UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PENDIDIKAN

advertisement
Jurnal Pendidikan Dasar, 3 (2), Desember 2015
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN (PKN) DENGAN MEDIA CHARTA DI
KELAS IV SEKOLAH DASAR
1
Epayanti 1, Andi Usman 2, Deki Wibowo 3
Mahasiswa Lulusan Program Studi PGSD Tahun 2014
2
Dosen Universitas Tanjungpura
3
Dosen STKIP Melawi
Abstract: This research highlights the problem of applying Charta Media
to improve students' concept understanding on the material of government
system in fourth grade at Public Elementary School 02
MenukungAcademic Year 2012/2013. The type of research used was
Classroom Action Research. The subjects of the study are the fourth grade
students of Public Elementary School 02 Menukung in the even semester
of the Academic Year 2012/2013 Sub District Menukung, Melawi
Regency, which amounted to 22 people, consisting of 9 women and 13
men. Data collection techniques were conducted using observation and
test techniques. The average test scores achieved by students on the pre
cycle is 55.45, while on the first cycle it reached 65.45 and achieved
78.18 on the second cycle. To conclude, the student learning result
showed an increase from cycle I to cycle II. The implementation of RPP
on cycle I with average percentage of implementation that includes 3
activities (preliminary, core, closing) is equal to 68,42%. The details are
preliminary activity of 68.75%, and the core of 66.67% while
theclosingof 75.00%. This figure increased on cycle II, with the average
percentage of learning implementation rose to 80.55%, with details of
75.00% in preliminary activities, 80.00% in core and 100.00% inclosing.
Keywords: conceptual understanding, media charta
Abstrak: Penelitian ini menyoroti masalah penerapan media charta untuk
meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi sistem pemerintahan
di kelas IV SDN 02 Menukung Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis
penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah
siswa kelas IV SDN 02 Menukung semester genap Tahun Pelajaran
2012/2013 Kecamatan Menukung Kabupaten Melawi, yang berjumlah 22
orang, terdiri 9 perempuan dan 13 laki-laki. Teknik pengumpulan data
dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan tes. Rata-rata skor
tes yang diperoleh siswa pada pra siklus sebesar 55,45, siklus I sebesar
65,45 sedangkan pada siklus II sebesar 78,18. Ini berarti dari siklus I ke
siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Keterlaksanaan RPP
pada siklus I rata-rata persentase pelaksaanaan yang meliputi 3 kegiatan
(pendahuluan, inti, penutup) adalah sebesar 68,42%. Rinciannya adalah
186 | p - I S S N : 2 2 5 2 - 8 1 5 6 , e - I S S N : 2 5 7 9 - 3 9 9 3
Jurnal Pendidikan Dasar, 3 (2), Desember 2015
kegiatan pendahuluan terlaksana sebesar 68,75%, inti 66,67% dan
penutup 75,00%. Angka ini meningkat pada siklus II, rata-rata persentase
pelaksanaan pembelajaran naik menjadi 80,55%, dengan rincian kegiatan
pendahuluan 75,00%, inti 80,00% dan penutup 100,00%.
Kata kunci: pemahaman konsep, media charta
Selama kurang lebih 3 tahun mengajar
menunjukkan
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di
konseptual
SDN
Kabupaten
proses belajar bermakna dan efektif.
Melawi, diperoleh informasi siswa
Kaitan konseptual materi yang sedang
kurang
memahami konsep Sistem
dipelajari dengan sisi bidang kajian
Pemerintahan. Kurangnya pemahaman
PKn yang relevan akan membentuk
akan konsep tersebut tergambar dalam
skema kognitif, afektif dan psikomotor
perilaku
sehingga anak memperoleh keutuhan
02
Menukung
siswa
yang
tidak
dapat
memberikan tanggapan yang sesuai
kaitan
unsur-unsur
sehingga
menjadikan
dan kebulatan pengetahuan.
atas pelajaran yang telah di sampaikan
Uraian yang dijelaskan di atas
oleh guru, tidak memberikan jawaban
kemudian sebagai dasar penulis untuk
yang sesuai dengan permintaan soal,
melakukan
siswa
sebelumnya berhasil mengidentifikasi
kurang
pengetahuan
siswa
sistematis
prosedural
belum
mampu
dalam
masalah yang ada yaitu:
mencapai
1. Pemahaman konsep materi sistem
mengikuti pelajaran lanjutan, serta
tidak
pemerintahan rendah.
2. Siswa
kurang
aktif.
sehingga
mengaitkan
ketidakmampuannya dianggap hal
beberapa konsep untuk mendukung
yang biasa, dengan begitu tuntutan
kesimpulan yang sahih.
kompetensi
Dalam
pemahaman
mampu
setelah
sehingga
kompetensi yang dipersyaratkan untuk
siswa
penelitian
usaha
meningkatkan
konsep
Sistem
tidak
tercapai
dan
prestasi belajar yang dicapai rendah.
