64 BAB IV ANALISIS KOMPETENSI SOSIAL GURU PAI DALAM

advertisement
BAB IV
ANALISIS KOMPETENSI SOSIAL GURU PAI
DALAM MENJALIN KOMUNIKASI SISWA KELAS VIII
DI SMP MUHAMMADIYAH PEKALONGAN
A. Analisis Kompetensi sosial Guru PAI
di SMP Muhammadiyah
Pekalongan
Dari teori-teori dan data yang ada, dilakukan pengolahan data yang
kemudian dilakukan sebuah analisis. Analisis ini dilakukan atas data-data yang
diperoleh dari lapangan berdasarkan pada peraturan menteri pendidikan
nasional nomor 16 tahun 2007. Dengan rincian per indikator sebagai berikut:
1.
Bersikap Inklusif, Bertindak Objektif, dan Tidak Diskriminatif
Bersikap
inklusif,
bersikap
objektif,
dan
tidak
diskriminatif
merupakan salah satu indikator dari kompetensi sosial. Pendidik harus
bersikap inklusif, artinya bersikap terbuka terhadap berbagai perbedaan
yang dimiliki oleh orang lain dalam berinteraksi.
Dari hasil wawancara terhadap guru Tarikh SMP Muhammadiyah
Pekalongan dapat dianalisis bahwa guru sudah bersikap inklusif atau
terbuka terhadap berbagai perbedaan, hal ini seperti yang dikemukakan
oleh guru tarikh dan dibenarkan juga oleh kepala sekolah dan guru
kesiswaan yang mengatakan bahwa guru tarikh tersebut selalu bersikap
inklusif baik terhadap siswa maupun sesama guru. Karena seorang guru itu
64
65
harus mampu menyesuaikan diri dengan keadaan siswa yang beraneka
ragam baik dari kepribadiannya maupun intelegensinya.
Tidak hanya inklusif saja, tetapi seorang guru juga harus bertindak
objektif terhadap peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran, guru
harus menunjukkan sikap objektif terhadap setiap dan seluruh peserta
didik, bertindak objektif dalam memberikan penilaian terhadap hasil
belajar siswa misalnya, hal tersebut seperti yang disampaikan oleh guru
Tarikh bahwa dalam penilaian terhadap hasil belajar siswa, dilakukan
secara objektif,
jadi nilai-nilai yang diperoleh siswa murni hasil dari
kemampuan siswa itu sendiri. Dan pernyataan guru tarikh tersebut juga
didukung oleh pernyataan dari kepala sekolah dan guru kesiswaan yang
menyampaikan hal serupa bahwa guru tarikh selalu objektif dalam
memberikan penilaian sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh
siswa.
Guru tarikh telah memberikan nilai berbeda-beda terhadap siswa
karena siswa juga memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam
mencapai hasil belajar, siswa yang belajar dengan rajin, memperhatikan
setiap kegiatan belajar akan memperoleh nilai yang bagus dan begitupun
sebaliknya, karena penilaian yang objektif bukan berarti harus besar
semua, tetapi sesuai dengan hasil yang dicapai oleh siswa dalam belajar.
Dan dengan demikian guru tarikh di SMP Muhammadiyah sudah
melaksanakan salah satu indikator dari kompetensi sosial yakni bersifat
66
objektif terhadap sesama terutama terhadap siswa dalam penilaian maupun
dalam kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Selain bersikap inklusif dan bertindak objektif, guru tidak boleh
bersikap diskriminatif, hal tersebut diungkapkan oleh guru tarikh bahwa
Banyak akal untuk memahami perbedaan anak-anak, dan guru tarikh
sendiri lebih suka menyesuaikan karakteristik anak-anak, dalam kegiatan
belajar mengajar dan berinteraksi dengan siswa di lingkungan sekolah,
lebih suka menerapkan sistem kekeluargaan, jadi anak-anak menganggap
seperti teman, sahabat atau pun orang tua mereka. jadi disini sudah jelas
bahwa semua diperlakukan sama, tetapi menurut guru tarikh juga perlu
adanya perlakuan khusus bagi siswa yang berada di kelas unggulan dan
yang berada di kelas bukan unggulan.
