukosa dengan sampel
Berdasarkan hasil penelitian, penelitian ini
serum yang telah dipisahkan dari sel darah
bertujuan untuk mengetahui perbedaan
dengan penundaan 1 jam adalah 85 mg/dL.
kadar Glukosa Darah dengan perlakuan
Persentasi penurunan kadar glukosa darah
sampel yang berbeda. Keterangan data hasil
dari hasil penelitian membuktikan bahwa
bantuan
peroksidase
menghasikan
dari
sel
darah
dengan
Atun Farihatun: PERBEDAAN KADAR GLUKOSA PADA SERUM YANG TELAH
DIPISAHKAN DAN BELUM DIPISAHKAN DARI SEL DARAH DENGAN PENUNDAAN 1 JAM
sampel serum yang belum dipisahkan dari
mengendapkan
sel darah mengalami penurunan kadar
(Sadikin, 2001). Walaupun serum tidak
glukosa dalam darah setelah dibiarkan atau
mengandung fibrinogen tetapi serum masih
ditunda pada suhu ruang selama 1 jam.
mengandung semua protein lainnya seperti
Penurunan glukosa darah pada serum yang
albumin, globulin, dan protombin. Menurut
ditunda 1 jam dengan keadaan sampel
Riswanto (2013) kurangnya kandungan
serum yang belum dipisahkan dari sel darah
protein
terjadi penurunan sampai dengan 3,4%.
mempengaruhi pertumbuhan bakteri, hal ini
Berdasarkan
bisa menyebabkan kandungan glukosa di
pemeriksaan
teori
penundaan
dapat
waktu
menyebabkan
semua
didalam
sel-sel
serum
bisa
darah
saja
dalam serum menurun.
penurunan kadar glukosa darah. Hal ini
Hasil penelitian yang didapat terjadi
disebabkan oleh glikolisis sel-sel darah
penurunan lebih tinggi dari hasil yang di
dimana sampel serum atau plasma harus
tentukan menurut Sacher (2006), karena
segera dipisahkan dari sel-sel darah, sebab
dalam pedoman pemeriksaan kimia klinik
eritrosit dan leukosit dalam darah biarpun
ada
sudah berapa diluar tubuh tetap merombak
mempengaruhi stabilitas spesimen seperti
glukosa untuk metabolismenya (Widmann,
kontaminan oleh bakteri dan bahan kimia,
2009). Hal tersebut mencerminkan aktivitas
terkena paparan sinar matahari, pengaruh
glukosa tetap terjadi meskipun berada
suhu dan metabolisme dari sel-sel hidup
diluar tubuh. Penurunan glukosa darah pada
seperti sel darah (Hartini dan Suryani,
suhu kamar terjadi penurunan 1-2% perjam
2016).
disebabkan karena penundaan pemeriksaan
Semakin lama penundaan pemeriksaan
dapat mengakibatkan penurunan kadar
maka semakin rendah pula kadar glukosa
glukosa darah karena sebagian glukosa
darah yang dihasilkan. Hal ini sesuai
akan digunakan untuk metabolisme sel-sel
dengan yang dituliskan oleh Sacher (2006)
darah (Sacher, 2012).
bahwa suhu lingkungan tempat darah
Serum merupakan cairan darah yang
disimpan maupun sebelum pemisahan juga
berwarna kuning jernih yang bebas dari sel
mempengaruhi tingkat glikolisis. Pada suhu
dan tanpa fibrinogen karena protein darah
lemari pendingin, glukosa tetap stabil
sudah berubah menjadi jaring fibrin dan
selama beberapa jam didalam darah. Pada
menggumpal bersama sel. Serum diperoleh
suhu kamar, dapat mengalami penurunan 1-
dengan cara membiarkan darah dalam
2% per jam. Penurunan ini tidak bermakna
tabung membeku tanpa antikoagulan dan
untuk
kemudian
pemeriksaan darah segera setelah darah
dicentrifuge
untuk
beberapa
faktor
laboratorium
yang
yang
dapat
melakukan
Atun Farihatun: PERBEDAAN KADAR GLUKOSA PADA SERUM YANG TELAH
DIPISAHKAN DAN BELUM DIPISAHKAN DARI SEL DARAH DENGAN PENUNDAAN 1 JAM
diterima. Namun, apabila sampel darah
prosedur dan memperhatikan faktor-faktor
dikirim ke laboratorium rujukan yang
yang mempengaruhi hasil dan tahap-tahap
terletak jauh, dapat terjadi penurunan kadar
dalam suatu pemeriksaan.
glukosa yang substansial akibat glikolisis
Hikmah yang dapat diambil dari ayat Al-
oleh sel-sel darah.
