Penggunaan Media Cerita Bergambar Dalam Peningkatan Hasil

advertisement
“KEGURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar”
ISSN 2579-9916 (Online)
ISSN 2579-9886 (Cetak)
Halaman 01-13
Penggunaan Media Cerita Bergambar Dalam Peningkatan Hasil Belajar
IPA Materi Bumi dan langit Bagi Siswa Kelas 4 SDN Patereman 1
Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan
Wiwik Ribuati
SDN Patereman 1 Modung
E-mail:[email protected]
Abstract
This research uses Class Action Research method with three cycles. Implementation of
each cycle through the stages as follows: Planning, Acting, Observation and
Reflection, the object of research conducted in Class 4 SDN Patereman 1 Modung
Bangkalan, the number of Grade 4 students of 28 students, even semester of the
academic year 2016/2017.
Specifically can be summarized as follows: 1) That with science lesson subjects on
basic competence Describe changes in the appearance of the earth by using Media
Story Illustration makes improvements in student learning outcomes. This is evidenced
by the increase in the learning outcomes derived from doing the exercises. 2) Student
activity during the learning activities can improve so that the learning activities
become more student-centered.
Keywords: Media Stories,IPA, Earth and sky
Abstract
Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (Class Action
Research) dengan tiga siklus. Pelaksanaan tiap-tiap siklus melalui tahapan sebagai
berikut :Planning, Acting, Observasi dan Refleksi, obyek penelitian dilakukan di
Kelas 4 SDN Patereman 1 Modung Bangkalan, jumlah siswa Kelas 4 sebanyak 28
siswa, pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017.
Secara khusus dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Bahwa dengan pembelajaran
mata pelajaran IPA pada kompetensi dasar Mendeskripsikan perubahan kenampakan
bumi dengan menggunakan Media Cerita Bergambar menjadikan peningkatan hasil
belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil belajar yang
didapatkan dari mengerjakan soal-soal latihan. 2) Aktifitas siswa selama mengikuti
kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan sehingga kegiatan pembelajaran menjadi
lebih berpusat pada siswa.
Kata Kunci: Media Cerita Bergambar, IPA, Bumi dan langit
1 |K E G U R U
“KEGURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar”
ISSN 2579-9916 (Online)
ISSN 2579-9886 (Cetak)
Halaman 01-13
I.
Pendahuluan
Berdasarkan observasi awal hasil pengamatan peneliti bahwa siswa Kelas 4 SDN
Patereman 1 Modung, Bangkalan, didapatkan informasi bahwa siswa Kelas 4 SDN
Patereman 1 Modung, masih banyak yang mengalami kesulitan dalam memahami mata
pelajaran IPA. Sehingga siswa tidak begitu suka dengan mata pelajaran IPA karena selama
ini pelajaran tersebut hanya menekankan pada aspek hewan dan tumbuhan sehingga
menyebabkan kurangnya minat belajar siswa di sekolah. Peneliti telah berusaha
memberikan soal-soal yang berkaitan dengan materi IPA tentang Mendeskripsikan
perubahan kenampakan bumi , mayoritas siswa mengindikasikan tidak tuntas belajar. Hal
itu menunjukkan kurang optimalnya penguasaan materi.
Konsisten dengan pengalaman tersebut maka peneliti menggunakan sebuah strategi
dalam pembelajaran yaitu dengan Media Cerita Bergambar khususnya pada materi IPA
tentang Mendeskripsikan perubahan kenampakan bumi diharapkan dapat meningkatkan
keaktifan siswa dalam KBM dan melatih berfikir kritis, kreatif dan inovatif.
Sesuai hasil dari pengamatan yang telah kami lakukan pada siswa Kelas 4 Semester II
SD Negeri Patereman 1 Modung Bangkalan dan peneliti mencoba memberikan soal-soal
yang berkaitan dengan materi IPA pada kompetensi dasar Mendeskripsikan perubahan
kenampakan bumi , kebanyakan nilai rata-ratanya yang diperoleh siswa tidak tuntas
belajar. Hal itu menunjukkan masih kurang optimalnya dalam penguasaan materi IPA.