Jawaban ini juga diperkuat dari hasil wawancara yang peneliti lakukan
dengan siswa yang mengatakan, pak Cipto itu engga suka membedabedakan dan ska membaur dengan siswa. Dan kepala sekolah pun
memberikan jawaban yang sama bahwa guru tarikh tidak membedabedakan dalam menjalin hubungan dengan siapa saja, dan guru kesiswaan
pun sependapat dengan kepala sekolah mengenai hal itu. Berdasarkan hasil
wawancara tersebut, diketahui bahwa kebanyakan responden memberikan
jawaban yang positif terkait dengan apakah pak Cipto itu diskriminatif
atau tidak. Banyaknya respon positif tersebut mengindikasikan bahwa pak
Cipto memang benar bahwa dalam kegiatan belajar mengajar dan
67
berinteraksi dengan siswa ataupun guru di lingkungan sekolah lebih suka
menerapkan sistem kekeluargaan artinya tidak diskriminatif.
2.
Komunikasi secara Efektif, Santun dan Simpatik
Kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari
masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta
didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang/wali peserta didik, dan
masyarakat sekitar. Kompetensi sosial guru memegang peranan yang
sangat penting, karena sebagai pribadi yang hidup di tengah-tengah
masyarakat, guru perlu juga memiliki kemampuan untuk bebaur dengan
masyarakat melalui kemampuannya, antara lain melalui kegiatan olah
raga, keagamaan dan kepemudaan.1
a. Kemampuan guru dalam berkomunikasi dengan sesama guru
Berkomunikasi dengan sesama pendidik merupakan salah satu
indikator dari kompetensi sosial yang harus dimiliki oleh seorang guru,
berkomunikasi dengan sesama pendidik dapat meningkatkan keakraban
serta dapat bersama-sama memajukan kualitas pendidikan disekolah
tersebut.
Dari hasil wawancara dengan guru tarikh mengenai hubungannya
dengan guru-guru lain, beliau menyampaikan bahwa hubungannya
baik-baik saja dan tetap menerapkan sistem kekeluargaan.
Dan dari hasil wawancara dengan kepala sekolah menyatakan
Selalu mengadakan rapat evaluasi setiap pagi hari. Dalam rapat ini guru
1
E. Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, (Bandung: PT.Remaja
Rosdakarya, 2011), hlm. 176.
68
bisa memberikan kritik dan saran untuk kemajuan sekolah, serta untuk
meningkatkan keakraban terhadap sesama guru.
Disini terlihat jelas kalau kepala sekolah SMP Muhammadiyah
menindaklanjuti setiap permasalahan yang ada di sekolah sedini
mungkin. Indikasi ini terlihat dengan dilaksanakannya koordinasi pagi
setiap harinya. Koordinasi ini semacam sharing antara guru, karyawan,
dan kepala sekolah. Koordinasi ini bertujuan untuk mencari solusi
untuk setiap permasalahan yang ada di sekolah. Mereka juga tak jarang
saling bertukar ide untuk progess sekolah.
Untuk masalah pak Cipto, kepala sekolah mempunyai penilaian
yang cukup baik. Menurut penilaian beliau, pak Cipto itu adalah pribadi
yang baik, ramah, dan kadang suka becanda dengan sesama guru. Ini
mengindikasikan bahwa pak Cipto adalah pribadi yang menyenangkan.
Selain itu, beliau juga menambahkan kalau pak Cipto itu adalah guru
yang sering sharing, bertukar pendapat, ngobrol santun dengan guru
lainnya, dan menurut beliau pak Cipto itu orangnya openmind dan
selalu mengerti dan memahami guru-guru lain.
Dan pernyataan Bapak Joko Susanto selaku guru kesiswaan di
SMP Muhammadiyah Pekalongan pun demikian, beliau mengatakan
bahwa, pak Cipto itu guru yang mempunyai komunikasi yang baik,
dengan siswa maupun dengan sesama guru. Dan dari hasil wawancara
dengan beliau pun menyampaikan bahwa pak Cipto itu guru yang
santun dalam berkomunikasi dan selalau memahami guru-guru lain.
69
Hubungan yang baik dengan sesama guru akan membuat bahagia
bagi semua, guru harus berinteraksi dengan sesama guru, mereka harus
dapat bekerja sama dan saling menukar pengalaman masing-masing.
Dalam bekerjasama, akan tumbuh semangat dan gairah bekerja yang
tinggi.
