sistem penguatan dengan sikat (brush excitation system)

advertisement
SISTEM PENGUATAN DENGAN SIKAT (BRUSH EXCITATION SYSTEM)
PADA GENERATOR UNIT 1 PLTU CILACAP
Oleh:
Heri Irawan (L2F 006 049)
Abstrak
Sistem eksitasi adalah sistem mengalirnya pasokan listrik arus searah sebagai penguatan pada generator listrik,
sehingga menghasilkan tenaga listrik dan besar tegangan keluaran bergantung pada besarnya arus eksitasi. Pada sistem
pengaturan modern, eksitasi memegang peranan penting dalam mengendalikan kestabilan suatu pembangkit karena
apabila terjadi fluktuasi beban maka eksitasi sebagai pengendali akan berfungsi mengontrol keluaran generator seperti
tegangan, arus dan faktor daya dengan cara mengatur kembali besaran-besaran input guna mencapai titik keseimbangan
baru.
Bila arus eksitasi naik maka daya reaktif yang disalurkan generator ke sistem akan naik sebaliknya bila turun
maka daya reaktif yang disalurkan akan berkurang. Jika arus eksitasi yang diberikan terlalu kecil, aliran daya reaktif akan
berbalik dari sistem menuju ke generator sehingga generator menyerap daya reaktif dari sistem. Keadaan ini sangat
berbahaya karena akan menyebabkan pemanasan berlebihan pada stator.
GES-3320 ini merupakan jenis sistem eksitasi dengan menggunakan sikat dimana arus eksitasi untuk mengatur
besar kecilnya daya reaktif diperoleh dari sikat.
Kata Kunci : eksitasi, generator, GES-3320
I
1.1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Melihat semakin berkembangnya ilmu
pengetahuan dan teknologi saat ini, tuntutan
terhadap metode pengajaran, pendidikan, dan
materinya juga harus ditingkatkan. Untuk itu,
Universitas Diponegoro Semarang sebagai lembaga
akademis yang berorientasi pada riset dan
teknologi, menetapkan kurikulum yang mampu
mengakomodasi perkembangan yang ada. Bidang
teknik elektro merupakan salah satu bidang yang
terus mengalami perkembangan yang begitu pesat.
Jurusan Teknik Elektro Universitas Diponegoro
yang merupakan pendidik ahli di bidang teknik
elektro, dalam hal ini selalu berusaha menciptakan
kompetensi lulusan yang diharapkan dapat
menghadapi persaingan global, sesuai target yang
telah digariskan dalam kurikulum nasional.
Oleh karena itu proses pengefektifan sumber
daya manusia melalui pendidikan nasional yang
berdayaguna dan berhasil perlu didukung oleh
seluruh lapisan masyarakat, baik itu dari instansi
pemerintah maupun swasta yang mempunyai tujuan
membentuk manusia Indonesia seutuhnya. Salah
satunya usaha PT. Sumber Segara Primadaya (S2P)
PLTU 2 x 300 MW Cilacap melalui penerimaan
mahasiswa
praktek/magang
sebagai
wujud
sumbangsih dalam rangka memasyarakatkan
teknologi industri di Indonesia.
Proses produksi energi listrik di PT. Sumber
Segara Primadaya (S2P) PLTU 2 x 300 MW
Cilacap ini banyak didukung oleh sistem teknologi
modern seperti pada perusahaan-perusahaan modern
lainnya. Salah satunya adalah GES-3320 Type AVR
yang merupakan sistem eksitasi modern yang
digunakan untuk mengatur besar kecilnya arus
eksitasi pada generator sinkron 3 fasa secara
otomatis.
1.2
Tujuan
Tujuan penulisan laporan kerja praktek ini
adalah :
1.
Mengetahui sistem dan lingkungan kerja
industri pembangkitan tenaga listrik di PT.
Sumber Segara Primadaya PLTU 2 x 300
MW Cilacap.
2.
Mengetahui sistem kerja Pembangkit Listrik
Tenaga Uap (PLTU).
3.
Memberikan gambaran yang jelas sistem
penguatan dengan sikat pada (bruseh
excitation) pada generator.
1.3
Pembatasan Masalah
Dalam penyusunan laporan kerja praktek ini,
pembahasan hanya dibatasi pada masalah
pembangkitan, khususnya pada pembahasan tentang
Sistem Penguatan dengan Sikat (Brush Excitation)
pada generator dan tidak membahas sistem control
pada AVR (Automatic Voltage Regulator).