Dari uraian di atas, permasalahan tersebut yang terjadi di SD Negeri Patereman 1
Kabupaten Modung pada Semester II tahun pelajaran 2016-2017 perlu diupayakan
sebuah inovasi pembelajaran dalam pembelajaran IPA yang digunakan untuk membantu
para guru dalam memberikan materi pembelajaran, dalam hal ini adalah pembelajaran
dengan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di SDN Patereman 1 Modung dengan
judul: Penggunaan Media Cerita Bergambar Dalam Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi
Bumi dan langit Bagi Siswa Kelas 4 SDN Patereman 1 Kecamatan Modung Kabupaten
Bangkalan.
Dari permasalahan yang dihadapi siswa Kelas 4 SDN Patereman 1 Modung adalah
kurangnya penguasaan dan pemahaman siswa terhadap materi IPA. Berdasarkan masalah
tersebut maka rumusan masalah yang dapat diungkap adalah :
1. Bagaimana upaya meningkatkan hasil belajar IPA melalui Media Cerita Bergambar
Di Kelas 4 Semester II SDN Patereman 1 Modung Bangkalan ?
2. Sejauh mana pembelajaran dengan media cerita bergambar dapat meningkatkan
aktifitas, respon dan hasil belajar siswa Kelas 4 Semester II SDN Patereman 1
Modung Bangkalan?
Tujuan utama dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas 4 khususnya melalui Media Cerita
Bergambar
2. Untuk meningkatkan pengetahuan siswa terhadap mata pelajaran IPA khususnya
pada materi Mendeskripsikan perubahan kenampakan bumi pada siswa Kelas 4
Manfaat Penelitian
1. Bagi siswa :
a. Meningkatkan penguasaan materi IPA tentang Mendeskripsikan perubahan
kenampakan bumi
b. Meningkatkan keaktifan siswa dalam KBM melalui pembelajaran berdasarkan
Media Cerita Bergambar.
2 |K E G U R U
“KEGURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar”
ISSN 2579-9916 (Online)
ISSN 2579-9886 (Cetak)
Halaman 01-13
c. Melatih berfikir kritis, kreatif, inovatif dan ilmiah
2. Bagi guru :
a. Meningkatkan kinerja guru melalui perbaikan kualitas pembelajaran.
b. Menentukan alternatif pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi belajar
dan hasil belajar siswa
3. Manfaat bagi sekolah :
a. Memberikan input bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas dan hasil belajar
siswa
b. Sebagai sarana pemberdayaan untuk meningkatkan kerjasama dan kreativitas guru.
II. Metode Penelitian
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (Class Action
Research) dengan tiga siklus. Pelaksanaan tiap-tiap siklus melalui tahapan sebagai berikut
:Planning, Acting, Observasi dan Refleksi
Kegiatan tiap-tiap siklus dapat digambarkan sebagai berikut :
Tabel. 1 Kegiatan Masing-masing Tahapan
Tahapan
Planning (perencanaan)
Action (pelaksanaan)
Observasi (pengamatan)
Refleksi (evaluasi)
-
Kegiatan
Memilih materi pembelajaran
Menyusun perangkat pembelajaran
Menyiapkan lembar observasi
Penyajian materi pelajaran di dalam kelas
Membentuk kelompok
Menyebutkan tanda-tanda lingkungan yang sehat
Menyebutkan dan menjelaskan cara menjaga
lingkungan agar tetap sehat
Pelaksanaannya pada saat dan setelah pelajaran
Mengamati aktifitas siswa saat penerapan
pembelajaran dengan Media Cerita Bergambar
Mengamati hasil belajar siswa
Analisis hasil masing-masing siklus
Rencana perbaikan siklus berikutnya
Penelitian Tindakan Kelas (PTK/Class Action Research) adalah merupakan
pengembangan metode dan strategi pembelajaran dan dikembangkan bersama sama untuk
peneliti dan decision maker tentang variabel yang dimanipulasikan dan dapat digunakan
untuk melakukan perbaikan. Penelitian yang dilakukan oleh seorang guru di kelas
(sekolah) bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara
berkesinambungan sehingga dapat mengembangkan ketrampilan guru, meningkatkan
relevansi, meningkatkan efisiensi pengelolaan instruksional serta menumbuhkan budaya
penelitian pada komunitas guru.