3. Kurang mampunya guru dalam
Pemerintahan pada mata pelajaran
menerapkan
PKn, cara yang ditempuh guru dalam
bervariasi
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini
media,
adalah
melakukan eksplorasi dalam rangka
menyajikan
berbantuan
penggunaan
media
pembelajaran
charta.
media
pembelajaran
dengan
sehingga
menggunakan
siswa
kurang
Melalui
menemukan konsep sendiri melalui
charta/bagan
observasi dengan daya nalar, daya
diperoleh pengalaman belajar yang
berfikir dan kreatifitas.
187 | p - I S S N : 2 2 5 2 - 8 1 5 6 , e - I S S N : 2 5 7 9 - 3 9 9 3
Jurnal Pendidikan Dasar, 3 (2), Desember 2015
Tinjauan Teori
beragam. Demokrasi Barat di Eropa
1. Hakikat Pemahaman Konsep
Barat dan Amerika Serikat akan
Schwab
(1962:
12-14)
jauh berbeda jika dibandingkan
bahwa
konsep
dengan demokrasi di Cuba atau
abstraksi,
suatu
RRC. Walaupun berbeda dalam
konstruksi terbentuk dari kesan,
penerapannya tetapi hal tersebut
tanggapan
pengalaman-
sama-sama disebut demokrai karena
pengalaman kompleks. Pendapat
memiliki persamaan sebagai ciri
Schwab tersebut sejalan dengan
esensialnya, yaitu “kekuasaan ada
pendapat Banks (1977: 85) yang
di tangan rakyat”.
menyatakan bahwa “A concept is an
Menurut
mengemukakan
merupakan
dan
Kagan
(dalam
abstract word or phrase that is
Fraenkel, 1980:99-100), ada empat
useful
or
kualifikasi yang dapat diterapkan
categorizing a group of things,
untuk menguji apakah suatu konsep
ideas, or events” yang bermakna
telah
“Konsep adalah sebuah abstraksi
Keempat
bisa berupa ungkapan atau frase
adalah:
yang
(degree of abstraction) dari konsep
for
classifying
berfungsi
mengelompokkan
untuk
atau
memenuhi
persyaratan.
kualifikasi
(1)
tersebut;
tingkat
(2)
tersebut
keabstrakan
kompleksitas
mengkategorikan sebuah grup, ide,
(complexity);
atau peristiwa.”
(differentiation); dan (4) pemusatan
Dengan demikian, pengertian
konsep menunjuk suatu abstraksi,
penggambaran dari sesuatu baik
yang
konkret
maupun
abstrak
(3)
pembedaan
dimensi (centrality of dimensions).
2. Media Charta
Banyak pilihan media yang
dapat dikelola oleh para pengajar
(tampak atau tidak tampak) atau
PKn
diantaranya
dapat juga berbentuk pengertian/
charta/bagan. Media charta/bagan
definisi ataupun gambaran mental,
dapat dibuat sendiri sesuai dengan
atribut esensial dari suatu kategori
kemampuan
yang memiliki ciri-ciri sensial yang
Charta
relatif sama. Sebagai contoh konsep
dengan tata cara pembuatannya.
“demokrasi”. Jika dilihat dari jenis
Pada anak sekolah tingkat dasar dan
dan bentuknya demokrasi itu sangat
menengah
dapat
188 | p - I S S N : 2 2 5 2 - 8 1 5 6 , e - I S S N : 2 5 7 9 - 3 9 9 3
dan
adalah
media
kebutuhannya.
dirancang
gabungan
sesuai
antara
Jurnal Pendidikan Dasar, 3 (2), Desember 2015
peragaan dan penjelasan dari suatu
charta/bagan adalah sangat baik.
Bentuk
digunakan
diagram
banyak
pengajar
untuk
b. Chart garis waktu (time line
chart)
Menggambarkan
kronologis
hubungan
antar
beberapa
menunjukkan garis peristiwa suatu
peristiwa.
pembagian
kuda ---------- Mobil ------------
waktu,
semacam
periodisasi yang sederhana. Akan
Pesawat---------Roket—>
tetapi sukar untuk diterapkan pada
1700
berbagai topik bahasannya. Sebab
1900
lini waktu akan sangat berbeda dari
1800
2000
c. Chart Klasifikasi
satu peristiwa dengan peristiwa
Hampir
yang
Organisasi,
tetapi
chart
sederhana adalah berupa garis lurus
digunakan
untuk
klasifikasi
yang dibagi sesuai dengan waktu
objek atau kejadian.
lain.
Lini
waktu
yang
dan peristiwa yang diminta.
sama
dengan
Chart
ini
d. Chart Aliran (Flowchart)
Dalam sebuah charta dapat
Menunjukkan
sebuah
digambarkan tentang silsilah suatu
prosedur,
tokoh atau alur waktu suatu periode
prosedur penyusunan UU, proses
pemerintahan
pemilihan umum.
dan
suatu
“flow
chart” untuk memberikan petunjuk
suatu
alur
organisasi
proses.
sekuen,
Misal
:
e. Chart Tabulasi (Tabular Chart)
suatu
Menjelaskan informasi angka,
pernerintahan yang pernah berlaku.
data. Misalnya : hasil pemilu
Charta
tahun 2004.
adalah
gambar
menginformasikan
hubungan,
misalnya
kronologis,
hierakhi.