II
PROSES PRODUKSI TENAGA LISTRIK
PLTU 2 X 300 MW CILACAP
Konversi energi adalah perubahan bentuk
dari bentuk energi yang satu ke bentuk energi yang
lain. Dalam perubahan bentuknya selalu ada
perubahan energi yang dikandungnya. Perubahan
energi yang dimaksud dapat berarti menghasilkan
energi atau membutuhkan energi untuk berubah
bentuk.
Konversi energi pada pembangkit termal
terjadi di peralatan/mesin-mesin termal. Dapat
dikatakan mesin-mesin termal bekerja karena
adanya konversi energi/perubahan bentuk energi.
Sumber-sumber energi yang ada di alam ini dapat
dibagi menjadi dua kelompok, yaitu energi yang
dapat diperbaharui (renewable) dan energi yang
tidak dapat diperbaharui (non renewable). Energi
yang tidak dapat diperbaharui ini umumnya
merupakan energi fosil.
Energi yang dapat diperbaharui (renewable)
adalah energi-energi yang tidak penah habis.
Sedangkan energi yang tidak dapat diperbaharui
sekali
pakai
habis,
selanjutnya
harus
menambang/mengeksplorasi lagi. Energi ini tanpa
upaya manusia tidak mungkin ada, jadi harus
dieksplorasi dari perut bumi. Pada kenyataannya,
justru energi yang tidak dapat diperbaharui (non
renewable) inilah yang sekarang banyak dipakai
oleh penduduk dunia.
Pembangkit-pembangkit termal semuanya
menggunakan energi fosil, misalnya : PLTG,
PLTU, PLTGU, dan PLTD. Energi fosil yang
digunakan adalahHSD, gas, Heavy Fuel Oil (HFO),
dan batubara.
Dalam Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU),
energi primer yang dikonversikan menjadi energi
listrik (energi sekunder) adalah bahan bakar. Bahan
bakar yang digunakan dapat berupa batubara
(padat), minyak (cair), atau gas.Ada kalanya PLTU
menggunakan kombinasi beberapa macam bahan
bakar. Berikut tahapan konversi energi pada PLTU
batubara:
1. Konversi energi tingkat pertama yang terjadi
adalah konversi energi primer dari batubara
(energi kimia) menjadi kalor (energi panas).
Hal ini dilakukan melalui proses pembakaran
dalam ruang bakar dari ketel uap PLTU.
2. Konversi energi tingkat kedua, energi panas
kemudian dikonversikan menjadi energi dalam
uap (entalpi) di boiler, melalui proses
perpindahan panas ke dalam air yang ada
dalam pipa ketel untuk menghasilkan uap yang
dikumpulkan dalam drum dari ketel.
3. Energi dalam uap (entalpi) pada drum ketel
selanjutnya dikonversikan menjadi energi
mekanikberupa putaran pada turbin uap.
4.
Terakhir, energi mekanik dari turbin uap
dikonversikan menjadi energi listrik pada
generator.
Secara skematis, proses tersebut di atas
digambarkan oleh gambar di bawah ini :
FURNACE
TURBIN
BOILER BUILDING
GENERATOR
150 kV
TRANSMISSION
LINE
ESP
FLY ASH SILO
BOTTOM ASH
SILO
MAKE UP DEMINERALIZER
COOLING WATER
INLET
WWTP
COOLING WATER
OUTLET
COAL UNLOADER JETTY
PNEUMATIC FLY
ASH TRANSPORT
ASH DISPOSAL AREA
COAL YARD
Gambar 1 Alur proses PLTU
III
SISTEM EKSITASI
Sistem eksitasi adalah sistem mengalirnya
pasokan listrik arus searah sebagai penguatan pada
generator listrik, sehingga menghasilkan tenaga
listrik dan besar tegangan keluaran bergantung pada
besarnya arus eksitasi. Sistem eksitasi pada
generator listrik terdiri dari 2 macam, yaitu:
1.
