Optimasi Susunan Gizi Makanan Bagi Pasien Rawat Jalan - j

advertisement
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Vol. 2, No. 1, Januari 2018, hlm. 44-52
e-ISSN: 2548-964X
http://j-ptiik.ub.ac.id
Optimasi Susunan Gizi Makanan Bagi Pasien Rawat Jalan Penyakit
Jantung Menggunakan Real Coded Genetic Algorithm (RCGA)
Ratih Diah Puspitasari1, Dian Eka Ratnawati2, Mochammad Ali Fauzi3
Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Email: [email protected], [email protected], [email protected]
Abstrak
Jantung adalah salah satu organ-organ yang paling penting dalam tubuh manusia. Saat ini, penyakit
jantung koroner adalah salah satu penyakit yang cenderung menyerang jantung seseorang dan
pengaturan diet adalah suatu keharusan bagi orang yang memiliki penyakit seperti ini agar sehat seperti
orang normal. Penelitian ini berfokus pada merekomendasikan nutrisi makanan untuk pasien rawat jalan
yang menderita penyakit jantung koroner yang sering disebut diet jantung 4. Studi ini, berjudul optimasi
susunan nutrisi makanan untuk pasien rawat jalan dengan menggunakan metode real coded genetic
algorithm (rcga), hasil yang ditampilkan oleh program adalah data pasien seperti usia, berat, tinggi dan
bahan makanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien rawat jalan dengan harga terendah dari setiap
makanan. Algoritma ini terdiri dari individu awal tahap inisialisasi, reproduksi terdiri dari crossover dan
mutasi, perhitungan kebugaran dan pilihan. Penelitian menggunakan nama-nama 271 makanan dengan
kandungan hara (sumber karbohidrat), sumber protein, sayuran sumber protein, sayuran, buah-buahan,
camilan, dan minyak lemak. Dari hasil pengujian, penelitian ini diperoleh parameter optimal populasi
500 dengan rata-rata kebugaran 12347, 3, 50 generasi dengan rata-rata kebugaran 11795.8 dan
kombinasi cr = 0 dan mr = 0,9. dengan nilai rata-rata kebugaran 11940.7. Hasil program dengan
parameter menghasilkan rata-rata rata-rata perbedaan dalam data aktual – dengan data dari program
51.815 atau 2,30%.
Kata Kunci: optimasi, Real Coded Genetic Algorithm (RCGA), bahan makanan, penyakit jantung, rawat jalan
Abstract
Heart is one of the most important organs in the human body. Nowadays, coronary heart disease is one
of the diseases that tend to invade a person's heart and dietary arrangements is a must for people who
have this kind of disease in order to be healthy like normal people. This research is focused on
recommending food nutrition for outpatients who suffers from coronary heart disease that often called
diet heart 4. This study, titled optimization arrangement of food nutrition for outpatient using real coded
genetic algorithm (rcga), the results that is displayed by the program is patient’s data such as age,
weight, height and foodstuffs that comply with the needs of the outpatients with the lowest prices of any
food. This algorithm consists of an initial population of the initialization stage, the reproduction
consisting of crossover and mutation, the calculation of the fitness and selection. The research on using
the names of 271 food with nutrient content (source of carbohydrates, a source of protein, vegetable
source of protein, vegetables, fruits, snacks, and oil/FAT). From the results of testing, this research
obtained optimal parameters of 500 population with average fitness of 12347, 3, 50 generations with
average fitness of 11795.8 and the combination of cr = 0 and mr = 0.9. with an average value of fitness
11940.7. The results of the program with the parameter generate an average median difference in actual
data – with data from the program of 51.815 or 2.30%.
Keywords: optimization, Real Coded Genetic Algorithm (RCGA), food ingridients, cardiovascular disease,
outpatient cardiovascular disease.
tangan
ini
berfungsi
memompa
dan
menyebarkan darah yang mengandung oksigen
ke seluruh tubuh (Soeharto, Iman. 2004). Di
dalam jantung terdapat penyakit jantung
1. PENDAHULUAN
Organ jantung berukuran sebesar kepalan
Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Brawijaya
44
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
koroner, yang merupakan salah satu penyakit
jantung yang sangat penting karena penyakit ini
dapat diderita oleh semua orang dan merupakan
penyebab kematian utama dibeberapa negara
termasuk Indonesia. Angka kematian menurun
dan usia untuk hidup secara umum makin
panjang, pola penyakit dan penyebab kematian
telah
berubah.
Penyakit-penyakit
yang
mematikan bukan lagi penyakit yang dapat
menular, namun telah berubah menjadi
penyakit-penyakit tidak menular, misalkan
stroke, penyakit jantung koroner dan lainnya
(Majid, Abdul. 2007).
Penyakit
jantung koroner
menjadi
penyebab utama kematian di negara-negara Asia
pada tahun 2010. Sedikitnya 78% kematian
global akibat penyakit jantung koroner menjadi
efek dikalangan masyarakat miskin dan
menengah. Sekitar 35% kematian di Indonesia
disebabkan oleh penyakit jantung. Menurut
Federasi Jantung Dunia, angka kematian akibat
penyakit jantung koroner di Asia Tenggara
mencapai 1,8 juta kasus pada tahun 2014
(Federasi Jantung Dunia. 2014).