PTK menggambarkan suatu proses yang dinamis meliputi aspek perencanaan,
tindakan observasi dan refleksi yang merupakan langkah berurutan dalam satu siklus atau
daur yang saling berhubungan dengan siklus berikutnya. Obyek dalam Penelitian Tindakan
3 |K E G U R U
“KEGURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar”
ISSN 2579-9916 (Online)
ISSN 2579-9886 (Cetak)
Halaman 01-13
Kelas (PTK) ini adalah tindakan yang dilakukan pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran
di Kelas 4 SDN Patereman 1 Modung pada mata pelajaran IPA.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan di Kelas 4 SDN Patereman 1 Modung
Bangkalan, jumlah siswa Kelas 4 sebanyak 28 siswa. Kondisi kekhususan siswa ini
memungkinkan tingkat kemampuan dan daya serap siswa tersebut sangat bervariasi ada
yang pintar dan ada yang kurang pintar.
Kelas 4 menjadi subyek penelitian ini karena yang paling berfariasi, baik dilihat dari
segi kemampuan masing-masing individu siswa, orang tua siswa maupun kedisiplinan
siswa di sekolah. Peneliti adalah guru kelas 4 di SDN Patereman 1 Modung Bangkalan.
Untuk menyesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung,
disesuaikan dengan program semester genap tahun pelajaran 2016/2017
B. Teknik Pengumpulan data
Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan teknik-teknik pengumpulan data
sebagai berikut :
1. Teknik observasi :Teknik observasi dilakukan untuk memperoleh data dari siswa yang
sedang melakukan tindakan pembelajaran pada standar kompetensi (SK) Memahami
perubahan kenampakan permukaan bumi dan benda langit dengan kompetensi dasar
(KD) Mendeskripsikan perubahan kenampakan bumi
melalui Media Cerita
Bergambar
2. Pelaksanaan tes
Tes adalah suatu cara untuk mengadakan penelitian yang berbentuk suatu tugas atau
serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh anak atau sekelompok anak sehingga
menghasilkan suatu nilai tentang tingkah laku atau prestasi anak tersebut, yang dapat
dibandingkan dengan nilai yang dicapai oleh anak-anak lain atau dengan nilai standart
yang ditetapkan Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini jenis instrumen yang digunakan
antara lain: Lembar observasi siswa; Lembar soal-soal tes tiap siklus.
C. Teknik Analisa Data
Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data kuantitatif.
Langkah-langkah yang dilakuan dalam analisis data yaitu:
Melakukan pengolahan data yang telah terkumpul, dalam tahap ini dilakukan
penelaahan terhadap data yang telah dikumpulkan;
Melakukan pengklasifikasian data, dalam tahap ini dilakukan pengelompokan dan
pengkatagorian dari data-data yang diperoleh, sehingga dapat diketahui pola yang
dihasilkan dari pengamatan data;
Melakukan penyimpulan data, pada tahap ini dilakukan penyimpulan akhir data-data
yang telah dikumpulkan. Jika perlu dilakukan verifikasi atau pengujian terhadap temuan
penelitian tersebut, sehingga dapat diketahui apakah hasil yang didapat benar-benar
dipertanggung-jawabkan
Analisis data yang digunakan adalah data hasil 70 % atau nilai 70 dengan
perhitungan sebagai berikut (Depdikbud, 1994) :
4 |K E G U R U
“KEGURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar”
ISSN 2579-9916 (Online)
ISSN 2579-9886 (Cetak)
Skor Siswa =
Halaman 01-13
Skor yang diperoleh
x 100 %
Skor maksimum
Suatu kelas dinyatakan tuntas belajar jika terdapat >75 % dari jumlah siswa telah
tuntas belajar. Perhitungan untuk menyatakan ketuntasan belajar siswa secara klasikal:
Ketuntasan Klasikal =
jumlah siswa yang tuntas
x 100 %
jumlah siswa seluruhnya
III. Hasil Dan Pembahasan
Hasil penelitian yang disajikan dalam karya tulis ini meliputi data hasil belajar siswa
setelah mengikuti kegiatan pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan Media Cerita
Bergambar, data tersebut dianggap sudah mampu memberikan gambaran yang jelas
mengenai kegiatan pembelajaran dengan Media Cerita Bergambar.