Dengan demikian dapat dianalisa bahwa pak Cipto di sekolah
tersebut telah melakukan salah satu poin dalam indikator kompetensi
sosial yakni mampu berkomunikasi dengan sesama pendidik.
b. Kemampuan guru dalam berkomunikasi dengan siswa
Dalam berkomunikasi dengan peserta didik banyak upaya yang
bisa ditempuh oleh seorang guru, karena komunikasi yang efektif dalam
proses
pembelajaran
pencapaian
tujuan,
sangat
baik
dari
berdampak
segi
terhadap
afektif,
keberhasilan
kognitif
maupun
psikomotorik. Komunikasi dikatakan efektif apabila terdapat aliran
informasi dua arah antara komunikator dan komunikan dan informasi
tersebut sama-sama direspon sesuai dengan harapan kedua pelaku
komunikasi tersebut.
Guru tarikh di SMP Muhammadiyah Pekalongan mempunyai
kemampuan berkomunikasi yang baik dengan siswa. Ini dibuktikan
dengan hasil wawancara yang peneliti tulis di bab III, dimana guru
tarikh melakukan berbagai upaya pendekatan, penyesuaian diri, dan
berusaha untuk sedekat mungkin dengan siswa, sehingga tidak seakan
tidak ada sekat ataupun gap diantara mereka dalam berkomunikasi.
70
Upaya tersebut dilakukan agar semua ranah dalam pembelajaran bisa
tercapai hasil yang maksimal, seperti ranah kognitif,afektif, dan
psikomotorik. Karena indikasi keberhasilan pembelajaran ditentukan
oleh komunikasi dua arah yang terjadi antara komunikator dan
komunikan.
Merujuk pada hasil wawancara peneliti dengan guru tarikh, beliau
berusaha
semaksimal
mungkin
untuk
menciptakan
suasana
pembelajaran yang kondusif dengan komunikasi yang baik. Guru tarikh
mempunyai trik-trik tertentu untuk merealisasikannya, berdasarkan
hasil
wawancara
menceritakan
guru
tarikh
kisah-kisah
membuat
Sahabat,
lelucon-lelucon
memberi
contoh
kecil,
dan
menghubungkan dengan kehidupan yang nyata, dan lain sebagainya.
Trik-trik tersebut dilakukannya diawal pembelajaran untuk mencairkan
suasana agar tidak tegang dan kaku, sehingga peserta didik dengan
adanya intermezzo yang seperti itu akan lebih mudah dan antusias
dalam menerima materi pembelajaran. Dan ini terbukti dengan hasil
wawancara peneliti dengan peserta didik yang mayoritas mereka suka
dengan cara mengajar guru tarikh.
Mayoritas peserta didik menyukai dengan upaya yang dilakukan
oleh guru tarikh dalam menciptakan suasana pembelajaran yang
kondusif. Hampir 100% responden wawancara mengungkapkan hal
yang senada, yakni menyukai pembelajaran tarikh yang diajar oleh pak
Cipto. Jika kedua belah pihak yang melakukan komunikasi sudah
71
merasa nyaman dengan kondisi yang mereka ciptakan, bukan hal yang
sulit untuk mewujudkan kesuksesan pembelajaran untuk bisa meraih
hasil yang maksimal yang mencakup tiga ranah tadi, yakni kognitif,
afektif, dan psikomotorik.
c. Kemampuan guru dalam berkomunikasi dengan orang tua siswa
Pentingnya komunikasi yang digunakan guru terhadap orang
tua/wali siswa sangat berpengaruh pada suatu kegiatan untuk
mendorong dan mengembangkan siswa untuk belajar lebih luas lagi.
Interaksi yang berlangsung antara guru dan orang tua/siswa dalam
peningkatan belajar siswa tentang kemampuan yang dimiliki oleh siswa
sangat diperlukan, karena dengan berkomunikasi dengan orang tua/wali
siswa maka orang tua/wali siswa dapat mengetahui perkembangan
anaknya disekolah.
Dari wawancara dengan guru tarikh di SMP Muhammadiyah itu
mengatakan melakukan komunikasi dengan orang tua/wali siswa pada
saat pengambilan rapor siswa dan pada saat melakukan homevisit.
Dengan demikian terlihat bahwa seorang guru tarikh melakukan
komunikasi dengan orang tua/wali siswa karena dengan menjalin
hubungan yang baik dengan orang tua/wali siswa akan sangat
menunjang keberhasilan belajar siswa, selain itu dapat menumbuhkan
kesadaran bahwa tanggung jawab belajar siswa bukan hanya dari pihak
sekolah akan tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah
dan orang tua siswa.