Seseorang mengalami penyakit jantung
koroner jika aliran darah ke jantungnya
terhambat oleh lemak. Penimbunan lemak
didalam arteri jantung ini dikenal istilah
aterosklerosis dan merupakan penyebab utama
penyakit jantung koroner. Tiga faktor risiko
utama yang saling terkait sebai penyebab
penyakit jantung koroner yaitu kebiasaaan
merokok, kurang aktifitas fisik, makan tidak
seimbang, kegemukan, diet rendah serat atau
kurang buah dan sayur dan tinggi kalori atau
lemak hewani, tekanan darah tinggi (Majid,
Abdul. 2007)
Dalam pemenuhan gizi pada penderita
jantung manusia dihadapkan pada keadaan yang
mana kita harus memenuhi gizi tanpa
mengganggu dan memicu bertambah buruknya
keadaan jantung. Bagi penderita penyakit
jantung ada banyak sekali pantangan dari
makanan maupun minuman untuk dikonsumsi
oleh penderita penyakit jantung. Terdapat pula
makanan dan minuman yang dianjurkan untuk
dikonsumsi oleh penderita penyakit jantung,
namun dengan aturan serta ketentuan-ketentuan
yang telah diatur, hal semacam ini biasanya
disebut dengan diet. Diet yang dimaksud disini
merupakan hal yang baru dalam dunia
kesehatan. Diet biasanya dilakukan oleh
seseorang yang mempunyai keadaan berat badan
berlebih (obesitas) atau seseorang yang
menginginkan bentuk tubuh yang diinginkan.
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
45
Namun pelaksanaan diet yang dimaksud untuk
penderita penyakit jantung ini sedikit berbeda,
yang mana harus menyediakan makanan tertentu
namun juga harus mengatur jadwal dalam
memasukkan asupan gizi bagi tubuh mereka
(Wahyudi, Danang. 2014).
Dalam kasus ini digunakan salah satu
metode heuristik yaitu algoritma genetika
dengan memakai jenis algoritma genetika real
code atau lebih sering disebut real code genetic
algorithm (RCGA). Algoritma genetika mampu
menyelesaikan berbagai masalah kompleks,
algoritma genetika ini juga banyak digunakan
dan dimanfaatkan dalam berbagai bidang dan
algoritma juga digunakan untuk menghadapi
masalah optimasi yang model matematika
kompleks bahkan sulit dibangun. Algoritma
genetika mampu memberikan hasil yang optimal
untuk berbagai masalah, yang mana hal ini
membuktikan bahwa algoritma genetika mampu
memberikan himpunan solusi yang optimal dan
dapat berguna dengan objektif (Mahmudy,
2013).
Berdasarkan paparan yang telah dijabarkan
di atas, penulis melakukan penelitian dengan
judul “ Optimasi Susunan Gizi Makanan Bagi
Pasien Rawat Jalan Penyakit Jantung
Menggunakan Real Code Genetic Algorithm”.
Penelitian ini akan menyajikan susunan gizi
makanan bagi pasien penyakit jantung rawat
jalan berdasarkan data diri dari pasien tersebut,
seperti umur, berat badan, tinggi badan dan biaya
yang diinginkan oleh pasien dalam 1 menu
makanan dan beserta bahan makanan dan harga
dari setiap bahan makanan tersebut yang paling
optimal.
2.
JANTUNG
Penyakit jantung yaitu yang mana keadaan
jantung yang tidak dapat melakukan fungsi
secara normal, atau yang sering disebut dalam
keadaan tidak terkompensasi, sirkulasi darah
yang tidak normal menyebabkan sesak napas
(dyspnea), rasa lelah, rasa sakit di daerah
jantung. Terjadi kelainan fungsi ginjal, hati, serta
tekanan darah, dan terjadi resorpsi natrium,
sehingga terjadinya odema (Widoyoko,
Antonius. 2011).
Penyakit jantung menyerang jantung dan
pembuluh darah pada manusia yang mana
penyakit ini tidak mengenal batas usia. Penyakit
jantung terjadi akibat proses kelanjutan, yang
mana jantung secara berangsur kehilangan
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
kemampuannya untuk melakukan fungsi secara
normal (almatsier, 2004).
2.1 Diet Penyakit Jantung
Penyakit jantung sebagi mana dijelaskan
sebelumnya adalah penyakit yang mana jantung
secara berangsur-angsur dapat kehilangan
kemampuan untuk melakukan fungsinya secara
normal
sehingga
menghambar
proses
transportasi jantung kemudian akibatnya sangat
fatal bagi manusia seperti, menyebabkan sesak
napas, rasa lelah serta sakit pada jantung. Pada
penyakit jantung dapat dilakukan diet jantung.
Diet jantung adalah pengaturan pola makan
khusus terhadap penderita penyakit jantung baik
kuantitas maupun jenis makanan.