Dengan melakukan berbagai macam test, maka dapat diketahui hasil dari
penggunaan Media Cerita Bergambar ini. Dari hasil soal latihan tersebut kemudian
dibandingkan dengan nilai hasilnya sebelum dan sesudah melakukan penerapan Media
Cerita Bergambar. Adapun data-data yang diperoleh dalam pengamatan ini antara lain:
a.
Data siswa Kelas 4 SDN Patereman 1 Modung Kabupaten Bangkalan pada semester II
tahun pelajaran 2016/2017
Tabel 2. Nilai dan Persentasi Ketuntasan Belajar Sebelum Pembelajaran dengan
Media Cerita ergambar
UH Awal
No.
Nama
N
Ktn
1.
Fitria Suraichah
70
T
2.
Ahmad Nashihin Hartono
65
TT
3.
Ja’far Shodiq
60
TT
4.
Adi Sulis Tiono
67
TT
5.
Ahmad Ilham Maulana
73
T
6.
Agung Wahyudi
85
T
7.
Arinil Haque
70
T
8.
Bayu Anggara
71
T
9.
Firdatun Jannah
71
T
10.
Herlina Puspitasari
66
TT
11.
Muhammad Syaiful Iqbal
82
T
12.
Muchammad Rangga H
73
T
5 |K E G U R U
“KEGURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar”
ISSN 2579-9916 (Online)
ISSN 2579-9886 (Cetak)
Halaman 01-13
13.
Nur Reza khusnul Khotimah
73
T
14.
Rizka Diah Puspita A
76
T
15.
Subastian Muchammad F
76
T
16.
Sabrina Faradiba
60
TT
17
Muhammad Faiz Shiddiqi
67
TT
18
Fajar Rachmad Efendi
73
T
19
Dwi Fajar Darmawan
85
T
20
Anggita Prawesti Wardani
70
T
21
Panji Kurnia Wijaya
71
T
22
Muhammad Hafiz Ahansyah
71
T
23
Syamsul Arifin
66
TT
24
Maisaroh
82
T
25
Moh. Aziz
73
T
26
Moh. Rosul
73
T
27
Moh. Rofiq
76
T
28
St. Khotijeh
76
T
Rata-rata
73
Ketuntasan
73,33 %
Keterangan :
TT: Tidak Tuntas
T
: Tuntas
b.
Data nilai dan presentasi ketuntasan belajar siswa dengan menggunakan Media Cerita
Bergambar
Pembelajaran dengan Media Cerita Bergambar mampu meningkatkan hasil belajar
siswa. Peningkatan hasil belajar itu dapat dilihat dari hasil kuis bahkan dapat dilihat dari
hasil Ulangan Harian Akhir.
Tabel 3 Nilai dan Persentasi Ketuntasan Belajar Setelah Pembelajaran dengan
Media Cerita Bergambar
UH Akhir
No.
1.
Nama
Fitria Suraichah
N
Ktn
80
T
6 |K E G U R U
“KEGURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar”
ISSN 2579-9916 (Online)
ISSN 2579-9886 (Cetak)
Halaman 01-13
2.
Ahmad Nashihin Hartono
80
T
3.
Ja’far Shodiq
80
T
4.
Adi Sulis Tiono
80
T
5.
Ahmad Ilham Maulana
85
T
6.
Agung Wahyudi
85
T
7.
Arinil Haque
85
T
8.
Bayu Anggara
85
T
9.
Firdatun Jannah
85
T
10.
Herlina Puspitasari
80
T
11.
Muhammad Syaiful Iqbal
80
T
12.
Muchammad Rangga Handika
75
T
13.
Nur Reza khusnul Khotimah
75
T
14.
Rizka Diah Puspita Adingrum
80
T
15.
Subastian Muchammad Fahmi
85
T
16.