Sistem
eksitasi
dengan
sikat(brush
excitation)
Sistem eksitasi menggunakan sikat, sumber
tenaga listrik berasal dari sumber listrik yang
berasal dari generator arus searah (DC) atau
generator arus bolak balik (AC) yang disearahkan
terlebih dahulu dengan menggunakan rectifier. Jika
menggunakan sumber listrik yang berasal dari
generator AC atau menggunakan Permanent
Magnet Generator (PMG) medan magnetnya adalah
magnet permanen. Dalam lemari penyearah,
tegangan listrik arus bolak balik diubah ataudi
searahkan menjadi tegangan arus searah untuk
mengontrol kumparan medan exciter utama (main
exciter). Untuk mengalirkan arus eksitasi dari main
eksiter ke rotor generator menggunakan slip ring
dan sikat arang, demikian juga penyaluran arus
yang berasal dari pilot exciter ke main exciter.
Brush
Lilitan Rotor
Lilitan Stator
Rotor Current
Trafo Eksitasi
Rotor Voltage
Static Exciter
Medan Magnet Berputar
Brush
Gambar 2 Sistem eksitasi dengan sikat (Brush
Excitation)
2
digunakan pada komputer kontrol industri. Dalam
kebanyakan
proyek,
sistem
eksitasi
ini
menggunakan eksitasi sumber tegangan dengan
penyearah terkontrol shunt.
2.
Sistem eksitasi tanpa sikat (brushless
excitation)
Penggunaan sikat atau slip ring untuk
menyalurkan arus eksitasi ke rotor generator
mempunyai kelemahan karena besarnya arus yang
mampu dialirkan pada sikat arang relatif kecil.
Untuk mengatasi keterbatasan sikat arang, pada
generator pembangkit menggunakan sistem eksitasi
tanpa menggunakan sikat (brushless excitation).
Keuntungan
sistem
eksitasi
tanpa
menggunakan sikat (brushless excitation), antara
lain adalah:
 Energi yang diperlukan untuk eksitasi
diperoleh dari poros utama (main shaft),
sehingga keandalannya tinggi.
 Biaya perawatan berkurang karena pada
sistem eksitasi tanpa sikat (brushless
excitation) tidak terdapat sikat, komutator
dan slip ring.
 Pada sistemeksitasitanpa sikat (brushless
excitation) tidak terjadi kerusakan isolasi
karena melekatnya debu karbon pada farnish
akibat sikat arang.
 Mengurangi kerusakan (trouble) akibat udara
buruk (bad atmosfere) sebab semua peralatan
ditempatkan pada ruang tertutup.
 Selama operasi tidak diperlukan pengganti
sikat, sehingga meningkatkan keandalan
operasi dapat berlangsung kontinu pada
waktu yang lama.
 Pemutus medan generator (Generator field
breaker), field generator dan bus exciter atau
kabel tidak diperlukan lagi.
 Biaya pondasi berkurang, sebab aluran udara
dan bus exciter atau kabel tidak memerlukan
pondasi.
Trafo
Eksitasi
Start-Up
Field Breaker
SCR
Excitation Transformer
AVR
Excitation Regulator
Gambar 4 Diagram skematik exciter sumber
tegangan menggunakan penyearah terkontrol
shunt
Dalam sistem eksitasi statis ini (eksitasi shunt
atau eksitasi sendiri), tenaga eksitasi diambil dari
terminal generator. Arus medan dari mesin sinkron
mengalir melalui transformator eksitasi, penyearah
tenaga, dan pemutus medan. Transformer eksitasi
berfungsi untuk menyesuaikan tegangan generator
dengan tegangan masukan yang disyaratkan untuk
penyearah tenaga, dan memberikan isolasi elektrik
antara terminal mesin dan kumparan medan.
Tegangan sekunder transformator eksitasi didesain
sedemikian rupasehingga tegangan keluaran
konverter sesuai dengan batas tertinggi tegangan
DC. Untuk membangkitkan eksitasi, peralatan
medan sesaat disuplai dari sumber AC atau suplai
medan sesaat DC. Konverter tenaga (SCR),
dikontrol oleh AVR, dan disuplai oleh
transformator eksitasi yang terhubung ke terminal
generator, suplai secara kontinu dan arus eksitasi
yang masuk ke medan generator melalui pemutus
medan (FCB) besarnya dapat diubah-ubah.
4.2
1.