Charta/bagan
dibedakan
yang
menjadi
jumlah,
3. Pendidikan
(PKn) di Sekolah Dasar (SD)
dapat
beberapa
Kewarganegaraan
Pendidikan
atau
disingkat
kajian
Kewarganegaraan
PKn
kelompok:
bidang
a. Chart Organisasi
multifaset yang bidang keilmuannya
Menjelaskan hubungan dalam
bersifat
organisasi.
multidisipliner
Misalnya
organisasi
Desa/Kelurahan.
bagan
Pemerintahan
yang
merupakan
bersifat
interdisipliner,
bahkan
multidimensional. Namun, menurut
seorang ahli ilmu politik yang
189 | p - I S S N : 2 2 5 2 - 8 1 5 6 , e - I S S N : 2 5 7 9 - 3 9 9 3
Jurnal Pendidikan Dasar, 3 (2), Desember 2015
bernama Chreshore (1886 : 23),
memiliki
secara filsafat keilmuan ia berasal
struktural
dari ilmu politik khususnya dari
menurut Center for Civic Education
konsep “political democracy” untuk
(1998) di Amerika Serikat diikat
aspek “duties and rights of citizen”.
oleh konsepsi kebajikan dan budaya
Ontology pokok inilah berkembang
kewarganegaraan (civic virtue and
konsep
culture)
“Civics”,
yang
secara
saling
dan
pengetahuan
“civicus” yang artinya warga negara
(civic
pada jaman Yunani kuno, yang
kewarganegaraan
kemudian diakui secara akademis
disposition),
sebagai
kewarganegaraan
“civic
kepercayaan
Indonesia
(civic
“pendidikan
menjadi
kewarganegaraan”
(PKn).
menurut Barr, Barrt, dan Shermis
keilmuan
merupakan
watak
(civic
keterampilan
(civic
skills),
kewarganegaraan
confidence),
komitmen
kewarganegaraan
(civic
dan
kompetensi
kewarganegaraan
(civic
competence).
(1978 : 86), PKn sebagai suatu
bidang
mencakup
kewarganegaraan
commitment),
Sudut pandang epistemologis,
yang
knowledge),
education”, yang selanjutnya di
diadaptasi
fungsional
yang
harfiah diambil dari bahasa Latin
embrionya
keterkaitan
Sebagai
mata
pelajaran
di
Sekolah Dasar, PKn mempunyai
pengembangan dari salah satu dari
misi
lima tradisi “social studies” yakni
Pancasila
“citizenship transmission”. Saat ini
untuk warga negara muda usia
tradisi itu sudah berkembang pesat
SD/MI.
menjadi suatu “body of knowledge”
pelajaran ini berangkat dari nilai-
yang
nilai
dikenal
dan
paradigma
memiliki
sistemik
yang
sebagai
pendidikan
dan
nilai
kewarganegaraan
Secara ontologis,
Pancasila
dan
kewarganegaraan.
mata
konsepsi
Secara
didalamnya terdapat tiga domain
epistemologis, mata pelajaran ini
“citizenship
merupakan program pengembangan
education”
domain
akademis,
kurikuler,
dan
kultural”
domain
yakni:
domain
sosial
(Winataputra:2001).
Ketiga domain itu satu sama lain
individu
secara
sistematis,
dan
secara aksiologis mata pelajaran ini
bertujuan
peserta
untuk
didik
190 | p - I S S N : 2 2 5 2 - 8 1 5 6 , e - I S S N : 2 5 7 9 - 3 9 9 3
pendewasaan
sebagai
anggota
Jurnal Pendidikan Dasar, 3 (2), Desember 2015
masyarakat,
warga negara,
dan
b. Pemerintah
adalah
kekuasaan
komponen bangsa Indonesia yang
yang memerintah suatu wilayah,
memiliki karakter.
daerah, atau, Negara.
Oleh karena itu, karakteristik
kurikulum
PKn
yang
perlu
dikembangkan dalam Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
c. Pemerintahan adalah perbuatan,
cara,
hal,
urusan
dalam
memerintah.
Dalam
arti
yang
hendaknya untuk mencapai target
pemerintahan
hingga terjadinya artikulasi proses
memerintah yang dilakukan oleh
“belajar tentang, melalui proses,
badan-badan legislatif, eksekutif,
dan untuk menumbuhkan demokrasi
dan yudikatif di suatu negara dalam
konstitusional
rangka
Indonesia
sesuai
adalah
luas,
perbuatan
mencapai
tujuan
dengan UUD NKRI 1945”, yang
penyelenggaraan negara. Dalam arti
secara konseptual diadaptasi dari
yang sempit, pemerintahan adalah
konsep “learning about, through,
perbuatan
and for democracy” (CIVITAS:
dilakukan oleh badan eksekutif
1996,
beserta jajarannya dalam rangka
2001;
Kerr:
1996;
Winataputra, 2001).
sistem
yang
mencapai tujuan penyelenggaraan
4. Konsep Sistem Pemerintahan
Istilah
memerintah
negara.
pemerintahan
Kekuasaan dalam suatu negara
berasal dari gabungan dua kata
menurut
sistem dan
Kata
diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu
sistem merupakan terjemahan dari
Kekuasaan Eksekutif yang berarti
kata system (bahasa Inggris) yang
kekuasaan
berarti susunan, tatanan, jaringan,
undang
atau cara. Sedangkan Pemerintahan
menjalankan
berasal dari kata pemerintah, dan
Kekuasaan Legislatif yang berati
yang berasal dari kata perintah.
kekuasaan
kata-kata itu berarti:
undang; Dan Kekuasaan Yudikatif
a. Perintah adalah perkataan yang
yang berati kekuasaan mengadili
bermakna menyuruh melakukan
terhadap pelanggaran atas undang-
sesuatu.
undang.
pemerintahan.