Sabrina Faradiba
80
T
17
Muhammad Faiz Shiddiqi
80
T
18
Fajar Rachmad Efendi
85
T
19
Dwi Fajar Darmawan
85
T
20
Anggita Prawesti Wardani
85
T
21
Panji Kurnia Wijaya
85
T
22
Muhammad Hafiz Ahansyah
85
T
23
Syamsul Arifin
80
T
24
Maisaroh
80
T
25
Moh. Aziz
75
T
26
Moh. Rosul
75
T
27
Moh. Rofiq
80
T
28
St. Khotijeh
85
T
Rata-rata
83
7 |K E G U R U
“KEGURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar”
ISSN 2579-9916 (Online)
ISSN 2579-9886 (Cetak)
Halaman 01-13
Ketuntasan
100 %
Keterangan :
TT: Tidak Tuntas
T
: Tuntas
Terbukti dengan Media Cerita Bergambar ini mampu meningkatkan aktifitas siswa
dalam pembelajaran dan dari peningkatan aktifitas belajar tersebut menghasilkan
peningkatan hasil belajar siswa, hal ini menandakan bahwa dengan Media Cerita
Bergambar ini terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa Kelas 4 di SDN
Patereman 1 Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan
Tabel 4.4 Perbandingan Nilai dan Prosentasi Ketuntasan Belajar Siklus I-III
Pembelajaran dengan Media Cerita Bergambar
Siklus I
No.
Siklus II
Siklus III
Nama
N
Ktn
N
Ktn
N
Ktn
1.
Fitria Suraichah
70
T
70
T
80
T
2.
Ahmad Nashihin Hartono
65
TT
75
T
80
T
3.
Ja’far Shodiq
60
TT
80
T
80
T
4.
Adi Sulis Tiono
63
TT
65
TT
80
T
5.
Ahmad Ilham Maulana
70
T
70
T
85
T
6.
Agung Wahyudi
70
T
75
T
80
T
7.
Arinil Haque
75
T
80
T
85
T
8.
Bayu Anggara
85
T
75
T
85
T
9.
Firdatun Jannah
70
T
70
T
90
T
10.
Herlina Puspitasari
63
TT
65
TT
90
T
11.
Muhammad Syaiful Iqbal
70
T
75
T
90
T
12.
Muchammad Rangga Handika
72
T
75
T
95
T
13.
Nur Reza khusnul Khotimah
78
T
75
T
85
T
14.
Rizka Diah Puspita Adingrum
80
T
78
T
95
T
15.
Subastian Muchammad Fahmi
85
T
78
T
90
T
16.
Sabrina Faradiba
60
TT
80
T
80
T
17
Muhammad Faiz Shiddiqi
63
TT
65
TT
80
T
18
Fajar Rachmad Efendi
70
T
70
T
85
T
8 |K E G U R U
“KEGURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar”
ISSN 2579-9916 (Online)
ISSN 2579-9886 (Cetak)
Halaman 01-13
19
Dwi Fajar Darmawan
70
T
75
T
80
T
20
Anggita Prawesti Wardani
75
T
80
T
85
T
21
Panji Kurnia Wijaya
85
T
75
T
85
T
22
Muhammad Hafiz Ahansyah
70
T
70
T
90
T
23
Syamsul Arifin
63
TT
65
TT
90
T
24
Maisaroh
70
T
75
T
90
T
25
Moh. Aziz
72
T
75
T
95
T
26
Moh. Rosul
78
T
75
T
85
T
27
Moh. Rofiq
80
T
78
T
95
T
28
St. Khotijeh
85
T
78
T
90
T
Rata – rata
Ketuntasan
74
80
73,33%
87
86,66%
100%
Keterangan :
T
: Tuntas
TT: Tidak Tuntas
Ktn
: Ketuntasan
Selanjutnya akan dikemukakan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran di
kelas dengan menggunakan putaran siklus adalah sebagai berikut:
1. Siklus I
Perencanaan
Pelaksanaan dalam perencanaan Penelitian Tindakan Kelas pada siklus I ini
dilakukan pada materi IPA pada kompetensi dasar Mendeskripsikan perubahan
kenampakan bumi dengan Perangkat pembelajaran yang telah disiapkan meliputi:
1. Rencana Pembelajaran
2. Menggunakan Media Cerita Bergambar.
3. Soal dan Evaluasi
Dengan perangkat pembelajaran tersebut maka kegiatan pendahuluan dapat
dikerucutkan sebagai berikut : Apersepsi pengayaan, Memberikan arahan cara belajar
melalui Media dan pre serta post test pada siswa.