Penggambaran Fungsi
Struktur sistem
Sistem eksitasi sebagian besar tersusun oleh
lima komponen sebagai berikut:
 Komponen
suplai
tenaga
eksitasi:
transformator eksitasi (TE)
 Komponen Kontrol: automatic voltage
regulator (AVR)
 Komponen tenaga: penyearah tenaga
jembatan(SCR)
 Komponen medan sesaatdan deeksitasi:
lemari pemutus medan (FCB)
Lilitan Stator
Rotor Current
Rotor Voltage
Static Exciter
Bagian Diam
Rotary Exciter
Medan Magnet Berputar
Bagian Berputar
G
~
Bagian Diam
Gambar 3 Sistem eksitasi tanpa sikat (Brushless
Excitation)
IV
4.1
Modul GES-3320
PenggambaranUmumGES-3320
GES-3320 merupakan sistem eksitasi
generator yang regulator-nya termasuk jenis
Integreted Pesonal Computer (IPC) yang banyak
3

Komponen proteksi tegangan lebih: lemari
proteksi (PRC)
2.
Rangkaian utama
Tegangan terminal generator dan daya reaktif
diubah oleh arus eksitasi yang disuplai oleh
penyearah. AVR mengontrol keluaran penyearah.
 Transformator eksitasi(TE)
Dalam sistem eksitasi tipe GES-3320, TE
adalah sumber tenaga eksitasi, dan mengisolasi
peralatan eksitasi dari terminal generator secara
elektrik. Sisi tegangan tinggi dihubungkan dengan
terminal generator dan sisi tegangan rendah
dihubungkan dengan sisi AC penyearah.
Kapasitas dan rasio transformasi ditentukan
menurut karakteristik eksitasi generator. Agar
dapat memenuhi operasi generator yang
disyaratkan.
 Penyearah Tenaga (SCR)
Penyearah tenaga mengubah suplai tenaga
AC yang disalurkan oleh transformator eksitasi ke
suplai tenaga DC dan menyalurkannya ke
rangkaian medan magnet generator. Sesuai dengan
nilai arus medan, beberapa penyearah jembatan
beroperasi secara paralel untuk membagi arus
medan secara bersama. Ketika suatu lengan
tertentu ada gangguan, penyearah jembatandapat
menyediakan arus medan yang stabil untuk
generator. Parameter generator dan tipe SCR
menentukan jumlah jembatanparalel dan arus
keluaran tiap jembatan. Secara umum, ketika satu
jembatan keluar dari operasi, perlengkapan
eksitasi masih dapat memenuhi keluaran nominal
generator. Dalam beberapa proyek, ketika satu
jembatan keluar dari operasi, perlengkapan
eksitasi masih dapat memenuhi gangguan eksitasi
generator.
Penyearah dikontrol oleh AVR. AVR
mengatur keluarannya untuk mngubah arus
eksitasi dan dengan demikian mengatur tegangan
terminal generator dan daya reaktif generator.
Pada penyearah tenaga didalamnya termasuk
komponen berikut:
 Penyearah tenaga jembatan
 Penguat pulsa dan deteksi
 Rangkaian proteksi RC
 Sistem kipas pendingin paksa
 Modul komunikasi serial
 Pemantauan dan indikasi
Diagram
skematik
penyearah
tenaga
ditunjukan sebagai berikut:
QK52
RS51
+
TO FIELD BREAKER
V1
V3
V5
QK51
T51
T52
T53
U
V
W
TO EXITATION
SOURCE
V4
V6
V2
Gambar 6 Diagram skematik penyearah terkontrol
penuh 3 fase
Elemen V1-V6 adalah SCR. Tidak ada
banyak elemen secara seri atau secara paralel agar
supaya mengurangi gangguan. Rangkaian proteksi
RC yang dihubungkan pada kedua sisi dari tiap
SCR dapat menyerap tegangan lebih komutasi dan
tegangan puncak. Sebuah fuse kecepatan tinggi
dihubungkan dengan tiap SCR secara seri agar
seupaya melindungi elemen SCR. Tiga tranduser
(T51-T53) ditempatkan pada sisi tenaga AC.
Sinyal yang berasal dari tranduser-tranduser ini
akan digunakan untuk mendeteksi keadaan
konduksi dari SCR.
 Pemutus rangkaian medan (FCB)
FCB terletak antara kumparan medan dan
penyearah jembatan. Keluaran DC dari penyearah
jembatan mengalir ke kumparan medan generator.