Montesquieu
menjalankan
atau
undangkekuasaan
pemerintahan;
membentuk
191 | p - I S S N : 2 2 5 2 - 8 1 5 6 , e - I S S N : 2 5 7 9 - 3 9 9 3
undang-
Jurnal Pendidikan Dasar, 3 (2), Desember 2015
Jadi yang dimaksud dengan
dilaksanakan pada semester genap
sistem pemerintahan Negara adalah
pada Bulan Januari sampai Februari
menggambarkan adanya lembaga-
Tahun Pelajaran 2012/2013. Tempat
lembaga negara, hubungan antar
penelitian adalah SDN 02 Menukung
lembaga negara, dan bekerjanya
Kecamatan Menukung Kabupaten
lembaga negara dalam mencapai
Melawi.
tujuan pemerintahan negara yang
1. Siklus pertama; 19 dan 21 Januari
bersangkutan.
2013
a. Perencanaan
METODE PENELITIAN
Subjek dalam penelitian ini adalah
Sebelum
melaksanakan
siswa kelas IV SDN 02 Menukung
tindakan, peneliti terlebih dahulu
Kabupaten Melawi pada semester
menyusun silabus, RPP, media
genap tahun pelajaran 2012/2013.
charta,
Subjek berjumlah 22 orang, terdiri 9
proses pembelajaran dan lembar
perempuan dan 13 laki-laki.
soal tes.
Objek penelitian dibedakan atas
lembar
pengamatan
b. Tindakan
dua macam, yaitu: 1) objek yang
Guru membuka pembelajar-
mencerminkan proses yaitu penerapan
an
media
proses
berdoa bersama dan dilanjutkan
pembelajaran IPA; dan 2) objek yang
dengan presensi. Berlanjut pada
mencerminkan
fase apersepsi dan motivasi, guru
charta
dalam
produk
adalah
dengan
mengajak
pemahaman konsep siswa tentang
memberikan
Sistem
akan
pemerintahan dengan ilustrasi
ditingkatkan melalui penerapan media
cerita mengenai sebuah keluarga
charta.
yang terdiri dari ayah, ibu dan
Pemerintahan
yang
Model PTK yang ditampilkan
anak
analogi
siswa
dimana
sistem
setiap
orang
dan
fungsi
disini adalah model Kemmis dan Mc.
memiliki
peran
Taggart (Arikunto, 2002:16) dengan
tertentu
dalam
4 tahapan yaitu: 1) perencanaan
kemajuan
tindakan (planning); 2) pelaksanaan
keluarga tersebut. Peran ayah
tindakan (action); 3) pengamatan
dianalogikan
(observation);
Kepala Negara dan Ibu serta
(reflection).
dan
4)
Penelitian
refleksi
ini
anak
dan
mendukung
kesejahteraan
sebagai
dianalogikan
192 | p - I S S N : 2 2 5 2 - 8 1 5 6 , e - I S S N : 2 5 7 9 - 3 9 9 3
peran
sebagai
Jurnal Pendidikan Dasar, 3 (2), Desember 2015
perangkat
yang
pemerintahan.
membantu
Guru
keefektifan
perencanaan,
juga
pelaksanaan,
dan
pembelajaran ketika diterapkan.
tujuan pembelajaran pada hari
Evaluasi proses, pada saat siswa
itu.
menggunakan charta. Evaluasi
menyampaikan
indikator
Pada kegiatan inti, dimulai
dengan
fase
eksplorasi
guru
menggali gagasan siswa melalui
tertulis,
mengidentifikasi
komponen-komponen
pemerintahan
pada
evaluasi
saat
siswa
mengerjakan lembar tes.
d. Refleksi
diskusi kelompok dan bersamasama
dan
Refleksi adalah mengingat
dan merenungkan kembali apa
yang telah dilaksanakan selama
dan
alur
berlangsungnya proses belajar
pemerintahan. Mengajak siswa
mengajar
untuk
lembaga-
berbagai
(lembaga
diperlukan, yang dapat dijadikan
menyebutkan
lembaga
Negara
legislatif,
eksekutif,
dan
untuk
mengetahui
masukan
pedoman
untuk
yang
melakukan
yudikatif). Setelah masuk pada
perbaikan ke arah yang lebih
fase elaborasi, siswa diminta
baik
duduk dalam kelompok yang
berbagai
sudah dibentuk sebelumnya dan
dirasakan dalam proses belajar
mengerjakan
mengajar sebelumnya.
diskusi
LKS.