2.2.1 Tujuan Diet
Tujuan seseorang yang mempunyai riwayat
sakit jantung mempunyai beberapa tujuan diet
yaitu sebagai berikut:
1. Memberikan makanan secukupnya tanpa
memperberat kerja jantung
2. Menurunkan berat badan bila terlalu gemuk
3. Mencegah atau menghilangkan penimbunan
garam atau air.
2.2.2 Jenis – Jenis Diet Penyakit Jantung
Terdapat 4 jenis diet penyakit jantung
diantaranya diet penyakit jantung 1 akan
diberikan kepada pasien penyakit jantung akut
yang sedang dalam tahap perawatan dirumah
sakit, diet penyakit jantung 2 diberikan kepada
pasien yang tealah melewati masa fase akut, diet
jantung 3 merupakan perpindahan dari diet
jantung 2 yang mana kondisi pasien tidak terlalu
berat, dan diet jantung 4 merupakan pemberian
makan kepada pasien dengan keadaan ringan
atau dapat dibilang bahwa pasien yang sedang
menjalani diet jantung 4 ialah pasien rawat jalan.
Pada penelitian ini, optimasi komposisi bahan
makanan diberikan kepada pasien diet jantung 4
atau pasien rawat jalan. Pasien rawat jalan dapat
menerima asupan makanan dalambentuk
makanan biasa, berbeda terhadap diet jantung
jantung 1 sampai dengan diet jantung 3.
2.3 Indeks Massa Tubuh (IMT)
Indeks Massa Tubuh atau Body Mass Index
(BMI) adalah jumlah berat badan ideal yang
dihitung dari berat dan tinggi badan seseorang.
IMT merupakan indikator yang cukup handal
untuk kegemukan tubuh bagi kebanyakan orang
(Yahya, Rachmanuddin Chair. 2007). IMT tidak
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
46
mengukur lemak tubuh secara langsung, namun
penelitian telah menunjukkan bahwa IMT
berkorelasi dengan lemak tubuh, seperti berarti
berat air dan dual energy x-ray absorptiometry
(DXA). IMT dapat dianggap sebagai alternatif
untuk langkah–langkah langsung mengukur
lemak tubuh.
𝐼𝑀𝑇 =
π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π΅π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› (π‘˜π‘”)
(𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 π΅π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› (π‘šπ‘’π‘‘π‘’π‘Ÿ))2
(1)
2.4 Gizi
Gizi adalah proses perubahan berbagai
macam makanan yag masuk ke tubuh, sehingga
dapat mempertahankan kehidupan. Nutrisi atau
zat gizi merupakan elemen yang terdapat dalam
makanan yang dapat untuk dimanfaatkan secara
langsung dalam tubuh, contohnya: vitamin,
lemak, karbohidrat, mineral, air, dan protein. Zat
gizi adalah substansi yang dapat diperoleh dari
berbagai jenis makanan serta digunakan dalam
proses
pertumbuhan,
perbaikan,
dan
pemeliharaan perbaikan jaringan tubuh. Zat gizi
terbagi menjadi zat gizi organik dan anorganik.
Zat gizi organik terdiri atas protein, karbohidrat,
lemak, dan vitamin. Sedangkan zat gizi
anorganik terdiri atas air dan mineral. Zat gizi
juga dapat dikelompokkan dengan berdasarkan
sumber, fungsi zat gizi dan jumlah (Sugeng.
2014).
2.5 Perhitungan Kebutuhan Gizi
Untuk mendapatkan kebutuhan gizi dari
pasien, dibutuhkan data berat badan, tinggi
badan, usia, dan jenis kelamin pasien.
Perhitungan Berat Badan Ideal:
BBI = (tb – 100) x 90%
Keterangan:
BBI
Tb
(2)
= Berat Badan Ideal
= Tinggi Badan
Perhitungan Kebutuhan Energi:
Energi = Basal x Faktor Aktivitas X Faktor
Stress
(3)
Keterangan :
Faktor Aktifitas
Faktor Stress
= 1,3
= 1,1
Nilai untuk faktor aktivitas berdasarkan
Buku Saku Perhitungan Kebutuhan Zat Gizi
Pasien untuk Lingkungan Sendiri RSUP Sanglah
Denpasar memiliki beberapa kategori yaitu
dalam ventilator, bedrest, pergerakan terbatas
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
ditempat tidur dan rawat jalan. Nilai faktor
aktivitas untuk pasien rawat jalan adalah sebesar
1,3. Nilai faktor stress ditentukan oleh ahli gizi
sebesar 1,1 dikarenakan untuk pasien rawat jalan
pada umumnya tidak mengalami atau
mengalami stress yang tidak parah berbeda
dengan pasien rawat inap yang memiliki faktor
stress lebih besar sehingga nilai yang ditentukan
adalah sebesar 1,1.