Dan kegiatan inti yang telah direncanakan antara lain :
1. Menjelaskan materi IPA pada kompetensi dasar Mendeskripsikan perubahan
kenampakan bumi
2. Melakukan pengelolaan kelas sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan
“Media Cerita Bergambar.” dalam kelas agar kegiatan bisa lancar.
3. Melaksanakan KBM dengan menggunakan “Media Cerita Bergambar”
4. Mengadakan evaluasi sebelum kegiatan pembelajaran ditutup pada siklus I ini diadakan
tes soal.
Kegiatan yang dilakukan guru pada saat pembelajaran antara lain :
9 |K E G U R U
“KEGURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar”
ISSN 2579-9916 (Online)
ISSN 2579-9886 (Cetak)
Halaman 01-13
1. Menyampaikan bahan materi IPA pada kompetensi dasar, Mendeskripsikan perubahan
kenampakan bumi melalui kegiatan kelompok siswa yang diminta mempelajari materi
tersebut. Sedangkan bagi siswa dapat lebih mendalami materi pembelajaran. Siswa
melaksanakan kegiatan belajar di ruang kelas, guru membagikan tugas dan menyuruh
siswa untuk mengerjakan tugas secara kelompok untuk memahami materi secara
mendalam. Sementara para siswa belajar untuk menyelesaikan tugas yang berkaitan
tentang perpindahan dan perubahan energi listrik, guru mengamati dengan berkeliling
sambil mengingatkan dan memberikan bimbingan supaya dalam kegiatan
menggunakan keterampilan kelompok yang telah ditentukan meskipun demikian masih
banyak siswa yang masih banyak belum selesai. Setelah 30 menit, guru mengecek
pemahaman siswa dengan cara meminta siswa yang ditunjukkan secara acak untuk
melaporkan hasil kerja mereka dan didiskusikan antar kelompok. Dilanjutkan dengan
pelaksanaan Media Cerita Bergambar yaitu kelompok siswa satu dengan yang lain
saling mengamati dan memberikan pemahaman, yang ditujukan oleh Media tersebut
sehingga satu sama lain akhirnya jadi memahami apa dan bagaimanakah
mengidentifikasikannya tanpa harus membaca keseluruhan buku yang sesuai dengan
KD.
2. Kegiatan dengan “Media Cerita Bergambar” diarahkan untuk melatih siswa
memecahkan masalah-masalah yang dihadapi, dan memberikan penguatan pemahaman
yang cukup baik.
3. Kemudian ditutup dengan membimbing memberikan kesimpulan dan memberi tugas
rumah untuk minggu depan.
Pengamatan
Nilai tes awal yang tidak menggunakan “Media Cerita Bergambar” rata-rata yang
dicapai pada siklus I mencapai 74. Ketuntasan klasikal pada siklus I yang menggunakan
metode tersebut mencapai 73,33 %.
Refleksi
Sesuai hasil pengamatan pada siklus I yang telah dilakukan dan evaluasi/ refleksi
dengan ditemukan hambatan pada siklus I kebanyakan siswa ada yang belum optimal
dalam memahami kemampuan siswa dalam belajar dalam kelas yang dilakukan oleh guru
sedangkan ada juga siswa yang sudah memahami dari arti pembelajaran yang
menggunakan metode “Media Cerita Bergambar”, maka siswa yang sudah paham dengan
pembelajaran yang menggunakan metode tersebut masih dioptimalkan bagi yang sudah
paham dan pada siklus I guru terlalu banyak menjelaskan materi sehingga dianggap
menyita waktu proses belajar mengajar maka pada siklus berikutnya penjelasan guru perlu
dikurangi.
