MEMO DINAS

advertisement
K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M
DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR
Jl. Pattimura No. 20, Kebayoran BaruJakarta Selatan, 12110 Telp. (021) 7396616 – Fax. (021) 7208285
KepadaYth:
Jakarta, 6 Pebruari 2013.
Para kepala BBWS/BWS
Di lingkungan Ditjen SDA
Di
Seluruh Indonesia
SURAT EDARAN
NO : 01 /SE/D/2013
Perihal : Operasi
Dan
Pemeliharaan
Prasarana
Sungai
Serta
Pemeliharaan Sungai
Dalam
rangka
untukmelaksanakanketentuanPasal
PeraturanPemerintahRepublik
tentangSungai,
Indonesia
sambil
Nomor
38
menunggu
PeraturanMenteriPekerjaanUmumtentang
Tata
55
ayat
Tahun
(3)
2011
ditetapkannya
Cara
Operasi
dan
PemeliharaanPrasaranaSungaiSertaPemeliharaanSungai dengan ini kami
sampaikan beberapa hal sebagai berikut :
1. Surat Edaran ini merupakan acuan bagi BBWS dan BWS dalam
melaksanakan
kegiatan
operasiprasaranasungaidanpemeliharaanprasaranasungaisertapemeli
haraansungaidengan
tujuan
agar
pelaksanaannya
terselenggara
secaraterkoordinasi,efektifdanefisien.
2. Pelaksanaan
kegiatan
operasiprasaranasungaidanpemeliharaanprasaranasungaisertapemelihar
aansungaidiklasifikasikanmenjadi 3 (tiga) kondisi :
- sungai yang masih alami, relatif belum ada aktifitas pembangunan
dikanan-kiri alur sungainya. Alur sungai tidak perlu pemeliharaan.
Mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan
- sungai yang sudah terdapat aktifitas pembangunan dikanan-kiri alur
sungainya. Pemeliharaan dibuat selektif, pada ruas sungai ditempat
bangunan
fasilitas
yang
mempunyai
nilai
ekonomi
tinggi
(pemukiman,jalan raya, rumah sakit,jaringan irigasi, dan lain-lain).
- sungai
yang
diklasifikasikan
melewati
secara
perkotaan.
khusus
Pelaksanaan
dengan
pemeliharaan
memperhatikan
jumlah
prasarana yang ada dan tingkat kepentingannya.
3. Ruang lingkup kegiatan operasi prasarana sungai dan pemeliharaan
prasarana sungai serta pemeliharaan sungai.
a. Kegiatan Operasi dan pemeliharaan prasarana sungai meliputi:
-
operasi prasarana sungai; dan
-
pemeliharaan prasarana sungai serta pemeliharaan sungai.
b. Operasi prasarana sungai dan pemeliharaan prasarana sungai serta
pemeliharaan sungai dilaksanakan melalui tahapan :
-
perencanaan;
-
pelaksanaan; dan
-
pemantauan dan evaluasi.
4. Operasi prasarana sungai
a. Operasi prasarana sungai dilakukan melalui kegiatan pengaturan dan
pengalokasian air sungai dalam rangka penggunaan air sungai dan
pengelolaan banjir.
b. Operasi prasarana sungai dalam rangka penggunaan air sungai
meliputi :
-
penyusunan rencana alokasi air global/tahunan (RAAG);
-
penetapan alokasi air;
-
penyusunan rencana alokasi air detail (RAAD);
-
pelaksanaan alokasi air;
-
pengawasan; dan
-
monitoring dan evaluasi.
c. Rekomtek perizinan terkait dengan pemanfaatan SDA, meliputi:
-
Rekomtek pemanfaatan air; dan
-
Rekomtek untuk kegiatan pada ruang sungai.
Mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan
d. Operasi
prasarana
sungai
dalam
rangka
pengelolaan
banjir
meliputi:
-
penyusunan SOP banjir;
-
penyiapan bahan banjiran;
-
penyiapan peralatan;
-
monitoring banjir;
-
pemantauan lokasi kritis dan daerah rawan banjir; dan
-
melaksanakan tindakan darurat bersama instansi terkait dan
masyarakat.
5. Pemeliharaan prasarana sungai serta pemeliharaan sungai
a. Pemeliharaan
prasarana
sungai
serta
pemeliharaan
sungai
....
meliputi kegiatan:
-
pemeliharaan
untuk
pencegahan
kerusakan
dan/atau
penurunanfungsi prasarana sungai serta penurunan fungsi sungai;
-
perbaikan
terhadap
kerusakan
prasarana
sungai
serta
kerusakansungai; dan
-
konservasi sungai.
b. Kegiatan
pemeliharaan
untuk
pencegahan
kerusakan
dan/atau
penurunan fungsi prasarana sungai serta penurunan fungsi sungai
dilaksanakan melalui kegiatan :
-
pengamanan;
-
pengendalian sampah;
-
pemeliharaan rutin;
-
pemeliharaan berkala yang bersifat perawatan;
-
pembatasan pemanfaatan sungai; dan
-
pembatasan penggunaan air sungai.
c. Kegiatan perbaikan terhadap kerusakan prasarana sungai serta
kerusakan sungai dilaksanakan melalui kegiatan :
-
pemeliharaan berkala yang bersifat perbaikan;
-
pemeliharaan berkala yang bersifat penggantian;
-
perbaikan ringan atau reparasi;
-
perbaikan
korektif
yang
terdiri
dari:
pemeliharaan
khusus,
rehabilitasidan rektifikasi; dan
Mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan
-
perbaikan khusus apabila terdapat kerusakan akibat banjir bukan
akibat bencana alam.
d. Kegiatan konservasi sungai dilaksanakan melalui kegiatan :
-
perlindungan sungai; dan
-
pencegahan pencemaran air sungai.