Nilai perhitungan basal dibedakan pada
laki-laki dan perrempuan yaitu:
Laki – laki = 30kkal x BB
(4)
Perempuan = 25kkal x BB
(5)
Keterangan :
BB = Berat Badan
Perhitungan Gizi
Karbohidrat :
π‘™π‘’π‘šπ‘Žπ‘˜ =
Lemak,
Protein
25% π‘₯ πΈπ‘›π‘’π‘Ÿπ‘”π‘–
9
Protein = 0,8 x BBI
dan
(6)
(7)
π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘π‘œβ„Žπ‘–π‘‘π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ =
πΈπ‘›π‘’π‘Ÿπ‘”π‘–−((πΏπ‘’π‘šπ‘Žπ‘˜ π‘₯ 4)+(π‘ƒπ‘Ÿπ‘œπ‘’π‘‘π‘–π‘› π‘₯ 9))
4
3.
(8)
ALGORITMA GENETIKA
Algoritma
Evolusi
(Evolutionary
Algorithms, EAs) merupakan teknik optimasi
yang meniru proses evolusi biologi. Evolusi
terdapat sejumlah individu dalam populasi. Dari
generasi ke generasi, individu-individu berperan
sebagai induk (parent) yang melakukan
reproduksi menghasilkan keturunan (offspring).
Individu-individu berrevolusi dan individuindividu yang lebih baik mempunyai peluang
lebih besar untuk melewati seleksi alam (natural
selection) dan bertahan hidup. Individu yang
lebih baik cenderung menghasilkan keturunan
yang lebih baik sehingga dari generasi ke
generasi akan terbentuk populasi yang lebih baik
(Mahmudy, 2013).
3.1 Algoritma Genetika dengan Pengkodean
Real (Real-Coded GA/RCGA)
Pengkodean dalam algoritma genetika yaitu
pengkodean biner, pengkodean permutasi,
pengkodean real dan terdapat juga pengkodean
struktur. Yang mana penelitian ini memakai
pengkodean real yang mana pengkodean real
menggunakan nilai, simbol, karakter, atau objek
untuk menyelesaikannya. Algoritma ini
ditemukan oleh Mahmudy, dkk pada
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
47
penelitiannya. Pada optimasi fungsi yang
kompleks dan membutuhkan banyak generasi,
operasi transformasi biner ke bilangan desimal
(real) dan sebaliknya sangat menyita waktu.
(Mahmudy, 2013).
3.2 Struktur Algoritma Genetika
Solusi dari suatu masalah harus
direpresentasikan menjadi string kromosom.
Kromosom merupakan suatau solusi yang masih
berbentuk simbol. String kromosom tersusun
atas sejumlah gen yang menggambarkan
variabel-variabel keputusan yang digunakan
dalam solusi. Proses dalam algoritma genetika
diawali dengan inisialisasi, yaitu menciptakan
individu-individu secara acak yang memiliki
susunan gen kromosom tertentu. Populasi awal
diambil secara acak, sedangkan populasi
berikutnya merupakan hasil evolusi kromosomkromosom melalui iterasi yang disebut dengan
istilah generasi. Setiap generasi kromosom akan
melalui tahap evaluasi dengan menggunakan alat
ukur yang disebut dengan nilai fitness. Nilai
fitness dari kromosom menunjukkan kualitas
kromosom dalam populasi tersebut.
3.3 Inisialiasi
Inisialisasi adalah untuk membangkitkan
himpunan alternatif solusi yang baru secara acak
atau random berisi sejumlah string kromosom
dan diletakkan pada populasi. Ukuran populasi
atau yang biasa disebut dengan popSize. Selain
menentukan nilai popSize pada fase inisialisasi
ditentukan jenis representasi kromosom yang
digunakan
dengan
teknik
pengkodean
(Mahmudy. 2013).
3.4 Crossover
Sebelum mendapatkan nilai rasio offspring
kita perlu menentukan tingkat crossover
(crossover Rate/Cr). Rasio offspring dihasilkan
dari proses crossover sehingga dapat dituliskan
rumus seperti berikut.
Offspring = Cr x popSize
(9)
C1 = P1 + α (P2 – P1)
(10)
C2 = P2 + α (P1 – P2)
(11)
α = Random [-0.25, 1.25]
Metode crossover yang digunakan pada
penelitian adalah extended intermediate
crossover. Reproduksi menggunakan crossover
dilakukan dengan memilih dua individu parent
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
secara acak untuk menghasilkan child atau
offspring. Jika jumlah offspring (child) sudah
memenuhi jumlah offspring yang diinginkan
maka proses crossover selesai. Jika belum
memenuhi jumlah offspring yang diinginkan
maka proses crossover tetap dilanjutkan sampai
jumlah offspring sesuai dengan yang diinginkan.
3.5 Mutasi
Tingkat mutasi (mutation Rate/pm) harus
ditentukan yang kemudian akan menghasilkan
nilai yang menyatakan rasio offspring yang akan
dihasilkan pada proses mutasi sehingga
dihasilkan rumus sebagai berikut.
