bab iii analisis putusan kppu nomor 08/kppu

advertisement
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
BAB III
ANALISIS PUTUSAN KPPU NOMOR 08/KPPU-M/2012 TERKAIT
UNSUR-UNSUR DUGAAN TERHADAP PELANGGARAN PASAL 29
UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1999
Dari pertamakali dibentuk hingga sekarang KPPU sudah banyak
mengeluarkan putusan tentang kegiatan pelaku usaha yang diduga terbukti
melanggar pasal-pasal yang ada didalam UU tentang larangan praktek monopoli
dan persaingan usaha tidak sehat. Putusan yang dikeluarkan KPPU hanya
memiliki sanksi administratif karena KPPU bukanlah lembaga peradilan khusus
persaingan usaha tetapi kedudukan KPPU lebih merupakan lembaga administratif
karena kewenangan administratif yang melekat pada KPPU. 52
Putusan-putusan KPPU yang terkait pengambilalihan saham suatu
perusahaan yang terbukti melanggar pasal 28 dan pasal 29 UU tentang larangan
praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehatjuga sudah banyak
dikeluarkan. Salah satu putusan yang terkait pengambilalihan suatu perusahaan ini
adalah putusan KPPU nomor 08/KPPU-M/2012 yang telah memutus bahwa PT
Bumi Kencana Eka Sejahtera tidak terbukti melanggar pasal 29 UU tentang
larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat tentang
pemberitahuan pengambilalihan saham. Dalam kasus ini, permasalahan terjadi
karena
adanya
dugaan
keterlambatan
pemberitahuan
telah
dilakukan
pengambilalihan saham tahap pertama oleh terlapor atas PT Andalan Satria
52
Diskusi dengan Dosen Pembimbing
Skripsi
EDO RAHARDIAN
PENGAMBILALIHAN SAHAM PT ANDALAN SATRIA LESTARI OLEH
PT BUMI KENCANA EKA SEJAHTERA DIKAITKAN DENGAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
Lestari. Tim investigator dari KPPU menemukan kecenderungan adanya
pelanggaran terhadap pasal 29 Undang-undang nomor 5 tahun 1999 dalam
tindakan pengambilalihan saham ini.
3.1.Pemenuhan unsur-unsur pasal 29 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999
1. Adanya
Penggabungan
atau
Peleburan
Badan
Usaha,
atau
Pengambilalihan Saham
Unsur pertama
dalam pasal 29 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999
adalah adanya Penggabungan atau peleburan badan usaha, atau pengambilalihan
saham sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28.
Pengambilalihan dalam kasus ini adalah perbuatan hukum yang dilakukan
oleh
Pelaku
Usaha
mengakibatkan
untuk
beralihnya
mengambilalih
pengendalian
saham
atas
Badan
Usaha
Badan
yang
Usaha
tersebut.Pengambilalihan saham yang dilakukan oleh PT Bumi Kencana Eka
Sejahtera memenuhi unsur Pengambilalihan saham Badan Usaha yang
mengakibatkan beralihnya pengendalian atas PT Andalan Satria Lestari oleh
Terlapor. dengan demikian unsur Pengambilalihan saham terpenuhi.
Sebenarnya pengambilalihan tidak dilarang dalam pasal 28 ayat (2) Undangundang Nomor 5 Tahun 1999. Menurut pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor
5
Tahun
1999
dijelaskan
bahwa
Pelaku
usaha
dilarang
melakukan
pengambilalihan saham perusahaan lain apabila tindakan tersebut dapat
mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak
sehat.Di dalam pasal 28 ayat (3) dijelaskan mengenai ketentuan lebih lanjut
mengenai pengambilalihan saham perusahaan sebagaimana dimaksud dalam ayat
Skripsi
EDO RAHARDIAN
PENGAMBILALIHAN SAHAM PT ANDALAN SATRIA LESTARI OLEH
PT BUMI KENCANA EKA SEJAHTERA DIKAITKAN DENGAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
(2), diatur dalam Peraturan Pemerintah.PP No.57 Tahun 2010 adalah peraturan
pelaksana pasal 28 dan 29 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999.