6. Biaya operasi prasarana sungai dan pemeliharaan prasarana sungai
a. Biaya operasi prasarana sungai dan pemeliharaan prasarana sungai
serta pemeliharaan sungai ditentukan berdasarkan angka kebutuhan
nyata operasi dan pemeliharaan (AKNOP).
b. Biaya kegiatan operasi prasarana sungai meliputi komponenbiaya:
-
biaya penyusunan rencana alokasi air;
-
biaya operasi pintu air;
-
biaya pengawasan;
-
biaya monitoring dan evaluasi;
-
biaya untuk kegiatan pengukuran debit dan kalibrasi alat pintuair;
-
biaya gaji untuk penjaga alat hidrologi dan hidrometri;
-
biaya monitoring banjir;
-
biaya pengadaan bahan banjiran;
-
biaya operasi peralatan;
-
biaya
gaji/upah
untuk
pengamat,juru,petugas,operator
danmekanik; dan
-
biaya kantor dan barang pakai habis.
c. Biaya kegiatan pemeliharaan prasarana sungai serta pemeliharaan
sungai meliputi komponen biaya :
-
biaya untuk kegiatan inspeksi rutin;
-
biaya untuk kegiatan penelusuran sungai;
-
biaya untuk keperluan pengukuran dan detail desain;
-
biaya untuk keperluan pemeliharaan dan/atau perbaikan;
-
biaya kantor dan barang pakai habis; dan
-
biaya gaji/upah untuk pengamat,juru,dan petugas.
Mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan
d. Inspeksi rutin dilaksanakan untuk memastikan bahwa prasarana
sungai serta sungai dan fasilitas lainnya berfungsi dengan baik.
Dalam melaksanakan tugasnya, juru atau petugas harus selalu
mengadakan inspeksi rutin diwilayah kerjanya minimal setiap 1
(satu) bulan sekali dan dilaksanakan pada setiap minggu I awal
bulan.
Kerusakan yang dijumpaidalaminspeksirutinharussegeradilaporkan
ke
pengamat
untuk
selanjutnya
dilaksanakanpemeliharaandan/atauperbaikan rutin.
e. Penelusuran sungaimeliputi kegiatan penulusuran rutin, tambahan
sebelum terjadi banjir dan setelah terjadi banjir. Penelusuran
dilaksanakan
beranggotakan
oleh
tim
unsur
yang
dibentuk
perencanaan,
Kepala
Balai
pelaksanaan,
yang
operasi
pemeliharaan, tata laksana dan apabila diperlukan dapat ditambah
dari
instansi
terkait
dan
atau
masyarakat
yang
membangun
prasarana di sungai tersebut.
-
penelusuran rutinuntuk mengetahui tingkat kerusakan dalam
rangka pembuatan usulan pemeliharaan sesuai AKNOP. Paling
sedikit dilaksanakan 1 (satu) kali dalam satu tahun yaitu pada
akhir musim hujan.
-
penelusuran sebelum terjadi banjir untuk mengetahui kerusakan
dalam
rangka
kesiapsiagaan
mengantisipasi
kemungkinan
terjadinya bencana banjir.
-
penelusuran setelah terjadi banjir untuk mengetahui adanya
kerusakan yang terjadi dan penyebab kerusakannya serta untuk
melakukan tindakan tanggap darurat dalam rangka pemulihan
dengan segera prasarana dan sarana vital serta menyusun
program rehabilitasi dan rekonstruksi.
Mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan
7. Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia
a. Operasi dan Pemeliharaan prasarana sungai serta pemeliharaan
sungai dilaksanakan oleh petugas yang terdiri dari :
-
pengamat;
-
juru; dan
-
petugas.
b. Jumlah petugas operasi dan pemeliharaan prasarana sungai serta
pemeliharaan sungai ditentukan berdasarkan jumlah prasarana
sungai, panjang sungai, lebar sungai, dan/atau luas daerah aliran
sungai dengan memperhatikan keberadaan kabupaten/kota pada
wilayah sungai yang bersangkutan.
8. Sumber Dana
Sumber dana untuk kegiatan operasi dan pemeliharaan prasarana
sungai serta pemeliharaan sungai berasal dari :
a. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara,
b. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah,
c. Anggaran Swasta,
d. Anggaran Swadaya Masyarakat,
e. Hasil penerimaan biaya jasa pengelolaan sumber daya air, dan
f. Penyertaan pembiayaan pemeliharaan antara instansi yang berwenang
dengan pemilik kepentingan.
9. Pelaksanaan kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sungai Serta
Pemeliharaan Sungai mengacu pada :
a. Tata cara operasi prasarana sungai.
b. Tata cara pemeliharaan prasarana sungai dan pemeliharaan sungai.
c. Tata cara perhitungan biaya sesuai AKNOP.
Sebagaimana tercantum dalam Lampiran I, II, dan III.
Mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan
Demikian
kami
sampaikanuntukdilaksanakansebaik-
baiknyadanatasperhatianSaudara kami ucapkanterimakasih.
Tembusandisampaikan kepada Yth:
1. BapakMenteriPekerjaanUmum (sebagailaporan)
2. BapakWakilMenteriPekerjaanUmum
3. SekretarisDirektoratJenderalSumberDaya Air
4. DirekturBina Program
5. DirekturBinaOperasidanPemeliharaan
6. DirekturBina PSDA
7. Direktur Sungai &Pantai
Mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan
Download