72
3.
Beradaptasi di lingkungan tempat bertugas atau lingkungan tempat tinggal
Ketika guru itu telah terjun ke dunia pengajaran. Maka akan banyak
masalah yang timbul, baik dari siswa, guru lain, sistem, lingkungan dan
sebagainya. Dan salah satu cara menyelesaikan masalah-masalah itu
adalah dengan meningkatkan tingkat adaptasi seorang guru dengan
lingkungan diluar darinya. Dan hal demikian yang dilakukan oleh guru
tarikh beliau mengatakan sebisa mungkin membangun komunikasi yang
baik dengan lingkungan sekitar sekolah, tetapi bisa dikatakan tidak hanya
guru tarikh saja bahkan guru lainnya juga.
Menurut salah satu warga yang kebetulan beliau juga salah satu
orang tua dari siswa SMP Muhammadiyah mengatakan bahwa pak Cipto
itu orangnya baik, sopan, ramah seperti guru pada umumnya. Menurut
sepengetahuan dia, pak Cipto terkadang ngobrol dengan warga saat jam
istirahat ataupun saat jam kosong. Seperti tak ada sekat diantara pak Cipto
dan warga.
Dengan demikian bisa dikatakan bahwa guru tarikh telah
melaksanakan salah satu indikator kompetensi sosial yakni beradaptasi
dilingkungan tempat bertugas atau lingkungan tempat tinggal karena
berdasarkan analisis peneliti bahwa tak jauh berbeda dengan penilaian
kepala sekolah dan guru, penilaian warga terhadap pak Cipto relatif sama.
B. Analisis Komunikasi antara Guru PAI dengan Siswa
Dari teori-teori dan data yang ada, dilakukan pengolahan data yang
kemudian dilakukan sebuah analisis. Analisis ini dilakukan atas data-data yang
73
diperoleh dari lapangan berdasarkan pendapat yang dikemukakan oleh Dirman
dan Cicih Juarsih dalam buku yang berjudul Komunikasi dengan Peserta didik,
bahwa ada hal-hal yang harus diperhatikan oleh guru dalam berkomunikasi
dengan siswa dan tujuan guru dalam melakukan komunikasi dengan siswa.
Hal-hal yang harus diperhatikan guru dalam berkomunikasi dengan
siswa, antara lain:
1.
Respect
Seorang pendidik/guru harus menghargai setiap peserta didik yang
dihadapinya. Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hukum
pertama dalam berkomunikasi dengan orang lain.2
Berdasarkan hasil wawancara kepada siswa, diketahui bahwa
kebanyakan siswa memberikan penilaian positif terhadap pak Cipto
tentang rasa kepedulian ataupun penghargaan dari pak Cipto terhadap
permasalahan siswa-siswanya diluar jam pelajaran (respect). Kebanyakan
siswa mendapatkan kepedulian dan penghargaan dari pak Cipto. Dari hasil
wawancara yang didapat, para siswa sering mendapat bantuan dari pak
Cipto, baik itu bantuan berupa nasehat, solusi, tenaga, medis, ataupun
bantuan dalam bentuk lainnya. Itu mengindikasikan bahwa rasa respect
pak Cipto terhadap para siswanya itu tinggi.
2.
Empathy
Empathy adalah kemampuan menempatkan diri pada situasi atau
kondisi yang dihadapi orang lain.3
2
Dirman dan Cicih Juarsih, Komunikasi dengan Peserta Didik, (Jakarta: PT. Rineka
Cipta, 2014), hlm. 32.
74
Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa, diketahui bahwa
kebanyakan siswa senang dan nyaman dengan rasa empati pak Cipto
terhadap siswa-siswanya. Ini terbukti dari jawaban dari para siswa yang
pernah dan sering ngobrol dengan pak Cipto yang kebanyakan dari mereka
memberikan tanggapan yang positif atas apa yang pak Cipto lakukan. Pak
Cipto sendiri selalu bisa menempatkan diri sejajar dengan para siswa,
sehingga para siswa nyaman untuk berkomunikasi dengannya. Pak Cipto
bisa menciptakan suasana komunikasi yang nyaman antara guru dan
murid, baik itu saat jam pelajaran maupun diluar jam pelajaran. Ini
mengindikasikan bahwa tingkat empati pak Cipto terhadap siswanya
tinggi.