Itu merupakan bagian penting rangkaian
deeksitasi. Dibawah kondisi genting, itu dapat
dipisahkan secara cepat dan mentransfer energi
medan ke resistor pelepasan untuk menjamin
keamanan generator.
3.
Automatic Voltage Regulator (AVR)
AVR tipe GES-3320 terletak di bagian dalam
lemari pengatur. AVR berfungsi untuk pengaturan
sinyal, kontrol dan kalkulasi, dan keluaran sinyal.
Komputer menampung semua jenis simulasi dan
nilai switching, kemudian menghitung dan
melatihsemua jenis simulasi dan nilai switching
untuk mengontrol keluaran SCR dan untuk
mengatur sistem eksitasi.
AVR seri GES-3320 merupakan jenis channe
lganda struktur bertingkat. Ada dua set hardware
4

terpisah secara paralel yang dihubungkan satu sama
lain dan juga bekerja secara bebas. Dua channel
bekerja secara paralel dan menjadi warm standby
satu sama lain. Kedua channel dapat mendiagnosis
sendiri dan mendiagnosis satu sama lain,
menindaklanjuti, berkomunikasi, dan berpindah satu
sama lain.
4.
Perintah kontrol
Bagian ini memperkenalkan perintah kontrol
jarak jauh (dari pusat kontrol) sistem eksitasi.
a.
Ekcitation on
Ketika perintah Exc. ONditerima, sistem
eksitasi akan berusaha menaikan arus medan secara
otomatis, sampai titik yang disyaratkan. Regulator
akan melaksanakan langkah berikut secara
berurutan:
 Menghidupkan kipas pendingin dalam lemari
penyearah
 Memancarkan pulsa pemicuan
 Menghidupkan rangkaian medan sesaat (field
flashing)
 Menaikan secara otomatis tegangan ke titik
preset
b.
Ekcitation off
Ketika perintah ekcitation off diterima,
regulator akan melaksanakan program pelepasan
medan. Pelepasan balik akan digunakan untuk
kondisi normal. Pemutus medan ditambah resistor
pelepasan akan melepas (membuang) energi yang
tersimpan di dalam kumparan medan.
c.
Operasi pemutus medan
Itu termasuk perintah Field Breaker On dan
Field Breaker Trip.
d.
Penyetelan modepengaturan
AVR dapat bekerja dalam 4 mode
pengaturan: mode tegangan terminal konstan (auto
mode), mode arus medan konstan (manual mode),
mode daya reaktif konstan, dan mode faktor daya
konstan. Keadaan normal (default setting) adalah
mode tegangan terminal konstan (auto mode).
Secara prinsip, empat mode pengaturan dapat
mengalami perubahan selama operasi. Ketika mode
regulasi diubah, tegangan terminal dan daya reaktif
tidak berfluktuasi dengan jelas. Tapi kasus berikut
merupakan perkecualian:
 Ketika suatu gangguan terjadi dibawah mode
tegangan terminal konstan, mode pengaturan
akan berubah ke mode arus medan konstan.
Sebelum gangguna di-reset, perubahan dari
mode arus medan konstan ketiga mode lainnya
tidak diperbolehkan.
Ketika generator beroperasi dalam kondisi
tidak berbeban, perubahan dari mode tegangan
terminal konstan atau mode arus medan
konstan ke mode daya reaktif konstan atau
mode faktor daya konstan tidak diperbolehkan.
Selama pemutus generator utama menutup (on
line), perubahan ini tidak diperbolehkan.
Catatan: mode arus medan konstan (manual
mode) hanya mengatur arus medan, dan
dibawah mode ini sebagian besar fungsi
pembatas tidak aktif. Oleh karena itu, ketika
pengaturan disetel ke mode arus medan
konstan (manual mode), operator seharusnya
memantau mesin dengan teliti.
e. Set point rise/Set point lower
Perintah set point riseatau set point lowerdapat
menaikan atau menurunkan nilai titik kerja.
Dibawah mode tegangan terminal konstan,
perintah set point rise atau set point lower akan
mengubah nilai titik kerja dari tegangan terminal
generator. Dibawah kondisi generator tidak
berbeban, operasi ini akan mengubah tegangan
terminal. Dibawah kondisi generator berbeban,
operasi ini akan mengubah daya reaktif. Ketika
suatu fungsi pembatas aktif, perintah set point
riseatau set point lower tidak akan efektif.