Offspring = Mr x popSize
(12)
π‘₯𝑖′ = π‘₯𝑖 + π‘Ÿ(π‘šπ‘Žπ‘₯𝑖 − π‘šπ‘–π‘›π‘– )
(13)
r = Random [-0.1, 0.1]
Metode mutasi yang digunakan adalah
random mutation. Proses mutasi dilakukan
dengan cara memilih satu individu atau parent
secara acak dan memilih gen yang akan di mutasi
secara acak. Jika jumlah offspring (child) sudah
memenuhi jumlah offspring yang diinginkan
maka proses mutasi selesai. Sedangkan jika
belum memenuhi jumlah offspring yang
diinginkan maka proses mutasi tetap dilanjutkan
sampai jumlah offspring sesuai dengan yang
diinginkan. Parent yang terpilih dilambangkan
sebagai P1, dan hasil offspring dilambangkan
sebagai C dan angka yang melanjutkan dari
jumlah offspring pada crossover.
3.6 Evaluasi
Evaluasi merupakan tahapan yang mana
kromosom akan diperiksa nilai fitness-nya. Dari
nilai tersebut kita dapat menentukan apakah
kromosom tersebut layak atau tidak menjadi
calon solusi. Perhitungan fitness digunakan
untuk mengevaluasi hasil dari optimasi
komposisi bahan makanan bagi pasien rawat
jalan penyakit jantung dengan menggunakan
real coded genetic algorithm.
𝑓𝑖𝑑𝑛𝑒𝑠𝑠 = (
1
π‘π‘–π‘›π‘Žπ‘™π‘‘π‘–+1
+
1
β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘”π‘Ž
)
(14)
Keterangan:
Pinalti = Nilai kandungan gizi yang
melebihi
atau
kurang
dari
kebutuhan gizi pasien
Harga = total harga pada komposisi bahan
makanan dalam satu kromosom
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
48
3.7 Seleksi
Seleksi berfungsi untuk melakukan pemilihan
individu dari himpunan individu baru yang
dipertahankan hidup untuk generasi selanjutnya
(Mahmudy. 2013). Ada beberapa jenis metode
seleksi yang dapat digunakan adalah roulette
wheel, binary tournament, dan elitism. Pada
optimasi susunan Gizi Makanan Bagi Pasien
Rawat Jalan Penyakit Jantung, metode yang
digunakan adalah elitism. Metode seleksi elitism
bekerja dengan mengumpulkan semua individu
dalam populasi (parent) dan offspring dalam
satu penampungan. popSize individu terbaik
dalam penampungan ini akan lolos untuk masuk
dalam generasi selanjutnya.
4. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI
Proses perancangan algortima untuk
memperoleh solusi keluaran yang terbaik.
Langkah awal proses ini adalah melakukan
perhitungan jumlah kalori dan menentukan
kebutuhan protein, lemak dan karbohidrat dari
user. Langkah selanjutnya adalah tahapantahapan yang ada pada metode Real Coded
Genetic Algorithm. Selain itu akan dijelaskan
pula perancangan user interface sistem yang
akan dibuat.
Optimasi susunan gizi makanan bagi pasien
rawat jalan penyakit jantung menggunakan real
coded genetic algorithm (RCGA) terdiri dari
beberapa proses sebagai berikut:
1. Melakukan proses perhitungan nutrisi
(karbohidrat, lemak dan protein) dengan
memasukkan data berupa, umur, tinggi
badan, berat badan, dan jenis kelamin.
2. Inisialisasi parameter awal, yaitu jumlah
populasi (popSize), ukuran probabilitas
mutasi (pm), ukuran probabilitas crossover
(pc), dan jumlah generasi.
3. Membuat representasi kromosom awal
sesuai dengan jumlah populasi (popSize)
yang dimasukkan.
4. Membuat populasi baru dengan langkah
yaitu melakukan proses crossover pada
parent
yang
terpilih
berdasarkan
probablititas crossover (pc) yang telah
ditentukan. Melakukan proses mutasi pada
parent
yang
terpilih
berdasarkan
probabilitas mutasi (pm) yang telah
ditentukan.
5. Menghitung nilai fitness dengan melibatkan
perhitungan penalti, harga dan variasi.
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Seleksi yang digunakan adalah metode
elitism untuk menentukan individu untuk
populasi yang baru.
7. Proses populasi baru dengan memilih
individu sebanyak popSize yang mana
menentukannya setelah menggambungkan
individu parent dan child yang akan
menjadi generasi berikutnya.
Proses selesai apabila kondisi akhir sudah
terpenuhi. Hasil akhir adalah kromosom terbaik
pada akhir generasi.
MULAI
Input jenis kelamin, berat
badan, tinggi badan, umur,
PopSize,pm, pc,
jumlah_generasi
(max_iterasi)
Inisialisasi Populasi Awal
For I = 0 to max_iterasi
-1
crossover
Mutasi
Offspring
Populasi Gabungan (Populasi awal
+ Offspring
Perhitungan Fitness
Perhitungan Seleksi
i
Populasi Baru
SELESAI
Gambar 1. Diagram Alir RCGA pada Optimasi
Susunan Gizi
5. PENGUJIAN DAN ANALISIS
5.1 Hasil dan Analisis terhadap Ukuran Populasi
Pengujian ukuran populasi bertujuan untuk
mengetahui pengaruh jumlah populasi terhadap
nilai fitness. Pengujian ini dilakukan dengan
menggunakan generasi sebanyak 80 generasi,
nilai cr sebesar 0,2 dan mr sebesar 0,7. Pengujian
ini dilakukan dengan jumlah populasi 50, 100,
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
150, 200, 250, 300, 350, 400, 450, 500, yang
masing-masing dilakukan sebanyak 10 kali.