2. Batasan Nilai Aset dan atau Nilai Penjualan Dalam PP No. 57 Tahun
2010.
Menurut ketentuan Pasal 5 ayat (2) PP No. 57 Tahun 2010, jumlah tertentu
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) PP No. 57 Tahun 2010 yaitu
apabilanilai
aset
badan
usaha
hasil
pengambilalihan
melebihi
Rp
2.500.000.000.000,00 (dua triliun lima ratus miliar rupiah), dan atau nilai
penjualan
(omzet)
badan
usaha
hasil
pengambilalihan
melebihi
Rp
5.000.000.000.000,00 (lima triliun rupiah).
Nilai penjualan dan/atau aset hasil penggabungan atau peleburan atau
pengambilalihan dalam ketentuan Peraturan Komisi Pengawas Persaingan Usaha
No. 2 Tahun 2013 ialah jumlah nilai penjualan dan/atau aset yangdihitung
berdasarkan penjumlahan nilai penjualan dan/atau aset tahun terakhir yang telah
diaudit dari masing-masing pihak yang melakukan pengambilalihan ditambah
dengan nilai penjualan dan/atau aset dari seluruh badan usaha yang secara
langsung mengendalikan atau dikendalikan oleh badan usaha yang melakukan
pengambilalihan. Nilai aset dan/atau nilai penjualan ini tidak hanya meliputi nilai
aset dan/atau nilai penjualan dari perusahaan yang melakukan pengambilalihan
tetapi juga nilai aset dan/atau nilai penjualan dari perusahaan yang terkait secara
langsung dengan perusahaan yang bersangkutan secara vertikal, yaitu induk
perusahaan sampai dengan badan usaha induk tertinggi dan anak perusahaan
sampai dengan anak perusahaan yang paling bawah. Nilai aset dan/atau nilai
Skripsi
EDO RAHARDIAN
PENGAMBILALIHAN SAHAM PT ANDALAN SATRIA LESTARI OLEH
PT BUMI KENCANA EKA SEJAHTERA DIKAITKAN DENGAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
penjualan seluruh anak perusahaan. Hal ini dikarenakan secara ekonomi, nilai aset
anak perusahaan merupakan nilai aset dari induk perusahaan.
Badan Usaha Induk Tertinggi yang dimaksud adalah pengendali tertinggi
dari badan usaha yang akan melakukan pengambilalihan, sedangkan yang
dimaksud anak perusahaan yang paling bawah adalah badan usaha yang
dikendalikan secara tidak langsung oleh perusahaan yang akan melakukan
pengambilalihan. Konsep
pengendali menurut Peraturan Komisi pengawas
Persaingan usaha No. 2 Tahun 2013 adalah pelaku usaha yang memiliki saham
atau menguasai suara lebih dari 50% (lima puluh persen) dalam Badan Usahaatau
memiliki saham atau menguasai suara kurang dari atau sama dengan 50% (lima
puluh persen) tetapi dapat mempengaruhi dan menentukan kebijakan pengelolaan
Badan Usaha dan/atau mempengaruhi dan menentukan pengelolaan Badan Usaha.
Menurut Peraturan Komisi Pengawas Persaingan Usaha No.2 Tahun 2013
nilai aset yang dihitung adalah nilai aset yang berlokasi di wilayah Indonesia.
Begitu juga dengan nilai penjualan, yang dihitung adalah nilai penjualan di
wilayah Indonesia yang tidak termasuk ekspor, baik yang berasal dari dalam
maupu penjualan yang bersumber dari luar wilayah Indonesia. Nilai aset atau nilai
penjualan yang dihitung adalah nilai aset atau nilai penjualan seluruh anak
perusahaan secara langsung atau tidak langsung dari Badan Usaha Induk
Tertinggi.Jika salah satu pihak yang melakukan pengambilalihan memiliki
perbedaan yang signifikan antara nilai penjualan dan/atau aset tahun sebelumnya
(terdapat selisih lebih besar dari 30%) maka nilai penjualan dan/atau asetnya
dihitung berdasarkan rata-rata nilai penjualan dan/atau aset 3(tiga) tahun terakhir.