Dibawah mode daya reaktif konstan dan mode
faktor daya konstan, perintah set point riseatau set
point lower akan mengubah daya reaktif dan faktor
daya.
Dibawah mode arus medan konstan, perintah
set point riseatau set point lower akan mengubah
nilai titik kerja arus medan. Dibawah kondisi
generator tidak berbeban, operasi ini akan
mengubah tegangan terminal. Dibawah kondisi
generator berbeban, operasi ini akan mengubah
daya reaktif.
Catatan:mode arus medan konstan konstan
(manual mode) hanya mengatur arus medan, dan
dibawah mode ini sebagian besar fungsi pembatas
tidak aktif. Itu tidak aman untuk bekerja dibawah
manual mode untuk waktu yang lama.
Ketika nilai titik kerja mencapai maksimum
atau minimum, perintah set point rise atau set point
lower tidak akan efektif.
V
5.1
PENUTUP
Kesimpulan
Dari uraian tersebut diatas dapat diambil
beberapa kesimpulan diantaranya:
1.
Energi eksitasi generator didapat dari poros
utama sehingga keandalannya tinggi.
5
2.
3.
4.
5.2
1.
2.
[10]
Saran
Sistem eksitasi dapat digantikan dengan
menggunakan sistem eksitasi tanpa sikat
(brushless excitation) yang tentunya akan
meningkatkan keandalan sistem secara
keseluruhan.
Pada sistem eksitasi dengan sikat maka
perawatan sikat harus menjadi perhatian
utama demi menjaga kontinuitas pasokan
energi listrik yang stabil.
Heri Irawan
Putra
kelahiran
Bogor,
menyelesaikan pendidikan dasar
hingga menengah di Bogor. Saat ini
sedang menempuh pendidikan di
jurusan Teknik Elektro Universitas
Diponegoro,
Semarang
pada
Bidang Konsenstrasi Teknik Energi Listrik. Penulis
dapat
dihubungi
melalui
e-mail
:
[email protected]/[email protected]
[11]
[12]
BIODATA
DAFTAR PUSTAKA
[1]
[2]
[3]
[4]
[5]
[6]
[7]
[8]
[9]
…………….,,
“Manual
Excitation
Maintenance”,
Dongfang
Electrical
Machinery Co.Ltd., 2005.
…………….,
“Manual
Electrical
Operation”,
Dongfang
Electrical
Machinery Co.Ltd., 2006.
……………., Manual Excitation Hardware,
Dongfang Electrical Machinery Co.Ltd.,
2005.
Biaya perawatan sistem eksitasi dengan sikat
relatif tinggi karena adanya sikat, komutator
dan slip ring.
Nilai arus eksitasi harus dijaga agar selalu
sesuai dengan arus dasar pada sistem eksitasi
sehingga
kestabilan
sistem
secara
keseluruhan tetap stabil.
Sistem eksitasi yang baik memiliki respon
yang cepat manakala terjadi gangguan
internal
maupun
eksternal
yang
mempengaruhi kinerja generator.
Semarang, Maret 2010
Keman, Ismuranto, Pengenalan Pembangkit
Listrik Tenaga Uap Batubara, Surabaya,
2005.
Marsudi, Djiteng, Ir., Pembangkitan Energi
Listrik, Penerbit Erlangga, Jakarta, 2005.
Marsudi, Djiteng, Ir., Operasi Sistem
Tenaga Listrik, Penerbita Graha Ilmu,
Yogyakarta, 2006.
Saadat, Hadi, “Power System Analysis”, Mc
Graw Hill Inc, Singapore, 1999.
Sulasno, Ir., Dasar Teknik Konservasi
Energi Listrik dan Sistem Pengaturan,
Badan Penerbit Universitas Diponegoro,
Semarang, 2004.
www.djlpe.esdm.go.id
Menyetujui,
Dosen pembimbing
Ir. Agung Nugroho, M.Kom.
NIP. 195901051987031002
…………..,
Ringkasan
Eksekutif
Pembangunan PLTU Cilacap 2 x 300 MW,
PT. Sumber Segara Primadaya, Jawa
Tengah, 2004.
………….., Tutorial Teknik Listrik, Artikel
dan Software Teknik, Dunia Listrik,
Nopember 2009.
…………….,
“Manual
Excitation
Operation”,
Dongfang
Electrical
Machinery Co.Ltd., 2005.
6
Download