Setiap percobaan akan direkap nilai fitness
tertingginya dan diambil nilai rata-rata fitness
dari 10 percobaan tersebut.
Hasil Pengujian Berdasarkan Jumlah
Populasi
Rata - Rata Fitness
6.
49
12400,0
12200,0
12000,0
11800,0
11600,0
11400,0
50 100150200250300350400450500
Jumlah Populasi
Gambar 2. Grafik Hasil Pengujian Berdasarkan
Jumlah Populasi
Pada Gambar 5.1 bahwa rata-rata terjadi
peningkatan nilai fitness dari populasi 50 hingga
500. Semakin banyak populasi akan
meningkatkan nilai fitness. Pada beberapa
penelitian, menunjukkan bahwa semakin banyak
populasi tidak menjamin semakin bagus nilai
fitness. Hal ini dikarenakan pembangkitan
populasi awal yang dilakukan secara random
pada real code algoritma genetika. Jumlah
populasi berpengaruh pada pembangkitan
populasi awal dan jumlah individu baru. Pada
proses crossover dan mutasi dengan jumlah
populasi besar menyebabkan jumlah individu
baru yang dihasilkan semakin beragam. Hal ini
berdampak pada variasi nilai fitness yang akan
dihasilkan oleh individu baru (Nurveus.2015).
Ukuran populasi yang terlalu kecil akan
memperluas ruang eksplorasi, sehingga peluag
dalam memperoleh solusi terbaik menjadi kecil,
sedangkan ukuran populasi yang terlalu besar
justru akan mempersempit area pencarian solusi,
sehingga menyebabkan kemungkinan terjadinya
konvergensi, yaitu nilai fitness dari individu baru
tidak jauh berbeda dengan induknya (Mahmudy,
2013). Pada pengujian ini didapatkan rata-rata
nilai fitness tertinggi pada populasi ke 500 yaitu
12347,3.
5.2 Hasil dan Analisis Uji Coba Banyak
Generasi
Pengujian pada jumlah generasi bertujuan
untuk mengetahui pengaruh banyaknya jumlah
generasi yang digunakan terhadap nilai rata-rata
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
fitness. Pada pengujian ini generasi yang
diujikan adalah sebanyak 10 hingga 100 generasi
dengan jumlah populasi 50 dan kombinasi cr
sebesar 0,2 dan mr sebesar 0,7. Percobaan uji
jumlah generasi dilakukan sebanyak 10 kali
untuk diambil rata-rata nilai fitnessnya.
11800
11795
11790
11785
11780
11775
11770
yang cenderung rendah. Nilai cr terlalu rendah
dan mr terlalu tinggi mengakibatkan metode
algoritma genetika tidak dapat memperluas area
pencarian. Begitu juga sebaliknya, cr terlalu
tinggi dan mr terlalu rendah menyebabkan
algoritma genetika bekerja secara random
search sehingga tidak dapat melakukan
eksplorasi area pencarian secara lebih efektif
(Mahmudy, dkk. 2014).
Hasil Pengujian Berdasarkan
Kombinasi Cr dan Mr
10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Jumlah Generasi
Rata - Rata Fitness
Rata - Rata Fitness
Hasil Pengujian Jumlah Generasi
50
12000
11800
11600
11400
11200
11000
0,9 0,8 0,7 0,6 0,5 0,4 0,3 0,2 0,1 0 ;
; ; ; ; ; ; ; ; ; 0,9
0,0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8
Gambar 3. Grafik Hasil Pengujian Jumlah Generasi
Berdasarkan Gambar 3, yaitu hasil
pengujian jumlah generasi, didapatkan rata-rata
nilai fitness tertinggi berada pada generasi ke 50
sampai 100, yaitu sebesar 11795,8. Terlihat pada
Gambar 6.2 bahwa nilai rata–rata fitness
mencapai konvergen mulai pada generasi ke 50.
Apabila rata-rata fitness mengalami penurunan,
hal ini disebabkan eksplorasi pada ruang
pencarian cenderung lebih kecil. Sedangkan
pada generasi yang memiliki nilai fitness yang
cenderung lebih tinggi. Disebabkan eksplorasi
pada ruang pencarian lebih besar.
5.3 Hasil dan Analisis Uji Coba Crossover
Rate (Cr) dan Mutation Rate (Mr)
Pengujian kombinasi nilai crossover rate
(Cr) dan mutation rate (Mr) bertujuan untuk
mengetahui pengaruh kedua parameter tersebut
terhadap hasil yang optimal pada kasus
penyusunan bahan makanan. Kombinasi cr dan
mr dimulai pada angka 0 dan 0,9. Pengujian
dilakukan sebanyak 10 kali dan didapatkan nilai
rata-rata fitness, dengan jumlah populasi 50 dan
generasi 80.