3.
Audible
Audible artinya dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik.4
Berdasarkan hasil wawancara tersebut, diketahui bahwa kebanyakan
siswa memberikan penilaian positif terhadap pesan yang disampaikan guru
dalam komunikasi pembelajaran itu dapat didengarkan dan mudah
dimengerti (audible). Kebanyakan siswa mengerti dan paham dengan apa
yang disampaikan pak Cipto dalam pembelajaran sehari-harinya. Ini
didukung oleh kemampuan komunikasi yang baik yang dimiliki oleh pak
Cipto. Kebanyakan siswa juga suka dengan pelajaran tarikh yang sudah
tentu akan memudahkan mereka dalam menerima pesan yang disampaikan
oleh guru. Meskipun begitu, ada siswa yang kesulitan mengikuti gaya
3
4
Ibid., hlm 33.
Ibid., hlm 33.
75
mengajarnya pak Cipto dengan alasan beliau terlalu cepat dalam
menyampaikan materi. Ini bukan salah pak Cipto ataupun salah siswanya.
Ini karena lebih didasari keberadaan kita sebagai makhluk yang
mempunyai keterbatasan dan kekurangan dalam hal tertentu.
4.
Clarity
Clarity yakni kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak
menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan.5
Berdasarkan hasil wawancara tersebut, diketahui bahwa kebanyakan
siswa memberikan jawaban yang positif terkait dengan sifat terbuka dan
transparan pak Cipto sehingga pelajaran yang diterima itu tidak
mempunyai penafsiran ganda sehingga menimbulkan rasa percaya
terhadap pak Cipto (clarity). Ini tidak berbeda jauh dengan jawaban siswa
tentang Audible pada poin sebelumnya. Kebanyakan dari mereka paham
dengan pesan yang disampaikan oleh pak Cipto dalam pembelajaran.
Masalah yang dihadapi beberapa siswa juga kurang lebih sama dengan
poin sebelumnya, yakni pak Cipto yang terlalu cepat dalam menyampaikan
pelajaran.
5.
Humble
Dalam berkomunikasi dengan peserta didk, guru perlu menghargai,
mau mendengar, menerima kritik, tidak sombong dan tidak memandang
rendah siswa.6
5
6
Ibid.,hlm. 34.
Ibid., hlm. 34.
76
Berdasarkan hasil wawancara tersebut, diketahui bahwa kebanyakan
siswa memberikan jawaban yang positif juga terkait dengan apakah pak
Cipto memiliki sifat rendah hati dan mau dikritik apa tidak (humble).
Banyaknya respon positif tersebut mengindikasikan bahwa tingkat antusias
siswa tinggi terhadap pelajaran yang diajar pak Cipto. Kebanyakan dari
mereka menyukai gurunya, cara mengajarnya, bagaimana komunikasinya,
bagaimana cara dia memperlakukan siswanya, yang kemudian akan
berdampak pada tingkat antusias siswa terhadap pelajaran yang diampu
oleh guru tersebut.
Adapun mengenai tujuan komunikasi yaitu memberikan informasi,
menolong orang lain, memberikan nasihat kepada orang lain, ataupun
berusaha memotivasi orang lain dalam mencapai tujuan. Menyelesaikan
masalah dan membuat keputusan, karena semakin tinggi kedudukan/status
seseorang maka semakin penting meminta orang lain untuk keahlian teknis
sehingga dalam menyelesaikan masalah/membuat keputusan tersebut
harus ada komunikasi untuk meminta data sebagai bahan pertimbangan.
Berdasarkan hasil wawancara dengan pak Cipto tentang tujuannya
melakukan komunikasi dengan siswa untuk mengetahui masalah siswa,
karena proses transfer ilmu itu kan tidak akan maksimal jika siswanya
sendiri banyak pikiran karena banyak masalah. Jadi sebisa mungkin
berusaha meringankan masalah siswa dengan cara berkomunikasi dan
memberi solusi kepada mereka. Dapat diketahui bahwa tujuan komunikasi
yang guru tarikh lakukan kepada siswa-siswanya itu mempunyai tujuan
77
yang baik dan telah sesuai dengan teori yang ada, seperti memberikan
informasi, sekedar sharing, ataupun memberikan motivasi bagi siswa
bermasalah.
Download