Skripsi
EDO RAHARDIAN
PENGAMBILALIHAN SAHAM PT ANDALAN SATRIA LESTARI OLEH
PT BUMI KENCANA EKA SEJAHTERA DIKAITKAN DENGAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
Nilai aset gabungan hasil Pengambilalihan Saham PT Andalan Satria Lestari
oleh PT Bumi Kencana Eka Sejahtera adalah Rp 11.652.108.605.890,-(Sebelas
Triliun Enam Ratus Lima Puluh Dua Miliar Seratus Delapan Juta Enam Ratus
Lima Ribu Delapan Ratus Sembilan Puluh Rupiah)dan nilai penjualan
gabunganhasil Pengambilalihan adalah Rp 5.190.532.199.712,- (Lima Triliun
Seratus Sembilan Puluh Miliar Lima Ratus Tiga Puluh Dua Juta Seratus Sembilan
Puluh Sembilan Ribu Tujuh Ratus Dua Belas Rupiah), Dengan demikian unsur
nilai aset melebihi jumlah tertentu terpenuhi danSesuai dengan ketentuan Pasal 5
ayat (2) PP No. 57 Tahun 2010.
3. Adanya kewajiban melakukan pemberitahuan
Menurut ketentuan Pasal 5 ayat (1) PP No. 57 Tahun 2010 Penggabungan
Badan Usaha, Peleburan Badan Usaha atau Pengambilalihan Saham Perusahaan
Lain yang berakibat nilai aset dan/atau nilai penjualannya melebihi jumlah
tertentu wajib diberitahukan secara tertulis kepada Komisi paling lama 30 (tiga
Puluh) hari kerja sejak tanggal telah berlaku efektif secara yuridis.
Pemberitahuan adalah penyampaian informasi resmi secara tertulis yang
wajib dilakukan oleh pelaku usaha kepada komisi atas pengambilalihan saham
perusahaan berlaku efektif yuridis. Pengambilalihan wajib dilakukan paling
lambat 30 (tiga puluh hari) kerja sejak tanggal pengambilalihan berlaku efektif
secara yuridis.
Pelaku usaha yang wajib memberitahukan pengambilalihan kepada KPPU
menurut PP No. 57 Tahun 2010 adalah jika pelaku usaha memenuhi ketentuan:
a) Batasan nilai.
Skripsi
EDO RAHARDIAN
PENGAMBILALIHAN SAHAM PT ANDALAN SATRIA LESTARI OLEH
PT BUMI KENCANA EKA SEJAHTERA DIKAITKAN DENGAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
b) Dokumen penggabungan, peleburan dan pengambilalihan tertulis.
c) Penggabungan, peleburan dan pengambilalihan antar perusahaan yang tidak
terafiliasi.
Dari pembahasan di poin ke 2 diatas, pengambilalihan PT Andalan Satria
Lestari oleh PT Bumi Kencana Eka Sejahtera dikenai kewajiban karena
memenuhi ketentuan-ketentuan diatas diantaranya antara lain adalah batasan
nilaikarena nilai aset adan usaha hasil pengambilalihan melebihi Rp
2.500.000.000.000,00 (dua triliun lima ratus miliar rupiah), dan atau nilai
penjualan
(omzet)
badan
usaha
hasil
pengambilalihan
melebihi
Rp
5.000.000.000.000,00 (lima triliun rupiah).
Dan menurut ketentuan Ketentuan Pasal 7 PP No. 57 Tahun 2010
menyatakan bahwa kewajiban menyampaikan pemberitahuan secara tertulis
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) dan ayat (3) PP No. 57 Tahun 2010
tidak berlaku bagi pelaku usaha yang melakukan Penggabungan Badan Usaha,
Peleburan Badan usaha atau Pengambilalihan saham antar perusahaan yang
terafiliasi. Dengan demikian pengambilalihan saham yang dilakukan oleh PT
Bumi Kencana Eka Sejahtera terhadap PT Andalan Satria Lestari tidak dilakukan
antar perusahaan yang terafiliasi sehingga ketentuan Pasal 7 PP 57 Tahun 2010
terpenuhi.
