BAHASA INDONESIA DALAM
KARANGAN ILMIAH
MARGARETA ANDRIANI, M.PD.
[email protected]
Bahasa Indonesia yang Benar
Penggunaan bahasa Indonesia yang
benar merupakan syarat mutak dalam
karya tulis ilmiah.
Kriteria yang digunakan untuk melihat
penggunaan bahasa Indonesia yang
benar adalah kaidah bahasa.
Kaidah bahasa meliputi
1.
2.
3.
4.
5.
Tata bunyi (fonologi).
Tata bahasa (kata dan kalimat).
Kosa kata (termasuk istilah).
Ejaan.
Makna.
1. Tata Bunyi
Pelafalan dan bentuk tulis
yang baku
Fajar
Fakir
Motif
Aktif
Variabel
Vitamin
Devaluasi
Zakat
Zebra
izin
Pelafalan dan bentuk tulis
yanng tidak baku
Pajar
Pakir
Motip
Aktip
Pariabel
Pitamin
Depaluasi
Jakat
Sebra
ijin
Kaidah bahasa Indonesia sudah
menerima bunyi /f/, /v/, dan /z/.
kata fajar seharusnya diucapkan dan
dituliskan bunyi /f/, bukan /p/.
Begitu juga dengan kata izin,
seharusnya diucapkan dan dituliskan
dengan menggunakan bunyi /z/,
bukan bunyi /j/.
2. Tata Bahasa (Kata dan kalimat)
2.1 Kata
Kata yang digunakan adalah kata yang baku
Kata Baku bahasa Indonesia adalah kata yang
penulisan kata sesuai dengan kaidah-kaidah
bahasa Indonesia, dalam hal ini adalah EYD.
Kata-kata dalam bahasa Indonesia tidak 100%
berasal dari bahasa Indonesia
Unsur Serapan dari bahasa non-Indonesia
KATA BAKU DAN TIDAK BAKU 2
Berdasarkan integritasnya unsur pinjaman
dalam bahasa Indonesia dibagi atas dua
golongan yaitu sebagai berikut.
1. Unsur yang belum sepenuhnya terserap
dalam bahasa Indoesia. Unsur-unsur ini
dipakai dalam konteks bahasa Indonesia,
tetapi pengucapannya mengikuti pengucapan
asal kata aslinya.
contoh: shuttle cock, reshuffle
Lanjutan
2. Unsur serapan yang pengucapannya
disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia
misalnya: c di muka a, u, dan o berubah jadi k
colonel
kolonel
cubic
kubik
construction
konstruksi
KATA BAKU DAN TIDAK BAKU 3
Kata asal
charisma
biology
frequency
exclusive
discoteque
technique
discriptive
Baku
karisma
biologi
frekuensi
eksklusif
diskotek
teknik
deskriptif
Tidak baku
kharisma
biology
frekwensi
ekklusif
diskotik
tekhnik
deskriptiv
ch di depan a,o, dan konsonan berubah jadi k
logy, logie berubah logi
q menjadi k
xc di depan a, o, u, dan konsonan berubah jadi
ksk
que berubah jadi k
-ic, -ics, -ique, -iek, -ica menjadi -ik, -ika
-ive, -ief menjadi -if
Penyerapan kata non-Indonesia ke
dalam bahasa Indonesia melalui
empat cara.
1. Adopsi
2. Adaptasi
3. Kreasi
4. Terjemahan
Penulisan Kata depan dan Awalan
(di dan ke)
Penulisan Kata depan dan Awalan
(di dan ke) 2
Mengapa Salah ?
Kesalahan sering terjadi karena
ketidakmampuan membedakan
kata depan dengan awalan.
Penulisan Kata depan dan Awalan
(di dan ke) 2
Bentuk di
Sebagai
imbuhan
di-
Sebagai
kata depan
Penulisan Bentuk di
Sebagai kata depan
a. di, ditulis terpisah dari
unsur yang
mengikutinya
b. menyatakan makna
'tempat‘
c. di- dapat digantikan
oleh ke- dan darid. menjadi jawaban
pertanyaan di mana
Sebagai Imbuhan
a.di- ditulis
serangkai dari
unsur yang
mengikutinya
b.merupakan kata
kerja
c.berpasangan
dengan awalan me-
Contoh penulisan di
Sebagai kata depan
a. di + depan
di depan bukan
didepan
b. di + rumah
di rumah bukan
dirumah
c. di + utara
di utara bukan
diutara
Sebagai awalan
a. di + pukul
dipukul bukan
di pukul
b. di + remas
diremas bukan
di remas
c. di + cium
dicium bukan
di cium
2.2 Kalimat Efektif
a. Pengertian
Kalimat efektif adalah kalimat yang
dapat mengungkapkan informasi
secara tepat dan jelas sehingga
informasi tersebut dapat dipahami
secara tepat.
b. Kriteria Kalimat Efektif
1. Kesatuan gagasan
2. Kepaduan unsur
3. Kepararelan bentuk
4. Kehematan kata
5. Kelogisan bahasa.
1. Kesatuan Gagasan
Hanya memiliki satu ide pokok.
Ide pokok yang banyak akan mengaburkan
makna kalimat.
Contoh
1. Berdasarkan agenda sekretaris manajer
personalia akan memberi pengarahan
kepada pegawai baru. (tidak jelas siapa
yang memberi pengarahan).
2. Kepaduan Unsur
Hubungan yang padu antara unsur-unsur
pembentuk kalimat
1. Kepada setiap pengendara mobil di kota
Palembang harus memiliki surat izin
mengemudi. (tidak memiliki
subjek/subjek tidak jelas)
2. Saya punya rumah baru saja diperbaiki.
(struktur tidak benar/rancu).
3. Kepararelan Bentuk
Terdapatnya unsur-unsur yang sama
derajatnya, sama polanya atau susunan
kata dan frasa yang dipakai di dalam
kalimat.
1. Kegiatan di perpustakaan meliputi
pembelian buku, membuat katalog, dan
buku-buku diberi label.
2. Kakakmu menjadi dosen atau sebagai
pengusaha?
4. Kehematan Kata
Menghindari pemakaian kata, frasa, atau
unsur lain yang tidak perlu. Tidak memakai
kata-kata yang mubazir, tidak mengulang kata,
dan tidak menjamakkan kata yang memak
sudah jamak.
1. Saya melihatnya dengan mata kepala saya
sendiri bahwa mahasiswa itu belajar seharian
dari pagi sampai petang.
Lanjutan
• Agar supaya Anda dapat
memperoleh nilai ujian yang
memuaskan, Anda harus belajar
(lah)sebaik-baiknya.
5. Kelogisan Bahasa
Ide kalimat itu dapat diterima oleh akal
sehat.
1. Dengan mengucapkan syukur kepada
Tuhan, selesailah makalah ini tepat
waktunya.
2. Kepada Ibu Dekan, waktu dan tempat
kami persilakan.
Download

bahasa indonesia dalam karangan ilmiah - Bina Darma e