2.
Siklus II
Perencanaan
Sedangkan pada siklus II materi yang dibahas adalah materi IPA yang juga berkaitan
pemahaman tentang Mendeskripsikan perubahan kenampakan bumi , sedangkan rencana
pembelajaran tidak jauh beda dengan siklus I tetapi pada siklus II ini penjelasan guru
dikurangi agar tidak terlalu banyak menyita waktu. Berdasarkan refleksi pada siklus I
maka siswa yang masih belum paham dari sistem pembelajaran dengan menggunakan
metode “Media Cerita Bergambar” diberi pemahaman agar nantinya siswa biar mudah
untuk mencernanya.
10 |K E G U R U
“KEGURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar”
ISSN 2579-9916 (Online)
ISSN 2579-9886 (Cetak)
Halaman 01-13
Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan ini salah satunya adalah tindakan guru yaitu pada siklus II ini
sesuai dengan yang direncanakan pada pengalaman pembelajaran yang telah dilakuakan
pada siklus I tetapi pelaksanaannya sama dengan siklus I, sehingga tidak banyak memakan
waktu. Sebelum kegiatan pembelajaran selesai diadakan kuis (tes) dan pemberian
penghargaan kepada siswa yang nilai terbaik.
Pengamatan
Sesuai observasi pada siklus II ini telah ditemukan adanya kenaikan jumlah siswa
yang tuntas belajarnya. Pada siklus I ketuntasan belajar secara klasikal 73,33 %, siklus II
naik menjadi 86,66 % dan nilai rata-rata siklus I sebesar 74, siklus II menjadi 80. Hal ini
membuktikan adanya sebuah peningkatan hasil belajar dalam menggunakan metode
“Media Cerita Bergambar”.
Refleksi
Pada siklus II ini dilakukan sebuah refleksi lagi apakah ada sebuah permasalahan
atau tidak. Tetapi pada siklus II ini telah ditemukan permasalahan diantaranya kemampuan
siswa untuk mengamati dan bertanya belum optimal, sehingga kreativitas guru untuk
memberikan arahan bagaimanakah cara kerja dengan “Media Cerita Bergambar” sebagai
visualisasi. Bimbingan kepada siswa yang belum tuntas pada saat KBM perlu
dioptimalkan agar siswa ini bisa tuntas dalam belajarnya.
3.
Siklus III
Selanjutnya akan dikemukakan ketuntasan belajar yang menggunakan metode
“Media Cerita Bergambar” pada siklus III keseluruhan siswa tuntas belajarnya sehingga
dapat disimpulkan bahwa ketuntasan belajar siswa adalah 100 % tuntas.
Perencanaan
Pada siklus III materi yang diajarkan adalah juga tidak jauh beda dengan sikluis
sebelumnya, bahan pengamatan, evaluasi dan juga tes masih berjalan. Pada siklus III ini
siswa yang belum tuntas diberikan bimbingan lebih baik.
Pengamatan
Hasil observasi pada siklus III menunjukkan ada peningkatan. Nilai rata-rata pada
siklus II sebanyak 80 naik menjadi 87 Presentasi ketuntasan klasikal naik dari 86,66 %
menjadi 100 %. Hal ini membuktikan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan
dalam penggunaan metode “Media Cerita Bergambar”.
Refleksi
Dan pada siklus III ini menunjukkan adanya peningkatan dari berbagai hal. Tetapi
berdasarkan refleksi siklus III ini masih ditemukan permasalahan yaitu : masalah
penyediaan alat bantu untuk mengajar sangat diperlukan oleh siswa dan guru. Untuk
ketercapaian tujuan, perlu adanya sarana-prasarana pendukung agar kegiatan pembelajaran
dapat berlangsung lebih optimal.
Pembahasan dan Refleksi
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan dapat dievaluasi/ refleksi dengan
ditemukan hambatan seperti :
1. Sebagian siswa ada yang terlalu mendominasi dalam mengemukakan gagasannya
sehingga kesempatan teman untuk menyampaikan gagasannya masih belum optimal.