masuk
Seusai
ke
konfirmasi,
fase
dengan
mengetahui
permasalahan
yang
2. Siklus kedua; 11 Februari 2013
perwakilan
a. Perencanaan
kelompok diminta menyajikan
Sebelum
melaksanakan
hasil diskusinya di depan kelas,
tindakan, peneliti terlebih dahulu
sementara
menyusun silabus, RPP, media
siswa
yang
lain
menyimak dan menanggapi.
c. Observasi
lembar
pengamatan
proses pembelajaran dan lembar
Aktivitas
dilakukan
charta,
observasi
ketika
melakukan
soal tes.
peneliti
b. Tindakan
pembelajaran,
Guru
membuka
Observer melakukan observasi
pembelajaran dengan mengajak
untuk melihat
siswa
seberapa jauh
berdoa
193 | p - I S S N : 2 2 5 2 - 8 1 5 6 , e - I S S N : 2 5 7 9 - 3 9 9 3
bersama
dan
Jurnal Pendidikan Dasar, 3 (2), Desember 2015
dilanjutkan
dengan
presensi.
sementara
Berlanjut pada fase apersepsi dan
cerita
foto/gambar
Presiden
kepada
Sebelum
mengakhiri
pembelajaran, guru membimbing
kerja
siswa untuk menarik kesimpulan.
Menegaskan
bahwa
c. Observasi
dalam
Pengamatan dilakukan pada
Presiden
setiap perubahan perilaku yang
selalu mendapat bantuan seperti
dialami oleh siswa pada saat
dari menteri, sekretaris, juru
proses
bicara
juga
berlangsung. Dan sebagaimana
dan
siklus I, pengamatan dilakukan
tujuan pembelajaran pada hari
pula terhadap proses mengajar
itu.
dengan menggunakan pedoman
setiap
siswa
lain
disertai
kunjungan
SBY.
yang
menyimak dan menanggapi.
motivasi, guru menyampaikan
ilustrasi
siswa
pekerjaannya
dll.
Guru
menyampaikan
indikator
Pada kegiatan inti, dimulai
dengan
fase
eksplorasi
guru
pembelajaran
pengamatan.
d. Refleksi
menggali gagasan siswa melalui
Tujuan refleksi pada siklus
diskusi kelompok dan bersama-
yang kedua ini adalah untuk
sama
mengidentifikasi
mengetahui
komponen-komponen komponen
kemampuan
siswa
dalam
lembaga
memahami
konsep
sistem
siswa
eksekutif.
untuk
Mengajak
menyebutkan
komponen lembaga eksekutif.
Setelah
masuk
pada
peningkatan
pemerintahan.
Deskripsi Hasil Penelitian
fase
Sebelum penelitian tindakan
elaborasi, siswa diminta duduk
kelas
dalam kelompok yang sudah
dilakukan pra siklus, Hal ini bertujuan
dibentuk
untuk mengetahui pemahaman siswa
sebelumnya
mengerjakan
diskusi
LKS.
Seusai
ke
pada
saat
terlebih
pembelajaran
dahulu
sebelum
fase
menggunakan media charta. Pada saat
perwakilan
pra siklus, guru menggunakan metode
kelompok diminta menyajikan
yang biasa digunakan untuk mengajar
hasil diskusinya di depan kelas,
sehari-hari, yaitu metode ceramah, jadi
konfirmasi,
masuk
dan
dilaksanakan,
siswa dalam hal ini hanya mendengarkan
194 | p - I S S N : 2 2 5 2 - 8 1 5 6 , e - I S S N : 2 5 7 9 - 3 9 9 3
Jurnal Pendidikan Dasar, 3 (2), Desember 2015
apa
yang
disampaikan
oleh
guru,
nanti akan dibandingkan dengan hasil
kemudian setelah itu guru memberikan
sesudah menggunakan media charta.
lembar soal yang harus dikerjakan oleh
Berikut disajikan data nilai siswa pra
siswa, hasil dari mengerjakan soal ini
siklus:
Tabel 1. Daftar Nilai Pra Siklus
Inisial
Siswa
1.
DE
2.
IS
3.
DS
4.
WH
5.
JW
6.
JK
7.
AR
8.
SM
9.
TK
10.
AM
11.
ZN
12.
YN
13.
BN
14.
RZ
15.
RS
16.
WN
17.
AR
18.
JI
19.
AD
20.
MR
21.
RT
22.
KR
Jumlah
Rata-rata
Nilai tertinggi
Nilai terendah
No.
Nilai Pra
Siklus
60
60
40
60
60
60
40
60
40
40
60
60
40
40
40
70
70
40
70
70
70
70
1220
55,45
70
40
hasil belajar siswa. Masing-masing
Hasil Tindakan Siklus I
Hasil dari siklus I adalah data
kegiatan belajar mengajar dan data
data kemudian diolah dan disajikan
pada tabel.
Tabel 2. Hasil Observasi Kegiatan Belajar Mengajar Siklus I
No.
1.
2.
3.