4. Adanya
batasan
waktu
kewajiban
melaporkan
pemberitahuan
pengambilalihan saham
Pelaku usaha yang telah memenuhi syarat pemberitahuan, wajib
memberitahukan secara tertulis kepada Komisi dalam jangka waktu paling lambat
Skripsi
EDO RAHARDIAN
PENGAMBILALIHAN SAHAM PT ANDALAN SATRIA LESTARI OLEH
PT BUMI KENCANA EKA SEJAHTERA DIKAITKAN DENGAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
30 (tiga puluh hari) kerja sejak tanggal pengambilalihan berlaku efektif secara
yuridis.
Perhitungan tanggal efektif yuridis Pengambilalihan Saham yang dimaksud
dalam kasus ini adalah berdasarkan Pasal 2 ayat (2) huruf a butir ii Peraturan
Komisi Nomor 4 Tahun 2012 yaitu sejak pemberitahuan diterima Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia baik dalam hal terjadi Perubahan
Anggaran Dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (3) UU Nomor 4
Tahun 2007 maupun yang tidak disertai Perubahan Anggaran Dasar.
Jadi tanggal efektif yuridis Pengambilalihan Saham PT Andalan Satria
Lestari oleh PT Bumi Kencana Eka Sejahtera adalah 30 hari setelah terbitnya
Surat Kementerian Hukum dan HAM, Nomor AHU-AH.01.10-15135, perihal
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan PT Andalan Satria Lestari
tanggal 27 April 2012. pemberitahuan pengambilalihan saham PT Andalan Satria
Lestari ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha oleh PT Bumi Kencana Eka
Sejahtera, sesuai tanda terima dan pengisian Formulir Pemberitahuan A1 pada
tanggal 25 Mei 2012 adalah masih dalam kurun waktu yang ditentukan dalam PP
Nomor 57 Tahun 2010. Jadi dalam kasus ini PT Bumi Kencana Eka Sejahtera
tidak terlambat melakukan pemberitahuan pengambilalihan saham ke Komisi
sesuai Pasal 29 UU Nomor 5 Tahun 1999.
3.2.Putusan KPPU Terkait Dengan Pengambilalihan Saham yang Dilakukan
Oleh PT Bumi Kencana Eka Sejahtera
KPPU dalam
Putusan Nomor 08/KPPU- M/2012 tersebutmenyatakan
bahwa Terlapor tidak terbukti melanggar Pasal 29 UU Nomor 5 Tahun 1999.
Skripsi
EDO RAHARDIAN
PENGAMBILALIHAN SAHAM PT ANDALAN SATRIA LESTARI OLEH
PT BUMI KENCANA EKA SEJAHTERA DIKAITKAN DENGAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga
Dalam analisa yang telah diulas diatas putusan KPPU tersebut adalah telah
tepat. Meskipun PT Bumi Kencana Eka Sejahtera memenuhi unsur-unsur
pengambilalihan saham tahap pertama yang dilakukan oleh terlapor kepada
PT Andalan Satria Lestari telah mencapai ketentuan yang tercantum didalam
PP 57, Majelis Komisi tetap mengacu kepada ketentuan yang berlaku
sehingga
pengambilalihan
saham
tahap
pertama
bukan
merupakan
pengambilalihan saham yang wajib dilaporkan kepada komisi. Sehingga
pemberitahuan telah tepat dilakukan setelah pengambilan tahap kedua. Majelis
komisi telah tepat dalam memutuskan perkara mengenai kasus dugaan
pelanggaran terhadap Pasal 29 UU No.5 Tahun 1999 yang dilakukan PT Bumi
Kencana Eka Sejahtera terhadap PT Andalan Satria Lestari.
Skripsi
EDO RAHARDIAN
PENGAMBILALIHAN SAHAM PT ANDALAN SATRIA LESTARI OLEH
PT BUMI KENCANA EKA SEJAHTERA DIKAITKAN DENGAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT
Download