Berdasarkan Gambar 6.3 didapatkan nilai
rata-rata fitness yang terbesar adalah kombinasi
cr sebesar 0 dan mr sebesar 0,9, yaitu memiliki
nilai rata-rata fitnessyaitu 11940,7. Terdapat
penurunan nilai fitness pada jumlah cr 0,4 dan mr
0,7 ke jumlah cr 0,3 dan mr 0,6 dengan nilai
fitness sebesar 11806,7 ke 11804,9. Nilai cr dan
mr yang tidak seimbang (cr terlalu kecil atau mr
yang terlalu besar), menghasilkan nilai fitness
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Jumlah Cr dan Mr
Gambar 4. Grafik Pengujian Kombinasi Cr Dan Mr
5.4 Analisis Global
Berdasarkan hasil pengujian parameter real
coded genetic algorithm dan melakukan uji coba
pada pasien rawat jalan penyakit jantung dengan
umur 55 tahun, berat badan 65 kg, tinggi badan
162 cm, jenis kelamin laki-laki, memakai nilai
parameter-parameter terbaik dalam pengujian
tersebut yaitu cr sebesar 0 dan mr sebesar 0,9,
dan nilai populasi sebesar 500 dan nilai generasi
100.
Parameter yang telah dianggap optimal
tersebut akan digunakan pengujian analisis
global yaitu menguji dengan membandingkan
hasil dari program menggunakan parameter
tersebut dan data aktual pasien. Data aktual
pasien didapatkan dari hasil wawancara dengan
pasien. Hasil wawancara pasien menghasilkan
bahwa
pasien
mengkonsumsi
sumber
karbohidrat, sumber protein, sumber protein
nabati, sayuran, minyak/lemak, dan snack
sebanyak 3 kali dalam sehari dengan harga
pengeluaran sekitaran Rp. 40,000. Dari susunan
bahan makanan hasil rekomendasi sistem
diperoleh selisih kandungan gizi seperti pada
Tabel 1 sebagai berikut:
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Tabel 1. Selisih Kebutuhan Gizi Dengan
Kandungan Gizi Makanan Hasil Rekomendasi
Sistem
Kebutuhan
Pasien
Hasil
Sistem
% Selisih
nilai gizi
Total
biaya
Manual
Total
biaya
Program
Kalori
2230.8
Karbo
371.475
Lemak
61.96
Protein
46.8
2272.2
378.8
63.9
47.95
41.4 (
1.82
%)
Rp
50.000
7.325 (
1.93%)
1.94
(3.04%)
1.15 (
2.40%)
Rp
44.140
Berdasarkan Tabel 1, diperoleh selisih nilai
kalori yang dibutuhkan pasien tercukupi sebesar
41,4 atau 1,82%, selisih nilai gizi kebutuhan
karbohidrat pasien tercukupi sebesar 7,325 atau
1,93%, selisih nilai gizi kebutuhan lemak
tercukupi sebesar 1,94 atau 3,04%, dan selisih
nilai gizi kebutuhan protein tercukupi sebesar
1,15 atau 2,40%. Total biaya yang dihasilkan
manual sebesar Rp 50.000 dan total biaya yang
dihasilkan sistem Rp 44.140. Rata-rata selisih
kebutuhan gizi pasien dengan hasil rekomendasi
dari program sebesar 51,815 atau 2,30%. Dari
hasil pengujian rata-rata selisih semua
kebutuhan gizi pasien tersebut dapat
disimpulkan bahwa nilai gizi dari komposisi
bahan makanan yang direkomendasikan oleh
sistem masih dalam batas toleransi yang
ditetapkan oleh ahli gizi yaitu ±10% baik dalam
kalori, karbohidrat dan protein dari kebutuhan
gizi pasien rawat jalan penyakit jantung. Selain
itu, hasil biaya yang dihasilkan sistem lebih kecil
dari hasil biaya yang dihasilkan secara manual.
2.
51
pada kasus ini adalah representasi
permutasi, sedangkan untuk proses
crossover digunakan metode extended
intermediatedan untuk proses mutasi
digunakan metode random mutation.
Selanjutnya proses seleksi menggunakan
teknik elitism selection. Representasi
kromosom bilangan integer memiliki
panjang kromosom sebesar 21 yang
merepresentasikan nomor makanan.