Tahapan Pembelajaran
Kegiatan pendahuluan
Kegiatan inti
Kegiatan penutup
Rata-rata
Persentase Keterlaksanaan
Pertemuan 1
Pertemuan 2
Rata-Rata
62,50%
75,00%
68,75%
68,75%
66,67%
65,00%
75,00%
75,00%
75,00%
65,00%
72,22%
68,42%
195 | p - I S S N : 2 2 5 2 - 8 1 5 6 , e - I S S N : 2 5 7 9 - 3 9 9 3
Jurnal Pendidikan Dasar, 3 (2), Desember 2015
Data yang tersaji pada Tabel 4.2.
Perbaikan pembelajaran di kelas
merupakan tabulasi dari data mentah
adalah sebagai upaya meningkatkan
yang ada pada lampiran II dan III.
pemahaman siswa. Oleh sebab itu,
Capaian persentase tertinggi adalah
pada
kegiatan penutup (75,00%), kemudian
pengukuran capaian siswa dengan tes
kegiatan pendahuluan (68,75%) dan
tertulis.
kegiatan
selengkapnya ada di lampiran IV.
inti
dengan
persentase
terendah (66,67%).
akhir
siklus
Data
hasil
dilakukan
tes
tertulis
Olahan dari data tersebut disajikan
pada Tabel 3.
Tabel 3. Daftar Nilai Tes pada Siklus I
Inisial
No.
Siswa
1.
DE
2.
IS
3.
DS
4.
WH
5.
JW
6.
JK
7.
AR
8.
SM
9.
TK
10.
AM
11.
ZN
12.
YN
13.
BN
14.
RZ
15.
RS
16.
WN
17.
AR
18.
JI
19.
AD
20.
MR
21.
RT
22.
KR
Nilai Tertinggi
Nilai Terendah
Jumlah
Rata-rata
Nilai Pra
Siklus
60
60
40
60
60
60
40
60
40
40
60
60
40
40
40
70
70
40
70
70
70
70
70
40
1220
55,45
Nilai Siklus I
Kenaikan Nilai
Keterangan
70
70
50
70
70
70
50
70
50
50
70
70
50
50
50
80
80
50
80
80
80
80
80
50
1440
65,45
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Berdasarkan Tabel 3. diperoleh
siklus. Selisih kenaikan nilai yang
gambaran mengenai hasil belajar siswa
diperoleh tiap individu siswa sebesar
pada akhir siklus I. Sejumlah 100%
10 poin.
siswa (22 orang) dinyatakan hasil
belajarnya
meningkat
jika
Analisis
refleksi
pembelajaran
siklus I adalah sebagai berikut:
dibandingkan dengan nilai tes pra
196 | p - I S S N : 2 2 5 2 - 8 1 5 6 , e - I S S N : 2 5 7 9 - 3 9 9 3
Jurnal Pendidikan Dasar, 3 (2), Desember 2015
1. Suara guru harus bisa lebih keras
5. Hasil analisis aktivitas siswa di
daripada suara gaduh anak-anak,
siklus I adalah aktivitas siswa masih
selain itu interaksi antara guru dan
dalam tahap berkembang. Dengan
siswa
ditingkatkan,
begitu maka peneliti melanjutkan
meskipun masih banyak gangguan
tindakan ke siklus II dengan asumsi
dan hambatan secara garis besar
bahwa
pembelajaran
merubah aktivitas belajar siswa ke
juga
harus
pada
pertemuan
pertama berlangsung dengan lancar.
2. Guru
kurang
memberi
arahan
tentang pembagian tugas tiap siswa
dalam kelompok.
paska
tindakan
akan
tingkatan yang lebih tinggi.
Hasil Tindakan Siklus II
Setelah dilakukan pembelajaran
siklus II kemudian dilakukan evaluasi
3. Guru kurang memberi bimbingan
dan mendapat hasil yaitu adanya
pada saat siswa presentasi hasil
peningkatan jumlah siswa yang dapat
pekerjaannya di depan kelas.
menuntaskan pembelajaran. Masing-
4. Guru kurang
bertanya
mendorong siswa
dan
mengemukakan
masing data kemudian diolah dan
disajikan pada Tabel 4.
pendapat.
Tabel 4. Hasil Observasi Kegiatan Belajar Mengajar Siklus II
No.
1.
2.
3.
Tahapan Pembelajaran
Kegiatan pendahuluan
Kegiatan inti
Kegiatan penutup
Rata-rata
75,00%
80,00%
100,00%
80,55%
Data pada Tabel 4. menyebutkan
bahwa
persentase
langkah
Persentase
kegiatan
Persentase Keterlaksanaan
tiap
keterlaksanaan
kegiatan
tertinggi
penutup
berbeda.
dicapai
(100%),
pada
disusul
dengan kegiatan inti (80,00%) dan
terakhir persentase terendah ada pada
kegiatan pendahuluan (75,00%).
Perbaikan pembelajaran siklus II
juga berhasil meningkatkan nilai tes
hasil
belajar
konsep
Sistem
Pemerintahan siswa. Olahan datanya
disajikan pada Tabel 5.
197 | p - I S S N : 2 2 5 2 - 8 1 5 6 , e - I S S N : 2 5 7 9 - 3 9 9 3
Jurnal Pendidikan Dasar, 3 (2), Desember 2015
Tabel 5. Daftar Nilai Tes pada Siklus II
Inisial
No.
Siswa
1.
DE
2.
IS
3.
DS
4.