2. Penjelasan guru pada materi pelajaran dianggap cukup menyita waktu sehingga perlu
dikurangi dan digantikan dengan menggunakan Media Cerita Bergambar dimana
11 |K E G U R U
“KEGURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar”
ISSN 2579-9916 (Online)
ISSN 2579-9886 (Cetak)
3.
4.
Halaman 01-13
diberikan kebebasan kepada siswa untuk mengeluarkan pendapatnya sebagai gagasan
dalam peningkatan hasil belajar siswa.
Penyediaan buku paket dan buku referensi lainnya bagi siswa diperlukan karena
banyak siswa yang tidak memiliki buku paket maka dianjurkan untuk pinjam di
perpustakaan sekolah.
Saat presentasi hasil gagasan siswa tidak tersedia sarana dan prasarana. Untuk
ketercapaian tujuan maka perlu adanya sarana pendukung agar kegiatan pembelajaran
dapat berlangsung lebih optimal.
IV. Kesimpulan
Sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian maka secara umum dapat
disimpulkan bahwa hasil belajar siswa di SDN Patereman 1 Modung, Bangkalan, dapat
meningkat melalui Media Cerita Bergambar.
Secara khusus dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Bahwa dengan pembelajaran mata pelajaran IPA pada kompetensi dasar
Mendeskripsikan perubahan kenampakan bumi dengan menggunakan Media Cerita
Bergambar menjadikan peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan
adanya peningkatan hasil belajar yang didapatkan dari mengerjakan soal-soal latihan.
2. Aktifitas siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan sehingga
kegiatan pembelajaran menjadi lebih berpusat pada siswa.
3. Upaya peningkatan hasil belajar siswa harus dikerjakan oleh semua pihak yang terkait
dalam usaha peningkatannya.
Berdasarkan temuan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model
pembelajaran menggunakan Media Cerita Bergambar dapat meningkatkan hasil belajar
siswa dan dapat memecahkan masalah tentang kompetensi dasar Mendeskripsikan
perubahan kenampakan bumi pada mata pelajaran IPA siswa Kelas 4 SDN Patereman 1
Modung Kabupaten Bangkalan.
Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah:
1. Dalam menggunakan Media Cerita Bergambar hendaknya orang tua / sekolah
berupaya secara bersama-sama untuk menyediakan sarana pendukung kegiatan
pembelajaran seperi : buku paket, buku refensi, OHP, on focus dan alat peraga yang
sesuai dengan materi pokok dalam pembelajaran
2. Dengan pembelajaran Media Cerita Bergambar, guru dapat dengan mudah merespon
potensi siswa dalam setiap kelompok belajar, dengan demikian seorang guru yang
profesional dapat lebih efektif melakukan kegiatan proses belajar mengajar, serta
dengan mudah dapat merespon perbedaan-perbedaan potensi yang dimiliki peserta
didiknya.
3. Seorang guru harus dapat memilih metode dan kreatif dalam mencoba ide baru agar
proses pembelajaran berhasil dengan baik dan tidak membosankan
12 |K E G U R U
“KEGURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar”
ISSN 2579-9916 (Online)
ISSN 2579-9886 (Cetak)
Halaman 01-13
Daftar Pustaka
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur penelitian pendekatan praktek. Jakarta: Rineksa Cipta
Hadi, Sutrisno. 1981. Metodologi Research 2. Yogyakarta. Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi
UGM.
Mikarsa, 2004. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Sujana, Nana. 2001. Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah. Bandung : Sinar Baru Argensindo.
Sumarno. 1996. Pedoman Pelaksanaan Tindakan Kelas (PTK), Bagian Ketiga, Pemantau dan
Evaluasi. Yogyakarta : Ditjen Dikti, Depdikbud, P2TA, BP3GCD, UKMD-SD di IKIP
Yogyakarta.
Suryosubroto, B., 2002, Proses Belajar Mengajar di Sekolah, Jakarta : PT. Rineka Cipta
S. Nasution, 2000, Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar & Mengajar, Bumi Aksara,
Jakarta.
Syaiful Bakri Djamarah, 2004, Strategi Belajar Mengajar, Rineka Cipta, Jakarta
13 |K E G U R U
Download