Pada proses pengujian populasi, generasi,
serta nilai cr dan mr ternyata ukuran dari
populasi dan generasi mempengaruhi nilai
fitness yang dihasilkan. Jika ukuran
populasi dan generasi sedikit maka
pencarian algortima genetika semakin
sempit. Jika ukuran populasi dan generasi
semakin besar dapat menyebabkan
konvergensi. Pada pengujian populasi
didapatkan hasil optimal sebesar 500
populasi dengan nilai rata-rata fitness
sebesar 12347,3. Pada pengujian generasi
didapatkan hasil optimal generasi sebesar
50 dengan nilai rata-rata fitness sebesar
11795,8. Pada pengujian kombinasi cr dan
mr didapatkan hasil optimal sebesar cr = 0
dan mr = 0,9 dengan nilai rata-rata fitness
sebesar 11940,7. Hasil pengujian data
aktual yang dilakukan penelitian ini
memiliki rata–rata selisih gizi sebesar
51,815 atau 2,30%. Dari hasil pengujian
rata-rata selisih semua kebutuhan gizi
pasien tersebut dapat disimpulkan bahwa
nilai gizi dari komposisi bahan makanan
yang direkomendasikan oleh sistem masih
dalam batas toleransi yang ditetapkan oleh
ahli gizi yaitu ±10% baik dalam kalori,
karbohidrat dan protein dari kebutuhan gizi
pasien rawat jalan penyakit jantung.
6. KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
Berdasarkan
penelitian
mengenai
penerapan real coded genetic algorithm pada
permasalahan optimasi susunan bahan makanan
pasien rawat jalan penyakit jantung didapatkan
beberapa kesimpulan yang dijabarkan sebagai
berikut:
1. Real Coded Genetic Algorithm dapat
diterapkan pada permasalan optimasi
susunan bahan makanan pada pasien rawat
jalan penyakit jantung dengan memberi
solusi berupa rekomendasi kombinasi
bahan makanan untuk pasien tersebut.
Representasi kromosom yang digunakan
Danial, Muhammad. 2010. Proporsi Indeks
Massa Tubuh (IMT) Penderita Penyakit
Jantung Koroner (PJK) Di RSUP Haji
Adam Malik Medan. [pdf] Universitas
Sumatera
Utara,
tersedia
di
:
<http://repository.usu.ac.id/bitstream/123
456789/47505/4/Chapter%20II.pdf
>
[Diakses 3 Februari 2017]
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Hidayah, Nurul.2012. DIET PADA PENYAKIT
JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH.
Tersedia
di:
<http://nurulhidyahm.blogspot.co.id/201
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
52
2/06/diet-pada-penyakit-jantung-danpembuluh.html> [Diakses 2 Februari
2017]
<https://hiduplestari.wordpress.com/dietsehat/diet-untuk-penderita-jantung>
[Diakses 2 Februari 2017]
Hutagalung, H.2014. Karbohidrat. Sumatera
Utara:USU Digital Library
Widmer, P. 2006. Pangan, Papan, dan Kebun
Berguna. s.I.,: Kanisius
Lau, E. 2009. Healthy Express : Super Sehat
dalam 2 Minggu. s.l.: Gramedia Pustaka
Utama
Widoyoko, Antonius.2011. Gizi Pada Pasien
Penyakit
Jantung.
Tersedia
di:
<http://gizipenyakitjantungolehantoniusw
.blogspot.co.id> [Diakses 2 Februari
2017]
Mahmudy,W.F.2013.Algoritma
Evolusi.Malang: Program
Informasi
dan
Ilmu
Universitas Brawijaya.
Teknologi
Komputer,
Mahmudy, Wayan Firdaus.2014. Algoritma
Evolusi. Program Teknologi Informasi
dan Ilmu Komputer. Malang : Universitas
Brawijaya.
Mahmudy,W.F.2015.Algoritma
Evolusi.Malang: Program
Informasi
dan
Ilmu
Universitas Brawijaya.
Teknologi
Komputer,
Majid, Abdul.2007. Penyakit Jantung Koroner,
Pencegahan dan Pengobat Terkini.Medan
Marks, D.B., dkk. 1996. BIOKIMIA
KEDOKTERAN DASAR : SEBUAH
PENDEKATAN KLINIS. Jakarta : EGC
Michalewicz, Z.1996. “Genetic Algorithm +
Data Strutures = Evolution Programs”
dalam “Modul Algoritma Evolusi”.
Program Teknologi Informasi dan Ilmu
Komputer.
Universitas
Brawijaya.
Malang.
Persatuan Ahli Gizi Indonesia. 2009. Kamus
Gizi. Jakarta: PT. Kompas Media
Nusantara.
Sugeng.2014. Pengertian Gizi, Macam-Macam
Zat Gizi, dan Fungsi Zat Gizi Lengkap!.
Tersedia
di:
<http://woocara.blogspot.co.id/2016/07/p
engertian-gizi-macam-macam-zat-gizifungsi-zat-gizi.html> [Diakses 3 Februari
2017]
Suhardjo & Kusharto, C.M. 2010. Prinsip –
Prinsip Ilmu Gizi. s.I.: Kanisius
Sumardjo, D. 2006. Pengantar Kimia: Buku
Panduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran
dan Program Stata. s.l.: Buku Kedokteran
EGC
Wahyudi, Danang.2014. Hidup Lestari. Tersedia
di:
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Yahya, Rachmanuddin Chair.2007. Berat Badan
Ideal dan Indeks Massa Tubuh:
Pengertian.
Tersedia
di:
<https://www.jevuska.com/2013/12/21/b
erat-badan-ideal-dan-indeks-massatubuh-pengertian> [Diakses 3 Februari
2017]
Download