WH
5.
JW
6.
JK
7.
AR
8.
SM
9.
TK
10.
AM
11.
ZN
12.
YN
13.
BN
14.
RZ
15.
RS
16.
WN
17.
AR
18.
JI
19.
AD
20.
MR
21.
RT
22.
KR
Nilai Tertinggi
Nilai Terendah
Jumlah
Rata-rata
Nilai
Siklus I
70
70
50
70
70
70
50
70
50
50
70
70
50
50
50
80
80
50
80
80
80
80
80
50
1440
65,45
Nilai Siklus
II
80
80
60
80
80
80
60
90
60
60
80
90
70
60
60
90
100
60
90
90
100
100
100
60
1720
78,18
Berdasarkan Tabel 5. diperoleh
Kenaikan
Nilai
10
10
10
10
10
10
10
20
10
10
10
20
20
10
10
10
20
10
10
10
20
20
1. Siswa
Keterangan
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
menyesuaikan
dengan
gambaran mengenai hasil belajar siswa
kondisi pembelajaran menggunakan
pada
media charta.
akhir
siklus
II.
Persentase
peningkatan hasil belajar sama dengan
2. Siswa menjadi lebih percaya diri
capaian pada siklus I yaitu sejumlah
ketika
100% siswa (22 orang) dinyatakan
berdiskusi dan menarik kesimpulan
hasil
pembelajaran.
belajarnya
meningkat
jika
bertanya,
menjawab,
dibandingkan dengan nilai tes siklus I.
3. Guru banyak memberi kesempatan
Selisih kenaikan nilai yang diperoleh
siswa untuk melakukan peragaan
tiap individu siswa bervariasi dari 10
atau menyusun media charta secara
hingga 20 poin.
mandiri.
Analisis
refleksi
pembelajaran
Siklus II adalah sebagai berikut:
4. Guru memberi bimbingan motivasi,
pujian dan penguatan pada saat
198 | p - I S S N : 2 2 5 2 - 8 1 5 6 , e - I S S N : 2 5 7 9 - 3 9 9 3
Jurnal Pendidikan Dasar, 3 (2), Desember 2015
siswa presentasi hasil pekerjaannya
di depan kelas.
5. Guru
Pada
siklus
II
selain
penggunaan media charta, siswa
menggiring
siswa
menyimpulkan
dalam
pembelajaran,
juga
diberi
kesempatan
untuk
mengamati media berupa gambar-
bermula dari rumusan bahasa siswa
gambar
presiden
ketika
sendiri kemudian disempurnakan
menjalankan tugas kunjungan dan
bersama dengan guru.
tugas-tugas lainnya. Pengayaan dari
Verifikasi Hasil PTK
materi yang sudah dibelajarkan di
1. Hasil Observasi Kegiatan Belajar
kelas
Mengajar Pada Siklus I dan II
adalah
aktivitas
siswa
menentukan dan menyusun charta
Pada siklus I, setelah guru
dengan alur koordinasi serta alur
menyajikan materi pembelajaran di
instruksi yang benar. Pada Siklus II,
kelas, kemudian guru mengarahkan
informasi sudah disediakan di awal
siswa
dan siswa harus mengolah sendiri
menyusun
charta
sesuai
dengan alur yang diminta. Aktivitas
informasi
itu
untuk
kemudian
ini dilakukan siswa dengan maksud
menyelesaikan
suatu
masalah,
agar kemandiriannya terbina dan
dengan begitu keterampilan proses
juga
dan
melatih
kepekaan
dalam
aktivitas
mereka
semakin
berpikir ilmiah (sense of science).
tergali dan terlatih. Maka dari itu
Media charta, sebelumnya sudah
terlihat
disetting oleh guru untuk dapat
proses dan aktivitas yang dimilki
digunakan secara langsung oleh
setiap kelompok dari siklus I dan II
setiap
mengalami peningkatan.
kelompok,
walaupun
demikian hanya beberapa siswa
perbedaan
keterampilan
Data hasil observasi kegiatan
yang menggunakan media tersebut
belajar
mengajar
dengan baik dan benar.
siklus
setelah
masing-masing
ditabulasi
maka
disajikan dalam Tabel 6. berikut.
Tabel 6. Hasil Observasi Kegiatan Belajar Mengajar pada Siklus I dan II
No.
1.
2.
3.
Tahapan Pembelajaran
Kegiatan pendahuluan
Kegiatan inti
Kegiatan penutup
Rata-Rata
Persentase Keterlaksanaan
Siklus I
Siklus II
68,75%
75,00%
66,67%
80,00%
75,00%
100,00%
68,42%
80,55%
199 | p - I S S N : 2 2 5 2 - 8 1 5 6 , e - I S S N : 2 5 7 9 - 3 9 9 3
Jurnal Pendidikan Dasar, 3 (2), Desember 2015
2. Analisis Tes Hasil Belajar Pada
diakhiri pada setiap siklusnya siswa
Siklus I dan II
diberikan tes hasil belajar. Berikut
Fokus penelitian ini adalah
disajikan data hasil siklus setelah
peningkatan hasil belajar. Oleh
pembelajaran siklus I dan II:
sebab itu sebelum pembelajaran
Tabel 7. Rekapitulasi Peningkatan Nilai Siswa
No.