Qurat Surat Al-Insyirah ayat 7 bahwa suatu
Hasil penelitian yang dihasilkan tidak ada
pekerjaan
perubahan hasil secara bermakna karena
mengerjakannya dengan lalai maka akan
hasil kadar glukosa yang ditunda selama 1
berakibat fatal kedepannya sehingga hasil
jam
belum
yang didapat tidak semaksimal mungkin
dipisahkan dari sel darah masih dalam
yang akan mengeluarkan diagnosa yang
range nilai normal kadar glukosa yaitu 70-
salah dan akan berakibat tindakan kepada
110 mg/dL. Sedangkan kadar glukosa yang
pasien juga salah.
dalam
keadaan
serum
yang
ditunda-tunda
atau
terlalu rendah atau disebut hipoglikemi
apabila kadar glukosa dibawah 60 mg/dL
Simpulan
kondisi ini biasanya terjadi karena diet
Berdasarkan
ketat,
Gambaran Kadar Glukosa pada Serum yang
puasa
berlebihan,
yang
bagi
didasari
penyakit
olahraga
DM
hasil
penelitian
tentang
yang
telah dipisahkan dan belum dipisahkan dari
mendapatkan suntikan insulin tanpa makan
Sel Darah dengan penundaan 1 jam di
dan kadar glukosa darah yang melebihi
STIKes Muhammadiyah Ciamis dapat
nilai normal disebut hiperglikemia, jika
disimpulkan
kondisi ini terus berlangsung maka akan
glukosa pada serum yang belum dipisahkan
jatuh ke penyakit diabetus melitus atau
dari sel darah yang ditunda 1 jam sekitar 3
kencing manis dengan kadar glukosa >200
mg/dL (3%) dan serum yang telah
mg/dL (Ladewig, 2006).
dipisahkan dari sel darah yang ditunda 1
Meskipun hasil masih didalam range
jam sekitar 1 mg/dL. Jadi kadar glukosa
normal kadar glukosa, suatu pemeriksaan
dalam bentuk serum yang telah dipisahkan
kita dituntut untuk memberikan hasil yang
dari sel darah lebih stabil daripada serum
dapat dipercaya yang nantinya digunakan
yang belum dipisahkan dari sel darah.
bahwa terjadi penurunan
sebagai acuan dalam mendiagnosis suatu
penyakit. Hal ini bisa terwujud apabila bisa
Ucapan Terima Kasih
seminimal mungkin menghindari kesalahan
Sumber
dana
penelitian
ini
dengan memperhatikan standar operasional
menggunakan dana hibah dari LPPM
prosedur,
STIKes Muhammadiyah Ciamis. Pada
memperhatikan
faktor-faktor
yang mempengaruhi standar operasional
kesempatan
ini peneliti
mengucapkan
Atun Farihatun: PERBEDAAN KADAR GLUKOSA PADA SERUM YANG TELAH
DIPISAHKAN DAN BELUM DIPISAHKAN DARI SEL DARAH DENGAN PENUNDAAN 1 JAM
terimakasih sebanyak-banyaknya kepada
Hemostasis and Trombosis. Oxpor :
Ketua STIKes Muhammadiyah Ciamis,
Wiley Blackwell.
Ketua LPPM STIKes Muhammadiyah
Ciamis dan Ketua Program Studi D3 Analis
Kesehatan
STIKes
Muhammadiyah
Ciamis.
Daftar Pustaka
Ariani, Lita. (2014). Perbedaan Kadar
Glukosa
Darah
Puasa
Menggunakan
Sampel Plasma EDTA dan serum yang
Langsung Diperiksa dan yang Ditunda.
Jurnal
tersedia
https://husadamahakam.files.wordpress.co
m/. [diaskes 20 Oktober 2016].
Candrasoma, P. dan Taylor, C. R. (2006)
Ringkasan Patologi Anatomi. Jakarta :
EGC.
Corwin dan Elizabeth J. (2009) Buku Saku
Patofisiologi ed 3. Jakarta : EGC.
Dawn, B. Marks. (2006) Biokimia
Kedokteran Dasar sebuah Pendekatan
Klinis. Jakarta : EGC
Departemen Kesehatan. (2004). Pedoman
Praktek Laboratorium Yang Benar (Good
Laboratory Practice).
Departemen Kesehatan. (2008). Pedoman
Praktek Laboratorium Yang Benar (Good
Laboratory Practice).
Gandasoebrata,R.
(2007)
Penuntun
Laboratorium Klinik. Cetakan ke-10
Jakarta: Dian Rakyat.
Kitchen,S dan Preston, F (2008) Sampel
Integrity and Preanalytical Variabel. In
D.Adcock,
Quality
in
Laboratory
Download