Inisial
Siswa
1.
DE
2.
IS
3.
DS
4.
WH
5.
JW
6.
JK
7.
AR
8.
SM
9.
TK
10.
AM
11.
ZN
12.
YN
13.
BN
14.
RZ
15.
RS
16.
WN
17.
AR
18.
JI
19.
AD
20.
MR
21.
RT
22.
KR
Nilai Tertinggi
Nilai Terendah
Jumlah
Rata-rata
Nilai
Pra
Siklus
60
60
40
60
60
60
40
60
40
40
60
60
40
40
40
70
70
40
70
70
70
70
70
40
1220
55,45
Nilai
Siklus I
Kenaikan
Nilai
Nilai
Siklus II
70
70
50
70
70
70
50
70
50
50
70
70
50
50
50
80
80
50
80
80
80
80
80
50
1440
65,45
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
80
80
60
80
80
80
60
90
60
60
80
90
70
60
60
90
100
60
90
90
100
100
100
60
1720
78,18
Data yang tersaji pada Tabel 7.
siklus
II.
Kenai
kan
Nilai
10
10
10
10
10
10
10
20
10
10
10
20
20
10
10
10
20
10
10
10
20
20
Capaian
Keterang
an
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
yang
juga
menegaskan bahwa hasil belajar
berhasil meningkat adalah nilai
siswa
peningkatan.
tertinggi, pada pra siklus nilai
mengalami
tertinggi 70, siklus I nilai tertinggi
peningkatan adalah capaian rata-
80, dan akhirnya pada siklus II
rata kelas yang semula pada pra
dapat ditingkatkan menjadi 100.
Angka
mengalami
yang
siklus rata-rata 55,45, siklus I
meningkat menjadi 65,45 kemudian
beranjak naik menjadi 78,18 setelah
SIMPULAN
Berdasarkan
tentang
hasil
penggunaan
200 | p - I S S N : 2 2 5 2 - 8 1 5 6 , e - I S S N : 2 5 7 9 - 3 9 9 3
penelitian
media
charta
Jurnal Pendidikan Dasar, 3 (2), Desember 2015
dalam
pembelajaran
Pendidikan
terhadap
pembelajaran
Kewarganegaraan di Kelas IV SDN 02
Kewarganegaraan (PKn).
Menukung
DAFTAR PUSTAKA
Kecamatan
Menukung
Kabupaten Melawi maka pada akhir
penulisan skripsi ini dapat dirumuskan
kesimpulan sebagai berikut:
Kegiatan
belajar
mengajar
menggunakan media charta meningkat
persentase
Siklus
pelaksanaannya.
I,
rata-rata
pelaksaanaan
Pada
persentase
pembelajaran
yang
meliputi 3 kegiatan (pendahuluan, inti,
penutup)
adalah
sebesar
Rinciannya
adalah
pendahuluan
terlaksana
68,42%.
kegiatan
sebesar
Djamarah, S. B.. 1994. Strategi
Pembelajaran.
Surabaya:
Usaha Nasional.
Hamalik, O. 2005. Proses belajar
mengajar. Jakarta: Bumi
Aksara.
Heruman. 2007. Model Pembelajaran
PKn, Bandung : Rosda
Iskandar. 2009. Penelitian Tindakan
Kelas. Jambi: Gaung Persada
Press.
Nana Syaodih Sukmadinata, 2006.
Metode
penelitian
Pendidikan, Jakarta: Rosda.
Rawiko.
68,75%, inti 66,67% dan penutup
75,00%. Angka ini meningkat pada
siklus
II,
pelaksanaan
menjadi
rata-rata
persentase
pembelajaran
80,55%,
dengan
naik
rincian
kegiatan pendahuluan 75,00%, inti
80,00% dan penutup 100,00%.
Rata-rata skor tes yang diperoleh
siswa pada pra siklus sebesar 55,45,
siklus I sebesar 65,45 sedangkan pada
Pendidikan
2010. Metode, strategi
pembelajaran
(online)
tersedia:
http:/vjwiko.
wordpress. com. (tanggal
buka 16 oktober 2011).
Sardiman, A. M. 2006. Interaksi dan
Motivasi Belajar Mengajar.
Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sarni. 2011. Metodologi Pengajaran
Bahasa Indonesia di Sekolah
Dasar.
Jakarta:
Rosda
Jayaputra.
siklus I ke siklus II hasil belajar siswa
Suharsimi, A.. 1999. Prosedur
Penelitian:
Pendekatan
Praktik.
Jakarta:
Bumi
Aksara.
mengalami
Wena,
siklus II sebesar 78,18. Ini berarti dari
demikian
peningkatan.
dapat
dikatakan
Dengan
bahwa
penggunaan media charta berhasil
meningkatkan
pemahaman
siswa
M.
2009.
Strategi
Pembelajaran
Modern,
Inovatif Kontemporen Suatu
Pendekatan
Konseptual
Operasional.
Bandung:
Alfabeta.
201 | p - I S S N : 2 2 5 2 - 8 1 5 6 , e - I S S N : 2 5 7 9 - 3 9 9 3
Download